plagiat merupakan tindakan tidak terpuji plagiat

advertisement
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013
DI KELAS 8E SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA
PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR
skripsi
disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Matematika
oleh
Giovannia Esya Nirmala Bestari
101414065
PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2015
i
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
iii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
HALAMAN PERSEMBAHAN
“Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta
keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan . Dan pengetahuan adalah
hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai
cinta”
Kahlil Gibran
Kupersembahkan karya ini untuk:
Allah Bapa di surga, Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, dan Santo Giovanni yang telah
memberikan berkat dan penyertaan-Nya kepada penulis.
Mama dan Papa tercinta yang dengan semangat membantu, tak pernah lupa mendoakan,
dan senantiasa memberi dukungan moril dan materil.
Anak tercintaku yang menjadi semangat bagi penulis menyelesaikan skripsi ini.
Adikku tersayang yang dengan setia mendukung dan memberikan banyak bantuan dan
doa bagi penulis.
Sahabat serta teman-temanku, terima kasih atas kebersamaan, dukungan serta doanya.
iv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
v
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
vi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRAK
Giovannia Esya Nirmala Bestari. 2015. ANALISIS PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013
DI KELAS 8E SMP PANGUDI LUHUR 1 YOGYAKARTA PADA MATERI
BANGUN RUANG SISI DATAR. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Matematika. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma.
Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui sejauh mana kegiatan
pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dilaksanakan sesuai
dengan Kurikulum 2013 yakni dengan menggunakan pendekatan saintifik, (2)
mengetahui apakah Buku Teks Matematika SMP Kelas VIII Pegangan Guru
Kurikulum 2013 dapat mendukung pelaksanan proses pembelajaran saintifik di kelas 8E
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang
berupa studi kasus tentang pembelajaran yang berlangsung di kelas 8E SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta pada materi Bangun Ruang Sisi Datar dan penggunaan Buku
Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013. Data dalam penelitian ini
berupa dokumentasi hasil observasi kegiatan pembelajaran, hasil wawancara dengan
guru mata pelajaran, dan hasil wawancara dengan beberapa peserta didik. Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di
kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta materi Bangun Ruang Sisi Datar kurang
sesuai dengan yang diidealkan dalam Kurikulum 2013 dengan persentasi 55,6%
berdasarkan MPG Matematika SMP Tahun 2013. Kegiatan pembelajaran dibagi
menjadi 3 tahap yaitu, (a) tahap pendahuluan pembelajaran yang dilaksanakan kurang
sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan persentase 55,6%, (b) tahap inti pembelajaran
yang dilaksanakan cukup sesuai dengan Kurikulum 2013 dengan persentase 61,1%, dan
(c) tahap penutup pembelajaran yang dilaksanakan kurang sesuai dengan Kurikulum
2013 dengan persentase 50,0%. (2) Rumusan masalah pada nomor 2 tidak dapat dijawab
karena intensitas penggunaan Buku Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum
2013 sangat minim pada saat proses pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar. Faktor-faktor penyebab penggunaan
buku minim yaitu (a) peserta didik mengalami kesulitan memahami materi yang ada di
dalam buku, (b) tingkat kesulitan soal dalam buku cukup tinggi, (c) terdapat banyak
kesalahan cetak, (d) guru menggunakan sumber belajar lain, (e) waktu yang disediakan
guru kurang mencukupi untuk melaksanakan pembelajaran yang sesuai dengan langkahlangkah yang ada di dalam buku, (f) keterlambatan pendistribusian buku ke sekolahsekolah, dan (f) guru memilih menggunakan modul pribadi untuk melaksanakan
kegiatan pembelajaran.
Kata kunci: Analisis Kegiatan Pembelajaran. Pendekatan Saintifik. Buku Matematika
Kelas VIII Pegangan Guru.
vii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ABSTRACT
Giovannia Esya Nirmala Bestari. 2015. ANALYZE OF IMPLEMENTATION
LEARNING WITH SCIENTIFIC APPROACH CURRICULUM 2013 IN 8E
CLASS OF PANGUDI LUHUR 1 JUNIOR HIGH SCHOOL IN GEOMETRY
FLAT SIDE TOPIC. Skrips. Matehmatic Education Courses. Departement of
Mathematic Education and Science. Faculty of Teacher Training and Education.
Sanata Dharma University. Yogyakarta. The research aims to (1) determine the
extent of learning activities in 8E class of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High
School are carried out in accordance with Curriculum 2013 with scientific approach, (2)
determine whether the Mathematic 8th Grade teacher’s textbook Curriculum 2013 can
support the learning process of scientific approach in 8E claas of Pangudi Luhur 1
Junior High School. This research is qualitative resear in the foem of case stidies about
the learning that takes place in 8E class of Pangudi Luhur 1 Junior High School in
Geometry Flat Side Topic and use of Mathematic 8th Grade teacher’s textbook
Curriculum 2013. Datas in this research are documentation of the observation of
learning activities, interviews with teachers, and interviews with several students. This
result of research indicate that (1) learning activities carried out in 8E class of Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta Junior High School in Geometry Flat Side topic less according to
the Curriculum 2013 with a percentage of 56,6% based MPG Matematika SMP 2013.
Learning activities are devided into three phases, (1) the preliminary stage of learning
that was carried out less accordanced with Curriculum 2013 with a percentage 55,6%,
(2) the core stage of learning that was carried out sufficient accordanced with scientific
approach Curriculum 2013 with a percentage 61,1%, and (3) the closing atge of learning
that was carried out out less accordanced with Curriculum 2013 with a percentage
50,0%, (2) the problem number 2 can not be answered because of the intensity of the
use of Mathematic 8th Grade teacher’s textbook Curriculum 2013 is very minimal
during the learning process in 8E class of Pangudi Luhur 1 Yogyakarta Junior High
School in Geometry Flat Side topic. Factors causing the intensity of use is minimal are
(a) students have difficult to understand material in the book, (b) the difficulty level of
the questions in the book is quite high , (c) there are a lot of typographical errors, (d)
teachers use the other books, (e) there is insufficient time to carry out the study in
accordance with the scientific approach, (f) overdue books distributed to schools, and (f)
theachers chose to use handouts for learning process.
Key word: Analyze of learning implementation. Scientific approach Curriculum 2013.
Mathematic 8th Grade teacher’s textbook Curriculum 2013.
viii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yesus Kristus atas berkat
dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis
Pelaksanaan Pembelajaran dan Penggunaan Buku Matematika Pegangan Guru kelas
VIII Kurikulum 2013 Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta”.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana
Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Matematika, Jurusan Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Skripsi ini dapat terselesaikan berkat bimbingan, bantuan, dan dukungan dari
berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada
1. Robertus Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
2. Hongki Julie, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika,
Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
3. Chatarina Enny Murwaningtyas, M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik
yang telah membimbing penulis selama penulis menempuh pendidikan di
Universitas Sanatha Dharma Yogyakarta.
ix
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4. Dr. Marcellinus Andy Rudhito, S.Pd., selaku Dosen Pembimbing yang telah
berkenan menyediakan waktu, tenaga, pikiran, dan kesabaran
untuk
membimbing penulis sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan baik..
5. Yosep Anton Utmiyadi, FIC, S.Pd., selaku Kepala SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta yang berkenan memberikan izin kepada penulis untuk melakukan
penelitian.
6. C. Peni Suryaningtyas, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum
yang telah membantu penulis dalam mengurus izin penelitian.
7. Fransiska Anggar Cahyanti, S.Pd., selaku Guru Mata Pelajaran Matematika
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang telah membantu penulis selama
melakukan penelitian.
8. Peserta didik kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, yang telah membantu
penulis selama melakukan penelitian, terutama Ferdianus David Jevon, Guido
Seno Danardanto, Glorika Hasiana, Marcel Ave Tetuko, dan Anja Harsanto
yang telah bersedia diwawancarai penulis untuk kepentingan penelitian.
9. Segenap dosen JPMIPA, khususnya dosen-dosen Program Studi Pendidikan
Matematika, yang telah mendidik dan membagi pengetahuan serta pengalaman
yang sangat bermanfaat kepada penulis.
10. Segenap karyawan sekretariat JPMIPA, atas segala bantuan, keramahan, dan
kerja sama yang baik selama penulis menempuh pendidikan hingga selesainya
skripsi ini.
11. Mama dan Papa tersayang, Justinus Sakti Hernawan
dan Vincentia Endah
Tursilowati atas segala bantuan, doa, cinta, perhatian, nasihat, dan semangat
x
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
yang diberikan selama ini. Semoga skripsi ini dapat menjadi hadiah kecil yang
membanggakan.
12. Adik tersayang, Theodorus Cagar Binara Betananda dan sepupu tersayang,
Yuliana Triwardhani, serta keluarga besar penulis, atas doa dan dukungan yang
diberikan.
13. Anakku tercinta, Hillarius Rakabuming Arsenio Pratama, yang telah menjadi
semangat bagi penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
14. Sahabat-sahabatku, Claudia Meta H., Desianty Natalia, Dewi Kartika S., Istri
Candra W. yang selalu memberikan bantuan, dukungan, dan semangat selama
penulis menempuh perkuliahan dan menyusun skripsi ini.
15. Semua teman Pendidikan Matematika angkatan 2010 dan semua pihak yang
tidak dapat penulis sebutkan satu per satu, yang telah membantu penulis dalam
menyelesaikan penyusunan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
segala saran dan kritik yang membangun selalu penulis harapkan demi perbaikan skripsi
ini pada masa yang akan datang. Penulis berharap skripsi ini bermanfaat bagi pembaca
dan bagi perkembangan serta kemajuan pendidikan.
Yogyakarta, 13 Agustus 2015
Penulis,
Giovannia Esya Nirmala Bestari
xi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ...................................................... ii
HALAMAN LEMBAR PENGESAHAN...............................................................iii
HALAMAN PERSEMBAHAN .............................................................................. ii
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA…..............................................................v
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ....................................................... vi
ABSTRAK ............................................................................................................ vii
ABSTRACT..........................................................................................................viii
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ix
DAFTAR ISI ......................................................................................................... xii
DAFTAR TABEL ................................................................................................. xv
BAB 1 PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1.
Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2.
Rumusan Masalah ..................................................................................... 6
1.3.
Tujuan Penelitian ...................................................................................... 7
1.4.
Manfaat Penelitian .................................................................................... 7
1.5.
Batasan Istilah ........................................................................................... 8
1.5.1.
Analisis. ............................................................................................. 8
1.5.2.
Pendekatan Saintifik .......................................................................... 8
1.5.3.
Buku Teks Matematika Pegangan Guru ............................................ 9
1.5.4.
Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII Semester 2. ................. 9
1.6.
Sistematika Penulisan Skripsi ................................................................... 9
1.6.1.
Bagian Awal ...................................................................................... 9
xii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.6.2.
Bagian Isi ......................................................................................... 10
1.6.3.
Bagian Penutup ................................................................................ 10
BAB 2 LANDASAN TEORI ................................................................................ 11
2.1.
Analisis ................................................................................................... 11
2.2.
Belajar dan Pembelajaran ....................................................................... 11
2.3.
Pendekatan Saintifik ................................................................................ 13
2.4.
Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran .............................................. 17
2.5.
Langkah-langkah Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran ................ 20
2.4.1.
Mengamati (Observing)................................................................... 20
2.4.2.
Menanya (Questioning) ................................................................... 22
2.4.3.
Melakukan Eksperimen dan Mengumpulkan Informasi ................. 25
2.4.4.
Mengasosiasikan/Mengolah Informasi/Menalar(Associating) ........ 27
2.4.5.
Mengomunikasikan dan Membentuk Jejaring................................. 29
2.6.
Buku Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013 ............ 30
2.5.1.
Buku Teks Kurikulum 2013 ............................................................ 31
2.5.2.
Identitas Buku Teks Matematika Pegangan Guru ........................... 33
2.7.
Silabus Matematika Kelas VIII............................................................... 35
2.8.
Kerangka Berpikir ................................................................................... 35
BAB 3 METODE PENELITIAN .......................................................................... 38
3.1.
Pendekatan Penelitian ............................................................................. 38
3.2.
Subjek Penelitian .................................................................................... 38
3.3.
Data dan Sumber Data ............................................................................ 39
3.4.
Metode Pengumpulan Data ..................................................................... 40
3.5.
Instrumen Penelitian ............................................................................... 41
3.5.1.
Instrumen Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik ................ 42
xiii
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3.5.2.
3.6.
Pertanyaan Pedoman Wawancara Guru dan Siswa ......................... 44
3.5.2.1.
Pedoman Wawancara Guru ...................................................... 44
3.5.2.2.
Pedoman Wawancara Siswa..................................................... 46
Metode Analisis Data .............................................................................. 46
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN ......................................... 50
4.1.
Pelaksanaan Penelitian ............................................................................ 50
4.2.
Data Penelitian ........................................................................................ 55
4.2.1.
Data Hasil Observasi ....................................................................... 56
4.2.2.
Data Hasil Wawancara .................................................................... 60
4.3.1.
Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran .............................................. 65
4.3.2.
Kegiatan Inti .................................................................................... 68
4.3.3.
Kegiatan Penutup ............................................................................. 74
4.3.4.
Analisis Penggunaan Buku Pegangan Guru Kurikulum 2013 ........ 76
4.4.
Pembahasan ............................................................................................ 78
4.4.1.
Pembahasan Hasil Analisis Setiap Tahapan Pembelajaran ............. 79
4.4.1.1.
Tahap Pendahuluan Pembelajaran ........................................... 79
4.4.1.2.
Tahap Inti Pembelajaran........................................................... 81
4.4.1.3.
Tahap Penutup Pembelajaran ................................................... 95
4.4.2.
Pembahasan Hasil Analisis Keseluruhan Tahapan Pembelajaran ... 96
4.4.3.
Pembahasan Hasil Analisis Penggunaan Buku ............................. 102
BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN .................................................................... 105
5.1.
Simpulan ............................................................................................... 105
5.2.
Saran ..................................................................................................... 106
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 107
LAMPIRAN ........................................................................................................ 111
xiv
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1
Pedoman Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik………….
38
Tabel 3.2
Kriteria Hasil Persentase………………………………………..
44
Tabel 4.1
Tahap Pembelajaran Pertemuan 1………………………………
51
Tabel 4.2
Aspek Apersepsi dan Motivasi………………………………….
61
Tabel 4.3
Aspek Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan………
61
Tabel 4.4
Perolehan Skor Kegiatan Pendahuluan…………………………
62
Tabel 4.5
Aspek Penguasaan Materi Pelajaran……………………………
63
Tabel 4.6
Aspek Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik………
63
Tabel 4.7
Aspek Penerapan Pendekatan Saintifik………………………...
64
Tabel 4.8
Aspek Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam
Pembelajaran……………………………………………………
64
Tabel 4.9
Aspek Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran……………
65
Tabel 4.10
Aspek Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam
Pembelajaran……………………………………………………
65
Tabel 4.11
Perolehan Skor Kegiatan Inti Pembelajaran…………………….
66
Tabel 4.12
Aspek Kegiatan Penutup Pembelajaran………………………… 67
Tabel 4.13
Perolehan Skor Kegiatan Penutup Pembelajaran……………….
Tabel 4.14
Persentase Tahap Pembelajaran………………………………… 68
xv
67
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia
seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Tujuan tersebut dapat
dicapai melalui terselenggaranya pendidikan bermutu yang diatur dalam
sistem pendidikan nasional. Semua kegiatan pendidikan baik di jalur
pendidikan formal, nonformal, dan informal diarahkan untuk mencapai
tujuan pendidikan nasional.
Pemerintah dengan persetujuan DPR mulai melaksanakan Kurikulum
2013 pada bulan Juli tahun 2013. Pelaksanaan Kurikulum 2013 oleh
pemerintah dipandang sebagai hal yang mendesak walaupun ditilik dari segi
persiapan pelaksanaan Kurikulum 2013 masih belum sempurna bahkan
dapat dikatakan mengkhawatirkan. Kurikulum 2013 didefinisikan sebagai
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran,
dan cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian
dengan kekhasan, kondisi, dan potensi daerah, satuan pendidikan,
kompetensi lulusan pada satuan pendidikan dan peserta didik.
Perubahan yang diinginkan dengan diberlakukannya Kurikulum 2013
adalah sekolah sebagai keluarga dan tempat pergaulan sosial, perubahan
dari kebiasaan menghafal menjadi kebiasaan berfikir, dari pasif menjadi
aktif, dari IQ Fixed Mindset menjadi Growth Mindset, dari pengaruh
1
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
wibawa guru menjadi fun and enjoyment, dari paper based menjadi
attitude and activity based, dari parsial sales menjadi integrated
convergence, dan dari “what we have” menjadi “what we develop” (MPG
SMP Matematika, 2013). Bagaimana mencapai perubahan tersebut? Hal ini
menjadi pertanyaan banyak pihak yang terkait dengan diberlakukannya
Kurikulum 2013 ini.
Kurikulum 2013 identik dengan pelaksanaan pendekatan ilmiah
(pendekatan saintifik) dalam kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran
dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah. Oleh karena itu, Kurikulum
2013 mengamanatkan esensi pendekatan ilmiah dalam pembelajaran.
Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan dan
pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam
pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuwan
lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) daripada
penalaran deduktif (deductive reasoning).
Disebutkan dalam Materi Pelatihan Guru (MPG) Matematika 2013,
proses pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah harus dipandu dengan
kaida-kaidah pendekatan ilmiah. Pendekatan ini bercirikan penonjolan
dimensi pengamatan, penalaran, penemuan, pengabsahan, dan penjelasan
tentang suatu kebenaran. Dengan demikian, proses pembelajaran harus
dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsip-prinsip, atau kriteria
ilmiah.
2
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Pendekatan ilmiah (scientific approac) dalam pembelajaran semua
mata pelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan, bertanya,
percobaan, mengolah data atau informasi, menyajikan data atau informasi,
dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, menyimpulkan, dan mencipta.
Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu pendekatan ilmiah ini
tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi seperti ini,
proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat
ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah.
Proses belajar mengajar dalam Kurikulum 2013 merupakan inti dari
pendidikan. Komponennya adalah guru, siswa, media pembelajaran dan
sumber belajar. Semua komponen tersebut memiliki kaitan yang erat karena
suksesnya pendidikan tergantung dari perpaduan komponen-komponen
tersebut. Salah satu komponen penunjang keberhasilan proses pembelajaran
adalah sumber belajar atau buku teks yang digunakan oleh siswa dan guru.
Keberadaan buku teks memberikan pengaruh yang besar karena Kurikulum
2013 menggunakan pendekatan ilmiah pada setiap proses pembelajarannya.
Kesulitan yang dialami oleh guru adalah banyaknya materi pembelajaran.
Hal ini menyebabkan siswa tidak bisa meyerap dengan baik materi yang
disampaikan guru. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keterbatasan
waktu dalam menyampaikan materi. Salah satu strategi dalam mengatasi
masalah tersebut adalah memilih dan memfasilitasi peserta didik dengan
buku teks yang memadai agar hasil belajar menjadi optimal.
3
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Buku teks yang benar adalah buku teks yang dapat membantu siswa
untuk memecahkan masalah yang sederhana maupun rumit, tidak
menimbulkan persepsi yang salah,
serta dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya sesuai dengan kaidah keilmuan (Pusat Perbukuan, 2005).
Saat ini buku teks yang dijadikan sebagai sumber belajar siswa dan buku
pegangan guru adalah Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang diterbitkan oleh
pemerintah yang dianggap telah menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran
Kurikulum 2013.
Penulis melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) di SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Sekolah ini telah menerapkan Kurikulum
2013. Buku teks yang digunakan belum mencukupi bahkan buku-buku
tersebut baru diterima pihak sekolah setelah 1 bulan proses pembelajaran
berlangsung. Keterlambatan pengadaan buku teks siswa dan guru
mengakibatkan persiapan pembelajaran guru mengalami kekacauan. Materi
yang dirasa terlalu dipaksakan juga mengakibatkan guru terburu-buru dalam
mengajar. Guru juga mengeluhkan sulit merancang proses pembelajaran
Kurikulum 2013 yakni pembelajaran ilmiah atau pembelajaran saintifik.
Persiapan pembelajaran erat kaitannya dengan tingkat kemampuan
dan pengetahuan guru tentang Kurikulum 2013. Sebenarnya para guru telah
diberi pelatihan Kurikulum 2013, namun pemahaman terhadap Kurikulum
2013 dianggap kurang memadai karena waktu pelaksanaan pelatihan juga
agak terlambat. Para guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ). Guru juga mengalami kesulitan
4
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dalam mencari sumber belajar lain di luar buku teks. Siswa juga sulit
memahami alur pembelajaran yang terdapat dalam buku siswa maupun
langkah-langkah yang diterapkan oleh guru. Kadang-kadang guru harus
menafsirkan sendiri materi dan pendekatan ilmiah yang harus diberikan
kepada siswa karena kurangnya pelatihan dan sosialisai yang diberikan oleh
pemerintah.
Penelitian ini dilaksanakan untuk melihat dan menentukan hasil yang
telah dicapai dalam kegiatan pembelajaran dan pelaksanaan pendekatan
saintifik sesuai dengan Kurikulum 2013. Evalusi sebagai tujuan utama
dalam setiap pelaksanaan kegiatan menjadi dasar pelaksanaan penelitian ini.
hasil evalusi menunjukkan ketercapaian tujuan pembelajaran dengan
melihat efektivitas pelaksanaan kurikulum dan melihat efektivitas
penggunaan sarana penunjang dalam penelitian ini buku sumber belajar
dalam menunjang pelaksanaan Kurikulum 2013.
Materi yang
menjadi dasar penelitian dalam skripsi ini
adalah
Bangun Ruang Sisi Datar. Materi Bangun Ruang Sisi Datar adalah materi
Semester 2 bab keempat dengan 7 sub bab. Isi sub bab pertama sampai
ketujuh adalah menentukan luas permukaan kubus dan balok, menentukan
luas permukaan prisma, menentukan luas permukaan limas, menentukan
volume kubus dan balok, menentukan volume prisma, menentukan volume
limas, dan menafsir luas permukaan dan volume bangun ruang sisi datar
tidak beraturan. Alasan utama penulis memillih materi ini adalah ketika
5
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
penulis melakukan penelitian, materi inilah yang sedang diajarkan di SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
1.2. Rumusan Masalah
Menurut Kurikulum 2013 peran guru adalah sebagai fasilitator
pembelajaran, pelatih kolaborator, navigator pengetahuan, mitra belajar, dan
pembimbing atau konselor.
Guru dituntut memberikan lebih banyak
alternatif dan tanggung jawab kepada siswa dalam proses pembelajaran.
Hal yang mendukung agar peran guru tersebut dapat tercapai adalah
adanya proses yang mendukung kreativitas guru dalam
pembelajaran
dengan menggunakan pendekatan ilmiah atau pendekatan saintifik yaitu
adanya
proses
mengamati,
menanya,
menalar,
mencoba,
menarik
kesimpulan, dan membentuk jejaring. Dalam hal ini guru berperan penting
dalam perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran, dan penilaian.
Berdasarkan uraian di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
(1)
Sejauh mana kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 8E
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sesuai dengan Kurikulum 2013
yakni dengan menggunakan pendekatan saintifik?
(2)
Apakah Buku Teks Matematika SMP Kelas VIII Pegangan Guru
Kurikulum 2013 dapat mendukung pelaksanaan pembelajaran di
kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta agar sesuai dengan
pendekatan saintifik?
6
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan di atas, dapat diketahui
tujuan dalam penelitian ini, yaitu :
(1)
Untuk mengetahui sejauh mana kegiatan pembelajaran di kelas 8E
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dilaksanakan sesuai dengan
Kurikulum 2013 yakni dengan pendekatan saintifik.
(2)
Untuk mengetahui apakah Buku Teks Matematika SMP Kelas VIII
Pegangan Guru Kurikulum 2013 dapat mendukung pelaksanan
pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta sesuai
dengan pendekatan saintifik.
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi beberapa
pihak. Manfaat yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut.
(1)
Bagi guru, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi terhadap
kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013.
(2)
Bagi guru, penelitian ini membantu dalam memahami peran Buku
Teks Matematika Kelas VIII Pegangan Guru terhadap pembelajaran
dengan pendekatan saintifik.
(3)
Bagi sekolah, penelitian ini memberikan masukan dalam kegiatan
pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan memberikan informasi
tentang peran Buku Teks Matematika Kelas VIII Pegangan Guru
dalam pembelajaran Kurikulum 2013.
7
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
(4)
Bagi Dinas Pendidikan, penelitian ini memberikan masukan mengenai
manfaat Buku Teks Matematika Kelas VIII Pegangan Guru dalam
penyusunan pembelajaran yang sesuai dengan Pendekatan Saintifik
Kurikulum 2013.
(5)
Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan
dalam menggunakan Buku Teks Matematika Kelas VIII Pegangan
Guru, khususnya pada saat penulis telah menjadi guru dan harus
mengajar dengan menggunakan pendekatan saintifik.
1.5. Batasan Istilah
Penegasan istilah dilakukan untuk memperoleh pengertian yang sama
tentang istilah dan membatasi ruang lingkup permasalahan sesuai dengan
tujuan dalam penelitian. Istilah-istilah yang perlu diberi penegasan dalam
penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.5.1.
Analisis adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya
dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk
memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
1.5.2.
