analisis stratejik dan manajemen biaya stratejik

advertisement
ANALISIS STRATEJIK DAN MANAJEMEN BIAYA STRATEJIK
Dewasa ini telah diakui secara luas bahwa peran akuntan manajemen telah bergeser
jauh daripada hanya berfokus pada pelaporan keuangan bahkan perannya semakin signifikan
dalam manajemen stratejik di perusahaan. Manajemen biaya merupakan peran kunci dalam
membantu perusahaan untuk mendapatkan dan mempertahankan posisi yang kompetitif.
BAGAIMANA PERUSAHAAN DAPAT BERHASIL : STRATEGI KOMPETITIF
Perusahaan mencapai keberhasilan dengan cara menemukan strategi jangka
panjang yang dapat dipertahankan. Strategi merupakan serangkaian kebijakan, prosedur
dan pendekatan-pendekatan yang mengarahkan pada keberhasilan bisnis dalam jangka
panjang.
Langkah perumusan strategi :

Menentukan visi dan misi

Menentukan sasaran kinerja yang spesifik

Melakukan tindakan-tindakan spesifik untuk mencapai tujuan

Adaptif terhadap perubahan bisnis
Contoh misi dari beberapa perusahaan :
Ford Motor Company
Menjadi produsen dengan biaya rendah dan kualitas produk dan jasa yang tinggi
dengan memberikan ‘customer value’ terbaik.
General Electric
Menjadi perusahaan yang paling kompetitif di dunia dengan menjadi nomor satu
atau nomor dua dalam hal meraih pangsa pasar di setiap bisnis yang ada dalam
perusahaan.
Eastman Kodak
Menjadi perusahaan kimia dan elektronik terbaik di dunia.
IBM
Menjadi perusahaan teknologi informasi paling sukses di dunia.
Xerox
Menjadi perusahaan dokumen.
Sara Lee
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 1
Menjadi perusahaan makanan terkenal dan ‘consumer goods’ dengan posisi
pangsa pasar utama untuk pasar ‘kunci’ di dunia.
Berikut contoh strategi yang dilakukan perusahaan Sara Lee :
Entrepreneurial Management
Kita harus memperkuat dan melembagakan karakter entrepreneurial dan budaya
manajemen perusahaan Sara Lee dan bersamaan dengan itu mempertahankan
pengendalian keuangan dan pengendalian stratejik yang penting serta tingkat
profesionalisme yang tinggi.
Consumer Value
Kita akan memasarkan produk dan membuatnya terkenal dan memberikan ‘value’
kepada para pelanggan kita.
Global Expasion
Kita akan memacu pertumbuhan dengan cara membuat merek dan posisi produk
tertentu ke seluruh dunia, berinvestasi secara global pada bisnis di Amerika
Serikat dan Eropa, dan membuat akuisisi stratejik untuk dapat memimpin pada
pasar kunci.
Improved Return
Kita akan meningkatkan ROI.
UKURAN STRATEJIK TENTANG KESUKSESAN
1. Aspek non keuangan :

Pertumbuhan penjualan

Pertumbuhan laba

Pertumbuhan dividen

Tingkat obligasi dan piutang

Peningkatan harga saham

Arus kas
2. Aspek pelanggan :

Market-share & pertumbuhan market-share

Pelayanan kepada pelanggan

Pengiriman tepat waktu
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 2

Kepuasan pelanggan

Pengakuan terhadap merek

Posisi pada pasar yang menguntungkan
3. Proses bisnis internal :

Kualitas produk yang tinggi

Inovasi dalam manufaktur

Produktivitas pemanufakturan yang tinggi

Waktu siklus produksi yang lebih baik

Hasil dan penurunan pemborosan
4. Inovasi dan pembelajaran :

Kompetensi dan integritas manajer

Moral dan budaya perusahaan

Pendidikan dan pelatihan

Inovasi produk baru

Metode manufaktur
Konsekuensinya karena kurangnya informasi stratejik :

Pengambilan keputusan hanya didasarkan pada dugaan dan intuisi.

Kurang jelasnya arah dan tujuan.

Kurangnya persepsi yang menguntungkan perusahaan oleh pelanggan maupun
pemasok.

Kekeliruan dalam keputusan investasi pemilihan produk, pasar atau proses
pemanufakturan yang tidak konsisten dengan tujuan stratejik.

Ketidakmampuan untuk secara efektif mendapatkan pesaing yang dapat
dijadikan sebagai benchmark, dan hal ini menyebabkan kurangnya
pengetahuan tentang strategi kompetitif yang lebih efektif.

