Modul Integrated Marketing Communication [TM2]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
INTEGRATED MARKETING
COMMUNICATION
Proses Pemasaran
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Periklanan
Tatap Muka
02
Kode MK
Disusun Oleh
43012
Tri Diah Cahyowati, M.Si
Abstract
Kompetensi
setelah membaca modul ini, anda
Memahami
Proses
pemasaran.
Memahami Strategi dan perencanaan
pemasaran.
Memahami
Branding.
mengetahui dan memahami Jenis-jenis
iklan. Memahami proses Pengaruh
lingkungan pada pemasaran dan
periklanan.
akan dapat memahami proses
pemasaran meliputi strategi dan
perencanaan pemasaran
Pengantar
PROSES PEMASARAN
STRATEGI DAN PERENCANAAN PEMASARAN
Setiap organisasi yang menginginkan produk dan jasanya diserap oleh pasarnya harus
memiliki perencanaan strategis pemasaran untuk mengarahkan alokasi sumber daya
meeka.
Sebuah perencanaan strategis pemasaran dimulai dari strategi perusahaan dan berfungsi
sebagai panduan untuk kebijakan dan program pemasaran.
ANALISIS KESEMPATAN
Analisis mendalam mengenai pasar memberikan pilihan mengenai produk yang sudah ada,
produk baru untuk pasar yang sudah ada bahkan produk baru untuk pasar yang baru.
Kesempatan pasar adalah adanya kecendrungan bahwa kebutuhan konsumen tidak
terpenuhi sehingga persaingan masih terbuka. Contohnya, pasar sepatu lari bernilai 100 juta
US Dollar. Nike dan Reebok melihat pasar sepatu lari sebagai kesempatan untuk
memperluas pasar mereka. Untuk menangkap peluang ini, Nike meluncurkan jajaran sepatu
lari terbaru.
Perusahaan mengenali kesempatan pasar dengan melakukan evaluasi pasar dan
mencermati kecenderungan permintaan dan persaingan pada berbagai segmen pasar.
Contohnya, segmen pasar komputer terdiri dari komputer rumah, pendidikan, ilmiah dan
bisnis. Pasar bisnis di bagi menjadi perusahaan kecil dan perusahaan besar, pasar
pendidikan terdiri dari sekolah dasar sampai diploma dan universitas. Perusahaan lalu
mengambil keputusan memilih pasar mana yang akan dimasuki. Keputusan ini ditentukan
oleh bagaimana persaingan yang ada pada pasar terebut. Misalnya, Apple masuk ke pasar
‘13
2
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pendidikan tetapi juga membidik segmen bisnis di mana IBM dan Compaq menjadi pesaing
utama.
ANALISIS KOMPETITIF
Dalam mengembangkan strategi dan perencanaan pemasaran, perusahaan harus
melakukan analisis kompetisi yang akan dihadapi merek di pasar. Hal ini beragam mulai dari
menantang merek pesaing (termasuk jajaran produk sendiri) sampai menantang secara
tidak langsung. Contohnya Astra Honda Motor, yang meluncurkan skuter matik Honda Vario
CBS. Secara langsung, Honda Vario CBS akan mengambil pasar Honda Vario tetapi akan
menantang langsung Yamaha Mio. Di sisi lain kombinasi Honda Vario dan Honda Vario
akan memperkuat pangsa pasar Honda di pasar skutik.
Pada tingkat umum, pemasar harus mengenali persaingan pada variabel pendapatan
konsumen sehingga mereka harus memahami bagaimana konsumen membelanjakan
uangnya. Dengan adanya krisis finansial yang mengakibatkan naiknya harga-harga produk
dan jasa dan berkembangnya pasar smartphone, merupakan langkah cerdas para produsen
handphone China yang meluncurkan produk smartphone dengan harga kompetitif.
