Pdtm. Raymond FP. Lohonauman

advertisement
i2. 1
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
1
Salam sejahtera,
Kembali WAO edisi 6 Juli 2007 hadir di tengah-tengah ruang kerja anda dan untuk
sebagian wilayah nusantara sudah menyambut sabat yang suci. Namun anda tetap
pastikan edisi minggu ini tidak terlewatkan, karena ada serangkaian artikel-artikel
lanjutan yang semakin menarik untuk disimak.
Terkadang banyak orang mengambil keputusan meninggalkan gereja Tuhan dan
pergi ke ”gereja-gereja lain” dengan harapan akan menemukan susuatu yang dapat
membahagiakan. Renungan yang disampaikan oleh Pdtm. Raymond F P.
Lohonauman mengingatkan kita bahwa Gereja adalah rumah roti. Allahlah yang
menyediakan Roti itu dan hanya Dia yang mampu.
Sejauh manakah pendidikan Advent sudah kita rasakan? Apakah sudah maksimal
dengan kualitas hamba-hamba Tuhan yang bekerja di sekolah-sekolah MAHK?
Ataukah kita yang sudah tidak percaya lagi sekolah Tuhan? Editorial edisi ini dapat
menjadi perhatian kita bersama dalam membenahi Sekolah Advent dengan baik.
Anda juga dapat mengikuti dua serial artikel baru pada edisi ini. Berita dari beberapa
tempat, di antaranya berita dari New Jersey yang dilaporkan oleh Bpk. Frederik J.
Wantah dan laporan Pdt. Berson Simbolon dari jemaat Singapore yang mengadakan
perjalanan ke Timur Tengah, dan mengadakan baptisan di Sungai Jordan.
Nantikan selalu WAO dan beritahukan kepada sahabat atau keluarga anda untuk
berlangganan WAO secara rutin dengan mengunjungi website kami di
http://www.wartaadvent.org atau dapat mengirimkan permohonan anda ke alamat
redaksi. Masukan dapat dikirimkan kepada redaksi WAO dengan alamat
[email protected]
atau
kunjungi
website
kami
di
http://www.wartaadvent.org
dan mengisi buku tamu yang tersedia. Edisi-edisi
sebelumnya (pertama hingga terakhir) dapat juga di-download dari situs kami
tersebut dan tersedia dalam dua format file yaitu MS_Word dan Adobe_PDF. Di
website ini pun dapat di-download file perhitungan waktu matahari terbenam dalam
format Excel. Juga Artikel Musik, Artikel Kesehatan (CELEBRATIONS) dan
pelajaran Sekolah Sabat dengan bahasa yang mudah dimengerti dalam format
MS_Word.
Bila Anda mempunyai pertanyaan atas tulisan/artikel WAO, baik pada edisi ini
maupun edisi-edisi sebelumnya, silahkan kirimkan pertanyaan Anda kepada redaksi
melalui email ke [email protected]
Mudah–mudahan edisi WAO minggu ini membawa berkat bagi kita semua. Amin
-Tim Redaksi WAO
GAMBAR SAMPUL
1 Sekolah Advent adalah Wadah
Bagi Anak-anak MAHK. Ironisnya
Sekolah Tuhan Ini Jika Tidak
Dikelola Dengan Baik Akan
Lenyap Bak Rayap yang
Menggerogoti Mangsanya Sedikit
Demi Sedikit
RENUNGAN
4 Tidak Ada Roti di Rumah Roti
EDITORIAL
6 SMA Advent Klabat, Riwayatmu
DARI REDAKSI
2 Pengantar Edisi 6 Juli 2007
KOLOM TETAP
7 Jadwal Buka/Tutup Sabat
(Sunset)
KOLOM PEMBACA
3 Edisi minggu lalu & Surat
Pembaca
ARTIKEL KESEHATAN
8 Keloid
ARTIKEL ROHANI
11 Adventist World Radio – Diskusi
Komunikasi dalam Keluarga –
Masalah Persepsi dalam
Keluarga [Bag. 2]
13 Bab-6 Munculnya Elia-elia
Modern
-
PENTING!
Redaksi berhak menentukan tulisan dan/atau berita untuk dimuat atau
tidak dengan/tanpa pemberitahuan kepada sumber/pengirim berita.
Redaksi berhak memeriksa keaslian dari tulisan/sumber tulisan/berita.
Redaksi berhak mengedit kata atau kalimat dalam berita untuk tujuan
mempertegas makna, kesantunan bahasa dan tujuan positif lainnya.
Foto/gambar yang masuk menjadi hak WAO.
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
PENDALAMAN ALKITAB
10 Mazmur Ucapan Syukur kepada
Tuhan – Mazmur 111
BERITA ADVENT SEJAGAT
16 Camp Meeting 2007 of AEC
2
:: Media Penyejuk & Penjernih ::
Edisi 29 Juni 2007
Penasehat
Pdt. Berlin Samosir
Penanggung Jawab
Philip C. Wattimena
Pemimpin Redaksi
Bonar Panjaitan
Dewan Redaksi
Pdt. Berlin Samosir
Philip C. Wattimena
Bonar Panjaitan
Wilhon Silitonga
Jeffrey E.R. Kiroyan
Frederik J. Wantah
Dr. Richard A. Sabuin
Samuel Pandiangan
Dr. Samuel Simorangkir
Yusran Tarihoran
Albert Panjaitan
Pdt. Sweneys Tandidio
Willy Wuisan
Dr. Eddy Lukas
Wayne Rumambi
Tata Letak:
Janette Sepang
Samuel Pandiangan
Wilhon Silitonga
Webmasters:
Yusran Tarihoran
Albert Panjaitan
Lucky Mangkey
Nielson Assa
Tapson Manik
Kontributor Khusus:
Dr. Albert Hutapea
Dr. Ronny Kountur
Dr. Jonathan Kuntaraf
Dr. Kathleen Kuntaraf-Liwidjaja
Max W. Langi
Dr. Herbert A. Legoh
Hans Mandalas
Joice Manurung
Edy Nurhan
Pieter Ramschie
Dr. Rudolf Sagala
Dr. H.S.P. Silitonga
Andrey Sitanggang
Dirjon Sitohang
Dr. E.H. Tambunan
Joppy Wauran
Kirim berita ke:
[email protected]
Website:
www.wartaadvent.org
Berlangganan:
[email protected]
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
3
R E N U N G A N
“Tidak Ada Roti di Rumah Roti”
O l e h P d t m. R a y m o n d F P. L o h o n a u m a n
Pernahkah suatu waktu anda melihat
suatu tempat yang bertuliskan “Rumah
makan”, dan pada saat itu anda dalam
keadaan lapar. Lalu anda kunjungi
tempat tersebut, namun ketika anda
mencari makanan di situ, ternyata tidak
ada makanan di sana. Pernahkah pula
anda ingin membeli obat di apotik,
tetapi di apotik tersebut yang dijual
justru buah-buah.
Apa yang akan
terjadi dengan pikiran dan perasaan
anda mengenai hal ini? Sangat mudah
menjawabnya, kecewa, ya tentu saja
anda akan kecewa. Mengapa? Karena
apa yang diharapkan berbeda dengan
kenyataan yang ada.
Alkitab pernah menuliskan sebuah
kisah yang mirip dengan pemandangan
ini. Kisah ini dimulai dengan cerita satu
keluarga yang terpaksa mengungsi
meninggalkan tempat asal mereka
karena satu alasan, KELAPARAN. Ini
merupakan sesuatu yang menyedihkan
bahkan sebuah ironi, mengapa? karena
tempat tinggal mereka memiliki nama
RUMAH ROTI, Betlehem, dan
sesungguhnya tempat itu sebelumnya
adalah tempat yang subur dan
berkelimpahan makanan, namun saat
itu tempat ini menjadi tempat yang
kering
dan
terjadi
kelaparan.
Menyedihkan!
Kondisi
inilah
Warta Advent On-line (WAO)
menyebabkan mereka meninggalkan
tempat itu, RUMAH ROTI dan pergi ke
tempat lain untuk ”mencari makanan”,
mencari ”roti lainnya” karena di tempat
asal mereka tidak ada lagi ”roti”, tidak
ada lagi ”makanan.” Inilah kisah dari
Keluarga Elimelekh dan Naomi serta
dua orang anak mereka, Mahlon &
Kilyon yang meninggalkan Betlehem
(Rumah Roti) karena terjadi kelaparan
dan menuju ke daerah Moab untuk
mencari makanan.
Ada sebuah renungan di sini untuk
kita semua, ”berapa banyak orang yang
meninggalkan gereja ini hanya karena
mereka merasa bahwa, ”tidak ada roti”
lagi di gereja ini”.
Mereka
meninggalkan gereja ini justru dengan
alasan bahwa tidak ada lagi kebenaran
dalam gereja ini, merasa bahwa
kerohanian mereka tidak lagi dipuaskan
dalam gereja ini, bahkan ada yang
merasa bahwa ada yang salah dengan
doktrin gereja ini.
