etika bisnis - UIGM | Login Student

advertisement
ETIKA BISNIS
BAHAN AJAR 9
Hukum Bisnis
Pengertian Hukum
“ Hukum sebagai suatu perangkat kaidah dan asas-asas yang
mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, mencakup
pula lembaga (institutions) dan proses (processes) yang
diperlukan untuk mewujudkan hukum itu dalam
kenyataan.(Prof. DR.Mochtar Kusumaatmadja ,S.H, LLM.)
2
Pengertian Bisnis
 Keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan
secara teratur dan terus-manerus, yaitu berupa kegiatan mengadakan
barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitasuntuk
diperjualbelikan, dipertukarkan,atau disewakan dengan tujuan
mendapatkan keuntungan.
Dalam upaya memperoleh keuntungan/laba tersebut , tentu perlu
adanya rambu-rambu pengontrol, agar tidak menghalalkan segala cara
demi mencapai tujuan bisnis tersebut, maka diperlukan hukum

3
Macam-Macam Sistem Hukum
1.
Sistem Hukum Eropa Kontinental

Menurut sistem Eropa Kontinental,hukum memperoleh
kekuatan mengikat karena diwujudkan dalam peraturanperaturan yang berbentuk undang-undang dan tersusun
secara sistematik di dalam kodifikasi atau kompilasi
tertentu. Hukum adalah undang-undang.

Tujuan dari sistem hukum ini adalah untuk menjamin
kepastian hukum (diatur oleh peraturan tertulis)

Penerapan sistem hukum kontinental sangat
berpangaruh di Indoneseia, yg.menerapkan/berlakunya
aliran/paham positivisme.
Sistem Hukum Anglo Saxon (Anglo Amerika)
2.




Sumber hukumnya merupakan putusan hakim/
pengadilan (Judisial Decisions)
Kebiasaan-kebiasaan dan peraturan tertulis undangundang dan peraturan administrasi negara diakui
yang pada umumnya bersumber dari putusan
pengadilan
Hakim mempunyai wewenang yang sangat luas
untuk menafsirkan peraturan hukum yang berlaku.
Sering disebut sebagai Case Law
3.
4.
Sistem Hukum Adat

Bersumber pada peraturan hukum tidak tertulis yang
tumbuh berkembang dan dipertahankan dengan
kesadaran hukum masyarakatnya.

Merupakan pencerminan kehidupan masyarakat (contoh:
Hukum Agraria)
Sistem Hukum Islam ( H.Waris)
Kaidah/Norma Dalam Kehidupan Bermasyarakat




Kaidah Agama
Kaidah Kesusilaan
Kaidah Kesopanan
Kaidah Hukum
7
Pengertian Hukum Bisnis

Seperangkat kaidah-kaidah hukum yang diadakan untuk
mengatur serta menyelesaikan persoalan-persoalan yang timbul
dalam aktivitas antar manusia khususnya dalam bidang
perdagangan.

Serangkaian peraturan yang berkaitan secara langsung maupun
tidak langsung dengan urusan-urusan perusahaan dalam
menjalankan roda perekonomian.
8

Hukum sebagai salah satu sarana/alat pengawasan (social
control) yang efektif untuk mengendalikan praktek bisnis
yang tidak sehat. Sebab hukum menetapkan secara tegas apa
yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan, serta
bentuknya yang tertulis memberi rasa aman bagi para pelaku
bisnis, karena apabila terjadi pelanggaran sanksinya jelas.

