Edisi 280 – 14 Maret 2014 – part 1

advertisement
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Page 1
Edisi 280 – 14 Maret 2014
PIMPINAN BAIT MINISTRY
Pembina : Pdt. Dr. Moldy Mambu & Handry Sigar
Pengawas : Willy Wuisan & Yoshen Danun
Pengurus : Ketua – Lucky Mangkey
Sekertaris – Janette Sepang
Bendahara – Yance Pua
PENGURUS BULETIN BAIT
Penasihat : Pdt. Dr.Moldy Mambu, Pdt. Noldy Sakul, Pdt. Sammy Lee
Pemimpin Umum : Handry Sigar
Wkl Pem. Umum : Yoshen Danun
Pemred
: Willy Wuisan
Wapemred : Herschel Najoan
Sekretaris : Meilien Langi-M
Bendahara : Yance Pua
BAIT MINISTRY
Visi: Menyebarkan pekabaran tiga
malaikat khususnya di Indonesia Kawasan
Timur dan untuk mempersiapkan umat
pada kedatangan Kristus yang kedua kali
Misi: BAIT Ministry sebagai suatu wadah
perpanjangan tangan GMAHK di Indonesia
Kawasan Timur mengusahakan
mendorong berkembangnya pekerjaan
Tuhan secara maksimal melalui berbagai
bidang pelayanan
General Controller : Ellen Manueke, Tommy Manawan
HRD : Janette Sepang,
Koordinator Produksi : Osvald Taroreh, Harold Somba
Editor Alfa Tumbuan , Royke Sundalangi, Handry Suwu, Wayne
Rumambi, Jufrie Wantah, John Taebenu.
Rubrik Opini Lucky Mangkey, Mickael Mangowal, Bruce Sumendap,
Pdt. Bayu Kaumpungan, Jack Kusoy, Joe Laluyan
Kolom Renungan Pdtm. Davy Politon Pdt. Stenly Karwur, Pdt. Ronie
Panambunan,Pdt. Raymond Lohonauman, pdtm. Ronie Umboh
Rubrik Kesehatan Jeiner Rawung, dr. Harold Manueke,
dr. Alvin Rantung, dr. Grace Rantung, dr. Marthin Walean,
dr. E Tomarere, dr. Ruben Supit, dr. Joice Pandeleke
Rubrik Keluarga Repsta Moal, James Manurip,
Pdt. Jacky Runtu, Pdt. H. Suawah
Rubrik Roh Nubuat Pdt. Kalvein Mongkau, Pdt. Dr. Allan Pasuhuk,
Pdt. Douglas Sepang, Pdt. Dr. Robert Walean, Pdtm. Glen Rumalag
Rubrik Pathfinder Frankie Sumarauw, Green Manueke, Fransisca Muntu
Rubrik Profil Irma Pakasi, Janice Losung, Green Mandias
Rubrik Pionir Pdt E. Takasanakeng
Rubrik Ragam Debby Langitan, Jimi Pinangkaan, Ellen Manueke
Rubrik Kesaksian Freddy Losung, Agustine Lureke
Rubrik Biblical & Theological Pdt. Blasius Abin, Pdt. Swineys Tandidio,
pdt. Robert Siby
Motivational Words Dr. Peggy Iskandar-Wowor
Inspirational Story Bredly Sampouw
Tanya Jawab Pdt. Bryan Sumendap,
Pdt. Larry Windewani, Pdt. Dr. Ronell Mamarimbing
Cerita Anak Max Kaway
Catatan Kami Denny Kalangi
Tim Layout Caddy Malonda, Ivan Kembuan, Freddy Kalangi,
Pdt. Harold Oijaitou, Jenry Wungkana, Herold Heydemans, pdtm. Davy
Tielung, Jimi Moehadjedi, Belly Wungkana, Brayn Mamanua, Stanly
Keles, Pdtm. Ressa Liwe, Marchel Tombeng, Pdtm. Raynald Makalew
Web Master Michael Mangowal, Nielson Assa
Multimedia : Ellen Mangkey
Distribution Pdtm. Dale Sompotan
Biro: Philipina Govert Woramuri Manado Jeiner Rawung, Mikael
Terok, Janet Ngantung, Hengki Kambey, Erwin Wuisan,
Papua David Bindosano, Samuel Rorimpandey, Hendy Sahetapy, Noldy
Abraham Sulawesi Tengah Pdt. Stenly Karwur
Jawa Timur Pdtm. Fabyo Rumagit Ratahan Refli Ompi,Sangir Talaud
Pdt. Edison Takasanakeng Ambon Mario Lekatompessy Kotamobagu
Maikel Makarewa Balikpapan Beverly Nangon Runturambi
Tator Hartoyo Tismail Unklab Indrajit Taliwongso
Politisi Advent
Jangan Berhenti di Haran
Memilih Untuk merepresentasi
Sentuhan Hati Tuhan
Masa Kesukaran Pada Zaman Akhir
Tulisan Roh Nubuat
Pencari Kebenaran
Cerita Untuk Anak
Berdoa Untuk Ayah
Pathfinder
Pohon
Palakat
Aneka Berita
Page 2
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Politisi Advent
Tinggal beberapa hari lagi pemilihan para wakil rakyat secara nasional akan bergulir. Sejak beberapa
bulan lalu para calon wakil rakyat sudah belusukan ke mana-mana menjumpai rakyat yang akan
memberikan suara mereka untuk wakil-wakil yang akan duduk di kursi DPR Daerah sampai ke Pusat di
Jakarta.
Tida k terkecuali para calon wakil rakyat yang berasal dari gereja kita, ikut-ikutan berkeliling ke jemaatjemaat menebar pesona, memperkenalkan diri sekaligus mempromosikan kesiapan mereka untuk menjadi
wakil rakyat nanti. Tidak lupa ada yang memberikan sumbangan untuk pembangunan di jemaat tersebut.
Beberapa alasan yang sering diberikan oleh para petinggi organisasi kita sehubungan dengan maraknya para
politisi di gereja kita berperilaku seperti apa yang dilakukan oleh para politisi dunia misalnya bahwa
keberadaan beberapa wakil anggota jemaat kita di badan dunia maupun pemerintahan banyak membantu
kepentingan gereja kita.
Ya, tidak bisa dipungkiri memang pada zaman perjanjian lama ketika bangsa Israel di tawan di Babilon, di
sana ada Daniel, Sadrak, Mesak dan Abednego yang memegang posisi penting dalam pemerintahan. Tetapi
ingat, mereka tetap mempertahankan identitas mereka sebagai umat Allah sehingga mereka rela dibuang ke
dapur api dan kandang singa karena mempertahankan prinsip kebenaran yang mereka yakini.
Mereka berada dalam pemerintahan sebab skill mereka yang tidak tertandingi oleh orang-orang pinter di
Babilon. Mereka berada di sana bukan karena berkampanye keliling perkampungan Yahudi sehingga mereka
mendapatkan suara untuk duduk dalam pemerintahan, tetapi mereka dipilih langsung oleh raja sebab mereka
adalah orang-orang yang pinter dan dikaruniai kebijaksanaan yang luar biasa oleh Tuhan. Mereka punya
prinsip yang teguh, tidak goyah walau keselamatan mereka terancam sekalipun.
