Multimedia di Internet

advertisement
SEKURITAS
DERIVATIF
Pengertian :
Definisi Efek (Kepres No. 53/1990 dan SK Menkeu No.
1548/1990 :
 Efek adalah setiap surat pengakuan hutang, surat
berharga komersial, saham, obligasi, sekuritas
kredit, tanda bukti utang, setiap right, warrants, opsi
atau setiap derivatif dari efek atau setiap instrumen
yang ditetapkan oleh Menteri sebagai Efek”
Dari definisi tsb. diatas :



Istilah derivatif dikaitkan dengan setiap efek
Derivatif dimaksud sebetulnya termasuk warrant, opsi, rights
tsb. yang ada hubungan atau keterkaitan nya atau merupakan
kelanjutan dari sekuritas yang mendasari nilai atau harga
sekuritas derivatif tersebut
Misal saham ABC yang sudah listing dapat “melahirkan”
obligasi kovertibeldari saham ABC, atau lahir pula warrant,
rights, yaitu hak untuk membeli saham ABC
CALL & PUT OPSI
Dalam opsi 3 pihak yang terlibat :
1. Penjual opsi, yaitu pihak yang menerima premi
untuk menjamin orang lain menggunakan haknya
(= penulis opsi)
2. Pembeli Opsi, yaitu pihak yang membayar harga
opsi kepada penjual agar penjual menulis opsi
3. Broker Sekuritas, yaitu pihak yang memperoleh
opsi beli dan opsi jual yang berindak sebagai agen
transaksi
OPSI CALL (CALL OPTION)
Adalah membeli opsi atau hak untuk membeli saham
pada hari (tanggal) sebelum atau pada tanggal
tertentu dengan harga yang telah ditetapkan dalam
kontrak. Pembeli opsi berspekulasi a la hausse
(bullish speculation)
Contoh kasus :
A. membayar premi Rp 4.500 persaham untuk
memperoleh saham 6 bulan kemudian dengan harga
(exercise price atau Striking price) Rp 50.000 persaham.
Jika harga pasarsaham Rp 63.000 dan A akan
menggunakan haknya membeli saham seharga Rp
50.000 dan dengan menjual saham dengan harga
pasar Rp 63.000 maka A memperoleh keuntungan
(63.000 - 50.000 - 4.500) = Rp 8.500 per-saham.

Keuntungan A tsb. diatas akan ditanggung oleh penulis
opsi, tetapi jika harga saham turun, keuntungan ada
pada penulis opsi
Contoh kasus :
Sebaliknya apabila A harga pasar saham dibawah
exercise price, misalnya Rp 40.000 dan apabila A
mempergunakan haknya, maka kerugian A adalah
(Rp 40.000 - 50.000) = Rp 10.000 per-saham.
Jika haknya tidak dilaksanakan kerugian A hanya Rp
4.5000 yaitu sebesar premi .
Hal ini dapat dilakukan dengan melepas (abandon =
tidak melaksanakan) hak opsi untuk beli
OPSI PUT (Put Option) :
Adalah hak untuk menjual kepada pembuat kontrak
pada hari yang telah ditentukan, atau sebelumnya,
sejumlah saham tertentu, pada harga tertentu.
Pembeli kontrak berspekulasi a la baisse (bearish
speculation) atau mengharapkan harga saham akan
turun pada tanggal pelaksanaan hak
Kasus :
Pada contoh sebelumnya pembuat kontrak menawar
kan premi Rp 4.500 per-saham pada harga Rp 50.000
Jika pada tanggal pelaksanaan hak, harga saham
naik Rp 63.000 maka hak itu dapat dilepas, berarti
rugi hanya sebesar premi Rp 4.500 per-saham

