195 ANALISIS KEMAMPUAN MENYIMAK PADA PEMBELAJARAN

advertisement
ANALISIS KEMAMPUAN MENYIMAK
PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
(Penelitian Studi Kasus pada Siswa Kelas IV
Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang)
Tahun Pelajaran 2014/2015
Dwi Cahyadi Wibowo & Yudita Susanti
STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Jl. Pertamina-Sengkuang- Sintang
Kalimantan Barat
[email protected]
Abstract
The general objective of this study '' Listening Capabilities Analyzing Learning Indonesian Students In
Class IV at State Elementary School 04 Sintang academic year 2014/2015. The variable in this study is
the ability to listen on learning Indonesian. The research method is descriptive method, the form of
research is a case study. IV class research subjects with a total of 45 students, the data collection
techniques using observation techniques, direct communication engineering, technical documentation
and data collection tools are observation, interview, and documentation. Results of the study as
follows: 1) the implementation of learning to listen in class IV run well and smoothly in accordance
with the design of learning scenarios designed. In addition, the students follow the learning process
very well, learning to respond, asking if the lack of understanding of the material presented by the
teacher. 2) The level of listening skills in learning Indonesian students have factors of obstacles and
constraints which lead to poor listening skills of students. Such factors may include the lack of student
interest, not paying attention to the teacher when the teacher explains, it resulted in uninterrupted
listening process and the learning process can not be run properly. 3) ways teachers to improve
students' listening skills to listen to students overcome difficulties through an effective learning
process, increase the concentration of students in learning, improve student learning spirit to be able
to listen well. 4) factors inhibiting the listening skills of students in the fourth grade that include
aspects of the physiological and psychological aspects. Based on the results of research in general on
the analysis of listening skills in learning Indonesian (case studies in class IV Sintang State Primary
School 04 in the school year 2014/2015) can run well and smoothly as expected.
Keywords: Listening Capabilities
Abstrak
Tujuan umum penelitian ini ‗‘Menganalisis Kemampuan Menyimak Siswa Pada Pembelajaran
Bahasa Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang Tahun Pelajaran 2014/2015. Variabel
dalam penelitian ini adalah kemampuan menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode
penelitian adalah metode deskriptif, bentuk penelitian adalah studi kasus. Subjek penelitian kelas
IV dengan jumlah keseluruhan 45 siswa, teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi,
teknik komunikasi langsung, teknik dokumentasi dan alat pengumpulan data adalah observasi,
panduan wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian sebagai berikut: 1) pelaksanaan
pembelajaran menyimak di kelas IV berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan rancangan
skenario pembelajaran yang dirancang. Selain itu juga siswa mengikuti proses pembelajaran dengan
baik, merespon pembelajaran, bertanya jika kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru. 2)
Tingkat kemampuan menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa memiliki faktor-faktor
hambatan dan kendala yang mengakibatkan kemampuan menyimak siswa kurang baik. Faktor
tersebut dapat berupa kurangnya minat belajar siswa, tidak memperhatikan guru saat guru
menjelaskan, hal tersebut mengakibatkan proses menyimak terganggu dan proses belajar tidak dapat
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
195
berjalan dengan baik. 3) cara guru untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa mengatasi
kesulitan menyimak siswa baik melalui proses pembelajaran yang efektif, meningkatkan daya
konsentrasi siswa pada pembelajaran, meningkatkan semangat belajar siswa agar bisa menyimak
dengan baik. 4) faktor penghambat dalam kemampuan menyimak siswa di kelas IV yakni meliputi
aspek fisiologis dan aspek psikologis. Berdasarkan hasil penelitian secara umum tentang analisis
kemampuan menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia (studi kasus di kelas IV Sekolah Dasar
Negeri 04 Sintang Tahun Pelajaran 2014/2015) dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan
yang diharapkan.
Kata kunci: Kemampuan Menyimak
PENDAHULUAN
Pada zaman globalisasi ini teknologi informasi menjadi modal utama
pembangunan di semua negara, baik itu negara maju maupun negara berkembang. Teknologi
informasi menjadi tolak ukur dalam maju mundurnya suatu negara dalam menyampaikan
informasi yang ada dalam pikiran, baik berupa ide, gagasan, inspirasi, budaya dan
teknologi hasil penemuan. Sarana yang digunakan menjadi faktor terpenting dalam
menyampaikan informasi yang dinamakan bahasa.