Berbeda dengan suasana saat ini dengan restu dari para petinggi kita maupun gembala jemaat, mereka leluasa
menggunakan mimbar sebagai sarana kampanye. Bahkan para pemimpin kita sering tidak sungkan mengurapi
para calon wakil rakyat ini sekaligus mendoakan agar mereka terpilih nanti.
Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah “Apakah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh boleh terjun dalam
dunia politik praktis? Ini mungkin menjadi PR bagi para petinggi organisasi kita supaya anggota jemaat tidak
bingung dengan situasi saat ini. Organisasi sudah seharusnya memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya
perihal pandangan maupun sikap organisasi perihal “dunia politik” sehingga tidak ada lagi pandangan yang
abu-abu seperti yang terjadi saat ini.
Semoga semuanya akan menjadi jelas sehingga kita semua umat Tuhan punya satu pandangan terhadap dunia
politik popular saat ini. Kita harus punya tujuan yang sama yaitu menyegerahkan kedatanganNya, sehingga
kita cepat pulang ke rumah Tuhan, bertemu dengan Yesus hidup kekal selama-lamanya.
Handry Sigar
Redaksi
Page 3
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Kejadian 11:31 :
“...ia berangkat bersama –sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan. Lalu
sampailah mereka ke Haran lalu menetap di sana.”
Pembaca setia BAIT dimana saja anda berada.
Perjalanan keluarga besar Terah, ayah Abram dari Ur-Kasdim dengan tujuan akhir Kan aan,
namun mereka berhenti dan menetap di Haran yang terletak di wilayah Mesopotamia.
Mengapa rombongan ini berhenti di Haran ? tidak dijelaskan secara mendetail di dalam
Alkitab namun ada beberapa waktu yang bisa kita lihat lewat Firman Tuhan yang terjadi ketika
Rombongan Keluarga ini berhenti dan menetap di Haran, dan tidak memilih melanjutkan
perjalanan mereka ke Kanaan yang merupakan tujuan Akhir.
Beberapa diantaranya adalah fakta bahwa di Haran meninggallah Terah dengan usia 205 tahun,
faktor kelelahan dalam perjalanan bisa saja menjadi alasan untuk berhenti di Haran, bila kita
melihat di Peta lokasi Perjalanan antara Ur-Kasdim ke Haran dan Haran ke Kanaan hampir
sama jauhnya, artinya mereka sudah tiba pada setengah perjalanan menuju Kanaan dengan
mengintari Padang Gurun Arab. Setengah perjalanan lagi baru kemudian tiba di tujuan akhir.
Namun mereka memilih untuk menetap di Haran, kota dengan lokasi yang sangat strategis
membuat mereka mengambil keputusan untuk menetap di sana.
Tapi ada persamaan yang sangat menyolok dari Ur-Kasdim dan Haran adalah sama-sama Kota ini masih dipenuhi oleh PenyembahPenyembah berhala, dan maksud Tuhan membawa keluarga ini keluar dari Kota ini adalah untuk memilih mereka menjadi Umat
Tuhan yang sejati. Sepanjang perjalanan menuju ke Kanaan mereka kemudian bertemu dengan sebuah Kota yang mirip dengan Ur-
Page 4
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Kasdim, membuat daya tarik tersendiri bagi rombongan keluarga ini, efeknya teringat kembali nikmatnya kehidupan di Ur-Kasdim,
sehingga melupakan tujuan akhir yaitu tanah Kanaan.
Pembaca BAIT yang kekasih.
Perjalanan Abram dan keluarga dari Ur-Kasdim menuju Kanaan namun singgah di Haran merupakan sebuah simbol perjalanan kita
menuju ke Surga, seringkali kita singgah di Haran. Haran merupakan simbol bagaimana kita kemudian kembali berfokus kepada
hal-hal yang bersifat keduniawian, kita kembali ke masa lalu kehidupan kita ketika kita berdosa dan belum bertobat, hal – hla ini
dapat mengaburkan tujuan utama kita ke Surga. Iman kita menjadi kendor dan kemudian memilih menikmati dunia ini sehingga
menjadi terlena padahal perjalanan kita tujuan akhirnya adalah Kanaan Surgawi.
Apapun yang ditawarkan dunia ini kepada kita jangan sampaikan kita menjadi takabur untuk kemudian berhenti dan tidak berjalan
terus menuju tujuan akhir kita. Tetaplah terus berjalan pandanglah selalu pada Yesus sehingga perjalanan kita akan terus mulus, bisa
jadi ada banyak tantangan, masalah, kesulitan dalam perjalanan kita ke surga namun dengan memandang pada Yesus semua
menjadi ringan karena Yesus berjanji akan terus menguatkan kita dalam perjalanan kita ke Kanaan Surgawi.
Selamat Hari Sabat. Semoga Sabat ini menjadi hari yang sangat menyenangkan untuk Pembaca BAIT dimana saja berada, seminggu
lagi kita lebih dekat dengan Kedatangan Tuhan yang kedua kali. Tuhan memberkati kita semua.***
S
emakin dekat hari pencoblosan, semakin bertambah
baliho-baliho calon-calon wakil rakyat yang bertebaran di
sudut-sudut jalan. Para kontestan ini meminta perhatian
warga masyarakat yang memiliki hak pilih dalam pemilihan
umum (Pemilu) tanggal 9 April mendatang. Tetapi, akan
dikemanakankah satu suara yang kita miliki dari sekian ribu
orang dewasa (di atas 17 tahun) yang memiliki hak pilih?
Ribuan di daerah pemilihan (dapil) tingkat kecamatan, puluhan
ribu di dapil tingkat kota atau kabupaten dan ratusan ribu
Bejana Advent Indonesia Timur
bahkan jutaan di dapil tingkat
provinsi;
masing-masing
menduduki kursi di Dewan
Perwakilan Rakyat tingkat kota dan
kabupaten,
tingkat
provinsi
maupun tingkat pusat. Adalagi
calon anggota Dewan Perwakilan
Daerah yang notabene non partai.
Page 5
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Memang, kita perlu ambil-kalau tidak mau dibilang membuang
waktu- untuk menyalurkan pilihan kita. Tidak ada alasan untuk
sibuk, karena negara meliburkan hari pemilihan untuk
menyukseskan pesta demokrasi ini.
Lalu, ke mana dan pada siapa kita salurkan hak pilih kita? Bila
sudah dalam tahap ini, pilihan tergantung pribadi masingmasing. Tentu, hati akan merasa tenang bila hak-hak kita
dipercayakan kepada mereka yang dikenal, apalagi yang kita
yakini bisa memperjuangkan pendapat atau aspirasi kita.
Beberapa di antara para kontestan mungkin merupakan sahabat,
kenalan bahkan sesama anggota gereja. Terlepas dari golongan
atau partai tertentu, merekalah yang kelak mengatur harkat
hidup rakyat, baik di tingkat kota, provinsi hingga pusat. Jadi,
akankah hak pilih itu kita gunakan? Lalu, kepada siapa lagi
akan kita salurkan suara selain merepresentasikannya kepada
mereka yang bisa diandalkan untuk memperjuangkan peri
kehidupan orang banyak. Mari, gunakan hak pilih selaku warga
Negara pada Pemilu 9 April 2014. ***
Kontestan yang kelak terpilih untuk menggunakan kursi
sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif yang mengatur
undang-undang dan mensahkan kebijakan keuangan merupakan
mereka-mereka yang memenangkan suara rakyat dalam jumlah
yang signifikan. Sebagai contoh, untuk daerah pemilihan
(dapil) kecamatan Mapanget dan Singkil, seorang kontestan
harus memenangkan sekitar lima ribu suara masyarakatnya
untuk duduk sebagai legislator.
