Geopolitik (Wawasan Nasional)

advertisement
MODUL PERKULIAHAN / MODUL BAB-8
KEWARGANEGARAAN
Geopolitik
(Wawasan Nasional)
Fakultas
Program Studi
Fikom, dll
Penyiaran, dll
On-Line
10
Kode MK
Disusun Oleh
90003
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Abstract
Kompetensi
Penjelasan dalam materi ini akan
membahas tentang geopolitik atau
wawasan nasional atau wawasan
nusantara, latar belakang, kedudukan
serta
implementasinya
dalam
kehidupan politik, ekonomi, sosial dan
pertahanan keamanan.
Mahasiswa
diharapkan
dapat
memahami
serta
menumbuhkan
semangat dan jiwa nasionalisme
terhadap bangsa dan negara Indonesia
ini, serta dapat memberikan kontribusi
dalam memberikan wawasan atau
pandangan terhadap masa depan
bangsa dengan senantiasa selalu
mengikuti perkembangan yang ada.
Geopolitik (Wawasan Nasional)
Dosen : Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
A. Pengertian Geopolitik
B
anyak kasus yang terjadi akhir-akhir ini yang mengancam persatuan dan
kesatuan bangsa. Masih ingat kasus yang masih hangat, yaitu kasus Tor-Tor /
klaim Malaysia terhadap budaya atau tari Mandailing, dan kasus lama kita juga
masih ingat bagaimana Pulau Sipadan dan Ligitan akhirnya lepas dari wilayah Republik
Indonesia, setelah permasalahan tersebut dibawa ke Mahkamah Internasional. Kasus
kedua adalah perselisihan Indonesia dan Malaysia terkait dengan sengketa Pulau
Ambalat. Sengketa ini membuat ketegangan diplomatic, militer, partisipasi masyarakat
dalam bentuk demonstrasi dan lainnya. Kasus Aceh dan Papua, saat ini belum selesai
secara tuntas, dan potensi perpecahan di NKRI masih terjadi. Mengapa demikian?
Jawaban
dari
permaslahan
ini
adalah
peningkatan
pemahaman
dan
implementasi tentang negara dan kedaulatannya. Dalam mengakkan kedaulatan negara
kita harus mengerahkan semua potensi, dari politik, ekonomi, sosial budaya, dan
pertahanan. Upaya desentralisasi, pemerataan ekonomi, pemberlakuan hukum adat,
dan partisipasi warga negara dalam pertahanan merupakan upaya mempertahankan
negara dan kedaulatannya.
Pada topic “negara dan kedaulatan atau geopolitik” dibahas hal-hal yang
berkaitan dengan dasar-dasar terbentuknya suatu negara, berdirinya negara kesatuan
Republik Indonesia, dan hal-hal penting yang harus kita tegakkan, dimana kita semua
berperan aktif didalamnya, agar keberadaan negara tercinta ini dapat dipertahankan,
bahkan dapat menyamakan dirinya dengan negara-negara besar dan negara maju
didunia.
Kata Geopolitik berasal dari kata geo dan politik. “Geo” berarti bumi, dan “politik”
berasal dari bahasa Yunani politeie, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri,
(yaitu, negara) dan teia, berarti urusan. Sementara dalam bahasa Inggris, politics adalah
suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara, dan alat yang digunakan untuk mencapai
cita-cita atau tujuan tertentu. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics
mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan
suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara, dan alat yang digunakan untuk
mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki.
Untuk dapat mempertahankan negara, kita sebagai bangsa harus mempunyai
kesatuan cara pandang yang dikenal sebagai Wawasan Nasional. Konsep Wawasan
Nasional setiap bangsa berbeda. Hal ini berkaitan dengan profil dari bangsa, sejarah,
2015
2
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pandangan hidup, ideology, budaya, politik, dan geografi. Kedua unsur pokok, yaitu profil
bangsa dan kondisi geografi sebuah bangsa inilah yang harus diperhatikan dalam
membuat konsep geopolitik bangsa dan negara. Konsep Geopolitik ini memainkan peran
yang sangat penting dalam pembinaan kerja sama dan penyelesaian konflik antarnegara
yang mungkin muncul dalam proses pencapaian tujuan
Geopolitik atau wawasan nasional Indonesia dinamakan Wawasan Nusantara.
