studi kasus PT Andini Persada S

advertisement
V. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
5.1. Keadaan Umum Lokasi Perusahaan
Perusahaan ini bernama PT Andini Persada Sejahtera atau biasa disebut
juga dengan PT APS. PT APS merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dibidang peternakan, yang mengkonsentrasikan usahanya dalam bidang
penggemukan sapi potong. Sapi-sapi potong disini merupakan sapi impor dengan
sapi persilangan Brahman Cross sebagai sapi dominan yang dipelihara, bangsa
sapi lain yang juga dipelihara diantaranya Santa Gertrudis dan Droughtmaster.
Perusahaan ini memiliki satu unit kantor pusat yang terletak di Jl.
Transyogi Km 3 Cibubur Times Square, Ruko Madison Blok B4 No.23, Cibubur.
Lokasi kantor ini dipilih karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan pusat kota.
Sedangkan untuk lokasi peternakan (farm) dipilih lokasi yang jauh dari pusat kota
dan keramaian, namun tetap terjangkau oleh akses transportasi yang baik yaitu
adanya jalan besar dengan kondisi yang baik serta tanpa kemacetan sehingga
distribusi dapat berjalan dengan lancar. Selain itu lokasi peternakan juga dipilih
yang berada di dataran tinggi dengan sumber air baik dan asri, hal ini
dimaksudkan agar kondisi peternakan mirip dengan lingkungan awal ternak
sehingga ternak dapat beradaptasi dengan baik. Peternakan tersebut berada di
Desa Cikalong, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat.
Peternakan ini dapat menampung hingga 2500 ekor sapi bakalan. Disamping itu,
untuk memperluas usahanya PT Andini Persada Sejahtera juga memiliki dua unit
peternakan lain yang berada di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Cikanjung,
Kabupaten Bandung dan Kampung Duren Desa Sokanegara RT 02/RW 04,
Kecamtan Kejobong, Kabupaten Purbalingga dengan masing-masing daya
tampung sebesar 2500 dan 1000 ekor sapi.
Lokasi peternakan Cikalong, yang merupakan objek dalam penelitian ini
terletak di lereng gunung. Jarak antara pemukiman dengan peternakan sendiri
kurang lebih 500 - 1000 meter. Jarak tersebut cukup jauh sehingga tidak terlalu
mengganggu masyarakat sekitar. Untuk jarak kandang dengan bangunan tinggal
dalam lokasi peternakan kurang lebih 100 - 200 meter. Jarak tersebut memang
sengaja dibuat tidak terlalu jauh untuk memudahkan pengawasan pada ternak.
Luas peternakan itu sendiri adalah 6,7 hektar, dimana sekitar 1,5 hektar
lahannya digunakan untuk membuat beberapa bangunan seperti kandang, kantor,
gudang pakan hijauan, gudang pakan konsentrat, dan mess. Peternakan ini juga
memiliki lahan kosong yang belum dimanfaatkan sehingga ditumbuhi tanaman
liar. Disekitar lokasi peternakan juga terdapat pertanian padi, jagung, dan
perikanan milik masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar biasanya memanfaatkan
pupuk dari limbah kotoran ternak yang diberikan oleh peternakan.
5.2. Sejarah Perkembangan Perusahaan
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2002 oleh Bapak Ir. H Prihatin
Nugroho. Selama perjalanannya, perusahaan ini selalu melakukan penyesuaian
dan pembaruan dalam upaya memperluas kegiatan usaha. Sebelum nama PT
Andini Persada Sejahtera ditetapkan, perusahaan ini sempat beberapa kali
mengganti nama perusahaan. Pada awal pendiriannya, perusahaan ini bernama CV
Makmur Nugroho. Kemudian pada tahun 2007 berubah menjadi PT Bonita Farm.
Baru di tahun 2008 nama PT Andini Persada Sejahtera ditetapkan. Dasar yang
melatarbelakangi pendirian usaha adalah keluarga dari pemilik yang juga
melakukan usaha di bidang peternakan.
Sejak awal didirikan perusahaan ini sudah menspesifikasikan usahanya
pada kegiatan penggemukan sapi potong (fattening) ditambah dengan penjualan
sapi potong (trading). Jumlah ternak yang dipelihara awalnya hanya sekitar 20
ekor sapi potong bakalan yang berasal dari dalam negeri (sapi potong lokal).