Pendekatan Saintifik adalah proses kerja yang memenuhi kriteria
ilmiah yang lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning)
daripada penalaran deduktif (deductive reasoning),
diperlukan adanya
penalaran dan sikap kritis siswa dalam rangka pencarian (penemuan), harus
berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan
terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik.
8
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.5.3.
Buku Teks Matematika Pegangan Guru adalah buku yang
dijadikan pegangan guru pada jenjang tertentu, berisi bahan yang telah
terseleksi, dan berkaitan dengan bidang studi tertentu. Buku teks merupakan
buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya, biasanya dilengkapi
sarana pembelajaran (seperti pita rekaman), dan digunakan sebagai
penunjang program pembelajaran. Buku teks matematika pegangan guru
tersebut harus memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian dan kegrafikan
pada setiap jenjang pendidikan.
1.5.4.
Materi Bangun Ruang Sisi Datar Kelas VIII Semester 2 meliputi
tujuh sub bab yang akan dipelajari oleh siswa. Bagian pertama adalah
menentukan luas permukaan kubus dan balok, kedua menentukan luas
permukaan prisma, ketiga menentukan luas permukaan limas, keempat
menentukan volume kubus dan balok, kelima menentukan volume prisma,
keenam menentukan volume limas, dan terakhir menaksir luas permukaan
dan volume bidang sisi datar tidak beraturan.
1.6. Sistematika Penulisan Skripsi
Secara garis besar penulisan skripsi ini terdiri dari tiga bagian, yaitu
bagian awal, bagian isi, dan bagian akhir.
1.6.1. Bagian Awal
Bagian awal memuat halaman judul, halaman pengesahan, pernyataan,
motto dan persembahan, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, dan
daftar lampiran.
9
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1.6.2. Bagian Isi
Bagian isi terdiri dari 5 bab, yaitu:
BAB I
: Pendahuluan, berisi latar belakang, rumusan
masalah, tujuan, manfaat, penegasan istilah, dan sistematika penulisan
skripsi.
BAB II
: Landasan teori, berisi teori-teori yang mendukung
pelaksanaan penelitian dan kerangka berfikir.
BAB III :
Metode penelitian, berisi pendekatan penelitian,
subjek penelitian, desain penelitian, metode pengumpulan data,
instrumen penelitian, dan analisis data.
BAB IV :
Hasil penelitian dan pembahasan, berisi deskripsi
subjek penelitian dan data hasil penelitian serta pembahasannya.
BAB V
: Penutup, berisi simpulan hasil penelitian dan saran-saran
peneliti.
1.6.3. Bagian Penutup
Bagian akhir terdiri dari daftar pustaka yang digunakan sebagai acuan,
lampiran-lampiran yang melengkapi uraian pada bagian isi dan tabel-tabel
yang digunakan.
10
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1. Analisis
Pusat Bahasa Depdiknas (2008: 60) menyebutkan bahwa analisis
adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan
bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian untuk memperoleh pengertian
yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan. Sedangkan analisis dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah penguraian suatu pokok atas
berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan
antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti
keseluruhan.
Analisis yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kegiatan
penelaahaan dan penilaian kegiatan pembelajaran di kelas 8E SMP Pangusi
Luhur 1 Yogyakarta materi Bangun Ruang Sisi Datar dan
Matematika Pegangan Guru Kelas VIII
Buku Teks
implementasi Kurikulum 2013
terbitan Dinas Pendidikan Nasional.
2.2. Belajar dan Pembelajaran
Belajar merupakan proses yang dilakukan manusia sepanjang
hayatnya. Dengan potensi yang dimilikinya, manusia belajar untuk
memperbaiki kualitas hidupnya supaya menjadi lebih baik. Hal ini senada
dengan pendapat Darsono (2000 : 4) yang menyatakan bahwa belajar
merupakan suatu aktivitas mental yang berlangsung dalam interaksi aktif
11
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan
pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap.
Perubahan perilaku tersebut merupakan hasil interaksi berbagai
macam unsur dalam belajar. Dalam hal ini belajar dipandang sebagai suatu
sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yaitu:
(1)
pembelajar, yakni peserta didik, warga belajar, atau siswa;
(2)
rangsangan (stimulus) indera pembelajar, dapat berupa warna atau
suara, di mana pembelajar harus fokus pada stimulus tertentu agar
dapat belajar dengan optimal;
(3)
memori pembelajar, yakni berisi kemampuan seperti pengetahuan
keterampilan, sikap, dan tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi
memori.
Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan peserta didik yang
secara
implisit
terdapat
kegiatan
memilih,
menetapkan,
dan
mengembangkan metode untuk mencapai hasil pengajaran yang diinginkan
(Uno, 2006 : 2). Pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung
serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal
balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan
tertentu. Proses pembelajaran adalah proses yang bersifat eksternal yang
sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, pembelajaran merupakan proses interaksi peserta
didik dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Dalam
12
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 juga disebutkan bahwa pembelajaran
merupakan usaha sengaja, terarah, dan bertujuan oleh seseorang atau
sekelompok orang (termasuk guru dan penulis buku pelajaran) agar orang
lain (termasuk peserta didik), dapat memperoleh pengalaman yang
bermakna. Usaha ini merupakan kegiatan yang berpusat pada kepentingan
peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
merupakan proses yang mengandung serangkaian perbuatan antara guru,
peserta didik, dan sumber belajar pada suatu lingkungan yang berlangsung
dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu dan memperoleh
pengalaman yang bermakna.
2.3. Pendekatan Saintifik
Pada Materi Pelatihan Guru Matematika SMP Tahun 2013 (2013:185)
disebutkan pendekatan saintifik adalah proses kerja yang memenuhi kriteria
ilmiah yang lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning)
daripada penalaran deduktif (deductive reasoning). Penalaran deduktif
melihat fenomena umum untuk menarik kesimpulan yang spesifik.
Sebaliknya, penalaran induktif memandang fenomena atau situasi spesifik
untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan. Dengan kata lain, penalaran
induktif menempatkan bukti-bukti spesifik ke dalam hubungan ide yang
lebih luas. Metode ilmiah umumnya menempatkan fenomena unik dengan
kajian spesifik dan detail untuk merumuskan kesimpulan umum.
Untuk memperkuat pendekatan saintifik diperlukan adanya penalaran
dan sikap kritis peserta didik dalam rangka pencarian (penemuan). Agar
13
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dapat disebut ilmiah, metode pencarian (method of inquiry) harus berbasis
pada bukti-bukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur
dengan prinsip-prinsip penalaran yang spesifik. Oleh karena itu, metode
ilmiah atau saintifik pada umumnya memuat rangkaian kegiatan koleksi
data atau fakta melalui observasi dan eksperimen, kemudian memformulasi
dan menguji hipotesis. Sebenarnya metode ilmiah merujuk pada: (1) adanya
fakta, (2) sifat bebas prasangka, (3) sifat objektif, dan (4) adanya analisis.
Dengan metode ilmiah ini diharapkan kita mempunyai sifat kecintaan pada
kebenaran yang objektif, tidak mudah percaya pada hal-hal yang tidak
rasional, ingin tahu, tidak mudah membuat prasangka, selalu optimis
(Kemendikbud, 2013: 141).
Menurut Annas (2014), proses pembelajaran berbasis pendekatan
ilmiah harus dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan ilmiah. Pendekatan
ini bercirikan penonjolan dimensi pengamatan, penalaran penemuan,
pengabsahan, dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Dengan demikian,
proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan dipandu nilai-nilai, prinsipprinsip, dan kriteria ilmiah.
Proses pembelajaran disebut ilmiah jika memenuhi kriteria seperti
berikut ini.
1.
Substansi atau materi
pembelajaran berbasis pada fakta atau
fenomena yang dapat dijelaskan dengan logika atau penalaran
tertentu, bukan sebatas kira-kira, khayalan, legenda, atau dongeng
semata.
14
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.
Penjelasan guru, respon peserta didik, dan interaksi edukatif gurupeserta didik terbebas dari prasangka yang serta-merta, pemikiran
subjektif, atau penalaran yang menyimpang dari alur berpikir logis.
3.
Mendorong dan menginspirasi peserta didik berpikir secara kritis,
analitis,
dan
tepat
dalam
mengidentifikasi,
memahami,
memecahkan masalah, dan mengaplikasikan substansi atau materi
pembelajaran.
4.
Mendorong dan menginspirasi peserta didik mampu berpikir
hipotetik dalam melihat perbedaan, kesamaan, dan tautan satu
dengan yang lain dari substansi atau materi pembelajaran.
5.
Mendorong dan menginspirasi peserta didik agar mampu
memahami, menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang
rasional dan objektif dalam merespon substansi atau materi
pembelajaran.
6.
Berbasis pada konsep, teori, dan fakta empiris yang dapat
dipertanggungjawabkan.
7.
Tujuan pembelajaran dirumuskan secara sederhana, jelas, dan
menarik sistem penyajiannya.
15
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Proses pembelajaran harus terhindar dari sifat-sifat atau nilai-nilai
nonilmiah yang meliputi intuisi, akal sehat, prasangka, penemuan melalui
coba-coba, dan asal berpikir kritis seperti dituliskan dalam MPG SMP
Matematika 2013 (2013:185).
1.
Intuisi
Istilah ini sering dipahami sebagai penilaian terhadap sikap
pengetahuan, dan keterampilan secara cepat dan berjalan dengan
sendirinya. Kemampuan intuitif biasanya didapat secara cepat tanpa
melalui proses panjang dan tanpa disadari.
2.
Akal sehat
Guru dan peserta didik harus menggunakan akal sehat selama
proses pembelajaran karena hal itu dapat menunjukkan ranah sikap
keterampilan, dan pengetahuan yang benar.
3.
Prasangka
Sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh semata-mata
atas dasar akal sehat (comon sense) yang umumnya sangat kuat dan
dipandu oleh kepentingan seseorang (guru, peserta didik, dan
sejenisnya) yang menjadi pelakunya.
4.
Penemuan coba-coba
Tindakan atau aksi coba-coba seringkali melahirkan wujud atau
temuan yang bermakna. Namun demikian, keterampilan dan
pengetahuan yang ditemukan dengan cara coba-coba selalu bersifat
16
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tidak terkontrol, tidak memiliki kepastian, dan tidak bersistematika
baku.
5.
Berpikir kritis
Kemampuan berpikir kritis ada pada semua orang, khususnya
mereka yang normal hingga jenius. Secara akademik diyakini
bahwa pemikiran kritis pada umumnya dimiliki oleh orang yang
bependidikan tinggi.
2.4. Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran
Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang
dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Model ini
menekankan pada proses pencarian pengetahuan daripada transfer
pengetahuan. Peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu
dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran. Guru hanyalah seorang
fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar.
Dalam model ini peserta didik diajak untuk melakukan proses pencarian
pengetahuan berkenaan dengan materi pelajaran melalui berbagai aktivitas
proses sains sebagaimana dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan
penyelidikan ilmiah.
Menurut Hosnan (2014 : 34)
pendekatan saintifik adalah proses
pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara
aktif mengkonstruk konsep, hokum, atau prinsip melalui tahapan-tahapan
mengamati (untuk mengidentifikasi dan menemukan masalah), merumuskan
masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai
17
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
teknik, menarik kesimpulan, dan mengomunikasikan konsep, hukum atau
prinsip
yang ditemukan. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk
memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal dan
memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah. Informasi
dapat berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi
searah dari guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan
tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari
berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberi tahu.
Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memfasilitasi peserta didik
agar memiliki kompetensi sikap, pengetahuan, dan ketrampilan Sikap
diperoleh
melalui
aktivitas
menerima,
menjalankan,
menghargai,
menghayati, dan mengamalkan. Pengetahuan diperoleh melalui aktivitas
mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan
mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya,
mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Karakteristik kompetensi beserta
perbedaan lintasan perolehan turut serta mempengaruhi karakteristik standar
proses (Permen Nomor 65 Tahun 2013). Sehingga dari pendekatan saintifik
tersebut
diharapkan
siswa
dapat
pengetahuan, dan ketrampilan.
18
membangun
kompetensi
sikap,
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Karakteristik pembelajaran dengan metode saintifik menurut Hosnan
(2014 : 36) adalah sebagai berikut :
1.
Berpusat pada siswa
2.
Melibatkan keterampilan proses sains dalam mengkonstruksi
konsep hukum, atau prinsip
3.
Melibatkan
proses-proses
kognitif
yang
potensial
dalam
merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan
berpikir siswa.
4.
Dapat mengembangkan karakter siswa
Berikut beberapa prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik
menurut Hosnan (2014: 37).
1.
Pembelajaran berpusat pada siswa.
2.
Pembelajaran membentuk student self concept.
3.
Pembelajaran terhindar dari verbalisme.
4.
Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengasimilasi dan mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip.
5.
Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan
kemampuan
berpikir siswa.
6.
Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi
mengajar guru.
7.
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan
dalam komunikasi.
19
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8.
Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang
dikonstruksi siswa dalam struktur kognitifnya.
Langkah-langkah pendekatan ilmiah (saintific appoach) dalam
proses pembelajaran meliputi menggali informasi melaui pengamatan,
bertanya percobaan, mengolah data atau informasi, menyajikan data atau
informasi dilanjutkan dengan menganalisis, menalar, menyimpulkan, dan
mencipta. Untuk mata pelajaran, materi, atau situasi tertentu pendekatan
ilmiah tidak selalu tepat diaplikasikan secara prosedural. Pada kondisi ini
proses pembelajaran harus tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat
ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat nonilmiah. Dalam
melaksanakan proses-proses tersebut bantuan guru diperlukan. Akan tetapi
bantuan guru
harus semakin berkurang dengan semakin bertambah
dewasanya peserta didik atau semakin tingginya kelas.
2.5. Langkah-langkah Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran
Langkah-langkah
pendekatan
saintifik
menurut
MPG
SMP
Matematika Tahun 2013, Permendikbud Nomor 81A tahun 2013, dan
menurut Hosnan diuraikan sebagai berikut :
2.4.1. Mengamati (Observing)
Metode mengamati
pembelajaran
mengutamakan kebermaknaan proses
(meaningfull
learning).
Metode
ini
memiliki
keunggulan tertentu, seperti : menyajikan media obyek secara nyata,
peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya.
Metode mengamati sangat
bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin
20
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tahu
peserta
didik
sehingga
proses
pembelajaran
memiliki
kebermaknaan yang tinggi. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran
sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81 A Tahun
2013, hendaklah
guru membuka secara luas dan bervariasi
kesempatan peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui
kegiatan melihat, menyimak, mendengar, dan membaca sehingga
meniscayakan keterlibatan peserta didik secara langsung.
Pengamatan
dalam
pendekatan
saintifik,
khususnya
pembelajaran matematika menurut MPG SMP Matematika tahun 2013
(2013: 188) adalah mengamati fakta matematika. Mengamati dapat
dibagi menjadi dua pengertian:
i. Pengamatan nyata fenomena alam atau lingkungan. Pengamatan
ini cocok untuk pemahaman konsep yang akan diturunkan dari
suatu proses induktif.
ii. Pengamatan objek matematika. Pengamatan ini sangat cocok
untuk peserta didik yang mulai menerima kebenaran logis
sehingga mereka tidak mempermasalahkan suatu rangkaian
kebenaran sebelumnya yang didapatkan dari penalaran yang
benar walaupun objeknya tidak nyata.
21
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.4.2. Menanya (Questioning)
Langkah kedua dalam pendekatan ilmiah atau scientific
approach adalah questioning atau menanya. Menurut Hosnan (48:
2014), kegiatan pembelajarannya adalah mengajukan pertanyaan
tentang informasi yang tidak dipahami dari hal yang diamati atau
pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang hal yang
diamati. Kompetensi yang diharapkan dalam kegiatan menanya
menurut
Permendikbud
mengembangkan
Nomor
kreativitas,
rasa
81A
Tahun
ingin
2013
tahu,
adalah
kemampuan
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu
untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Dalam kegiatan mengamati guru membuka kesempatan secara
luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai hal yang sudah
dilihat, disimak, dibaca, atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta
didik untuk dapat mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang yang
hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstrak
berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang
lebih abstrak (MPG SMP Matematika 2013, 2013: 189).
Fungsi bertanya dalam kegiatan pembelajaran menurut Hosnan
(2014 : 50) adalah sebagai berikut :
1. Membangkitkan rasa ingin tahu, minat, dan perhatian peserta
didik tentang suatu tema atau topik pembelajaran.
22
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Mendorong dan mengapreasi peserta didik untuk aktif belajar
serta mengembangkan pertanyaaan dari dan untuk dirinya
sendiri.
3. Mendiagnosis
kesulitan
belajar
peserta
didik sekaligus
menyampaikan rancangan untuk mencari solusinya.
4. Menstrukturkan tugas-tugas dan memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk menunjukkan sikap, keterampilan,
dan
pemahamannya
atas
substansi
pembelajaran
yang
diberikan.
5. Membangkitkan keterampilan peserta didik dalam berbicara,
mengajukan pertanyaan, dan memberikan jawaban yang logis,
sistematis, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.
6. Mendorong
pertisipasi
peserta
didik
dalam
berdiskusi,
berargumen, mengembangkan kemampuan berpikir, dan
menarik kesimpulan.
7. Membangun sikap keterbukaan untuk saling memberi dan
menerima pendapat atau gagasan, memperkaya kosakata, serta
mengembangkan toleransi sosial dalam hidup berkelompok.
8. Membiasakan peserta didik berpikir spontan, cepat, dan sigap
dalam merespon pertanyaan yang tiba-tiba muncul.
9. Melatih kesantunan dalam berbicara dan membangkitkan
kemampuan berempati satu sama lain.
23
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Dalam kegiatan menanya, beberapa hal perlu diperhatikan.
Salah satunya adalah kriteria pertanyaan yang baik. Ada 9 kriteria
pertanyaan yang baik seperti diungkapkan Hosnan (2014: 51-56) :
singkat dan jelas, menginspirasi jawaban, memiliki fokus, bersifat
probing atau divergen, bersifat validatif atau penguatan, memberi
kesempatan peserta didik untuk
berpikir ulang, merangsang
peningkatan tuntutan kemampuan kognitif, dan merangsang proses
interaksi. Sedangkan tingkatan pertanyaan dapat dibagi menjadi dua
yakni tingkat kognitif lebih rendah yang terdiri dari pengetahuan,
pemahaman, dan penerapan serta tingkat kognitif lebih tinggi yang
mengandung analisis, sintesis, dan evaluasi.
Kelebihan dan kekurangan pertanyaan dari peserta didik adalah
dapat mengaktifkan peserta didik secara penuh, melatih rasa percaya
diri, melatih peserta didik untuk berbicara jujur, meningkatkan
kreativitas, memperdalam penguasaan materi pelajaran, dan dapat
digunakan untuk semua mata pelajaran. Kekurangannya adalah
memakan waktu lama jika digunakan dalam kelas besar dan
pertanyaan siswa sering tidak sesuai dengan topik yang dibahas.
24
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.4.3. Melakukan
Eksperimen
atau
Percobaaan
dan
Mengumpulkan Informasi
Langkah ketiga dalam pendekatan ilmiah atau scientific
approach
adalah
mengumpulkan
informasi
atau
melakukan
eksperimen. MPG SMP Matematika Tahun 2103 (2013: 197)
menyebutkan, kegiatan mengumpulkan informasi merupakan tindak
lanjut dari bertanya. Kegiatan ini dilakukan dengan menggali dan
mengumpulkan informasi dari berbagai sumber melalui berbagai cara.
Dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 disebutkan
aktivitas mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen,
membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek, kejadian,
atau aktivitas wawancara dengan narasumber. Adapun kompetensi
yang diharapkan adalah peserta didik mempunyai sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai
cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar, dan belajar
sepanjang hayat.
Terdapat beberapa karakteristik mengajar dalam menggunakan
metode percobaan atau eksperimen serta hubungannya dengan
pengalaman
belajar
siswa,
seperti
yang
dikemukakan
oleh
Winataputra dalam MPG SMP Matematika tahun 2013, berikut ini :
ada alat bantu yang digunakan, peserta didik aktif melakukan
percobaan, guru membimbing, tempat dikondisikan, ada pedoman
25
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
untuk siswa, ada topik yang dieksperimenkan, dan ada temuantemuan. Pengalaman belajar siswa yang diharapkan dari percobaan
atau eksperimen tersebut adalah
mengamati suatu hal, menguji
hipotesis, menemukan hasil percobaan, membuat kesimpulan,
membangkitkan rasa ingin tahu, dan menerapkan konsep informasi
dari eksperimen.
Penerapan kegiatan eksperimen dalam pembelajaran di sekolah
memiliki kelebihan dan manfaat. Kelebihan tersebut berorientasi pada
optimalnya kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode
eksperimen seperti mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan
beberapa materi Matematika. Kekurangan dari metode ini adalah tidak
dapat digunakan untuk semua mata pelajaran. Penyesuaian yang
mungkin dilakukan adalah dengan mengaplikasikannya pada kegiatan
observasi yang melibatkan pengumpulan data dan wawancara.
Diungkapkan
Hosnan
(2014:
67),
dengan
melakukan
eksperimen peserta didik menjadi lebih yakin atas suatu hal daripada
hanya menerima dari pendidik dan buku, dapat memperkaya
pengalaman, mengembangkan sifat ilmiah, dan hasil belajar akan
bertahan lebih lama dalam ingatan peserta didik.
26
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.4.4. Mengasosiasikan/Mengolah Informasi/Menalar(Associating)
Langkah
“mengasosiasi/
keempat
pendekatan
mengolah
informasi/
saintifik
yakni
menalar”.
kegiatan
Sebagaimana
disampaikan dalam Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013, kegiatan
tersebut adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik
informasi dari kegiatan eksperimen, mengamati, maupun dari kegiatan
mengumpulkan informasi.
Menurut Mulyasa (2014: 66), kemampuan mengolah informasi
melalui penalaran dan berpikir rasional merupakan kompetensi
penting yang harus dimiliki oleh peserta didik. Informasi yang
diperoleh dari pengamatan atau percobaan yang dilakukan harus
diproses untuk menemukan katerkaitan suatu informasi dengan
informasi lainnya, menemukan pola dari keterkaitan informasi, dan
mengambil kesimpulan dari pola yang ditemukan.
Pengolahan informasi yang dilakukan meliputi pengolahan
informasi
yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman
pemahaman materi sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat
mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat berbeda
dan bertentangan. Kompetensi yang diharapkan dari kegiatan
pengolahan informasi adalah peserta didik memiliki sikap jujur, teliti,
disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur,
dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.
27
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kemampuan berpikir deduktif berbeda dengan induktif.
Menurut Hosnan (2014: 73) penalaran induktif adalah cara menalar
dengan menarik kesimpulan dari hal-hal yang bersifat nyata secara
individual atau spesifik menjadi kesimpulan yang bersifat umum.
Sedangkan penalaran deduktif adalah penalaran yang dimulai dari
menerapkan hal-hal yang umum untuk dihubungkan ke dalam bagianbagian yang khusus.
Aktivitas mengumpulkan informasi menurut MPG SMP
Matematika Tahun 2013 (2013: 199) juga diistilahkan sebagai
kegiatan menalar, yaitu proses berpikir yang logis dan sistematis atas
fakta-fakta empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh
simpulan berupa pengetahuan. Aktivitas menalar dalam konteks
pembelajaran pada Kurikulum 2013 dengan pendekatan ilmiah banyak
merujuk pada teori belajar asosiasi atau pembelajaran asosiatif.
Istilah asosiasi dalam pembelajaran merujuk pada kemampuan
mengelompokkan beragam ide dan mengasosiasikan beragam
peristiwa untuk dimasukkan menjadi penggalan memori. Selama
mentransfer
peristiwa-peristiwa
khusus
ke
otak,
pengalaman
tersimpan dalam referensi dengan peristiwa lain. Pengalamanpengalaman yang sudah tersimpan di memori otak berelasi dan
berinteraksi dengan pengalaman sebelumnya yang sudah tersedia.
28
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.4.5. Mengomunikasikan dan Membentuk Jejaring
Pada pendekatan saintifik guru diharapkan memberi kesempatan
kepada peserta didik untuk mengomunikasikan hal yang telah
dipelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau
menceritakan hal yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi,
mengasosiasikan, dan menalar. Hasil tersebut disampaikan di kelas
dan dinilai oleh guru sebagai hasil belajar peserta didik secara
individu maupun kelompok.
Membentuk jejaring atau networking menurut Permendikbud
Nomor 81A Tahun 2013 adalah kegiatan peserta didik untuk
membentuk
jejaring
di
kelas.
Kegiatan
belajarnya
adalah
menyampaikan hasil pengamatan atau menyampaikan kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Kompetensi yang dikembangkan adalah sikap jujur, toleransi,
kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan
singkat dan jelas, serta mengembangkan kemampuan berbahasa yang
baik dan benar.
Pada tahap ini menurut Hosnan (2014: 77), peserta didik
mempresentasikan kemampuan mereka mengenai hal yang telah
dipelajari dan peserta didik yang lain menanggapi. Tanggapan peserta
didik lain bisa berupa pertanyaan, sanggahan, atau dukungan tentang
materi presentasi. Ada empat sifat kelas dalam metode networking
atau pembelajaran kolaboratif, yaitu : guru dan peserta didik saling
29
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
berbagi informasi, guru dan peserta didik berbagi kewenangan, guru
sebagai mediator, dan menumbuhkan kelompok peserta didik yang
heterogen.