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai
dirinya yang bhineka, dan lingkungan yang geografinya yang berwujud negara
kepulauan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. wawasan Nusantara ini dijiwai
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dan tetap menghargai serta
menghormati kebhinekaan dalam setiap aspek kehidpan nasional untuk mencapai tujuan
nasional.
B. Latar Belakang Wawasan Nusantara
D
alam menentukan, membina dan mengembangkan Wawasan Nasionalnya,
bangsa Indonesia menggali dan mengembangkannya dari kondisi nyata
yang terdapat di lingkungan Indonesia sendiri. Wawasan Nasional
Indonesia dibentuk dan dijiwai oleh pemahaman kekuasaan bangsa Indonesia yang
berlandaskan falsafah Pancasila dan oleh pandangan geopolitik Indonesia yang
berlandaskan pemikiran kewilayahan dan kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu,
pembahasan latar belakang filosofis sebagai pemikiran dasar pengembangan Wawasan
Nasional Indonesia ditinjau dari :
1) Falsafah Pancasila
Nilai-nilai Pancasila mendasari pengembangan Wawasan Nasional, antara lain
member kesempatan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing,
sebagai wujud nyata penerapan HAM. Mengedepankan kepentingan masyarakat
yang lebih luas harus lebih diutamakan, tanpa mematikan kepentingan golongan.
Pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan bersama diusahakan melalui
musyawarah. Kemakmuran yang hendak dicapai oleh masing-masing warganya
tidak merugikan orang lain. Sikap tersebut mewarnai Wawasan Nasional yang dianut
dan dikembangkan bangsa Indonesia.
2) Aspek Kewilayahan Nusantara
Kondisi objektif geografi Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, memiliki
karekteristik yang berbeda dengan negara lain. Pengaruh geografi merupakan suatu
fenomena yang mutlak diperhitungkan karena mengandung beraneka ragam
kekayaan alam (baik didalam maupun diatas permukaan bumi) dan jumlah penduduk
yang besar. Dengan demikian, secara kontekstual kondisi geografi Indonesia
2015
3
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengandung keunggulan sekaligus kelemahan atau kerawanan. Kondisi ini perlu
diperhitungkan dan dicermati dalam perumusan geopolitik Indonesia.
3) Aspek Sosial Budaya
Menurut ahli antropologi, tidak mungkin ada masyarakat kalau tidak ada
kebudayaan, dan sebaliknya. Kebudayaan hanya mungkin ada didalam masyarakat.
Indonesia terdiri atas ratusan suku bangsa yang masing-masing memiliki adat
istiadat, bahasa, agama, dan kepercayaan. Oleh karena itu, tata kehidupan nasional
yang berhubungan dengan interaksi antar golongan masyarakat mengandung
potensi konflik yang besar, terlebih lagi kesadaran nasional masyarakat masih
relative rendah dan jumlah masyarakat yang terdidik relative terbatas.
4) Aspek Historis.
Perjuangan suatu bangsa dalam meraih cita-cita pada umumnya tumbuh dan
berkembang dari latar belakang sejarahnya. Dengan semangat kebangsaan yang
menghasilkan proklamasi 17 Agustus 1945 dimana Indonesia mulai merdeka, maka
semangat ini harus tetap dipertahankan dengan semangat persatuan yang esensinya
adalah mempertahankan persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan
Indonesia. Wilayah negara kesatuan Republik Indonesia merupakan wawasan
nasional Indonesia diwarnai oleh pengalaman sejarah yang tidak menghendaki
terulangnya perpecahan dalam lingkungan bangsa dan negara Indonesia.
C. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan
1. Kedudukan Wawasan Nusantara
a. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional Bangsa Indonesia merupakan
ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi
penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita
dan tujuan nasional. Dengan demikian, wawasan nusantara menjadi landasan
visional dalam menyelenggarakan kehidupan nasional.
b. Wawasan nusantara dalam paradigm nasional dapat dilihat dari spesifikasinya sebagai
berikut :
1)
Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa, dan dasar negara; berkedudukan sebagai
landasan idiil.