Setiap tahunnya jumlah ternak yang dipelihara mengalami peningkatan. Namun
selama memelihara sapi potong lokal, penambahan jumlah ternak tidak terlalu
signifikan, kurang lebih penambahannya sekitar 50 persen dari jumlah ternak
awal. Tahun 2008 perusahaan ini mulai mengimpor sapi bakalan dari luar negeri.
Jumlah awal ternak yang diimpor adalah 1800 ekor sapi per bulan. Setelah
perusahaan melakukan impor sapi, jumlah ternak bertambah cukup banyak.
Sekitar 6 bulan kemudian, jumlah ternak yang diimpor meningkat menjadi 3000
ekor sapi per bulan. Sampai awal tahun 2010 perusahaan mengimpor kurang lebih
6000 ekor sapi per bulan dimana jumlah ternak yang masuk ke peternakan
bertahap setiap minggunya kurang lebih sejumlah 1500 ekor.
Selama perusahaan mulai berkonsentrasi pada komoditas sapi impor,
pemeliharaan sapi lokal pun tetap dilakukan, namun jumlahnya tidak banyak,
maksimal hanya sekitar 150 ekor sapi lokal yang dipelihara. Sebenarnya
permintaan akan sapi lokal cukup bagus, hanya saja ketersediaan sapi bakalan
lokal sangat terbatas dan sulit ditemukan sehingga pemeliharaannya tidak banyak
dilakukan. Berbagai faktor lain mengenai pemeliharaan sapi lokal juga menjadi
alasan sedikitnya jumlah sapi lokal yang dipelihara disini. Faktor-faktor tersebut
juga turut mendorong banyaknya impor sapi yang dilakukan di Indonesia.
Selama perusahaan mengkonsentrasikan usahanya pada kegiatan fattening
dan trading, perusahaan mampu menjual sapi potong hingga 6000 ekor per
bulannya. Trading disini maksudnya sapi impor yang telah sampai dikarantina
sampai beberapa waktu kemudian langsung dijual. Pemasaran pada waktu ini
mencakup wilayah Jawa Barat 60 persen, Jabodetabek 30 persen, luar wilayah
tersebut (Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung) 10 persen. Namun sejak Mei 2010
perusahaan mulai menerapkan sistem full fattening dimana seluruh sapi yang
diimpor harus melalui tahap pemeliharaan terlebih dahulu sampai batas waktu
tertentu hingga mencapai bobot ideal siap jual.
Dalam upaya mengembangkan usaha peternakan, pemilik pernah
mengikuti beberapa kegiatan yang berkaitan dengan peternakan diantaranya
adalah pelatihan dan penyuluhan mengenai inseminasi buatan yang diadakan oleh
pemerintah, seminar mengenai pemasaran komoditas ternak, serta pelatihan dan
penyuluhan mengenai penyesuaian kondisi pakan dengan daerah dimana
peternakan berada. Disamping itu pemilik juga pernah mencoba bekerja di
peternakan lain sebagai karyawan.
Perusahaan yang baik harus memiliki visi dan misi dalam menjalankan
usaha agar tujuan dari masing-masing pemegang kepentingan dapat diseragamkan
serta segala sesuatunya dapat berjalan sesuai dengan koridor yang seharusnya.
Visi PT Andini Persada Sejahtera adalah menjadi perusahaan terpadu dalam
bidang usaha ternak dari hulu sampai hilir berwawasan global. Misi PT Andini
Persada Sejahtera yaitu : (1) membudidayakan dan memperdagangkan ternak,
produk hasil olahan dan produk turunan, serta penunjang lainnya dengan kualitas
terbaik sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perusahaan, mitra usaha,
dan masyarakat; (2) membantu program pemerintah dalam rangka swasembada
ternak dan memasyarakatkan peternakan; (3) memberikan nilai tambah dan
meningkatkan kesejahteraan bagi pemilik (pemegang saham), karyawan, mitra
usaha, dan masyarakat. Visi dan misi ini akan berjalan dengan baik jika didukung
oleh setiap pihak yang terlibat dalam kegiatan usaha. Oleh karena itu koordinasi
dan kerjasama antar pihak harus terjalin dengan baik.
5.3. Tatalaksana Pemeliharaan
Tatalaksana pemeliharaan merupakan aspek-aspek yang dilakukan dalam
pemeliharaan sapi potong pada peternakan. Tatalaksana pemeliharaan meliputi
bangsa ternak yang dipelihara pada peternakan, konstruksi kandang, struktur
organisasi dan tenaga kerja, pemberian pakan dan minum untuk ternak, serta
perlakuan untuk menjaga kesehatan ternak.