Tak ada cara lain bagi kontestan selain menggalang suara-suara
di lumbung-lumbung suara. Ya, memasang baliho ataupun
stiker-stiker tentang dirinya, programnya maupun nomor urut
dirinya merupakan salah satu cara. Para pendukung akan
dimudahkan untuk mengingat dan menandai kontestan
pilihannya nanti. Yang tak dapat dilupakan, para kontestan
harus maju dalam kendaraan partai. Ya, inilah kegiatan politik
dari sebuah pemerintahan demokrasi yang dianut bangsa kita.
Banyak orang pesimis ketika menyadari arti sebuah suara
miliknya dibandingkan dengan sekian juta suara lain. Tetapi,
bukankah tidak ada kata sejuta suara bila tidak dimulai dengan
satu saja.
Pemilihan umum seperti ini merupakan saat ketika hak-hak kita
sebagai warga Negara disalurkan. Ya, pilihan ada pada kita,
mau menggunakan hak tersebut, atau tidak menggunakannya.
Hal yang terakhirpun merupakan sebuah pilihan bukan.
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 6
Edisi 280 – 14 Maret 2014
enam dari saudara-saudaranya. Inilah yang harus menjadi
saksi-saksinya bagi semua orang bahwa ia harus mengatakan
atau berbuat pada waktu melawat orang-orang kafir, karena
Petrus mengetahui bahwa ia akan dipanggil untuk memberikan
pertanggunganjawab yang langsung kepada pelanggaran akan
ajaran-ajaran orang Yahudi.
Pencari Kebenaran
Kisah Para Rasul - Ellen G. White
Betapa
berhati-hati Tuhan
bekerja
untuk
mengalahkan
prasangka terhadap orang-orang
kafir yang telah termaktub dengan
sangat ketatnya pada pikiran Petrus
oleh latihan Yahudinya! Oleh khayal
kain bersegi empat dan isinya Ia
berusaha untuk mengalihkan pikiran
rasul itu tentang prasangka ini dan
mengajarkan kebenaran yang penting bahwa dalam surga tidak
membedakan rupa orang; bahwa orang Yahudi dan orang kafir
sama-sama mulia pada pemandangan Tuhan; bahwa melalui
Kristus orang kafir boleh mengambil bagian dari berkat-berkat
dan hak-hak Injil.
Sementara Petrus merenungkan akan arti khayal itu, orang yang
dikirim oleh Kornelius tiba di Yope dan berdiri di depan pintu
gerbang dari rumah penginapannya. Lalu Roh berkata
kepadanya, "Ada dua orang mencari engkau. Bangunlah,
turunlah ke bawah dan berangkatlah bersama-sama dengan
mereka, jangan bimbang, sebab Aku yang menyuruh mereka ke
mari."
Kepada Petrus ini suatu perintah yang keras, dan hal itu dengan
segan ia melaksanakan kewajiban yang tertanggung ke atasnya;
tetapi ia tidak berani mengingkari. "Lalu turunlah Petrus ke
bawah dan berkata kepada orang-orang itu: "Akulah yang kamu
cari; apakah maksud kedatangan kamu?" Mereka mengatakan
tentang suruhan mereka yang satu-satunya, mengatakan,
"Kornelius, seorang perwira yang tulus hati dan takut akan
Allah dan yang terkenal baik di antara seluruh bangsa Yahudi,
telah menerima pernyataan Allah dengan perantaraan seorang
malaikat kudus, supaya ia mengundang engkau ke rumahnya
dan mendengar apa yang akan kaukatakan."
Dalam penurutan kepada petunjuk-petunjuk yang baru diterima
dari Allah, rasul itu menjanjikan untuk pergi bersama mereka.
Pada keesokan harinya ia berangkat ke Kaisarea, ditemani oleh
Bejana Advent Indonesia Timur
Sementara Petrus memasuki rumah orang kafir, Kornelius tidak
menghormati dia sebagai tamu yang biasa, tetapi sebagai
seorang yang dihormati oleh surga dan diutus kepadanya oleh
Allah. Adalah adat ketimuran untuk tunduk di hadapan raja
atau orang-orang berkedudukan tinggi yang lain dan untuk
anak-anak tunduk di hadapan orangtua mereka; tetapi
Kornelius, dipengaruhi dengan hormat untuk seorang yang
diutus oleh Allah untuk mengajar dia, jatuh pada kaki rasul itu
dan menyembah dia. Petrus dipenuhi dengan ketakutan, dan
mengangkat penghulu seratus itu, seraya berkata, "Bangunlah,
aku hanya manusia saja."
Sementara pesuruh-pesuruh Kornelius pergi membawa pesanan
mereka, penghulu seratus itu "telah memanggil sanak
saudaranya dan sahabat-sahabatnya berkumpul" supaya mereka
juga boleh mendengar khotbah Injil. Bila Petrus tiba, ia dapati
rombongan yang besar menunggu dengan tak sabar lagi untuk
mendengar perkataannya.
Kepada mereka yang berkumpul, Petrus mula-mula berbicara
tentang adat kebiasaan bangsa Yahudi, mengatakan bahwa hal
itu dipandang sebagai tidak layak untuk orang-orang Yahudi
bergaul bersama-sama dengan orang-orang kafir, sehingga
untuk melakukan hal ini telah melibatkan upacara kenajisan.
"Kamu tahu," katanya "betapa kerasnya larangan bagi seorang
Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi
atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan
kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau
tidak tahir. Itulah sebabnya aku tidak berkeberatan ketika aku
dipanggil, lalu datang ke mari. Sekarang aku ingin tahu, apa
sebabnya kamu memanggil aku?"
Kornelius kemudian menceritakan pengalamannya dan
perkataan malaikat itu, mengatakan sebagai kesimpulan,
"Karena itu segera kusuruh orang kepadamu, dan dengan
senang hati engkau telah datang. Sekarang kami semua telah
hadir di sini di hadapan Allah untuk mendengarkan apa yang
ditugaskan Allah kepadamu."
Petrus berkata, "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa
Allah tidak membedakan orang. Setiap orang dari bangsa mana
pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran
berkenan kepada-Nya."
Lalu kepada rombongan pendengar-pendengar yang tertarik
perhatiannya rasul itu mengkhotbahkan Kristus kehidupan-Nya,
mukjizat-Nya, pengkhianatan dan penyaliban-Nya, kebangkitan
dan kenaikan-Nya, pekerjaan-Nya di dalam surga sebagai wakil
dan perantara bagi manusia. Sementara Petrus menunjukkan
kepada mereka yang hadir Yesus sebagai satu-satunya
pengharapan bagi orang berdosa, ia sendiri mengerti lebih
Page 7
Edisi 280 – 14 Maret 2014
dalam khayal yang telah dilihatnya, dan hatinya bersinar
dengan roh kebenaran yang sedang dikemukakannya itu.
Tiba-tiba percakapan itu diselingi oleh turunnya Roh Kudus.
"Ketika Petrus sedang berkata demikian, turun Roh Kudus ke
atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu. Dan
semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai
Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia
Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga, sebab
mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa
roh dan memuliakan Allah.
Lalu kata Petrus, "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis
orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima
Roh Kudus sama seperti kita." Lalu ia menyuruh mereka
dibaptis dalam nama Yesus Kristus.