2)
UUD
1945
sebagai
landasan
konstitusi
negara;
berkedudukan
sebagai
landasankonstitusional.
3)
Wawasan Nusantara sebagai visi nasional; berkedudukan sebagai landasan
konsepsional.
4)
Ketahanan Nasional sebagai konsepsi nasional; berkedudukan sebagai landasan
konsepsional.
2015
4
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
5)
GBHN sebagai politik dan strategi nasional atau sebagai kebijaksanaan nasional;
berkedudukan sebagai landasan operasional.
2. Fungsi Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta ramburambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan
perbuatan bagi penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi
seluruh Rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara.
3. Tujuan Wawasan Nusantara
Wawasan nusantara bertujuan mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala
aspek kehidupan rakyat Indonesia dalam segala bidang kehidupan. Demi
tercapainya tujuan nasional tersebut merupakan pancaran dari makin meningkatnya
rasa, pemahaman, dan semangat kebangsaan dalam jiwa Bangsa Indonesia sebagai
hasil pemahaman dan penghayatan Wawasan Nusantara.
D. Kedudukan (Status) Wawasan Nusantara
K
edudukan (status) Wawasan Nusantara yang tersebut diatas adalah posisi,
cara pandang, sikap, dan perilaku bangsa Indonesia mengenai dirinya yang
memiliki beragam suku bangsa agama, bahasa, dan kondisi lingkungan
geografis yang berwujud Negara kepulauan, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Posisi bangsa Indonesia yang berada pada kondisi lingkungan geografis yang
berwujud negara kepulauan, terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua
samudra (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia) yang mana dapat memberi keuntungan
dan juga kerugian.
Keuntungan yang diperoleh kondisi di atas sebagai negara Indonesia adalah :
1.
Menjadi jalur lalu lintas perdagangan Internasional
2.
Meningkatkan penerimaan pajak
3.
Memudahakan Indonesia berinteraksi dengan negara lain
4.
Mempercepata perkembangan teknologi informasi dan komunkasi
5.
Mempercepat proses akselerasi, budaya asing khususnya yang sesuai dengan nilai
luhur budaya Indonesia.
6.
Membuka peluang bagi peran Indonesia dalam penyelesaian konflik politik yang
terjadi di antara negara tetangga
Sedangkan kerugian yang diterima oleh negara dan bangsa Indonesia adalah :
1.
2015
Terganggunya ketertiban dan keamanan nasional
5
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2.
Terjadinya pencurian ikan
3.
Terjadinya peropak atas kapal laut yang melewati jalur dagang
Wawasan Nasional dan Ketahanan Nasional bagi bagsa Indonesia merupakan doktrin
dasar dalam pengaturan kehidupan nasional dalam arti bahwa terjadinya terwujudnya
kehidupan bangsa dan negara yang
tertib, teratur, damai, dan sejaterah perlu
memahami dan menjalankan cara pandang wawasan nusantara dan ketahanan nasional
dalam kehidupan individu dan masyarakat bangsa dan negara.
Secara hierarki system kehidupan nasional Indonesia, posisi atau status nusantara
menempati urutan ketiga dalam UUD 1945 yaitu ;
1.
Pancasila sebagai filsafat, ideology bangsa dan dasar Negara
2.
UUD 1945 sebagai konstitusi negara
3.
Wawasan Nusantra sebagai geopolitik bangsa Indonesia
4.
Ketahanan Naional sebagai geogstrategi bagsa dan negara indonesia
5.
Politik dan strategi nasional sebagai kebijaksanaan dasar nasional dalam
pembangunan nasional
E. Bentuk Wawasan Nusantara
Bentuk wawasan nusantara meliputi :
1. Wawasan Nusantara sebagai landasan konsepsi Ketahanan Nasional.
Bentuk ini mempunyai arti bahwa wawasan nusantara dipandang sebagai konsepsi
politik ketenegaraan dalam uapaya mewujudkan tujuan nasional. Hal ini disadari
bahwa ketahanan nasional merupakaan geostrategik nasional untuk mencapai
sasaran-sasaran yang telah ditegaskan dalam wawasan nusantara. Untuk itu,
ketahanan nasional pperlu dibina, dipelihara, dan ditingkatkan dengan berpedoman
pada wawasan nusantara.
