Modul Komunikasi Organisasi dan Kepemimpinan [TM3]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
KOMUNIKASI
ORGANISASI
Teori Organisasi
Fakultas
Program Studi
Tatap Muka
PASCASARJANA
MAGISTER ILMU
KOMUNIKASI
03
Kode MK
Disusun Oleh
MK52004
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Abstract
Kompetensi
Dalam sejarahnya, teori
organisasi berkembang
demikian jauh dari mulai yang
sifatnya mekanistik-liner hingga
yang mengutamakan hubungan
manusiawi. Tiga kelompok teori
komunikasi organisasi akan
dikupas berdasarkan urutan
kelahiranyya .
Setelah membaca modul ini,
mahasiswa diharapkan dapat
memahami dan menerapkan
tetang:
1. Fase klasik teori orgamisasi
2. Fase aliran perilaku,
transisional
3. Fase mutakhir menuju
subjektivisme.
MODUL 3
TEORI ORGANISASI
A. Pendahuluan
Sebagai sebuah kajian, organisasi dapat dilihat dalam berbagai teori.
Antara teori yang satu berbeda dengan teori yang lain, meskipun kita dapat
memahami bahwa tidak ada teori yang salah. Semua teori benar, tergantung
penggunaannya. Apa yang dimaksud dengan teori?
Menurut Hedriksen (1992), pengertian teori adalah suatu susunan
hipotesis, konsep, dan prinsip pragmatis yang membentuk kerangka umum
referensi untuk suatu bidang yang dipertanyakan. Menurut Kerlinger (1973), teori
adalah konsep-konsep yang berhubungan satu sama lainnya yang mengandung
suatu pandangan sistematis dari suatu fenomena. Selain itu, ada tiga hal yang
perlu diperhatikan jika ingin mengenal teori yaitu:
1. Teori adalah suatu proporsi yang terdiri dan konstrak yang sudah
didefinisikan secara luas sesuai dengan hubungan unsur-unsur dalam
proporsi tersebut secarajelas.
2. Teori menjelaskan hubungan antar variabel sehingga pandangan yang
sistematik dari fenomena yang diterangkan variabel-variabel tersebut
dapat jelas.
3. Teori menerangkan fenomena dengan cara menspesifikasikan variabel
yang saling berhubungan.
Suatu teori adalah kumpulan dari beberapa konsep yang membentuk
suatu pola realitas. Teori adalah suatu pernyataan yang menjelaskan secara
khusus suatu proses, peristiwa, atau fenomena yang didasarkan pada observasi
beberapa fakta, namun tanpa bukti absolut atau langsung. Beberapa teori
membentuk suatu kelompok pertanyaan yang berkaitan satu sama lain sehingga
2012
2
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
memberi makna pada suatu rangkaian kejadian. Teori dapat diuji, dirubah, atau
digunakan sebagai pemandu riset atau sebagai dasar evaluasi. Teori diperoleh
melalui dua metode pokok, yaitu secara deduktif dan induktif. Cara deduktif
dimulai dengan menguji suatu gagasan umum, kemudian melakukan tindakan
khusus untuk menarik suatu kesimpulan khusus. Sedangkan dengan cara
induktif prosesnya berlangsung sebaliknya1.
Menurut Emory-Cooper (1999)2, teori adalah suatu kumpulan konsep,
definisi, proposisi, dan variable yang berkaitan satu sama lain secara sistematis
dan telah digeneralisasikan, sehingga dapat menjelaskan dan memprediksi suatu
fenomena (fakta-fakta) tertentu.
Tulisan ini tidak akan membicarakan tentang fungsi teori dalam riset
ilmiah (penelitian), tetapi lebih menekankan bagaimana ragam teori (perspektif)
dalam menjelaskan organisasi. Organisasi telah menjadi objek kajian berbagai
perspektif, hingga memunculkan tiga lairan atau fase besar, yaitu: (1) fase aliran
klasik atau teori struktural kalsik, (2) fase aliran perilaku atau teori transisional,
dan (3) fase teori mutakhir menuju subjektivisme3.
B. Fase Aliran Klasik Atau Teori Struktural Klasik
Teori Struktural Kalsik (TSK) berasal dari dua teori yaitu: Pertama, teori
saintifik manajemen yang dikembangkan oleh W. Tylor (1911) yang menekankan
kepada pembagian kerja untuk mndapatkan hasil yang maksimal dan biaya
seefisien mungkin. Penerusnya, Henry Fayol (1911) mengembangkan agak lebih
luas yang menekankan kepada spesialisasi pekerjaan, otoritas, control dan
pendelegasian tanggung jawab. Kedua, berasal dari teori birokrasi yang
1
2
3
Lihat http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-teori-apa-itu-teori.html#_
Lihat Umar, 2002, hal. 55.
