peran pelatihan sumber daya manusia dalam perspektif islam

advertisement
PERAN PELATIHAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM
PERSPEKTIF ISLAM
Damingun
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Samarinda
ABSTRACT
The development of human resources in an organization is important. With good human
resources, business organizations will have competitive strength. The competitive
advantage, developing competency-based human resource is a new paradigm. Of the
many aspects of human resource development and to see progress, training is one aspect
which occupies an important position. Training is an attempt to eliminate the occurrence
of a gap between the elements that are owned by an employee with the desired elements
of the organization. In general, the training aims to improve the knowledge, skills and
behavior of employees, and then apply it in their daily work.
Pattern formation and education of the Prophet embodied in four types, tilawah method ,
taklim methods, methods tazkiyyah and methods wisdom. While the basic technique in the
process of education and training is a sense of empathy, their repetition, imagery and
stories, excursions, usawah and provide practical space.
The pattern of education that needs to be developed in accordance with the nature of
insaniyah it is (a) education jismiyyah namely the physical potential, (b) education
ruhiyah to develop a spirit of / ghirah or human mental, and (c) education fi'liyyah,
namely teroptimalisasikannya the full potential of human sensory.
Thus, in training and skills development to note dimensions, theoretical insight and
dimension ruhiyah. It is this last dimension which is the basis for consideration in the
process of human resource development.
Keywords: Training, Development, Human Resources
dikembangkan
PENDAHULUAN
Pengembangan
manusia
dalam
sumber
suatu
daya
organisasi
menghadapi
organisasi
perusahaan
para
dapat
pesaing,
dalam
bahkan
mengungguli
merupakan hal yang penting.Investasi
mereka.Untuk itu perlu diterjemahkan
dalam
daya
berbagai strategi, kebijakan dan praktik
manusia merupakan pengeluaran yang
MSDM menjadi keunggulan kompetitif
ditujukan untuk memperbaiki kapasitas
yang berkelanjutan.Oleh karena itu tidak
produktif dari manusia. Dengan sumber
salah kiranya jika agenda selanjutnya
daya manusia yang baik, organisasi
dalam era kompetitif adalah sumber daya
bisnis
manusia.
pengembangan
akan
kompetitif.
merupakan
sumber
memiliki
Keunggulan
posisi
kekuatan
Meraih keunggulan kompetitif
kompetitif
unik
yang
tersebut, pengembangan sumber daya
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
69
manusia berbasis kompetensi merupakan
strategi untuk memperbaiki sumber daya
suatu paradigma baru. MSDM yang
manusia dengan pemberian tanggung
berbasis kompetensi meyakinkan bahwa
jawab dan kewenangan terhadap mereka
organisasi
yang
memiliki
orang
dengan
nantinya
diharapkan
dapat
kepemimpinan yang tepat, mengetahui
memungkinkan mereka mencapai kinerja
apa yang akan dilakukan untuk semua
yang lebih tinggi di era yang selalu
informasi yang diterima dan kompetensi
berubah ini.
yang dibutuhkan untuk keberhasilan
organisasi.
perubahan
Pemikiran
menjadi
Respon
perusahaan
dapat
terhadap
dimulai
dengan
bahwa
kompetensi
memformulasikan kembali visi, misi dan
untuk
komunikasi
nilai-nilai
wahana
korporat,
kemudian
tentang nilai (values) dalam organisasi
diikuti
mendorong kita untuk sampai pada
perusahaan, struktur organisasi, sistem
kesimpulan
ini
dan prosedur, staffing, keahlian, dan
SDM
gaya kepemimpinan serta pembuatan
khususnya untuk merealisasikan budaya
keputusan. Hal ini berkaitan dengan
organisasi yang menghargai inisiatif, dan
revitalisasi
berani mengambil resiko. Karakteristik
manusia.Pengeloaan
kompetensi
manusia berbasis kompetensi merupakan
bermanfaat
bahwa
untuk
penerapannya
perencanaan
pendekatan
manajemen
dan
keterkaitan
dengan
suksesi,
seleksi,
suatu
oleh
yang
tren
perubahan
strategi
sumber
baru
daya
sumber
dalam
daya
revitalisasi
pengembangan,
tersebut.Dengan pendekatan kompetensi
sistem penghargaan dan manajemen
itu, sumber daya manusia dilihat sebagai
kinerja sangat membantu keberhasilan
aset yang berharga dengan keunikan
organisasi dan individu.
yang perlu dikembangkan menuju era
Perubahan
paradigma dari persaingan berdasarkan
human capital yang sesungguhnya.