5.3.1. Ternak yang Dipelihara
Bangsa sapi yang dipelihara pada PT Andini Persada Sejahtera, Cikalong
Bandung, merupakan sapi impor dari Australia dengan sapi persilangan Brahman
Cross (BX) sebagai sapi yang mendominasi populasi. Sekitar 80 - 85 persen sapi
yang dipelihara adalah sapi persilangan ini. Bangsa sapi impor lain yang juga
dipelihara pada peternakan ini adalah Santa Gertrudis dan Droughtmaster.
Disamping sapi impor, peternakan ini juga memelihara bangsa sapi lokal yaitu
Peranakan Ongole (PO), namun jumlahnya sangat sedikit.
Sapi bakalan yang dipelihara memiliki kriteria umur yang berkisar antara 2
- 2,5 tahun. Pada umur ini, sapi telah memiliki gigi tetap sebanyak 2 pasang (4
buah) atau 2 pasang gigi susu yang telah tanggal. Disamping itu, pada umur ini
sapi berada pada fase rakus serta pertumbuhan badan sapi berlangsung secara
horizontal, yaitu daging akan mulai mengembang dan memadat. Umur sapi yang
terlalu muda pertumbuhan badannya tidak berlangsung secara efektif karena
bersamaan dengan pertumbuhan tulang dan gigi. Selain itu umur sapi yang terlalu
tua, pertumbuhan badan akan diiringi dengan munculnya lemak.
Bobot badan awal sapi bakalan yang dipelihara berkisar antara 250 - 350
kg. Keseragaman tipe, umur, dan besar tubuh tersebut dapat menguntungkan
peternakan
dalam
berbagai
hal,
diantaranya
mempermudah
tatalaksana
pemeliharaan dan pada umumnya akan memiliki harga yang lebih baik dalam
pemasaran (Sugeng, 1998). Disamping beberapa kriteria di atas, kriteria lain
dalam memilih bakalan adalah sapi harus sehat, tidak terdapat cacat pada anggota
tubuh, dan bentuknya proporsional (bentuk badan empat persegi panjang dengan
komposisi yang serasi), dalam hal ini jika dilihat dari arah depan dan belakang
sapi akan terlihat lebar dan berisi. Posisi kaki juga harus kuat dan tegak. Jumlah
ternak sapi yang dipelihara pada saat pengambilan data awal dilakukan yaitu pada
Agustus 2010 adalah 1798 ekor sapi. Komposisi ternak sapi yang dipelihara dapat
dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Populasi Ternak Dipelihara PT Andini Persada Sejahtera,
Cikalong Bandung Saat Penelitian
Tipe sex sapi
Populasi
persentase
Bulls
703
39,100
Steers
441
24,527
Heifers
545
30,311
Breeding induk
28
1,557
Breeding pedet
18
1,001
Lokal
3
0,167
Stok jual
60
3,337
Jumlah
1.798
100
Sumber : PT Andini Persada Sejahtera, Cikalong Bandung, 2010
5.3.2. Kandang
Kandang merupakan salah satu unsur yang harus diperhatikan dalam
peternakan. Hal ini karena selama proses pemeliharaan sapi-sapi akan tinggal di
dalam kandang. Pengandangan pada ternak biasanya dilakukan jika jumlah lahan
hijauan terbatas. Disamping itu, pengandangan juga memiliki tujuan agar ternak
menjadi cepat gemuk serta pertumbuhannya pesat dan seragam karena selain
adanya faktor pakan yang diberikan, ternak dalam kandang juga tidak
digembalakan dan dipekerjakan sehingga ternak tidak mudah lelah dan kehilangan
banyak energi.
Sugeng (1998) menyatakan bangunan kandang pertama-tama diupayakan
untuk melindungi sapi terhadap gangguan luar yang merugikan, baik terhadap
sengatan terik matahari, kedinginan, kehujanan, dan tiupan angin yang kencang.
Secara umum konstruksi kandang harus kuat, mudah dibersihkan, serta
bersirkulasi udara baik.
Tipe kandang yang digunakan pada PT Andini Persada Sejahtera adalah
kandang koloni, yaitu kandang yang diisi oleh ternak dalam jumlah banyak.