Lihat Masmuh, 2013, hal. 116-183.
2012
3
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dikembangkan oleh Max Weber (1947) yang menekankan pada pentingnya
bentuk struktur hierarki yang efektif bagi organisasi4.
Bila merujuk kepada uraiannya Masmuh5, fase aliran klasik terdiri dari
beberap teori, yaitu teori manajemen ilmiah, teori birokrasi, dan teori manajemen
administrasi.
1. Teori Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah,
atau dalam
bahasa Inggris disebut
scientific
management, pertama kali dipopulerkan oleh Frederick Winslow Taylor dalam
bukunya yang berjudul Principles of Scientific Management pada tahun 1911.
Dalam bukunya itu, Taylor mendeskripsikan manajemen ilmiah
adalah
“penggunaan
dalam
metode
ilmiah
untuk
menentukan
cara
terbaik
menyelesaikan suatu pekerjaan.” Beberapa penulis seperti Stephen Robbins
menganggap tahun terbitnya buku ini sebagai tahun lahirnya teori manajemen
modern.
Ide tentang penggunaan metode ilmiah muncul ketika Taylor merasa
kurang
puas
dengan
ketidakefesienan
pekerja
di
perusahaannya.
Ketidakefesienan itu muncul karena mereka menggunakan berbagai macam
teknik yang berbeda untuk pekerjaan yang sama, nyaris tak ada standar kerja di
sana. Selain itu, para pekerja cenderung menganggap gampang pekerjaannya.
Taylor berpendapat bahwa hasil dari para pekerja itu hanyalah sepertiga dari
yang seharusnya. Taylor kemudian, selama 20 tahun, berusaha keras
mengoreksi keadaan tersebut dengan menerapkan metode ilmiah untuk
4
5
Lihat Muhammad, 2001, hal. 35.
Lihat Masmuh, 2013, hal. 116128.
2012
4
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
menemukan sebuah “teknik paling baik” dalam menyelesaikan tiap-tiap
pekerjaan6.
Pada teori manajemen ilmiah, pengelolaan organisasi didasarkan pada
prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Pembagian pekerjaan
b. Otoritas dan tanggung jawab
c. Kesatuan komando
d. Kesatuan arah
e. Minat masing-masing bawahan terhadap minat umum
f.
Pembayaran yang wajar
g. Sentralisasi
h. Mata rantai komando
i.
Perintah
j.
Kesamaan
k. Stabilitas kedudukan personel yang tetap
l.
Inisiatif
m. Rasa kesatuan korp7
Senada dengan Muhammad, Masmuh8
dengan mengutif (Myres,
1987;52), mencatat beberapa variable yang menjadi titik tekan dalam teori
manajemen ilmiah, yaitu:
a. Pentingnya
peranan
manajemen
dalam
menggerakkan
dan
meningkatkan produktivitas perusahaan.
b. Pengangkatan dan pemanfaatan tenaga kerja dengan persyaratanpersyaratannya.
6
7
8
Lihat https://kinantiarin.wordpress.com/teori-manajemen-ilmiah/
Lihat Muhammad, 2001, hal. 35-36.
Lihat Masmuh, 2013, hal. 117
2012
5
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Kondisi yang cukup untuk meningkatkan produktivitas kerja.
Taylor membuat sebuah pedoman yang jelas tentang cara meningkatkan
efesiensi produksi. Pedoman tersebut adalah:
1. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang,
yang akan menggantikan metode lama yang bersifat untung-untungan.
2. Secara
ilmiah,
pilihlah
dan
kemudian
latihlah,
ajarilah,
atau
kembangkanlah pekerja tersebut.
3. Bekerja samalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja untu
menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan
prinsip-prinsip ilmu yang telah dikembangkan tadi.
4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir merata antara
manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil alih semua
pekerjaan yang lebih sesuai baginya daripada bagi para pekerja.
Dalam teori manajemen ilmiah, peranan manejer menjadi sangat sentral
untuk dalam menata organisasi atau perusahaan hingga pada penentuan
kebijakan yang menentukan kinerja perusahaan. Perusahaan demikian ketat
untuk membuat spesialisasi pada pegawainya sehingga mampu memberikan
efisiensi bagi perusahaan. Beberapa ilmuwan lain yang bernaung di bawah teori
manajemen ilmiah ini diantaranya: Robert Owen, Charles Babbage, henry L.