2. Wawasan Nusantar sebagai Wawasan Pembagunan Nasional menurut UUD 1945
Konsep ini mewajibkan MPR membuat GBHN (sekarang RJPM-ed). GBHN dan
RJPM merupakan wawasan pembagunan nasional adalah wujud dari wawasan
nusantara yang bersumber pada Pancasila dan berdasakan pada UUD 1945.
Wawasan nusantra di sini mengutamakan persatuan dan kesatuan bagsa serta
kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara mencakup :
2015
a.
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik.
b.
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi.
c.
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial dan budaya.
6
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
d.
Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan dan
keamanan.
3.
Wawasan Nusantara sebagai pertahanan dan keamanan negara.
Artinya wawasan nusantara adalah pandangan geopolitik Indonesia dalam
mengartikan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan yang meliputi seluruh
wilayah dan segenap kekuatan negara. Sedangkan kesatauan Hankamneg
mengadung arti bahwa ancaman terhadap sebagian wilayah, dimanapun pada
hakikatnya merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.
4.
Wawasan Nusantara sebagai Wawasan Kewilyahan.
Sebagai faktor eksisitensi suatu negara, wilayah nasional perlu ditentukan batasbatsnya agar tidak terjadi sengketa dengan negara tetangga. Mengenai batas
negara. UUD 1945 tidak menjelaskan secara jelas tentang batas negara, melaikan
menyebutkan “seluruh tumpah darah indonesia” (Pembukaaan UUD 1945) dan Pasal
18 UUD 1945 menyebutkan “pembagian daerah indonesia atas daerah besar dan
kecil”. Namun demikian, mengenai batas negara RI dan tantanganya dapat diketahui
dalam uraian sebagai berikut :
a. Risalah sidang BPUPKI
Didalam risalah siding BPUPKI tanggal 29 mei- 1 juni 1945 tentang masalah
wilayah negara RI dapat dicatat dari pendapat Dr.Supomo, SH dan Muh. Yamin
pada tanggal 31 mei serta Ir.Soekarno pada tanggal 1 juni 1945.
Supomo menyatakan sebagi berikut :
Tentang syarat mutlak lain-lainya pertama tentang daerah, mufakat saya dengan
pendapat yang mengatakan bahwa : pada dasarnya Indonesia yang meliputi
batas Hindia Belanda….” (Setneg RI, tt. 25)
Muh. Yamin menyatakan sebagai berikut :
“Bahwa nusantara meliputi Sumatra, jawa, Madura, Sunda kecil, Borneo, Selebas,
Maluku-Ambon dan semenanjung Malaya, Timor dan Papua. Daerah Kedaulatan
negara RI ialad daerah delapan yang menjadi wilayah pusaka Bangsa Indonesia”
(Setneg RI, tt. 49)
Soekarno menyatakan dalam pidatonya, sebagai berikut :
“… orang dan tempat tidak dapat dipisahkan. Tidak dapat dipisahkan rakyat dari
bumi yang ada dibawah kakinya. … Tempat itu yaitu tanah air. Tanah air itu
adalah satu kesatuan. Allah SWT membuat peta dunia, menyusun peta dunia.
Kalau kita melihat peta dunia, kita dapat menunjukkan dimana “kesatuankesatuan” itu. Seorang anak kecilpun, jikalau ia melihat dunia, ia dapat
menunjukkan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan…” (Setneg
RI, tt. 66). Mengapa batas negara tidak masuk dalam UUD 1945? Menurut ketua
2015
7
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
PPKI, Ir. Soekarno, bahwa dalam UUD modern, daerah (wilayah) tidak masuk
dalam UUD (Setneg RI, tt. 347).
b. Ordonantie (UU Belanda) tahun 1939
Yang disahkan pada tanggal 26 Agustus 1939 dimuat dalam staatblad No.422
tahun 1939, tentang “Territoriale Zee en Maritieme Kriengen Ordonantie”.