Terdapat 7 kandang pada peternakan PT APS Cikalong Bandung, dimana dalam
setiap kandang terdapat 8 pen. Pada tiap-tiap kandang dibuat jalan ditengah
ruangan seperti lorong, pen berada disamping kiri dan kanan dengan sisi depan
pen saling berhadapan. Masing-masing pen berbentuk persegi panjang dengan
ukuran 8 x 16 meter dan dapat menampung sekitar 35 ekor sapi.
Setiap pen dilengkapi dengan bak minum dan bak pakan. Bak minum dan
pakan ini merupakan bagian dari sisi kandang yang terletak disisi depan dan
dibuat secara memanjang. Bak minum dan pakan terbuat dari semen dan
dipisahkan oleh sekat yang juga berbahan semen. Pada bak minum terdapat pipa
kecil di dinding atas yang akan mengalirkan air secara otomatis jika air dalam bak
minum telah habis. Bak pakan dan minum ini dibuat agak lebih tinggi agar tidak
diinjak atau tercampur kotoran. Masing-masing pen juga dilengkapi dengan
sebuah pintu untuk keluar masuk sapi. Pintu ini terletak disisi depan kandang,
bersebelahan dengan bak minum dan pakan.
Konstruksi kandang merupakan bangunan permanen dengan lantai terbuat
dari semen. Kerangka kandang terbuat dari bambu, kayu, dan besi. Atap kandang
dibuat tertutup untuk jalan dan setengah terbuka untuk pen dimana sisi depan pen
merupakan bagian yang tertutup. Keadaan ini juga bertujuan agar sirkulasi udara
berjalan dengan baik. Atap kandang terbuat dari asbes. Pengelompokan sapi untuk
setiap pen didasarkan pada bangsa, tipe sex sapi, dan bobot awal saat sapi
dipelihara.
5.3.3. Struktur Organisasi dan Tenaga Kerja
Struktur organisasi dalam suatu perusahaan diperlukan untuk mengatur
pelaksanaan kegiatan perusahaan. Dengan adanya struktur organisasi ini,
pembagian tugas dan tanggung jawab antar karyawan menjadi jelas. Struktur
organisasi juga akan menciptakan koordinasi dan garis kerja yang jelas antar
karyawan sehingga kegiatan usaha dapat dijalankan.
Perusahaan penggemukan sapi potong PT Andini Persada Sejahtera
dipimpin oleh pemilik sebagai direktur utama. Direktur utama ini bertanggung
jawab penuh terhadap pengelolaan usaha dan mengawasi seluruh kegiatan usaha.
Direktur utama juga membuat dan memutuskan kebijakan-kebijakan dalam
menentukan arah perusahaan.
Direktur utama ini membawahi direktur keuangan dan direktur
operasional. Direktur keuangan sebagai administrator keuangan perusahaan,
mengatur pemasaran, human resource development (HRD) perusahaan, serta hal
umum
lain
yang berkaitan
dengan
hal-hal
diluar
teknis
pelaksanaan
penggemukan. Direktur operasional merupakan penanggung jawab peternakan
yang bertugas memonitor kegiatan operasional di peternakan dan mengontrol
kualitas faktor-faktor produksi serta output yang dihasilkan.
Direktur operasional membawahi koordinator lapangan yang bertanggung
jawab di setiap peternakan, yaitu koordinator lapangan peternakan Kecamatan
Cikalong,
koordinator
lapangan
peternakan
Kecamatan
Cikanjung,
dan
koordinator lapangan peternakan Kecamatan Kejobong. Koordinator lapangan ini
bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan di masing-masing peternakan dan
bertugas mengawasi pelaksanaan penggemukan di peternakan.
Pada setiap peternakan juga terdapat beberapa koordinator lain dibawah
koordinator lapangan, yaitu koordinator hijauan, koordinator pakan, dan
koordinator kandang. Koordinator hijauan bertanggung jawab atas pemenuhan
kebutuhan pakan hijauan peternakan. Koordinator hijauan ini mencari wilayah
hijauan di sekitar lokasi peternakan atau wilayah lain jika di sekitar peternakan
kekurangan hijauan. Koordinator pakan bertanggung jawab untuk memantau
pemberian pakan pada ternak. Koordinator kandang bertanggung jawab terhadap
keseluruhan kegiatan kandang seperti kebersihan dan keamanan kandang. Bagan
struktur organisasi dapat dilihat pada lampiran 1.