Demikianlah Injil itu dibawa kepada orang-orang asing,
menjadikan mereka teman warga negara dengan orang-orang
suci, dan anggota keluarga Allah. Pertobatan Kornelius dan
keluarganya hanyalah buah pertama dari tuaian yang harus
dikumpulkan. Dari rumah tangga inilah pekerjaan yang luas
dari rahmat dijalankan dalam kota penyembah berhala itu.
Pada dewasa ini Allah sedang mencari jiwa-jiwa di antara
orang-orang yang tinggi maupun yang hina. Ada banyak yang
seperti Kornelius orang yang Tuhan inginkan untuk
menghubungkan pekerjaan-Nya di dunia ini. Simpati mereka
adalah dengan umat Tuhan, tetapi ikatan yang menghubungkan
mereka dengan dunia menahan mereka dengan teguhnya. Hal
itu memerlukan keberanian akhlak bagi mereka untuk
mengambil kedudukan mereka bagi Kristus. Usaha yang
khusus harus diadakan untuk jiwa-jiwa ini, yang berada dalam
bahaya yang begitu besar, oleh sebab tanggung jawab-tanggung
jawab pergaulan-pergaulan.
Allah memanggil pekerja-pekerja yang sungguh-sungguh dan
rendah hati, yang akan menyampaikan Injil kepada kelas yang
lebih tinggi. Ada mukjizat-mukjizat yang harus dikerjakan
dalam pertobatan yang sejati mukjizat-mukjizat yang tidak
dilihat sekarang. Orang yang terbesar dari dunia ini tidaklah
melebihi kuasa Allah yang mengerjakan mukjizat. Jika mereka
yang menjadi pekerja bersama-sama dengan Dia akan menjadi
orang-orang yang mempunyai kesempatan, melakukan
kewajiban mereka dengan berani dan dengan setia, Allah akan
mempertobatkan manusia yang mempunyai kedudukankedudukan penting, manusia yang mempunyai kecerdasan dan
pengaruh. Oleh kuasa Roh Kudus banyak akan menerima
prinsip-prinsip Ilahi. Bertobat kepada kebenaran, mereka akan
menjadi alat di tangan Allah akan menyampaikan kebenaran.
Mereka akan mempunyai suatu beban yang istimewa untuk
jiwa-jiwa yang lain dari golongan yang dilalaikan ini. Waktu
dan uang akan diserahkan kepada pekerjaan Tuhan, dan
ketangkasan dan kuasa yang baru akan ditambahkan kepada
sidang.
Karena Kornelius hidup dalam penurutan kepada segala nasihat
yang diterimanya, Allah mengatur peristiwa-peristiwa itu,
sehingga ia diberi lebih banyak kebenaran. Seorang pesuruh
Bejana Advent Indonesia Timur
dari istana surga dikirim kepada pegawai Roma dan kepada
Petrus supaya Kornelius boleh berhubungan dengan seorang
yang dapat memimpin dia ke dalam terang yang lebih besar.
Dalam dunia kita ini banyak yang lebih dekat kepada kerajaan
Allah daripada yang kita sangkakan. Dalam dunia yang gelap
karena dosa Tuhan mempunyai banyak permata, kepada siapa
Ia akan memimpin pesuruh-pesuruh-Nya. Di mana-mana ada
mereka yang mau berdiri untuk Kristus. Banyak orang akan
menghargai kebijaksanaan Allah melebihi sesuatu keuntungan
duniawi, dan akan menjadi pembawa terang yang setia.
Didorong oleh kasih Kristus, mereka akan mendesak
orang-orang lain untuk datang kepada-Nya.
Bila saudara-saudara di Yudea mendengar bahwa Petrus telah
pergi ke rumah orang-orang kafir dan berkhotbah kepada
mereka yang berkumpul, mereka terkejut dan terhina. Mereka
khawatirkan bahwa jalan semacam itu, yang kelihatannya
seperti sombong, akan mempunyai akibat yang meniadakan
ajarannya sendiri. Bila mereka melihat Petrus kemudian mereka
bertemu dengan dia dengan kecaman yang keras, mengatakan,
"Engkau telah ke rumah orang-orang yang tiada bersunat dan
makan bersama-sama dengan mereka."
Petrus meletakkan seluruh persoalan di hadapan mereka. Ia
menceritakan pengalamannya mengenai khayal itu dan
memohon bahwa hal itu menasihati dia untuk tidak lagi
menyatakan perbedaan hukum tentang bersunat dan tidak
bersunat, juga tidak memandang kepada orang-orang kafir
sebagai yang najis. Ia menceritakan kepada mereka tentang
perintah yang telah diberikan kepadanya untuk pergi kepada
orang kafir, tentang kedatangan pesuruh-pesuruh', tentang
perjalanannya ke Kaisarea, dan tentang pertemuan dengan
Kornelius. Ia menceritakan kembali isi wawancaranya dengan
penghulu laskar itu, dalam mana penghulu laskar telah
menceritakan kepadanya tentang khayal itu oleh mana ia telah
dituntun untuk mengirimnya kepada Petrus.
"Dan ketika aku mulai berbicara," katanya menceritakan
pengalamannya, "turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama
seperti dulu ke atas kita. Maka teringatlah aku akan perkataan
Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan
dibaptis dengan Roh Kudus. Jadi jika Allah memberikan
karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada
waktu mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah
mungkin aku mencegah Dia?"
Setelah mendengar laporan ini, saudara-saudara terdiam.
Meyakini bahwa jalan Petrus adalah kegenapan yang langsung
dari rencana Allah, dan bahwa prasangka dan sifat menyendiri
mereka berlawanan sama sekali dengan roh Injil, mereka
memuliakan Allah, mengatakan "Jadi kepada bangsa-bangsa
lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin
kepada hidup."
Dengan demikian, tanpa pertentangan, prasangka telah
dihancurkan, sifat menyendiri yang didirikan atas kebiasaan
berabad-abad telah ditinggalkan, dan jalan terbuka untuk Injil
dimasyhurkan kepada orang-orang kafir.
Page 8
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Artikel Rohani
Oleh : Pdt. Kalvein Mongkau
Masa Kesukaran di Akhir Zaman
lanjutan….
3. Penyesatan Secara Internal Menjelang Masa
Kesukaran Awal
Tanduk Kecil Mengambil Alih Korban Sehari-Hari
(Daniel 8:11, 12). Ellen G. White sendiri telah mengamarkan
para peneliti nubuatan di Daniel 8 berkaitan dengan tanduk
kecil yang muncul dari antara keempat tanduk di atas kepala
dari kambing jantan dengan anjuran agar mereka jangan
mengatakan apa-apa atau mereka-reka tentang identitas tanduk
kecil ini.
Untuk hal ini White menulis:
“Saya tidak
memiliki perkataan untuk dibicarakan kepada saudarasaudaraku di Timur dan Barat, Utara dan Selatan. Saya
mohon bahwa tulisan-tulisanku tidak digunakan sebagai
argumen penuntun untuk menyelesaikan pertanyaanpertanyaan terhadap mana sekarang ini ada begitu banyak
pertentangan. Saya memperlakukan para Tua-Tua yakni
H, I, J, dan pemimpin saudara-saudara kita lainnya, agar
mereka jangan sekali-kali membuat satu rujukan kepada
tulisan-tulisanku untuk menopang pandangan mereka
tentang "korban sehari-hari." Itu sudah dipaparkan
kepadaku bahwa ini bukanlah satu pokok pembicaraan
penting yang vital. Saya diinstruksikan bahwa saudarasaudara kita itu sedang membuat satu kesalahan di dalam
membesar-besarkan pentingnya perbedaan di dlam
pandangan-pandangan yang dipegang itu.