Pendekatan saintifik adalah proses kerja yang memenuhi kriteria
ilmiah yang lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning)
daripada penalaran deduktif (deductive reasoning). Dalam pendekatan
saintifik diperlukan adanya penalaran dan sikap kritis siswa dalam rangka
pencarian (penemuan). Agar dapat disebut ilmiah, metode pencarian
(method of inquiry) harus berbasis pada bukti-bukti dari objek yang dapat
diobservasi, empiris, dan terukur dengan prinsip-prinsip penalaran yang
spesifik. Karena itu metode ilmiah atau saintifik umumnya memuat
rangkaian kegiatan koleksi data atau fakta melalui observasi dan
eksperimen, kemudian memformulasi dan menguji hipotesis.
2.6. Buku Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013
Jenis buku yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran sangat
beragam. Menurut Muslich (2010: 24), dilihat dari segi isi dan fungsinya
buku pendidikan dapat dibedakan menjadi tujuh jenis. Salah satunya yaitu
buku yang berisi uraian rinci dan teknis tentang bidang tertentu. Buku ini
dipakai sebagai pegangan guru untuk memecahkan, menganalisis, dan
menyikapi permasalahan yang diajarkan.
30
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.5.1. Buku Teks Kurikulum 2013
Salah satu kelebihan Kurikulum 2013 adalah adanya buku teks.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun buku pegangan
untuk Kurikulum 2013. Buku tersebut disusun oleh tim yang dibentuk oleh
Kemendikbud. Kebijakan penyediaan buku pegangan guru dan siswa
dilakukan untuk menanggulangi kesalahan penerbit-penerbit buku pelajaran.
Menurut Bambang (2013), meskipun buku teks Kurikulum 2013
diterbitkan oleh pemerintah, tetap saja banyak dikeluhkan tentang isi,
bahasa, dan penyajiannya. Keluhan tersebut antara lain dalam buku teks
mata pelajaran Matematika SMP materinya terlalu tinggi, kurang sesuai
dengan kemampuan anak-anak yang baru lulus sekolah dasar. Berdasarkan
daftar pustaka yang disajikan, buku teks mata pelajaran Matematika
menggunakan buku-buku referensi untuk konsumsi mahasiswa Jurusan
Matematika. Contoh soal yang disajikan pun tidak berjenjang dari mudah ke
sukar, namun langsung ke persoalan yang sukar dipahami oleh peserta
didik. Bahkan, banyak soal latihan yang bobotnya setara dengan soal-soal
untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN). Penulis buku mestinya menyadari
bahwa tidak semua siswa memiliki kemampuan matematika di atas rata-rata.
Materi yang sangat sukar bisa membuat anak-anak frustasi sehingga tidak
suka belajar Matematika. Jika dibandingkan dengan buku teks mata
pelajaran lain, buku teks Matematika memiliki jumlah halaman paling
banyak, yaitu sekitar 440 halaman. Jika materi ini mampu diselesaikan
dalam waktu dua semester, ini sesuatu yang luar biasa. Dalam buku teks
31
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Matematika juga dijumpai banyak salah ketik, khususnya dalam penulisan
simbol-simbol Matematika. Buku teks pegangan guru memiliki kesamaan
dengan buku teks pegangan siswa. Di buku pegangan guru terdapat
tambahan berupa deskripsi mengenai kegiatan yang akan dilakukan pada
suatu materi pembelajaran. Kesalahan yang terdapat pada buku teks siswa
dan buku teks pegangan guru sama.
Menurut Kemendikbud, sedikitnya ada dua faktor besar dalam
keberhasilan Kurikulum 2013. Pertama, faktor penentu, yaitu kesesuaian
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan
buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsure, yaitu : (i)
ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang
mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum; (ii) penguatan peran
pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan; dan (iii) penguatan
manajemen dan budaya sekolah.
Buku Teks Matematika Pegangan Guru adalah buku yang dijadikan
pegangan guru pada jenjang tertentu, berisi bahan yang telah terseleksi, dan
berkaitan dengan bidang studi tertentu. Buku teks merupakan buku standar
yang disusun oleh pakar dalam bidangnya, biasanya dilengkapi sarana
pembelajaran (seperti pita rekaman), dan digunakan sebagai penunjang
program pembelajaran. Buku teks matematika pegangan guru tersebut harus
memiliki kelayakan isi, bahasa, penyajian dan kegrafikan pada setiap
jenjang pendidikan.
32
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.5.2. Identitas Buku Teks Matematika Pegangan Guru Kelas VIII
Kurikulum 2013
Judul Buku
: Buku Guru Matematika
Kontributor Naskah
: Abdur Rahman As’ari, Mohammad Tohir,
Erik Valentino, Zainul Imron, Ibnu Taufiq,
Nuniek Slamet Hariarti, dan Dana Arief
Lukmana.
Penelaah
: Agung Lukito, Turmudi, dan Dadang
Juandi.
Tahun Terbit
: 2014
Penerbit
: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang
Kemdikbud
Tebal Buku
: vii, 415 halaman
Ukuran Buku
: 25 cm
Buku Matematika Kelas VIII SMP/MTs Kurikulum 2013 ini ditulis
dengan berdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan dengan
standar internasonal. Terkait materi misalnya, sebagai tambahan, sejak kelas
VII telah diajarkan tentang data dan peluang; pola dan barisan bilangan,
aljabar, bangun; serta transformasi geometri. Keseimbangan antara
matematika angka dan matematika pola dan bangun selalu dijaga.
Kompetensi
pengetahuan bukan hanya sampai memahami secara
konseptual tetapi sampai kepada penerapan melalui pengetahuan prosedural
dalam pemecahan masalah matematika.
33
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kompetensi
keterampilan
berpikir
juga
diasah
untuk
dapat
memecahkan masalah yang membutuhkan pemikiran tingkat tinggi seperti
menalar, pemecahan masalah melalui permodelan, pembuktian, dan
perkiraan/pendekatan. Walaupun demikian, pembahasan materi selalu
didahului dengan pengetahuan konkret yang dijumpai peserta didik dalam
kehidupan sehari-hari. Permasalahan konkret tersebut digunakan sebagai
jembatan untuk menuju ke dunia matematika abstrak melalui pemanfaatan
simbol-simbol matekatika yang sesuai melalui permodelan. Sesampainya
pada ranah abstrak, metode-metode matematika diperkenalkan untuk
menyelesaikan model permasalahan yang diperoleh dan mengembalikan
hasilnya pada ranah konkret.
Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus dilakukan siswa
untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Sesuai dengan pendekatan
yang digunakan dalam Kurikulum 2013, peserta didik diberanikan untuk
mencari dari sumber belajar lain yang tersedia dan terbentang luas di
sekitarnya.
Peran
guru
sangat
penting
untuk
meningkatkan
dan
menyesuaikan daya serap siswa dengan ketersedian kegiatan pada buku ini.
Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan
lain yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan
alam.
34
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2.7. Silabus Matematika Kelas VIII Semester Ganjil Tahun Pelajaran
2014/2015
Silabus adalah rancangan pembelajaran yang berisi rencana bahan ajar
mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu sebagai hasil dari
seleksi, pengelompokan, pengurutan, dan penyajian materi kurikulum yang
dipertimbangkan berdasarkan ciri dan kebutuhan masing-masing sekolah
(Abdul, 2008).
Silabus dalam Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 58
merupakan rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran yang mencakup
Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Materi Pembelajaran, Kegiatan
Pembelajaran, Penilaian, Alokasi Waktu, dan Sumber Belajar. Kompetensi
dasar yang diharapkan dapat dicapai siswa adalah (1) menunjukkan perilaku
ingin tahu dalam melakukan aktivitas di rumah, sekolah, dan masyarakat
sebagai wujud implementasi penyelidikan sifat-sifat kubus, balok, prisma
dan limas serta bagian-bagiannya melalui alat peraga, (2) menentukan luas
permukaan dan volume kubus, balok, prisma, dan limas, dan (3) menaksir
dan menghitung volume permukaan bangun ruang yang tidak beraturan
dengan menerapkan geometri dasarnya.
2.8. Kerangka Berpikir
Pendekatan saintifik sebagai inti dari Kurikulum 2013 belum
diterapkan dengan maksimal di sekolah. Peneliti melaksanakan observasi di
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta yang merupakan sekolah yang masih
melaksanakan Kurikulum 2013. Masalah yang timbul adalah guru kesulitan
35
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran mengingat buku teks
Kurikulum 2013 merupakan komponen yang penting dalam pembelajaran
agar sesuai dengan pendekatan saintifik. Guru melaksanakan pembelajaran
di kelas tidak sesuai dengan Buku Matematika Pegangan Guru Kurikulum
2013. Buku tersebut merupakan buku yang diterbitkan dan didistribusikan
oleh
pemerintah,
dan
diharapkan
menjadi
pedoman
pelaksanaan
pembelajaran saintifik.
Pendekatan saintifik adalah proses kerja yang berbasis pada buktibukti dari objek yang dapat diobservasi, empiris, dan terukur dengan
prinsip-prinsip penalaran yang spesifik, termasuk di dalamnya makna,
tujuan, dan komponen pendukung, serta peran guru. Tujuan kurikulum 2013
dicerminkan dalam setiap langkah kegiatan pembelajaran di kelas dan buku
matematika Kurikulum 2013 menjabarkan usaha minimal yang harus
dilaksanakan guru untuk mencapai pembelajaran yang sesuai dengan
Kurikulum 2013.
Pengamatan dan penelitian terhadap kegiatan pembelajaran yang
dilaksanakan
oleh
guru
melalui
dokumentasi
video
yang
telah
dideskripsikan akan menghasilkan data untuk dianalisis berdasarkan Rubrik
penilaian. Rubrik tersebut digunakan untuk melihat dan menghitung
kesesuaian tahap pembelajaran dan sejauh mana pembelajaran yang
dilaksnakan sesuai dengan Kurikulum 2013, dilihat dari nilai hasil penilaian
dan kriteria hasilnya. Selain itu, analisis hasil wawancara dengan guru dan
siswa membantu dalam melihat bagaimana kegiatan pembelajaran dan
36
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
penggunaan buku dalam pembelajaran dilakukan. Hasil pengamatan
dirujukkkan pada tabel kriteria pelaksanaan pembelajaran apakan sudah
sesuai dengan pendekaatan saintifik atau masih kurang sesuai. Dengan
memperhatikan hasil wawancara, dapat diketahui faktor-faktor pendukung
dan faktor-faktor yang melemahkan dalam kegiatan pembelajaran.
Hasil analisis yang telah didapat akan menunjukkan sejauh mana
pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta sesuai dengan pendekatan saintifik dalam Kurikulum 2013 dan
menjadi evaluasi untuk perbaikan kedepan.
37
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB 3
METODE PENELITIAN
3.1. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian
deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan
informasi mengenai status suatu gejala menurut apa adanya pada saat
penelitian dilakukan (Arikunto, 2006: 10). Analisis terhadap buku teks
Matematika Pegangan Guru SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 di SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta meliputi dua hal. Pertama, peran buku
pegangan guru dalam mendukung perencanaan pembelajaran dengan
pendekatan saintifik dan yang kedua, mengenai pelaksanaan pembelajaran
di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dan kesesuaiannya dengan Kurikulum
2013.
Teknik kualitatif dipakai sebagai pendekatan dalam penelitian ini.
Teknik ini digunakan untuk memahami realitas rasional sebagai realitas
subjektif. Proses observasi dan wawancara mendalam diutamakan dalam
pengumpulan data.
3.2. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini tidak dikenal istilah populasi dan sampel
karena penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupa studi kasus
tentang pembelajaran yang berlangsung di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta pada materi Bangun Ruang Sisi Datar dan penggunaan Buku
38
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013. Dijelaskan oleh
Sugiyono (2010: 298) bahwa dalam penelitian kualitatif tidak menggunakan
populasi karena penelitian kualitatif berangkat dari kasus tertentu yang ada
pada situasi sosial dan hasil kajiannya tidak akan diberlakukan ke populasi,
tetapi ditransferkan ke tempat lain pada situasi sosial yang memiliki
kesamaaan dengan situasi sosial pada kasus yang dipelajari.
Selain analisis terhadap penggunaan buku teks, penelitian ini juga
menganalisis pembelajaran yang sesuai dengan Kurikulum 2013 yakni
pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pada penelitian kualitatif
responden atau subjek disebut dengan istilah informan, yaitu orang yang
memberi informasi tentang data yang diinginkan berkaitan dengan
penelitian yang sedang dilaksanakan.
3.3. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer karena
data-data yang ada diperoleh secara langsung melalui pengamatan,
wawancara, dan dokumentasi. Sumber data utama dalam penelitian ini
berupa dokumentasi kegiatan pembelajaran dengan materi Bangun Ruang
Sisi Datar di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, hasil wawancara
dengan guru mata pelajaran, dan hasil wawancara dengan beberapa siswa.
Sumber lain yang digunakan dalam penelitian ini adalah contoh
kerangka pembelajaran saintifik dari Materi Pelatihan Guru (MPG) tentang
Implementasi Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu
39
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013. Materi
pelatihan ini relevan dengan masalah yang sedang diteliti, lembaga yang
menerbitkan merupakan lembaga yang terjamin keabsahannya dan materi
pelatihan yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan.
3.4. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
dengan mendokumentasikan kegiatan pembelajaran kelas 8E SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta dan metode wawancara. Dokumentasi digunakan untuk
memperoleh data di lapangan. Deskripsi data yang diperoleh dibandingkan
dengan panduan kegiatan pembelajaran menurut MPG Matematika SMP
Tahun 2013. Data yang diperoleh kemudian diberi persentase skor pada
setiap tahap pembelajaran yang diamati.
Analisis dilakukan dengan memberikan skor pada setiap indikator
untuk setiap tahapan pembelajaran yang dilaksanakan. Kriteria skor yang
digunakan untuk memberikan penilaian disesuaikan dengan jumlah tahapan
pembelajaran sehingga diperoleh persentase untuk melihat sejauh mana
buku pegangan guru membantu persiapan dan kegiatan pembelajaran di
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
Kegiatan wawancara
Matematika sebagai
dilakukan dengan
narasumber.
guru mata pelajaran
Wawancara ini
dilakukan
untuk
memperoleh gambaran yang jelas tentang pembelajaran yang berlangsung,
tentang penggunaan buku Matematika pegangan guru, dan tentang
kesesuaian kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik Kurikulum
40
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2013 di Kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Untuk melengkapi
data yang diperoleh dilakukan pula wawancara dengan beberapa peserta
didik yang mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas 8E.
3.5. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan adalah rubrik penialaian tahapan
pembelajaran yang diterbitkan MPG SMP Matematika Tahun 2013 dan
panduan pertanyaan wawancara. Instrumen yang berupa rubrik penilaian
digunakan untuk menilai tahapan pembelajaran yang dilaksanakan guru.
Instrumen rubrik penilaian yang digunakan adalah panduan pelaksanaan
kegiatan pembelajaran saintifik yang terdapat dalam Materi Pelatihan Guru
(MPG) Implementasi Kurikulum 2013 SMP Matematika yang diterbitkan
oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan
Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Tahun 2013.
41
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3.5.1. Instrumen Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik
Tabel 3.1
Rubrik Penilaian Tahap Pelaksanaan Pembelajaran Saintifik
Aspek yang Diamati
Ya
Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi dan Motivasi
1
Mengaitkan materi pembelajaran sekarang
dengan pengalaman peserta didik atau
pembelajaran sebelumnya.
2
Mengajukan pertanyaan menantang.
3
Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.
4
Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait
dengan materi pembelajaran.
Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan
1
Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai
peserta didik.
2
Menyampaikan rencana kegiatan misalnya,
individual, kerja kelompok, dan melakukan
observasi.
Kegiatan Inti
Penguasaan Materi Pelajaran
1
2
3
4
Kemampuan menyesuiakan materi dengan
tujuan pembelajaran.
Kemampuan mengkaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan, perkembangan
Iptek , dan kehidupan nyata.
Menyajikan pembahasan materi
pembelajaran dengan tepat.
Menyajikan materi secara sistematis (mudah
ke sulit, dari konkrit ke abstrak)
Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik
1
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai.
2
Menfasilitasi kegiatan yang memuat komponen
eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi.
3
Melaksanakan pembelajaran secara runtut.
4
Menguasai kelas.
5
Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
42
Tidak
Catatan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Aspek yang Diamati
kontekstual.
6
7
Ya
Melaksanakan pembelajaran yang
memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif
(nurturant effect).
Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
alokasi waktu yang direncanakan.
Penerapan Pendekatan scientific
1
Memberikan pertanyaan mengapa dan
bagaimana.
2
Memancing peserta didik untuk bertanya.
3
Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba.
4
Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati.
5
Memfasilitasi peserta didik untuk
menganalisis.
6
Memberikan pertanyaan peserta didik untuk
menalar (proses berfikir yang logis dan
sistematis).
7
Menyajikan kegiatan peserta didik untuk
berkomunikasi.
Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam
Pembelajaran
1
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
sumber belajar pembelajaran.
2
Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media pembelajaran.
3
Menghasilkan pesan yang menarik.
4
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
sumber belajar pembelajaran.
5
Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
media pembelajaran.
Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran
1
Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik, sumber
belajar.
2
Merespon positif partisipasi peserta didik.
3
Menunjukkan sikap terbuka terhadap respons
peserta didik.
43
Tidak
Catatan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Aspek yang Diamati
Ya
4
Menunjukkan hubungan antar pribadi yang
kondusif.
5
Menumbuhkan keceriaan atau antuisme peserta
didik dalam belajar.
Tidak
Catatan
Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam
Pembelajaran
1
Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan
lancar.
2
Menggunakan bahasa tulis yang baik dan
benar.
Kegiatan Penutup
Penutup pembelajaran
Melakukan refleksi atau membuat rangkuman
1
dengan melibatkan peserta didik.
Memberihan tes lisan atau tulisan .
2
Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
3
portofolio.
Melaksanakan tindak lanjut dengan
4
memberikan arahan kegiatan berikutnya dan
tugas pengayaan.
Jumlah
3.5.2. Pertanyaan Pedoman Wawancara Guru dan Siswa SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta
3.5.2.1.
Pedoman Wawancara Guru
1. Sejak kapan Ibu melaksanakan kegiatan pembelajaran
berbasis Kurikulum 2013?
2. Sejauh ini, bagaimana Ibu melaksanakan kegiatan
pembelajaran berbasis
Kurikulum
2013
sebelumnya?
44
Kurikulum 2013? Apakah
berbeda
dengan
kurikulm
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3. Bagaimana proses penyusunan RPP materi bangun
ruang sisi datar untuk semester 2 tahun ajaran
2014/2015, yang susuai dengan K-13 ?
4. Apakah Buku Matematika Pegangan Guru SMP Kelas
VIII digunakan dalam penyusunan RPP materi ajar
bangun ruang sisi datar yang susuai dengan K-13 ?
5. Dalam kegiatan pembelajaran materi bangun ruang sisi
datar, apakah dilaksanakan mengikuti K-13 yang
berlaku, yakni dengan pendekatan saintifik? Bagaimana
Pembelajaran tersebut berlangsung?
6. Kesulitan apa yang dihadapi dalam menekankan makna
scientific dalam pembelajaran materi bangun ruang sisi
datar di kelas? Bagaimana mengatasi kesulitan tersebut?
7. Apakah peserta didik mengalami kesulitan dengan
pembelajaran menggunakan pendekatan scientific di
kelas ? Bagaimana mengatasinya?
8. Bagaimana peran buku Matematika Pegangan Guru
Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 dalam proses
pembelajaran?
9. Apakah kekurangan dan kelebihan buku Matematika
Pegangan Guru Kelas VIII SMP Kurikulum 2013?
10. Bagaimana pendapat Ibu mengenai Kurikulum 2013
dan pembelajaran yang selama ini yang sudah
45
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dilaksanakan serta mengenai perangkat pendukung
pembelajaran yang ada?
3.5.2.2.
Pedoman Wawancara Siswa
1. Apa yang kamu ketahui tentang Kurikulum 2013? Sejak
kapan kamu mengikuti kegiatan pembelajaran berbasis
Kurikulum 2013? Bagaimana pendapatmu mengenai
Kurikulum 2013?
2. Apakah yang kamu ketahui tentang pendekatan saintifik
dalam kegiatan pembelajaran Matematika?
3. Apakah kamu mempunyai dan menggunakan buku
Matematika Kurikulum 2013 saat pembelajaran materi
Bangun Ruang Sisi Datar?
4. Apakah kesulitanmu dalam mengikuti pembelajaran
Matematika khususnya pada materi Bangun Ruang Sisi
Datar dengan pendekatan saintifik? Mengapa?
5. Berapa nilai ulanganmu untuk materi Bangun Ruang
Sisi Datar?
3.6. Metode Analisis Data
Hasil dari deskripsi kegiatan pembelajaran dari kegiatan dokumentasi
video akan diberi skor sesuai dengan tahapan pelaksanaan pembelajaran.
Pemberian skor dilihat sesuai dengan ribrik penilaian tahap pembelajaran
pada tabel 3.1. Hasil wawancara dianalisis sehingga diperoleh informasi
tentang penggunaan buku Matematika Pegangan Guru Kelas VIII dalam
46
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
mendukung pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan
saintifik Kurikulum 2013.
Kriteria pemberian skor sesuai dengan rubrik penilaian tahap
pembelajaran dilihat dari tahapan pembelajaran yang dilakukan dari awal
hingga akhir dalam penyampaian materi Bangun Ruang Sisi Datar yang
diajarkan kepada peserta didik dalam 8 kali pertemuan. Hal ini dilakukan
untuk melihat sejauh mana pembelajaran yang dilakukan guru memenuhi
standar pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
Setelah dideskripsikan dan diberi skor pada setiap tahapan
pembelajaran, hasil dari pemberian skor akan dihitung dengan rumus
sebagai berikut.
Keterangan :
P
: Persentase kesesuaian standar tahapan
pembelajaran yang saintifik
Jumlah skor
: Jumlah skor yang diperoleh dari deskripsi
tahapan pembelajaran
Total skor
: Total skor keseluruhan
Perhitungan rata-rata dari tiga tahapan kegiatan pembelajaran :
47
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Keterangan :
R
: Rata-rata persentase dari 3 tahapan kegiatan
pembelajaran
P1
: Persentase tahapan kegiatan pembelajaran 1
P2
: Persentase tahapan kegiatan pembelajaran 2
P3
: Persentase tahapan kegiatan pembelajaran 3
Nilai yang telah diperoleh dalam bentuk persen selanjutnya dihitung.
Pertama, dihitung menurut setiap tahapan pembelajaran. Kedua, nilai dari
hasil rata-rata 3 tahapan pembelajaran tersebut didefinisikan sesuai dengan
kriteria yang terlampir dalam MPG SMP Matematika Tahun 2013. Kegiatan
pembelajaran dikatakan sangat sesuai dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013 jika hasil rata-rata persentase dari dua kriteria tersebut
berada pada rentang 90% - 100%. Dikatakan sesuai jika hasil rata-rata
berada pada rentang 75% - 89%. Hasil rata-rata berada pada rentang 60% 74% dikatakan cukup sesuai, dan dikatakan kurang sesuai jika hasil rata-rata
berada pada rentang 0% - 59%.
48
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kriteria kesesuaian tahapan pembelajaran yang dituliskan dalam
Materi Pelatihan Guru Matematika SMP Tahun 2013 (2013: 368),
ditetapkan dalam tabel berikut :
Table 3.2
Kriteria Hasil Persentase
Kriteria Kesesuaian
Pembelajaran
Sangat sesuai
Sesuai
Cukup sesuai
Kurang sesuai
Persentase (%)
Keterangan
90 – 100
75 – 89
60 – 74
0 – 59
Rata-rata persentase
yang diperoleh dari 3
kriteria tahapan kegiatan
pembelajaran
Hasil wawancara penulis dengan guru dan siswa akan diuraikan
bersama dengan hasil dokumentasi yang telah dideskripsikan untuk setiap
tahapan pembelajaran dan diperoleh analisis yang relevan. Hasil wawancara
menjadi bagian yang penting dalam analisis penggunaan buku Matematika
Pegangan Guru Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 karena pentingnya peran
guru dalam kegiatan pembelajaran dan peserta didik sebagai subjek
pembelajaran. Dengan ini diharapkan dapat dianalisis peran buku pegangan
guru terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik.
Setelah dilakukan analisis data dokumentasi pembelajaran yang telah
diseskripsikan, akan diketahui apakah kegiatan pembelajaran di kelas 8E
SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dilaksanakan sesuai dengan Kurikulum
2013 yakni dengan pendekatan saintifik. Dari wawancara akan diketahui
apakah Buku Pegangan Guru Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum 2013
dapat mendukung pelaksanan pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi Luhur
1 Yogyakarta.
49
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
4.1. Pelaksanaan Penelitian
Sekolah Menengah Pertama Pangudi Luhur 1 Yogyakarta adalah salah
satu SMP di Yogyakarta yang pembelajarannya menerapkan Kurikulum
2013. SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tetap melaksanakan Kurikulum
2013 setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah mencabut
penggunaan Kurikulum 2013 di sekolah-sekolah di Indonesia.
Penulis melakukan penelitian di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta. Penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara untuk
mendapatkan data mengenai tahapan pembelajaran yang dilakukan oleh
guru dan penggunaan buku Matematika Pegangan Guru SMP Kelas VIII
Kurikulum 2013 di kelas 8E. Materi pembelajaran yang diberikan kepada
peserta didik pada saat penulis melakukan penelitian adalah Bangun Ruang
Sisi Datar. Materi ini diberikan pada Semester 2 Tahun Pelajaran
2014/2015.
