bab iv energi dan potensial

advertisement
ENERGI DAN POTENTIAL
ASRORI ARSYAD
135060300111003
KELAS E
Energi untuk Menggerakkan Muatan Titik dalam
Medan Listrik
• Intensitas medan listrik didefinisikan sebagai gaya yang bertumpu pada muatan uji satuan pada titik
yang ingin didapatkan harga medan vektornya.
• Misalnya untuk memindahkan muatan Q sejauh dL dalam medan listrik E. Gaya pada Q yang
ditimbulkan oleh medan listrik adalah
F = Q.E
• Gaya tersebut ditimbulkan oleh medan dimana komponen gaya ini dalam arah dL adalah
FEL = FE . aL = Q . aL
• Dengan aL menyatakan vektor satuan dalam arah dL. Gaya yang harus kita terapkan adalah sama
besar dan berlawanan arah dengan gaya yang ditimbulkan oleh medan.
Fpakai = -QE . aL
• Dan energi yang harus disediakan sama dengan perkalian gaya dengan jaraknya. Kerja differensial
oleh sumber luar untuk menggerakkan Q ialah
dW = -QE . dL
Lanjutan...
• Kembali ke muatan dalam medan listrik, kerja yang diperlukan untuk memindahkan muatan ke
tempat yang jaraknya berhingga harus ditentukan dengan mengintegrasikan E, yaitu
akhir
W  Q
 E  dL
awal
• Dimana lintasan yang ditempuh harus ditentukan sebelum integral tersebut dihitung, sedangkan
muatannya dianggap dalam keadaan diam pada kedudukan awal dan kedudukan akhir.
Integral Garis
• Rumusan integral untuk kerja yang dilakukan
muatan titik Q dari suatu kedudukan ke
kedududkan lain. Persamaannya ialah
akhir
W  Q
 E  dL
awal
• Suatu integral mempunyai bentuk integral
sepanjang lintasan yang telah ditentukan dari
perkalian titik sebuah medan vektor dengan
lintasan vektor differensial dL.
Interpretasi grafik integral garis dalam medan serbasama.
Integral garis E antara titik B dan A tak bergantung dari lintasan
yang dipilih, hal ini berlaku juga untuk medan tak bersama.
Hasil ini pada umumnya tidak berlaku untuk medan yang
berubah terhadap waktu.
Lanjutan...
• Ketiga persamaan dibawah ini merupakan
bentuk dL yang menggunakan panjang
differensial.
• Perhitungan integral garis di dekat muatan tak
berhingga arahnya selalu radial :
• Unsur differensial dL dipilih dalam koordinat
tabung dan lintasan lingkaran yang telah dipilih
mengharuskan dp dan dz sama dengan nol, jadi
kerja yang diperlukan menjadi :
Definisi Beda Potensial dan Potensial
• Usaha yang diperlukan untuk memindahkan muatan dari suatu titik ke titik lainnya dalam suatu
medan listrik adalah
akhir
W  Q
 E  dL
awal
• Beda potensial dapat didefinisikan sebagai usaha (oleh sumber luar) yang diperlukan untuk
memindahkan satu satuan muatan positif dari suatu titik ke titik lain dalam medan listrik
b
Vab    E  dL
a
• VAB melambangkan beda potensial antara titik A dan titik B yang diperlukan untuk memindahkan
muatan satuan dari A ke B. Jika potensial pada titik A dan B adalah VA dan VB, maka:
Medan Potensial Sebuah Muatan Titik
• Untuk Beda Potensial antara dua titik pada r = rA
dan r = rB dalam medan sebuah muatan titik Q
yang diletakkan pada titik asal adalah
• Lintasan umum antara titik B dan A dalam medan
sebuah muatan titik Q di titik asal. Beda potensial
VAB tidak tergantung pada lintasan yang dipilih
seperti yang terlihat pada gambar disamping
Medan Potensial Sistem Muatan Sifat Konservatif
• Medan potensial sebuah muatan titik
bermuatan Q1 pada titik r1 hanya berhubungan
dengan jarak |r-r1|dari Q1 ke titik di r tempat
potensial tersebut dicari. Untuk acuan nol tak
berhingga, didapatkan :
• Potensial berbanding terbalik dengan jarak
kuadrat, dan intensitas medan listrik
memenuhi hukum kebalikan jarak kuadrat dan
merupakan medan vektor.