Saya tidak
menyetujui apapun dari tulisan-tulisan saya akan diambil
sebagai penyelesaian pokok persoalan ini. Arti yang benar
dari "korban sehari-hari " itu tidak dibuat menjadi satu
pertanyaan ujian. Saya sekarang meminta agar saudarasaudaraku para pelayan tidak akan menggunakan lagi
tulisan-tulisanku di dalam argumen-argumen mereka
berkenaan dengan pertanyaan ini {"korban sehari-hari"};
karena saya tidak memiliki petunjuk atas maksud yang
didiskusikan itu, dan saya melihat itu tidak perlu untuk
dipertentangan. Berkenaan dengan pokok persoalan ini di
bawah kondisi-kondisi sekarang ini, berdiam adalah fasih.
Bejana Advent Indonesia Timur
Musuh dari pekerjaan kita disenangkan ketika satu pokok
pembicaraan kepentingan minor yang digunakan untuk
membelokkan pikiran-pikiran saudara-saudara kita dari
pertanyaan-pertanyaan besar yang harus dijadikan beban
dari pekabaran kita. Saat ini bukanlah satu pertanyaan
ujian, saya memohon dengan sangat saudara-saudaraku
agar mereka tidak membiarkan musuh untuk menang oleh
membicarakan hal tersebut.”{Ellen G. White, Selected
Messages, Bk. 1, hlm. 164, parag. 1-4}
Memang penegasan dari Ellen G. White ini telah ia
buat berdasarkan petunjuk yang ia terima dari Tuhan. Oleh
sebab terbukti sampai saat ini pokok diskusi tentang “korbansehari” yang dikaitkan dengan karir “tanduk kecil” yang
membesarkan dirinya “sampai kepada bala tentara langit,... dan
membesarkan diri terhadap “Panglima” bala tentara langit di
ayat 10 dan 11 dari Daniel 8. Oleh para komentator Advent
bahwa
“korban-sehari”
sering
kali
telah
diidentifikasikansebagai nubuatan yang melambangkan
kemunculan kerajaan Roma Kafir dan Roma Kepausan.
Bahkan ketika Ellen G. White masih hidup, topik tentang
“korban sehari-hari dalam Daniel 8:12 ini menjadi materi
khotbah di dalam penginjilan di kota-kota. Tuhan memiliki
alasan yang penting mengapa topik itu tidak dapat
dipertentangkan, sebab itu akan selalu mengundang
pertentangan bagi para penganut MAHK. Sebab hingga saat
ini ada berbagai serangan dari para komentator mantan
penganut Advent yang menuding kesalahan penafsiran para
peneliti di Gereja Advent terkait tanduk kecil dalam Daniel 8,
di antaranya adalah tudingan yang berasal dari Winston
McHarg, dalam satu artikelnya berjudul, “Why the Little
Horn of Daniel 8 Must Be Antiochus Epiphanes?” (Mengapa
Tanduk Kecil dari Daniel 8 Haruslah Antiokhus Epiphanes).
Sesungguhnya ulasan ini adalah satu sanggahan terhadap ulasan
dari William H. Shea dengan judul ““Why Antiochus IV
Epiphanes Is NotThe Little Horn of Daniel 8?” (Mengapa
Antiokhus Epiphanes Bukanlah Tanduk Kecil dari Daniel 8?). 1
Di
dalam
situs
bernama
http://www.goodnewsforadventists.com/, pendeta Winston
McHarg, mengungkapkan alasannya mengapa dia
tinggalkan pelayanan di gereja Advent sejak tahun 1978,
sebagai berikut:“Di tahun 1978 saya membuat keputusan
paling sulit yang pernah saya buat. Meskipun saya mencintai
Gereja saya, pekerjaan saya, keluarga saya dan sahabat-sahabat
saya, saya merasa diriku terdorong oleh hati nurani, untuk
menarik diri dari pelayanan MAHK. Alasan utama saya
didorong untuk membuat langkah traumatik, yang membuka
hati, adalah saya datang untuk tidak mempercayai doktrin
mendasar dari Gereja saya tentang Pengadilan Pemeriksaan
Pra-Advent. Saya menulis artikel ini bukanlah satu polemik
melawan Gereja Advent, tetapi satu ajakan kepada semua
penganut Advent untuk kembali kepada apa yang saya percayai
adalah intisari yang benar dari paham Advent; penyelidikan
tegap dan yang tak dapat dikompromikan demi kebenaran.
1
Lihat ulasan William H. Shea yang dapat diakses dalam situs
www.thesourcehh.org/.../...
Page 9
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Saya melanjutkan untuk mengasihi dan mengagumi
kebanyakan dari apa merupakan paham Advent, tetapi saya
takut bahwa kebanyakan nampaknya berpikir bahwa
penyelidikan untuk kebenaran sudah berakhir dan
sekarangadalah waktunya untuk mundur ke dalam kastil
(benteng istana kecil) dan mempertahankan ‘kebenaran’ dari
serangan-serangan orang-orang Kristen lainnya. Apa yang
menyusul, merupakan satu dari keberatan-keberatan utama saya
terhadap ajaran Pengadilan Pemeriksaan. Saya minta sahabatsahabat saya Advent untuk mempertimbangkan secara berhatihati apa yang saya harus katakan.”2
Menurut Winston McHarg, “Ajaran Advent
terhadap pengadilan pemeriksaan yang dianut umat Allah sama
sekali adalah asing bagi konteks dari Daniel 8. Menurut posisi
dari Advent tradisional, Pembersihan Kaabah dari Daniel 8:14,
adalah satu pengadilan pemeriksaan terhadap mereka yang
mengaku umat Allah. Satu penyelidikan terhadap konteks dari
ayat ini menyatakan bahwa penafsiran yang tidak lazim ini
tidak menemukan sokongan dari pasal ini. Simbolisme dari
Daniel 8 berpusat di dalam tanduk kecil yang kejam, yang
mana dijelaskan sebagai oknum yang menyelenggarakan
sejumlah tindakan-tindakan yang mengejutkan.
Di antara
perkara-perkara lain ia dikatakan mengambil korban seharihari, mencemari Kaabah dan menganiaya umat Allah. Sesudah
menyaksikan peristiwa-peristiwa mengerikan ini di khayal
Daniel mendengar dua makhluk menyerupai malaikat berbicara
satu sama lain. Makhluk yang satu menanyakan [pertanyaan,
‘Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban
sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus
yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?’ (ayat
13). Pada ayat 14—jawaban kepada pertanyaan ini—malaikat
lain menjawab, ‘Sampai dua ribu tiga ratus hari maka kemudian
Kaabah akan dibersihkan’ (K.J.V.). Adalah jelas, kemiudian,
bahwa ‘pembersihan Kaabah’ pastilah harus melibatkan
kehancuran dari tanduk kecil dan pemulihan Kaabah.
Penafsiran Advent sama sekali mengabaikan konteks ini dan
mengalihkan tema terhadap penyelidikan dari mereka yang
mengaku umat Allah. Eksegesis ini gagal untuk menjawab
pertanyaan dari ayat 13 dan secara lengkap benar-benar tidak
relevan dengan konteks dari pasal itu secara keseluruhan.