Guru yang mengampu mata pelajaran Matematika kelas 8 SMP
Pangudi Luhur 1 Yogyakarta ada 2 orang, yaitu : Ibu C. Peni Suryaningtyas,
S. Pd. yang biasa dipanggil Ibu Peni, dan Ibu Fransiska Anggar Cahyanti, S.
Pd. yang biasa dipanggil Ibu Siska. Ibu Peni mengajar kelas 8A dan 8B,
sedangkan Ibu Siska mengajar kelas 8C, 8D, 8E, 8F, dan 8G. Selain menjadi
guru Matematika, Ibu Peni juga menjabat sebagai wakil kepala sekolah
bidang Kurikulum. Pada saat penulis melakukan penelitian, beliau sedang
50
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
disibukkan dengan persiapan Ujian Nasional kelas 9. Olehkarena itu, beliau
menolak untuk diwawancarai oleh penulis.
Ibu Peni menyarankan agar penulis melakukan wawancara dan
observasi di kelas dengan didampingi Ibu Siska dan Ibu Eva. Ibu Eva adalah
guru baru yang mengampu mata pelajaran Matematika di SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta yang menggantikan Ibu Peni selama Ibu Peni mengurus
persiapan Ujian Nasional. Ibu Eva juga mendampingi tiga mahasiswa lain
yang melakukan penelitian untuk penyusunan skripsi. Oleh karena itu,
beliau menolak untuk diobservasi kegiatan pembelajarannya. Beliau hanya
bersedia diawancarai. Jadi, kegiatan observasi tahapan pembelajaran hanya
dilaksanakan di satu kelas, yaitu kelas 8E, dan satu guru pendamping, yakni
Ibu Siska. Hal ini tidak sesuai dengan rencana penulis. Menurut rencana,
penulis akan melakukan observasi kegiatan pembelajaran kepada dua orang
guru di dua kelas. Karena kendala di atas, penulis hanya melakukan
observasi di satu kelas dan mewawancarai
dua guru mata pelajaran
Matematika kelas 8 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta.
Pembelajaran materi Bangun Ruang Sisi Datar di kelas 8E
dilaksanakan sebanyak tiga kali pertemuan untuk delapan jam pelajaran
yang seharusnya enam pertemuan untuk lima belas jam pelajaran. Satu jam
pelajaran terdiri dari empat puluh menit. Penulis melaksanakan observasi di
kelas 8E selama tiga kali pertemuan untuk lima jam pelajaran karena waktu
yang lain digunakan guru pengampu untuk mengikuti kegiatan rapat di luar
sekolah.
51
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kelas 8E adalah salah satu kelas yang diampu oleh Ibu Siska untuk
mata pelajaran Matematika. Jumlah peserta didik kelas 8E ada 36 anak yang
terdiri dari 19 peserta didik laki-laki dan 17 peserta didik perempuan.
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Selasa, 14 April 2015,
pukul 10.00 sampai pukul 12.25 dengan jeda waktu 15 menit untuk istirahat.
Pada pertemuan pertama guru (Ibu Siska) hanya mengajar 1 jam pelajaran
dari total 3 jam pelajaran karena Ibu Siska harus menghadiri rapat di luar
sekolah. Guru membahas materi Bangun Ruang Sisi Datar secara
berkelompok. Bahan ajar mengenai kubus yang meliputi luas permukaan
dan volume kubus dijadikan satu urutan. Hal ini tidak sesuai dengan buku
peserta didik dan buku pegangan guru. Pada pertemuan pertama guru
membahas mengenai materi kubus. Guru menambahkan materi tentang
unsur-unsur bangun ruang kubus, yaitu : rusuk, sisi, diagonal sisi, bidang
diagonal, diagonal ruang, dan cara penamaannya yang tidak ada di dalam
buku pegangan guru maupun buku siswa. Guru melakukan hal ini untuk
mengantisipasi soal-soal yang mungkin keluar pada saat Ujian Nasional.
Pembelajaran berlangsung lancar. Penulis melakukan pengamatan
terhadap
proses
pembelajaran
yang
berlangsung
untuk
dianalisis
kesesuaiannya dengan pembelajaran menurut Kurikulum 2013.
Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, guru membawa buku
siswa kelas VIII Kurikulum 2013, tidak membawa buku pegangan guru.
Guru juga membawa alat tulis dan jurnal guru. Guru menguasai materi
pembelajaran sehingga selama proses pembelajaran guru tidak membuka
52
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
buku siswa yang dibawa ke kelas. Pada akhir pembelajaran, guru
memberikan latihan soal dari buku siswa dan menuliskannya di papan tulis
untuk dikerjakan peserta didik karena guru akan mengikuti rapat.
Pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu, 15 April 2015, pada
pukul 10.00 sampai dengan pukul 11.30. Guru hanya mengajar 1 jam
pelajaran dari total 2 jam pelajaran karena guru harus menghadiri rapat di
luar sekolah. Pada pertemuan ini guru mengajar dengan cara yang sama
dengan pertemuan sebelumnya, yaitu dengan cara mengelompokkan materi.
Materi pada pertemuan kedua adalah balok yang meliputi luas permukaan
dan volume balok. Sama seperti pada saat mengajarkan materi kubus, guru
juga menambahkan materi unsur-unsur balok yaitu : rusuk, sisi, diagonal
sisi, bidang diagonal, diagonal ruang, dan cara penamaannya. Materi
tambahan ini tidak terdapat pada buku pegangan guru maupun buku siswa.
Pada akhir pembelajaran guru memberikan latihan soal untuk dikerjakan
peserta didik di dalam kelas sampai jam pelajaran berakhir. Sama seperti
pertemuan sebelumnya, pembelajaran berlangsung dengan baik dan lancar.
Pertemuan kedua hampir sama dengan pertemuan pertama sehingga penulis
dapat menganalisis kesesuaian tahapan pembelajaran yang dilakukan guru
dengan tahapan pembelajaran menurut Kurikulum 2013.
Pada pertemuan kedua ini guru juga hanya membawa buku siswa,
jurnal priabadi guru, dan alat tulis. Guru tidak membawa buku pegangan
guru dan tidak menggunakan buku siswa selama proses pembelajaran.
Hanya pada akhir pembelajaran guru menggunakan buku siswa untuk
53
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
memberikan soal yang harus dikerjakan oleh peserta didik selama guru ada
keperluan di luar sekolah.
Pertemuan ketiga dilaksanakan pada hari Selasa, 21 April 2015, pada
jam yang sama dengan pertemuan pertama. Berbeda dengan pertemuan
minggu sebelumnya, guru dalam pertemuan ini guru mengajar 2 jam
pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Satu jam pelajaran hanya terdiri
dari 35 menit karena jam mengajar pada hari itu juga digunakan untuk
tryout persiapan ujian kelas 9. Materi pada pertemuan ini adalah Prisma dan
Limas seperti yang telah diungkapkan oleh guru pada pertemuan
sebelumnya. Guru memberikan materi tentang prisma, baru kemudian
materi limas. Prisma dan limas yang dipelajari oleh peserta didik adalah
prisma dan limas beraturan. Peserta didik tidak mengalami kesulitan dalam
memahami materi tersebut. Pada materi ini guru menitikberatkan
pembelajaran pada luas permukaan dan volume limas karena waktu yang
tersedia singkat. Bagian unsur-unsur bangun ruang prisma dan limas
diajarkan dengan cepat dan tidak mendetail. Sebelum pembelajaran
berakhir, guru meberikan latihan soal untuk dikerjakan di kelas dan peserta
didik diminta mengerjakan bersama dengan teman sebangkunya. Pada saat
kegiatan pembelajaran berlangsung, guru membawa buku Matematika kelas
VIII Kurikulum 2013 untuk siswa, bukan buku pegangan guru. Guru juga
membawa alat tulis dan jurnal guru. Guru menggunakan buku peserta didik
untuk memberikan soal dan membantu peserta didik dalam membahas soal-
54
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
soal yang terdapat di buku siswa. Soal berasal dari buku siswa, tetapi
pembahsan yang dilakukan guru berasal dari pengetahuan pribadi guru.
Dari pertemuan pertama hingga ketiga penulis dapat menganalisis
kesesuaian tahapan pembelajaran yang dilakukan guru dengan tahapan
pembelajaran menurut MPG SMP 2013 dan sebaliknya. Selain analisis
tahapan pembelajaran, penggunaan buku Matematika kelas VIII pegangan
guru Kurikulum 2013 juga dianalisis untuk mengetahui peran buku
pegangan guru dalam proses pembelajaran di kelas 8 SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta.
4.2. Data Penelitian
Data penelitian diperoleh dengan dua cara, yakni hasil observasi kelas
dan hasil wawancara. Keduanya merupakan data primer dalam penelitian
ini. Data hasil observasi kelas dideskripsikan dan hasil wawancara akan
dituliskan. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yakni untuk menganalisis
kesesuaian tahapan pembelajaran di Kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta untuk materi Bangun Ruang Sisi Datar dengan tahapan
pembelajaran Kurikulum 2013 dan untuk mengetahui peran buku
Matematika kelas VIII SMP pegangan guru Kurikulum 2013.
55
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.2.1. Data Hasil Observasi
Observasi dilakukan pada 3 kali pertemuan pembelajaran, yaitu:
Selasa, 14 April 2015, Rabu, 15 April 2015, dan Selasa, 21 April 2015.
Berikut ini adalah data hasil observasi kegiatan pembelajaran Matematika
kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dengan materi Bangun Ruang
Sisi Datar yang dilaksanakan tanggal 14 April 2015 pada jam pelajaran ke-4
sampai dengan ke-6.
Tabel 4.1
Tahapan Pembelajaran Pertemuan 1
Tahapan Pembelajaran
Pendahuluan
Kegiatan Guru
Kegiatan Peserta didik
1. Guru mengucapkan salam dan
1. Peserta didik menjawab salam
mengecek kehadiran peserta
dan
menyampaikan
nama
didik.
peserta didik yang tidak hadir
dengan alasannya.
2. Guru memberikan penjelasan
2. Salah satu peserta didik
terhadap pertanyaan peserta
bertanya tentang materi
didik secara pribadi, tidak
pertemuan sebelumnya
secara klasikal.
dengan cara maju dan
membawa buku kepada guru.
3. Guru menjelaskan materi,
3. Peserta didik memperhatikan
kompetensi, dan rencana
penjelasan guru.
pembelajaran tentang kubus
yang meliputi unsur-unsur, luas
permukaan, dan volume kubus.
Inti
56
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1. Guru menggambar kubus di
1. Peserta didik memperhatikan
papan tulis dan meminta
dan menyebutkan benda-
peserta didik menyebutkan
benda konkret yang termasuk
benda-benda kongkret yang
jenis bangun ruang kubus,
termasuk jenis bangun ruang
yaitu : batako, kardus, cubic
kubus.
mainan, ruang kelas, dan
almari.
2. Guru mengambil contoh ruang
2. Peserta didik memperhatikan.
kelas yang berbentuk kubus
untuk membantu menjelaskan
bentuk kubus dan menjelaskan
cara memberikan nama
terhadap setiap titik sudut.
3. Guru menjawab bahwa urutan
3. Salah seorang peserta didik
pemberian nama kubus selalu
bertanya bagaimana jika huruf
berlawanan dengan arah jarum
yang digunakan acak?
jam.
4. Guru meminta peserta didik
4. Peserta didik menjawab
untuk menyebutkan rusuk
dengan cara bersama-sama
kubus yang digambar guru di
sehingga jawabannya kurang
papan tulis.
jelas.
5. Guru mengkonfirmasi tentang
5. Peserta didik memperhatikan.
rusuk dan jumlah rusuk dengan
menuliskannya di papan tulis.
6. Guru menjelaskan dan
6. Peserta didik memperhatikan.
menuliskan penamaan titik
sudut dan jumlahnya.
7. Guru menjelaskan dan
7. Peserta didik memperhatikan.
menuliskan penamaan sisi
kubus dan jumlahnya.
57
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8. Guru menjelaskan definisi
8. Peserta didik memperhatikan.
diagonal sisi, menuliskan
penamaan dan jumlahnya.
9. Guru bertanya kepada peserta
didik cara menentukan panjang
9. Peserta didik tidak dapat
menjawab pertanyaan guru.
diagonal sisi dengan
memisalkan panjang sisi
dengan huruf .
10. Guru memandu peserta didik
10. Peserta didik memperhatikan.
mencari panjang diagonal sisi
dengan menggunakan teorema
Pythagoras sampai diperoleh
panjang diagonal sisi dengan
rusuk a adalah
.
11. Guru bertanya kepada peserta
11. Peserta didik menjawab
didik tentang diagonal ruang
diagonal ruang adalah
dan cara menentukan
diagonal yang menyilang,
panjangnya.
sedangkan cara menentukan
panjangnya peserta didik
belum tahu.
12. Guru menjelaskan tentang
12. Peserta didik memperhatikan.
diagonal ruang dan
penamaannya dengan media
ruang kelas.
13. Guru menunjukkan cara
13. Peserta didik memperhatikan,
menentukan panjang diagonal
namun masih mengalami
ruang dengan bidang diagonal
kesulitan dalam memahami
berbentuk persegi panjang dan
bidang diagonal.
teorema Pythagoras sampai
diperoleh panjang diagonal
58
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
ruang kubus dengan rusuk a
adalah
.
14. Guru memberikan penjelasan
14. Empat orang peserta didik
dengan meminjam dua buku
yang masih mengalami
peserta didik untuk membentuk
kesulitan maju ke depan meja
kubus sederhana, lalu
guru untuk meminta
memasukkan buku ketiga
penjelasan ulang dari guru.
menyilang untuk menunjukkan
bidang diagonal.
15. Guru bertanya kepada peserta
didik mengenai penamaan
15. Sebagian peserta didik
menjawab dengan benar.
bidang diagonal.
16. Guru menanyakan cara
16. Peserta didik menentukan luas
menentukan luas permukaan
kubus dengan dipandu guru.
kubus dengan menggunakan
clue luas sebuah sisi dan
banyak sisi kubus.
17. Guru menjelaskan dan
17. Peserta didik memperhatikan
menuliskan rumus luas
penjelasan guru.
permukaan kubus di papan
tulis.
18. Guru memberikan sedikit
18. Peserta didik memperhatikan
penjelasan kemudian
penjelasan guru kemudian
menuliskan rumus volume di
menuliskan semua penjelasan
papan tulis karena keterbatasan
guru di buku catatatan.
waktu.
Penutup
1. Guru menuliskan soal latihan
1. Peserta didik membuka buku
yang harus dikerjakan peserta
siswa untuk menemukan
didik dari buku siswa.
tugas yang diberikan guru.
59
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Guru menyampaikan rencana
2. Peserta didik memperhatikan.
pembelajaran yang akan
dilaksanakan pada pertemuan
selanjutnya yakni materi balok.
3. Guru membereskan alat tulis
3. Peserta didik mulai
yang digunakan, mengisi jurnal
mengerjakan soal yang
kelas, dan membereskan meja
diberikan guru.
guru.
4. Guru meninggalkan kelas
4. Peserta didik melanjutkan
sebelum jam pelajaran berakhir
mengerjakan soal yang
karena akan mengikuti rapat.
diberikan guru.
Data hasil observasi tahapan pembelajaran pertemuan kedua dan
ketiga terdapat pada lampiran 2 dan 3.
4.2.2. Data Hasil Wawancara
Wawancara dengan Ibu Fransisika Anggar Cahyanti, S. Pd. (Ibu
Siska) dilakukan setelah pertemuan kedua, pada hari Rabu, 15 April 2015 di
ruang guru. Wawancara dengan Ibu Eva dilakukan pada Selasa, 21 April
2015 di ruang meeting sebagai ruang guru sementara. Berikut ini adalah data
hasil wawancara dengan Ibu Siska (G1).
Penulis
:“Apakah Buku Matematika Pegangan Guru SMP Kelas VIII
Kurikulum 2013 digunakan dalam penyusunan RPP materi ajar Bangun
Ruang Sisi Datar?”
G1
: “Pada saat penyusunan RPP ada beberapa buku yang digunakan.
Salah satunya adalah Buku
Matematika Kelas VIII Pegangan Guru
Kurikulum 2013. Sebenarnya buku pegangan guru tersebut tidak jauh
60
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
berbeda dengan Buku Siswa, hanya berbeda pada bagian keterangan
tambahan bagian kegiatan peserta didik. Saya menggunakan buku tersebut
untuk referensi soal, bukan sebagai buku utama untuk acuan kegiatan
pembelajaran. Alasannya selain karena banyak kesalahan cetak, juga
keterlambatan buku pada tahun lalu, dan banyak materi yang berbeda dari
tahun-tahun sebelumnya. Saya mengantisipasi UN kelas 9. Takutnya di
buku tidak ada, te- tapi keluar di soal UN.”
Penulis :”Apakah kegiatan pembelajaran materi Bangun Ruang Sisi Datar
dilaksanakan sesuai dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013?
Bagaimana pembelajaran tersebut berlangsung?”
G1
: ”Karena materi ini ada di semester 2, banyak waktu yang
terbuang untuk urusan kelas 9. Saya sendiri agak mengejar waktu saat
melaksanakan pembelajaran materi Bangun Ruang Sisi Datar. Yang saya
tekankan adalah peserta didik mengerti rumus dan tahu cara mengerjakan
soal. Sebisa mungkin pendekatan saintifik tetap diterapkan, hanya saja
kurang maksimal karena memang membutuhkan waktu lebih lama.
Pembelajaran berlangsung dengan baik, seperti yang Mbak lihat. Hanya saja
mungkin kurang bisa menerapkan penuh pendekatan saintifiknya.”
Penulis :”Kesulitan apa yang Ibu hadapi dalam menggunakan pendekatan
saintifik untuk pembelajaran materi Bangun Ruang Sisi Datar? Bagaimana
Ibu mengatasi kesulitan tersebut?”
G1
: ”Sebetulnya sulit atau tidak tergantung pada kesiapan peserta
didik dan guru, juga waktu yang ada. Paling susah kalau sudah kejar waktu,
61
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Mbak. Pikiran sudah kepecah sana sini, ditambah tuntutan ngajar dan
materi yang masih banyak. Biasanya terjadi di akhir-akhir tahun ajaran
seperti ini. Sebisa mungkin jangan ada yang dikorbankan , tetapi sulit juga.
Mau tidak mau, ya anak-anak kelas 8 yang jadi korban. Sebenarnya peserta
didik tidak kesulitan dengan pendekatan saintifik. Sejak di kelas 7 mereka
sudah menggunakan Kurikulum 2013 sampai sekarang di kelas 8, meskipun
mungkin tidak banyak yang mengetahui tentang pendekatan saintifik itu
sendiri. Saya mengatasi kesulitan dengan memprioritaskan pengetahuan
anak agar siap untuk ujian. Bagaimanapun anak kelas 8 harus siap untuk
UAS.”
Penulis : “Bagaimana peran buku Matematika Pegangan Guru Kelas
VIII SMP Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran?”
G1
: “Saya sendiri memang mempunyai Buku Matematika Pegangan
Guru Kelas VIII Kurikulum 2013. Awalnya hanya softcopy dari internet
dikarenakan cetakan dari pemerintah terbit terlambat. Beberapa bulan
setelah pembelajaran berlangsung, baru dibagikan beberapa buku peserta
didik dan buku guru. Saat membuat RPP, saya banyak melihat dari buku
tahun sebelumnya yang masih menggunakan KTSP, meskipun pada silabus
ada materi yang berbeda. Baru ketika buku guru dan peserta didik sudah
didistribusikan dan setiap peserta didik dipinjami buku oleh sekolah, saya
menggunakan Buku Guru untuk kegiatan pembelajaran. Sebenarnya tidak
banyak perbedaan antara Buku Guru dan Buku Siswa. Hanya ada tambahan
pada bagian keterangan dalam tahapan kegiatan pembelajaran yang ada di
62
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
buku guru. Perannya memudahkan saya mengajar karena buku pegangan
guru bisa menyesuaikan dengan peserta didik.”
: “Apakah kelebihan dan kekurangan buku Matematika
Penulis
Pegangan Guru Kelas VIII SMP Kurikulum 2013?”
G1
: “Kelebihannya membantu saya sebagai guru dalam menyusun
rencana pembelajaran, membantu dalam proses pembelajaran, sebagai acuan
materi ajar, dan membantu peserta didik lebih memahami materi yang
diberikan guru, meskipun saya tidak memakai penuh buku guru tersebut.
Kekurangannya lebih ke masalah fisik buku, yakni kesalahan cetak,
terlambat pendistribusiannya, dan ada beberapa penjelasan pada buku yang
sulit dipahami oleh peserta didik.”
Data hasil wawancara selengkapnya ada pada lampiran 4 dan 5.
Bagian selanjutnya adalah hasil wawancara penulis dengan beberapa
peserta didik kelas 8 SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta. Ada 5 peserta didik
yang diwawancarai. Mereka dari kelas yang berbeda-beda. Marcel Ave
Tetuko (S1), Guido Seno Danardanto (S2), Glorika Hasiana (S3), Ferdianus
David Jevon (S4), Anja Natalia Harsanto (S5). Berikut ini data hasil
wawancara dengan Ferdinandus David Jevon ( S4 ).
Penulis : “Kapan pertama kali kamu mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan untuk mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S4
: “Kayaknya sejak pertama masuk SMP udah pake KURIKULUM
2013, Bu. Berarti kelas 7, ya? Kalau menurutku ada enaknya ada
63
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
enggaknya. Enaknya
dari materi lebih ringkes ketimbang kurikulum
sebelumnya. Kalau nggak enaknya saking ringkesnya siswa bingung
memahami materi.”
Peneliti : “Tahukah kamu tentangi pendekatan saintifik, khususnya dalam
pembelajaran Matematika? Sejauh mana kamu tahu mengenai kegiatan
mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan dalam
kegiatan pembelajaran Matematika?”
S4
: “Tidak.”
Penulis :“Apakah kamu menggunakan Buku Siswa Kurikulum 2013 saat
kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ? Apakah
buku tersebut membantu?”
S4
:“Pakai sih, tapi tidak terlalu membantu. Soalnya kadang melebihi
kemampuan. Cara atau penjelasan yang ditunjukin bikin bingung.”
Penulis :“Apakah kamu memahami materi Bangun Ruang Sisi Datar yang
diajarkan oleh Ibu Siska? Apakah kesulitanmu dalam mengikuti
pembelajaran?”
David
:“Bu Siska lebih membantu memahami pelajaran ketimbang
bukunya. Kalau buku caranya sulit dipahami kalo Bu Siska langsung.”
Penulis
: “Berapa nilai ulanganmu tentang materi Bangun Ruang Sisi
Datar?”
S4
: “Kalau nggak salah 89.”
Hasil wawancara selengkapnya ada di lampiran 6, 7, 8, 9, dan 10.
64
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.3. Analisis Data
Sesuai dengan panduan pelaksanaan kegiatan pembelajaran saintifik
dalam Materi Pelatihan Guru (MPG) Implementasi Kurikulum 2013 SMP
mata pelajara Matematika yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu
Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2013, tahapan
pembelajaran dibagi menjadi 3. Pertama, kegiatan pendahuluan, kedua
kegiatan inti, dan ketiga, kegiatan penutup. Berikut ini adalah analisis hasil
penelitian dan wawancara yang terdiri dari 3 bagian tersebut beserta aspekaspeknya.
4.3.1. Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan dalam Materi Pelatihan Guru SMP Matematika
2013 terdiri dari 2 aspek, yaitu : Pertama, apersepsi dan motivasi, kedua,
penyampaian kompetensi dan rencana kegiatan.
Berikut ini adalah tabel pemaparan data kesesuaian antara hasil
observasi
dengan
panduan
pelaksanaan
Matematika 2013 pada Kegiatan Pendahuluan.
65
pembelajaran
MPG
SMP
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 4.1
Aspek Apersepsi dan Motivasi
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Mengaitkan materi pembelajaran dengan
pengalaman peserta didik atau materi
pembelajaran sebelumnya.
2. Mengajukan pertanyaan menantang.
3. Menyampaikan manfaat materi pembelajaran.
4. Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait
dengan materi pembelajaran.
√
√
√
√
-
-
-
-
-
Keterangan :
√
: sesuai / ada
-
: tidak sesuai / tidak ada
Aspek pertama pada kegiatan pendahuluan adalah Apersepsi dan
Motivasi. Terdapat 4 indikator yakni, (1) mengaitkan materi pembelajaran
dengan pengalaman peserta didik atau materi pembelajaran sebelumnya, (2)
mengajukan pertanyaan menantang, (3) menyampaikan manfaat materi
pembelajaran, dan (4) mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan
materi pembelajaran. Dari tabel terlihat, dari 4 indikator hanya 2 yang
terpenuhi, indikator 1 pada setiap pertemuan dan indikator 3 pada
pertemuan 1.
66
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 4.2
Aspek Penyampaian Kompetensi dan Rencana Kegiatan
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai
peserta didik.
2. Menyampaikan rencana kegiatan, misalnya
individual, kerja kelompok, dan melakukan
observasi.