Dalam ketentuan ordonantie ini, penentuan lebar laut wilayah sepanjang 3 mil
laut dengan cara menarik garis pangkal berdasarkan garis air pasang surut,
dikenal juga dengan countour pulau/darat. Ketentuan ini membuat Indonesia
bukan sebagai Negara kesatuan, karena pada setiap wilayah laut terdapat laut
bebas yang berada diluar wilayah yurisdiski nasional. Dengan demikian, secara
hukum dalam kantong-kantong laut nasional, tidak berlaku hukum nasional.
c. Deklarasi Juanda, 13 Desember 1957
Perdana Menteri Ir. Juanda, mengeluarkan pengumuman Pemerintah RI tentang
wilayah perairan negara RI yang dikenal dengan “Deklarasi Juanda” yang pada
hakikatnya Deklarasi Juanda adalah perubahan terhadap ketentuan ordonansi
pada lembaran Negara (staatblad) No.422 tahun 1939, sebagai berikut :
1) Cara penarikan batas laut wilayah tidak lagi didasarkan pada garis pasang
surut (low water line), tetapi pada system penarikan garis lurus (straight base
line) yamg diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung yang terluar
dari pulau-pulau atau bagian pulau yang termasuk ke dalam wilayah Negara
RI (point to the point theory).
2) Penentuan lebar laut wilayah dari 3 mil laut menjadi 12 mil laut. Deklarasi ini
pada hakikatnya adalah menerapkan asas archipelago atau asas nusantara.
Didalam deklarasi ini terkandung kepentingan dan tujuan bangsa Indonesia,
yaitu keutuhan wilayah Negara di lautan.
3) Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sebagai rezim Hukum Internasional. Pada
tanggal
21
Maret
1980,
Pemerintah
Indonesia
telah
mengeluarkan
pengumuman tentang ZEE selebar 200 mil yang diukur dari garis pangkal
wilayah laut Indonesia. Karena pengumuman tersebut, sampai saat ini telah
ada lebih kurang 90 negara yamg telah mengeluarkan pernyataan pengakuan
tentang ZEE ataupun zona perikanan yang lebarnya 200 mil tersebut.
Kenyataan ini menunjukkan praktik negara yang konsisten sehingga ada
ataupun tidak konvensi mengenai hukum laut yang baru, Zona Ekonomi
Eksklusif telah menjadi bagian dari hukum internasional kebiasaan. Dengan
adanya ZEE ini, sumber daya hayati maupun sumber alam lainnya yang ada
dipermukaan laut, dasar laut, dan bawah laut menjadi hak eksklusif negara
2015
8
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
RI. Artinya, semua kegiatan ekplorasi, eksploitasi, serta penelitian di ZEE
harus mendapat izin dari pemerintah Indonesia.
Dengan adanya Deklarasi Juanda, secara yuridis formal negara kita menjadi utuh
dan tidak terpecah lagi. Hal ini menimbulkan reaksi beberapa negara yang
beragam dan dapat dikategorikan menjadi empat macam (Kusumaatmadja, 2002:
26) :
a.
Negara ASEAN termasuk Australia dan kini Timor Leste.
b.
Negara yang berkepentingan terhadap usaha perikanan laut.
c.
Negara maritim yang memiliki armada angkutan niaga besar.
d.
Negara maritim besar, terutama negara adidaya dalam rangka mencapai
global strategi.
Pandangan para pemikir geopolitik (Wawasan Nusantara) dapat dikemukakan
sebagai berikut :
1. Frederich Ratzel (1844-1904) dengan Teori Ruang
Intinya Ia menyatakan Negara sebagai makhluk hidup yang makin sempurna dan
membutuhkan ruang hidup yang makin meluas karena kebutuhan. Dalam teorinya
bahwa “bangsa yang berbudaya tinggi akan membutuhkan sumber daya manusia
yang tinggi dan akhirnya mendesak wilayah bangsa yang primitif” Pendapat ini
dipertegas oleh Rudolf Kjellen (1864-1922) dengan Teori Kekuatan yang
mengatakan bahwa “Negara adalah satuan politik yang menyeluruh serta sebagai
satuan
biologis
yang
memiliki
intelektualitas.”