Tujuan Pembeli Opsi Call/Put oleh Investor
Selain untuk mengurangi risiko, kemungkinan untuk
memperoleh laba tanpa batas, sedang kerugian hanya
sebesar premi
1. Sama dengan Short Selling, yaitu mendapat keuntungan
jika harga saham turun. Short-sale (short position) menjual assety yang tidak dimilikinya, dengan harapan harga
akan turun.
2. Melindungi keuntungan dalam posisi long (long
position) Long position membeli dan memegang asset
dengan ha- rapan memperoleh keuntungan dari kenaikan
harga.
3. Memasuki pasar dengan dana terbatas.
4. Jual-beli atas dasar opsi
Manfaat Opsi Call/Put bagi Pialang dan
Pedagang Efek
1. Mencari hasil tambahan melalui pendapatan premi
2. Saham ABC dengan harga Rp 50.000 jual opsi call
denmgan premi Rp 5.000
a. Jika kurs tidak berubah, premi milik pedagang
b. Jika harga saham naik, pedagang akan menjualnya
3. Saham ABC dengan kurs Rp 50.000 jual put opsi
dengan premi Rp 5.000 Jika harga saham turun ,
pedagang akan terlindungi sampai harga Rp 45.000
Rp 50.000 - 5.000)
4. Memanfaatkan saham yang dimiliki oleh pedagang
yang bersangkutan
Hedging Dalam Opsi
Posisi terlindung bebas risiko dapat dilakukan sbb. :
Misalkan uVs = Harga saham akan lebih tinggi dengan
kemungkinan 2/3
Misalkan dVs = Harga saham akan lebih rendah 10%
dengan kemungkinan 1/3. Exercise
Price = Rp 5.000
a. Nilai saham pada akhir periode :
Harga Berlaku Kemungkinan Harga pada akhir
Vs
2/3
1,20 (5.000) = 6.000
1/3
0,90 (5.000) = 4.500
Harga saham yang diharapkan :
(2/3 x 6.000) + (1/3 x 4.500) = Rp 5.500
b. Nilai Opsi Akhir Periode
Harga Saham Kemungkinan
Harga Opsi akhir
akhir periode
6.500
2/3
Max (6.000-5.000) = 1.000
4.500
1/3
Max (4.500-5.000) =
0
Nilai Opsi yang diharapkan :
( 2/3 x 1.000 ) + ( 1/2 x 0 ) = Rp 666,67
(uVo - dVo) : (uVs -dVs) = (1.000-0) : (6.000-4.500) = 2/3
Posisi terlindung tanpa menghiraukan hasil harga saham
adalah sbb. :
Harga Saham
akhir periode
Rp 6.000
Rp 4.500
Nilai Opsi
posisi panjang
2 (6.000) = 12.000
2 (4.400) = 9.000
Nilai Opsi
posisi pendek
-3 (1.000)= 3.000
-3 ( 0 ) =
0
Nilai Gabungan
Rp 9.000
Rp 9.000
C. Memperhitungkan bunga bebas risiko dalam posisi
lindung nilai (Hedging)
Posisi Hedging tergantung pada nilai opsi atau premi pada
akhir suatu periode. Nilai opsi harus berlaku bagi investor
yang efisien jika hasil total = keuntungan bebas risiko,
misalnya 5%
Dalam contohsebelumnya hedging awal periode Rp 10.000
(2 lembar saham) dikurangi harga opsi (3 lembar)
Atau saham dalam posisi panjang (membeli saham kemudian menyimpannya cukup lama) dengan posisi berlawanan
pada posisi pendek (menjual saham yang belum menjadi
miliknya)
Perhitungannya :
Nilai Opsi =
(harga saham-lembar opsi)1+Rf = Nilai Hedging
3,15 opsi
1 opsi
= (10.000 - 3 opsi) 1,05 = 9.000
= 10.500 - 9.000
= Rp 476,20
Besar investasi dalam posisi terlindung :
10.000 - 3 (476,20) = Rp 8.571,40
Atau memberikan hasil sebesar bunga bebas risiko 5$ ,
yaitu : (9.000 - 8.571,5) : 8.571,5 x 100% = 5 %
Kebaikan & keburukan Opsi :
A. Kebaikan :
1. Leverage. Call memberikan kemungkinan kepada manajer
keuangan capital gains yang tidak terbatas dengan investasi
sedikit. Kerugian yang akan dialami sebesar yang diinvestasi kan, biasanya sangat kecil persentasenya dari pada membeli
saham itu sendiri
2. Asuransi Keuangan. Sebuat put dapat dilihat sebagai po lis asuransi, dengan premi yang dibayar untuk put sebagai
biaya polis.
3. Ekspansi Alternatif Investasi. Dari sudut pandang investor, penggunaan put, call dan kombinasi keduanya dapat menaikkan secara material jumlah alternatif investasi yang
mungkin
B. Keburukan :
Opsi menjadi tidak berjarga apabila manajer keuangan dan
investor kehilangan investasinya
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opsi
1. Harga Saham, S
2. Exercise Price, X
3. Tanggal Jatuh Tempo, T
4. Varian Saham yang bersangkutan, 2
5. Tingkat Bunga Bebas Risiko, rr
6. Ringkasan Faktor-faktor yang mempengaruhi
Call Opsi
C = f ( So, X, T, 2, rr )
MODEL HARGA OPSI “BINOMIAL”
1. Asumsi Pada Satu Periode
2. Hedging
3. Model Penilai Opsi “Black-Scholes”
4. Hedging Model Harga Opsi (OPM = Option
Pricing Model) Black -Scholes
WAR RAN T
Adalah hak opsi untuk membeli sejumlah saham pada
suatu tingkat harga khusus. Umumnya hak warrant
disertakan pada sekuritas utang dan digunakan untuk
menarik investor agar mau membeli obligasi tersebut
pada tingkat bunga yang lebih rendah dari semestinya
Perbedaan dengan Right :
1. Jangka waktu warrrant lebih panjang
2. Tidak harus dijual kepada pemegang saham lama
3. Harga pembelian saham biasanya lebih tinggi dari
pada harga saham pada saat penerbitan warrrant
4. Diterbitkan bersamaan dengan saham preferen atau
obligasi tetapi sering kali juga diemisi tersendiri
Hal yang menarik dari warrant, jika perusahaan
berkembang dan bertambah kebutuhan modal
ekuitas akan menyebabkan :
1. harga saham akan naik
2. menyebabkan hak warrant dilaksanakan,
sehingga :
3. perusahaan mendapatkan tambahan dana
Warrant dalam kaitannya dengan Manajemen
Keuangan :
a. Dari sudut pandang issuer :
Perusahaan yang besar dan kuat dapat menggunakan
warrant untuk menerbitkan sekuritas utang pada saat
tingkat bunga tinggi. Dengan hak warrant, meskipun
bunga utang rendah, akan merangsang investor membeli sekuritas utang tersebut
b. Dari sudut pandang Investor :
1. Investor yang berada dalam bracket pajak tinggi
dapat memperoleh capital gain sebagai kompensasi
pajak tinggi tersebut
2. Bank investasi akan menerima tambahan kompensasi
untuk risiko saham dari perusahaan yang kurang
mapan
Sekuritas Konvertibel