Peternakan Cikalong Bandung sendiri memiliki karyawan tetap berjumlah
8 orang dan karyawan harian (anak kandang) berjumlah 10 orang. Karyawan tetap
biasanya berasal dari luar lokasi peternakan. Sedangkan anak kandang biasanya
berasal dari masyarakat sekitar. Perusahaan menyediakan mess untuk karyawan
yang tempat tinggalnya jauh dari lokasi peternakan. Karyawan tetap ini
merupakan tenaga kerja terlatih yang memiliki keahlian dibidangnya masingmasing. Anak kandang sendiri bertugas mengerjakan teknis pelaksanaan kegiatan
di peternakan. Pembagian waktu dan kegiatan kerja karyawan harian dapat dilihat
pada Tabel 7.
Tabel 7. Jam Kerja dan Jenis Kegiatan Karyawan Harian PT Andini
Persada Sejahtera, Cikalong Bandung.
Jam Kerja
Jenis Kegiatan
05.00
Pemberian pakan hijauan dan jerami
07.00
Pemberian konsentrat
11.00
Pemberian pakan hijauan yang dicacah
13.00
Pemberian konsentrat
16.00
Pemberian jerami*
19.00
Pemberian konsentrat**
Keterangan :
* Pemberian jerami ini dilakukan jika jerami telah habis
** Pemberian konsentrat ini dilakukan jika konsentrat telah habis
Sumber : PT Andini Persada Sejahtera, Cikalong Bandung (2010)
Jam kerja karyawan harian dibagi menjadi dua shift yaitu shift siang yang
bekerja pada pukul 05.00 - 12.00 dan shift malam yang bekerja pada pukul 12.0019.00. Pembagian shift digilir sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan.
Karyawan harian bekerja 6 hari per minggu dan libur selama 1 hari yang juga
diberikan secara bergantian sesuai ketentuan perusahaan. Karyawan tetap bekerja
seperti karyawan pada umumnya yaitu 5 hari per minggu dari hari Senin sampai
Jumat.
5.3.4. Pemberian Pakan dan Minum
Pakan dan minum ternak pada PT Andini Persada Sejahtera diberikan
dengan cara yang berbeda. Pemberian minum dilakukan dengan cara ad libitum
yaitu diberikan dalam jumlah yang selalu tersedia. Air akan mengalir dari pipa
kecil pada bak minum secara otomatis bila air dalam bak minum telah habis. Air
sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi setiap makhluk hidup tak
terkecuali sapi. Peran air pada sapi erat hubungannya dengan sifat fisik dan kimia
air, antara lain sebagai pelarut zat pakan, sebagai pengangkut zat pakan,
membantu kelancaran proses pencernaan dan metabolisme, dan lain sebagainya.
Sarwono dan Arianto (2006) menyatakan volume kebutuhan air minum sapi
sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh jenis sapi, suhu lingkungan, jenis pakan
yang diberikan, dan kegiatan sapi. Sapi dewasa biasanya membutuhkan 25 - 35
liter air minum per harinya.
Pemberian pakan dilakukan secara restricted (dibatasi). Menurut Santosa
(1995) jika pemberian pakan dilakukan secara ad libitum akan menjadi tidak
efisien karena dapat menyebabkan bahan pakan banyak terbuang dan pakan yang
tersisa menjadi busuk sehingga dapat membahayakan ternak apabila termakan.
Pakan yang diberikan untuk sapi-sapi yang dipelihara pada PT Andini Persada
Sejahtera berupa pakan hijauan dan konsentrat. Jumlah pakan hijauan dan
konsentrat yang diberikan untuk sapi per ekor per harinya dihitung berdasarkan
rumus berikut :
Pakan hijauan = 2,5 - 3% x BB x % kebutuhan hijauan x DM hijauan
Konsentrat
= 2,5 - 3% x BB x % kebutuhan konsentrat x DM konsentrat
Persentase 2,5 sampai 3 menunjukkan kemampuan sapi dalam
mengkonsumsi pakan berdasarkan bobot badan (BB). Biasanya semakin besar
bobot badan sapi maka kemampuan makan sapi tersebut juga akan semakin
banyak. Persentase kebutuhan hijauan dan konsentrat merupakan komposisi pakan
yang diberikan kepada ternak. Pada penggemukan sapi di PT Andini Persada
Sejahtera komposisi pemberian konsentrat lebih besar daripada hijauan.