Dengan kekuatannya
mampu
mengeksploitasi negara “primitif” agar negaranya dapat berswasembada. Beberapa
pemikir sering menyebutnya sebagai Darwinisme Sosial.
2. Karl Haushofer (1869-1946) dengan Teori Pan Region
Ia berpendapat bahwa pada hakikatnya dunia dapat dibagi dalam 4 kawasan benua
(pan region) dan dipimpin oleh Negara unggul. Teori ruang dan teori kekuatan
merupakan hasil penelitiannya, serta dikenal juga sebagai teori pan regional. Isi teori
pan regional antara lain :
a. Lebensraum (ruang hidup) yang “cukup”
b. Autarki (swasembada)
c. Dunia dibagi empat Pan Region yaitu : Pan Amerika, Pan Asia Timur, Pan Rusia
India, dan Pan Eropa Afrika.
2015
9
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Sir Halford Mackinder (1861-1947) dengan Teori Daerah Jantung (Heartland).
Teorinya adalah :
a. Who rules East Europe commands the Heartland
b. Who rule the Heartland commands the world Island
c. Who rules the world Island commands the world
4. Sir Walter Raleigh (1554-1618) dan Alfred T. Mahan (1840-1914) dengan Teori
Kekuatan Maritim. Kedua pemikir teori tersebut mengatakan :
a. Sir W. Raleigh mengatakan, “Siapa yang menguasai laut akan menguasai
perdagangan dunia dan akhirnya akan menguasai dunia.”
b. Alfred T. Mahan mengatakan, “Laut untuk kehidupan, SDA banyak terdapat dilaut,
oleh karena harus dibangun armada laut yang kuat untuk menjaganya. “ Dia juga
mengatakan bahwa perlu juga memerhatikan masalah akses kelaut dan jumlah
penduduk karena factor ini juga memungkinkan kemampuan industry untuk
kemandirian suatu bangsa dan negara.
5. Giulio Douhet (1869-1930) dan William Mitchel (1879-1936) dengan Teori Kekuatan
di Udara mengatakan, “Kekuatan udara mampu beroperasi hingga garis belakang
lawan serta kemenangan akhir ditentukan oleh kekuatan udara.”
6. Nicholas J. Spykman (1893-19430 dengan Teori Daerah Batas (Rimland Theory).
Menurutnya “Penguasaan daerah jantung harus memiliki akses kelaut dan
hendaknya menguasai pantai sepanjang Eursia.” Dalam teorinya tersirat :
a. Dunia terbagi empat, yaitu daerah jantung (heartland), bulan sabit dalam
(rimland), bulan sabit luar, dan dunia baru (benua Amerika).
b. Menggunakan kombinasi kekuatan darat, laut, dan udara untuk menguasai
dunia.
c. Daerah Bulam Sabit Dalam (Rimland) akan lebih besar pengaruhnya dalam
percaturan politik dunia daripada daerah jantung.
d. Wilayah Amerika yang paling ideal dan menjadi negara kuat.
e. Bangsa Indonesia.
Wawasan bangsa Indonesia tersirat melalui UUD 1945, antara lain :
1. Ruang hidup bangsa terbatas diakui Internasional
2. Setiap bangsa sama derajatnya, berkewajiban menjaga perdamaian dunia.
3. Kekuatan bangsa untuk mempertahankan eksistensi dan kemakmuran rakyat.
Sebagai kesimpulan bahwa Teori Geopolitik menjadi doktrin dasar bagi terbentuknya
negara nasional yang kuat dan tangguh. Sebagai doktrin dasar, ada empat unsur yang
perlu diperhatikan, yaitu :
2015
10
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
1. Konsepsi ruang, merupakan aktualisasi dari pemikiran negara sebagai organisasi
hidup.
2. Konsepsi frontier, merupakan konsekuensi dari kebutuhan dan lingkungan.
3. Konsepsi politik kekuatan, menjelaskan tentang kehidupan bernegara.
4. Konsepsi
keamanan
negara
dan
bangsa,
kemudian
melahirkan
konsepsi
geostrategic.