Menurut Marisa (2011: 24), bahasa adalah (i) sistem lambang bunyi berartikulasi
(yang dihasilkan alat-alat ucap) yang bersifat sewenang-wenang dan konvensional yang
dipakai sebagai alat komunikasi untuk melahirkan perasaan dan pikiran, (ii) perkataanperkataan yang dipakai oleh suatu bangsa (suku bangsa, negara, daerah), dan (iii) percakapan
(perkataan) yang baik, sopan santun, dalam bertingkah laku yang baik‘‘. Untuk mencapai
keberhasilan-keberhasilan belajar, siswa harus memahami sepenuhnya materi yang diajarkan,
guru juga harus dituntut untuk mengetahui secara tepat posisi pengetahuan siswa dalam
menerima yang diajarkan. Faktor lain yang dapat menjadi penghalang keberhasilan suatu
proses pembelajaran yaitu siswa kurang memperhatikan materi yang diajarkan oleh guru
sehingga akan menimbulkan keterampilan menyimak yang kurang baik.
Suatu kemampuan berbahasa yang saling terkait dengan salah satu syarat untuk dapat
berkomunikasi dengan baik adalah dengan terampil dalam berbahasa. Keterampilan berbahasa
ini digunakan untuk melakukan kegiatan sosialisasi dengan syarat bahasa tersebut harus
disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat tersebut. Keterampilan berbahasa itu selalu ada
dan menjadi bagian dari pendidikan baik di tingkat Sekolah Dasar sampai dengan tingkat
perguruan tinggi yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia merupakan sebuah pelajaran yang bertujuan untuk
mengembangkan sikap dan perilaku positif dalam berbahasa. Di dalam KTSP, keterampilan
berbahasa yang diajarkan dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat aspek
keterampilan yaitu keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca,
dan keterampilan menulis. Meskipun demikian, dalam kenyataannya pembelajaran menyimak
kurang mendapat perhatian yang lebih dalam pembelajaran di sekolah-sekolah, terutama
dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan beberapa faktor di antaranya: 1)
siswa kurang memahami pentingnya menyimak dalam kehidupan sehari-hari, 2) masih ada
siswa yang suka berbicara dengan teman sebangkunya, 3) masih ada siswa yang mengganggu
196
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
temannya dengan melempar kertas, 4) pandangan siswa kosong, 5) suara bising dari luar kelas
sehingga siswa tidak bisa menyimak dengan baik.
Sebagian besar waktu manusia digunakan untuk menyimak. Tarigan (2008: 129),
menyatakan bahwa ‗‘Waktu yang digunakan untuk berkomunikasi adalah 9% untuk menulis,
16% untuk membaca, 30% untuk berbicara, dan 45% untuk menyimak‘‘. Dari pernyataan
tersebut disimpulkan bahwa aspek menyimak sangat diperlukan dalam berkomunikasi
termasuk juga dalam kegiatan belajar karena proses belajar yang baik adalah dengan
menyimak sebaik-baiknya. Siswa yang menyimak penjelasan guru dengan baik, maka akan
dengan mudah memahami materi yang diberikan oleh guru. Sebaliknya, apabila siswa kurang
menyimak penjelasan dari guru, maka akan sulit dalam memahami dan menafsirkan informasi
yang telah diberikan oleh guru. Dalam kaitan dengan kemampuan menyimak ini, Chamdiah
(2010: 3) menyatakan, ‗‘Siswa harus mampu mengingat fakta-fakta sederhana, mampu
menghubungkan serangkaian fakta yang didengarkannya, dan menaksirkan makna yang
terkandung dalam pesan lisan yang didengarkan‘‘. Dalam menyimak bukan hanya sebatas
mendengarkan (hearing), tetapi memerlukan kegiatan lain yakni memahami (understanding)
isi pembicaraan yang disampaikan oleh pembicara. Lebih jauh lagi diharapkan dapat
menaksirkan (interpreting) butir-butir pendapat yang disimaknya baik tersurat maupun
tersirat. Kegiatan selanjutnya dalam proses menyimak adalah kegiatan mengevaluasi
(evaluating) yakni si penyimak menilai gagasan baik dari segi keunggulan maupun segi
kelemahan, menyerap serta menerima gagasan yang dikemukakan oleh si pembicara.
Sehubungan dengan hal tersebut kesuksesan siswa dalam belajar tergantung terhadap
kemampuan yang dimiliki oleh siswa dan faktor yang ada di lingkungannya, serta pada proses
pembelajaran guru yang memberikan hal menarik dalam pembelajaran membuat siswa
menjadi lebih tertarik belajar dan dapat mempengaruhi hasil belajar siswa lebih baik.