Ini sebuah ironi. Selama ini
kita merasa bahwa gereja inilah yang
benar. Di gereja inilah terdapat apa
yang disebut kebenaran. Di gereja
inilah terdapat semua doktrin yang
sesuai dengan Alkitab.
Gereja ini
selalu berusaha menyediakan banyak
sarana untuk memperdalam kebenaran
6 Juli 2007
Alkitab. Gereja ini menyimpan semua
nasihat terbaik untuk kehidupan yang
lebih baik. Tetapi begitu banyak orang
yang meninggalkan gereja ini, dan lebih
tertarik memilih ”gereja lain” dengan
harapan bahwa di tempat yang lain itu,
”mereka akan dapatkan” apa yang
mereka inginkan, apa yang mereka
anggap sebagai ”kebenaran.”
Pertanyaan penting untuk direnungkan
adalah, ”apa benar di gereja kita
sesungguhnya, sudah tidak ada lagi
Kebenaran? Apa memang ada yang
kurang dengan gereja kita sehingga
orang lebih memilih, lebih baik
tinggalkan gereja ini?” Bila pertanyaan
ini datang kepada anda apa jawaban
anda? Tidak, gereja ini tetap adalah
gereja yang benar, doktrin gereja ini
sesuai dengan Alkitab. Namun umatumat Allah dalam gereja ini perlu
merenungkan akan semua hal di atas,
karena sikap umat Allah inilah sedikit
banyak mempengaruhi apa yang dilihat
orang tentang kebenaran yang ada
dalam gereja ini. Dan dalam umatumat Allah inilah terdapat anda dan
saya. Begitu banyak kebenaran dalam
gereja ini menjadi kabur dan orang
tidak bisa melihatnya karena sikap kita.
Banyak orang di luar sana begitu
membutuhkan kebenaran Firman Allah,
4
mereka lapar akan Firman Allah.
Mereka berharap dapat menemukan itu
dalam gereja kita, tetapi itu tidak
ditemukan, bukan karena gereja ini
tidak punya, tetapi kita yang adalah
bagian dari gereja ini, tidak mampu
untuk
menyatakannya
sehingga
akhirnya mereka memilih gereja yang
lain atau pun mereka yang tadinya ada
di gereja ini akhirnya memilih
tinggalkan gereja ini ke gereja yang
lain.
Ini sesuatu yang sangat
menyedihkan.
Mereka meninggalkan gereja ini
dengan satu harapan mereka akan
temukan sesuatu yang lebih dan
membahagiakan mereka di gereja lain.
Banyak orang muda yang tinggalkan
gereja ini dan pergi ke ”gereja lain”
dalam bentuk, diskotik, ke obat-obat
terlarang, ke tempat pelacuran, ke barbar, ke tempat-tempat hiburan lain,
dengan harapan di sana mereka akan
dapatkan arti kebahagiaan itu. Bagi
orang-orang dewasa lainnya, mereka
benar-benar meninggalkan gereja ini
dan pergi ke gereja lain karena berpikir
di sana akan dapatkan kepuasan. Ke
gereja lain yang kelihatannya ”samasama rohani” ataupun ”lebih rohani”,
”lebih memiliki Roh,” ”lebih ada
kuasa”, dan berbagai alasan lainnya
Alkitab berkata dalam Amos
8:11, 12, "Sesungguhnya, waktu akan
datang," demikianlah firman Tuhan
ALLAH, "Aku akan mengirimkan
kelaparan ke negeri ini, bukan
kelaparan akan makanan dan bukan
kehausan akan air, melainkan akan
mendengarkan
firman
TUHAN.
Mereka akan mengembara dari laut
ke laut dan menjelajah dari utara ke
timur untuk mencari firman TUHAN,
tetapi tidak mendapatnya.”
Mari kita kembali kepada
Kisah keluarga Elimelekh dan Naomi.
Perlu disimak dalam kisah ini bahwa
tidak ada catatan yang memberikan
indikasi bahwa Tuhan mengijinkan
keluarga
ini
untuk
tinggalkan
Betlehem.
Kelihatannya
mereka
meninggalkan Betlehem menuju Moab,
atas inisiatif mereka sendiri. Ini adalah
jawaban dari segala kesusahan yang
menimpa mereka. Apa yang terjadi
dengan kehidupan mereka selanjutnya?
Naomi artinya menyenangkan, Indah,
tetapi kehidupan yang dialami selama
di Moab jauh dari menyenangkan dan
sesuatu yang Indah. Dia kehilangan
suaminya, dan kemudian kehilangan
kedua buah hatinya.
Dua orang
anaknya meninggal di tanah Moab,
Warta Advent On-line (WAO)
tanpa memberikan cucu-cucu baginya.
Dan sangat sedih ketika akan pulang ke
tanah airnya kembali, dia tidak lagi
didampingi suami dan anak-anaknya,
bahkan cucu-cucupun tidak, kembali
tanpa membawa harta. Adalah sesuatu
yang sangat menyedihkan bagi setiap
orang bila pulang kembali ke tempat
asalnya tanpa kesuksesan. Ini adalah
pengalaman buruk, menyedihkan, dan
tepat seperti yang dilukiskan sendiri
oleh Naomi sendiri, "Janganlah
sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku
Mara, sebab Yang Mahakuasa telah
melakukan banyak yang pahit
kepadaku. Dengan tangan yang penuh
aku pergi, tetapi dengan tangan yang
kosong TUHAN memulangkan aku.
Mengapakah kamu menyebutkan aku
Naomi, karena TUHAN telah naik
saksi menentang aku dan Yang
Mahakuasa telah mendatangkan
malapetaka kepadaku."
Ini adalah catatan penting yang perlu
disimak oleh semua orang. Terkadang
banyak orang mengambil keputusan
meninggalkan gereja Tuhan dan pergi
ke ”gereja-gereja lain” dengan harapan
akan menemukan susuatu yang dapat
membahagiakan.
Namun
perlu
direnungkan bahwa apakah ini sudah
sesuai dengan Rencana Tuhan? Apa
pernah kita bertanya pada Tuhan
sebelum mengambil tindakan? Apakah
pernah Tuhan dilibatkan dalam
keputusan kita itu? Atau karena
perasaan saja? Atau karena emosi
sesaat? Atau hanya karena kebencian
pada orang-orang tertentu saja? Apakah
karena faktor emosi sehingga kita
menyimpulkan gereja ini tidak lagi
benar? Meninggalkan gereja ini tanpa
bertanya pada Allah adalah sebuah
keputusan sangat serius dan bila tidak
dipikirkan
secara
bijak,
akan
mengakibatkan sesuatu yang sangat
serius bagi kehidupan kita. Jangan
mempersalahkan gereja apalagi Allah
ketika sesuatu yang serius terjadi
terhadap kita.
Karena ini adalah
keputusan kita, bukan keputusan Allah.
Terlalu sering kita memutuskan
meninggalkan gereja ini hanya karena
hal-hal yang tidak sesuai dengan
keinginan kita tetapi itu tidak menjamin
keselamatan kita nanti
dirinya sebagai Roti.
Tidak ada
seorangpun yang dapat mengganti
peranan dan posisi-Nya.
Gedung,
acara, pemimpin-pemimpin gereja,
segala program gereja, semua itu tidak
cukup untuk mengenyangkan banyak
orang, kecuali di dalam DIA. Selama
ada Allah di sini, selama kita
bergantung pada-Nya, roti itu akan
tetap tersedia dalam gereja ini, kecuali
kita tidak lagi bergantung pada-Nya.
Segala sesuatu yang dilakukan Umat
Allah di dalam gereja ini mestinya
menghasilkan roti yang baik yang dapat
dinikmati oleh orang lain. Dan bila ada
roti di gereja ini, akan banyak orang
datang mencarinya. Masihkah orang
melihat ada roti di gereja ini sehingga
mereka tertarik untuk datang ke gereja
ini atau sebaliknya sehingga secara
perlahan gereja ini ditinggalkan orangorang?
Kedua, sering kita mengalami
hal yang buruk, sikap dan perlakuan
yang buruk, dari gereja ini mungkin.
Kita kecewa, kita menganggap tidak
ada lagi kebenaran dalam gereja ini
hanya karena melihat oknum-oknum
tertentu dalam gereja ini, kita memberi
kesan bahwa tidak ada lagi roti di
rumah roti ini. Akhirnya kita tiba pada
kesimpulan, saya akan meninggalkan
gereja ini. Pikirkan kembali keputusan
anda!
Belajarlah
dari
keluarga
Elimelekh & Naomi, karena apapun
keputusan kita itu memiliki dampak
yang serius di masa yang akan datang.
Tuhan berkati.
Kesimpulan dari kisah ini adalah,
Gembala Jemaat Dharmahusada Indah,
Surabaya, Jawa Timur.
Istri: Inneke L. Saerang
Anak-anak: Paul Shawn Bhagaskara
dan Abigail Shina Hyveth
Pertama Gereja ini adalah
rumah
roti.