Bisnis tidak bisa lepas dari faktor hukum, tetapi hukum saja
belum cukup untuk mengatur bisnis, dalam hal ini pula
didukung faktor lain seperti etika. Bahkan pada taraf
normatif, etika mendahului hukum. Mematuhi hukum dalam
bisnis adalah suatu keharusan.
9


Etika bisnis mendasari terbentuknya hukum (substantif)
bukan sebaliknya hukum yg. Membentuk etika bisnis.
Etika sebagai bagian/cabang dari filsafat (umum) yang
mempelajari tentang tingkah laku manusia mengenai baik
dan buruknya dalam kehidupan bermasyarakat.
Filsafat hukum mempelajari tentang hakekat hukum, juga
merupakan cabang filsafat (khusus). Keduanya(etika dan
filsafat) pada dasarnya sama-sama membahas mengenai
aturan tingkah laku manusia dalam kehidupan
masyarakat dan dipraktekkan dalam kehidupan
bermasyarakat.
10



Etika berkaitan dengan tentang apa yang benar dan apa yg.
salah, sedangkan hukum cenderung dapat ditafsirkan sebagai
masalah legal atau ilegal.
Tidak semua etika diatur secara penuh oleh hukum, karena
etika terus berkembang dalam kehidupan masyarakat yang
mencerminkan pemikiran etis masyarakat dalam membangun
etika bisnis, sedangkan hukum bersifat terbatas.
Namun demikian hukum harus dapat mengkodifikasikan
harapan dari etika(bisnis), meskipun disadari bahwa tidak
semua harapan etika tersebut dapat dipenuhi seluruhnya oleh
hukum.
11


Pembangunan kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari
perumusan kembali etika dasar (yang disepakati oleh semua
pihak) yang digunakan sebagai norma perilaku sebelum
aturan/norma perilaku dibuat dan dilaksanakan. Norma/aturan
etika bisnis tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk
hukum. Dalam hal ini stika dapat dipandang sebagai state of
the art hukum yaitu merupakan pedoman perilaku yang
ditafsirkan kedalam hukum sebagai pedoman/peraturan
dikemudian hari.
Pada dasarnya norma bersifat dinamis,begitu dituangkan
dalam hukum sifat dinamisnya menjadi berkurang dan
bahkan mungkin statis.
12
PEMAHAMAN BIDANG HUKUM
Pemahaman bidang hukum penting bagi seorang pengusaha
(enterpreneur), antara lain :

Keberadaan hukum atau undang-undang yang berhubungan
dengan usahanya atau kegiatan bisnis.

Hak dan kewajiban yang ditimbulkan oleh keberadaan hukum
atau undang-undang yang bersangkutan.

Sanksi-sanksi yang akan terjadi terhadap pelanggaran hukum
yang bersangkutan.

Manfaat keberadaan hukum tersebut sebagai pertimbangan
bagi pengusaha dan pihak-pihak lain yang terkait.
13
LANDASAN HUKUM BISNIS
Landasan Idiel
: PANCASILA
Landasan Konstitusional : UUD 1945  Pasal 33, Pasal 26 ayat 2
Ketentuan hukum lainnya :

Hukum Perdata (KUH Perdata, KUH dagang)

Hukum Pidana

UU Perpajakan dan Peraturan Pelaksanaanya

UU Perseroan Terbatas (UU No. 1/1995)

UU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999

UU Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999)

Hukum dagang

Hukum Ketenagakerjaan dan Peraturan pelaksanaanya

UU HAKI : UU No. 14/2001 tentang paten
UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek
UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta

UU tentang Rahasua Dagang (UU No. 30/2000)

UU Kepailitan dan Peniadaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. 37/2004)

UU Perkoperasian (UU No. 25/1992)

UU Tindak Pidana PencucianUtang (UU No. 15/2002 dan UU No. 25/2003)

Peraturan Daerah
14
Tujuan dan Fungsi Hukum
Apa yang hendak dicapai oleh hukum ?
- Ketertiban
- Keadilan
- Kepastian

Fungsi Hukum : Sebagai alat/ sarana dalam mencapai tujuan hukum.
Sarana menciptakan ;
- Ketertiban
- Keadilan
- Kepastian
Sarana mengubah perilaku masyarakat :” Hukum sebagai sarana
pembaharuan masyarakat “