Berdasarkan hasil observasi, ternyata kelas IV pada saat belajar siswa masih banyak
sibuk sendiri tanpa memperhatikan guru di depan, sehingga mengakibatkan kurang
konsentrasi dalam belajar. Adapun yang menjadi penyebab kurang mampunya siswa
menyimak dengan baik adalah: 1) masih ada siswa yang suka bicara sendiri dengan teman
sebangku, 2) masih ada siswa yang mengganggu temannya dengan melempar kertas, 3)
pandangan yang kosong, 4) suara bising dari luar kelas sehingga menimbulkan perhatian, 5)
masih ada siswa yang meminta izin ke belakang pada saat guru menjelaskan materi
pembelajaran.
Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul ‗‘Analisis Kemampuan Menyimak Siswa Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Di kelas
IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang Tahun Pelajaran 2014/2015‘‘. Tujuan umum dalam
penelitian ini adalah untuk ‗‘Menganalisis Kemampuan Menyimak Siswa pada pelajaran
Bahasa Indonesia di Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang Tahun Pelajaran 2014/2015‘‘.
Adapun manfaat dari tujuan ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran
menyimak di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang pada tahun pelajaran 2014/2015; (2)
Untuk mendeskripsikan kemampuan menyimak siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04
Sintang pada tahun pelajaran 2014/2015; (3) Untuk mendeskripsikan cara yang dilakukan
guru untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
197
Sintang tahun pelajaran 2014/2015; (4) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor penghambat
dalam kemampuan menyimak siswa di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang tahun
pelajaran 2014/2015.
METODE
Dalam melakukan penelitian, tentunya diperlukan sebuah metode yang hendak
digunakan. Menurut Mardalis (2005 : 25) bahwa ‗‘Metode diartikan sebagai suatu cara atau
teknis yang digunakan dalam proses penelitian‘‘. Hal yang sama dikatakan oleh Surachmad
(2005: 131 ) bahwa metode merupakan cara utama yang dipergunakan untuk mencapai
tujuan, dalam upaya memecahkaan suatu masalah penelitian yang tepat dalam suatu penelitian
bertujuan untuk mengenali berbagai cara pemecahan masalah yang kurang objektif, yang
pengaruhnya kurang menguntungkan. Dikemukakan oleh Nawawi ( 2012: 65) penggunaan
metode yang tepat dalam penelitian adalah sebagai berikut : (a) Menghindari cara pemecahan
masalah dan cara berpikir yang spekulatif dalam mencari kebenaran ilmu, terutama dalam
bidang ilmu sosial yang variabelnya sangat dipengaruhi oleh sikap subjektivitas manusia yang
mengungkapkannya; (b) Menghindari cara pemecahan masalah atau cara bekerja yang
bersifat trial and error sebagai cara yang tidak meguntungkan bagi perkembangan ilmu yang
sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern; (c) Meningkatkan sifat objektivitas dalam
menggali kebenaran pengetahuan, yang tidak saja penting artinya secara teoretis tetapi juga
sangat besar pengaruhnya terhadap kegunaan praktis di dalam kehidupan manusia. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif. Menurut Nawawi (2012: 67), ‗‘Metode deskriptif dapat
diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan mengambarkan/
melukiskan keadaan subjek/ objek penelitian (seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain)
pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Penelitian
ini dilakukan di Sekolah Dasar Negeri 04 Sintang pada siswa kelas IV semester genap tahun
pelajaran 2014/2015. Peneliti dibantu oleh guru wali kelas IV. Subjek dalam penelitian ini
adalah siswa kelas IVA dan Siswa kelas IVB yang jumlah keseluruhannya 45 siswa. Variabel
dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu kemampuan menyimak siswa. Alat
pengumpulan data yang digunakan adalah (a) lembar observasi, (b) panduan wawancara, dan
(c) dokumentasi.
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada umumnya proses pelaksanan kegiatan pembelajaran yang dilakukan tidak
terlepas dari dua unsur komponen pembelajaran seefektif mungkin kepada siswa untuk
menyampaikan seluruh materi pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan berbagai
metode atau media pembelajaran sehingga pelaksanaan dapat efektif dan efisien. Selain itu
juga siswa memiliki kewajiban mengikuti proses pembelajaran dengan baik, merespons
pembelajaran, bertanya jika kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru dan guru
menanyakan materi yang telah dijelaskannya. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui hasil
belajar siswa, mengetahui apakah siswa menyimak penjelasan guru atau tidak pada saat guru
menjelaskan di depan kelas. Namun di dalam kegiatan belajar terkadang masih ada siswa
yang sibuk bercerita dengan teman sebangkunya, masih ada siswa yang asyik bermain sendiri,
198
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
dan ada siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi tidak berkonsentrasi menyimak karena
gangguan temannya. Hal tersebut membuat kegiatan belajar terganggu dan hasil belajarnya
kurang baik.