Gantt, dan Frank B. dan Lilian M. Gilberth, serta Herrington Emerson.
2. Teori Birokrasi
Teori ini digagas oleh Max Weber (1864-1920) yang lebih menekankan
kepada bagaimana manusia bertindak secara rasional untuk mencapai
2012
6
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
tujuannya9. Sejatinya, teori Weber tidak secara khusus membahas tentang
komunikasi, namun pandangan Weber mampu meletakan dasar-dasar asumsi
yang
sangat
kuat
yang
memengaruhi
para
ahli
komunikasi
dalam
menggambarkan atau menjelaskan mengenai komunikasi dalam organisasi.
Teori birokrasi memandang organisasi sebagai proses birokrasi yang
memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Adanya aturan-aturan, norma-norma, dan prosedur yang baku mengenai
apa yang dilakukan dalam menyelesaikan tugas-tugas organisasi.
b. Spesialisasi peranan anggota menurut pembagian pekerjaan.
c. Hierarki otoritas secara formal.
d. Pekerjaan karyawan dikualifikasikan berdasarkan kompetensi teknis dan
kemampuan melakukan pekerjaan
e. Saling pertukaran dalam pekerjaann sehingga memungkinkan orang lain
menggantikan pekerjaan seseorang.
f.
Hubungan
interpersonal
di
antara
anggota
organisasi
bersifat
professional dan personal.
g. Deskripsi pekerjaan yang rinci harus diberikan kepada anggota
organisasi yang merupakan pedoman dalam melaksanakan tugas dan
tanggung jawab.
h. Rasionalitas dan kemungkinan meramalkan aktivitas organisasi dan
penyelesaian tujuan10.
9
10
Lihat Morissan, 2009, hal 27.
Lihat Muhammad, 2001, hal. 36.
2012
7
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sebagai sebuah teori tentau memiliki kelebihan dan kekurangan. Artinya
tidak ada satupun dari teori yang melihat realitas secara utuh (komprehensif),
melainkan hanya melihat dari satu sudut saja.
Kelebihan Birokrasi Weberian:
1. Agar Fokus, Birokrasi harus dicerna sebagai satu fenomena sosiologis.
Dan
birokrasi
sebaiknya
dipandang
sebagai
buah
dari
proses
rasionalisasi.
2. Konotasi atau anggapan negatif terhadap birokrasi sebenarnya tidak
mencerminkan birokrasi dalam sosoknya yang utuh. Birokrasi adalah
salah satu bentuk dari organisasi, yang diangkat atas dasar alasan
keunggulan teknis, di mana organisasi tersebut memerlukan koordinasi
yang ketat, karena melibatkan begitu banyak orang dengan keahliankeahlian yang sangat bercorak ragam.
3. Ada tiga kecenderungan dalam merumuskan atau mendefinisikan
birokrasi, yakni: pendekatan struktural, pendekatan behavioral (perilaku)
dan pendekatan pencapaian tujuan dari Max Weber
a. Apa yang telah dikerjakan oleh Max Weber adalah melakukan
konseptualisasi sejarah dan menyajikan teori-teori umum dalam
bidang sosiologi. Di antaranya yang paling menonjol adalah
teorinya mengenai birokrasi.
b. Cacat-cacat yang seringkali diungkapkan sebenarnya lebih tepat
dicerna sebagai disfungsi birokrasi. Dan lebih jauh lagi, birokrasi
itu sendiri merupakan kebutuhan pokok peradaban modern.
Masyarakat modern membutuhkan satu bentuk organisasi
birokratik. Pembahasan mengenai birokrasi mempunyai kemiripan
dengan apa yang diamati oleh teori organisasi klasik.
2012
8
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Dalam membahas mengenai otorita. Weber mengajukan tipe
idealnya yang terdiri dari: otorita tradisional, kharismatik dan legal
rasional.
Otorita
tradisional
mendasarkan
diri
pada
pola
pengawasan di mana legimitasi diletakkan pada loyalitas
bawahan
kepada
atasan.