Allahlah
yang
menyediakan Roti itu dan hanya Dia
yang mampu. Yohanes 6, sedikitnya
ada empat kali Yesus menyatakan
6 Juli 2007
-PDTM. RAYMOND FP. LOHONAUMAN
5
E D I T O R I A L
SMA
Advent Klabat,
Riwayatmu
SMA Advent Klabat (SMABAT), Manado
belakang ramai dibicarakan.
Bisa ditebak yang
dibicarakan tentulah bukan hal yang baiknya. Mengapa
sekolah yang didirikan pada tahun 80-an sekarang seperti
mengalami masa kelam?
Sekolah yang dulu sering
mendapat penghargaan karena prestasinya kini hanya
meluluskan 2/3 dari peserta ujian nasional, sementara ‘para
tetangga’ lulus 100%? Beredar isu bahwa sebagian besar
siswa kelas 2 SMA akan pindah dan tidak melanjutkan ke
kelas 3 SMA. Tidak ada asap tanpa ada api. Formula ini
rasanya sulit dibantah jika sesuatu yang buruk terjadi. Hasil
yang buruk ini jelas akan membuat orang berpikir untuk
menyekolahkan anaknya di SMABAT. Lebih celaka lagi
kalau gejala ini diidentikkan dengan mutu pendidikan di
sekolah Advent yang dapat berimbas pada sekolah-sekolah
Advent lainnya.
Kita prihatin dengan terjadinya penurunan tingkat
kelulusan SMABAT. Pada saat yang sama kita perlu
mengingat kembali bahwa tujuan utama institusi pendidikan
bukanlah untuk mendapatkan tingkat kelulusan yang
setinggi-tingginya. Hal itu haruslah merupakan konsekuensi
langsung dari proses belajar mengajar yang bermutu dan
benar. Karena kalau tingkat kelulusan yang menjadi acuan,
akan ada kecenderungan menempuh jalan pintas yang sarat
dengan praktek yang salah.
Ini jelas tidak benar,
bertentangan dengan prinsip kebenaran dan harus
dihindarkan.
Beberapa waktu yang lalu seorang guru dari Medan
membeberkan bagaimana pimpinan sekolah bahkan petugas
dari Depdiknas terlibat dalam pengaturan soal ujian dengan
memberi jawaban kepada peserta ujian nasional dengan
harapan agar tingkat kelulusan dapat ditingkatkan. Siapa
pun yang berkepentingan dengan dididiknya seorang siswa
di sekolah Advent tetapi menginginkan praktek yang salah
ini perlu mengingat kembali alasannya mengapa siswa
tersebut dikirim ke sekolah Advent. Apa jadinya kalau
praktek-praktek di luar ingin diterapkan di SMABAT
khususnya untuk mendongkrak tingkat kelulusan? Jika ada
niat, mudah-mudahan tidak, untuk menerapkan hal semacam
ini di SMABAT atau di sekolah-sekolah Advent lainnya,
ingatlah pesan apakah yang sedang kita kirim kepada anakanak kita?
Warta Advent On-line (WAO)
Kita prihatin mendengar banyaknya
siswa kelas 2 SMA yang ingin hengkang
dari SMABAT. Mudah-mudahan hal
ini tidak benar, tetapi seandainya
benar, kita harap tidak terjadi. Tetapi
berharap saja tidak cukup.
Perlu
diketahui akar permasalahannya dan
dicari jalan keluar. Di satu sisi kita
melihat bahwa sejalan dengan kemajuan zaman, berkembang
fenomena di mana banyak orang tua mulai mengirimkan anakanak mereka ke sekolah-sekolah non-Advent. Situasi ini berbeda
dengan dulu di mana hampir semua anak-anak Advent bersekolah
di sekolah-sekolah (gereja) Advent sekalipun pada saat itu ruang
kelas hanya dipisahkan oleh pembatas kain. Lucu memang,
karena anak kelas 3 SD dapat mendengar pelajaran yang sedang
diterangkan oleh guru kelas 4 SD di ‘ruangan’ sebelah. Itu kalau
gurunya beda, yang dalam banyak hal seorang guru bisa
mengajar beberapa kelas pada saat yang bersamaan.
Lalu bagaimana hasilnya, apakah ada orang-orang yang
berhasil melalui model belajar seperti itu? Bukan hanya ada,
tetapi banyak. Lalu mengapa sekarang banyak orang tua yang
menyekolahkan anak mereka ke sekolah luar?
Jawabnya
sederhana, zaman sudah berubah. Kita harus bisa membuka mata
dan melihat perkembangan yang ada. Harus bisa menyesuaikan
dengan kenyataan. Tetapi ini tidak berarti bahwa kita akan
meniru cara orang lain secara membabi buta. Yang baik kita
ambil yang buruk tentu harus dihindarkan.
Kita tidak bisa menyalahkan orang tua apalagi mencap
bahwa mereka tidak memperhatikan kerohanian anak-anak
mereka dengan mengirimkannya ke sekolah-sekolah non-Advent.
Bukan zamannya lagi untuk mengatakan bahwa sekolah Advent
lebih aman karena ternyata narkoba dan pornografi juga sudah
merambah ke dalamnya. Memang didirikannya sekolah-sekolah
gereja tidak terlepas dari misi GMAHK agar anak-anak Advent
sedapat mungkin dibekali dengan pendidikan rohani yang selaras
dengan ajaran GMAHK.
Tetapi yang namanya institusi
pendidikan adalah tempat di mana ilmu pengetahuan diajarkan
kepada anak didik untuk mempersiapkan mereka menghadapi
tantangan kehidupan di kemudian hari.
Kita harus dapat menarik batas antara penginjilan dan
pendidikan. Walaupun keduanya berhubungan tetapi itu hal yang
berbeda.
Penginjilan adalah domain gereja dan pendeta,
sedangkan pendidikan adalah domain sekolah dan guru. Kita
tidak bisa mengharapkan bahwa orang-orang Advent pasti akan
6 Juli 2007
6
menyekolahkan anak mereka di sekolah Advent hanya
karena itu sekolah gereja, jadi tidak perlu takut, murid pasti
datang. Jika itu yang ada di dalam pikiran kita, tidak heran
kalau sekolah-sekolah Advent kalah bersaing dengan
sekolah luar, padahal kita mempunyai departemen
pendidikan sedunia.
Sekolah harus dikelola secara
professional dengan memakai tenaga-tenaga professional.
Kita menjunjung tinggi tujuan mulia pendidikan Advent,
tetapi pencapaian yang buruk dari hasil pendidikan hanya
akan melahirkan citra buruk Advent. Perkembangan
teknologi di era globalisasi ini membuat orang tua mencari
sekolah yang menawarkan mutu pendidikan yang baik yang
dapat meningkatkan daya saing lulusannya.
Kita tetap menghargai keberadaan sekolah gereja dan
institusi pendidikan Advent, tetapi penghargaan itu perlu
dibarengi dengan peningkatan mutu yang sejalan dengan
perkembangan zaman.
Proses belajar mengajar yang
bermutu dan efektif tidak terlepas dari kualitas dan
kompetensi para pengajar termasuk para pihak yang
bertanggung jawab dalam penyelenggaraan institusi
pendidikan tersebut.
Pemerintah saja sekarang menekankan agar proses
penilaian dan penempatan seorang guru didasarkan pada
azas kompetensi. Pengalaman tentu akan menjadi bahan
pertimbangan, tetapi lamanya seseorang di dalam satu posisi
tidak otomatis membuat dia berkompeten. Seseorang bisa
saja lama berada dalam posisi tertentu bukan karena
berhasil, tetapi karena tidak tau mau dipindahkan ke mana
atau karena ada yang ‘melindungi’ supaya tetap di
tempatnya. Demikian pula sebaliknya, seseorang dapat saja
ditempatkan di satu tempat walaupun pengalamannya belum
cukup, karena ada yang mendukungnya, hal yang dikenal
dengan istilah KKN.
Kita prihatin jika SMABAT ingin memperbaiki citra
dan pencapaiannya tetapi dipimpin oleh orang yang konon
belum, kalau tidak bisa dikatakan gagal, menunjukkan
keberhasilannya pada jenjang yang lebih rendah
sebelumnya. Kita prihatin jika hal ini akan berimbas pada
hilangnya kepercayaan orang tua untuk menyekolahkan
anak-anak mereka di SMABAT. Jika ini yang terjadi, jelas
ini menjadi tanggung jawab moral bagi para pengambil
keputusan yang membiarkan hal ini terjadi. Kita perlu
mengingat bahwa institusi pendidikan Advent sekali pun
banyak kelemahannya adalah milik Tuhan. Itu bukan berarti
bahwa kita tidak perlu bersungguh-sungguh menjalankannya
karena Tuhan tidak akan membiarkannya jatuh. Tetapi
justru kita diingatkan untuk tidak bermain-main dengannya
dan memanfaatkannya demi kepentingan pribadi atau
kelompok.
