10. Membangun Perusahaan Kelas Dunia

advertisement
Lecture Note:
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
1
 Hal
yang sering terlewatkan namun justru
sangat penting artinya sebagai perekat suatu
perusahaan adalah budaya perusahaan
(corporate culture).
 Budaya perusahaan adalah nilai-nilai yang
menjadi pegangan sumber daya manusia
dalam menjalankan kewajibannya dan
perilakunya di dalam organisasi.
 Budaya perusahaan ini terlihat dalam
interaksi dari pimpinan ke karyawan, di
antara karyawan, dan dari karyawan ke
pimpinan.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
2
 Untuk
mengoptimalkan budaya di perusahaan
keluarga, dimulai dari pertanyaan siapa diri
kita (who we are), apa yang kita percaya
(what we believe), apa yang kita lakukan
(what we do), dan bagaimana kita
melakukannya (how we do it).
 Corporate culture memuat artifacts, values,
dan beliefs yang kesemuanya menuju pada
performance.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
3
 Jika
culture of competence sudah dimiliki,
sangat dimungkinkan untuk mencapai hasil
pada tingkatan high performance (kinerja
unggul) dan tidak berbicara lagi tentang
inward looking dalam keluarga tetapi sudah
bergeser pada business operation excellence.
 Jadi, budaya yang kuat akan memaksimalkan
kinerja, yang pada akhirnya menciptakan,
menumbuhkan, dan mempertahankan sense
of belonging bagi non-family members.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
4
 Suatu
organisasi akan dapat berprestasi
tinggi apabila organisasi tersebut dapat
menyatakan tujuannya secara SMART
(specific, Measurable, Achievable, Realistic,
dan Timebound).
 Untuk mencapai tujuan tersebut harus
dirancang strategi yang tepat dan dijabarkan
ke dalam rencana bisnis.
 Dalam perjalanan pelaksanaannya diperlukan
pelatihan internal, memonitor kemajuan,
serta mengukur hasil-hasil yang ada.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
5
 Perusahaan
keluarga dengan operasi bisnis
kelas dunia menyelaraskan antara proses
bisnis dan hasil-hasil bisnis yang dicapainya
dalam 3 dimensi: approach, deployment, dan
results.
 Dalam konsep ini, komitmen pimpinan yang
visioner dan budaya organisasi memegang
peran sebagai pendorong (driver).
 Keduanya mendapat peran ini karena
organisasi memerlukan baik visibilitas
maupun fleksibilitas.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
6

Sebuah perusahaan yang layak masuk dalam
world class company, setidaknya mempunyai 5
karakteristik utama, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Kompetensi
Kemampuan beradaptasi
Budaya kualitas
Inovatif
Sifat wirausaha.
Pada dasarnya GCG mengarahkan perhatian
pada peningkatan kinerja korporasi (corporate
performance) melalui supervisi atau monitoring
dari kinerja manajemen dan sekaligus
memastikan akuntabilitas manajemen kepada
pemegang saham dan stakeholders lain.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
7
The Jakarta Consulting Group menawarkan
model untuk GCG yang mencakup legal system,
company regulation, dan industry best practice.
 Ketiganya harus memenuhi prinsip-prinsip GCG,
yakni fairness, transparency, accountability, dan
responsibility.
 GCG memiliki mekanisme kontrol yang di satu
sisi melibatkan auditors dan audit committee
untuk hasil-hasil terbaik dan di sisi lain adalah
shareholders, debt providers, independent
supervisors, dan public/enviromental interest.

Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
8
 Pada
umumnya tugas dan kewajiban
seseorang dalam bisnis keluarga adalah
karena ditunjuk oleh keluarga atau
berdasarkan nasihat dan anjuran yang
diberikan mengenai struktur dasar dari bisnis
keluarga.
 Ada 3 kelompok struktur dasar yang
dibutuhkan oleh bisnis keluarga, yaitu:
1.
2.
3.
Family council
Audit committee
Advisory council.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
9
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Selection of manager
Integrity of Management
Responsibility of Management
Accountability of Audit Committee
Transparency on Accounting Reports
Adherence to Commitment and Agreements
Made.
Trisnadi Wijaya, S.E., S.Kom
10
Download