√
√
√
√
√
√
Keterangan :
√
: sesuai / ada
-
: tidak sesuai / tidak ada
Aspek kedua adalah Aspek Penyampaian Kompetensi dan Rencana
Kegiatan. Terdapat 2 indikator yaitu, (1) Menyampaikan kemampuan yang
akan dicapai
peserta didik dan (2) Menyampaikan rencana kegiatan,
misalnya individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi. Semua
indikator pada aspek ini sesuai dengan kegiatan pembelajaran di kelas.
Tabel 4.3
Perolehan Skor Kegiatan Pendahuluan
Aspek
1. Apersepsi dan motivasi
2. Penyampaian kompetensi dan
rencana kegiatan
Jumlah
Skor
Kesesuaian
Maksimum
4
12
6
6
10
18
Pada tahapan Kegiatan Pendahuluan terdapat 10 poin skor kesesuaian
dari 18 poin skor maksimal. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa
kesesuaian pelaksanaan Kegiatan Pendahuluan dengan kriteria yang terdapat
pada MGMP SMP Matematika 2013 mencapai 55,6 %.
67
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.3.2. Kegiatan Inti
Tahapan Kegiatan Inti menurut panduan pelaksanaan pembelajaran
dalam Materi Pelatihan Guru SMP Matematika 2013 terdiri dari 6 aspek.
Pertama, Penguasaan Materi Pelajaran, kedua,
Penerapan Strategi
Pembelajaran yang Mendidik, ketiga, Penerapan Pendekatan Saintifik,
keempat, Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran, kelima,
Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran, dan keenam, Penggunaan
Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran.
Berikut ini tabel pemaparan data kesesuaian antara hasil observasi
dengan panduan pelaksanaan pembelajaran MPG SMP Matematika 2013
untuk Kegiatan Inti pembelajaran.
Tabel 4.4.
Aspek Penguasaan Materi Pelajaran
Indikator
1. Kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan
pembelajaran.
2. Kemampuan mengaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan, perkembangan
Iptek , dan kehidupan nyata.
3. Menyajikan pembahasan materi pembelajaran
dengan tepat.
4. Menyajikan materi secara sistematis (dari mudah
ke sulit, dari konkret ke abstrak).
Keterangan :
√
: sesuai / mampu
-
: tidak sesuai / tidak mampu
68
Pertemuan
1
2
3
√
√
√
-
-
-
√
√
-
√
√
√
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Pada Aspek Penguasaan Materi Pelajaran, dari 4 indikator (1)
kemampuan menyesuiakan materi dengan tujuan pembelajaran, (2)
kemampuan mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan,
perkembangan Iptek , dan kehidupan nyata, (3) menyajikan pembahasan
materi pembelajaran dengan tepat, dan (4) menyajikan materi secara
sistematis (dari mudah ke sulit, dari konkret ke abstrak), hanya 1 indikator
yang tidak terpenuhi yakni indikator 2.
Tabel 4.5
Aspek Penerapan Strategi Pembelajaran yang Mendidik
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
kompetensi yang akan dicapai.
2. Memfasilitasi kegiatan yang memuat komponen
eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
3. Melaksanakan pembelajaran secara runtut.
4. Menguasai kelas.
5. Melaksanakan pembelajaran yang bersifat
kontekstual.
6. Melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan
tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect).
7. Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi
waktu yang direncanakan.
√
√
√
-
-
-
√
√
√
√
√
√
-
-
-
√
√
√
-
-
-
Keterangan :
√
: sesuai / terlaksana
-
: tidak sesuai / tidak terlaksana
Aspek kedua adalah Aspek Penerapan Strategi Pembelajaran yang
Mendidik. Terdapat 7 indikator yaitu, (1) melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan kompetensi yang akan dicapai, (2) memfasilitasi kegiatan yang
memuat komponen eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, (3) melaksanakan
69
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
pembelajaran secara runtut, (4) menguasai kelas, (5) melaksanakan
pembelajaran yang bersifat kontekstual, (6) melaksanakan pembelajaran
yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif (nurturant effect), dan (7)
melaksanakan
pembelajaran
sesuai
dengan
alokasi
waktu
yang
direncanakan. Dari 7 indikator, guru melaksanakan 4 yakni, indikator 1, 3,
4, dan indikator 6.
Tabel 4.6
Aspek Penerapan Pendekatan Saintifik
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Memberikan pertanyaan mengapa dan
bagaimana.
2. Memancing peserta didik untuk bertanya.
3. Memfasilitasi peserta didik untuk mencoba.
4. Memfasilitasi peserta didik untuk mengamati.
5. Memfasilitasi peserta didik untuk
menganalisis.
6. Memfasilitasi peserta didik untuk menalar
(proses berpikir yang logis dan sistematis).
7. Memfasilitasi peserta didik untuk
berkomunikasi.
√
√
-
√
√
√
√
√
√
-
-
-
-
-
-
Keterangan :
√
: sesuai / terlaksana
-
: tidak sesuai / tidak terlaksana
Aspek ketiga adalah Penerapan Pendekatan Saintifik. Terdapat 7
indikator yaitu, (1) memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana, (2)
memancing peserta didik untuk bertanya, (3) memfasilitasi peserta didik
untuk mencoba, (4) memfasilitasi peserta didik untuk
memfasilitasi peserta didik untuk
mengamati, (5)
menganalisis, (6) memfasilitasi peserta
70
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
didik untuk menalar (proses berpikir yang logis dan sistematis), dan (7)
memfasilitasi peserta didik untuk berkomunikasi. Dari 7 indikator, hanya 3
yang dilaksanakan yakni, indikator 1, 4, dan 5.
Tabel 4.7
Aspek Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaran
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
sumber belajar.
2. Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan
media pembelajaran.
3. Menghasilkan pesan yang menarik.
4. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
sumber belajar.
5. Melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan
media pembelajaran.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
√
√
√
√
√
√
Keterangan :
√
: sesuai / menunjukkan
-
: tidak sesuai / tidak menunjukkan
Aspek keempat adalah Pemanfaatan Sumber Belajar/Media dalam
Pembelajaran. Terdapat 5 indikator yakni, (1) menunjukkan keterampilan
dalam penggunaan sumber belajar, (2) menunjukkan keterampilan dalam
penggunaan media pembelajaran, (3) menghasilkan pesan yang menarik,
(4) melibatkan peserta didik dalam
pemanfaatan sumber belajar, dan (5)
melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran. Dari 5
indikator, hanya 2 yang ditunjukkan yaitu, indikator 4 dan 5.
71
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 4.8
Aspek Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran
Indikator
1. Menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik, dan
sumber belajar.
2. Merespon positif partisipasi peserta didik.
3. Menunjukkan sikap terbuka terhadap respon
peserta didik.
4. Menunjukkan hubungan antarpribadi yang
kondusif.
5. Menumbuhkan keceriaan atau antusiasme
peserta didik dalam belajar.
Pertemuan
1
2
3
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
Keterangan :
√
: sesuai / menunjukkan
-
: tidak sesuai / tidak menunjukkan
Aspek kelima adalah Pelibatan Peserta Didik dalam Pembelajaran.
Terdapat 5 indikator yaitu, (1) menumbuhkan partisipasi aktif peserta didik
melalui interaksi guru, peserta didik, dan sumber belajar, (2) merespon
positif partisipasi peserta didik, (3) menunjukkan sikap terbuka terhadap
respon peserta didik, (4) menunjukkan hubungan antarpribadi yang
kondusif, dan (5) menumbuhkan keceriaan atau antusiasme peserta didik
dalam belajar. Semua indikator pada aspek ini ditunjukkan oleh guru pada
kegiatan pembelajaran.
72
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 4.9
Aspek Penggunaan Bahasa yang Benar dan Tepat dalam Pembelajaran
Pertemuan
1
2
3
Indikator
1. Menggunakan bahasa lisan secara jelas dan
lancar.
2. Menggunakan bahasa tulis dengan baik dan
benar.
√
√
√
√
√
√
Keterangan :
√
: sesuai / menggunakan
-
: tidak sesuai / tidak menggunakan
Aspek terakhir atau aspek keenam adalah Menumbuhkan keceriaan
atau antusiasme peserta didik dalam belajar. Terdapat 2 indikator yaitu, (1)
menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar dan (2) menggunakan
bahasa tulis dengan baik dan benar. Semua indikator pada aspek ini
ditunjukkan oleh guru pada kegiatan pembelajaran.
Tabel 4.10
Perolehan Skor Kegiatan Inti Pembelajaran
Aspek
1. Penguasaan Materi Pelajaran
2. Penerapan Strategi Pembelajaran
yang Mendidik
3. Penerapan Pendekatan Saintifik
4. Pemanfaatan Sumber
Belajar/Media dalam
Pembelajaran
5. Pelibatan Peserta Didik dalam
Pembelajaran
6. Penggunaan Bahasa yang Benar
dan Tepat dalam Pembelajaran
73
Kesesuaian
8
Skor
Maksimum
12
12
21
8
21
6
15
15
15
6
6
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Jumlah
55
90
Pada tahapan Kegiatan Inti Pembelajaran terdapat 55 poin skor
kesesuaian dari 90 poin skor maksimal. Dari hasil tersebut dapat dikatakan
bahwa Kesesuaian pelaksanaan Kegiatan Inti Pembelajaran dengan MPG
SMP Matematika 2013 mencapai 61,1%.
4.3.3. Kegiatan Penutup
Kegiatan penutup menurut panduan pelaksanaan pembelajaran dalam
Materi Pelatihan Guru SMP Matematika 2013 terdiri dari 4 indikator,
pertama adalah melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan
melibatkan peserta didik, kedua, memberikan tes lisan atau tulisan, ketiga,
mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio, dan keempat adalah
melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya
dan tugas pengayaan.
Berikut ini tabel pemaparan data kesesuaian antara hasil observasi
dengan kriteria dalam panduan pelaksanaan pembelajaran MPG SMP
Matematika 2013 untuk Kegiatan Penutup Pembelajaran.
Tabel 4.11
Aspek Kegiatan Penutup Pembelajaran
Indikator
1. Melakukan refleksi atau membuat rangkuman
dengan melibatkan peserta didik.
2. Memberikan tes lisan atau tertulis.
3. Mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan
portofolio.
4. Melaksanakan tindak lanjut dengan
memberikan arahan kegiatan berikutnya dan
tugas pengayaan.
74
Pertemuan
1
2
3
√
√
√
-
-
-
-
-
-
√
√
√
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Keterangan :
√
: sesuai / terlaksana
-
: tidak sesuai / tidak terlaksana
Pada aspek Kegiatan Penutup Pembelajaran terdapat 4 indikator
yakni, (1) melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan
peserta didik, (2) memberikan tes lisan atau tertulis, (3) mengumpulkan
hasil kerja sebagai bahan portofolio, dan (4) melaksanakan tindak lanjut
dengan memberikan arahan kegiatan berikutnya dan tugas pengayaan. Dari
4 indikator, guru melaksanakan hanya 2 yaitu, indikator 1 dan 4.
Tabel 4.11
Perolehan Skor Kegiatan Penutup Pembelajaran
Skor
Indikator
Kesesuaian
6
6
Penutup Pembelajaran
Jumlah
Maksimum
12
12
Pada tahapan Kegiatan Inti Pembelajaran terdapat 6 poin skor
kesesuaian dari 12 poin skor maksimal. Dari hasil tersebut dapat dikatakan
bahwa kesesuaian pelaksanaan Kegiatan Inti Pembelajaran mencapai 50 %.
Pada bagian sebelumnya telah diperoleh persentase dari setiap
tahapan. Tahapan pertama adalah Kegiatan Pendahuluan dengan persentase
55,6%, tahapan kedua, Kegiatan Inti dengan persentase 61,1%, dan tahapan
Kegiatan Penutup dengan persentase 50,0%. Tabel dari hasil tersebut adalah
sebagai berikut.
75
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Tabel 4.12
Persentase Tahapan Pembelajaran
Tahapan Kegiatan Pembelajaran
Persentase
1. Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran
2. Kegiatan Inti Pembelajaran
3. Kegiatan Penutup Pembelajaran
Rata-rata
55,6%
61,1%
50,0%
55,6%
Rata-rata dari ketiga tahapan pembelajaran tersebut adalah 55,6%.
Kegiatan pembelajaran dikatakan sangat sesuai dengan Pendekatan
Saintifik Kurikulum 2013, jika hasil rata-rata persentase dari dua kriteria
mencapai 90% - 100%. Dikatakan sesuai jika rata-ratanya mencapai 75% 89%. Hasil rata-rata antara 60% - 74% dikatakan cukup sesuai, dan
dikatakan kurang sesuai jika rata-ratanya antara 0% - 59%.
4.3.4. Analisis Penggunaan Buku Matematika SMP Kelas VIII
Pegangan Guru Kurikulum 2013
Penggunaan Buku Guru sebagai salah satu perangkat pembelajaran
dalam Kurikulum 2013 masih kurang. Guru menggunakan buku tersebut
sebagai acuan materi ajar, namun tidak sepenuhnya menggunakan buku
tersebut sebagai sumber belajar.
Dalam
Aspek
Pemanfaatan
Sumber
Belajar/Media
dalam
Pembelajaran terlihat bahwa dari 5 indikator, hanya 2 yang terpenuhi yakni
melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar dan melibatkan
peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran.
76
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Buku Matematika Pegangan Guru tidak selalu digunakan dalam
proses pembelajaran. Seperti diungkapkan Ibu Siska, “Sebenarnya Buku
Pegangan Guru tersebut tidak jauh berbeda dengan Buku Siswa, hanya
berbeda pada bagian keterangan kegiatan. Saya menggunakan buku
tersebut untuk referensi soal, bukan buku utama untuk kegiatan
pembelajaran.” Sejalan dengan hal tersebut, Ibu Eva mengatakan, “Saya
menggunakan buku tersebut sebagai salah satu pedoman pembelajaran
terlebih pendekatan saintifik dan panduan susunan materi ajar. Selain itu,
untuk referensi soal karena Buku Guru mirip dengan Buku Siswa dan semua
peserta didik dipinjami buku agar memudahkan proses pembelajaran.”
Bagi peserta didik, peran Buku Siswa Matematika Kelas VIII
Kurikulum 2013 adalah untuk membantu dalam berlatih soal-soal. Sewaktu
ditanya mengenai Buku Siswa Matematika Kurikulum 2013, Marcel
mengungkapkan, “Buku ada, Bu, dipinjami oleh sekolah. Tapi nggak
enaknya beberapa buku dibagi pada semester 2, kayak buku Matematika.
Aku nggak pake, tapi kadang-kadang aja aku buka buat latihan soal.
Abisnya banyak yang rumit penjelasannya.” Sependapat dengan Marcel,
David mengatakan, “Pakai sih, tapi tidak terlalu membantu. Soalnya kadang
melebihi kemampuan. Cara atau penjelasan yang ditunjukin bikin bingung.”
Sedang Guido menjawab, “Pakai, tapi sudah dikembalikan lagi. Cukup
membantu kalau ada soal dari guru.” Jawaban Glorika sedikit berbeda
karena disertai dengan persyaratan yaitu, “Sebenernya membantu kalau mau
baca-baca penjelasannya, walau rumit masih bisa dimengerti sedikit-
77
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
sedikit.” Hampir sama dengan Glorika, Anja mengatakan, “Pakai, Bu.
Membantu sebenernya, hanya kurang lengkap.”
Keterlambatan pembagian buku siswa juga menjadi masalah
tersendiri. Sebelum buku dibagi, pada semester 1, peserta didik
menggunakan buku kurikulum sebelumnya yakni buku yang sesuai dengan
KTSP. Guru menggunakan proyektor untuk menampilkan buku siswa. Pada
semester 2 buku siswa baru dibagikan kepada peserta didik karena
pemerintah terlambat mendistribusikan.
4.4. Pembahasan
Pembahasan terhadap hasil analisis dibagi menjadi 3 bagian. Bagian
pertama adalah pembahasan terhadap hasil analisis dari tiga tahapan
kegiatan pembelajaran. Bagian kedua adalah pembahasan dari hasil
pemberian skor sesuai dengan MPG SMP Matematika Tahun 2013. Dari
ketiga tahapan pembelajaran yang masing-masing telah dianalisis dan
diketahui persentase kesesuainnya dengan Kurikulum 2013, akan dianalisis
hasil persentase keseluruhan kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan
agar diketahui kesesuaian kegiatan pembelajaran mulai dari pendahuluan,
inti, hingga penutup pembelajaran. Sub bab ketiga adalah pembahasan hasil
analisis penggunaan Buku Matematika SMP Kelas VIII Pegangan Guru
Kurikulum 2013 dalam kegiatan pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta.
78
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.4.1. Pembahasan Hasil Analisis Setiap Tahapan Pembelajaran
Pembahasan hasil analisis tahapan pembelajaran dibagi menjadi 3
yakni, tahap pendahuluan pembelajaran, tahap inti pembelajaran, dan tahap
penutup pembelajaran.
4.4.1.1.
Tahap Pendahuluan Pembelajaran
Tahap pertama adalah Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran.
Dari dua aspeknya, yaitu Apersepsi dan Motivasi serta Penyampaian
Kompetensi dan Rencana Kegiatan dari 3 pertemuan diperoleh hasil
55,6%. Kategori yang didapat adalah kurang sesuai.
Pada aspek Apersepsi dan Motivasi dari 3 pertemuan, indikator
pertama yaitu “Mengaitkan materi pembelajaran dengan pengalaman
peserta didik atau pembelajaran sebelumnya” selalu dilakukan oleh
guru. Hal ini memudahkan peserta didik untuk lebih memahami
materi yang akan dipelajari.
Indikator
ketiga
pembelajaran” hanya
yaitu
“Menyampaikan
manfaat
materi
dilakukan guru pada pertemuaan pertama,
sedangkan pada pertemuan kedua dan ketiga guru tidak melakukan.
Pada pertemuan pertama manfaat yang disampaiakan guru adalah
untuk menghadapi Ujian Nasional di kelas 9. Guru sebaiknya
menyampaikaan manfaat yang lebih mendalam mengenai materi ini
agar peserta didik lebih tertarik untuk belajar.
Indikator kedua dan keempat yaitu “Mengajukan pertanyaan
menantang” dan “Mendemonstrasikan sesuatu yang terkait dengan
79
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
materi pembelajaran” tidak dilaksanakan oleh guru. Indikator kedua
bermanfaat untuk membangkitkan minat peserta didik untuk belajar,
sedangkan
indikator
keempat
bermanfaat
untuk
memberikan
gambaran nyata materi dalam kehidupan sehari-hari sehingga
memudahkan peserta didik untuk menalar.
Sejak awal, guru meminta peserta didik untuk menyimak
pembelajaran yang diberikan guru dan melarang peserta didik
mencatat pada awal pelajaran agar peserta didik tidak
terhambat
dalam menyimak penjelasan guru. Guru tidak memberikan masalah
kontekstual yang bisa dianalisis oleh peserta didik. Guru tidak
memberikan pertanyaan yang membuat peserta didik ingin menjawab
dan mencari tahu lebih banyak tentang materi yang diajarkan dengan
menyampaikan pertanyaan-pertanyaan.
Dua indikator pada aspek penyampaian kompetensi dan rencana
kegiatan, yaitu “Menyampaikan kemampuan yang akan dicapai
peserta didik” dan “Menyampaikan rencana kegiatan misalnya,
individual, kerja kelompok, dan melakukan observasi” dilaksanakan
oleh guru dengan baik. Hal ini bermanfaat bagi peserta didik untuk
mengetahui kemampuan yang harus dikuasai melalui metode
pembelajaran. Sebelum memulai pembelajaran, guru menyampaikan
kompetensi yang harus dikuasai peserta didik, yaitu mampu
menghitung luas permukaan dan volume bangun ruang (kubus, balok,
prisma, dan limas). Ini sesuai dengan yang diidealkan Kurikulum
80
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2013. Setelah menjelaskan kompetensi yang harus dicapai oleh
peserta didik, guru menyampaikan metode yang akan digunakan,
yakni metode ceramah dan diskusi singkat. Guru menggunakan
metode tersebut karena guru hanya mempunyai sedikit waktu untuk
melaksanakan pembelajaran.
Bangun Ruang Sisi Datar yang
seharusnya dilaksanakan dalam 8 jam pelajaran, ini hanya
dilaksanakan dalam 5 jam pelajaran. Peserta didik diminta
memerhatikan setiap penjelasan guru karena guru mengajar dengan
tempo yang cepat dan langsung pada inti pembelajaran agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai.
Setelah penulis mengamati kegiatan pembelajaran di kelas pada
3 kali pertemuan, dapat penulis simpulkan bahwa guru pada tahapan
Pendahuluan pembelajaran tidak banyak melibatkan peserta didik
akan tetapi lebih fokus pada materi yang diajarkan. Waktu yang
singkat setiap pembelajaran membebani guru dan berdampak pada
kurang terpenuhinya aspek pada tahapan pendahuluan pembelajaran.
4.4.1.2.
Tahap Inti Pembelajaran
Tahapan kedua adalah Kegiatan Inti Pembelajaran. Ada 6 aspek
dalam tahapan ini, yaitu : pertama, penguasaan materi pelajaran,
kedua, penerapan strategi pembelajaran yang mendidik, ketiga,
penerapan pendekatan saintifik, keempat, pemanfaatan sumber
belajar/media dalam pembelajaran, kelima, pelibatan peserta didik
dalam pembelajaran, dan keenam, penggunaan bahasa yang benar dan
81
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tepat dalam pembelajaran. Hasil analisisnya adalah 61,1% yang berarti
termasuk dalam kategori cukup sesuai dengan yang diidealkan
Kurikulum 2013.
1. Aspek penguasaan materi pelajaran
Dari 3 pertemuan, indikator pertama yaitu “Kemampuan
menyesuaikan
materi
dengan
tujuan
pembelajaran”
selalu
disampaikan oleh guru. Materi yang disampaikan guru sesuai dengan
tujuan pembelajaran. Guru menjelaskan mengenai cara mencari luas
permukaan dan volume bangun ruang sisi datar sehingga tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai dapat tersampaikan dengan baik.
Indikator kedua yaitu “Kemampuan mengaitkan materi dengan
pengetahuan lain yang relevan, perkembangan Iptek , dan kehidupan
nyata.” Dalam tiga pertemuan guru tidak mengungkapkan contohcontoh dari materi yang ada. Beberapa contoh yang dikemukakan
kurang relevan dengan perkembangan Iptek maupun dengan
pengetahuan lain, meskipun sudah sesuai dengan kenyataan. Bagi
peserta didik, pelajaran akan lebih menarik jika materi yang
disampaikan ada kaitannya dengan kehidupan nyata dan pengetahuan
lain yang mereka miliki selain sebagai bekal untuk menghadapi
ulangan atau ujian.
Indikator ketiga adalah menyajikan
pembahasan
materi
pembelajaran dengan tepat. Hanya pada pertemuan pertama dan kedua
guru melakukan hal ini, sedangkan pada pertemuan ketiga guru tidak
82
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
melakukan. Pembahasan materi dengan alur yang tepat sangat
membantu
peserta
didik
dalam
menguasi
kompetensi
yang
diharapkan. Pembahasan materi yang dilakukan guru dinilai tepat dan
sesuai dengan materi ajar. Materi “luas permukaan dan volume
bangun ruang sisi datar” dibahas dengan sangat jelas dan tepat. Hal ini
memudahkan peserta didik menerima pelajaran dan menyiasati
kurangnya waktu pembelajaran.
Untuk indikator keempat yaitu menyajikan materi secara
sistematis (dari mudah ke sulit, dari konkret ke abstrak) guru selalu
melakukan pada 3 pertemuan. MPG Matematika 2013 menyebutkan
pendekatan saintifik atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah,
lebih mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning)
daripada penalaran deduktif (deductive reasoning).
Guru dengan
cermat memberikan penjelasan dari contoh yang mudah dan nyata
kemudian secara perlahan menuju ke hal yang agak sulit dan abstrak.
Hal tersebut dilakukan dengan baik oleh guru walaupun guru hanya
memberikan sedikit contoh.
Guru
menguasai
materi
pembelajaran
dan
cenderung
menyajikan materi secara ringkas. Keterlibatan peserta didik yang
kurang
dan
guru
yang
agak
tergesa-gesa
dalam
mengajar
mengakibatkan guru kurang mengaitkan materi dengan pengetahuan
lain yang relevan, perkembangan Iptek, dan kehidupan nyata. Akan
tetapi, karena pembelajaran disajikan secara sistematis, peserta didik
83
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran
yang disampaikan guru.
2. Aspek penerapan strategi pembelajaran yang mendidik
Sebagaimana diungkapkan dalam Permendikbud No. 41 Tahun
2007, pembelajaran merupakan proses yang mengandung serangkaian
perbuatan antara guru, peserta didik, dan sumber belajar pada suatu
lingkungan yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai
tujuan tertentu dan memperoleh pengalaman yang bermakna. Untuk
mencapai tujuan tertentu dan memperoleh pengalaman yang bermakna
pembelajaran harus tetap berada pada lingkar mendidik. Indikator
yang ada dalam aspek ini, pertama, melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan kompetensi yang akan dicapai, kedua, memfasilitasi kegiatan
yang memuat komponen eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, ketiga,
melaksanakan pembelajaran secara runtut, keempat, menguasai kelas,
kelima, melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual,
keenam, melaksanakan pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya
kebiasaan positif (nurturant effect) dan ketujuh, melaksanakan
pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang direncanakan.