materi menjadi persaingan berdasarkan
Era human capital menghendaki
pengetahuan menuntut organisasi untuk
lebih memperlakuan manusia sebagai
memiliki sumber daya manusia yang
aset yang berharga dibandingkan sebagai
berkualitas tinggi untuk mendapatkan
biaya. Organisasi harus memanusiakan
keunggulan
manusia sebagai elemennya, bukannya
kompetitif.Sumber
daya
manusia harus kreatif dan inovatif dalam
merespon
lingkungan
dehumanizes.
yang
berubah.Pemberdayaan adalah salah satu
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
70
bersama
Rumusan Masalah
Bagaimanakah Peran Pelatihan di
perusahaan,
karyawan
dan
masyarakat menjadi maksimal. MSDM
lihatdari perspektif Islam ?
didasari pada suatu konsep bahwa setiap
Tujuan Penulisan
karyawan adalah manusia – bukan mesin
1. Untuk
peran
mengetahui
pelatihan
sejauh
mana
– dan bukan semata menjadi sumber
Sumber
Daya
daya
manusia
Kajian
MSDM
menggabungkan beberapa bidang ilmu
2. Untuk mengetahui pandangan islam
tentang
bisnis.
pelatihan
Sumber
seperti psikologi, sosiologi, dan lain-lain.
Daya
Manusia
Aspek
-
aspek
dalam
pengembangan sumber daya manusia
PEMBAHASAN
melingkupi beberapa hal yang cukup
Pengembangan Sumber Daya
luas dalam organisasi. Werner dan
Manusia
DeSimone
(2009:4)
mendefinisikan
Sumber daya manusia atau biasa
pengembangan sumber daya manusia
disingkat menjadi SDM potensi yang
(human resources development) sebagai
terkandung dalam diri manusia untuk
serangkaian aktivitas yang sistematis dan
mewujudkan perannya sebagai makhluk
terencana yang dirancang oleh organisasi
sosial yang adaptif dan transformatif
untuk memberikan kesempatan kepada
yang mampu mengelola dirinya sendiri
anggotanya untuk mempelajari keahlian
serta seluruh potensi yang terkandung di
yang
alam menuju tercapainya kesejahteraan
persyaratan kerja saat ini dan yang akan
kehidupan dalam tatanan yang seimbang
datang.
diperlukan
untuk
Pengembangan
dan berkelanjutan. Dalam pengertian
memenuhi
sumber
daya
praktis sehari-hari. Sumber daya manusia
manusia tersebut setidak - tidaknya
lebih dimengerti sebagai bagian integral
meliputikepemimpinan transformasional,
dari sistem yang
manajemen
membentuk suatu
organisasi.Manajemen
sumber
daya
perubahan,
manajemen waktu, manajemen stres,
manusia adalah suatu ilmu atau cara
program
bagaimana
pembentukan
mengatur
hubungan
dan
motivasi,
pemdampingan
tim,
karyawan,
pengembangan
peranan sumber daya (tenaga kerja) yang
organisasi, pengembangan karir, serta
dimiliki oleh individu secara efisien dan
pelatihan dan pengembangan. Aspek-
efektif serta dapat digunakan secara
aspek
maksimal sehingga tercapai tujuan (goal)
meningkatkan pembelajaran dan kinerja
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
tersebut
dimaksudkan
untuk
71
tempat kerja.
Konsep
merupakan satu aspek yang menempati
pengembangan sumber daya manusia
posisi yang penting. Tuliasanini akan
telah
cukup
meninikberatkan pembahasan pada aspek
lama.Perkembangan itu dapat dijejaki
pelatihan. Sebagai suatu upaya Islamisasi
dari program pelatihan pemagangan pada
pengetahuandnmemperkenalkan
abad
berkembang
kedelapanbelas
kecil.Kemudian
pada
industri
perspektif syariah Islam dalam hal
berkembang
menjadi
pelatihansumber
daya
manusia
program pendidikan vokasi yang diikuti
berkualitas (ulul Albab) sebagaimana
dengan program pelatihan mekanikal
surat Al-Zumar: 17-18:“Sampaikanlah
atau dikenal dengan factory scholls pada
berita gembira itu kepada hamba-
waktu
hamba-Ku,
revolusi
industri.Setelah
itu
yang
mendengarkan
berkembang program pelatihan bagi
perkataan lalu mengikuti apa yang
pekerja
paling
yang
semiterdidik
dan
baik
di
antaranya.Mereka
tidakterdidik. Kondisi pekerja pada masa
itulah orang- orang yang telah diberi
itu
Allah petunjuk dan mereka itulah
mendorong
lahirnya
gerakan
hubungan manusia (human relation)
orang-orang memiliki akal.”