Biasanya obligasi atau saham preferen yang dapat
ditukar dengan sejumlah lembar tertentu saham
biasa perusahaan emiten.
Konvertibel memberikan pendapatan yang stabil
yaitu berupa kupon atau dividen saham preferen
dengan tambahan, kemungkinan memperoleh capital
gain dari saham biasa
Kalau kurs saham naik, obligasi konvertibel akan
seperti saham dan jika kurs saham yang terkait
dengan obligasi konvertibel turun, maka obligasi
konvertibel bersikap seperti obligasi biasa
Karena sifat demikian , konvertibel tersebut disebut
juga Hybrid Securities (Sekuritas Hibrida)
PASAR, KONTRAK & BURSA
BERJANGKA
Pasar Berjangka




Transkasi komoditi dan Efek biasanya terjadi di pasar
tunai (cash market) dimana jual-beli dilakukan dengan
harga tunai dan transaksi selesai pada waktu itu
Namun, komoditi dan efek bisa dijuall-belikan di pasar
berjangka (future market) dimana penjual belum me nyerahkan barang sampai waktu yang telah ditentukan
Konsekuensinya transaksi belum selesai saat itu dan
penjual hanya menerima sebagian pembayaran, sedang
sisanya pada waktu penyerahan
Sebaliknya pembeli telah memiliki Kontrak Berjangka
(future contract) yang dapat dipegang atau diperda gangkan di pasar mendatang.





Apapun uang dilakukan oleh pembeli atas kontrak itu,
selama masih berlaku, penjual mempunyai kewajiban
hukum yang mengikat untuk menyerahkan komoditi
dan efek ybs. pada suatu tanggal tertentu
Kontrak Berjangka (future contract) merupakan suatu
komitmen untuk menyerahkan suatu jumlah, jenis item
tertentu, pada suatu tanggal tertentu dimasa datang.
Penjual kontrak sepakat untuk melakukan penyerahan
masa depan tertentu (specified future delivery) dan
pembeli kontrak sepakat untuk menerimanya.
Setiap transaksi menetapkan spesifikasi kontrak sendi ri, yang memuat kuantitas dan kualitas item, prosedur
penyerahan dan bulan penyerahan.
Umur maksimum kontrak berjangka satu tahun atau
kurang , meskipun ada yang 3 tahun a.l seperti perak
dan obligasi pemerintah