Dalam observasi yang dilakukan penulis di kelas 8E sebanyak 3
kali pertemuan, guru selalu melakukan indikator pertama, ketiga,
keempat, dan keenam. Guru selalu melaksanakan pembelajaran sesuai
dengan kompetansi yang akan dicapai. Dalam pembelajaran guru
selalau menyampaikan materi secara runtut mulai dengan kubus,
84
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
balok, prisma, dan limas. Secara umum guru dapat menguasai kelas
dengan baik, walaupun peserta didik cenderung ramai karena belum
memahami
penjelasan
guru.
Guru
mampu
melaksanakan
pembelajaran yang memungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif,
misalnya bertanya jika mengalami kesulitan, mendengarkan orang lain
yang sedang berbicara, menghargai teman, memberikan pujian bagi
yang berhasil, dan menghagai usaha bagi yang belum berhasil.
Indikator yang masih perlu diperhatikan adalah indikator kedua,
kelima, dan ketujuh. Ketiga indikator ini dari 3 kali pertemuan belum
dilakukan. Guru belum memfasilitasi kegiatan yang memuat
komponen eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, serta belum
melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Kedua hal ini
cenderung kurang ditunjukkan dalam proses pembelajaran karena
pembelajaran masih berpusat pada guru sebagai satu-satunya sumber
belajar dan kurangnya contoh yang bersifat kontekstual. Hal ini tidak
selaras dengan tujuan Kurikulum 2013 yang lebih menekankan pada
proses pencarian pengetahuan daripada transfer pengetahuan. Peserta
didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara
aktif dalam proses pembelajaran. Guru hanyalah seorang fasilitator
yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Guru
juga belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu
yang direncanakan. Dalam satu pertemuan guru meninggalkan kelas
85
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
sebelum waktu pembelajaran berakhir dan waktu pembelajaran
dikurangi dalam satu pertemuan.
3. Aspek penerapan pendekatan saintifik
Pada aspek ini terdapat 7 indikator yang akan dikaji. Pertama,
memberikan pertanyaan mengapa dan bagaimana. Setelah kegiatan
pembelajaran kelas 8E dianalisis, dari 3 kali pertemuan guru
melakukan pada pertemuan pertama dan kedua, itu pun tidak banyak,
sedang pada pertemuan ketiga, guru tidak melakukan. Guru lebih
banyak memberikan ceramah tentang materi pembelajaran. Dari hasil
deskripsi pembelajaran, hanya beberapa kali guru bertanya kepada
peserta didik. Guru menanyakan kepada peserta didik mengenai
rusuk. Atau Guru menanyakan cara mencari panjang diagonal ruang
kepada peserta didik dengan memberikan catatan, yang harus
diperhatikan adalah panjang, lebar, dan tinggi. Pertanyaan tersebut
memancing peserta didik untuk mengamati objek yang dihadirkan
guru. Guru menyajikan gambar di papan tulis yang dapat
menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik.
Indikator kedua adalah memancing peserta didik untuk bertanya.
Dari 3 kali pertemuan, guru belum melakukan hal ini. Guru tidak
membuat peserta didik banyak bertanya. Sebagian besar pertanyaan
peserta didik disebabkan peserta didik kurang mendengarkan
penjelasan dari guru dan kurang memahami materi, bukan pertanyaan
mengenai pengembangan kreativitas, rasa ingin tahu, atau kemampuan
86
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis sesuai
dengan Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013.
Ketiga adalah indikator memfasilitasi peserta didik untuk
mecoba. Sama seperti sebelumnya, dari 3 kali pertemuan hal ini juga
belum dilakukan guru dalam proses pembelajaran. Diungkapkan M.
Hosnan (2014: 67), dengan melakukan eksperimen atau mencoba,
peserta didik menjadi lebih yakin atas suatu hal daripada hanya
menerima dari pendidik dan buku, dapat memperkaya pengalaman,
mengembangkan sifat ilmiah, dan hasil belajar akan bertahan lebih
lama dalam ingatan peserta didik. Hal-hal tersebut kurang didapatkan
oleh peserta didik saat kegiatan pembelajaran.
Indikator keempat adalah memfasilitasi peserta didik untuk
mengamati. Kegiatan mengamati dalam pembelajaran sebagaimana
disampaikan dalam Permendikbud Nomor
81A Tahun 2013,
hendaklah guru membuka secara luas dan bervariasi kesempatan
peserta didik untuk melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat,
menyimak, mendengar, dan membaca sehingga meniscayakan
keterlibatan peserta didik secara langsung. Kegiatan tersebut dalam 3
kali pertemuan telah diterapkan oleh guru. Peserta didik diajak untuk
melihat guru mencontohkan proses menggambar dan memberi nama
bangun ruang. Peserta didik menyimak dan mendengarkan penjelasan
guru dan
membaca buku siswa sebagai sumber belajar, serta
membaca tulisan guru di papan tulis.
87
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Indikator kelima adalah memfasilitasi peserta didik untuk
menganalisis atau mengolah informasi. Menurut H. E. Mulyasa (2014:
66), kemampuan mengolah informasi atau analisis melalui penalaran
dan berpikir rasional merupakan kompetensi penting yang harus
dimiliki oleh peserta didik. Informasi yang diperoleh dari pengamatan
atau percobaan yang dilakukan harus diproses untuk menemukan
katerkaitan suatu informasi dengan informasi lainnya, menemukan
pola dari keterkaitan informasi, dan mengambil kesimpulan dari pola
yang ditemukan. Guru mengajak peserta didik mengolah informasi
dari hasil pengamatan terhadap penjelasan yang diberikan guru
sehingga peserta didik mampu menangkap maksud guru dan
memahami setiap pesan dan pembelajaran dari guru. Dalam 3 kali
pertemuan, guru selalu melaksanakan hal ini. Hal tersebut dtunjukkan
pada saat menentukan luas permukaan bangun ruang sisi datar dengan
terlebih dahulu menentukan luas sisi-sisi datarnya.
Memberikan pertanyaan peserta didik untuk menalar (proses
berfikir yang logis dan sistematis) merupakan indikator keenam.
Menalar, sebagaimana disampaikan dalam Permendikbud Nomor
81A Tahun 2013, adalah memproses informasi yang sudah
dikumpulkan
baik
terbatas
dari
hasil
kegiatan
mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi. Dalam kegiatan pembelajaran,
hal ini belum terlihat karena peserta didik sama sekali tidak
88
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
melaksanakan
eksperimen
atau
percobaan
sehingga
sulit
memunculkan proses berpikir yang logis dan sistematis.
Indikator terakhir
berkomunikasi.
adalah memfasilitasi peserta didik untuk
Berkomunikasi
dan
membentuk
jejaring
atau
networking menurut Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 adalah
menyampaikan hasil pengamatan atau menyampaikan kesimpulan
berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya.
Hasil tersebut disampikan di kelas dan dinilai oleh guru sebagai hasil
belajar peserta didik atau kelompok peserta didik. Hal ini belum
dilaksanakan oleh guru dalam 3 kali pertemuan karena tidak sekali
pun peserta didik melaksanakan proses pembelajaran dengan metode
diskusi. Sepenuhnya guru mengambil peran utama dalam proses
pembelajaran dan tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk mengamati maupun menganalisis materi dalam diskusi
kelompok. Hal ini berakibat tidak ada bahan bagi peserta didik untuk
mengomunikasikan hasil pengamatan atau analisisnya.
Pendapat M. Hosnan (2014: 34) bahwa pendekatan saintifik
adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar
peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hokum, atau prinsip
melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi dan
menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan hipotesis,
mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menarik kesimpulan dan
mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.
89
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman
kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi
menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi dapat berasal dari
mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari
guru. Oleh karena itu, kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta
diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari
berbagai sumber melalui observasi dan bukan hanya diberi tahu. Jika
mengacu pada hal ini, maka kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan
belum sesuai dengan yang diharapkan karena kurang sesuai dengan
karakteristik pembelajaran dengan metode saintifik menurut M.
Hosnan (2014: 36). Kegiatan pembelajaran tidak berpusat pada
peserta didik, tidak melibatkan keterampilan proses sains dalam
mengkonstruksi konsep, hukum atau prinsip, kurang dalam hal
melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang
perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat
peserta didik, dan kurang mengembangkan karakter peserta didik
karena semua dalam kendali guru.
4. Aspek
keempat
pemanfaatan
sumber
belajar/media
dalam
pembelajaran.
Penggunaan sumber belajar sebagai penunjang kegiatan
pembelajaran adalah penggunaan buku pegangan siswa, buku
pegangan guru, maupun buku lain sebagai sumber belajar. Media
pembelajaran sangat beragam jenisnya. Untuk materi Bangun Ruang
90
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Sisi Datar ini beberapa media yang bisa digunakan adalah barangbarang berbentuk kubus, balok, prisma, dan limas, seperti kardus
makanan, bekas bungkus coklat, atau kotak makanan. Kerangka
bangun ruang kubus, balok, prisma, dan limas juga merupakan media
yang mendukung proses pembelajaran. Media lainnya adalah
proyektor, laptop, dan power point materi ajar.
Dari lima indikator aspek keempat, hanya 2 yang terpenuhi
yakni melibatkan peserta didik dalam pemanfaatan sumber belajar
dan melibatkan peserta didik dalam
memanfaatkan
media
pembelajaran. Guru mengajar hanya berbekal pengetahuan mandirinya
tanpa menggunakan media yang bermakna. Guru menggunakan papan
tulis sebagai media dan menggambar bangun ruang untuk membantu
pemahaman peserta didik. Guru menggunakan media ruang kelas
sebagai contoh bangun ruang kubus dan balok. Guru selalu melibatkan
peserta didik dalam penggunaan media ini. Sumber belajar yang
dimiliki peserta didik adalah Buku Matematika Kelas VIII SMP/Mts
Kurikulum 2013 yang dipinjamkan sekolah kepada seluruh peserta
didik.
Saat
kegiatan
pembelajaran
berlangsung,
guru
jarang
menggunakan buku pegangan guru. Guru menggunakan buku
pegangan guru hanya pada saat memberikan soal kepada peserta didik.
Guru kurang menghasilkan pesan yang menarik bagi peserta didik.
91
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Menurut Kemendikbud, sedikitnya ada dua faktor besar dalam
keberhasilan Kurikulum 2013. Salah satunya yaitu kesesuaian
kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) dengan
kurikulum dan buku teks. Buku teks yang diterbitkan pemerintah
adalah Buku Matematika Kelas VIII SMP/MTs Kurikulum 2013 yang
ditulis berdasarkan pada materi dan kompetensi yang disesuaikan
dengan standar internasonal. Kompetensi pengetahuan tidak hanya
meliputi kemampuan memahami secara konseptual, tetapi sampai
kepada penerapan melalui pengetahuan prosedural dalam pemecahan
masalah matematika. Buku ini menjabarkan usaha minimal yang harus
dilakukan peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.
Sesuai dengan pendekatan yang dipergunakan dalam Kurikulum 2013,
peserta didik diberanikan untuk mencari dari sumber belajar lain yang
tersedia dan terbentang luas di sekitarnya. Akan tetapi masalah yang
timbul adalah dalam buku teks mata pelajaran Matematika SMP,
materinya terlalu tinggi sehingga kurang sesuai untuk anak-anak yang
baru lulus sekolah dasar.
Berdasarkan daftar pustaka yang disajikan pada bagian akhir
buku, buku teks Matematika menggunakan buku-buku referensi untuk
konsumsi mahasiswa Jurusan Matematika. Contoh soal yang disajikan
pun tidak berjenjang dari mudah ke sukar, namun langsung ke
persoalan yang sukar dipahami oleh peserta didik. Bahkan, banyak
soal latihan yang bobotnya setara dengan soal-soal untuk Olimpiade
92
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Sains Nasional (OSN). Bukan hanya peserta didik yang mengeluhkan
sulitnya memahami buku teks, guru pun demikian. Masalah yang
timbul ini menjadikan buku teks Matematika jarang digunakan pada
saat proses pembelajaran berlangsung.
5. Aspek kelima pelibatan peserta didik dalam pembelajaran.
Secara keseluruhan aspek ini sudah dilaksanakan guru selama
berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Peserta didik menikmati cara
guru mengajar dan guru mampu melibatkan peserta didik
dalam
menjawab soal maupun menjawab pertanyaan peserta didik. Respon
positif ditunjukkan saat guru memberikan pujian dan menanggapi
segala bentuk pertanyaan dan komentar peserta didik dengan bijak.
Ada sedikit kendala karena sumber belajar tidak begitu berperan
sehingga partisipasi peserta didik terbentuk hanya pada saat guru
memberikan penjelasan, tidak bisa lebih dari itu.
Pelibatan peserta didik secara umum dapat dinilai baik. Hanya
sedikit kurang pada bagian menumbuhkan partisipasi aktif peserta
didik melalui interaksi guru, peserta didik, dan sumber belajar.
Interaksi antara guru dan peserta didik baik, tetapi interaksi antara
guru dan peserta didik dengan sumber belajar masih
kurang.
Sedangkan indikator lain yakni merespon positif partisipasi peserta
didik, menunjukkan sikap terbuka terhadap respons peserta didik,
menunjukkan
hubungan
antar
93
pribadi
yang
kondusif,
dan
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
menumbuhkan keceriaan atau antuisiasme peserta didik dalam belajar
sudah dilaksakan dengan baik.
6. Aspek keenam penggunaan bahasa yang benar dan tepat dalam
pembelajaran.
Pada aspek keenam ada 2 indikator yang diamati yaitu (1)
menggunakan bahasa lisan secara jelas dan lancar dan (2)
menggunakan bahasa tulis yang baik dan benar. Kedua hal ini selalu
dilaksanakan guru pada 3 kali pertemuan. Secara umum bahasa tulis
dan bahasa lisan yang digunakan guru sudah sesuai dengan EYD
Bahasa Indonesia. Namun pada beberapa kesempatan guru masih
menggunakan bahasa daerah. Penggunaan bahasa daerah ini masih
dapat dimengerti oleh peserta didik sehingga tidak menghambat
kegiatan pembelajaran, tetapi justru memperjelas pembahasan materi
pembelajaran.
Setelah peneliti mengamati kegiatan pembelajaran di kelas pada
3 kali pertemuan, dapat disimpulkan bahwa guru pada tahapan inti
pembelajaran cukup sesuai dengan kegiatan pembelajaran Kurikulum
2013.
Untuk mencapai pembelajaran yang diidealkan
dalam
Kurikulum 2013, perlu pemenuhan pada 4 aspek pertama khususnya
aspek pendekatan saintifik.
94
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.4.1.3.
Tahap Penutup Pembelajaran
Tahap penutup pembelajaran terdiri dari 4 indikator, pertama,
melakukan refleksi atau membuat rangkuman dengan melibatkan
peserta didik, kedua, memberikan tes lisan atau tertulis, ketiga,
mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio, dan keempat,
melaksanakan tindak lanjut dengan memberikan arahan kegiatan
berikutnya dan tugas pengayaan. Analisis terhadap kesesuaian tahap
penutup pembelajaran dengan Kurikulum 2013 dalam tiga pertemuan
diperoleh hasil 50,0%. Kategori tahapan penutup pembelajaran adalah
kurang sesuai.
Guru kembali menegaskan hal-hal penting yang telah dipelajari
dan merangkum bersama dengan peserta didik tentang luas permukaan
bangun ruang sisi datar. Guru memberikan tugas yang harus
dikerjakan peserta didik serta menyampaikan materi untuk pertemuan
selanjutnya. Dua hal tersebut menunjukkan bahwa guru telah
melakukan indikator pertama dan keempat. Hal ini baik dilakukan
agar peserta didik mengetahui hasil belajar yang diperoleh dan peserta
didik tidak mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran.
Guru belum memberikan tes lisan, tes tertulis, dan belum
mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. Tidak ada
percobaan
yang mengharuskan peserta didik membuat portofolio.
Karena waktu yang sedikit, guru tidak sempat memberikan tes lisan
maupun tes tertulis untuk peserta didik. Pada dua pertemuan pertama,
95
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
guru mengajar hanya separuh waktu karena harus mengikuti rapat di
luar sekolah sebagai persiapan UN kelas 9. Kedua hal tersebut
menunjukkan bahwa guru tidak melaksanakan indikator kedua dan
ketiga. Tes lisan maupun tes tertulis sangat dibutuhkan untuk
mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.
Portofolio juga dibutuhkan untuk mengetahui kemampuan dan
tanggungjawab peserta didik atas tugas yang diberikan.
Setelah peneliti mengamati kegiatan pembelajaran di kelas pada
3 kali pertemuan, dapat disimpulkan bahwa guru pada tahapan
penutup pembelajaran kurang sesuai dengan kegiatan pembelajaran
Kurikulum 2013.
Guru belum sepenuhnya melaksanakan seluruh
tahapan penutup pembelajaran seperti yang diidealkan dalam
Kurikulum 2013. Untuk mencapai pembelajaran yang diidealkan
dalam Kurikulum 2013, perlu pemenuhan pada 2 indikator yang masih
kurang yakni memberikan tes lisan, tes tertulis, dan mengumpulkan
hasil kerja sebagai bahan portofolio.
4.4.2. Pembahasan Hasil Analisis Keseluruhan Tahapan Pembelajaran
Hasil dari analisis
kegiatan pembelajaran yang diperoleh adalah
55,6%. Artinya kegiatan pembelajaran Matematika yang dilaksanakan di
kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta untuk materi Bangun Ruang
Sisi Datar menurut standar yang diterbitkan MPG SMP Matematika tahun
2013 dikatakan kurang sesuai dengan pendekatan saintifik yang diidealkan
Kurikulum 2013. Hal ini diperkuat dengan hasil wawancara dengan Ibu
96
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Siska dan Ibu Eva. “Saya sendiri agak mengejar waktu saat melaksanakan
pembelajaran materi bangun ruang sisi datar, sehingga yang saya tekan
kan adalah peserta didik mengerti rumus dan tahu cara mengerjakan soal.
Sebiasa mungkin pendekatan saintifik tetap diterapkan meski kurang bisa
maksimal karena memang membutuhkan waktu yang lebih lama.” ungkap
Bu Siska. Meskipun begitu, pembelajaran yang dilaksanakan tetap sesuai
dengan kompetensi yang ingin dicapai yakni menentukan luas permukaan
dan volume kubus, balok, prisma, dan limas. Senada dengan hal tersebut,
Ibu Eva menyampaikan, “Saya berusaha melaksanakan pembelajaran
sesuai dengan Kurikulum yang berlaku yakni Kurikulum 2013. Akan tetapi,
pada kenyataan di kelas memang pendekatan ilmiah atau saintifik tidak
dapat dilakukan secara utuh karena adanya kendala. Kendala yang paling
sering dihadapi adalah waktu.”
Menurut M. Hosnan (2014 : 37), terdapat 8 prinsip pembelajaran
dengan pendekatan saintifik. Dari pembahasan 8 prinsip ini akan
menguatkan hasil analisis pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 8E
materi Bangun Ruang Sisi Datar. Pertama adalah pembelajaran berpusat
pada peserta didik. Hal ini tidak tercermin dalam pembelajaran materi
Bangun Ruang Sisi Datar yang dilaksanakan di kelas 8E karena sebanyak 3
kali pertemuan guru menjadi pusat dari kegiatan pembelajaran dan peserta
didik hanya memperhatikan setiap kali guru mengajar. Kedua adalah
pembelajaran membentuk student self concept. Yang dimaksud dengan
student self concept adalah peserta didik secara aktif mengkonstruksi
97
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
konsep, hukum, atau perinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk
mengidentifikasi dan menemukan masalah). Karena dari 3 pertemuan tidak
ada satu pun yang menggunakan metode eksperimen, maka peserta didik
tidak memiliki kesempatan untuk secara aktif mengkonstruksi konsep
hukum,
atau
prinsip
melalui
tahapan-tahapan
mengamati
(untuk
mengidentifikasi dan menemukan masalah) dari eksperimen yang dilakukan.
Ketiga adalah pembelajaran terhindar dari verbalisme. Verbalisme yang
dimaksud di sini adalah terlampau banyak penjelasan yang diberikan guru
dan melebihi penekanan pada proses pencarian pengetahuan oleh peserta
didik. Sama seperti prinsip yang kedua, prinsip ketiga ini juga tidak
dilaksanakan dengan baik. Hal ini memerlukan waktu dan kesiapan materi
yang lebih banyak dari guru. Keempat dan kelima adalah pembelajaran
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengasimilasi dan
mengakomodasi konsep, hukum, dan prinsip dan pembelajaran mendorong
terjadinya peningkatan kemampuan berpikir peserta didik. Apabila peserta
didik diberi kesempatan untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep,
hukum, dan prinsip maka akan terjadi peningkatan kemampuan berpikir
peserta didik. Sebaliknya, jika peserta didik diberikan materi dari guru
secara satu arah tanpa adanya proses mengasimilasi dan mengakomodasi
konsep, hukum, dan prinsip, maka kemampuan berpikir peserta didik tidak
meningkat. Begitu pula yang terlihat selama pembelajaran. Guru hanya
memberikan pertanyaan sederhana mengani hal-hal yang tidak memerlukan
asimilasi atau akomodasi konsep, hukum, dan prinsip sehingga prinsip
98
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
keempat dan kelima juga kurang terpenuhi. Keenam adalah pembelajaran
meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan motivasi mengajar guru.
Motivasi ini timbul karena adanya ketertarikan peserta didik untuk belajar
dan kepiawaian guru membawakan materi pembelajaran. Sepanjang
pembelajaraan berlangsung, guru dinilai piawai membawa peserta didik ke
dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik menyimak seluruh
pembelajaran dengan baik meskipun sebagian besar berupa transfer ilmu
dari guru kepada peserta didik. Ketujuh adalah memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk melatih kemampuan dalam komunikasi.
Menyampaikan pendapat merupakan salah satu bentuk komunikasi yang
ingin dibangun dalam pendekatan saintifik Kurikulum 2013. Salah satu
contoh sederhana yang dilakukan adalah dengan menjawab pertanyaan dari
guru, peserta didik sudah belajar berkomunikasi. Contoh lain yang
dianjurkan adalah menyampaikan pendapatnya atau hasil analisisnya
mengenai suatu masalah yang diberikan guru dalam kaitannya dengan
materi pembelajaran. Kedelapan adalah adanya proses validasi terhadap
konsep, hukum, dan prinsip yang dikonstruksi peserta didik dalam struktur
kognitifnya. Jika kembali pada prinsip ketujuh, jawaban peserta didik
terhadap pertanyaan yang diberikan guru sebenarnya tidaklah cukup
dikatakan sebagai kegiatan komunikasi karena sebelumnya ada serangkaian
proses yang harus dilewati. Prinsip yang kedelapan adalah prinsip terakhir.
Jika prinsip sebelumnya tidak tercapai, maka prinsip kedelapan ini juga
tidak tercapai. Guru hanya memberikan informasi pelajaran, dalam hal ini
99
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
transfer ilmu, bukan proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip
yang dikonstruksi peserta didik dalam struktur kognitifnya.
Setelah
dilakukan
pembahasan
hasil
analisis
ketiga
tahapan
pembelajaran sebagaimana yang tercantum dalam MPG SMP Matematika
2013 yang diterbitkan oleh Kemendikbud dan pembahasan delapan prinsip
pembelajaran dengan pendekatan saintifik seperti yang dikemukakan oleh
M. Hosnan (2014: 37) dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran di
kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta dilaksanakan kurang sesuai
dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
Guru berperan sebagai fasilitator. Selain itu, peran peserta didik
sebagai subjek pembelajaran tidak boleh dilupakan. Setiap peserta didik
memiliki tanggapan terhadap Kurikulum 2013. Sebagian mengalami
kesulitan dan sebagian merasa diuntungkan. Menurut mereka selalu ada
kelebihan dan kekurangan yang mengikuti perubahan dalam Kurikulum.
“Kurikulum 2013 itu sebenernya cukup nyaman buat anak-anak belajar.
Kita juga dituntut untuk lebih aktif dalam pelajaran. Kalau Matematika ya
mencari dan menemukan rumus, misalnya. Namun, karena ini adalah
kurikulum yang masih baru, maka kurang dipahami oleh peserta didik
maupun guru. Masih sulit untuk langsung diterima.” Hal ini diungkapkan
Guido. Sependapat dengan Guido, Glorika mengatakan, “Kalo menurutku
dari persiapannya masih kurang, misalnya waktu kelas 8 beberapa buku
baru dikasih di semester 2. Sebelumnya masih yang softcopy. Kalau
kurikulumnya sendiri lumayan, nggak terlalu banyak pelajaran, minus
100
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
akuntansi dan TIK. Soal-soalnya aja kadang tingkat dewa, susah-susah,
tugasnya juga ribet, sama pelajaran isinya ppt aja. Hal-hal kayak gitu yang
malah membebani murid. Tapi, dengan model yang seperti itu kita jadi lebih
siap untuk jenjang selanjutnya.”
Peserta didik sendiri mengungkapkan walau mereka kurang paham
dengan pendekatan ilmiah atau saintifik, mereka nyaman dengan
pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru selama ini. Saat ditanya
mengenai pendekatan saintifik, Marcel mengungkapkan, “Apa itu, Bu?
Kayaknya pernah denger tapi nggak tahu maksudnya.” Hal yang sama juga
diungkapkan oleh Anja, “Kayaknya sih pernah dijelasin sama Bu Siska.”
Minimnya pengetahuan peserta didik mengenai Kurikulum 2013 adalah
cermin dari kurangnya kesiapan pemerintah melaksnakan Kurikulum 2013.