Salah satu
aspek
penting
pengembangan strategi pemasaran adalah pencarian
keuntungan kompetitif di mana perusahaan memiliki sesuatu yang membedakan dengan
pesaing. Untuk mencapai keuntungan kompetitif dapat dicapai melalui kualitas produk kelas
premium, memberikan pelayanan pelanggan terbaik, memiliki biaya produksi dan harga jual
yang lebih rendah, atau melakukan dominasi pada saluran distribusi. Selain itu, keunggulan
kompetitif dapat dicapai melalui periklanan yang menciptakan dan memelihara diferensiasi
produk dan ekuitas merek. Contohnya citra merek yang kuat pada Blackberry memberikan
keuntungan kompetitif pada pasar smartphone.
Aspek lainnya adalah reaksi pesaing. Perusahaan harus melakukan monitoring dan
analisis terhadap lingkungan persaingan. Reaksi pesaing terhadap strategi pemasaran dan
promosi menjadi penting. Ketika pesaing memotong harga, meningkatkan pembelanjaan
promosi untuk mengembangkan merek baru, atau menyerang merek lainnya melalui iklan
‘13
3
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
perbandingan merupakan hal yang harus diwaspadai. Perang tarif harga di antara penyedia
jasa telekomunikasi seluler merupakan contoh reaksi pesaing.
Sedangkan aspek terakhir adalah berkembangnya jumlah perusahaan asing yang
melakukan penetrasi terhadap pasar domestik. Langkah China membanjiri pasar Indonesia
dengan berbagai produk dengan harga yang murah merupakan lampu kuning bagi para
produsen Indonesia.
PEMILIHAN PASAR SASARAN
Setelah melakukan evaluasi pada kesempatan-kesempatan di atas, perusahaan akan
memilih pasar sasaran manakah yang dituju. Pasar sasaran akan menjadi tujuan utama
usaha pemasaran, tujuan dan sasaran ditentukan perusahaan dan apakah yang harus
dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Tujuan ini dinyatakan dalam bentuk penjualan,
pangsa pasar, dan keuntungan. Pemilihan pasar sasaran untuk bersaing penting bagi
strategi pemasaran dan memiliki akibat langsung bagi periklanan dan promosi.
PENGEMBANGAN PROGRAM PEMASARAN
Langkah selanjutnya adalah melakukan kombinasi antara unsur-unsur dasar bauran
pemasaran dengan perincian sebagai berikut:
Produk + Tempat + Promosi + Harga
Produk
Produk adalah tawaran untuk memuaskan kebutuhan dari perusahaan. Tawaran ini dapat
berbentuk barang, jasa, atau campuran keduanya. Produk menggambarkan bagaimana
perusahaan menciptakan produk yang tepat untuk pasar sasaran. Berkaitan dengan produk
adalah pemberian merek, pengemasan, jaminan, pengembangan produk baru, kualitas
produk dan lini produk yang ada.
Tempat
‘13
4
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Tempat adalah bagaimana perusahaan membuat produk/jasanya tersedia dalam jumlah dan
lokasi yang tepat ketika konsumen memerlukan produk/jasa tersebut. Untuk lebih
sederhana, tempat disini dapat dipahami sebagai saluran distribusi yang akan digunakan
oleh perusahaan dalam mendistribusikan produknya. Berkaitan dengan tempat adalah
wholesaler (termasuk distributor, pedagang besar), retailer (pengecer), dan logistik.
Promosi
Promosi adalah bagaimana perusahaan mengkomunikasikan produk/jasanya kepada
saluran distribusi dan pasar sasarannya untuk mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.
Promosi dibedakan menjadi 3, yaitu penjualan pribadi (personal selling), penjualan massa
(mass selling), dan promosi penjualan (sales promotion).
Harga
Harga adalah sejumlah uang yang perlu dibayarkan konsumen untuk mendapatkan tawaran
perusahaan. Jika perusahaan melihat harga sebagai pendapatan, maka konsumen melihat
harga sebagai biaya. Yang perlu diperhatikan adalah tujuan penetapan harga, kebijakan
harga yang digunakan, dan bagaimana menetapkan harga di dunia bisnis.