Perbaikan belum terlambat tetapi waktu yang tersedia
tidaklah banyak. Ciptakan suasana belajar mengajar yang
sejuk dan kondusif, tempatkan orang yang tepat pada
tempatnya baik guru maupun kepala sekolah, hindari praktek
kesewenang-wenangan dengan berlindung di balik
keputusan komite dan carilah orang yang mempunyai
integritas untuk memimpin dengan arif dan bijaksana.
Semoga belum terlambat!
Jadwal Terbit/Terbenamnya Matahari
Sumber http://www.wartaadvent.org
JUMAT
6-Jul
LOKASI
SABAT
7-Jul-2007
Day Length
2007
TERBENAM
Sabang
18:56
Medan
18:39
Pematangsiantar
18:37
Pekanbaru
18:23
Padang
18:25
Jambi
18:11
Palembang
18:04
Bndr. Lampung
17:58
Anyer-Carita
17:54
Jakarta
17:50
Puncak
17:48
U N A I
17:46
Bandung
17:46
Cirebon
17:42
Cilacap
17:39
Semarang
17:34
Solo
17:32
Surabaya
17:25
Jember
17:19
Denpasar
18:12
Mataram
18:09
Ende
17:46
Kupang
17:36
Pontianak
17:51
Pangkalan Bun
17:37
Palangkaraya
17:28
Banjarmasin
18:24
Balikpapan
18:18
Tarakan
18:23
Makassar
18:02
Kendari
17:51
Palu
18:07
Gorontalo
17:57
Manado
17:51
UNKLAB
17:50
Ternate
18:40
Ambon
18:29
Sorong
18:21
Tembagapura
17:53
Biak
18:02
Jayapura
17:41
Merauke
17:32
Kuala Lumpur
19:26
Singapore
19:15
Manila
18:29
A I I A S
18:28
Andrews Univ.*
20:23
GC*
19:36
Loma Linda*
19:03
Seattle*
20:08
Delft*
21:03
Edison, NJ*
19:30
M ATAHARI
BEREM
TERTERBIT
-BANG
BENAM
6:30
12:43
18:57
6:20
12:30
18:39
6:20
12:28
18:37
6:14
12:19
18:23
6:21
12:23
18:25
6:09
12:10
18:11
6:07
12:05
18:04
6:09
12:03
17:58
6:08
12:01
17:54
6:04
11:57
17:50
6:04
11:56
17:49
6:02
11:54
17:46
6:02
11:54
17:46
5:58
11:50
17:43
5:58
11:48
17:39
5:51
11:43
17:35
5:50
11:41
17:32
5:42
11:33
17:25
5:40
11:30
17:19
6:34
12:24
18:13
6:31
12:20
18:09
6:09
11:58
17:47
6:03
11:50
17:37
5:43
11:47
17:51
5:39
11:38
17:37
5:29
11:29
17:29
6:28
12:26
18:24
6:15
12:17
18:19
6:05
12:14
18:23
6:12
12:07
18:02
5:57
11:54
17:51
6:03
12:05
18:07
5:48
11:52
17:57
5:39
11:45
17:51
5:38
11:44
17:50
6:30
12:35
18:40
6:34
12:32
18:29
6:17
12:19
18:21
6:00
11:56
17:53
5:58
12:00
18:02
5:42
11:42
17:41
5:53
11:43
17:32
7:09
13:18
19:26
7:03
13:09
19:15
5:32
12:00
18:29
5:33
12:01
18:28
5:17
12:50
20:23
4:49
12:12
19:36
4:44
11:53
19:03
4:19
12:14
20:08
4:31
12:47
21:02
4:34
12:02
19:30
12:27
12:19
12:17
12:09
12:04
12:01
11:57
11:49
11:46
11:46
11:44
11:44
11:44
11:44
11:41
11:43
11:42
11:43
11:39
11:38
11:38
11:37
11:33
12:07
11:58
11:59
11:56
12:03
12:18
11:50
11:54
12:04
12:09
12:12
12:11
12:09
11:54
12:04
11:52
12:03
11:58
11:38
12:17
12:11
12:57
12:55
15:06
14:47
14:19
15:48
16:31
14:56
PENTING: Daftar waktu terbit, berembang, dan terbenamnya
matahari ini diolah berdasarkan daerah waktu tunggal. Untuk kota-kota
yang menerapkan daylight savings time pada musim tertentu (*),
diingatkan untuk merubah waktu terbit, berembang, dan terbenamnya
matahari sesuai dengan perubahan yang dilakukan
-Tim Redaksi
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
7
ARTIKEL KESEHATAN
Keloid
Keloid berasal dari bahasa Yunani, chele (cheloide), yang artinya
crab’s claw atau capit kepiting, karena bentuknya dapat sangat
membesar dan bizzare seperti capit kepiting. Keloid berbeda
dengan jaringan parut (scar), yaitu: jaringan parut timbul pada
tempat bekas luka dan tidak melebihi batas luka awal, sedangkan
keloid akan tumbuh melebihi batas-batas luka sebelumnya,
sehingga ukurannya akan lebih besar dari luka awal. Bentuk
keloid bisa beragam, mulai dari benjolan kecil seperti kacang
sampai benjolan besar berbentuk seperti bintang dengan tonjolan
bercabang-cabang. Berwarna sedikit kemerahan sampai
kecoklatan. Umumnya pada awal pertumbuhannya terasa gatal,
kadang-kadang ada rasa nyeri.
K
eloid adalah pertumbuhan
jaringan ikat (fibrosa) kulit yang
abnormal setelah adanya suatu
luka (injury) pada kulit.
Warta Advent On-line (WAO)
Lokasi keloid paling sering pada daerah sekitar bahu,
punggung atas, dada, dan daun telinga setelah melubangi telinga
(bersyukurlah karena orang Advent tidak menggunakan asesoris
telinga). Pada dasarnya keloid lebih mudah timbul pada tempat
yang kulitnya tegang dan banyak pergerakan, misalnya dada,
selalu bergerak pada saat bernapas. Kadang luka (injury) tidak
disadari oleh pasien, karena sangat minimal, misalnya gigitan
serangga, jerawat, bekas suntikan, dll. Juga dapat timbul pada
bekas jahitan operasi, luka bakar, tattoo, dan bekas cacar air.
Pasien baru menyadari setelah keloid membesar dan terasa gatal.
Mengapa proses penyembuhan luka tidak sempurna, bahkan
bertumbuh menjadi jaringan ikat yang berlebihan, sampai saat ini
tidak diketahui. Namun ada pula keloid yang dapat mengempis
sendiri.
Ada faktor genetik yang berperan. Seseorang yang di
dalam keluarganya ada yang memiliki keloid, juga memiliki
risiko untuk terjadi keloid di kemudian hari. Misalnya orang tua
atau kakek-nenek ada yang menderita keloid, maka keturunannya
6 Juli 2007
8
juga memiliki risiko yang sama, walaupun belum tentu
semua keturunannya akan menderita keloid. Berdasarkan
statistik, keloid lebih banyak ditemukan pada orang kulit
hitam dan gelap. Pada orang Negroid yang albino belum
pernah ditemukan keloid. Di Indonesia, keloid paling sering
ditemukan pada suku Jawa. Tidak ada perbedaan jumlah
laki-laki dan perempuan yang mengalami keloid.
dengan penyinaran / radiasi. Namun hampir tidak ada dokter
yang mau melakukan radiasi untuk kelainan yang jinak seperti
keloid, sebab efek samping radiasi pun bermacam-macam.
Operasi jaringan keloid tidak selalu dilakukan, karena
kadang-kadang malah memperbesar ukuran keloid. Operasi
dapat dilakukan untuk keloid yang sangat besar dengan maksud
Operasi
jaringan
keloid
tidak selalu
dilakukan,
karena
kadangkadang
malah
memperbes
ar ukuran
keloid
Dengan demikian untuk mencegah timbulnya
keloid, paling baik adalah dengan cara menghindari luka,
bila tidak perlu jangan dioperasi; bila sudah ada luka, harus
diusahakan agar terjadi penyembuhan secepatnya. Jadi bila
seseorang jatuh dan mengalami luka robek, sebaiknya segera
berobat untuk dijahit lukanya, agar cepat menutup.
Tentunya akan digunakan benang jahit penutup luka yang
atraumatik dan dilanjutkan dengan pengobatan selanjutnya.
Pengobatan keloid saat ini paling baik dengan
penyuntikan steroid intralesi (misalnya: triamcinolone
acetonide 10-40mg/ml) yang diberikan setiap beberapa
minggu sekali. Ini akan menghambat pertumbuhan keloid
sampai akhirnya rata dengan permukaan kulit yang normal.
Jumlah penyuntikan bergantung pada masing-masing kasus.