Sedang
otorita
kharismatik
menunjukkan legimitasi yang didasarkan atas sifat-sifat pribadi
yang luar biasa. Adapun otorita legal rasional kepatuhan
bawahan di dasarkan atas legalitas formal dan dalam yurisdiksi
resmi.
d. Kelemahan dari teori Weber terletak pada keengganan untuk
mengakui adanya konflik di antara otorita yang disusun secara
hirarkis dan sulit menghubungkan proses birokratisasi dengan
modernisasi
yang
berlangsung
di
negara-negara
sedang
berkembang.
4. Ada tujuh hal penting yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan
organisasi birokratik Pentingnya Birokrasi
a. Teori yang lama memandang birokrasi sebagai instrumen politik.
Tetapi dalam
perkembangan selanjutnya, teori tersebut ditolak,
dengan menyatakan pentingnya peranan birokrasi dalam seluruh
tahapan atau proses kebijakan publik.
b. Menurut Robert Presthus, pentingnya birokrasi diungkapkan
dalam peranan-nya sebagai "delegated legislation", "initiating
policy" dan"internal drive for power, security and loyalty".
c. Dalam membahas birokrasi ada tiga pertanyaan pokok yang
harus diperhati-kan, (1) bagaimana para birokrat dipilih, (2)
apakah peranan birokrat dalam pembuatan keputusan, dan (3)
2012
9
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
bagaimana para birokrat diperintah. Dalam hubungannya dengan
pertanyaan kedua, hal pertama yang perlu disadari adalah ada
perbedaan antara proses pembuatan keputusan yang aktual
dengan yang formal. Dalam kenyataan birokrat merupakan
bagian dari para pembuat keputusan.
Kelemahan Birokrasi Weberian
Pentingnya peranan birokrasi amat menonjol dalam negara-negara
sedang berkembang dimana mereka semuanya telah memberikan prioritas
kegiatannya pada penyelenggaraan pembangunan nasional. Di negara-negara
ini kelemahan dan Problema dalam teori Birokrasi weber
a.
Kelemahan - kelemahan yang ada pada birokrasi terletak dalam hal:
1. Penetapan standar efisiensi yang dapat dilaksanakan secara
fungsional
2. Terlalu menekankan aspek-aspek rasionalitas, impersonalitas
dan hirarki
3. Kecenderungan birokrat untuk menyelewengkan tujuantujuan organisasi
4. Berlakunya pita merah dalam kehidupan organisasi
b.
Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam birokrasi sebenarnya
tidak berarti bahwa birokrasi adalah satu bentuk organisasi yang
negatif, tetapi seperti dikemukakan oleh K. Merton lebih merupakan
"bureaucratic
dysfunction"
dengan
ciri
utamanya
"trained
incapacity''.
c.
Usaha-untuk memperbaiki penampilan birokrasi diajukan dalam
bentuk teori birokrasi sistem perwakilan. Asumsi yang dipergunaksn
2012
10
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
adalah bahwa birokrat di pengaruhi oleh pandangan nilai-nilai
kelompok sosial dari mana ia berasal. Pada gilirannya aktivitas
administrasi diorientasikan pada kepentingan kelompok sosialnya.
Sementara itu, kontrol internal tidak dapat dijalankan. Sehingga
dengan birokrasi sistem perwakilan diharapkan dapat diterapkan
mekanisme kantrol internal. Teori birokrasi sistem perwakilan
secara konseptual amat merangsang, tetapi tidak mungkin untuk
diterapkan. Karena teori ini tidak realistik, tidak jelas kriteria
keperwakilan, emosional dan mengabaikan peranan pendidikan11.
3. Teori Manajemen Administrasi
Teori
yang
di
manajemen administrasi erat kaitannya dengan teori birokrasi,
dalamnya
sama-sama
menekankan
spesialisasi,
hierarki,
dan
profesionalisme. Teori manajemen administrasi dikembangkan oleh henry Fayol,
Chester Bernard, Lyndal F. Urwick, Mooney dan Reiley.
