Modul Kode Etik Psikologi [TM9]

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Kode Etik
Bab 6: Iklan dan pernyataan
publik
Fakultas
Program Studi
Psikologi
Psikologi
Tatap Muka
08
Kode MK
Disusun Oleh
B51611EL
Amy MArdhatillah
Abstract
Kompetensi
Pembahasan mengenai iklan dan
pernyataan publik
Memahami perihal pertanggung
jawaban, keterkaitan dengan pihak lain,
iklan diri yang berlebihan dan hal etis
terkait gelar
Pendahuluan
Modul ini menjelaskan bab enam dari kode etik psikologi Indonesia. Bab ini berisikan
tentang iklan dan pernyataan publik. Modul ini juga menjelaskan pasal 33-36 mengenai
biaya dan layanan psikologi.
Bab enam dari kode etik psikologi Indonesia pasal 28-32 menjelaskan mengenai
berbagai hal mengenai kerahasiaan rekam dan hasil pemeriksaan psikologi yaitu:

Pertanggung jawaban

Keterlibatan pihak lain terkait pernyatan publik

Deskripsi program pendidikan non gelar

Pernyataan melalui media

Iklan diri yang berlebihan
Pasal 28: pertanggung jawaban
Iklan dan Pernyataan publik yang dimaksud dalam pasal ini dapat berhubungan
dengan:
 Jasa
 produk atau publikasi profesional Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi di
bidang psikologi mencakup:
1. iklan yang dibayar atau tidak dibayar
2. brosur, barang cetakan
3. daftar direktori
4. resume pribadi atau curriculum vitae
5. wawancara atau komentar yang dimuat dalam media
6. pernyataan dalam buku
7. hasil seminar, lokakarya
8. pertemuan ilmiah
9. kuliah
10. presentasi lisan di depan publik, dan materi-materi lain yang
diterbitkan.
2016
2
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Dalam hal ini psikolog dan ilmuwan psikologi bertanggung jawab untuk
memberikan pernyataan publik yang benar dan tidak menimbulkan salah tafsir.
Adapun hal hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan iklan dan pernyataan
publik:

Disampaikan dengan bijaksana, jujur, hati hati dan teliti

Mengutamakan kepentingan umum

Berpedoman pada dasar ilmiah
Selain dari itu, seorang psikolog dan ilmuwan psikologi harus menuliskan
gelar atau mencantumkan identitas keahlian pada karya psikologi, dapat juga
mencantumkan sebutan psikolog sesuai dengan sertifikat yang diperoleh.
Seorang psikolog dan ilmuwan psikologi tidak dapat melakukan penipuan
atau memberikan keterangan palsu mengenai:
a) Gelar akademik/ijazah
b) Gelar profesi
c) Pelatihan, pengalaman atau kompetensi yang dimiliki
d) Izin Praktik dan Keahlian
e) Kerjasama institusional atau asosiasi
f) Jasa atau praktik psikologi yang diberikan
g) Konsep dasar ilmiah, atau hasil dan tingkat keberhasilan jasa layanan
h) Biaya
i) Orang-orang atau organisasi dengan siapa bekerjasama
j) Publikasi atau hasil penelitian
2016
3
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pasal 29: Keterlibatan pihak lain terkait pernyataan publik
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait keterlibatan pihak lain dalam
pernyatann publik yaitu:
1. Tanggung jawab utama pada psikolog bukan pada orang lain yang terlibat dalam
pernyataan public
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi yang melibatkan orang atau pihak lain untuk menciptakan atau menempatkan pernyataan publik yang mempromosikan praktek profe-sional,
hasil penelitian atau aktivitas yang ber-sangkutan, tanggung jawab profesional atas
pernyataan tersebut tetap berada di tangan Psikolog dan/ atau Ilmuwan Psikologi.
2. Menjaga terjadinya penipuan oleh pihak lain dan bertanggung jawab untuk
menjelaskan kebenaran apabila terjadinya penipuan oleh pihak lain yang terkait dalam
pernyataan public
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi berusaha mencegah orang atau pihak lain yang dapat
mereka kendalikan, seperti lembaga tempat bekerja, sponsor, penerbit, atau pengelola
media dari membuat pernyataan yang dapat dikategorikan sebagai penipuan berkenaan
dengan jasa layanan psikologi. Bila mengetahui adanya pernyataan yang tergolong
penipuan atau pemalsuan terhadap karya mereka yang dilakukan orang lain, Psikolog
dan/atau Ilmuwan Psikologi berusaha untuk menjelaskan kebenarannya.
3. Tidak memberikan kompensasi bagi orang media sebagai imbalan dari publikasi
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi tidak memberikan kompensasi pada karyawan pers,
baik cetak maupun elektronik atau media komunikasi lainnya sebagai imbalan untuk
publikasi pernyataannya dalam berita.
2016
4
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pasal 30:Deskriptif pekerjaan non gelar
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi bertanggung jawab atas pengumuman, katalog,
brosur atau iklan, seminar atau program non gelar yang dilakukannya. Psikolog dan/ atau
Ilmuwan Psikologi memastikan bahwa hal yang diberitakan tersebut menggambarkan
secara akurat tentang tujuan, ke-mampuan tentang pelatih, instruktur, supervisor dan biaya
yang terkait.
.
Pasal 31: Pernyataan melalui media
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang psikolog dan ilmuwan
psikologi dalam hal memberikan pernyataan kepada media. Adapaun yang termasuk media
dalam hal ini adalah segala bentuk media cetak maupun tidak tidak, on line, radio dan juga
televisi. Berikut hal hal yang perlu diperhatikan:

Konsisten terhadap kode etik.

Berdasar pada pengetahuan/pendidikan profesional, pelatihan, konsep teoritis dan
konsep praktik psikologi yang tepat.

Berdasar pada asas praduga tak bersalah

Telah mempertimbangkan batasan kera-hasiaan sesuai dengan pasal 24 buku kode
etik ini

Pernyataan melalui media terkait dengan bidang psikologi forensik terdapat dalam
pasal 61 buku kode etik ini.
2016
5
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Pasal 32: Iklan diri yang berlebihan
Seorang psikolog dan ilmuwan psikologi hendaklah tidak berlebihan dalam
mengiklankan diri. Kode etik psikologi Indonesia pasal 32 ini menjelaskan, hendaklah setiap
pikolog dan
ilmuwan psikologi bersikap jujur, bijaksana dan tidak berlebihan dalam
mengiklankan diri, karena hal ini dapat menimbulkan salah penafsiran bagi pengguna
pelayanan psikologi atau pun masyarakat luas
Contoh kasus
Seorang psikolog atau ilmuwan psikologi ingin membuka jasa konsultasi dan pelayan
psikologi. Oleh karena itu dia melakukan serangkaian kegiatan marketing dan promosi
terhadap klinik barunya tersebut termasuk iklan tertulis, iklan di radio dan ikut serta dalam
acara acara publik. Dalam kasus ini ada beberapa hal yang harus ia perhatikan yaitu:

Dalam hal mengiklankan diri seorang psikolog hendaklah berkata jujur,bijaksana
tidak mejelekkan rekan se profesi dan dapat mempertanggung jawabkan kebenaran
ucapannya

Apabila ada pihak lain yang terlibat dalam membuat pernyataan publik mengenai
pelayanan psikologi yang ia berikan dalam rangka promosi dirinya hendaklah
seorang psikolog tetap menjadi penanggung jawab utam buka pihak lain yang terkait.
Psikolog juga perlu memastikan tidak adanya penipuan yang dilakukan oleh pihak
ketiga. Serta psikolog juga harus memastikan tidak melakukan kegiatan sogok untuk
membuat orang lain memberikan pernyataan palsu mengenai pelayan psikologi yang
diberikan seorang psikolog dalam rangka promosi dirinya

Seorang psikolog juga hendaklah menjelaskan secara jelas dan terperinci jenis jenis
training yang ia dapatkan diluar gelar psikolog. Kejujuran amat lah penting. Apabila
seorang psikolog memalsukan sertifikat training dalam rangka promosi diri dan
terlihat hebat maka sesungguhnya ia sudah melanggar kode etik psikologi

Dalam rangka promosi diri dan mengiklan kan diri melalui media seorang psikolog
perlu memastikan bahwasanya apa yang disampaikan sesuia dengan kode etik danp
prinsip prinsip yang ada pad kode etik
2016
6
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id