F. Wadah Wawasan Nusantara
Wadah meliputi tiga unsur :
1. Batas Ruang Lingkup
Bidang ini telah dibahas dalam asas kepulauan (archipelago), di mana Wawasan
Nusantara mempunyai bentuk wujud sebagai :
a. Nusantara
b. Manunggal dan utuh menyeluruh
1) Nusantara
Dalam bentuk wujud nusantara, maka batas-batas negara ditentukan oleh
lautan yang didalamnya pulau-pulau serta gugusan kepulauan yang saling
berhubungan, tidak dipisahkan oleh air, baik yang berupa laut maupun selat.
2) Manunggal
Seperti telah diuraikan diatas, tampak jelas sifat dan ciri pokok, yaitu sebagai
kesatuan dan persatuan (manunggal) seperti :
-
Wilayah Indonesia terdiri atas beribu-ribu pulayu besar maupun kecil dan
dipisahkan serta dihubungkan oleh lautan, pulau, dan selat, harus dijaga
dan diusahakan tetap menjadi satu kebulatan wilayah nasional dengan
segala isi dan kekayaannya. Selain kebulatan wilayah, harus juga
merupakan kesatuan wilayah, wadah, ruang lingkup, matra, seluruh
bangsa, serta menjadi modal milik bersama bangsa.
-
Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku bangsa, berbicara
dalam berbagai macam bahasa daerah, dan meyakini berbagai macam
agama
serta
kepercayaan.
Oleh
karena
itu,
harus
diusahakan
terwujudnya satu kesatuan bangsa yang bulat.
2. Tata Susunan Pokok/Inti Organisasi
Sumber inti organisasi ialah Undang-undang Dasar (UUD) 1945, yang menyangkut :
a. Bentuk dan kedaulatan Bab I Pasal (1):
1) Negara Indonesia ialaha negara kesatuan yang berbentuk republik.
2) Kedaulatan ada di tangan rakyat, dan dilaksanakan menurut UUD
2015
11
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
b. Kekuasaan pemerintah negara, Bab III Pasal (4) dan (5), Presiden Republik
Indonesia memegang kekuasaan pemerintah menurut Undang-Undang Dasar
1945.
c. Sistem pemerintahan yang ditegaskan dalam Undang-undang Dasar 1945 ialah :
1) Indonesia ialah negara yang berdasarkan atas hukum dan tidak berdasarkan
atas kekuasaan belaka.
2) Pemerintahan berdasarkan atas sistem konstitusi dan tidak berdasarkan
absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas)
3. Tata Susunan Pelengkap/Kelengkapan Organisasi
Tata kelengkapan organisasi, antara lain :
a. Aparatur Negara
Arapatur negara harus mampu mendorong, menggerakan, serta mengarahkan
usaha-usaha
pembangunan
ke
sasaran
yang
telah
ditetapkan,
untuk
kepentingan rakyat banyak.
b. Kesadaran Politi Masyarakat dan Kesadaran Bernegara
Kunci lain dalam pemantapan stabilitas politik juga terletak pada kesadaran
politik seluruh masyarakat, setiap orang, partai politik, organisasi masyarakat,
organisasi profesi/fungsional, juga seluruh tubuh pemerintahan.
c. Pers
Pers yang sehat dalam arti pers yang bebas bertanggung jawab, jujur, dan efektif
dengan tulisan-tulisan yang memberikan penjelasan-penjelasan yang jujur,
dedikatif, dan bertanggung jawab.
G. Isi Wawasan Nusantara
Isi wawasan nusantara terdiri atas tiga unsur, yaitu :
1. Tujuan
Tujuan yang terkandung dalam Wawasan Nusantara adalah seperti yang
dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945, yaitu:
“..….untuk membentuk suatu Pemerintahan Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan
sosial….”
Segenap
aspek
kehidupan
nasional
Indonesia
juga
selalu
menganut
dimanunggalkan secara serasi dan berimbang, sesuai dengan makna negara
Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan ciri asasi dari falsafah negara Pancasila.