yang melihat manusia sebagai sesuatu
Pelatihan
yang kompleks, bukan sekedar sama
Dalam Manajemen Sumber Daya
dengan faktor produksi lain. Setelah
Manusia, pelatihan termasuk bagian dari
Perang
berkembanglah
pengembangan karyawan (development
program-prgoram pelatihan baru dalam
of personnel) sebagai salah satu unsur
organisasi yang besar, seperti Training
untuk
Within Industry (TWI).
kemampuan kerja (ability to work) untuk
Dunia
II,
Sejak
memenuhi
syarat
dasar
tahun 1960-an dan 1970-an muncullah
mencapai prestasi kerja.Hal tersebut
program-program pelatihan yang lebih
ditujukan pada sasaran akhir yaitu
profesional
kelas.
pendayagunaan SDM secara optimal
Sedemikian pentingnya, organisasi telah
dengan tepat orang, tepat jabatan dan
memasukkan
tepat waktu.
dalam
dan
ruangan
merumuskan
pengembangan sumber daya manusia ini
dalam
perencanaan
Dari
sekian
strategisnya.
banyak
aspek
Pelatihan merupakan usaha untuk
menghilangkan terjadinya kesenjangan
atau
gap
antara
unsur-unsur
yang
pengembangan sumber daya manusia
dimiliki oleh seorang karyawan dengan
dan melihat perkembangannya, pelatihan
unsur-unsur
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
yang
dikehendaki
72
organisasi. Usaha tersebut dilakukan
manajemen memiliki fungsi-fungsi yang
melalui peningkatan kemampuan kerja
sama dengan fungsi manajemen, yaitu
yang memiliki karyawan dengan cara
perencanaan,
menambah
pengarahan
pengetahuan
dan
pengorganisasian,
dan
pengendalian.
keterampilan. Perusahaan atau organisasi
Disamping fungsi-fungsi pokok tersebut,
selalu akan menempatkan sumber daya
MSDM memiliki beberapa fungsi-fungsi
manusia sebagai bagian dari strategi
operasional.Bambang Wahyudi (2002)
menghadapi kompetisi yang semakin
mengemukakan tiga lingkup kegiatan
luas. Salah satu strategi di bidang
dalam MSDM yang didasarkan berbagai
pengembangan SDM adalah dengan
pandangan beberapa ahli tentang fungsi-
melakukan training secara terstruktur
fungsi operasional tersebut.
dan in-line dengan program organisasi.
Pelatihan
sangat
diperlukan,
Tiga lingkup kegiatan tersebut
adalah pengadaan, pengembangan dan
tetapi banyak manajer yang merasa
pemeliharaan
pesimis akan hasil yang diperoleh dari
untuk mencapai sasaran akhir yaitu
pelatihan. Oleh karena itu diperlukan
pendayagunaan
program pelatihan diposisikan secara
optimal.Pengadaan dan pengembangan
utuh dengan perencanaan manajemen
SDM diarahkan untuk menjamin syarat
strategik dan dilakukan dengan tahap-
dasar kemampuan kerja (ability to work),
tahap yang teratur. Studi yang dilakukan
sedangkan pemeliharaan SDM diarahkan
Tall dan Hall (A. Usmara, Editor, 2007:
untuk menjamin syarat dasar kemauan
157) menyimpulkan bahwa kombinasi
kerja
berbagai faktor seperti teknik pelatihan,
duanya
persiapan dan perencanaan yang matang,
prestasi kerja yang baik.
serta
komitmen
terhadap
esensi
sumber
daya
manusia
SDM
(willingness
to
diperlukan
secara
work).Kedua-
untuk
mencapai
Dalam ruang lingkup MSDM
pelatihan, perusahaan dapat mencapai a
yang
greater competitive advantage di dalam
Wahyudi
pasar yang sangat ketat.
Pengembangan
Kedudukan Pelatihan dalam
Development) merupakan subfungsi dari
Manajemen Sumber Daya Manusia
Pengembangan Sumber Daya Manusia
(MSDM)
(Human
Manajemen Sumber Daya Manusia,
Subfungsi
sebagai
Pengembangan
ilmu
terapan
dari
ilmu
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
dikemukakan
oleh
tersebut,
Pelatihan
(Training
Resources
yang
Bambang
dan
and
Development).
lainnya
Karir
adalah
(Career
73
Development).Dengan demikian jelaslah
dasar
bahwa
pelatihan
dalam
teknologi
atau
diperlukan
untuk
komputer,
kemampuan
kerja
3) Membantu
karyawan
dalam
seorang tenaga kerja untuk menunjukkan
memahami
bagaimana
bekerja
prestasi kerja yang diharapkan.