Kegagalan untuk mengidentifikasi produk, pelanggan dan pasar yang paling
menguntungkan.
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 3
KERANGKA UNTUK ANALISIS STRATEGI KOMPETITIF
Keunggulan
kompetitif
(competitive
advantage)
merupakan
sekumpulan
keistimewaan yang dimiliki perusahaan, serta produk yang diterima oleh target pasar,
sehingga terbentuk pelanggan yang loyal pada produk/jasa perusahaan.
a. Cost leadership
Cost leadership merupakan strategi kompetitif yang menyebabkan perusahaan
sukses dengan memproduksi produk atau jasa dengan biaya yang paling rendah dalam
industri. Keunggulan biaya dapat diperoleh melalui bahan baku yang murah, skala
operasi yang efisien, desain produk yang aplikatif, biaya overhead yang terkendali.
Keunggulan biaya menempatkan perusahaan dalam posisi biaya yang paling
kompetitif, sehingga dapat mempertahankan tingkat laba yang memadai.
Sumber keunggulan biaya:

Kurva pengalaman (experience curves)

Efisiensi tenaga kerja

Meniadakan atribut produk

Subsidi pemerintah

Desain produk

Rekayasa ulang

Inovasi produk

Metode baru dalam proses produk/jasa
biaya
curve pengalaman
0
waktu
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 4
Kelemahan potensial dari ‘cost leadership’ adalah kecenderungan untuk
memotong biaya yang dapat menjatuhkan permintaan terhadap produk dan jasa,
contohnya dengan menghilangkan model-model penting.
b. Keunggulan diferensiasi
Keunggulan ini dapat dimiliki melalui penyediaan sesuatu yang unik dan berharga
bagi konsumen, biasanya dinyatakan dalam aneka pilihan bagi konsumen (distribusi,
merek, citra, kehandalan produk, kualitas & value).
Kelemahan strategi diferensiasi terletak pada kecenderungan perusahaan untuk
menurunkan biaya atau mengabaikan perlunya memiliki rencana pemasaran yang
agresif dan kontinu, kecenderungan tersebut dapat menjatuhkan kekuatannya.
c.
Keunggulan fokus
Keunggulan ini diperoleh ketika perusahaan memilih target dan melayani secara
efektif satu segmen kecil dari pasar, misalnya melalui jenis pelanggan, lini produk,
geografi. Keunggulan terus dikembangkan melalui ide-ide baru yang menempatkan
perusahaan pada posisi unik, yang berbeda dengan para pesaingnya. Inovasi
merupakan jawaban atas keunikan jasa atau produk yang sulit ditiru oleh pesaing.
Kelemahan utama dari strategi fokus adalah peluang bisa saja tiba-tiba hilang
karena adanya perubahan teknologi dalam industri atau adanya perubahan pada selera
pelanggan.
FAKTOR FAKTOR KEBERHASILAN KRITIS (CRITICAL SUCCESS FACTORS)
Mengindentifikasi strategi kompetitif untuk perusahaan dapat dilakukan melalui tiga
tahap sebagai berikut:
Langkah 1: Analisis strategik melalui SWOT

Kekuatan (strengths)

Kelemahan (weekness)

Peluang (opportunities)

Ancaman (threats)
Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan :

Pengamatan lini produk

Kompetensi dan pengalaman manajemen
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 5

Riset dan pengembangan

Proses manufaktur

Bauran pemasaran

Kehandalan strategi
Mengidentifikasi peluang dan ancaman :

Hambatan untuk masuk

Intensitas persaingan industri

Tekanan produk substitusi

Bargaining power dengan pelanggan

Bargaining power dengan pemasok
Analisis SWOT mengarahkan analisis strategi dengan cara memfokuskan perhatian
pada kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang merupakan hal kritis bagi
perusahaan.
Langkah 2: Mengembangkan ukuran yang relevan dan dapat diandalkan untuk
‘criical success factors’

Aspek keuangan

Aspek pelanggan

Proses bisnis internal

Pembelajaran dan inovasi

Faktor lain
Langkah 3: Mengembangkan sistem informasi biaya strategik

Strategi cost leadership (akuntansi biaya & pengendalian operasional)

Strategi diferensiasi ( pengendalian Manajemen)