Contoh Untuk Bauran Pemasaran
Produk : Teh botol, kemasan botol, 200ml
Tempat : Penjaja minuman pinggir jalan, dikategorikan retailer
Promosi : Iklan dengan slogan "Apapun makanannya, minumannya Teh botol Sosro"
Harga : Rp.2.500-Rp.3.000/botol
BRANDING
Memilih nama merek untuk produk menjadi penting karena dari sisi promosi nama merek
menceritakan sifat dan arti produk. Pemasar mencari nama merek yang akan
menyampaikan konsep produk dan membantu positioning produk di benak konsumen.
Misalnya, shampoo Clear untuk kebersihan rambut dan Attack yang akan menyerang noda.
‘13
5
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Banyak perusahaan menggunakan nama merek individu untuk tiap produk karena
menginginkan setiap merek memiliki citra yang unik dan berbeda dan tidak di pengarui oleh
perusahaan induk atau jajaran produk. Tetapi biaya untuk produk baru biasanya lebih tinggi
karena perusahaan harus menciptakan kesadaran pada konsumen dan pedagang tanpa
keuntungan akan asosiasi sebelumnya. Misalnya, Mie Sedaap merupakan merek baru yang
diproduksi oleh Wings Group dengan reputasi sebagai perusahaan pembuat sabun cuci.
Tingginya biaya untuk memperkenalkan produk dan membangun identitas merek baru
mendorong perusahaan untuk menggunakan strategi perluasan merek di mana
perusahaan memperluas merek yang sudah ada pada merek baru. Perluasan lini
menerapkan merek yang sudah ada pada produk dalam kategori yang sudah ada. Misalnya,
Coca Cola memperluas merek menjadi Coca Cola classic, Coca Cola Diet, Coca Cola
Cherry dan lain-lain. Sedangkan perluasan kategori diterapkan pada merek yang
melakukan perluasan pada kategori produk baru. Misalnya perluasan kategori oleh PT ABC
dengan produk kecap dan batu baterai.
Perluasan merek dipercayai karena dianggap mampu menggunakan ekuitas merek yang
sudah dikenal dan mencapai pengenalan segera dan terjadi efek perpindahan di mana
perasaan positif yang dikenal dan keuntungan yang diasosiasikan dengan mereka akan
mempengaruhi merek. Perluasan merek akan mengurangi biaya iklan karena merek sudah
dikenal sehingga mudah didistribusikan.
Kritik terhadap perluasan merek adalah terjadi pengikisan citra merek dan menciptakan
kebingungan konsumen. Perluasan lini akan melemahkan citra merek dan melemahkan
penjualan. Risiko lainnya adalah jika produk tidak memenuhi keinginan konsumen akan
menimbulkan asosiasi yang jelek pada produk yang memiliki nama yang sama.
Salah peran penting periklanan pada merek adalah ekuitas merek. Ekuitas merek
merupakan modal/sifat yang tidak teraba dari nilai tambah atau niat baik yang terbentuk dari
citra positif, kesan diferensiasi, dan kelekatan konsumen terhadap nama perusahaan, nama
‘13
6
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
merek, atau merek dagang. Ekuitas merek memungkinkan merek untuk mendapatkan
volume penjualan yang tinggi dan memberikan perusahaan keuntungan kompetitif.
PENGEMASAN
Dahulu, pengemasan memberikan keuntungan fungsional berupa perlindungan dan
keamanan. Tetapi peran pengemasan berubah karena banyak keputusan pembelian
dilakukan di lokasi penjualan. Penelitian menunjukkan dua pertiga pembelian di supermarket
dilakukan tanpa perencanaan. Kemasan merupakan kesan pertama konsumen sehingga
kemasan harus dirancang untuk memberikan kesan menarik.
Dengan tingkat persaingan rata-rata 20.000 buah untuk mendapatkan perhatian konsumen,
pengemasan tidak hanya harus menarik perhatian namun menyampaikan informasi
bagaimana menggunakan produk, memberitahukan komposisi dan isi, mengatur urusan
legal yang diperlukan. Sebagai tambahan, pada kemasan sering disisipkan pesan promosi
seperti kontes, undian, dan lain-lain.
