4 sistem hukum di dunia - Materi Kuliah FH Universitas Brawijaya

advertisement
PERBANDINGAN HUKUM PERDATA
4 SISTEM HUKUM DI DUNIA
Oleh :
Diah Pawestri Maharani, SH MH
SISTEM HUKUM ANGLO SAXON/COMMON LAW
Common Law atau Anglo Saxon (Anglo Amerika)
• Sistem hukum Anglo Saxon , “Anglo Amerika”,
sistem “Unwritten Law” (tidak tertulis)
• Berkembang di Inggris pada abad XI
• Sebagian kecil sumbernya tertulis (statuse).
• Sistem hukum ini melandasi pula hukum positif di
negara-negara Amerika Utara  Kanada dan
beberapa negara Asia yang termasuk negaranegara persemakmuran Inggris dan Australia,
selain di Amerika Serikat sendiri.
Sumber Hukum Anglo Saxon
• Sumber hukum Anglo Amerika ialah  “putusanputusan hakim/pengadilan” (Judicial decisions),
kebiasaan-kebiasaan
• Peraturan-peraturan tertulis (undang-undang dan
peraturan administrasi negara) juga diakui 
terbentuknya kebiasaan dan peraturan tertulis itu
berasal dari putusan-putusan dalam pengadilan.
• Sumber-sumber hukum itu (putusan hakim,
kebiasaan, dan peraturan administrasi negara) tidak
tersusun secara sistematis dalam hierarki tertentu
seperti pada sistem hukum Eropa Kontinental.
Peranan Hakim Dalam Sistem Hukum
Anglo Saxon
• Hukum Anglo Saxon  “Peranan” yang diberikan
kepada seorang hakim yang berbeda dengan sistem
hukum Eropa Kontinental. Hakim berfungsi tidak
hanya sebagai pihak yang bertugas menetapkan dan
menafsirkan peraturan-peraturan hukum saja.
Hakim juga berperan besar dalam membentuk
seluruh tata kehidupan masyarakat.
• Hakim mempunyai wewenang yang sangat luas
untuk menafsirkan peraturan hukum yang berlaku.
Selain itu, menciptakan prinsip-prinsip hukum baru
yang akan menjadi pegangan bagi hakim-hakim lain
untuk memutuskan perkara yang sejenis.
Pembagian Hukum Dalam Sistem
Hukum Anglo Saxon
• Terdapat pembagian “Hukum Publik dan Hukum Privat”.
• Pengertian hukum publik hampir sama dengan pengertian yang
diberikan oleh sistem hukum Eropa Kontinental.
• Sedangkan pengertian hukum privat yang diberikan oleh sistem
hukum Anglo Amerika agak berbeda dengan pengertian yang
diberikan oleh sistem hukum Eropa Kontinental. Dalam sistem hukum
Eropa Kontinental “hukum privat lebih dimaksudkan sebagai kaidahkaidah hukum perdata dan hukum dagang yang dicantumkan dalam
kodifikasi kedua hukum itu.” Berbeda dengan itu bagi sistem hukum
Anglo Amerika pengertian “hukum privat lebih ditujukan kepada
kaidah-kaidah hukum tentang hak milik (law of property), hukum
tentang orang (law of persons), hukum perjanjian (law of contract),
dan hukum tentang perbuatan melawan hukum (law of torts).
Seluruhnya tersebar di dalam peraturan-peraturan tertulis, putusanputusan hakim dan hukum kebiasaan.
SISTEM HUKUM CIVIL LAW ATAU
EROPA KONTINENTAL
• Berkembang dinegara Eropa daratan yang sering disebut
sebagai “Civil Law”  berasal dari kodifikasi hukum
yang berlaku di kekaisaran Romawi  Kaisar Justinianus
abad VI sebelum masehi.
• Peraturan-peraturan hukumnya merupakan kumpulan
dari berbagai kaidah hukum yan ada sebelum masa
Justinianus yang kemudian disebut “Corpus Juris Civilis”.