Strategi fokus (pengendalian operasional & pengendalian manajemen)
BALANCED SCORECARD
Balanced
scorecard
merupakan
laporan
yang
dikembangkan
untuk
menggabungkan rencana strategik, implementasi strategi yang melibatkan faktor
keberhasilan kritis sebagai pengukur kesuksesan kompetitif. Karena keluasannya dan
perannya yang stratejik, balanced scorecard melibatkan semua faktor keberhasilan
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 6
kritis yaitu : (1) Kinerja Keuangan, (2) Kepuasan Pelanggan, (3) Proses Bisnis Internal,
dan (4) Inovasi dan Pembelajaran.
Balanced Scorecard membantu manajer untuk memfokuskan pada CSFs (Critical
Success Factors) perusahaan dan mengurangi pandangan yang hanya memperhatikan
laba yang seringkali ditemukan dalam laporan akuntansi yang hanya didasarkan pada
hasil keuangan saja. Balanced Scorecard juga memberikan pandangan ke depan jika
CSFs yang bersifat non keuangan, seperti kualitas dan ukuran pelayanan jasa, yang
dicapai memberikan manfaat yang baik di masa yang akan datang.
ANALISIS VALUE-CHAIN
Analisis value chain merupakan alat analisis stratejik yang digunakan untuk
memahami secara lebih baik terhadap keunggulan kompetitif, untuk mengidentifikasi
dimana value pelanggan dapat ditingkatkan atau penurunan biaya, dan untuk
memahami secara lebih baik hubungan perusahaan dengan pemasok/supplier,
pelanggan, dan perusahaan lain dalam industri.
Peningkatan value atau penurunan biaya dapat dicapai dengan cara mencari
prestasi yang lebih baik yang berkaitan dengan supplier, dengan mempermudah
distribusi produk, outsourcing dan dengan cara mengidentifikasi bidang-bidang dimana
perusahaan tidak kompetitif.
Analisis value-chain mempunyai tiga tahapan :
Tahap 1: Mengidentifikasi aktivitas value-chain

Proses desain

Proses manufaktur

Pelayanan kepada pelanggan
Tahap 2: Mengidentifikasi cost-driver pada setiap aktivitas

Menelusuri aktivitas perusahaan yang memiliki keunggulan

Menelusuri biaya yang tidak memberi value

Menyiapkan kebijakan yang memberi value
Tahap 3: Mengembangkan keunggulan yang kompetitif yang memberi value

Mengidentifikasi keunggulan kompetitif
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 7

Mengidentifikasi peluang atas value added

Mengidentifikasi peluang untuk reduce cost
MANAJEMEN BIAYA STRATEJIK DALAM ORGANISASI NON PROFIT
Dalam organisasi non profit, manajemen biaya stratejik memiliki peran yang
berbeda. Balanced scorecard dapat digunakan untuk memonitor dan mengevaluasi
kinerja organisasi pada proses internal kunci (misalnya ukuran efisiensinya adalah
jumlah sampah yang dibuang), ukuran kepuasan pelanggan (dimana pelanggan adalah
masyarakat dan pemimpin politik), ukuran keuangan kunci (misalnya tingkat
kepercayaan, dan saldo dana), dan ukuran sumber daya manusia. Analisis value chain
dapat digunakan untuk menentukan pada titik-titik mana dalam rantai nilai yang dapat
mengurangi biaya atau memberikan nilai tambah (value added). Sebaliknya dalam
perolehan bahan baku atau proses advertensi dan promosi, langkah pertama dalam value
chain untuk pemerintah atau organisasi non profit adalah membuat pernyataan tentang
misi sosial organisasi tersebut, termasuk kebutuhan masyarakat spesifik yang dapat
dilayani. Tahap kedua adalah mengembangkan sumber daya untuk organisasi.
IMPLIKASI ANALISIS STRATEJIK UNTUK MANAJEMEN BIAYA
Kemajuan teknologi dan pertumbuhan pasar global membuat peran manajemen
biaya berubah. Hal ini berarti bahwa manajemen biaya harus menyediakan jenis
informasi yang sesuai yang sebelumnya belum disediakan oleh sistem akuntansi biaya
tradisional.
Pertama, ada kebutuhan akan informasi yang diarahkan pada tujuan stratejik
perusahaan.
Kedua,
usaha
untuk
mempertahankan
keunggulan
kompetitif
membutuhkan rencana jangka panjang. Ketiga, pendekatan stratejik membutuhkan
pemikiran yang integratif yaitu kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan
masalah dari sudut pandang yang bersifat lintas fungsi.
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 8
DAFTAR PUSTAKA
Blocher/Chen/Lin.2000/Manajemen Biaya Edisi Pertama.Salemba Empat:Jakarta.
1022100533 | Analisis Stratejik da Manajemen Biaya Stratejik 9
Download