HARGA
Mengacu apa yang diberikan oleh konsumen untuk membeli produk dan jasa. Selain standar
mata uang, yang harus dihitung adalah waktu, aktivitas mental, dan usaha perilaku yang
dilakukan. Harga terdiri dari biaya, faktor permintaan, kompetisi, dan nilai yang dirasakan.
BIAYA
Biaya adalah penentu dasar harga. Harga ditentukan meliputi produksi, distribusi, dan
promosi akan produk termasuk keuntungan sebagai bentuk balik modal. Selain sebagai
biaya, promosi juga berfungsi mengurangi biaya dengan menciptakan permintaan produk.
FAKTOR PERMINTAAN
Hubungan harga dan permintaan biasanya bersifat terbalik di mana harga menurun,
permintaan akan naik dan sebaliknya. Tetapi ada situasi hubungannya bersifat positif, harga
‘13
7
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
naik, permintaan naik karena konsumen merasakan harga sebagai indikator kualitas. Hal ini
merupakan kompetisi tanpa harga (nonprice competition) di mana produsen membuat
produk dengan bahan-bahan terbaik dan didorong oleh iklan sehingga konsumen ingin
membayar produk dengan kualitas terbaik.
KOMPETISI
Hubungan harga dan kompetisi dapat dilihat pada kompetisi harga di mana harga
didasarkan pada harga pesaing. Harga dapat diterapkan seimbang, lebih rendah atau lebih
tinggi. Harga dapat berubah-ubah dan diterapkan lebih rendah pada pasar-pasar yang
berbeda. Kompetisi harga berlaku di bidang eceran, khususnya toko grosir. Sedangkan
pada bidang pemasaran, industri penerbangan dan industri telekomunikasi.
NILAI YANG DITERIMA
Tingkat harga untuk produk/jasa harus sesuai dengan nilai yang diterima. Konsumen sering
menggunakan harga sebagai nilai produk. Contohnya, perumahan dengan kualitas terbaik di
daerah Jakarta Selatan. Produsen juga menggunakan variabel non-harga yaitu kualitas
superior, pelayanan, garansi dan citra merek untuk membangun nilai yang diterima di benak
konsumen.
HUBUNGAN HARGA DENGAN PERIKLANAN

Merek dengan anggaran belanja periklanan mampu menerapkan harga premium di
mana perusahaan dengan anggaran belanja periklanan menerapkan harga lebih
rendah.

Perusahaan dengan dengan produk kualitas tinggi menerapkan harga tinggi untuk
kualitas tambahan, namun produk kualitas tinggi dengan iklan tingkat tinggi
menerapkan harga paling tinggi. Sebaliknya, kualitas rendah, iklan rendah sama
dengan harga rendah.

Hubungan positif antara iklan tinggi dan tingkat harga kuat untuk produk pada tahap
akhir daur hidup produk, untuk pemimpin pasar.

Perusahaan dengan harga tinggi dan iklan tinggi menunjukkan tinggi pengembalian
yang tinggi.
‘13
8
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
SALURAN DISTRIBUSI
Salah satu hal penting yang harus diingat oleh produsen adalah bagaimana produk dan jasa
tersedia untuk di beli. Saluran distribusi adalah bagaimana produk dan jasa tersedia untuk
digunakan atau dikonsumsi. Pemilihan saluran termasuk pemilihan, pengelolaan, dan
motivasi pada penjual seperti pedagang grosir, borongan, eceran.
Saluran langsung dilakukan di mana perusahaan berniat menjual langsung kepada
konsumen. Contohnya Avon, Sophie Martin, Tupperware. Saluran ini digunakan karena
harga yang mahal, membutuhkan negosiasi dan follow up terus menerus. Sedangkan
saluran tidak langsung menggunakan jaringan yang terdiri dari reseller atau ritel
STRATEGI PROMOSI: PUSH DAN PULL
Strategi promosi push merupakan strategi untuk mendorong reseller atau retailer melakukan
penjualan yang agresif. Periklanan yang digunakan adalah trade advertising. Sedangkan
taktik promosi yang digunakan adalah point reward, merchandise dan lain-lain.
Untuk strategi promosi pull adalah menggunakan periklanan dan promosi untuk mendorong
konsumen melakukan permintaan kepada retailer diteruskan kepada perusahaan.