Lanjutan...
• Untuk acuan nol di tak berhingga, maka :
1. Potensial yang ditimbulkan oleh sebuah muatan titik ialah kerja yang diperlukan untuk
membawa satu satuan muatan positif dari tak berhingga ke titik yang dicari potensialnya, dan
kerja ini dapat tergantung pada lintasan yang diambil antara kedua titik tersebut.
2. Medan potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan titik merupakan jumlah dari medan
potensial masing-masing muatan tersebut.
3. Potensial yang ditimbulkan oleh sejumlah muatan listrik atau distribusi muatan malar dapat
diperoleh dengan membawa satu satuan muatan dari tak berhingga ke titik yang dicari
potensialnya sepanjang lintasan sembarang yang kita pilih.
Lanjutan...
• Dengan perkataan lain, rumusan potensial (dengan acuan nol di tak berhingga) adalah :
• Hal ini tidak bergantung dari lintasan yang dipilih untuk integral garis. Hasil ini sering dinyatakan
denganmenganggap bahwa tidak ada usaha yang dilakukan dalam pemindahan satuan muatan di
sekitar lintasan tertutup, sehingga dapat dituliskan :
• Persamaan tersebut berlaku untuk Medan statik, lingkaran kecil pada lambang integral menandakan
bahwa lintasan tersebut tertutup.
1
Lanjutan...
• Jika medannya tidak konservatif, integral garisnya mungkin nol untuk lintasan tertentu. Contohnya :
• Integral tersebut bernilai nol jika
, tetapi tidak nol untuk lintasan tertutup yang lain
dan medan yang diberikan tidak konservatif. Medan conservatif harus menghasilkan nilai nol untuk
integral garis di setiap lintasan tertutup.
Gradien Potensial
• Operasi pada V untuk mendapatkan –E dikenal sebagai gradient, dan gradient suatu medan scalar T
dengan vector satuan normal aN didefinisikan sebagai:
• Sehingga dapat dituliskan hubungan antara V dan E yaitu :
atau
• Atau :
Lanjutan...
• Gradien dapat dinyatakan dalam bentuk turunan parsial dalam sistem koordinat lainnya, dan hasil
akhirnya didapatkan
Dwikutub
• Dwikutub Listrik atau singkatnya dwikutub adalah nama yang diberikan pada dua muatan titik yang
besarnya sama tetapi tandanya berlawanan dan terpisah oleh jarak yang kecil .
• Gambar a : geometri dari masalah listrik
dwikutub. Momen dwikutub p=Q.d memiliki arah
az
• Gambar b : untuk titik sejauh P, R1 parallel
dengan R2, sehingga didapatkan R2-R1=d.cos 0
Lanjutan...
• Dari gambar a dan b, didapatkan hasil akhirnya :
• Perlu diingat bahwa bidang z = 0 (θ = 90o), dengan memakai rumusan gradient dalam koordinat bola :
Lanjutan...
• Rumus Medan Potensial dwikutub dapat disederhanakan dengan memakai pengertian momen
dwikutub. Kita misalkan saja panjang vector yang mempunyai arah –Q ke +Q dengan lambang d dan
kita definisikan momen dwikutub Qd dengan lambang p.
• Satuan dari P adalah C.m dan d.ar=d.cos 0, sehingga didapatkan :
Kerapatan Energi Dalam Medan Elektrostatik
• Kerapatan energi dalam elektrostatik yang dimaksud disini adalah kerja yang dibutuhkan oleh suatu
muatan untuk bergerak di dalam suatu medan listik. Rumus untuk mencari kerapatan energy dapat
dituliskan:
• Teori medan elektromagnetik memudahkan kita untuk percaya bahwa energy medan listrik atau
distribusi muatan tersimpan dalam medan itu sendiri, karena dilihat dari rumus itu sendiri. Bentuk
diferensialnya dari persamaan tersebut :
• Kita dapatkan kuantitas ½ D.E yang mempunyai dimensi kerapatan energy atau Joule per meter
kubik, karena jika kite mengintegrasikan kerapatan energy ini pada seluruh volume yang
mengandung medan hasilna adalah energy total yang ada.
Download