dengan efektif untuk meningkatkan
Tujuan Pelatihan
kualitas produk,
menjamin
aspek
Secara
umum,
bertujuan
untuk
pelatihan
meningkatkan
pengetahuan, keterampilan dan prilaku
karyawan,
mengaplikasikannya
dalam
4) Menekankan
dalam
budaya
inovasi,
organisasi
kreatifitas
dan
pembelajaran,
kemudian
5) Memastikan ketentraman bekerja
pekerjaan
karena kontribusi karyawan kepada
sehari-hari. Dalam mencapai keunggulan
bersaing, harus dipandang lebih luas
organisasi telah berubah
6) Mempersiapkan
karyawan
sebagai suatu cara menciptakan modal
bekerja
intelektual (intelectual capital). Modal
karyawan (Noe, 2003: 250-251)
intelektual
kognitif
meliputi
(know
what),
lebih
efektif
dapat
sesama
keterampilan
7) Sedangkan sifat-sifat unsur proses
keterampilan
dari pelatihan merupakan tantangan
lanjutan (know how), kreatifitas dan
bagi
pemahaman tentang sistem (know why)
pertanyaan
dan care why atau kreatifitas atas
merupakan
dorongan sendiri (Noe, 2002: 451).
kesenjangan
Secara khusus, suatu organisasi
manajer
pelatihan
dalam
apakah
solusi
menjawab
pelatihan
atas
masalah
pengetahuan,
jelas
dan
tujuan
realistik,
berkeyakinan bahwa investasi dalam
pelatihan merupakan investasi yang
pelatihan
mereka
baik, dan keafektifan dari pelatihan
bersaing.
itu sendiri, apakah ia berhasil atau
dapat
mencapai
membantu
keunggulan
Berkaitan dengan ini pelatihan dapat :
1) Meningkatkan
tidak (Gomez-Mejia, 2002: 261).
pengetahuan
8) Pelatihan merupakan satu diantara
karyawan dalam hal budaya dan
proses yang signifikan dalam fungsi
pesaing
manajemen sumber daya manusia
mancanegara
yang
diperlukan untuk sukses di pasar
suatu
internasional,
memainkan peran dalam memelihara
2) Membantu
karyawan
meyakinkan
memiliki
bahwa
keterampilan
organisasi.
Pelatihan
dan mengembangkan kemampuan
individu
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
dan
organisasi
secara
74
keseluruhan (Valle, et al. 2000:
datang, Rasulullah membawa sejumlah
287). Penelitian lain menyatakan
prinsip etika dan melakukan perubahan
bahwa perubahan pada pengetahuan
radikal dalam memperlakukan pekerja
dan kebiasaan merupakan hasil dari
dalam pekerjaan dan pendidikannya.
pelatihan.
Reaksi
atas
program
pelatihan berkaitan dengan karakter
personal
dan
situasional
Berdasarkan Al Quran Surat Al
Jumu‟ah (62) :2 ;
dalam
individual dan situasional dalam













pengukuran keefektifan pelatihan
“Dialah yang mengutus kepada
persepsi peserta perihal dukungan
manajemen, isi pelatihan berkaitan
dengan
pekerjaan
otoritas
dan
mereka
kebebasan
serta
mereka
untuk memulai perubahan yang
disarankan dalam pelatihan (Carrol
and Nash, 1970: 187). Hal ini
sejalan dengan penelitian Mathieu
dkk. tentang pengaruh karakteristik
berdasarkan
teori
valence-
kaum yang buta huruf (ummiy) seorang
instrumentality-motivation
Rasul
(Mathieu, et al.,1992: 828).
membacakan
Pelatihan dalam Perspektif Islam
Dalam
mereka,
mereka,
ayat-ayat-Nya
menyucikan
mereka
yang
kepada
dan
pengetahuan
mengajarkan kepada mereka Kitab dan
Islam, secara formal tidak ditemukan
Hikmah. Dan sesungguhnya mereka
secara
sebelumnya
pasti
pembinaan
khazanah
diantara
pola
pelatihan
karyawan
di
atau
zaman
benar-benar
dalam
kesesatan yang nyata”.