Apapun uang dilakukan oleh pembeli atas kontrak itu,
selama masih berlaku, penjual mempunyai kewajiban
hukum yang mengikat untuk menyerahkan komoditi
dan efek ybs. pada suatu tanggal tertentu
Kontrak Berjangka (future contract) merupakan suatu
komitmen untuk menyerahkan suatu jumlah, jenis item
tertentu, pada suatu tanggal tertentu dimasa datang.
Penjual kontrak sepakat untuk melakukan penyerahan
masa depan tertentu (specified future delivery) dan
pembeli kontrak sepakat untuk menerimanya.
Setiap transaksi menetapkan spesifikasi kontrak sendi ri, yang memuat kuantitas dan kualitas item, prosedur
penyerahan dan bulan penyerahan.
Umur maksimum kontrak berjangka satu tahun atau
kurang , meskipun ada yang 3 tahun a.l seperti perak
dan obligasi pemerintah




Investasi di Pasar Berjangka (PB) menyangkut kuantitas komoditi dan instrumen finansial yang cukup besar.
Walaupun demikian modal yang dibutuhkan sebenar nya relatif kecil, karena semua perdagangan di pasar
ini dilakukan atas dasar margin
Kontrak Berjangka umumnya digunakan untuk meng hadapi inflasi . Jika inflasi berdampak negatif di pasar
tradisional, maka pasar berjangka memperoleh manfaat dalam masa inflasi
Jika harga suatu komoditi meningkat, maka kontrak
berjangka untuk komoditi itu juga meningkat
Pada dasarnya PB memperdagangkan komoditi yang
peka terhadap inflasi seperti daging sapi, emas,
tembaga, kopi, gula, kedelai dan gandum
PERDAGANGAN BERJANGKA

Peseserta di Bursa Berjangka terdiri atas Hedgers
dan Speculators
Hedgers
 adalah produsen dan pengolah (termasuk lemabaga
Keuangan dan Manajer Keuangan perusa- ha an)
yang menggunakan Kontrak Berjangka seba - gai
cara untuk melindungi kepentingannya dalam
komoditi atau instrumen finansial ybs.
 Para hedger membeli dan menjual kontrak berjangka
untuk menutupi risiko (mlindungi nilai = hedging)
atas perubahan harga di pasar spot/pasar fisik
 Hedgers terdiri atas Hedger Pembeli (buying Hedge)
dan Hedger Penjual (selling hedge)


Hedge Pembeli atau hedge long adalah hedger yang
akan membeli komoditi di pasar fisik dimasa yad
Untuk melindungi nilainya, dia harus membeli K.B
saat ini dengan posisi buy. Umumnya dilakukan oleh
eksportir, prosesor, pabrikan dll. guna menjaga
kestabilan dan kontinuitas pasokan /stocknya
Hedger Penjualan atau hedge short adalah hedger
yang akan menjual komoditi di pasar fisik di masa
yad. Untuk melindungi harga penjualannya, dia akan
menjual K.B sekarang dengan posisi short. Umunya
dilakukan oleh produsen, petani, peternak tujuannya
untuk melindungi diri dari kemungkinan penurunan
harga komodoti yang akan dihasilkan atau dimiliki nya seperti panen

Selanjutnya baik hedge long maupun hedge short
harus mengoffset (menutup) kontrak yang telah
diambil. Jika hedger mengambil posisi beli (long) di
PB maka dia harus mengoffsetnya dengan
menjualnya, demikian pula sebaliknya jika hedge
mengambil posisi short (jual) di PB, maka dia harus
menutup kontraknya dengan membelinya di Bursa
Berjangka.
Spekulator (Spekulan)



Adalah pedagang yang berusaha untuk mengharapkan
keuntungan melalui antisipasi yang tepat terhadap
perubahan harga, dan transakasi dilakukan sesuai dengan
perkiraannya tersebut.
Spekulan memain peranan penting dalam suatu Bursa
Komoditi, karena akan meningkatkan likuiditas pasar
dengan bertindak sebagai perantara antara penjual (short
hedgers) yang ingin mendapatkan harga setinggi mung kin dan pembeli (long hedgers) yang ingin mendapat
harga serendah mungkin.
Spekulan bisa masuk ke pasar baik dalam posisi buy
maupun sell. Melakukan pembelian kontrak dengan
mengharap harga akan baik dan akan menjual (offset)
kontrak ketika kontrak tersebut harganya lebih tinggi
daripada harga beli, sehingga mendapat keuntungan
Kelembagaan Bursa Berjangka
Badan Pengawas
 Bursa Berjangka
 Lembaga Kliring Berjangka

Pelaku Bursa Berjangka
Pialang Berjangka (Broker)
 Pialang Anggota Lembaga Kliring
 Pialang Non-Anggota Kliring
 Penasehat Berjangka

Download