Betapapun ada satu alternatif yang sederhana, tegak lurus
dan meyakinkan.”3Winston McHarg melanjutkan: “Bagi
saya, dan kebanyakan komentator lainnya, kegenapan dari
tanduk kecil dari Daniel 8 di dalam Antiochus Epiphanes,
adalah jelas sekali. Betapapun, GMAHK, dari paling awal,
secara penuh semangat tidak setuju dengan penafsiran ini.
Menurut pengertian resmi dari Gereja ini, tanduk kecil adalah
lambang baik Kekaisaran Roma kafir maupun Gereja Roma.
Pengertian ini penting bagi GMAHK sebab landasan bagi
doktrin mereka berpusat pada Pengadilan Pemeriksaan—yang
mana mereka percayai adalah salah satu dari kebenaran2
Lihat pernyataan dalam artikel Winston McHarg, “Why the
Little Horn of Daniel 8 Must Be Antiochus Epiphanes?” diakses pada
tanggal 16 April 2013 dalam situs:
http://www.goodnewsforadventists.com/,
3
Ibid.
Bejana Advent Indonesia Timur
kebenaran khusus yang Allah sudah perintahkan kepada mereka
untuk dikhotbahkan kepada dunia. Tanpa mempertanyakan
ketulusan dan kesungguh-sungguhan dari banyak sahabat saya
di dalam paham Advent, saya percaya ada banyak yang
meyakini alasan-alasan mengapa tanduk kecil dari Daniel 8
bukanlah Antiokhus Epiphanes.4
Untuk itu pada artikel ini adalah tidak tepat untuk
mengadakan ulasan yang menanggapi dan menyanggah
pernyataan Winston McHargtersebut. Bahkan ada di antara
para pendahulu Advent, ada satu kelompok yang memiliki
website diberi judul “nonsda,” yang mana salah satu pendirinya
tidak lain adalah Mr. Dirk Anderson,pemilik situs
www.ellenwhiteexposed.com,di atas banner pada halaman
depan situs ini, terdapat gambar kira-kira ada empat
mahasiswa, dimana satu kalimat menarik terbaca, "Kami
mempelajari jalan kami keluar dari Gereja Masehi Advent Hari
Ketujuh."5Nampaknya kalimat ini menunjukkan bahwa mereka
menerima kebenaran baru setelah mempelajari Daniel 8. Salah
satu gagasan terbesar mereka adalah mencoba untuk
mempromosikan apa yang mereka percayai bahwa Roma dan
Kepausan tidak dapat menjadi kekuasaan tanduk kecil dari
Daniel 8, dan menurut mereka itu pastilah adalah Antiochus IV
Epiphanes. Menurut mereka, raja ini, di dalam intisari yang
mereka katakan, adalah mencocokkan semua gambaran yang
dijelaskan di Daniel 8. Di dalam perkataan-perkataan mereka
sendiri menyebutkan: “Saat kami menguji bukti di bawah, itu
akan menjadi jelas secara melimpah bahwa Antiochus
Epiphanes memenuhi setiap spesifikasi dari Daniel Daniel 8
dengan ketepatan. Yang sama tidak dapat dikatakan terhadap
Roma.”6 Pada kesempatan berikut akan ada ulasan berupa
artikel yang akan mengupas tuntas kesalahan pengertian
beberapa pendeta dan peneliti yang pernah menjadi pelayanan
di Gereja Advent tetapi karena mempertanyakan tentang
identitas tanduk kecil dalam Daniel 8:11, 12 maka setelah tidak
menemukan jawaban yang pasti di dalam gereja maka mereka
meninggalkan gereja dan mengadakan serangan-serangan
terhadap gereja ini.
Untuk kondisi ini Ellen G. White di bawah terang Roh
Kudus sudah mengamarkan jauh-jauh hari sebelumnya sebelum
dia meninggal dunia tahun 1915. Dalam satu surat kepada para
pendeta sekaligus para pemimpin di masa ketika dia masih
hidup telah memberi amaran terhadap berbagai penipuan ini
berkenaan dengan Daniel pasal 8:12. Ellen G. White pernah
menulis sebagai berikut:
“Kepada Saudara-Saudaraku di dalam Pelayanan:
Salam Untuk Rekan-Rekan Pekerja: Saya memilki
perkataan-perkataan untuk dibicarakan kepada
4
Lihat kembali pernyataan dalam artikel Winston McHarg,
“Why the Little Horn of Daniel 8 Must Be Antiochus Epiphanes?”
diakses pada tanggal 16 April 2013 dalam situs:
http://www.goodnewsforadventists.com/,
5
Lihat ulasan secara online dalam “Did Antiochus IV
Epiphanes wax ‘exceeding great’ towards all threedirections?,
Adventist Defense League, yang diakses pada tanggal 15 April 2013
dalam situs http://adventist-defense-league.blogspot.com/
6
Ibid.
Page 10
Edisi 280 – 14 Maret 2014
saudara-saudara yakni saudara Butler, Loughborough,
Haskell, Smith, Gilbert, Daniells, Prescott, dan semua
yang sudah menjadi aktif di dalam mendesakkan
pandangan-pandangan mereka berkenaan dengan
pengertian korbab "sehari-hari" dari Daniel 8. Ini
tidak harus dibuat menjadi satu pertanyaan ujian, dan
kebingungan yang sudah dihasilkan karena
membicarakan sedemikian rupa yang sudah menjadi
sangat tidak beruntung. Kesimpulan sudah dihasilkan,
dan pikiran-pikiran dari beberapa orang dari saudarasaudara kita sudah diselewengkan dari pertimbangan
yang bijaksana yang seharusnya sudah diberikan untuk
pekerjaan yang Tuhan sudah arahkan harus dilakukan
pada masa ini di kota-kota kita.
Ini sudah
menyenangkan kepada musuh besar dari pekerjaan
kita.
Terang sudah diberikan kepada saya bahwa
tidak ada apa-apa yang harus dilakukan untuk
menambah kebingungan terhadap pertanyaan ini.
Tangan biarkan itu dibawa ke wacana-wacana kita,
dan mendiami ke atas satu pokok perbincangan
kepentingan yang besar. Kita memiliki satu pekerjaan
besar di hadapan kita, dan kita tidak memiliki satu jam
untuk dihilangkan dari pekerjaan mendasar yang harus
dilakukan. Biarlah kita membatasi usaha-usaha publik
kita kepada penyajian terhadap jalur kebenaran
penting atas mana kita sudah dipersatukan, dan atas
mana kita sudah memiliki terang yang jelas.”--Letter
62, 1910 (lihat juga 1Selected Messages, Bk. 1, hlm.
167). {Dikutip dalam Arthur L. White, Biographical
Books, vol 6, hlm. 259. parag. 1-2}
Segera sesudah menjadi pemimpin dari gereja tahun
1901, Elder A. G. Daniells dibawa ke dalam satu hubungan
akrab dengan W. W. Prescott, rektor sebelumnya dari Battle
Creek College. Sebagai editor dari Review and Herald dan
wakil ketua dari General Conference selama periode 1901
hingga 1909, pendeta Prescott bekerja dengan A. G. Daniells.