Rasulullah.Dalam sejarah Islam, sejak
Kandungan dari ayat ini adalah:
zaman jahiliyah, telah ada pengambilan
(Dialah yang mengutus kepada kaum
budak sebagai buruh, pembantu atau
yang buta huruf). Dalam ayat ini
pekerja, walaupun setelah zaman Islam
dijelaskan
perbudakan
ini
diutus oleh Allah dengan kebenaran yang
menandakan adanya tradisi pelatihan dan
dibawanya kepada kaum yang belum
pembinaan dalam Islam.Ketika Islam
tahu membaca dan menulis pada waktu
mulai
dikurangi.Hal
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
bahwa
nabi
Muhammad
75
itu.Rasul itu bukan datang dari tempat
dengan sanda beliau :” sesunggunya kita
lain, melainkan timbul dan bangkit
adalah umat yang ummiyy, tidak pandai
dalam kalangan kaum itu sendiri, dan
membaca dan berhitung.” Betapapun,
rasul itu sendiri juga seorang ummiy.
yang dimaksud dengan al-Ummiyyyin
Beliau tidak pernah belajar menulis dan
adalah masyarakat Arab.
mebaca sejak kecil sampai wahyu turun.
Kata
(seorang
Rasul
dari
Sehingga dia rasul yang ummiy dari
kalangan mereka ). Orang-orang Arab
kalangan yang ummiy.
pada waktu itu disebut sebagai orang)
orang yang buta huruf karena pada
fi/pada oleh ayat di atas berfungsi
umumya mereka tidak bisa membaca dan
menjelaskan
menulis. Dalam 100 orang belum tentu
keadaan
Rasul
SAW.
Ditengah mereka yakni bahwa beliau
senantiasa
berada
dalam
mereka, tidak pernah
bersama
meninggalkan
mereka, bukan juga pendatang di antara
mereka.
) al ummiyyyin
) minhum/dari mereka,
mengisyaratkan bahwa Rasulullah SAW
adalah bentuk jamak dari kata (‫)ﻲﻣﺃ‬
memiliki
ummiyy dan terambil dari kata (‫)ﻢﺃ‬
seluruh
umm/ibu dalam arti seorang yang tidak
sejarawan,
pandai membaca dan menulis. Seakan-
Taghlib yang tidak memiliki hubungan
akan keadaanya dari segi pengetahuan
darah dengan Rasul.
hubungan
suku-suku
Ibn
darah
Arab.
Iskaq,
dengan
Menurut
hanya
suku
sama dengan keadaanya ketika baru
Dalam kalangan mereka itulah
dilahirkan oleh ibunya atau sama dengan
nabi Muhammad SAW dibangkitkan
keadaan
pandai
dalam keadaan yang ummiy pula, (yang
Ini karena
membacakan kepada mereka akan ayat-
masyarakat Arab pada masa jahiliyah
ayatNya.), artinya bahwa diangkatnya
umumnya yang tak pandai membaca dan
nabi Muhammad yang ummiy menjadi
menulis, lebih-lebih kaum wanitanya.
seorang
Ada juga yang berpendapat bahwa kata
kepadanya wahyu illahi sebagai ayat-
ibunya
yang
membaca dan menulis.
dari
kata
Rasul,
lalu
diturunkan
(‫)ﺔﻣﺃ‬
ayat, yang pertama turun di gua hira,
ummah/umat yang menunjuk kepada
dimulai dengan ayat “Iqra‟”, artinya
masyarakat ketika turunnya al-Qur‟an
“bacalah!”. Pada ayat yang pertama dan
yang oleh Rasulullah SAW dilukiskan
“ allama bil qalam, „alamal insaana
ummiyy
terambil
tak
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
76
maa lam ya‟lama”. (yang mengajar
adalah
dengan memakai pena, mengajarkan
(agama), pengetahan hukum, penjelasan
kepada manusia barang yang tadinya
tentang
belum dia ketahui). Maka berturut-turut
pengamalan,
ayat yang lainya selama beliau di
memahami arti al-Hikmah dengan “as-
Mekkah dan pindah ke Madinah, semua
Sunah”, karena tidak ada yang selain al-
itu beliau bacakan dan beliau ajarkan
Qur‟an yang diajarkan Nabi Muhammad
“dan
SAW kecuali as –Sunnah.
menyucikan
membersihkan
jiwa
mereka”.
mereka
Yaitu
dari
“rahasia
persoalan-persoalan
kemaslahatan
(Dan
dst.”
serta
Imam
meskipun
cara
Syaf‟i
sebelumnya
kepercayaan yang sesat, dari akidah yang
adalah di dalam kesesatan yang nyata).
salah dari langkah yang menyesatkan
Oleh sebab itu supaya seseorang dapat
dan membersihkan badan mereka dari
menghayati hidup beragama, jangan
kotoran. Karena mereka selama itu
hanya bertumpu pada syari‟at dan tidak
belum mengenal arti kebersihan bagi
mengetahui latar belakangnya.
dirinya sehingga mereka diajarkan cara
berwudhu,
mandi
dan
bahwa perubahan yang terjadi pada
menghilangkan hadas dan najis. (Dan
seorang yang ummiy teerjadi setelah
mengajarkan kepada mereka akan kitab
kedatangan Rasul dari kalangan mereka
dan hikmah).
sendiri. Sebelum Rasul itu diutus banyak
Banyak
junub
Pada ujung ayat 2 menjelaskan
yang
terjadi kesesatan yang nyata pada bangsa
menafsirkan bahwa al-Kitab artinya
Arab. Mereka bukan hanya ummiy yang
adalah syari‟at itu sendiri yang berisi
buta huruf saja bahkan ummiy dalam hal
perintah
agama dan jalan yang benar. Misalnya
dan
ahli
tafsir
larangan.