Ada yang dengan 5 kali sudah cukup baik hasilnya ada pula
yang sampai belasan kali. Efek samping penyuntikan steroid
intralesi umumnya ringan, yaitu berwarna keputihan di
sekitar keloid (hipopigmentasi) yang akan hilang setelah
tidak disuntik lagi. Penekanan fungsi adrenal dan gangguan
haid sangat jarang ditemukan.
mengurangi ukuran keloid, agar penyuntikan tidak perlu terlalu
sering dan lama. Beberapa jenis laser saat ini juga telah dipakai
untuk mengobati keloid, seperti laser CO2 dan V-Beam.
Semua pengobatan di atas tidak akan menghilangkan
keloid, sampai menjadi seperti kulit normal. Keloid hanya akan
mengempis dengan permukaan kulit yang tetap licin mengkilap
atau mengerut seperti jaringan parut. Namun tentu saja rasa gatal
dan nyeri tidak ada lagi, serta warna dapat menyerupai warna
kulit normal.
-DR. SONDANG AEMILIA PANDJAITAN, SPKK
Kontributor Khusus WAO
Pengobatan lainnya dengan kombinasi cryotherapy
dan suntikan steroid intralesi. Cara ini akan mempercepat
melunaknya keloid dan kemudian mengempis. Penggunaan
pressure / penekanan pada keloid juga akan mempercepat
kempisnya.
Sering dijual dalam bentuk gel padat.
Sebenarnya masih ada cara pengobatan lainnya, yaitu
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
9
PENDALAMAN
ALKI TAB
A-B-C -- MAZMUR 111
111:1 JUDUL Haleluya!
Oleh Pdt. Hotma S. P. Silitonga, M.A., M.Th., Ph.D.
Spesialis Pendalaman—Pemahaman Alkitab, Lektor Kepala bidang Filsafat Teologi DikNas RI
FFantastik keadilan-Nya yang berlangsung tetap untuk
selamanya.
G111:4 Gambar dan Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib
dijadikan-Nya peringatan;
HHALELUYA--TUHAN itu pengasih dan penyayang.
I111:5 IMMANUEL memberikan rezeki kepada orang-orang
yang takut akan Dia.
JJehovah ingat untuk selama-lamanya akan perjanjian-Nya.
K111:6 Kekuatan perbuatan-Nya diberitakan-Nya kepada
umat-Nya,
LLengan kekuasaan-Nya memberikan kepada mereka milik
pusaka bangsa-bangsa.
M 111:7 Mahabesar Perbuatan tangan-Nya, TUHANlah
kebenaran dan keadilan,
NNikmatilah segala titah-Nya teguh,
O 111:8 Oh—Firman-Nya kokoh untuk seterusnya dan
selamanya,
PPatutlah dilakukan dalam kebenaran dan kejujuran.
Q 111:9 Qurban Pengganti Dikirim-Nya kepada umat-Nya
agar dapat kebebasan,
RRoh TUHAN memerintahkannya supaya perjanjian-Nya itu
lestarri untuk selama-lamanya;
AAku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap
hati,
SSPEKTAKULER nama-Nya yang artinya kudus dan
dahsyat.
BBaguslah kalau begitu! Dimana? dalam lingkungan
orang-orang benar dan dalam jemaah.
T111:10 TAKUT AKAN TUHAN adalah Permulaan hikmat,
C111:2 Canggih dan Besarlah perbuatan-perbuatan
TUHAN,
UUntuk semua orang yang melakukannya pasti berakal budi
yang baik.
DDia layak diselidiki oleh semua orang yang
menyukainya.
E111:3 Engkau -- Agung dan bersemarak pekerjaan-Nya,
Warta Advent On-line (WAO)
VVIVA RAJA SURGA--Puji-pujian kepada-Nya tetap untuk
selamanya.
6 Juli 2007
Selesai--------------------------------------------
10
ARTIKEL ROHANI
Diskusi Komunikasi dalam Keluarga
Masalah Persepsi dalam Komunikasi
Bagian 2
O l e h Dr. N i c o J. J. K o r o h
Saudara pendengar, selamat berjumpa lagi dalam acara
komunikasi dalam keluarga melalui Adventist World Radio .
Melanjutkan program komunikasi keluarga, hari ini kita akan
lanjutkan lagi diskusi dengan seorang pakar komunikasi
keluarga, Dr. Nico J.J. Koroh. dengan moderator Sdi. Ayura.
(Ayura): Apa kabar Pak Nico, segar bugar hari ini?
(Nico): Yah terimakasih, puji Tuhan, sampai hari ini badan
masih tetap segar bugar.
(Ayura): Minggu yang lalu ketika kita berdiskusi, Pak Nico
pernah mengungkapkan tentang “persepsi” di dalam
komunikasi. Apa sebenarnya sih makna dari “persepsi” itu
dalam komunikasi?
(Nico): Baik Ayura, sebaiknya saya berikan contoh
saja. Misalnya pada suatu hari kawan Ayura
mengajak Anda untuk jalan-jalan dengan
mengatakan: “Ayo Ayura kita jalanjalan ke Mal sore ini!”, tanpa
berpikir panjang karena
memang
rencana
Anda juga untuk
datang ke
Mal,
langsung
mengatakan :
“Ok
deh!”,
kemudian Ayura
langsung
mengikuti
dia
masuk ke mobilnya
dan
kemudian
meluncur. Di dalam
Warta Advent On-line (WAO)
perjalanan, ternyata arahnya kok berbeda dengan apa yang
Anda harapkan. Sebab rupanya dia
menuju ke Mal Pondok Indah,
sedangkan
Ayura
ingin
menuju ke Plaza Senayan.
Mengapa Anda berpikir bahwa
teman Anda tersebut akan ke
Plaza Senayan? Karena selama
Anda mengenal teman Anda
tersebut dia selalu senang
mengunjungi Mal Plaza
Senayan. Itulah sebabnya
6 Juli 2007
11
tanpa bertanya selanjutnya, Anda langsung menyetujui
ajakannya untuk ke mal dengan mengatakan “ok deh”, tanpa
terlebih dahulu bertanya dia mau ke mal mana. Persepsi Anda
dan persepsi teman Anda ternyata berbeda. Inilah yang sering
terjadi di dalam komunikasi, apalagi di dalam komunikasi
keluarga,mungkin karena dekatnya hubungan satu sama lain
maka apa yang terjadi, sebelum kita menerima informasi yang
jelas kita seolah-olah
sudah
tahu
maksudnya, hal mana
tentu tidak selalu
demikian.
(Ayura):
Kalau
demikian
dalam
memberikan
informasi,
selalu
harus jelas dan dapat
dimengerti. “Susah
juga dong pak, apa
kita harus berbahasa
Indonesia tinggi di
dalam rumah?”
(Nico): Tentu bukan
selalu menggunakan
bahasa yang tinggi di
dalam rumah tangga,
yang jelas lebih baik
tentu menggunakan
bahasa yang baik.
Tetapi yang amat
penting di dalam
melakukan
komunikasi di dalam
rumah tangga adalah, berkomunikasi dengan efektif. Jadi apa
yang Ayah komunikasikan kepada bunda atau kepada ibu di
rumah atau sebaliknya, demikian pula antara anak dan ibu atau
ayah dan sebaliknya sering tidak terlaksana secara efektif. Apa
yang terjadi, komunikasi yang kurang efektif itu antara
pemberi berita kepada penerima berita, akhirnya
diterjemahkan sendiri atau dalam istilah komunikasi disebut
dengan di decode oleh penerima berita ternyata ditafsirkan
atau dipersepsikan tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki
oleh pemberi berita. Tidak heran di dalam rumah tangga selalu
terjadi apa yang disebut dengan “miss communication.”
(Ayura): Jadi kalau demikian Pak, bagaimana sebenarnya kita
harus menghindari persepsi di dalam komunikasi?
(Nico): Pertama tentu jangan salah mengerti, persepsi bukan
sesuatu yang negatif. Kedua, persepsi sebenarnya istilah yang
sering digunakan di dalam komunikasi pemasaran. Apabila
Anda mendengar pesan iklan, pasti Anda akan mendengar
sebuah pesan yang dibuat sedemikian rupa sehingga konsumen
atau pelanggan menerima pesan komunikasi itu melalui
persepsi. Bahkan berita media pun sering dibuat sedemikian
rupa sehingga khalayak sering mempersepsikan tidak sesuai
dengan keadaan yang sebenarnya.
Jadi salah satu hal yang perlu selalu harus dihindari di dalam
melakukan komunikasi di dalam keluarga agar tidak terjadi
komunikasi dengan persepsi adalah menghindari distorsi,
seperti apa yang sudah saya jelaskan di dalam pertemuan
pertama.
Warta Advent On-line (WAO)
(Ayura): Ya, saya masih ingat penjelasan Pak Nico, ya tetapi
Bapak tidak terlalu rinci dalam menjelaskan tentang distorsi
itu, apa boleh tolong dijelaskan lagi?