Perusahaan ini menetapkan konsumsi konsentrat sebesar 80 persen dan hijauan
sebesar 20 persen dari keseluruhan pakan yang dibutuhkan per ekor sapi per
harinya. Namun komposisi ini tidak bersifat mutlak. Pada awal masa
pemeliharaan konsumsi hijauan diberikan lebih besar daripada konsentrat. Hal ini
dimaksudkan untuk menambah cairan pada sapi karena selama proses perjalanan
dari daerah asal sampai ke peternakan sapi akan kehilangan banyak cairan.
Disamping itu, pemberian konsentrat yang berlebihan pada awal dapat
mengakibatkan diare. Biasanya pakan hijauan yang diberikan berkisar antara 4 - 5
kilogram dan untuk pakan konsentrat berkisar antara 8 - 9 kilogram per ekor sapi
per harinya.
Dry matter (DM) adalah unsur kering yang terdapat dalam pakan hijauan
maupun konsentrat. Perusahaan menetapkan dry matter untuk hijauan dan
konsentrat masing-masing sebesar 100/50 dan 100/80. Nilai ini berarti untuk
hijauan kandungan bahan keringnya sebesar 50 persen dan kandungan airnya
sebesar 50 persen, untuk konsentrat kandungan bahan keringnya sebesar 80 persen
dan kandungan airnya sebesar 20 persen.
Konsentrat merupakan bahan pakan utama yang digunakan pada
penggemukan sapi di PT Andini Persada Sejahtera. Menurut Sugeng (1998)
konsentrat adalah pakan berkonsentrasi tinggi dengan kadar serat kasar yang
relatif rendah dan mudah dicerna. Fungsi konsentrat ini adalah meningkatkan dan
memperkaya nilai gizi pada bahan pakan lain yang nilai gizinya rendah sehingga
sapi yang sedang tumbuh atau sedang dalam periode penggemukan harus
diberikan konsentrat yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangan jaringan
daging. Konsentrat yang diberikan adalah campuran beberapa bahan pakan yang
dibuat sendiri oleh perusahaan. Bahan pakan tersebut meliputi konsentrat sumber
energi yaitu onggok, katul, pollard, dan tumpi jagung (sisa kulit ari jagung) serta
konsentrat sumber protein yaitu bungkil sawit, bungkil biji kapuk, ampas kopi,
ampas cokelat, bungkil kedelai, dan ampas tahu. Walaupun konsentrat dibuat
sendiri oleh perusahaan namun pembuatan konsentrat ini memiliki manajemen
sendiri sehingga peternakan juga harus membeli konsentrat tersebut dengan harga
Rp 1.500 per kilogramnya.
Pakan hijauan yang diberikan pada penggemukan sapi di PT Andini
Persada Sejahtera ada yang berupa hijauan segar dan hijauan kering. Hijauan
segar yang diberikan adalah rumput gajah dan tebon jagung. Fungsi dari hijauan
itu sendiri adalah untuk menambah serat pada sapi. Pakan hijauan termasuk pakan
kasar, yakni bahan pakan yang berserabut kasar tinggi. Hewan memamah biak
seperti sapi justru akan mengalami gangguan pencernaan bila kandungan serat
kasar di dalam ransum terlalu rendah. Sehingga peranan hijauan tidak bisa
digantikan dengan konsentrat yang kandungan serat kasarnya relatif rendah.
Pakan kasar ini berfungsi menjaga alat pencernaan agar bekerja baik, membuat
kenyang, dan mendorong keluarnya kelenjar pencernaan (Sugeng, 1998).
Hijauan kering yang diberikan berupa jerami kering dan jerami yang telah
difermentasi. Menurut Sarwono dan Arianto (2006) kandungan nutrisi jerami
diantaranya protein 4,5 - 5,5 persen, lemak 1,4 - 1,7 persen, serat kasar 31,5 - 46,5
persen, abu 19,9 - 22,9 persen, kalsium 0,19 persen, fosfor 0,1 persen, dan BETN
(bahan ekstra tanpa nitrogen, mencerminkan nilai kalori/energi bahan pakan
ternak) 27,8 - 39,9 persen. Dengan demikian karakteristik jerami sebagai pakan
ternak tergolong hijauan bermutu rendah. Selain kandungan nutrisinya yang
rendah, jerami juga termasuk pakan hijauan yang sulit dicerna karena kandungan
serat kasarnya tinggi sekali. Dengan rendahnya kandungan nutrisi jerami dan
sulitnya daya cerna jerami maka pemanfaatan jerami sebagai pakan ternak
ruminansia perlu diefektifkan.