Di dalam permulaan dari hubungan mereka, pendeta Prescott
dibawa ke dalam perhatian Daniells apa yang diistilahkan
"pandangan baru" dari korban "sehari-hari" dari pasal Daniel 8.
Penyelidikannya dan hubungannya dengan para pekerja lain di
Eropa sudah menuntun Prescott kepada pertanyaan atas paparan
yang secara luas dibaca dalam buku Uriah Smith berjudul
Thoughts on Daniel and the Revelation, yang mana datang
kepada apa yang dikenal sebagai "pandangan lama." Pada
waktu itu, dan di bulan-bulan berikutnya Daniells dinasihati
(oleh Ny. White) bahwa "tidak ada apa-apa yang harus
dikatakan, bahwa pokok persoalan itu tidak harus dibingungkan
atau didiskusikan," karena takut bahwa sesuatu yang salah
mungkin dibawa ke dalam, dan "karena takut bahwa
pertanyaan dari bidaah mungkin akan dikemukakan, dan
umat memperoleh ketidak-pastian, dan pertentangan ditetapkan
di atas pijakan"(DF 200, AGD, dalam wawancara di
Elmshaven, tanggal 26 Januari 1908). {Dikutip dalam Arthur
L. White, Biographical Books, vol 6, hlm. 246, parag. 2}
Bejana Advent Indonesia Timur
Pertanyaan tentang pengertian dari korban sehari-hari
bukanlah satu hal yang baru di dalam sejarah Advent. William
Miller sudah mengajarkan bahwa itu merujuk kepada kekafiran,
tetapi sebelum masa Kekecewaan, pandangan itu sudah
dipertanyakan. Bagan klasik tahun 1843 yang dihasilkan oleh
Charles Fitch, dan digunakan oleh semua pengkhotbah Advent,
menghilangkan rujukan kepada pengertian dari korban seharihari. {Dikutip dalam Arthur L. White, Biographical Books, vol
6, hlm. 247, parag. 1}
Pada tahun 1847, O. R. L. Crosier sudah
mengemukakan pandangan bahwa korban sehari-hari itu
merujuk kepada pelayanan Kristus sebagai Imam Besar di
kaabah sorgawi. Uriah Smith padatahun 1854 secara ringkas
menjelaskan posisi ini (Review and Herald, 28 Maret 1854).
Tetapi Smith, mengemukakan keulungan secara sesaat sesudah
itu, di dalam bukunya Thoughts on the Book of Daniel (1873
ed., hlm. 163), kembali kepada pandangan William Miller. Itu
menjadi posisi yang diterima Smith hingga bergantinya abad,
sedemikian rupa dari apa yang dikenal dengan "pandangan
lama." Posisi Prescott' sama dengan pandangan Crosier, namun
demikian mendapatkan kurang dari pada penandaan akurat dari
pada seperti "pandangan baru." {Dikutip dalam Arthur L.
White, Biographical Books, vol 6, hlm. 247, parag. 2}
Ellen White sudah tidak membuat sebutan terhadap
korban sehari-hari di dalam buku The Great Controversy,
karya tulis berhubungan dengan nubuatan. Penggunaannya
akan istilah tersebut dijumpai dalam buku Early Writings, hlm.
74, 75, di mana ia melaporkan satu khayal diberikan kepadanya
pada tanggal 23 September 1950, dan ini berhubungan dengan
pokok pembicaraan terhadap penentuan waktu. {Dikutip
dalam Arthur L. White, Biographical Books, vol 6, hlm. 247,
parag. 3}
Berkaitan dengan penentuan waktu korban sehari-hari
itu maka Ellen G. White menulis secara singkat: “Kemudian
saya melihat di dalam hubungan dengan "sehari-hari"
(Daniel 8:12) bahwa kata "korban" diberikan oleh hikmat
manusia, dan bukan milik dari ayat itu, dan bahwa Tuhan
memberikan pandangan yang tepat itu kepada mereka
yang memberitakan seruan jam penghakiman. Ketika
persatuan eksis, sebelum 1844, hampir semua bersatu pada
pandangan tepat dari kata "sehari-hari" tersebut; tetapi di
dalam kebingungan sejak 1844, pandangan lain sudah
dipeluk, dan kegelapan dan kebingungan sudah
mengikutinya. Waktu sudah tidak lagi menjadi satu ujian
sejak 1844, dan itu tidak pernah lagi menjadi satu
ujian.{Early Writings,hlm. 74, parag. 2}
bersambung…
Page 11
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Oleh : Bredly Sampouw
Mungkin
banyak
yang telah mendengar
lagu ‘Sentuh Hatiku’
yang dinyanyikan oleh
Maria Shandy. Namun,
di balik lagu itu, ternyata
ada kisah yang luar biasa.
Pencipta lagu ini adalah
Jason, seorang anak
Tuhan. Kisah dalam lagu
itu adalah milik teman
sekolahnya. Temannya
diperkosa oleh ayahnya sendiri dan menjadi gila sehingga harus
dipasung (dirantai) di rumahnya.
Ia suka datang dan
mendoakan anak itu sambil sesekali menulis lirik lagu.
Bejana Advent Indonesia Timur
Waktu pun berlalu. Ia pindah ke kota lain dan mulai sibuk
dengan kegiatannya sendiri. Suatu ketika, anak perempuan itu
meneleponnya. Tentu saja, Jason kaget bukan main karena
anak itu kan gila, dipasung pula. Sekarang, ia bisa lepas dan
menelepon.
Anak perempuan itu pun bercerita. Suatu hari, entah karena
karat atau bagaimana, rantainya lepas. Suatu hal yang langsung
ia ingat adalah ia mau membunuh bapaknya. Namun, saat
bangun, ia melihat Tuhan Yesus dengan jubahnya berkata.
“Kamu harus maafin bapa kamu.”
Namun, anak itu merasa tidak bisa. Ia terus menangis,
memukul, dan berteriak. Sampai akhirnya, Tuhan memeluknya
dan berkata, “Aku mengasihimu.” Walaupun bergumul, anak
itu pun memaafkan papanya. Mereka sekeluarga menangis dan
dapat kembali hidup normal.
Page 12
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Begitu besar kasih Tuhan kepada kita, sehingga hati sekeras
apa pun bisa Dia ubahkan. Coba dengar sekali lagi lagu ini :
Betapa ku mencintai, segala yang telah terjadi
Tak pernah sendiri, selalu menyertai
Betapa ku menyadari, di dalam hidupku ini..
Kau selalu memberi, rancangan terbaik
Oleh karena kasih
Bapa sentuh hatiku,
Ubah hidupku, menjadi yang baru
Bagai emas yang murni
Kau membentuk bejana hatiku
Pathfinder
Pohon ( Lanjutan)
1.
Kumpul, kenali, tekan dan susun daun-daun
yang terdiri dari 35 spesies pohon.
2.
Secara terpisah kumpul, tekan, susun dan
beri nama contoh yang menunjukkan istilahistilah berikut:
a. Serrate
g.
Incise
b. Doubly serrate h.
Whorled
c. Entire
i.
Opposite
d. Crenate
j.
Alternate
e. Dentate
k.
Pinnately compound
f. Lobe
l.
Triple compound (if
possible)
3.
Uraikan keuntungan dalam menggunakan nama Latin atau
nama ilmiah.
4.
Apakah kegunaan dari dua bagian nama ilmiah?
5.
Sebutkan lima nama keluarga pohon dalam kelas
angiosperm dan tiga keluarga dalam kelas gymnosperm.