Dalam perkembangannya, prinsip-prinsip hukum yang
terdapat pada Corpus Juris Civilis itu dijadikan dasar
perumusan dan kodifikasi hukum dinegara-negara Eropa
daratan. seperti Jerman, Belanda, Prancis dan Italia juga
Amerika Latin dan Asia termasuk Indonesia pada masa
penjajahan pemerintah Belanda.
Prinsip utama sistem hukum Eropa
Kontinental
• Hukum memperoleh kekuatan mengikat,karena
diwujudkan dalam peraturan-peraturan yang
berbentuk undang-undang yang tersusun secara
sistematik didalam kodifikasi atau kompilasi
tertentu”.
• Prinsip dasar ini dianut mengingat bahwa nilai
utama yang merupakan tujuan hukum adalah
“kepastian hukum”. Kepastian hukum hanya
dapat diwujudkan kalau tindakan-tindakan
hukum manusia dalam pergaulan hidup diatur
dengan peraturan-peraturan hukum yang tertulis.
Peranan Hakim Dalam Sistem Eropa
Kontinental
• Karena tujuan hukum dalam sistem Eropa
Kontinental adalah Kepastian hukum  hakim
tidak dapat leluasa menciptakan hukum yang
mempunyai kekuatan mengikat umum.
• Hakim hanya berfungsi “menetapkan dan
menafsirkan peraturan-peraturan dalam batasbatas wewenangnya”.
• Putusan seorang hakim dalam suatu perkara
hanya mengikat para pihak yang berperkara saja
(doktrins Res Ajudicata).
Sumber Hukum Dalam Sistem Civil Law
Yang menjadi sumber hukum di dalam sistem
hukum Eropa Kontinental adalah “undangundang” yang dibentuk oleh pemegang kekuasaan
legislatif dan eksekutif
“Kebiasaan-kebiasaan” yang hidup dan diterima
sebagai hukum oleh masyarakat selama tidak
bertentangan dengan undang-undang.
Penggolongan Hukum Dalam Sistem
Hukum Eropa Kontinental
• Berdasarkan sumber-sumber hukum itu, maka
sistem
hukum
Eropa
Kontinental
penggolongannya ada dua yaitu penggolongan
ke dalam bidang “hukum publik” dan “hukum
privat”. Hukum publik mencakup peraturanperaturan hukum yang mengatur kekuasaan
dan wewenang penguasa /negara serta
hubungan-hubungan antara masyarakat dan
negara.
Prinsip dalam Sistem Hukum Eropa
Kontinental
• Prinsip utama yang menjadi dasar system
hukum Eropa Kontinental itu ialah “hukum
memperoleh kekuatan mengikat, karena
diwujudkan dalam peraturan-peraturan yang
berbentuk undang-undang yang tersusun
secara sistematik didalam kodifikasi atau
kompilasi tertentu”. Prinsip dasar ini dianut
mengingat bahwa nilai utama yang
merupakan tujuan hukum adalah “kepastian
hukum.
SISTEM HUKUM SOSIALIST
• Sistem hukum sosialis adalah hukum dari negara-negara
yang pemerintahannya secara resmi memandang negara
tersebut sebagai sosialis atau bergerak dari kapitalisme
menuju sosialisme dan menganggap sebuah masyarakat
komunistik sebagai tujuan puncaknya.
• Hukum oleh pemerintahnya digunakan sebagai sarana dalam
merencanakan dan mengorganiasikan struktur ekonomi dan
social tersebut , dan ia hanya sekedar bagian dari struktur
idiologis yang berfungsi untuk mengawasi
• Seluruh cita hukum berkaitan dengan negara dan karena itu
merupakan sarana dengan mana mereka yang mengawasi
alat-alat produksi tetap mengawasi mereka yang dicabut hak
miliknya. Dengan berpindahnya pemilikan alat-alat produksi
ketangan masyarakat, individu akan dilibatkan, seperti halnya
negara dan hukum, yang dibenarkan hanya oleh kebutuhan
dengan paksaan
Kelompok Dalam Sistem Hukum Sosialist
Kelompok Negara yang mempergunakan system
hukum sosialis adalah dibagi menjadi 2 kelompok
yaitu :
• Yurisdiksi sosialis
yang lebih tua , seperti
Polandia, Bulgaria, Hungaria, Cekoslowakia,
Romania, Albania, RRC, Korea Utara, Vietnam,
Mongolia dan Kuba ;
• Kelompok
Hukum
Sosialis
yang
baru
adalah Kamboja, Laos, Muzambik, Angola,
Somalia, Ethiopia, Ghana.