Henry Fayol (1841-1925) misalnya, mengatakan bahwa semua kegiatan
dalam bidang industri dapat digolongkan ke dalam enam kelompok, yaitu:
1. Kegiatan-kegiatan Teknikal
2. Kegiatan-kegiatan komersial
3. Kegiatan-kegiatan Financial
4. Kegiatan-kegiatan Keamanan
5. Kegiatan-kegiatan akuntansi dan
6. Kegiatan-kegiatan manajerial
11
Lihat http://makassar.lan.go.id/index.php/galery/galeri-video/inovasi/123lan/knowledgebase/refleksi/493-kelebihan-dan-kekurangan-birokrasi-weberian
2012
11
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Selain itu, Fayol juga menyatakan bahwa terdapat 14 dasar yang menjadi
kaidah perkembangan teori administrasi. Kaidah manajemen tersebut terdiri atas
pembangian kerja, wewenang dan tanggung jawab, disiplin, kesatuan perintah,
kesatuan
pengarahan,
mendahulukan
kepentingan
umum,
balas
jasa,
sentralisasi, rantai skalar, tata terbit, keadilan, kelangganggengan personalia,
inisiatif dan semangat korps
Sementara itu, James D Mooney dan Allen Reilly berbepndapat bahwa
koordinasi memegang peranan penting dalam sebuah perencanaan organisasi
yang didalmnya menyangkut:
a. Pembagian kerja
b. Wewenang dan tanggung jawab
c. Disiplin
d. Kesatuan perintah
e. Kesatuan pengarahan
f.
Mendahulukan kepentingan umum
g. Balas jasa
h. Sentralisasi
i.
Rantai Skalar
j.
Aturan
k. Keadilan
l.
Kelanggengan personalia
m. Inisiatif
n. Semangat korps
Kegiatan manajerial atau “Fayol’s Functionalism” melingkupi hal-hal
berikut ini:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
2012
12
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
c. Pemberian perintah
d. Pengkoordinasian
C. Fase Aliran Perilaku, Teori Transisional (Teori Neoklasik)
Ada banyak sebutan untuk menunjuk teori ini, di antaranya: aliran perilaku
(Myres), teori transisional (Wayne Pace), teori organisasi neoklasik (Sukanto
reksohadiprodjo), teori atau aliran hubungan manusiawi (the human relations
movement)12. Teori ini
menekankan kritisnya peranan individu (atau perilaku
manusia yang mengutamakan hubungan manusiawi) untuk efektivitas organisasi.
Teori organisasi hubungan kemanusiaan berangkat dari suatu anggapan
bahwa dalam kenyataan sehari-hari organisasi merupakan hasil dari hubungan
kemanusiaan (human relation). Teori ini beranggapan bahwa organisasi dapat
diurus dengan baik dan dapat mencapai sasaran yang ditetapkan apabila
didalam organisasi itu terdapat hubungan antar-pribadi yang serasi. Hubungan
itu dapat berlangsung antara pimpinan dengan pimpinan yang setingkat, antara
pimpinan dengan bawahan, antara bawahan dengan pimpinan, antara bawahan
dengan bawahan. Tujuan dilaksanakannya human relation adalah untuk
mendapatkan:
a. Kepuasan psikologis para karyawan,
b. Moral yang tinggi,
c. Disiplin yang tinggi,
d. Loyalitas yang tinggi,
e. Motivasi yang tinggi.
D. Teori Mutakhir Menuju Subjektivisme
12
Lihat masmuh, 2013, hal. 143.
2012
13
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dalam perkembangannya, oragnisasi dituntut untuk dapat menyesuaikan
dengan srus perubahan yang serta mampu seirama dengan globalisasi. Jika
tidak mampu beradaptasi, maka organisasi hanyalah kumpulan orang-orang
yang beraktivitas tanpa rencana, tidak memiliki spirit kompetitif sehingga pada
gilirannya menjadi organisasi yang statis. Salah satu teori dibawah naungan teori
mutakhir ini adalah teori pendekatan sistem yang digagas oleh karl Weick.
Karl Weick (pelopor pendekatan sistem informasi) menganggap struktur
hirarkhi, garis rantai komando komunikasi, prosedur operasi standar merupakan
musuh dari inovasi. Ia melihat organisasi sebagai kehidupan organis yang harus
terus menerus beradaptasi kepada suatu perubahan lingkungan dalam orde
untuk mempertahankan hidup. Pengorganisasian merupakan proses memahami
informasi yang samar-samar melalui pembuatan, pemilihan, dan penyimpanan
informasi. Weick meyakini organisasi akan bertahan dan tumbuh subur hanya
ketika anggota-anggotanya mengikutsertakan banyak kebebasan (free-flowing)
dan komunikasi interaktif. Untuk itu, ketika dihadapkan pada situasi yang
mengacaukan, manajer harus bertumpu pada komunikasi dari pada aturanaturan.
Teori Weick tentang pengorganisasian mempunyai arti penting dalam
bidang
komunikasi karena
ia menggunakan komunikasi
sebagai basis
pengorganisasian manusia dan memberikan dasar logika untuk memahami
bagaimana
orang
berorganisasi.