Kesulitan menyimak adalah suatu kondisi di mana kompentensi atau prestasi yang
dicapai tidak sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan. Kondisi yang demikian
umumnya disebabkan oleh faktor biologis atau fisiologis, terutama pada kelainan fungsi otak
yang lazim disebut sebagai kesulitan dalam menyimak, serta faktor psikologis yaitu kesulitan
menyimak berkaitan dengan rendahnya motivasi dan minat dalam belajar.
Secara umum hasil wawancara dengan guru wali kelas dapat disimpulkan bahwa
faktor penghambat dalam kesulitan menyimak yang dialami oleh siswa sangat beragam ada
yang sulit konsentrasi, ada yang sibuk bermain, ada yang minat belajarnya rendah, dan ada
yang suka berbicara sendiri sehingga tidak memperhatikan guru di depan kelas yang sedang
menjelaskan. Guru berusaha menjelaskan pentingnya menyimak dalam belajar kepada siswa
dan sudah sesuai dengan silabus dan RPP yang harus disampaikan jika terdapat siswa yang
belum jelas, maka guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Adapun upaya yang guru lakukan dengan cara membangkitkan semangat dalam
menyimak pembelajaran, pada saat guru menyampaikan materi siswa harus siap menerima
materi pembelajaran, berkonsentrasi, memperhatikan guru di depan kelas, selain itu juga guru
memberikan remidial terhadap siswa yang sulit dalam menyimak. Selain itu upaya yang
dilakukan yakni melakukan pendekatan kepada siswa yang mengalami sulit dalam menyimak,
menumbuhkan minat belajar siswa, mengadakan penilaian atau evaluasi secara keseluruhan
terhadap kemampuan menyimak pembelajaran. Siswa merupakan subjek yang terlihat dalam
proses belajar. Kegiatan belajar di sekolah mempunyai tujuan tetap yaitu membantu
memperoleh perubahan tingkah laku bagi setiap siswa agar mencapai tingkat perkembangan
yang optimal dan dapat menyesuaikan diri dalam lingkungannya.
Berbagai faktor yang menghambat dalam menyimak siswa yakni meliputi aspek
fisiologis dan aspek psikologis. Menurut Syah (2010: 130) yang termasuk aspek fisiologis
antara lain daya tahun tubuh, intelengensi yang dapat mempengaruhi belajar siswa, sedangkan
yang termasuk aspek psikologis antara lain, sikap siswa, bakat, minat, motivasi, serta tingkat
kecerdasan. Kesulitan-kesulitan tersebut perlu mendapatkan perhatian khusus dari guru
pembimbing sehingga siswa dapat belajar dengan baik tanpa adanya hambatan.
Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar guru
telah melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan silabus dan RPP yang telah dibuat,
pembelajaran dengan menggunakan media, sarana pembelajaran yang cukup memadai,
antusias dari siswa mengikuti pembelajaran, memberikan penilaian, dan guru mengadakan
evaluassi pembelajaran secara berkelanjutan serta membantu siswa dalam menghadapi
kesulitan belajar khususnya dalam menyimak pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan
guru senantiasa dapat memberikan pengajaran sebaik mungkin dengan memaksimalkan
proses pembelajaran efektif dan efisien serta mencapai standar kriteria minimal.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
199
SIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian secara umum tentang analisis kemampuan menyimak
siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia (studi kasus di kelas IV Sekolah Menengah
Pertama Negeri 04 Sintang tahun pelajaran 2014/2015) dapat berjalan dengan baik dan lancar
sesuai dengan yang diharapkan.Adapun secara khusus hasil penelitan dapat dipaparkan
sebagai berikut: (1) Pelaksanaan pembelajaran menyimak di kelas IV Sekolah Dasar Negeri