Sedangkan
hikmah adalah arti dan rahasia dari
mereka
perintah
Dan
mereka hidup-hidup, perang suku, dan
mengajarkan al-Kitab merupakan isyarat
ka‟bah mereka jadikan tempat untuk
tentang
berkumpulnya
dan
larangan
pengajaran
itu.
“pengetahuan
kuburkan
anak
perempuan
berhala-berhala
lahiriah dari syariat”, adapun al-Hikmah
sesembahan mereka.
adalah “pengetahuan tentang keindahan,
Pola Pembinaan dan Pendidikan
rahasia, motif, serta manfaat-manfaat
Rasulullah
syariat”. Demikian menurut ar-Razi yang
Pola
dikenal dengan gelar al-Imam. Adapun
Rasulullah diwujudkan dalam empat
pembinaan
dan
pendidikan
maknanya menurut Abduh al-Hikmah
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
77
jenis, yaitu (Cecep Darmawan, 2006:
kerja produktif, aturan, atau tata
94):
tertib, visi, misi perusahaan serta
1. Metode Tilawah
tugas/kewajiban karyawan.Hal ini
Tilawah, memiliki makna membaca
dilakukan
yang diarahkan untuk membaca ayat-
kinerja atau mengingatkan kembali
ayat Allah.Ayat Allah tersebut bisa
motivasi kerja yang sebenarnya.
diartikan
dalam
bentuk
kauniyah
Konsep
Quran).Tilawah
kemampuan
diartikan
meningkatkan
3. Metode Tazkiyyah
(ciptaan, alam) dan qauliyyah (Al
sebagai
tazkiyyah
adalah
pembersihan
atau
kemampuan manusia membaca ayat
penyucian terhadap hal-hal yang
Allah secara luas, termasuk dalam
masih bercampur baur dengan kritis
kejadian alam, sejarah manusia, atau
dan
kondisi psikologis manusia itu sendiri.
tazkiyatun nafs (membedakan hasrat
Implikasinya adalah membudayakan
jiwa yang baik dan buruk) dan
membaca Al Qur‟an sebagai bentuk
tazkiyatun fikr (membedakan pola
pembinaan
pikir
psikologis
untuk
retrospeksi
dalam
yang
bentuk
baik
dan
meningkatkan kesalehan pribadi, dan
buruk).Implikasinya pelatihan untuk
dalam arti sosial dengan mengajak
mengubah prilaku dan kinerja yang
karyawan untuk membaca ayat Allah,
perlu diperbaiki.
misalnya dengan studi banding atau
4. Metode Hikmah
widyawisata
sesuai
dengan
teori
Metode hikmah adalah kemampuan
penguatan (reinforcement theory)
2.
untuk
untuk
menarik
suatu
Metode Taklim
tersembunyi
Taklim artinya proses pengajaran,
filosofis dari suatu kejadian.Hal ini
dalam hal ini pengajaran „kitab‟.
merupakan
Pengajaran adalah proses transfer dar
kearifan alam memaknai sebuah
pihak pertama kepada pihak kedua,
gejala atau kenyataan yang ada.
sedangkan
„kitab‟,
sebagaimana
atau
pelajaran
suatu
Adapun
teknik
hukum. Implikasinya ialah dengan
proses
mengajarkan
Darmawan, 2006: 98):
karyawan
perihal etos kerja, sosialisasi nilai-
kecerdasan
Teknik Dasar Proses Pendidikan
Arkoun, dimaknai sebagai sumber
kepada
pengetahuan
1.
pendidikan
dasar
adalah
dalam
(Cecep
Rasa Empati
nilai, teori-teori, kiat-kiat sukses, kiat
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
78
Dalam
Al
Quran
Surat
selalu ingat” (QS Al Isra 17:14). Al
At
Taubah:128
Quran mengisyaratkan harus adanya
disebutkan,”Sesungguhnya
telah
proses pengulangan (up grading)
datang kepadamu seorang Rasul dari
dan pemantapan hasil pembinaan.