6.
Ketahui dan uraikan kegunaan daun dalam kehidupan
pohon.
7.
Sebutkan keluarga dari pohon-pohon di daerahmu yang
memiliki daun-daun yang berlawanan.
8.
Jelaskan istilah-istilah berikut:
9.
Keluarga pohon apakah yang dimiliki yang berikut ini:
Bapa ajar ku mengerti
Sebuah kasih yang selalu memberi
Bagai air mengalir
Yang tiada pernah berhenti
Kasih-Mu ya Tuhan tak pernah berhenti
INSPIRASI
Untuk Direnungkan : Seberapa sering Anda melakukan
kebaikan terhadap sesama, tetapi tampaknya tidak ada
hasilnya? Apakah Anda merasa putus asa atau menyerahkan
hasilnya kepada Tuhan? Jika yang kedua yang Anda lakukan,
yakinlah bahwa ada satu titik saat Tuhan bekerja. Itulah Kairos
Tuhan yang tidak bisa kita paksakan.
Untuk Dilakukan: “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi
Allah yang member pertumbuhan. Karena itu yang penting
bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah
yang member pertumbuhan.” 1 Korintus3 : 6 – 7.
Tidak ada seorang pun yang tersentuh tangan Tuhan, yang tidak
berubah menjadi lebih baik. Kasih Yesus merubah hati yang
keras menjadi lembut. Ketika seseorang merasa ada sentuhan
Kasih Yesus di dalam hatinya, saat itulah dia berubah menjadi
seorang yang baik hati, bagaimana pun latarbelakang keadaan
yang pernah dialami dalam hidupnya. Karena Karena Kasih
Yesus saja yang dapat mengubah manusia. Serahkan hatimu
kepada Dia niscsaya Anda berubah menjadi lebih baik,
mengasihi sesama sampai musuh sekalipun. “Kasih Allah Tak
Terbilang”
10. Kenali sepuluh pohon yang berganti daun melalui ciri-ciri
musim dinginnya, seperti ranting, pucuk, bentuk khusus
dan kebiasaan bertumbuh.
Referensi
Field Book of American Trees and Shrubs, Mathews. Putnam’s.
200 Madison Ave., New York, NY 10016.
Our Trees – How to Know them, Emerson and Weld.
Tingkat Ketrampilan 3
Bejana Advent Indonesia Timur
Page 13
Edisi 280 – 14 Maret 2014
Cerita Untuk Anak
Yesus," kata ayahnya suatu ketika kepada Ingrid dengan
senyum. "Sekarang saya ingin memberitahu orang lain tentang
Yesus, seperti yang engkau dan Ibu lakukan.
Ingrid menunjukkan kepada ayahnya bagaimana mempelajari
Alkitab. Sulit baginya karena dia tidak bisa belajar membaca
dengan baik, tetapi pada saat ayahnya dengan sungguhsungguh berdoa dan membaca Alkitab,ia dapat membacanya
dengan baik. Ayah menceritkana pengalaman hidupnya kepada
orang lain apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya, dan
segera ia mampu memberikan pelajaran Alkitab kepada siapa
pun yang bertanya. Dengan uang yang pernah dihabiskan untuk
obat dan membeli minuman keras akhirnya Ayahnya membeli
sebuah toko kecil dan bekerja keras untuk mencukupi
kebutuhan keluarganya. Ketika pelanggan datang ke tokonya
mereka sering menemukannya dengan sebuah Alkitab di
dekatnya dan menceritakan kepada mereka tentang Yesus.\
“Pray for Papa”
Berdoa untuk Ayah
Dikirim oleh Max Kaway
Ayah
tidak mengasihi Yesus.
Dia suka minum minuman keras
dan obat-obatan. Seringkali ia
menghabiskan setiap sen untuk
membeli alkohol dan obat-obat
terlarang untuk diminum tanpa
membeli makanan. Dia bahkan
mencuri sesuatu untuk membeli
obat-obat dan minuman alkohol.
Ingrid tidak bisa menghentikan
ayahnya dari minuman , tapi ia
bisa berdoa untuknya. Dan dia melakukannya. Setiap hari ia
berdoa agar ayahnya akan memberikan hatinya kepada Tuhan
dan berhenti menggunakan hal-hal yang buruk. Sering dia
mengatakan, "Ayah, Yesus mengasihi Ayah dan ingin ayah
untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Tolong biarkan
Yesus membantu ayah. datang ke gereja dengan kami. "
Kadang-kadang Ayah menghadiri gereja hanya untuk
menyenangkan keluarganya. Dan pada suatus saat ia berhenti
menggunakan narkoba. Tapi dia masih tidak meminta Yesus
untuk menjadi bagian dari hidupnya. Ingrid terus berdoa untuk
ayahnya. Dia tidak akan membiarkan ayahnya kehilangan
surga!
Kemudian ketika Ingrid berusia 8 tahun, ayahnya memberikan
hidupnya kepada Yesus. Dia menjadi seorang yang berbeda!
"Saya adalah orang pertama yang akhirnya datang kepada
Bejana Advent Indonesia Timur
Suatu ketika Ingrid sedang memberikan pelajaran Alkitab
kepada teman-temannya delapan dari teman-temannya bertemu
bersama-sama untuk belajar Alkitab di rumah seorang
temannya. Ingrid pergi ke rumah anak-anak lain untuk
mempelajari Alkitab dengan mereka. Dia menggunakan satu set
khusus dari pelajaran Alkitab anak-anak yang berjudul "Aku
Percaya." Ingrid mengundang teman-temannya ke gereja juga,
dan ketika mereka selesai belajar Alkitab, semua anak
menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka.
Ketika anak-anak menyelesaikan pelajaran Alkitab, Ingrid
mencarikan kisah-kisah dalam Alkitab untuk mereka bisa
membaca bersama-sama dan berdiskusi dalam kelompok kecil.
"Saya masih memimpin kelompok kecil," katanya. "Beberapa
anak adalah teman-teman saya dan ada juga yang baru
bergabung.
"Saya sangat senang bahwa ayah saya memberikan hidupnya
kepada Yesus," kata Ingrid. "Banyak orang yang minum dan
mengambil obat-obat terlarang dengan ayah saya telah mati dan
yang lainnya sedang berada dalam penjara. Tapi Ayah saya
adalah orang baru di dalam Yesus. "
Beberapa tahun kemudian Ingrid dan orangtuanya sudah
memiliki hampir 60 orang yang datang kepada Yesus. Ayahnya
mengatakan bahwa “Saya memberikan hati saya kepada Tuhan
karena Ingrid dan ibunya berdoa untuk saya,"
Ingrid
mengingatkan saya bahwa hanya Allah yang cukup kuat untuk
mengatasi setan-setan yang membuat saya menjadi budak
alkohol dan obat-obatan. Dia terus mengundang saya untuk
membiarkan Yesus mengubah hidup saya. Saya berterima kasih
kepada Tuhan karena telah memberikan saya seperti hadiah
yang indah bagi keluarga saya yang setia berdoa untuk saya’
Kita dapat berdoa kepada siapa saja termasuk orang tua kita,
teman dan sahabat kita dan mengajak mereka untuk bertemu
dengan Yesus.
“Selanjutnya, saudara-saudara, berdoalah untuk kami, supaya
firman Tuhan beroleh kemajuan dan dimuliakan. (2 Tesalonika
3:1)
Page 14
Download