Seorang psikolog hendaklah tidak berlebihan dalam mengiklankan diri karena hal ini
dapat memberikan dampak buruk berupa salah tafsir dari pengguna layanan
psikologi ataupun masyarakat umum
Biaya dan Layanan Psikologi: pasal 33-36
Bab ini menjelaskan mengenai:
1. Penjelasan biaya dan batasan,
2. Rujuka dan biaya,
3. keakuratan data rujukan kepada sumber dana
4. pertukaran /barter.
Pasal 33 membahas tentang biaya dan batasan, adapun poin poin penting yang
dibahas dalam paal ini adalah:
1. Psikolog dan ilmuwan psikologi hendak lah menjelaskan kewajiban dan hal dari
pengguna layanan psikologi, serta menjelaska secara rinci biaya yang dikenakan sesuia
dengan kompetensi dan sesuia dengan standar biaya jasa layanan psikologi.
2. Psikolog dan ilmuwan psikologi berhak mendapatkan bayaran dari jasa pelayan psikologi
yang diberikan.Psikolog dapat mendapatkan bantuan hukum apabila pengguna jasa
psikologi tidak melakukan pembayaran. Penyelesaian masalah sebelum jalur hukum diambil
juga sangat dianjurkan.
3. Psikolog dan ilmuwan psikologi tidak dibenarkan menahan laporan hasil pemeriksaan
psikologi untuk penanganan darurat hanya dikarenakan belum dibayarnya jasa pelayanan
psikologi
4. Psikolog dan ilmuwan psikologi tidak dapat memberikan pelayana psikologi yang
melanggar kode etik dan tidak dapat menerima imbalan untuk pelayanan yang demikian
5. Psikolog dan ilmuwan psikologi dianjurkan untuk memebrikan pelayan sukarela sebagai
wujub pengandian masyarakat, dengan tetap menjujung tinggi profesionalitas.
2016
7
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Rujukan dan Biaya: Pasal 34
Pasal 34 ini menjelaskan tentang rujukan dan biaya. Adapun hal hal yang perlu
diperhatikan adalah:

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi membagi imbalan dengan profesional lain,
atasan atau bawahan, pembayaran terhadap masing-masing harus berdasarkan
layanan yang diberikan dan sudah diatur sebelum pelaksanaan layanan psikologi
dilakukan.
Keakuratan data dan laporan Kepada Pembayar atau Sumber Dana: Pasal 35
Pasal ini menjelaskan kewajiban psikolog dan ilmuwan psikologi untu memastikan ke
akuratan data dan laporan kepada pembayar ataupun sumber dana dari pelayanan jas
psikologi.
Pertukaran: Pasal 36
Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi dapat menerima benda atau imbalan non uang
dari pengguna layanan psikologi sebagai imbalan atas pelayanan psikologi yang diberikan
hanya jika tidak bertentangan dengan kode etik dan pengaturan yang dihasilkan tidak
eksploitatif.
2016
8
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Kesimpulan
Bab ini menjelaskan tentang iklan dan pernyataan publik. Seorang psikolog dan
ilmuwan psikologi perlu bertanggung jawab terhadap segala iklan diri dan pernyataan public
yang ia lakukan, hendaklah melakukannya dengan jujur dan bijaksana. Seorang psikolog
juga perlu memastikan pihak lain yang terlibat dalam iklan dan pernyataan publik yang ia
nyatakan tidak melakuka penipuan. Seorang psikolog juga perlu memastikan iklan diri tidak
terlalu berlebihan dan selalu menjelaskan dengan jujur semua training yang diterima diluar
gelar psokolog nya. Bab ini juga menjelaskan mengenai biaya layanan psikologi, batasan
dan perencanaan dari sumber dana serta membahas rujukan dan biaya serta pasal
diperbolehkan nya system barter atau perturan sebagai imbalan dari jas psikologi selagi
tidak menyebabkan eskpoitasi.
Daftar Pustaka
2016
9
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
American
Psychology
Association
code
of
conduct
retrieved
from
www.apa.org/ethics/code/principles.
http://www.psychwiki.com/wiki/Why_is_it_important_to_follow_APA%27s_Ethical_Principles
Kode Etik Psikologi Indonesia. Juni 2010. http://himps.or.id/
2016
10
Kode Etik Psikologi
Setiawati Intan Savitri S.P, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download