Menurutnya,
kegiatan-kegiatan
pengorganisasian memenuhi fungsi pengurangan ketidakpastian dari informasi
yang diterima dari lingkungan atau wilayah sekeliling. Ia menggunakan istilah
ketidakjelasan untuk mengatakan ketidakpastian, atau keruwetan, kerancuan,
dan kurangnya predictability. Semua informasi dari lingkungan sedikit banyak
sifatnya tidak jelas, dan aktivitas-aktivitas pengorganisasian dirancang untuk
mengurangi ketidakpastian atau ketidakjelasan.
Weick memandang pengorganisasian sebagai proses evolusioner yang
bersandar pada sebuah rangkaian tiga proses:
2012
14
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Penentuan (enachment)à seleksi (selection)à penyimpanan (retention).
Penentuan adalah pendefinisian situasi, atau mengumpulkan informasi yang
tidak jelas dari luar. Ini merupakan perhatian pada rangsangan dan pengakuan
bahwa ada ketidakjelasan. Seleksi, proses ini memungkinkan kelompok untuk
menerima aspek-aspek tertentu dan menolak aspek-aspek lainnya dari informasi.
Ini mempersempit bidang, dengan menghilangkan alternatif-alternatif yang tidak
ingin dihadapi oleh organisasi. Proses ini akan menghilangkan lebih banyak
ketidakjelasan dari informasi awal. Penyimpanan yaitu proses menyimpan aspekaspek tertentu yang akan digunakan pada masa mendatang. Informasi yang
dipertahankan diintegrasikan ke dalam kumpulan informasi yang sudah ada yang
menjadi dasar bagi beroperasinya organisasinya.
Setelah dilakukan penyimpanan, para anggota organisasi menghadapi
sebuah masalah pemilihan. Yaitu menjawab pertanyaan-pertanyaan berkenaan
dengan kebijakan organisasi. Misal, ”haruskah kami mengambil tindakan
berbeda dari apa yang telah kami lakukan sebelumnya?”
Sedemikian jauh, rangkuman ini mungkin membuat anda mempercayai
bahwa organisasi bergerak dari proses pengorganisasian ke proses lain dengan
cara yang sudah tertentu: penentuan; seleksi; penyimpanan; dan pemilihan.
Bukan begitu halnya. Sub-subkelompok individual dalam organisasi terus
menerus melakukan kegiatan di dalam proses-proses ini untuk menemukan
aspek-aspek lainnya dari lingkungan. Meskipun segmen-segmen tertentu dari
organisasi mungkin mengkhususkan pada satu atau lebih dari proses-proses
organisasi, hampir semua orang terlibat dalam setiap bagian setiap saat. Pendek
kata di dalam organisasi terdapat siklus perilaku.
Siklus
perilaku
adalah
kumpulan-kumpulan
perilaku
yang
saling
bersambungan yang memungkinkan kelompok untuk mencapai pemahaman
tentang pengertian-pengertian apa yang harus dimasukkan dan apa yang ditolak.
2012
15
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Di dalam siklus perilaku, tindakan-tindakan anggota dikendalikan oleh aturanaturan berkumpul yang memandu pilihan-pilihan rutinitas yang digunakan untuk
menyelesaikan proses yang tengah dilaksanakan (penentuan, seleksi, atau
penyimpanan).
Demikianlah pembahasan tentang konsep-konsep dasar dari teori Weick,
yaitu: lingkungan; ketidakjelasan; penentuan; seleksi; penyimpanan; masalah
pemilihan; siklus perilaku; dan aturan-aturan berkumpul, yang semuanya
memberi kontribusi pada pengurangan ketidakjelasan13.
________________________________
Referensi:
Masmuh, Abdullah, 2013. Komunikasi Organisasi dalam Perspektif Teori dan
Praktek. Malang: UMM Press.
Morissan, 2009. Teori Komunikasi Organisasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Muhammad, 2001. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
Umar, Husen, 2002. Metode Riset Komunikasi Organisasi. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
http://www.pengertianahli.com/2014/04/pengertian-teori-apa-itu-teori.html#_
https://kinantiarin.wordpress.com/teori-manajemen-ilmiah/
http://adiprakosa.blogspot.co.id/2007/12/teori-komunikasi-organisasi.html
13
Lihat http://adiprakosa.blogspot.co.id/2007/12/teori-komunikasi-organisasi.html
2012
16
Komunikasi Organisasi dan
Kepemimpinan
Dr. Dadan Anugrah, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download