kaummu sendiri…”. Konteks ayat
Dalam praktiknya, evaluasi kritis
ini
pelatihan perlu dilakukan untuk
adalah,
seorang
pembimbing/pembina/pelatih perlu
menguji
memosisikan diri sebagai pemimpin
sebuah pelatihan.
yang datang seolah-olah berasal dari
keberhasilan
Perumpamaan dan Cerita
kaum yang sama. Seorang pembina
“
diharapkan memiliki sifat (a) arif
perumpamaan …” (QS. An Nahl
dan tahu standar kualitas masalah
16:76).
dan kesulitan belajar peserta, (b)
menegaskan
tentang
jiwa
perumpamaan
atau
empatis
psikologis
terhadap
peserta,
kesuksesan
suksesnya
2.
3.
kualitas
(c)
kondisi
orientasi
terlatih,
mengajar,
Allah
membuat
Demikian
Al
(pula)
Quran
perlunya
cerita
dalam
pelatihan sebagai model kritik dan
bukan
(d)
Dan
evaluasi
pola
sendiri
kehidupannya
atas
refleksi
sendiri.Implkasinya
pendidikan yang penuh jiwa kasih
adalah pentingnya sebuah pemberian
sayang dengan menciptakan suasana
mekanisme
belajar yang penuh ketundukan pada
menarik kesimpulan atau hikmah
mekanisme
belajar
dari
memenuhi
kewajiban
dan
saling
masing-
belajar
suatu
disebutkan
untuk
dapat
cerita.
Sebagaimana
dalam
Al
masing.
“…Sesungguhnya
Adanya Pengulangan
mereka itu terdapat pelajaran bagi
Potensi insani yang memilki jiwa,
orang yang mempunyai akal…” (QS.
rasa dan pikiran mempengaruhi
Yusuf 12:11).
kualitas kehendak dan kekuasaan
dalam
mengaktualkan
4.
dalam
Quran,
kisah
Widyawisata
potensi
Al Quran memberikan suatu metode
tersebut.Oleh karena itu pelatihan
praktis dalam proses pelatihan, yaitu
perlu dilakukan secara berulang-
berwidyawisata.
ulang.“Dan sesungguhnya dalam Al
mereka tidak mengadakan perjalanan
Quran ini Kami telah ulang-ulangi
di muka bumi dan memperhatikan
(peringatan-peringatan) agar mereka
bagaimana
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
akibat
“Dan
yang
apakah
diderita
79
mereka…”
menetap dalam hati dan dibuktikan
(QS. Ar Rum 30:9, lihat juga AL
oleh amal”.Pernyataan Rasul ini
Hajj 22:30 dan Ali Imran 3:190).
sesuai dengan pentingnya mental
Ayat-ayat
memberikan
istiqamah dalam memegang prinsip
pelajaran bahwa widyawisata dapat
dan amal (praktik) dalam kehidupan
memberikan pengalaman langsung,
sehari-hari.Aplikasinya dapat berupa
empiris,
praktik lapangan, magang dan tugas
orang-orang
sebelum
tersebut
aktual
dan
objektif.
Aplikasinya dalam masa sekarang
kerja.
dikenal sebagai outbond training.
5.
6.
Konsep pendidikan Islami tidak
Uswah
akan dapat sepenuhnya dipahami tanpa
Adanya keteladanan dari pemimpin
terlebih dahulu memahami penafsiran
di
merupakan
Islam tentang pengembangan individu
metode yang efektif dalam proses
(Ali Ashraf, 1996:1). Dari pernyataan
pelatihan
pembinaan.
tersebut dapat ditegaskan bahwa proses
Keberhasilan proses pelatihan bisa
pendidikan merupakan sebuah proses
dipengaruhi oleh uswah positif yang
aktualisasi atau pemberdayaan potensi-
ada dilingkungan kerja yang akan
potensi keinsaniahan. Pola pendidikan
membentuk
yang perlu dikembangkan sesuai dengan
lingkungan
kerja
dan
budaya
organisasi.
Sebagaimana dinyatakan dalam Al
hakikat
Quran, “Sesungguhnya telah ada
pendidikan jismiyyah yaitu terhadap
pada diri Rasulullah itu suri tauladan
potensi jasmani, (b) pendidikan ruhiyah
yang baik bagimu…” (QS Al Ahzab
untuk mengembangkan semangat/ghirah
33:21, lihat juga Al Mumtahanah
atau mental insani, dan (c) pendidikan
60:4 dan Ash Shaff 61:2-3)
fi‟liyyah,
Memberikan Ruang Praktikal
seluruh potensi indrawi manusia.