15
PENTINGNYA PENEGAKAN HUKUM DALAM KEGIATAN
BISNIS
Penegakan Hukum bahkan menjadi prasyarat bagi terciptanya pembangunan
ekonomi/bisnis.
Cara mengetahui dan menerapkan hukum :
- Mematuhi hukum dalam bisnis adalah keharusan
- Hukum adalah rambu-rambu dan merupakan alat pengawasan agar dapat
mencegah praktik bisnis tidak sehat yang bisa merugikan pihak-pihak yang
terkait dalam bisnis tersebut.
Fungsi Hukum :
a. Social Control
Dalam hal ini hukum untuk menjaga agar masyarakat ada dalam pola-pola
tingkah laku yang telah diterima oleh masyarakat.
b. Social Engeneering
Dalam hal ini hukum sebagai alat untuk melakukan perubahan dan
pembaharuan masyarakat , melalui peraturan perundang-undangan.
16
Kegiatan bisnis tidak lepas dari faktor hukum dan rambu-rambu hukum selain ramburambu etika bisnis. Perlunya pemahaman hukum agar terlindung dari praktek bisnis
Curang.
1.
Sadar bahwa Indonesia adalah negara hukum dan di mata hukum manusia itu sama,
artinya tidak ada pengecualian.
2.
Memperhatikan pemberitaan media masa tentang RUU, pembahasan di DPR dengan
pihak-pihak yang berkepentingan, hingga disahkan sebagai UU yang ditandatangani
oleh Presiden dan dimasukan dalam lembaran negara.
3.
UU yang sudah disahkan saja tidak cukup. Dalam pelaksanaanya akan diikuti dengan
dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) sebagai petunjuk teknis pelaksanaannya,
kemudian apabila menyangkut hal-hal detil dan teknis akan diikuti dengan
dikeluarkannya Keputusan Menteri (kepmen) .
4.
Mengetahui beberapa UU yang berhubungan dengan masalah bisnis, misalnya dengan
cara membaca buku-buku, majalah, atau koran yang memaparkan UU atau Peraturanperaturan pemerintah pusat dan daerah
5.
Apabila tersangkut perkara yang menyangkut masalah hukum baik perdata maupun
pidana, untuk menghadapi jalannya perkara sejak pengaduan, pemeriksaan, sampai
dengan ke pengadilan, sebaiknya memanfaatkan jasa pengacara atau Lembaga
Bantuan Hukum (LBH), agar kita tidak dirugikan karena keterbatasan pengetahuan
17
kita tentang hukum, jalur-jalur hukum, proses hukum, dan sebagainya.
6.
7.
8.
9.
10.
Jangan mencoba-coba untuk mengelabui atau melanggar hukum baik
sengaja atau tidak disengaja dengan sebab ketidktahuan kita, karena
hukum harus tetap dilaksanakan atau diterapkan beserta sanksisanksinya.
Dalam menerapkan usaha harus mengetahui syarat-syarat hukum yang
menjadi landasan usaha tersebut beserta persyaratan yang terkait.
Hati-hatilah dalam membuat perjanjian atau kontrak dengan pihak lain.
Jangan sampai kita dirugikan atau kena jebakan yang secara hukum
adalah sah sifatnya tetapi secara faktual sangat merugikan kita, atau
membuat perjanjian yang akan melanggar hukum. Mintalah nasehat atau
saran dari penasehat hukum dan dari yang sudah berpengalaman.
Menjadi anggota asosiasi dagang atau perusahaan sejenis yang banyak
manfaatnya bagi perlindungan dan kemajuan usaha.
Misalnya Inkindo, Gapensi, Akli, Asephi, dan sebagainya.
Baca dan simaklah kasus-kasus hukum aktual yang meliputi pelanggaran
hukum oleh pengusaha, perselisihan hukum di antara pengusaha yang
dimuat di surat kabar, majalah, buku, dan lain-lain, agar kita bisa
mengambil pelajaran dan manfaat dari kasus-kasus tersebut.
18
WASSALAM
TERIMA KASIH
19
Download