04 Sintang tahun pelajaran 2014/2015 yang dilakukan oleh guru sudah berjalan dengan baik.
Hal tersebut dapat dilihat dari aktivitas guru selama proses mengajar. Tetapi dari pihak siswa
pada saat pembelajaran masih ada yang ribut, tidak memperhatikan guru di depan saat
menjelaskan sehingga sulit untuk guru mengkondisikan kelas dengan baik. (2) Tingkat
kemampuan menyimak pada pembelajaran Bahasa Indonesia tergolong rendah. Berdasarkan
hasil penelitian didapatkan hasil yang menunjukkan kemampuan menyimak siswa tergolong
rendah. Dari 45 orang siswa ada lima siswa yang tergolong rendah sesuai dengan hasil yang
didapat oleh siswa. Penyebab rendahnya nilai yang diperoleh siswa tentunya sangat beragam
berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. (3) Upaya guru untuk mengatasi kemampuan
menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan cara membangkitkan semangat
dalam menyimak pembelajaran, pada saat guru menyampaikan materi siswa harus siap
menerima materi pembelajaran, berkonsentrasi, memperhatikan guru di depan kelas, selain itu
juga guru memberikan remidial terhadap siswa yang sulit dalam menyimak. Selain itu upaya
yang dilakukan yakni melakukan pendekatan kepada siswa yang mengalami sulit dalam
menyimak, menumbuhkan minat belajar siswa, mengadakan penelitian atau evaluasi secara
keseluruhan terhadap kemampuan menyimak pembelajaran. (4)Faktor penghambat dalam
kemampuan menyimak dapat berupa kurangnya minat belajar siswa, kurangnya konsentrasi
siswa saat belajar, tidak mendengarkan penjelasan guru, sering bermain bercanda-canda
dengan teman lainnya, waktu belajar yang kurang, sulit memahami materi yang disampaikan,
dan siswa jarang mau bertanya kepada guru jika ia tidak memahami materi yang disampaikan.
Saran peneliti kepada siswa disarankan agar lebih memperhatikan setiap penjelasan
guru agar dapat menyimak pembelajaran dengan baik, saat belajar, belajarlah dengan baik dan
penuh konsentrasi agar apa yang dipelajari dapat berhasil dengan baik juga. Keterbatasan
siswa dalam menyimak sebaiknya ditingkatkan dengan latihan mendengarkan berbagai hal
seperti mendengarkan penjelasan dan cerita sejak dini dan biasakan setelah mendengarkan
atau menyimak latihlah siswa dengan pertanyaan agar siswa memiliki tujuan untuk menyimak
sehingga siswa lama kelamaan terbiasa untuk meyimak pembelajaran dengan baik. Bagi guru
harus dapat melakukan pendekatan yang lebih intensif pada siswa yang belum mampu
mengembangkan diri atau melakukan perubahan yang positif melalui berbagai metode. Bagi
sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan model
pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa khususnya dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia untuk meningkatkan kemampuan menyimak siswa agar menjadi lebih baik. Bagi
peneliti diharapkan mampu memuncukan ide-ide baru yang lebih kreatif sesuai dengan
kapasitas sehingga dalam pembelajaran dapat disenangi serta dapat dijadikan sebagai bahan
referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya.
200
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
DAFTAR PUSTAKA
Abdulah. (2013). Inovasi Pembelajaran. Jakarta. Bumi Aksara
Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Bina
Angkasa
-----------. (2010). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Bina
Angkasa.
-----------. (2013). Prosedur Penelitian, Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT. Bina Angkasa
Emzir. (2013). Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. Jakarta. Rajawali
Pers
Furqon. (2005). Konsep Dan Aplikasi Bimbingan Konseling Untuk Sekolah Dasar. Bandung:
Pustaka Bani Quraisy.
Mukhtar. (2013). Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta Selatan: Referensi.
Nainggolan. Sari. J.P. (2013). Studi Kasus Kesulitan Menulis Cerpen Pada Siswa Kelas IXA
Sekolah Menengah Pertama Nusantara Indah Sintang Tahun Pelajaran 2012/2013.
Sintang: STKIP Persada Khatulistiwa Sintang.
Nawawi, H. (2012). Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gajahmada University
Press.
Ridwan. (2006). Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Erlangga
Robet. (2013). Studi Kasus Desain & Metode. Jakarta: Rajawali Pers.
Sentoso, S. (2012). Materi Dan Pembelajaran Bahasa Indonesia SD. Tangerang selatan;
Universitas Terbuka
Singarimbun,M. (2008). Metode Penelitian Survei. Jakarta. Pustaka LP3ES
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
-----------. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
-----------. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif , Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta
Sukardi. (2011). Metode Penelitian Pendidikan Kompentensi dan Praktiknya. Yogyakarta:
Bumi Angkas
Suprijono. (2009). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta. Pustaka
Pelajar
Tarigan, Henry G. (2008). Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: PT.
Bina angkasa
Winataputra. (2012). Pembaruan Dalam Pembelajaran di SD. Tangerang Selatan: Universitas
Terbuka
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
201
Yati Mulyati. (2012). Keterampilan Berbahasa Indonesia di SD. Tangerang Selatan.
Universitas Terbuka
202
PROSIDING SEMINAR NASIONAL
‖Revolusi Mental Melalui Pembelajaran Bahasa dan Sastra‖
Download