Sebaliknya peserta didik merasa terbantu dengan penjelasan yang masih
berpusat pada guru seperti diungkapkan David, “Justru Bu Siska lebih
membantu memahami pelajaran ketimbang bukunya. Kalau buku caranya
sulit dipahami kalo Bu Siska langsung.” Sependapat dengan David, Guido
mengiyakan , “Karena gurunya jelasinnya bikin mudeng, ya jadi enak.
Paling kesulitannya kalau belajar di rumah dan nggak ngerti, bukunya
nggak begitu bisa membantu.” Terbantunya peserta didik dengan penjelasan
yang berpusat pada guru terbukti dengan nilai ulangan peserta didik yang
dapat dikatakan bagus. Marcel mendapat nilai 100, Guido mendapat nilai
85, Glorika mendapat nilai 95, David mendapat nilai 89, dan Anja mendapat
nilai 100.
101
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4.4.3. Pembahasan Hasil Analisis Penggunaan Buku Matematika SMP
Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013
Dari hasil analisis penggunaan buku Matematika SMP kelas VIII
Pegangan Guru di SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta, diketahui beberapa
hal mengenai buku pegangan guru tersebut.
Buku Matematika SMP Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013
hampir sama dengan Buku Matematika SMP Kelas VIII untuk
siswamKurikulum 2013. Letak perbedaannya adalah pada buku pegangan
guru ditambahkan pedoman langkah-langkah yang harus dilakukan oleh
guru dalam rangka memudahkan pelaksanaan pembelajaran yang sesuai
dengan pendekatan saintifik Kurikulum 2013.
Meskipun memiliki Buku Matematika SMP Kelas VIII Pegangan
Guru Kurikulum 2013, guru tidak selalu menggunakan buku tersebut selama
kegiatan pembelajaran di kelas dari pertemuan pertama, kedua, dan
pertemuan ketiga. Guru membawa buku pegangan guru, namun tidak selalu
menggunakannya selama kegiatan pembelajaran dari pertemuan pertama,
pertemuan kedua, dan pertemuan ketiga. Hal tersebut dinilai biasa oleh
guru karena guru sendiri lebih berfokus terhadap terselesaikannya materi
ajar daripada kesesuaian pembelajaran dengan pendekatan saintifik
Kurikulum 2013.
Buku Siswa Matematika SMP Kelas VIII Kurikulum 2013 menjadi
salah satu pedoman dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) pada awal tahun pelajaran. Buku Siswa Matematika SMP Kelas VIII
102
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Kurikulum 2013 digunakan sebagai referensi soal untuk bahan latihan setiap
pertemuan maupun untuk bahan ulangan peserta didik setiap akhir bab
sebagai salah satu pedoman pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan
panduan susunan materi ajar. Selain itu, untuk referensi soal karena buku
guru mirip dengan buku siswa dan semua peserta didik dipinjami buku agar
memudahkan proses pembelajaran, untuk memudahkan pembahasan soal
dan pembahasan materi bersama, dan sebagai salah satu sumber belajar.
Salah satu guru lebih senang menggunakan modul yang dibuat sendiri yang
sudah disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran Kurikulum 2013
daripada menggunakan Buku Matematika SMP Kelas VIII Pegangan Siswa
Kurikulum 2013.
Menurut Bambang Ruwanto (2013), dalam buku teks mata pelajaran
Matematika materinya terlalu tinggi, tidak cocok untuk anak-anak yang baru
lulus sekolah dasar. Berdasarkan daftar pustaka yang disajikan pada bagian
akhir buku, buku teks Matematika menggunakan buku-buku referensi untuk
konsumsi mahasiswa Jurusan Matematika. Contoh soal yang disajikan pun
tidak berjenjang dari mudah ke sukar, namun langsung ke persoalan yang
sukar dipahami oleh peserta didik. Bahkan, banyak soal latihan yang
bobotnya setara dengan soal-soal untuk Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Pada Buku Matematika SMP Kelas VIII untuk Siswa pada Kurikulum 2013
juga banyak dijumpai salah ketik, khususnya dalam penulisan simbolsimbol Matematika. Karena buku peserta didik sama dengan buku pegangan
103
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
guru dalam hal isi, kesalahan yang terdapat pada buku peserta didik juga
terdapat pada buku pegangan guru.
Jika dibandingkan dengan buku teks mata pelajaran lain, Buku
Matematika SMP Kelas VIII untuk Siswa pada Kurikulum 2013 memiliki
jumlah halaman paling banyak, sekitar 440 halaman. Jika guru berhasil
menyelesaikan materi pembelajaran dalam 2 semester dengan penerapan
pendekatan santifik sesuai dengan Kurikulum 2013 dinilai luar biasa.
Peserta didik dan guru baru menerima hardcopy Buku Matematika
SMP Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013 dan Buku Matematika
SMP Kelas VIII untuk Siswa Kurikulum 2013 pada semester kedua. Ini
sangat menghambat proses pembelajaran. Bahkan materi Sistem Koordinat
di Bab 1 diajarkan setelah Bab 2 Operasi Aljabar karena guru terlambat
mengetahui tentang susunan materi ajar.
Setelah dilakukan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Buku
Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013 kurang mendukung
kegiatan pembelajaran di kelas 8E SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta untuk
materi Bangun Ruang Sisi Datar. Hal ini dikarenakan masih banyak
kekurangan pada Buku Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum
2013 seperti yang diungkapkan Ruswanto (2013). Intensitas penggunaan
Buku Matematika Kelas VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013 oleh guru
rendah dan keterlambatan pendistribusian Buku Siswa Matematika Kelas
VIII Kurikulum 2013 berdampak pada kesesuaian materi yang harus
disampaikan guru.
104
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN
5.1.
Simpulan
Berdasarkan
rumusan
masalah
mengenai
pelaksanaan pembelajaran dengan Kurikulum 2013
analisis
kesesuaian
di kelas 8E materi
Bangun Ruang Sisi Datar dan Penggunaan Buku Matematika Pegangan
Guru SMP kelas VIII Kurikulum 2013 di SMP Pangudi Luhur 1
Yogyakarta, dapat disimpulkan bahwa:
1.
Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas 8E SMP Pangudi
Luhur 1 Yogyakarta kurang sesuai dengan Kurikulum 2013
pendekatan saintifik. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase
dari analisis tiga tahapan pembelajaran berdasarkan pedoman tahapan
pembelajaran dalam Materi Pelatihan Guru Matematika SMP Tahun
2013, yaitu Kegiatan Pendahuluan dengan persentase 55,6%, Kegiatan
Inti dengan persentase 61,1%, dan Kegiatan Penutup dengan
persentase 50,0% adalah 55,6%.
2.
Setelah dilaksanakan penelitian, rumusan masalah nomor 2 tidak
dapat dijawab karena intensitas penggunaan Buku Matematika Kelas
VIII Pegangan Guru Kurikulum 2013 dalam pembelajaran sangat
minim sehingga tidak dapat diketahui apakah buku tersebut
mendukung proses pembelajaran atau tidak. Guru tidak menggunakan
buku tersebut sebagai acuan dalam proses pembelajaran dengan
105
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
pendekatan
saintifik
sesuai
Kurikulum
2013,
namun
hanya
menggunakan buku tersebut sebagai salah satu pedoman dalam
penyusunan RPP, sebagai acuan materi ajar, dan pelengkap dalam
pemberian latihan soal untuk peserta didik.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, penulis mengemukakan
saran sebagai berikut :
1.
Hal yang perlu diperbaiki pada Kegiatan Pendahuluan Pembelajaran
adalah aspek Apersepsi dan Motivasi pada indikator Mengajukan
Pertanyaan Menantang dan Mendemonstrasikan Sesuatu yang Terkait
dengan Materi Pembelajaran. Perbaikan ini diharapkan bermanfaat
untuk membangkitkan minat peserta didik dalam belajar dan peserta
didik mendapatkan gambaran nyata tentang materi pembelajaran
sehingga memudahkan peserta didik untuk menalar.
2.
Pada Kegiatan Inti Pembelajaran yang perlu diperbaiki adalah 4 aspek
yaitu, Penguasaan Materi Pelajaran, Penerapan Strategi Pembelajaran
yang Mendidik, Penerapan Pendekatan Saintifik, dan Pemanfaatan
Sumber Belajar/Media dalam Pembelajaan. Perbaikan terhadap
indikator dalam aspek-aspek tersebut perlu dilakukan terutama aspek
Penerapan Pendekatan Saintifik karena Kegitan Inti Pembelajaran
merupakan bagian pokok yang menentukan keberhasilan proses
pembelajaran saintifik
sebagaimana
2013.
106
yang diidealkan Kurikulum
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3.
Ada dua indikator aspek Kegiatan Penutup Pembelajaran yang perlu
diperbaiki yaitu, memberikan tes lisan atau tes tertulis dan
mengumpulkan hasil kerja sebagai bahan portofolio. Perbaikan ini
diperlukan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam
memahami materi yang dipelajari.
4.
Perlu dilakukan evaluasi dan revisi lebih lanjut terhadap Buku
Pegangan Guru Matematika Kelas VIII Kurikulum 2013 dan Buku
Siswa Matematika Kelas VIII SMP/M.Ts. Kurikulum 2013. Hal ini
dimaksudkan untuk melakukan perbaikan terhadap kualitas Buku
Pegangan Guru maupun Buku Siswa yang digunakan dalam proses
pembelajaran.
107
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
DAFTAR PUSTAKA
Anas, Muhammad. 2014. Mengenal Metode Pembelajaran. Pasuruan:
Pustaka Hulwa.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Badan Standar Nasional
Pendidikan.
Ruwanto, B. 2013. “Buku Teks Kurikulum 2013”. Diakses dari
http://kr.co.id/liputankhusus/opini/, pada tanggal 5 April 2015.
Darsono, Maxx, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP
Semarang Press.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Peranturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses
Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2014. Peranturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013
Sekolah
Menengah
Pertama/Madrasah
Tsanawiyah.
Jakarta:
Departemen Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2014. Peranturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran
108
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
dan Buku Panduan Guru Kurikulum 2013. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2013. Peranturan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum 2013. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
E. Mulyasa, H. 2014. Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013. Bandung:
Rosda.
Hosnan,
M.
2014.
Pendekatan
Saintifik
dan
Kontekstual
dalam
Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Hudojo,
H.
2003.
Pengambangan
Kurikulum
dan
Pembelajaran
Matematika. Malang: Universitas Negri Malang.
Immamah, Rina Nurdiana. 2014. “Analisis Buku Teks Matematika Kelas VII
Kurikulum 2013”. Surabaya: UIN Sunan Ampel.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Faktor Keberhasilan
Kurikulum 2013. Diakses dari http://www.divisidatalitbangdikbud.org,
pada 15 Maret 2015
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2013. Materi Pelatihan Guru
Implementasi Kurikulum 2013 SMP/MTs Matematika Tahun 2013.
Jakarta: Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan.
Majid, Abdul. 2008. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar
Kompetensi Guru. Bandung: Rosda.
109
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Muslich, Masnur. 2010. Textbook Writing. Dasar-Dasar Pemahaman,
Penulisan dan Pemakaian Buku Teks. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Pusat Bahasa. 2008. Kamus Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasioanal.
Pusat Perbukuan. 2005. Pedoman Penilaian Buku Pelajaran untuk Sekolah
Menengan Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Uno, H. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
110
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
LAMPIRAN
111
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
112
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
113
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 1
Tabel 4.1
Tahapan Pembelajaran Pertemuan 1
Tahapan Pembelajaran
Pendahuluan
Kegiatan Guru
Kegiatan Peserta didik
4. Guru mengucapkan salam dan
4. Peserta didik menjawab salam
mengecek kehadiran peserta
dan menyampaikan peserta
didik.
didik yang tidak hadir dengan
alasannya.
5. Guru memberikan penjelasan
5. Salah satu peserta didik
dari pertanyaan peserta didik
bertanya mengenai materi
secara pribadi.
pertemuan sebelumnya
dengan maju membawa buku
ke depan.
6. Guru menjelaskan bahwa
6. Peserta didik memperhatikan.
materi pembelajaran tentang
kubus yang meliputi unsurunsur, luas permukaan, dan
volume.
Inti
2. Guru menggambar kubus di
3. Peserta didik memperhatikan
papan tulis dan meminta
dan menyebutkan benda-
peserta didik menyebutkan
benda konkret yang
benda-benda kongkret yang
merupakan jenis bangun
merupakan jenis bangun
ruang kubus yaitu : batako,
ruang kubus.
kardus, cubic mainan, ruang
kelas, dan almari.
114
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4. Guru mengambil contoh
10. Peserta didik memperhatikan.
ruang kelas, yang dianggap
kubus untuk membantu
menjelaskan bentuk kubus
dan menjelaskan cara
pemberian nama masingmasing titik sudut.
11. Guru menjawab, urutan
11. Salah seorang peserta didik
pemberian nama kubus harus
bertanya baimana jika huruf
selalu berbalik dengan arah
yang digunakan acak?
jarum jam.
12. Guru meminta peserta didik
12. Peserta didik menjawab
untuk menyebutkan rusuk
dengan bersama-sama
kubus yang digambar di
sehingga jawabannya kurang
papan tulis.
jelas.
13. Guru mengkonfirmasi tentang
13. Peserta didik memperhatikan.
rusuk dan jumlah rusuk
dengan menuliskan di papan
tulis.
14. Guru menjelaskan dan
14. Peserta didik memperhatikan.
menuliskan penamaan titik
sudut dan jumlahnya.
15. Guru menjelaskan dan
15. Peserta didik memperhatikan.
menuliskan penamaan sisi
kubus dan jumlahnya.
16. Guru menjelaskan definisi
16. Peserta didik memperhatikan.
diagonal sisi, menuliskan
penamaan dan jumlahnya.
17. Guru bertanya kepada peserta
didik cara menentukan
17. Peserta didik tidak dapat
menjawab pertanyaan guru.
115
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
panjang diagonal sisi dengan
memisalkan panjang sisi
dengan huruf .
18. Guru memandu peserta didik
12. Peserta didik memperhatikan.
mencari panjang diagonal sisi
dengan menggunakan teorema
Pythagoras sampai diperoleh
panjang diagonal sisi dengan
rusuk a adalah
.
13. Guru bertanya kepada peserta
18. Peserta didik menjawab
tentang diagonal ruang dan
diagonal ruang adalah yang
cara menentukan panjangnya.
menyilang, sedang
menentukan panjangnya tidak
tahu.
19. Guru menjelaskan tentang
19. Peserta didik memperhatikan.
diagonal ruang dan
penamaannya dengan media
ruang kelas.
20. Guru menunjukkan cara
20. Peserta didik yang
menentukan panjang
memperhatikan namun masih
diagonal ruang dengan bidang
mengalami kesullitan
diagonal berbentuk persegi
memahami bidang diagonal.
panjang dan teorema
Pythagoras sampai diperoleh
panjang diagonal ruang kubus
dengan rusuk a adalah
.
21. Guru memberikan penjelasan
21. Empat orang peserta didik
dengan meminjam 2 buku
yang masih mengalami
peserta didik dan membentuk
kesulitan , maju ke depan
kubus sederhana,
meja guru untuk meminta
116
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
memasukkan buku ketiga
menjelaskan ulang dari guru.
menyilang untuk
menunjukkan bidang
diagonal.
22. Guru bertanya kepada peserta
didik mengenai penamaan
22. Sebagian peserta didik
menjawab dengan benar
bidang diagonal.
23. Guru menanyakan cara
23. Peserta menentukan luas
menentukan luas permukaan
kubus dengan dipandu guru.
kubus dengan menggunakan
clue luas sebuah sisi dan
banyak sisi kubus.
24. Guru menjelaskan dan
24. Peserta didik memperhatikan
menuliskan rumus luas
penjelasan guru.
permukaan kubus di papan
tulis.
25. Guru hanya memberikan
19. Peserta didik memperhatikan
penjelasan sedikit kemudian
penjelasan kemudian menulis
menuliskan rumus volume di
semua penjelasan guru di
papan tulis karena
buku catatatan.
keterbatasan waktu.
Penutup
2. Guru menuliskan latihan yang
3. Peserta didik membuka buku
harus dikerjakan dari buku
peserta didik untuk
peserta didik
meperhatikan tugas yang
diberikan guru.
4. Guru memberikan rencana
pembelajaran yang akan
dilaksanakan pada pertemuan
selanjutnya yakni materi
117
5. Peserta didik memperhatikan.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
balok.
5. Guru membereskan alat tulis
6. Peserta didik mulai
yang digunakan dan
mengerjakan latihan yang
membereskan meja guru
diberikan guru.
setelah mengisi jurnal kelas.
6. Guru meninggalkan kelas
7. Peserta didik melanjutkan
sebelum jam pelajaran
mengerjakan latihan yang
berakhir karena akan
diberikan guru.
mengikuti rapat
118
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 2
Tabel 4.2
Tahapan Pembelajaran Pertemuan 2
Tahapan Pembelajaran
Pendahuluan
Kegiatan Guru
Kegiatan peserta didik
1. Guru mengucapkan salam dan
1. Peserta didik menjawab salam
mengecek kehadiran peserta
dan menyampaikan peserta
didik.
didik yang tidak hadir dengan
alasannya.
2. Guru menyampaikan rencana
2. Peserta didik mempersiapkan
pembelajaran yang akan
pembelajaran.
dilaksanakan, kompetensi
yang harus dicapai peserta
didik, dan materi yang akan
dipelajari yaitu balok.
Kegiatan Inti
1. Guru menggambar balok di
1. Siswa membuka buku teks.
papan tulis.
2. Guru mengambil contoh
ruang kelas dan menjelaskan
2. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
perbedaan antara balok dan
kubus, juga menggunakan
media yang sama untuk
menggambarkan kubus dan
balok.
3. Guru menuliskan kembali
catatan kubus di papan tulis
119
3. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
untuk menjelaskan kepada
peserta didik mengenai balok.
4. Guru menjelaskan unsur-
4. Peserta didik memperhatikan
unsur balok berdasarkan
penjelasan guru.
gambar di papan tulis yang
sebelumnya dibuat guru.
5. Guru memberikan pertanyaan
5. Salah sorang peserta didik
panduan mencari rumus balok
menjawab dengan benar
dengan bantuan gambar.
bagaimana mencari panjang
sisi.
6. Guru meminta peserta didik
6. Peserta didik menjawab
lain mengulang jawaban
rumus panjang diagonal sisi
peserta didik yang telah
dengan memperhatikan alas
menjawab.
adalah
7. Guru menjelaskan mencari
7. Peserta didik kurang
panjang diagonal dengan
memperhatikan penjelasan
menggunakan hubungan
guru dan meminta guru
antara panjang, lebar, dan
mengulang lagi.
tinggi, maka keseluruhan
rumus yang diterima peserta
didik adalah
,
, dan
8. Guru
mencari
menanyakan
panjang
cara
diagonal
ruang kepada peserta didik
dengan memberikan catatan
yang
harus
diperhatikan
adalah panjang, lebar, dan
120
8. Seorang peserta didik
menjawab kembali dengan
benar.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
tinggi.
9. Guru
memberikan
pujian
kepada peserta didik yang
9. Peserta didik menjawab
rumus panjang diagonal ruang
menjawab dengan benar.
11. Guru
menekankan
kepada
peserta didik bahwa diagonal
ruang
berbentuk
11. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
persegi
panjang dan selalu melibatkan
panjang, lebar, tinggi.
12. Guru menuliskan semua
12. Peserta didik memperhatikan
rumus luas bidang diagonal,
,
dan
penjelasan guru.
,
.
13. Guru menjelaskan ulang
13. Sebagian besar peserta didik
semua rumus mengenai
meminta guru mengulang
panjang diagonal ruang dan
penjelasan.
luas diagonal ruang.
14. Guru menjelaskan rumus luas
permukaan balok dengan
14. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
menggunakan clue banyak
sisi dan menghitung jumlah
luas keseluruhannya
15. Guru menuliskan rumus luas
permukaan balok.
15. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
16. Guru hanya memberikan
16. Peserta didik meminta guru
penjelasan sedikit kemudian
mengulang penjelasan rumus
menuliskan rumus volume di
volume dan mencatat semua
papan tulis
yang ditulis guru di papan
karena keterbatasan waktu.
tulis.
Penutup Pembelajaran
121
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
1. Guru menuliskan tugas yang
1. Peserta didik membuka
harus dikerjakan oleh peserta
halaman buku siswa untuk
didik selama guru mengikuti
memperhatikan tugas
rapat.
guru.
2. Guru memberikan rencana
2. Peserta didik
pembelajaran yang akan
memperhatikan dan mulai
dilaksanakan pada pertemuan
mengerjakan tugas yang
selanjutnya yakni materi
diberikan guru.
prisma dan limas.
3. Guru membereskan alat tulis
3. Peserta didik
yang digunakan dan
mengerjakan tugas yang
membereskan meja guru
diberikan guru.
setelah mengisi jurnal kelas.
4. Guru mengingatkna peserta
didik
untuk
mengerjakan
tugas.
memperhatikan arahan
guru.
5. Guru mengucapkan salam dan
meninggalkan
4. Peserta didik
kelas
untuk
mengikuti rapat.
5. Peserta didik
mengucapkan salam dan
mengerjakan tugas.
122
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 3
Tabel 4.3
Tahapan Pembelajaran Pertemuan 3
Tahapan Pembelajaran
Pendahuluan
Kegiatan Guru
Kegiatan Peserta Didik
1. Guru mengucapkan salam dan
1. Peserta didik menjawab salam
mengecek kehadiran peserta
dan menyampaikan peserta
didik.
didik yang tidak hadir dengan
alasannya.
2. Guru menanyakan soal yang
telah diberikan pada minggu
2. Peserta didik menyiapkan
tugas yang diberikan guru.
sebelumnya mengenai materi
kubus dan balok.
3. Guru menjawab pertanyaan
3. Beberapa siswa bertanya
peserta didik mengenai materi
materi pertemuan sebelumnya
sebelumnya.
yang belum jelas.
4. Guru menyampaikan metode
pembelajaran, kompetensi
4. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
yang akan dicapai, dan materi
yang akan dipelajari yaitu
prisma dan limas.
Inti Pembelajaran
1. Guru membahas soal yang
1. Sebagian peserta didik
diberikan pada minggu
meminta guru menjelaskan
sebelumnya.
cara mngerjakan soal.
2. Guru meminta beberapa
2. Sebagian besar peserta didik
peserta didik maju
memperhatikan dan aktif
mengerjakan soal sulit dan
bertanya, sebagian kecil sibuk
123
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
memberikan pembahasan dari
memperhatikan hal lain dan
beberapa soal banyak
kurang mengikuti kegiatan
ditanyakan oleh peserta didik.
pembelajaran.
3. Guru menjelaskan dan
3. Peserta didik memperhatikan
menuliskan setiap langkah
penjelasan guru.
pengerjaan di papan tulis agar
peserta didik mudah mencatat.
4. Guru menanyakan kepada
4. Peserta didik menjawab tenda
peserta didik mengenai
kemah dan bungkus coklat.
bentuk prisma, dan contoh
bangun yang mempunyai
bentuk prisma.
5. Guru menggambar prisma
5. Peserta didik memperhatikan.
tegak segitiga dan prisma segi
lima, dan menjelaskan
perbedaan keduanya.
6. Guru menjelaskan dengan
bantuan gambar dan contoh.
6. Beberapa peserta didik
meminta guru mengukang
penjelasan.
7. Guru bertanya kepada peserta
didik cara mencari rumus luas
7. Seebagian besar kesulitan
menjawab pertanyaan guru.
permukaan prisma segitiga,
seperti tenda yang mereka
lihat.
8. Guru menjelaskan cara
8. Peserta didik memperhatikan
mencari luas permukaan
penjelasan guru.
prisma dan menuliskan rumus
luas permukaan prisma di
papan tulis.
9. Guru meminta peserta didik
124
9. Peserta didik berdiskusi
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
membayangkan jaring-jaring
dengan teman sebangku.
prisma.
10. Guru menuliskan rumus luas
10. Peserta didik memperhatikan.
permukaan prisma di papan
tulis.
11. Guru bertanya kepada peserta
11. Peserta didik menjawab
didik bentuk lain prisma
prisma segi-empat, segi-enam,
selain prisma segi-tiga.
segi-delapan.
12. Guru meminta peserta didik
12. Seorang peserta didik
memperhatikan prisma yang
menjawab dengan luas alas
digambar di papan tulis dan
dikalikan dengan tinggi,
menanyakan kepada peserta
tergantung bentuk alasnya.
didik cara mencari rumus
volumenya.
13. Guru memberikan penjelasan
mengenai rumus permukaan
13. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
prisma yang lebih mudah
dengan catatan alas dan
tutupnya beraturan.
14. Guru menjelaskan dasar
14. Peserta didik yang kesulitan
rumus volume dan
memahami meminta guru
menuliskan rumus volume
mengulang penjelasan.
prisma di papan tulis.
15. Guru bertanya kepada peserta
didik bentuk limas dan
15. Peserta
didik
menjawab
didik
mengamati
piramida.
menggambarkan bangun
limas segi-empat di papan
tulis.
16. Guru meminta siswa
16. Peserta
mengamati bangun limas
125
gambar limas di papan tulis.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
segitiga dan segiempat di
papan tulis.
17. Guru memberikan penjelasan
17. Peserta didik memperhatikan.
rumus luas permukaan
didapat dari hasil
penjumlahan semua luas sisi
limas.