Memberikan ruang praktik kepada
insaniyah
yaitu
Dengan
adalah
(a)
teroptimalisasikannya
demikian,
dalam
pengembangan
perlu
peserta pelatihan merupakan satu
pelatihan
jenis metode pelatihan yang relevan
diperhatikan
untuk
menurut
wawasan teoritis, dan dimensi ruhiyah.
Falsafah
Dimensi terakhir inilah yang merupakan
Nabi
bahan pertimbangan dasar dalam proses
dikedepankan
Syaibany
Pendidikan
dalam
buku
Islam.Hadits
menyatakan bahwa,”Bukanlah iman
dan
itu
dimensi
keterampilan,
pengembangan sumber daya manusia.
dengan berangan-angan, tetapi yang
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
80
peran
Kesimpulan
Dari pemaparan diatas dapat
dalam
memelihara
dan
mengembangkan kemampuan individu
disimpulkan bahwa Manajemen Sumber
dan
Daya Manusia, sebagai ilmu terapan dari
Penelitian
lain
ilmu manajemen memiliki fungsi-fungsi
perubahan
pada
yang sama dengan fungsi manajemen,
kebiasaan
merupakan
yaitu
pengorganisasian,
pelatihan. Reaksi atas program pelatihan
pengendalian.
berkaitan dengan karakter personal dan
perencanaan,
pengarahan
dan
organisasi
secara
keseluruhan.
menyatakan
pengetahuan
hasil
dari
situasional
MSDM memiliki beberapa fungsi-fungsi
perihal
operasional.
Pelatihan merupakan satu
pelatihan berkaitan dengan pekerjaan
diantara proses yang signifikan dalam
mereka serta otoritas dan kebebasan
fungsi manajemen sumber daya manusia
mereka untuk memulai perubahan yang
suatu organisasi. Pelatihan memainkan
disarankan dalam pelatihan
DAFTAR PUSTAKA
Cecep Darmawan, 2006, Kiat Sukses
Manajemen
Rasulullah:
Manajemen
Sumber
Daya
Insasni Berbasis Nilai-Nilai
Ilahiyah, Penerbit Khazanah
Intelektual, Bandung
Bambang Wahyudi, 2002, Manajemen
Sumber Daya Manusia, Jilid 1,
CV.Sulita, Bandung
Baron, Angela dan Amstrong, Michael,
2007,
Human
Capital
Management: Achieving Added
Value Through People, Kogan
page
Ltd.,
London
and
Philadelphia
Bernardin, H. John, 2003, Human
Resources Management: An
Experiential
Approach,
3rd
Edition,
McGraw-Hill/Irwin,
New York
Carrol, Stephen J., and Nash, Allan N.,
1970, Some Personal and
Situational
Correlates
of
Reaction
to
Management
Development
Training, The
Academy of Management Journal
Vol.13, No.2:187-196
dukungan
persepsi
dan
Disamping fungsi-fungsi pokok tersebut,
A. Usmara, Editor, 2007, Paradigma
Baru Manajemen Sumber Daya
Manusia,
Amara
Books,
Yogyakarta.
dalam
bahwa
peserta
manajemen,
isi
Gomez-Mejia, Luis R., et.al., 2004,
Managing Human Resources, 4th
Edition, Pearson Education, Inc.,
Upper Saddle River.
Malthis, Robert L. dan Jackson, John H.,
2004,
Human
Resources
th
Management,
10
Edition,
South-Western,
Ohio
–
Penerjemah: Diana Angelica,
2006, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta
Mathieu, John E., 1992, Influences of
Individual
and
Situational
Characteristic on Measures of
Training
Effectiveness,
The
Academy of Management Journal
Vol.35, No.4:828-847
10)
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
Noe, Raymond A., 2002,
Employee
Training
and
Development, 2nd Edition, The
81
McGraw-Hill Companies, Inc.,
New York
Results, Harvard Business School
Press, Boston
Noe, Raymond A., et al., 2003, Human
Resources
Management
:
Gaining
A
Competitive
Advantage, 4th Edition, The
McGraw-Hill Companies, Inc.,
New York
Valle, Ramon, et al., 2000, Business
strategy, work process and
human resources training: are
they congruent?, Journal of
Organizational Behavior Vol
21:283-297
Soenarjo,
1971,
Al
Qur‟an
danTerjemahnya,
Yayasan
Penyelenggara Penterjemah Al
Qur‟an, Jakarta.
Werner, Jon M., dan DeSimone, Randy
L., 2009, Human Resources
Development, 5th Edition, SouthWestern Cengage Learning,
Mason
Ulrich, Davis, 1997, Human Resources
Champions: The Next Agenda for
Adding Value and Delivering
Al Qur‟an Digital
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
82
Download