(Nico): Distorsi atau gangguan dalam komunikasi khususnya
komunikasi verbal ada dua hal, yang pertama distorsi atau
gangguan eksternal, seperti misalnya kita berdua lagi
berkomunikasi tiba-tiba ada yang memanggil Ayura: “Ayura,
Ayura ke sini dong sebentar”, akhirnya komunikasi kita
terganggu. Atau Anda misalnya sedang menerima telepon di
rumah, selagi Anda berbicara ternyata radio atau TV Anda di
setel begitu keras bunyinya sehingga Anda tidak dapat
mendengar pesan yang disampaikan melalui telepon.
Yang kedua adalah distorsi internal. Misalnya Anda sedang
kesal kepada seseorang tiba-tiba Ibu Ayura memanggil Anda:
“Ayura ke sini dulu sebentar!” Suara ibu yang begitu lembut
memanggil Anda, tetapi karena lagi kesal, tiba-tiba Anda
berteriak: “Tunggu saya lagi sibuk tahu!” Tentu Ayura dapat
membayangkan apa yang terjadi apabila ibu Anda mendengar
Anda berteriak seperti itu. Sehingga komunikasi yang
seharusnya terjadi secara efektif, akhirnya dapat menjadi
berantakan oleh karena distorsi tadi.
(Ayura): Dari kedua distorsi yang disebutkan tadi mana yang
paling sulit dihindarkan, Pak Nico.”
(Nico): Distorsi eksternal tentu lebih dapat dikendalikan baik
oleh pemberi atau pengirim berita, misalnya kita dapat
menghindari tempat yang nyaman untuk melakukan
komunikasi, atau mengendalikan sumber distorsi itu. Akan
tetapi kalau distorsi internal, nampaknya akan lebih sulit.
Apakah distorsi itu berada dalam diri pengirim berita atau
penerima berita, ya tentu sama saja, pasti akan mengganggu
komunikasi itu. Sebab apabila hal ini terjadi, bagi pengirim
berita atau penerima berita, akan sulit untuk senantiasa objektif
dalam melakukan komunikasi. Satu-satunya jalan ialah kita
harus bersikap tenang, sabar dan fokus, kemudian kita
mencoba melakukan atau melanjutkan komunikasi itu, agar
apa yang sebenarnya ingin disampaikan itu, benar-benar dapat
diterima, akhirnya komunikasi itu menjadi efektif.
(Ayura): Wah..Pak Nico, sulit juga melakukan komunikasi
yang baik di dalam keluarga itu ya?
(Nico): Ya memang, komunikasi yang ideal di dalam keluarga
tentu tidak dapat dicapai secara sempurna atau 100 % efektif.
Tetapi dengan belajar berkomunikasi dengan baik, mungkin
hal-hal yang seperti itu tidak perlu terjadi.
(Ayura): Wah, cukup menarik mendiskusikan tentang
komunikasi keluarga ini Pak, karena waktu yang terbatas kami
ucapkan terimakasih kepada Pak Nico, demikian pula kepada
saudara pendengar kami ucapkan banyak terimakasih, sampai
ketemu di edisi berikutnya.
6 Juli 2007
DR. NICO J.J. KOROH, MBA
Dosen Pascasarjana, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBII, Jakarta
12
A R T I K E L
R O H A N I
MUNCULNYA ELIA–ELIA MODERN
B
A
B
VI
O l e h P d t E. G u l t o m
B
ilamana umat Laodikea yang suam kerohaniannya
harus dibangkitkan dan berubah sehingga
mengalami pertobatan yang sempurna, maka hal itu
terjadi karena Tuhan mengutus pendeta-pendeta
dan hamba-hamba-Nya yang membawakan pekabaran Elia,
pekabaran Yohanes Pembaptis, pekabaran Ellen G.White
dengan tegas, tajam dan meyakinkan. Karena mereka telah
dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus. Pola hidup dan cara makan
serta berpakaian dari Yohanes Pembaptis harus juga
merupakan pelajaran penting bagi Pengkhotbah yang akan
diutus Tuhan menyampaikan pekabaran yang menakutkan itu.
Roh Nubuat menjelaskan:
(Kepadaku telah ditunjukkan bahwa pada hari-hari
terakhir mereka yang mewakili Yohanes akan bangkit dan
pergi dalam kuasa dan roh Elia mengumandangkan akan hari
murka Tuhan dan hari kedatangan Yesus yang kedua kali”).
117)
Tuhan akan membangkitkan hamba-hamba-Nya yang seperti
Yohanes Pembaptis pergi dalam kuasa dan roh-Elia pada
hari-hari terakhir dari dunia ini, mengumandangkan hari
murka Allah dan semua tanda-tanda dari hari kiamat sudah
digenapi yaitu: malapetaka, penyakit yang aneh dan
mengerikan, gempa bumi, bencana alam, kebakaran,
malapetaka di darat, di laut dan di udara, peperangan,
permusuhan, pembunuhan, perampokan dan kemesuman serta
Warta Advent On-line (WAO)
kebobrokan moral manusia serta kemelaratan, kemiskinan
dan kelaparan dahsyat dan kemurtadan dari ajaran
kebenaran Tuhan dengan menyelewengkan Hukum Allah.
Sementara itu pula hari kiamat dan kedatangan Yesus harus
jelas diberitakan karena tujuan pekabaran Elia Modern
adalah: mempersiapkan satu umat bertemu dengan Yesus
pada kali yang kedua. Nubuatan tentang hari kiamat dan
semua peristiwa yang akan terjadi yang disebutkan dalam
buku Wahyu dan Daniel harus jelas diajarkan kepada umat,
tanpa menerka-nerka.
Dalam mempersiapkan diri umat Tuhan maka ”Pekabaran
tentang hidup sederhana dalam segala hal, cara berpakaian dan
menghiasi diri, Yohanes harus tampil sangat berbeda dengan
cara berpakaian orang Farisi dan pemimpin agama saat itu.
Demikian Yohanes Pembaptis dengan pakaiannya jubah bulu
unta dan makanannya madu hutan dan belalang (sejenis
makanan rakyat biasa pada zaman itu) Tidak seperti para
Farisi dan Imam memakai linen. Sekarangpun para utusan
Allah harus berani tampil beda dengan orang dunia dalam hal
berpakaian dan menghiasi diri dan cara makan dan minumnya.
(Banyak berpakaian seperti dunia, untuk memperoleh
pengaruh. Tetapi dalam hal ini mereka membuat kesalahan
yang memalukan. Bila mereka ingin memiliki pengaruh yang
benar dan menyelamatkan, biarlah mereka hidup dalam
pengakuannya , tunjukkan imannya dengan perbuatan yang
6 Juli 2007
13
benar dan biarlah jelas kelihatan perbedaan yang mencolok
antara Kristen dan dunia ini”. . 118)
”Saya melihat fakta yang menakutkan bahwa umat Allah
menjadi seperti dunia, tanpa ada perbedaan, kecuali soal
nama.” 119)
Berpakaian menjadi seperti dunia, tidak berbeda dari
dunia. Mengapa? Karena takut berbeda dari dunia. Takut
dicemoh dihina atau menjadi aneh dan tidak disukai atau
digemari. Itulah Laodikea sekarang ini dalam berpakaian dan
penampilannya. Bagaimana pun juga kita salut melihat wanita
muslim memakai jilbab dan kerudung dan tutupan dada karena
pengaruhnya lebih rohani daripada cara yang umum sekarang
ini. Mengapa kita tidak menganut satu paham berpakaian yang
lebih sopan? Karena pakaian kita akan menyatakan kepada
dunia bahwa kita adalah panganut ajaran dan pekabaran:
Yesus segera datang, siapkan dirimu. Dunia akan berakhir
dengan segala yang ada di atasnya! Itulah pekabaran yang
disampaikan kepada dunia, melalui pakaian kita.
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh mempunyai Terang
Kebenaran yang besar akan tetapi tidak berjalan sesuai dengan
terang itu. Roh Nubuat berkata:
“Pekabaran kepada Laodikea itu dikenakan kepada Masehi
Advent Hari Ketujuh yang mempunyai Terang Besar tetapi
tidak berjalan sesuai dengan Terang itu” 120)
Hal ini tidak boleh demikian. Semua nasehat yang telah
diberikan Allah kepada umat yang sisa harus benar-benar
diperhatikan satupun tidak boleh ada yang dilalaikan. Karena
itulah Tuhan mengutus hamba-hamba-Nya untuk mengadakan
panggilan kepada pertobatan yang sungguh-sungguh dengan
penuh kuasa surga.
Demikian halnya dengan reformasi kesehatan, sangat penting
dipraktekkan di hadapan semua orang. Itupun merupakan
datu khotbah kepada dunia supaya dunia tahu ada sekelompok
orang yang menganut faham kuat akan dasar dan aturan
Reformasi Kesehatan karena mereka mempersiapkan diri
untuk bertemu dengan Yesus pada hari kiamat. Dipraktekkan
dan dikhotbahkan agar manusia berhenti melanggar undangundang kesehatan yang diberikan Tuhan agar dengan
demikian mereka dapat mengerti dan menghargai Firman
Tuhan yang menuntut pertobatan yang sejati, melakukan
semua nasehat dan petunjuk Tuhan dalam iman dan kasih
terhadap Kristus melakukan persiapan untuk layak bertemu
dengan Yesus pada kedatangan-Nya yang sudah dekat itu.