Jika memiliki anggaran periklanan yang banyak, perusahaan dapat memilih menggunakan
pull strategy. Sebaliknya untuk perusahaan dengan dana periklanan kecil, lebih baik
membangun jaringan dan komunikasi yang baik terhadap penjual.
JENIS-JENIS IKLAN
IKLAN NASIONAL
Iklan nasional digunakan oleh perusahaan pada skala nasional dan ditujukan pada
konsumen. Muncul di masa prime time TV dan bersifat umum, tidak ada harga yang spesifik,
menyampaikan citra, keuntungan, kekuatan merek.
‘13
9
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
IKLAN LOKAL/RITEL
Merupakan iklan yang digunakan oleh pengecer untuk mendorong konsumen berbelanja di
toko-toko khusus atau menggunakan jasa lokal seperti bank, klub kesehatan atau restoran.
Iklan lokal menonjolkan keuntungan untuk konsumen seperti jam buka, pelayanan,
keistimewaan lainnya.
IKLAN RESPONSIF (DIRECT-RESPONSE ADVERTISING)
Merupakan iklan di mana produk dipromosikan iklan dan konsumen dapat membeli
langsung kepada perusahaan. Pembelian dapat dilakukan melalui surat atau telepon, kartu
kredit.
PERIKLANAN INDUSTRIAL
Merupakan iklan yang ditujukan pada individu yang membeli barang-barang industri. Barang
industri merupakan produk yang menjadi bagian fisik produk lain (bahan mentah,
komponen), digunakan pada proses manufaktur (mesin, perlengkapan) atau digunakan
sebagai alat bantu bisnis (alat tulis kantor, komputer, mesin foto kopi). Pelayanan bisnis
seperti asuransi, jasa keuangan, kesehatan termasuk ke dalam kategori ini.
Iklan industri tidak dirancang menjual produk secara langsung karena pembeliannya
merupakan proses yang kompleks. Iklan industri membantu perusahaan lebih dikenal,
membentuk citra, membantu tenaga penjualan ketika melakukan perkenalan.
IKLAN PROFESSIONAL
Ditujukan pada kelompok professional seperti dokter, pengacara, dokter gigi, insinyur dan
mendorong mereka menggunakan produk yang diiklankan. Kelompok professional
merupakan sesuatu yang penting karena memiliki kekuasaan berdasarkan keilmuan.
PENGARUH LINGKUNGAN PADA PEMASARAN DAN PERIKLANAN
‘13
10
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ada faktor-faktor yang tidak bisa dikendalikan dan sering disebut sebagai macroenvironment pada pemasaran.
LINGKUNGAN DEMOGRAFIK
Karakteristik demografik seperti umur, jenis kelamin, status perkawinan, pendapatan,
pekerjaan dan pendidikan paling sering digunakan untuk segmentasi pasar. Demografik
menolong untuk menentukan pasar di mana karakteristik psikologis dan sosial budaya
menolong untuk menggambarkan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh konsumen.
Umur
Merupakan panduan bagi produsen untuk membidik pasar berdasarkan kelompok umur
tertentu. Misalnya, produk kecantikan untuk tween (remaja tanggung)
FASE
USIA
TAHAP
TUGAS-TUGAS
Dewasa muda
18-29
Pisah
Pisah dengan keluarga, mencari identitas,
memilih karir
Dewasa
pertama
30-49
Menjangkau
Menikah, bekerja
(30-35)
Dewasa kedua
50-85+
Evaluasi (36-44)
Mencari nilai hidup, evaluasi hubungan pribadi
Pertengahan
hidup (45-49)
Evaluasi hidup, perkawinan, anak menjadi
remaja
Hidup tenang
Aktif di lingkungan, menyesuaikan diri dengan
pekerjaan
(50-55)
Sedih (56-64)
Masalah kesehatan, mendekati pensiun
Pensiun (65+)
Menyesuaikan diri dengan pensiun, masalah
keuangan dan kesehatan
Para ahli membedakan segmentasi usia berdasarkan:

efek usia (disesuaikan dengan usia kronologis), berdasarkan tahun kelahiran.