Untuk meningkatkan kelengkapan nutrisi dalam memenuhi kebutuhan
hidup ternak sekaligus meningkatkan daya cerna ternak, PT Andini Persada
Sejahtera menambahkan pakan tambahan jenis starbio pada jerami. Campuran
starbio dan jerami tersebut kemudian difermentasikan bersama-sama dengan urea
selama kurang lebih 2 - 3 minggu. Sarwono dan Arianto (2006) menambahkan
dalam proses fermentasi, enzim yang dihasilkan oleh mikrobe yang terkandung
dalam starbio akan menguraikan serat kasar jerami menjadi bahan-bahan
sederhana yang mudah diserap pencernaan sapi. Setelah proses fermentasi
tersebut, jerami baru dapat digunakan sebagai pakan sapi.
5.3.5. Kesehatan Ternak
Kesehatan ternak sapi juga merupakan salah satu faktor yang mendukung
keberhasilan usaha penggemukan sapi potong. Sapi yang sakit biasanya akan
kehilangan nafsu makannya sehingga bobot tubuhnya akan mengalami penurunan.
Hal tersebut tentunya dapat mengganggu produksi. Untuk itu diperlukan
perawatan dan pengawasan terhadap ternak secara intensif agar kesehatan ternak
tetap terjaga.
Upaya-upaya yang dilakukan perusahaan dalam menjaga kesehatan ternak
diantaranya adalah melakukan vaksinasi pada sapi-sapi yang akan dipelihara.
Vaksinasi ini dilakukan pada awal masa pemeliharaan oleh pihak pengekspor.
Pembelian bakalan sapi seharga kurang lebih Rp 22.500 per kilogram ini sudah
termasuk biaya vaksinasi. Vaksinasi dilakukan untuk mencegah terjadinya
penyakit pada ternak sapi. Disamping itu pada awal pemeliharaan sapi-sapi juga
akan diberikan vitamin dan obat cacing. Obat cacing diberikan untuk mengatasi
berkembangnya cacing yang merugikan pada sapi. Kerugian akibat serangan
cacing diantaranya rendahnya efisiensi makanan dan pertambahan bobot badan.
Vitamin yang diberikan dapat berfungsi untuk memulihkan stamina serta
mencegah dan mengurangi stress pada sapi akibat transportasi, perubahan cuaca,
perubahan makanan, dan pindah kandang. Vitamin tersebut juga dapat berfungsi
untuk meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan sapi, meningkatkan efisiensi
makanan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mencegah dan mengatasi
penyakit yang dapat terjadi jika sapi kekurangan vitamin dan mineral.
Selain itu perawatan kesehatan juga dilakukan dengan menjaga sanitasi
kandang dan lingkungan melalui pemeliharaan kebersihan kandang serta
lingkungan sekitarnya. Pembersihan kandang juga termasuk membersihkan bakbak pakan dan minum agar ternak sapi terhindar dari bakteri atau kuman yang
masuk melalui pakan dan minum yang kotor atau busuk. Bak minum dibersihkan
setiap 2 hari sekali. Setiap habis dibersihkan, air pada bak minum akan diberi
elektrolit, tujuannya untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh ternak
karena ketika pergerakan cairan tubuh dalam sistem pencernaan terganggu, ternak
sapi dapat mengalami diare. Elektrolit juga berfungsi untuk mencegah stress pada
sapi. Pembersihan kandang dan bak pakan dilakukan sebelum memberikan pakan
hijauan, yaitu pada pagi sekali dan siang hari. Kandang juga diberi desinfektan
untuk membunuh serta mencegah timbulnya jamur, kuman, atau bakteri yang
dapat menyebarkan penyakit pada ternak.
Upaya lain yang juga dilakukan adalah pengobatan pada ternak sapi yang
sedang sakit. Penyakit yang umumnya ditemui pada peternakan ini adalah abscess
(bengkak) atau biasa disebut abses, akibat memar karena sapi saling berbenturan
atau berdesak-desakan dalam kandang. Abses biasanya menyerang bagian kaki
sapi dan lukanya dapat berkembang akibat infeksi bakteri. Hal ini sering
ditemukan pada perusahaan penggemukan sapi dengan kandang koloni
(kelompok). Memar juga dapat terjadi dalam kapal selama proses pengiriman.