Sesungguhnya pola berpakaian dan pola makan umat-Nya
sekarang ini adalah khotbah yang paling keras bunyinya
dipendengaran manusia yang ada di sekitar kita.
A
pakah Pekabaran Elia Modern itu?
Pekabaran Elia modern adalah pekabaran yang telah
diberikan Tuhan kepada hamba-Nya Ellen Gould
Harmon yang sudah disampaikan kepada kita sekarang umat
Laodikea, umat yang sisa dan yang sedia bertemu dengan
Kristus Yesus pada hari kiamat. Pekabaran Elia yang harus
disampaikan oleh pendeta dan pemimpin di Jemaat Laodikea
itu adalah juga apa yang sudah diilhamkan kepada Ellen
G.White kepada Jemaat Laodikea sekarang ini agar menyadari
kekurangan-kekurangan dan bertobat dan siap untuk
diubahkan hidup-hidup tanpa mengalami kematian.
Pekabaran yang dibutuhkan umat sekarang ini, adalah
pekabaran yang membangkitkan dan membangunkan
kerohanian yang suam, pekabaran yang mengagetkan dan
menyadarkan Laodikea akan dosa yang menjijikkan di
hadapan Tuhan, dosa yang ia tidak mengetahuinya dan
menyadarinya. Pekabaran itu dengan tegas dan jelas telah diilhamkan kepada Ellen White untuk disampaikan kepada umat
yang sisa, yang akan menempuh satu ujian berat dan aniaya
yang datangnya dari persekongkolan raja dunia dan kuasa
kegelapan serta agama yang palsu.
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
14
Roh Nubuat menjelaskan:
(Kepadaku telah ditunjukkan bahwa pada hari terakhir
mereka yang mewakili Yohanes akan bangkit dan pergi dalam
kuasa dan roh Elia mengumandangkan akan hari murka
Tuhan dan hari kedatangan Yesus yang kedua kali”) 121)
Jenis orang yang bagaimanakah Tuhan butuhkan sekarang ini?
(Yang dibutuhkan sekarang ini adalah orang yang tidak takut
untuk menyatakan semua nasehat yang Allah sudah berikan”)
122)
(Bila seseorang menutup mata terhadap kesaksian yang Allah
sudah berikan itu dan….masih merasa bijaksana berjalan pada
bunga api buatan sendiri, maka dengan demikian mereka itu
sudah merusak sidang. Orang seperti itu tidak pantas menjadi
seorang pendeta atau menjadi seorang ketua di Konferens,
mereka tidak mendengarkan nasehat dari sumber segala
hikmat dan akal budi itu”) 123)
Pendeta yang dipanggil oleh Tuhan sekarang ini, adalah
pendeta yang berani dan siap mengkhotbahkan pekabaran
yang diberikan oleh Tuhan kepada nabi-Nya Ellen G. White.
Akan tetapi akan muncul juga pendeta yang membuat orang
ragu dan bimbang akan tulisan yang diilhamkan itu dan
merusak iman Jemaat Tuhan. Hal ini sangat perlu kita
waspadai, karena sudah diberitahukan lebih dahulu, bahwa itu
akan terjadi.
Dijelaskan oleh tulisan yang diilhamkan itu:
”Tuhan menyatakan keadaan kita bahwa pekabaran yang
disampaikan kepada umat Tuhan oleh para Pendeta-pendeta
yang Tuhan sudah panggil, untuk mengamarkan umat Tuhan,
bukanlah pekabaran damai dan sejahtera”.. 124)
Pekabaran yang bukan hal damai dan sejahtera artinya, bukan
hal yang membuat umat merasa tidak perlu ada perbaikan dan
perubahan dalam kebiasaan dan penurutan kepada semua
nasehat dan petunjuk dari Tuhan. Disebut: (the whole
counsel) seluruh nasehat dari Juruselamat kita. Dosa dan
ketidak-penurutan umat harus di jelaskan dengan sejelasjelasnya dalam kasih dan air mata, demi keselamatan umatNya.
Dosa apa yang mengusir hadirat Allah dari tengah-tengah
Israel sehingga mereka kalah perang melawan orang dari kota
Ai tersebut? Seorang bernama Akhan telah melakukan dosa,
karena ia mencuri barang yang dikuduskan bagi Tuhan dan
bersekongkol dengan istri dan anak-anaknya untuk
menyembunyikan di bawah kemah mereka. Joshua 7:15
Hal yang sama sekarang ini dapat terjadi di tengah Jemaat
Tuhan. Kalau saja ada dosa yang dilakukan di tengah JemaatNya dan dosa itu tidak disingkirkan melainkan dibiarkan oleh
para Malaikat Laodikea maka hadirat Tuhan tidak ada di
tengah-tengah Jemaat itu. Dan Setan akan lebih berkuasa dan
merajalela dalam melakukan hal yang lain di tengah jemaat
dan akhirnya kutuk yang besar akan menimpa dan tidak dapat
diketahui sedalam apa kemerosotan yang akan terjadi.
Tujuan Pekabaran Elia itu dijelaskan :
Lukas 1:16, Banyak anak Israel akan berbalik kepada Tuhan
Allah mereka. Tugasnya adalah kepada orang Israel yang
beribadah pada zamannya. Apakah bebannya? Yohanes rindu
untuk membangunkan mereka kepada kehidupan yang lebih
suci” 126)
Yesus menjawab, memang Elia akan datang dan memulihkan
segala sesuatu.” Matius 17:11.
Tugas Elia datang dan untuk memulihkan, menempatkan
kembali segala sesuatu pada proporsi, pada tempat dan aturan
yang sebenarnya, yang selama ini tidak diperhatikan atau
dilalaikan. Tidak boleh ada satupun dari aturan atau perintah
Tuhan yang dilalaikan tetapi harus semua dituruti dan
dilakukan seperti apa yang dikatakan oleh Roh Nubuat..
Dengan demikian jelaslah pekabaran Elia itu adalah panggilan
kepada satu kehidupan yang lebih saleh, lebih suci di hadapan
Tuhan. Perubahan dan perbaikan dalam segala yang salah.
Agar dapat sedia dan siap untuk bertemu dengan Yesus pada
kedatangan-Nya yang kedua kali yang sudah dekat itu. Jadi
tujuan pekabarannya itu adalah: mempersiapkan umat dengan
kehidupan yang penuh penyerahan dan penurutan serta tabiat
yang suci bersih bebas dari segala noda dosa. Hanya dalam
keadaan seperti itulah Kristus akan datang untuk menyambut
umat-Nya.
b e r s a m b u n g...........
“Jika para pemimpin Jemaat lalai mengatasi dosa-dosa yang
mendatangkan murka Allah atas tubuh-Nya ( umatNya) maka
mereka bertanggung jawab atas dosa-dosa itu” 125)
Para rekan hamba Tuhan, kita tidak luput dari tanggung jawab
terhadap Tuhan, bila ada satu dosa yang jelas kita lihat dalam
Jemaat, tetapi kita tidak memperbaikinya, atau karena kita
takut terhadap akibat yang terjadi bila kita menegur dosa
tersebut karena dilakukan oleh orang yang berpengaruh di
Jemaat itu, maka kita bertanggung jawab akan akibat dosa itu.
Kutuk yang datang, murka Tuhan yang dahsyat karena dosa
tersebut juga akan menimpa kita sebagai pemimpin di Jemaat
itu sendiri. Ingatlah pada zaman Joshua di mana ada dosa di
tengah-tengah Israel akan tetapi mereka mau maju berperang
untuk mengalahkan kota Ai, apa yang Tuhan sudah katakan
kepada Joshua?
Joshua 7:12 “Aku tidak akan menyertai kamu lagi, jika
barang-barang yang dikhususkan itu tidak kamu punahkan
dari tengah-tengah kamu.”
Warta Advent On-line (WAO)
-Pdt. E. Gultom
Chief Editor Indonesia Publishing House (IPH)
6 Juli 2007
15
BERITA ADVENT SEJAGAT
CAMP MEETING 2007
OF AEC
campground AEC di mana kunjungannya yang pertama tidak
ditemani sang isteri.
[Boyertown, Pennsylvania] – Allegheny East Conference (AEC)
merupakan satu dari delapan daerah (konferens) di AS yang berada
di bawah naungan Columbia Union Conference of North American
Division (NAD). Tujuh konferens lainnya adalah Allegheny West
Conference, Chesapeake Conference, Mountain View Conference,
New Jersey Conference, Ohio Conference, Pennsylvania
Conference, dan Potomac Conference. Adalah menjadi tradisi AEC
untuk mengadakan perkemahan akbar setiap tahunnya. Oleh karena
AEC memiliki campground sendiri, maka lokasi perkemahan akbar
dipusatkan di Pine Forge Campground, Boyertown, Pennsylvania di
mana kantor pusat AEC berada.