•
SISTEM HUKUM ISLAM
• Sistem hukum ini semula dianut oleh masyarakat Arab
sebagai awal dari timbulnya dan penyebaran agama
Islam. Kemudian berkembang ke negara-negara lain di
Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika secara individual atau
kelompok. Sementara itu untuk beberapa negara di
Afrika dan Asia perkembangannya sesuai dengan
pembentukan negara yang berasaskan ajaran Islam.
Bagi negara Indonesia, walaupun mayoritas warga
negaranya beragama Islam, pengaruh agama itu tidak
besar dalam bernegara. Hal itu karena asas
pembentukan negara bukanlah menganut ajaran Islam.
Sumber Hukum dalam Hukum Islam
1.
Al-quran, yaitu kitab suci dari kaum Muslimin yang diwahyukan oleh
Allah kepada Nabi Muhammad Rasul Allah, dengan perantaraan
Jibril.
2.
Sunnah nabi, ialah cara hidup dari Nabi Muhammad atau ceritacerita (hadis) mengenai Nabi Muhammad.
3.
Ijma’ ialah kesepakatan para ulama besar tentang suatu hal dalam
cara bekerja (berorganisasi).
4.
Qiyas, ialah analogi dalam mencari sebanyak mungkin persamaan
antara dua kejadian. Cara ini dapat dijelmakan melalui metode ilmu
hukum berdasarkan deduksi. Hal itu dilakukan dengan menciptakan
atau menarik suatu garis hukum baru dari garis hukum lama dengan
maksud memberlakukan yang baru itu kepada suatu keadaan karena
persamaan yang ada di dalamnya.
Berdasarkan sumber-sumber hukumnya, sistem hukum Islam dalam
“Hukum Fiqh” terdiri dari dua hukum pokok:
1.
Hukum rohaniah, lazim disebut “ibadat”, yaitu cara-cara
menjalankan upacara tentang kebaktian terhadap Allah, seperti shalat,
puasa, zakat, dan menjalankan haji. Kelima kegiatan menjalankan
upacara kebaktian kepada Allah itu lazim disebut “Al-Arkanul Islam AlHamzah”.
2.
Hukum duniawi, terdiri dari:
a. Muamalat, yaitu tata tertib hukum dan peraturan mengenai
hubungan antar manusiadalam bidang jual-beli, sewa-menyew,
perburuhan, hukum tanah,hukum perikatan, hak milik, hak
kebendaan dan hubungan ekonomi pada umumnya;
b. Nikah, yaitu perkawinan dalam arti membentuk sebuah keluarga
yang terdiri dari syarat-syarat dan rukun-rukun-nya, hak dan
kewajiban, dasar-dasar perkawinan monogami dan akibat-akibat
hukum perkawinan:
c. Jinayat, yaitu hukum pidana yang meliputi ancaman hukuman
terhadap hukum Allah dan tindak pidana kejahatan.
Dalam perkembangan hukum Islam, lahir cabang hukum
lain-nya. Hukum itu meliputi sebagai berikut:
• Aqdiyah, ialah peraturan hukum pengadilan, meliputi
kesopanan hakim, saksi, beberapa hak peradilan, dan
cara-cara memerdekakan budak belian (kalau masih
ada).
• Al-Khilafah, ialah mengatur mengenai kehidupan
bernegara, meliputi bentuk negara dan dasar-dasar
pemerintahan, hak dan kewajiban warga negara,
kepemimpinan, dan pandangan Islam terhadap
pemeluk agama lain.
Download