Sapi yang mengalami abses akan disuntik dengan antibiotik. Apabila penyakitnya
sudah parah, sapi akan dipisahkan untuk menghindari interaksi dengan sapi lain
yang dapat menyebabkan lukanya sulit kering. Sapi-sapi ini akan diberikan
antibiotik dengan cara disemprotkan pada bagian yang luka untuk membantu
penyembuhan, mematikan dan menghambat pertumbuhan bakteri, serta membantu
agar luka cepat kering.
Penyakit lain yang juga ditemui dalam peternakan ini adalah cacingan dan
kembung. Cacingan biasanya terjadi pada bangsa sapi lokal. Sapi yang sedang
kembung perutnya akan membesar. Penanganan penyakit ini masih dilakukan
secara tradisional, misalnya dengan memberikan air bersoda atau air kelapa muda
untuk membantu agar gas dalam perut dapat keluar. Apabila penanganan tersebut
tidak berhasil, baru ternak akan diberikan obat untuk menurunkan tegangan dalam
perut sehingga gas yang berada didalamnya dapat keluar.
5.4. Produksi dan Pemasaran
Produk yang dihasilkan oleh perusahaan ini berupa sapi potong hasil
penggemukan. Bobot sapi pada awal pemeliharaan berkisar antara 250 - 350
kilogram. Setelah melalui masa pemeliharaan selama kurang lebih 75 - 90 hari,
bobot sapi akan meningkat dan mencapai bobot ideal siap jual yaitu berkisar
antara 360 - 450 kilogram.
Peternakan PT Andini Persada Sejahtera, Cikalong Bandung, dapat
menjual kurang lebih 200 - 350 ekor sapi per minggunya. Harga jual sapi berbedabeda tergantung tipe sex sapi. Untuk sapi heifers harga jual sebesar Rp 23.000 per
kilogram bobot hidupnya, untuk steers harga jual sebesar Rp 23.500 per kilogram
bobot hidupnya, dan untuk bulls harga jual sebesar Rp 24.000 per kilogram bobot
hidupnya. Harga-harga tersebut biasanya disesuaikan dengan harga-harga yang
berlaku di pasaran.
Transaksi jual beli dapat dilakukan langsung di peternakan atau tidak
langsung yaitu melalui telepon atau pertemuan antara pembeli dan pihak
peternakan. Pembelian secara tidak langsung biasanya dilakukan oleh pelanggan
tetap perusahaan yang sudah mengetahui produk hasil penggemukan dan
kualitasnya. Pembeli yang datang langsung ke peternakan biasanya adalah
pembeli dari daerah sekitar lokasi peternakan atau calon pembeli baru yang ingin
melihat terlebih dahulu sapi potongnya.
Penjualan pada perusahaan ini cukup baik walaupun perusahaan tidak
melakukan pemasaran secara khusus terhadap produk yang dijualnya seperti
memasang iklan atau melakukan publikasi lainnya. Calon pembeli biasanya
mendapat informasi dari pembeli lain yang sudah pernah membeli dan
mengetahui kualitas sapi dari perusahaan ini. Lokasi peternakan yang cukup
strategis, yaitu dekat dengan wilayah kantong konsumsi seperti Jakarta, Bandung,
Bogor, Bekasi, Tanggerang, dan Depok membuat pemasaran pun menjadi lebih
mudah. Area pemasaran PT Andini Persada Sejahtera ini sendiri sebagian besar
(sekitar 80 persen) meliputi wilayah Jawa Barat seperti Purwakarta, Cikampek,
Bandung, Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan sebagainya, serta 20 persen wilayah
Jakarta dan sekitarnya.
Peternakan ini memberikan fasilitas bebas biaya pengiriman untuk
pembelian sapi minimal 8 ekor atau sesuai daya tampung satu mobil colt diesel.
Fasilitas seperti ini merupakan bentuk layanan yang diberikan perusahaan kepada
pembeli. Namun jika pembelian kurang dari jumlah yang telah disebutkan,
pengiriman ditangani sendiri oleh pembeli. Perusahaan juga menyediakan jasa
pengiriman dengan biaya yang disesuaikan dengan jauh dekatnya lokasi
pengiriman dengan lokasi peternakan.
Download