Administrative Officers AEC terdiri dari Charles L. Cheatham
(President), Henry J. Fordahm III (Executive Secretary) dan
Lawrence E. Martin (Treasurer). Tema dari Camp Meeting 2007 of
AEC ialah “Spirit of the Living God” yang berlangsung dari 28 Juni
s/d 8 Juli 2007 dan ikuti oleh peserta dari wilayah AEC yang
mencakup negara bagian Delaware (DE), Maryland (MD), New
Jersey (NJ), Pennsylvania (PA), Virginia (VA), dan West Virginia
(WV) serta ibukota AS, Washington (DC).
First Indonesian SDA Church (FISDAC), South Plainfield, New
Jersey yang bernaung di bawah AEC pada Sabat (30/6)
memutuskan berbakti di Pine Forge Campground. Walaupun
jaraknya sekitar dua jam perjalanan, namun sebagian anggota
FISDAC nampak hadir. Dr. Jonathan Kuntaraf dan Dr. Kathleen
Kuntaraf selain sebagai pembicara tamu bagi anggota AEC dalam
acara Sekolah Sabat di Main Pavilion, juga sebagai pembicara tamu
bagi anggota FISDAC dalam acara Khotbah di Handy Hall Chapel.
Pasangan ini ditemani oleh Pdt. Charles Cheatham di Main Pavilion
dan ditemani oleh Pdt. Carl Hinds di Handy Hall Chapel. Bagi Dr.
Jonathan Kuntaraf sendiri kunjungannya kali ini merupakan yang
kedua
ke
lokasi
Warta Advent On-line (WAO)
Menjadi suatu kebanggaan bagi anggota GMAHK
Indonesia umumnya di mana Dr. Jonathan Kuntaraf dan Dr.
Kathleen Kuntaraf mendapat kesempatan untuk menulis Buku
Pelajaran Sekolah Sabat Kwartal II, 2007 dengan judul “Thy
Word Is a
Lamp
Unto My Feet:
The Bible for
Today”
(Firman-Mu
Itu Pelita bagi
Kakiku:
Alkitab untuk
Masa Kini).
Tidak heran
pasangan ini
sengaja
diundang
AEC untuk
membawakan
pelajaran Sekolah Sabat di hadapan anggota AEC yang mayoritas
African Americans. Dengan metode CIA (Connection,
Interpretation, Application) pasangan ini berhasil membuat hadirin
di Main Pavilion ikut terlibat dalam tanya-jawab sehingga terjadi
komunikasi dua arah. Dr. Jonathan Kuntaraf selaku Director of
Sabbath School and Personal Ministries Department GC dan Dr.
Kathleen Kuntaraf selaku Associate Director for Prevention of
Health Department GC keduanya sangat kompak dalam membahas
dan menyimpulkan topik pelajaran ke-13 tentang “The Word of
God Endures” (Firman Tuhan Abadi) dengan menggunakan LCD.
Dari Main Pavilion, Dr. Jonathan Kuntaraf dan Dr. Kathleen
Kuntaraf menuju Handy Hall Chapel untuk melayani anggota
FISDAC dan tamu yang hadir. Dr. Jonathan Kuntaraf selain
6 Juli 2007
16
memberikan rangkuman pelajaran Sekolah Sabat, juga sebagai
pengkhotbah dalam acara kebaktian. Sedang Dr. Kathleen Kuntaraf
sesekali tampil memberikan dukungan berupa kesaksian dan
laporan hasil penelitian yang berhubungan dengan topik
pembicaraan suaminya. Mendahului khotbahnya Dr. Jonathan
Kuntaraf teringat akan almarhum Pdt. Johnnie Kohdong dan
almarhumah Debbie Wantah sewaktu kunjungannya yang pertama
ke lokasi campground ini beberapa tahun yang silam. Khotbahnya
yang dilandaskan pada Roma 15:4 mengingatkan kita akan Alkitab
sebagai sumber pengharapan dan penghiburan dalam segala hal.
Melalui perjalanan iman ‘the journey of hope’ kita mendapatkan
beberapa pelajaran dari pengalaman umat Tuhan dalam Alkitab
ungkap Dr. Jonathan Kuntaraf. Di antaranya: 1) Kita harus tetap
teguh dan berharap pada Tuhan, 2) Kita harus merasa puas dengan
berkat Tuhan, 3) Kita mungkin menghadapi kesukaran dan
tantangan, 4) Kita tidak perlu takut bila Tuhan menyertai kita, 5)
Kita mungkin menghadapi perbedaan pendapat, 6) Kita harus saling
menguatkan satu sama lain. Mengakhiri khotbahnya Dr. Jonathan
Kuntaraf berharap kiranya kita boleh tiba dengan selamat di
Kerajaan Surga.
Sesudah acara kebaktian Dr. Jonathan Kuntaraf dan Dr.
Kathleen Kuntaraf didampingi Pdt. Carl Hinds menuju salah satu
tenda induk untuk makan bersama dengan kelompok orang
Indonesia. Setidaknya ada lima tenda induk yang tersebar di
campground AEC. Sebetulnya pasangan ini telah mendapat kupon
khusus untuk makan bersama dengan President AEC, namun
mereka batalkan karena keduanya ingin bersekutu dengan
kelompok orang Indonesia. Nampak Dr. Jonathan Kuntaraf dan Dr.
Kathleen Kuntaraf menikmati makan bersama dengan anggota
FISDAC. Di antara mereka yang datang dari Philadelphia, PA
umumnya adalah hasil baptisan KKR dari Dr. Jonathan Kuntaraf
dan Dr. Kathleen Kuntaraf sendiri. Pada petang harinya orang
muda AEC menggelar konser di Main Pavilion yang diikuti oleh
berbagai kelompok nyanyi, paduan suara, dll.
Pengkhotbah di
Main Pavilion adalah Pdt.
William Scales, Jr. selaku
Retired Ministerial Director
NAD adalah kelahiran
Charleston, WV. Beliau
manamatkan BA in
Religion & Theology dari
Oakwood College, Huntsville, Alabama (1956) dan meraih MA in
Bible & Systematic Theology dari Andrews University, Berrien
Spring, Michigan (1958) serta diurapi menjadi pendeta (1962).
Pengalaman kerjanya di
antaranya selain selaku
Pastor/Evangelist pada
Central States
Conference, Allegheny
Conference (sebelum
dibagi), Allegheny East
Conference, juga pernah
melayani sebagai
Ministerial Association
GC dan Ministerial
Director NAD. Semenjak
pensiun kini Pdt. William
Scales, Jr. yang berdarah African American melayani selaku
General Coordinator pada Real Truth Ministries (di mana ayahnya
selaku President) sebuah yayasan berskala dunia yang melayani
Kursus Alkitab, Traktat, Khotbah yang telah memenangkan 16.000
jiwa dan mendirikan 28 gereja baru di berbagai negara.
Pada Minggu (1/7) penulis dapat menyaksikan secara
langsung berbagai kegiatan orang muda teristimewa Pathfinder
Club AEC yang memperagakan kreativitas, ketangkasan dan
perlombaan antara lain berupa pameran, permainan, api unggun,
tali-temali, baris-berbaris, drum band, parade, dll. Nampak
Pathfinder Club AEC tampil dengan nama club dan warna topi
masing-masing. Pathfinder Club FISDAC dengan nama FISDAC
Eagles turut serta berpartisipasi sambil membuka stand menjual
makanan dan minuman. Julia Sulu selaku Pathfinder Director
FISDAC telah bekerja keras mengasuh dan menggembleng
FISDAC Eagles sehingga bisa tampil dalam perkemahan akbar kali
ini.
Sementara waktu berjalan begitu cepat, tahun berganti
tahun di mana anggota AEC ada yang telah beristirahat mendahului
kita sambil menantikan kedatangan Yesus. Ketika kita berkumpul
di tempat ini kiranya “Spirit of the Living God” akan memenuhi
kehidupan kita, demikian antara lain harapan dari President AEC
kepada peserta Camp Meeting 2007.
-Frederik J. Wantah
Dewan Redaksi WAO, NJ, USA
Menurut Pdt. Robert Booker selaku Assistant to the
President AEC membidangi Church Ministries, Public Relations &
Communication bahwa ada sekitar 10.000 orang yang memadati
campground AEC pada Sabat (30/6) baik peserta perkemahan
maupun yang hanya datang bersabat. Data statistik menunjukkan
bahwa keanggotaan AEC pada akhir tahun 2006 berkisar 31.500
yang terdiri dari berbagai kelompok orang seperti African
Americans, American Indians, Brazilians, British Americans,
Caucasians, East Africans, East Indians, Haitians, Indonesians,
Koreans, Latinos, Romanians, West Africans, dan West Indians.
Warta Advent On-line (WAO)
6 Juli 2007
17
Download