efek kelompok (disesuaikan dengan kelompok). Misalnya: zona 80-an, 90-an, baby
boomer, flower generation, generasi digital, dll.
‘13
11
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
SEGMENTASI JENIS KELAMIN
Dahulu, produk-produk digolongkan berdasarkan jenis kelamin. Misalnya, wanita akan
membeli produk pewarna rambut dan kosmetik. Sedangkan pria akan membeli pencukur
jenggot. Namun seiring zaman, saat ini batasan tersebut menjadi rancu. Misalnya banyak
produk kosmetik ditujukan untuk pria, seperti shampoo, cairan pencuci muka, dan lain-lain.
STATUS PERKAWINAN
Faktor yang berhubungan adalah jumlah anggota dan jenis rumah tangga yang membeli
produk. Selain itu, siapakah yang memiliki keputusan untuk membeli pada rumah tangga
tersebut.
Misalnya, seseorang yang lajang cenderung membeli produk-produk makanan siap saji,
untuk satu orang saja dan lain-lain.
PENDAPATAN, PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN
Pendapatan digunakan karena diasumsikan konsumen memiliki daya beli berdasarkan
pendapatannya. Pendapatan sering digabungkan dengan demografik lainnya untuk
menambah pemahaman pasar. Misalnya kombinasi usia dan pendapatan yang melahirkan
istilah “yuppie generation”. Pendapatan, pendidikan dan pekerjaan seringkali dihubungkan
karena memiliki hubungan sebab-akibat. Pekerjaan tingkat tinggi akan menghasilkan
pendapatan tingkat tinggi yang membutuhkan pendidikan tingkat tinggi.
LINGKUNGAN EKONOMI
Aktivitas pemasaran sangat dipengaruhi oleh ekonomi negara. Pemasaran harus
mempelajari kondisi dan trend ekonomi terhadap permintaan produk dan jasa. Hal yang
harus dicermati adalah ekonomi makro dan ekonomi mikro.
‘13
12
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Ekonomi makro seperti pendapatan perkapita, resesi, tingkat suku bunga, dan tingkat
pengangguran. Sedangkan ekonomi mikro adalah seperti pendapatan, tabungan, hutang
dan pola pembelanjaan.
Dengan adanya resesi ekonomi, pola belanja iklan menjadi berubah. Dengan pendekatan
yang semula menekankan citra diarahkan menjdi pendekatan ekonomis, penghematan dan
value for money.
LINGKUNGAN TEKNOLOGI
Perubahan teknologi menyebabkan terjadinya perubahan besar pada industri. Misalnya
dengan adanya teknologi DVD, menyebabkan adanya perubahan kebiasaan menonton film
di bioskop. Selain itu, terjadi perubahan perilaku konsumsi media dari konvensional menuju
media online.
LINGKUNGAN ALAMI
Merupakan faktor yang tidak bisa dikendalikan. Lingkungan alam merupakan dorongan
alami dan ketersediaan sumber daya alam utk produksi. Dorongan alam seperti cuaca dapat
mempengaruhi permintaan produk. Misalnya, bencana meningkatkan permintaan makanan
siap saji, selimut, tenda dan lain sebagainya. Ketersediaan sumber daya alam memiliki
hubungan dengan rancangan produk. Misalnya, isu kelangkaan minyak sebagai sumber
energi dan penghijauan bumi mendorong perusahaan untuk merancang mobil hybrid yang
menggunakan minyak dan listrik sebagai sumber daya.
LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA
Faktor kepercayaan, nilai, norma, kebiasaan dan gaya hidup merupakan faktor yang
berpengaruh terhadap permintaan konsumen. Trend saat ini, konsumen lebih peduli
terhadap kesehatan fisik dan gizi yang memberikan peluang munculnya produk-produk
kesehatan. Contohnya, produk air mineral yang mengandung oksigen murni yang diklaim
bermanfaat untuk kesehatan.
‘13
13
INTEGRATED MARKETING COMM I
Tri Diah Cahyowati
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download