18. Guru membahas rumus
18. Peserta didik yang kesulitan
permukaan limas, luas
memahami penjelasan guru
segitiga alas ditambah dengan
maju kedepan melihat rumus
semua luas segitiga sisinya.
yang ditulisan di papan tulis.
19. Guru menjelaskan apotema
19. Peserta didik memperhatikan.
atau sisi tegak. Guru
menekankan pengertian
kembali mengenai materi
phytagoras yang menjadi
dasar dari materi apotema
tersebut.
20. Guru mengulang penjelasan
apotema atau sisi tegak.
20. Sebagian besar peserta didik
belum mengerti penjelasan
guru.
21. Guru meminta peserta didik
21. Seorang peserta didik
lebih memperhatikan lagi
menjawab, jika bangun limas
bentuk kedua bangun tersebut
tidak memiliki tutup hanya
sebelum masuk ke rumus
memiliki alas seperti halnya
volume.
dengan prisma.
22. Guru memuji jawaban peserta
didik dan menuliskan bahwa
rumus volume limas adalah
, dengan t
126
22. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
adalah tinggi limas.
23. Guru bertanya kepada peserta
23. Beberapa peserta didik
didik mengenai materi yang
meminta guru mengulang
belum dimengerti.
penjelasan.
24. Guru meminta peserta didik
24. Peserta didik mencatat
mencatat apa yang sudah
penjelasan guru dari papan
ditulis di papan tulis agar
tulis.
memudahkan peserta didik
dalam belajar.
25. Guru memberikan 4 soal
25. Peserta didik membuka buku
latihan untuk dikerjakan oleh
teks matematika dan mulai
peserta didik di kelas.
mengerjakan.
26. Guru meminta beberapa
26. Beberapa peserta didik maju
peserta didik maju
mengerjakan soal di papan
mengerjakan di papan tulis.
tulis.
27. Guru menjelaskan cara
27. Peserta didik memperhatikan
mengerjakan soal yang
penjelasan guru.
dianggap sulit oleh peserta
didik.
28. Guru menjawab pertanyaan
peserta didik.
28. Peserta didik bertanya tentang
materi yang belum
dimengerti.
Penutup Pembelajaran
Kegiatan Guru
Kegiatan Peserta Didik
1. Guru memberikan beberapa
soal latihan lain dari buku dan
lembar soal untuk dikerjakan
di rumah sebagai latihan
ulangan yang akan
dilaksanakan minggu depan.
127
1. Peserta didik mencatat tugas
yang diberikan guru.
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2. Guru menyampaikan materi
yang akan dipelajari
2. Peserta didik memperhatikan
penjelasan guru.
pertemuan selanjutnya yaitu
peluang
3. Guru membereskan alat tulis
yang digunakan dan
3. Peserta didik membereskan
buku pelajaran.
membereskan meja guru
setelah mengisi jurnal kelas.
4. Guru mengucapkan salam dan
meninggalkan kelas.
4. Peserta didik membalas salam
guru.
128
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 4
Hasil Wawancara dengan Guru Mata Pelajaran
Peneliti
: “Sejak kapan Ibu melaksanakan kegiatan pembelajaran
berbasis Kurikulum 2013 ?“
G1
: “Sejak pertama pemerintah menetapkan Kurikulum baru
pengganti KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), yakni kurikulum
2013. SMP Pangudi Luhur sudah langsung melaksanakan sejak tahun
ajaran 2013/2014.“
Peneliti
: “Sejauh ini, bagaimana Ibu melaksanakan kegiatan
pembelajaran berbasis K-13 ? Apakah berbeda dengan Kurikulum
sebelumnya ?”
G1
: “Pada awalnya masih kesulitan karena pengetahuan yang minim
mengenai K-13, tetapi dari pemerintah mengadakan diklat dan pelatihan
khusu dari yayasan sebelum tahun ajaran dimulai. Karena K-13 bukan
hanya masalah pembelajarannya saja melainkan perangkat pembelajaran
lainnya, perlu waktu untuk menyesuaikan dari banyak perubahan. Letak
perbedaannya dari kegiatan pembelajaran dan dari perangkat
pembelajaran. Kalau sudah menjelang akhir tahun seperti ini biasanya
yang repot, kalau KTSP tidak serepot ini.”
Peneliti
: “Bagaimana proses penyusunan RPP materi bangun
ruang sisi datar untuk semester 2 tahun ajaran 2014/2015, yang susuai
dengan K-13 ?”
G1
:”Jadi sebelum tahun ajaran baru dimulai, semua guru wajib
membuat apa yang dinamakan Program Tahunan (PROTA), Program
Semester (PROSEM), Silabus, RPP, dan Evaluasi Pembelajaran.
Kebetulan, waktu itu saya membuat RPP Kelas 8 tidak semua materi
dibuat. Materi bangun ruang sisi datar ini juga tidak dibuat.”
Peneliti
: “Apakah Buku Matematika Pegangan Guru SMP Kelas
VIII digunakan dalam penyusunan RPP materi ajar bangun ruang sisi
datar yang susuai dengan K-13 ?”
G1
: “Pada saat penyusunan RPP ada beberapa buku yang
digunakan, salah satunya memang Buku
Matematika Kelas VIII
Pegangan Guru K-13. Sebenarnya Buku Pegangan Guru tersebut tidak
jauh berbeda dengan Buku Siswa, hanya berbeda pada bagian
keterangantambahan bagian kegiatan dengan siswa. Saya menggunakan
buku tersebut untuk refrensi soal, bukan buku utama untuk kegiatan
pembelajaran. Alasannya karena selain banyak kesalahan cetak,
keterlambatan buku di tahun lalu, juga banyak materi yang berbeda dari
tahun-tahun sebelumnya. Saya mengantisipasi UN kelas 9 takutnya di
buku tidak ada tapi keluar di soal.”
129
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Peneliti
: ”Dalam kegiatan pembelajaran materi bangun ruang sisi
datar, apakah dilaksanakan mengikuti K-13 yang berlaku, yakni dengan
pendekatan scientific ? Bagaimana Pembelajaran tersebut berlangsung?”
G1
: ”Karena ini materi ada di semester 2, banyak waktu yang
terbuang untuk urusan kelas 9. Saya sendiri agak mengejar waktu saat
melaksanakan pembelajaran materi bangun ruang sisi datar, sehingga
yang saya tekankan adalah siswa mengerti rumus dan tahu cara
mengerjakan soal. sebiasa
mungkin pendekatan scientific tetap
diterapkan hanya saja kurang bisa maksimal karena memang
membutuhkan waktu yang lebih lama. Pembelajaran berlangsung dengan
baik, seperti yang Mbak lihat. Hanya saja mungkin kurang bisa
menerapkan penuh pendekatan scientificnya.”
Peneliti
: ”Kesulitan apa yang dihadapi dalam menekankan makna
scientific dalam pembelajaran materi bangun ruang sisi datar di kelas ?
bagaimana mengatasi kesulitan tersebut?”
G1
: ”Sebetulnya sulit tidaknya selain karena bergantung pada
kesiapan siswa dan guru, juga waktu yang ada. Paling susah kalau sudah
kejar waktu, Mbak. Pikiran sudah kepecah sana sini, ditambah tuntutan
ngajar dan materi yang masih banyak. Biasanya terjadi di akhir-akhir
tahun ajaran seperti ini. Sebias mungkin jangan ada yang dikorbankan
begitu, tapi sulit juga. Mau tidak mau, ya anak-anak kelas 8 yang jadi
korban. Sebenarnya siswa tidak kesulitan dengan pendekatan scientific,
sejak pertama mereka di kelas 7 sudah menggunakan K-13 sampai
sekarang kelas 8, meskipun mungkin tidak banyak yang mengetahui
makna scientific itu sendiri. Mengatasinya dengan mempriorotaskan
pengetahuan mereka agar siap untuk ujian, bagaimanapun siswa harus
siap untuk UAS.”
Peneliti
: “Apakah siswa mengalami kesulitan dengan
pembelajaran menggunakan pendekatan scientific di kelas ? Bagaimana
mengatasinya?”
G1
: “Secara keseluruhan saya
menilai siswa siap
melaksanakan pembelajaran di kelas dengan pendekatan scientific atau
sesuai dengan K-13 karena sejak kelas 7 sudah mulai dengan K-13, walau
diawal banyak yang mengeluh. Keluahan siswa sendiri lebih ke buku
siswa yang terlambat datang, banyaknya kesalahan cetak, materi yang
menurut mereka ribet dan penjelasan yang susah dimengerti karena tidak
langsung ke intinya. Namun, pelan-pelan siswa mulai terbiasa dengan
materi dan cara belajar K-13, dan saya mengajar tidak penuh sesuai
dengan K-13 karena seringkali masih berpusat pada saya sebagai guru.”
Peneliti : “Bagaimana peran buku Matematika Pegangan Guru Kelas VIII
SMP Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran ?”
G1
: “Kalau saya sendiri memang mempunyai Buku Matematika
Pegangan Guru Kelas VIII Kurikulum 2013. Awalnya hanya softcopy dari
130
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
internet dikarenakan cetakan dari pemerintah terbit terlambat. Beberapa
bulan setelah pembelajaran berlangsung, baru dibagikan beberapa buku
siswa dan buku guru. Saat membuat RPP saya banyak melihat dari buku
tahun sebelumnya yang masih dengan KTSP, meskipun pada silabus ada
materi yang berbeda. Baru ketika buku guru dan siswa sudah
didistribusikan dan siswa masing-masing dipinjami buku oleh sekolah
saya menggunakan buku guru untuk kegiatan pembelajaran. Sebenarnya
tidak banyak perbedaan antara buku guru dan buku siswa, hanya ada
tambahan pada bagian keterangan tahapan kegiatan pembelajaran yang
ditampilkan di buku guru. Perannya memudahkan saya mengajar, karena
buku pegangan bisa menyesuaikan dengan siswa.”
Peneliti
: “Apakah kekurangan dan kelebihan buku Matematika
Pegangan Guru Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 ?”
G1
: “Kelebihannya membantu saya sebagai guru menyusun rencana
pembelajaran, membantu dalam proses pembelajaran, sebagai acuhan
materi ajar, dan membantu siswa lebih memahami materi yang diberikan
guru, meskipun saya tidak memakai penuh buku guru tersebut.
Kekurangannya lebih ke masalah fisik buku, yakni kesalahan cetak,
terlambat pendistribuasiannya, dan ada beberapa penjelasan pada buku
yang sulit dipahami oleh siswa.”
Peneliti
: “Bagaimana pendapat Ibu mengenai Kurikulum 2013 dan
pembelajaran yang selama ini yang sudah dilaksanakan serta mengenai
perangkat pendukung pembelajaran yang ada ?”
G1
: “Saya sebagai guru, dan Mbak nantinya yang akan menjadi guru
adalah pelaksana Kurikulum selain siswa. Kita diharapkan paham dengan
apa yang menjadi tujuan dari masing-masing kurikulum. Ada 3 hal yang
perlu diperhatikan, yang pertama adalah ketersediaan buku sebagai
sumber dan penunjang belajar, kedua mengenai proses pelaksanaan
pembelajaran mulai dari penyusunan RPP dan proses belajar mengajar di
kelas, dan ketiga adalah kemampuan guru. Meskipun sudah jadi guru
bertahun-tahun, harus terus mau belajar karena jaman berubah dan guru
juga harus terus menyesuaikan.”
131
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 5
Hasil Wawancara dengan Guru Kelas
Peneliti
: “Sejak kapan Ibu melaksanakan kegiatan pembelajaran
berbasis Kurikulum 2013 ?“
G2
: “Saya baru menjadi guru pengganti sejak 2 bulan lalu.
Sebelumnya saya mengajar di SMP Immaculata. Ini adalah kali pertama
saya melaksanakan Kurikulum 2013 meskipun dulu sudah mengikuti
pelatihan, namun setelah dicabut dan kembali ke KTSP, K-13 sudah tidak
digunakan.”
Peneliti
: “Sejauh ini, bagaimana Ibu melaksanakan kegiatan
pembelajaran berbasis K-13 ? Apakah berbeda dengan Kurikulum
sebelumnya ?”
G2
: “Seharusnya memang berbeda di RPP, Silabus, Evaluasi
Pembelajaran, terutama di pembelajarannya sendiri. Apalagi kita terbiasa
dengan KTSP. Awalnya memang agak repot, apalagi dari pembelajaran
sendiri ada banyak perubahan cara penyampaian materi dan tujuan yang
dititikberatkan pada siswa. “
Peneliti
: “Bagaimana proses penyusunan RPP materi bangun
ruang sisi datar untuk semester 2 tahun ajaran 2014/2015, yang susuai
dengan K-13 ?”
G2
: “Pada saat saya masuk SMP PL 1 Jogja, RPP bangun ruang sisi
datar sudah ada dari tahun sebelumnya, saya melanjutkan saja ke proses
pembelajarannya.”
Peneliti
: “Apakah Buku Matematika Pegangan Guru SMP Kelas
VIII digunakan dalam penyusunan RPP materi ajar bangun ruang sisi
datar yang susuai dengan K-13 ?”
G2
: “Karena saya tidak menyususn RPP secara langsung, saya
menggunakan buku tersebut sebagai salah satu pedoman pembelajaran
terlebih pendekatan scientific dan panduan susunan materi ajar. Selain
itu, untuk referensi soal karena buku guru mirip dengan buku siswa dan
semua siswa dipinjami buku agar memudahkan proses pembelajaran.
Peneliti
: ”Dalam kegiatan pembelajaran materi bangun ruang sisi
datar, apakah dilaksanakan mengikuti K-13 yang berlaku, yakni dengan
pendekatan scientific ? Bagaimana Pembelajaran tersebut berlangsung?”
G2
: “Saya berusaha melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
Kurikulum yang berlaku yakni K-13. Akan tetapi, pada kenyataan di kelas
memang pendekatan ilmiah atau santifik tidak dapat dilakukan secara
utuh karena banyak kendala. Kendala yang paling sering dihadapi adalah
waktu, materi ajar yang kadangkala menjadi lebih sulit jika menggunakan
pendekatan saintifik, dan buku yang kurang mendukung. Siswa sendiri
132
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
kadang kesulitan memahami penjelasan materi yang dimaksud buku,
padahal buku tersebut merupakan buku terbitan pemerintah yang
menerapkan K-13.”
Peneliti
: ”Kesulitan apa yang dihadapi dalam menekankan makna
scientific dalam pembelajaran materi bangun ruang sisi datar di kelas ?
bagaimana mengatasi kesulitan tersebut?”
G2
: ”Kesulitannya mungkin karena materi yang banyak dan menuntut
harus segera diselesaikan sedangkan waktunya mepet. Sebisa mungkin
saya menerapkan pendekatan ilmiah sesuai dengan K-13 meskipun
mungkin tidak bisa penuh. Mengatasinya dengan memahami kebutuhan
siswa, dan mengetahui tujuan pembelajaran sehingga dapat menghemat
waktu mengajar. Intinya lngsung kepada kemampuan apa yang harus di
kuasai siswa pada materi tersebut, juga dengan bantuan modul yang saya
buat sendiri.”
Peneliti
: “Apakah siswa mengalami kesulitan dengan
pembelajaran menggunakan pendekatan scientific di kelas ? Bagaimana
mengatasinya?”
G2
: “Mata pelajaran yang ditempuh oleh siswa pada K-13
lebih sedikit daripada KTSP, ada keuntungan tersendiri untuk siswa.
Khusus untuk mata pelajaran matematika, siswa berharap guru mengajar
dengan ringkas dan jelas. Kesulitan yang dihadapi siswa lebih mengarah
kepada penyesuaian dari pengembangan materi K-13 yang sedikit
berbeda dengan tahun ajaran sebelumnya. Menjadi tugas guru untuk
mengatasi kesulitan pemahaman siswa dan guru bertanggungjawab
penuh. Memperbanyak latihan, walaupun makna scientific kurang dapat
diterapkan, paling tidak siswa mencapai kompetensi yang diharapkan
sehingga tidak menjadi korban kebingungan pendekatan ilmiah K-13.”
Peneliti
: “Bagaimana peran buku Matematika Pegangan Guru
Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 dalam proses pembelajaran ?”
G2
: “Saya tidak terlalu terpaku dengan buku guru ataupun siswa
memang sejak dulu mengajar. Saya lebih senang membuat modul sendiri
untuk menunjang proses pembelajaran. Buku guru tersebut memang saya
pakai sebagai acuan materi dan karena semua siswa memegang buku
siswa yang sama dengan buku guru memudahkan dalam memberikan
latihan bersama baik dikerjakan di kelas ataupun di rumah sebagai
tugas.”
Peneliti
: “Apakah kekurangan dan kelebihan buku Matematika
Pegangan Guru Kelas VIII SMP Kurikulum 2013 ?”
G2
: “Sebagai penghubung antara siswa dan guru, bisa dalam hal
pembelajaran, pemahaman materi, atau dalam hal pemberian tugas.
Membantu guru melihat kemampuan dan pemahaman siswa dengan
evaluasi. Kekurangannya ada beberapa salah cetak yang menyulitkan
133
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
siswa pada kegiatan belajar dan mengajar khususnya pada guru. Selain
itu saya kurang tahu, karena tidak banyak menggunakan buku guru
tersebut.”
Peneliti
: “Bagaimana pendapat Ibu mengenai Kurikulum 2013 dan
pembelajaran yang selama ini yang sudah dilaksanakan serta mengenai
perangkat pendukung pembelajaran yang ada ?”
G2
: “Banyak yang megeluhkan ketidaksiapan pemerintah dalam hal
ini Menteri Pendidikan M. Nuh, era presiden Susilo Bambang Yudhoyono
melaksanakan K-13 serentak di seluruh sekolah di Indonesia. Selain buku
penunjang, kemampuan masing-masing guru menganalisis materi, dan
jam mengajar yang berubah menjadi kendala. Selain itu masih ditambah
masalah intern guru seperti sertifikasi, evaluasi pembelajaran siswa, dan
masalah sekolah. Mau tidak mau memang harus melaksanakan K-13
sesuai putusan pemerintah, ya mari lakukan dengan maksimal.”
134
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 6
Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
Peneliti
: “Kapan pertama kali mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S1
: “Kelas 7, Bu. Gimana ya? Susah-susah gampang. Kadang kalau
pelajaran siswa suruh belajar kelompok terus, asik!”
Peneliti
: “Taukah kamu mengenai pendekatan scientific dalam
pembelajaran khususnya matematika? Dan sejauh mana kamu tahu
mengenai kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika?”
S1
: “Apa itu, Bu? Kayaknya pernah denger tapi nggak tau
maksudnya.”
Peneliti
: “Apakah kamu menggunakan buku siswa kurikulum 2013
saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ?
Apakah membantu?”
S1
: “Ada, Bu dipinjami dari sekolah. Tapi nggak enaknya beberapa
buku baru dibagi semester 2, kayak yang buku matematika. Aku nggak
pake, tapi beberapa aja aku buka buat latihan soal. Abisnya banyak yang
rumit penjelasannya.”
Peneliti
: “Apakah kamu memahami materi bangun ruang sisi datar
yang diajarkan oleh Bu Siska/Bu Eva? Apakah kesulitanmu dalam
mengikuti pembelajaran?”
S1
: “Paham. Kalau matematika nggak ada kesulitan.”
Peneliti
: “Berapa nilai ulangan materi bangun ruang sisi datar
mulikmu?”
S1
: “Aku dapat 100.”
135
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 7
Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
Peneliti
: “Kapan pertama kali mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S2
: “Kelas 7. K-13 itu sebenernya cukup nyaman buat anakanak belajar. Kita juga dituntut untuk lebih aktif dalam pelajaran, kalau
matematika ya mencari dan menemukan rumus misalnya. Namun karena
ini adalah kurikulum yang masih baru, kurang dipahami oleh siswa dan
guru. Masih sulit untuk langsung diterima.“
Peneliti
: “Taukah kamu mengenai pendekatan scientific dalam
pembelajaran khususnya matematika? Dan sejauh mana kamu tahu
mengenai kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika?”
S2
: “Pernah tau, ya sedikit-sedikit memahami lah.”
Peneliti
: “Apakah kamu menggunakan buku siswa kurikulum 2013
saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ?
Apakah membantu?”
S2
: “Pakai, tapi sudah dikembalikan lagi. Cukup membantu kalau
ada soal dari guru.”
Peneliti
: “Apakah kamu memahami materi bangun ruang sisi datar
yang diajarkan oleh Bu Siska/Bu Eva? Apakah kesulitanmu dalam
mengikuti pembelajaran?”
S2
: “Karena gurunya jelasinnya bikin mudeng, ya jadi enak.
Paling kesulitannya kalau belajar dirumah dan nggak ngerti, bukunya
nggak begitu bisa membantu.”
Peneliti
: “Berapa nilai ulangan materi bangun ruang sisi datar
mulikmu?”
S2
: “Kayaknya 85, Bu.”
136
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 8
Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
Peneliti
: “Kapan pertama kali mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S3
: “Kelas 7. Kalo menurutku dari persiapannya masih kurang,
misalnya waktu kelas 8 beberapa buku baru dikasih di semester 2
sebelumnya masih yang softcopy. Kalau kurikulumnya sendiri lumayan,
nggak terlalu banyak pelajaran minus akuntansi dan TIK. Soal-soalnya
aja kadang tingkat dewa, susah-susah, tugasnya juga ribet, sama
pelajaran isisnya ppt aja. Hal-hal kayak gitu yang malah membebani
murid. Tapi, dengan model yang seperti itu kita jadi lebih siap untuk
jenjang selanjutnya.”
Peneliti
: “Taukah kamu mengenai pendekatan scientific dalam
pembelajaran khususnya matematika? Dan sejauh mana kamu tahu
mengenai kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika?”
S3
: “Nggak tau, Bu.”
Peneliti
: “Apakah kamu menggunakan buku siswa kurikulum 2013
saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ?
Apakah membantu?”
S3
: “Sebenernya membantu, kalau mau baca-baca penjelasannya
walau rumit masih bisa dimengerti sedikit-sedikit.”
Peneliti
: “Apakah kamu memahami materi bangun ruang sisi datar
yang diajarkan oleh Bu Siska/Bu Eva? Apakah kesulitanmu dalam
mengikuti pembelajaran?”
S3
: “Gurunya enak kok, ngajarinnya jelas dan nggak ribet kayak
bukunya.”
Peneliti
: “Berapa nilai ulangan materi bangun ruang sisi datar
mulikmu?”
S3
: “95”
137
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 9
Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
Peneliti
: “Kapan pertama kali mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S4
: “Kayaknya sejak pertama masuk SMP udah pake K-13,
Bu. Berarti kelas 7 ya ? Kalau menurutku ada enaknya ada enggaknya.
Enaknya dari materi lebih ringkes ketimbang kurikulum sebelumnya,
kalau nggak enaknya saking ringkesnya siswa bingung memahami
materi.”
Peneliti
: “Taukah kamu mengenai pendekatan scientific dalam
pembelajaran khususnya matematika? Dan sejauh mana kamu tahu
mengenai kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika?”
S4
: “Tidak.”
Peneliti
: “Apakah kamu menggunakan buku siswa kurikulum 2013
saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ?
Apakah membantu?”
S4
: “Pakai si, tapi tidak terlalu membantu. Soalnya kadang melebihi
kemampuan dan cara atau penjelasan yang ditunjukkin bikin bingung.”
Peneliti
: “Apakah kamu memahami materi bangun ruang sisi datar
yang diajarkan oleh Bu Siska/Bu Eva? Apakah kesulitanmu dalam
mengikuti pembelajaran?”
S4
: “Bus Siska lebih membantu memahami pelajaran
ketimbang bukunya. Kalau buku caranya sulit dipahami kalo Bu Siska
langsung.”
Peneliti
mulikmu?”
S4
: “Berapa nilai ulangan materi bangun ruang sisi datar
: “Kalau nggak salah 89.”
138
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
Lampiran 10
Hasil Wawancara dengan Peserta Didik
Peneliti
: “Kapan pertama kali mengenal Kurikulum 2013 sebagai
Kurikulum yang diberlakukan mengganti KTSP? Bagaimana
pendapatmu?”
S5
: “Kelas 7, Bu. Ya, aku seneng aja soalnya kan kalau K-13
gak ada akuntansi, TIK, dll, jadi lebih sedikit. Cuma, terlalu banyak
aktivitas jadi ngurangin waktu belajarnya gitu.”
Peneliti
: “Taukah kamu mengenai pendekatan scientific dalam
pembelajaran khususnya matematika? Dan sejauh mana kamu tahu
mengenai kegiatan mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan
mengkomunikasikan dalam kegiatan pembelajaran matematika?”
S5
: “Kayaknya si pernah dijelasin sama Bu Siska.”
Peneliti
: “Apakah kamu menggunakan buku siswa kurikulum 2013
saat kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat belajar di rumah ?
Apakah membantu?”
S5
: “Pakai, Bu. Membantu sebenernya, hanya kurang
lengkap.”
Peneliti
: “Apakah kamu memahami materi bangun ruang sisi datar
yang diajarkan oleh Bu Siska/Bu Eva? Apakah kesulitanmu dalam
mengikuti pembelajaran?”
S5
: “Paham si sejauh ini. Soalnya Bu Siska perhatian kalo
bener-bener belum ngerti.”
Peneliti
mulikmu?”
S5
: “Berapa nilai ulangan materi bangun ruang sisi datar
: “100 kayaknya, Bu.”
139
PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
140
Download