2015
12
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Sifat dan Ciri-ciri
Wawasan nusantara mempunyai ciri-ciri atau sifat :
a. Manunggal
Keserasian dan keseimbangan yang dinamis dalam segenap aspek kehidupan,
baik alamiah maupun sosial. Segenap aspek kehidupan sosial tersebt selalu
menuntut untuk dimanunggalkan secara serasi dan berimbang, sesuai dengan
makna sesanti Bhineka Tunggal Ika yang merupakan sifat asasi dari negara
Pancasila.
b. Utuh Menyeluruh
Utuh menyeluruh bagi nusantara dan rakyat Indonesia sehingga merupakan satu
kesatuan yang utuh bulat dan tidak dapat dipecah-pecah oleh kesatuan apa pun
dan bagaimanapun, sesuai dengan Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa.
3. Cara Kerja
Cara kerja dalam wawasan nusantara berpedoman pada Pancasila sebagai
kebulatan pandangan hidup bangsa Indonesia. Kristalisasi kepribadian, berwujud
tata pergaulan dalam kehidupan yang dicita-citakan bersama serta asas kenegaraan
menurut UUD 1945, bahwa dalam pandangan hidup bangsa Indonesia, yaitu
Pancasila, telah terkandung pula cita-cita, asas-asas, serta nilai-nilai filosofis.
H. Tata Laku Wawasan Nusantara
Mengenai tata laku dapat dirinci dalam dua unsur, yaitu tata laku batiniah dan tata laku
lahiriah. Tata laku batiniah tumbuh dan terbentuk karena kondisi dalam proses
pertumbuhan hidupnya, pengaruh keyakinan pada suatu agama/kepercayaan termasuk
tuntuan budi pekerti, seperti pengaruh kondisi kekuasaan yang memungkinkan
berlangsungnya kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Wawasan nusantara dalam wujud dan wadahnya, merupakan kesatuan :
1. Isi Republik Indonesia berupa falsafah Pancasila dan UUD 1945
2. Wadah Republik Indonesia berupa nusantara, yang manakala diisi atau diberi “isi”
menampakkan wujud dan wadahnya sebagai wawasan nusantara.
3. Tata laku Republik Indonesia berupa UUD 1945 yang bila dilaksanakan dan
diterapkan berdasarkan Wawasan Nusantara, akan menghasilkan Ketahanan
Nasional Indonesia.
I.
Implementasi Wawasan Nusantara
Implementasi wawasan nusantara dimaksudkan menerapkan atau melaksanakan
wawasan nusantara dalam kehidupan sehari-hari secara nasional yang mencakup
2015
13
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
kehidupan politik, ekonomi, sosial dan budaya, serta pertahanan nasional. Dalam
mengimplementasikan wawasan nusantara, maka pemikiran, sikap, dan tindak tanduk
warga
negara Indonesia
harus
bercermin
pada
wawasan
nusantara
dengan
mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.
1. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Politik
Penerapan wawasan nusantara dalam kehidupan politik dapat diartikan bahwa seluruh
kehidupan, ketatanegaraan, baik menyangkut dasar dan sistem pemerintahan
Indonesia, harus mengutamakan persatuan dan kesatuan serta wilayah Indonesia.
Untuk mengimplementasikan wawasan nusantara beberapa hal berikut harus
diperhatikan :
a. Pelaksanaan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU
Partai Politik, UU Pemilihan Umum, UU Pemilihan Presiden, UU Susunan dan
Kedudukan MPR, DPR DPD, DPRD I dan DPRD II, serta pelaksanaannya harus
sesuai hukum dan mementingkan kepentingan persatuan bangsa. Pemilihan
presiden, anggota DPR, dan kepala daerah, disamping menjalankan prinsip
demokratis dan mungkin menyebabkan kekecewaan dan kekurangadilan dalam
praktik, tidak diperbolehkan sampai menghancurkan persatuan dan kesatuan
bangsa. Demokrasi politik harus diiringi dengan prinsip kedewasaan, yaitu siap
menang, siap kalah, dan melakukan kompromi.
b.
Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus
berdasarkan hukum yang berlaku. Implementasi dari adanya satu hukum, bahwa
seluruh Indonesia harus mempunyai dasar hukum yang sama bagi setiap warga
negara, dan tidak ada prinsip pengecualian. Di Indonesia terdapat banyak produk
hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten, semua keputusan
dalam bentuk peraturan daerah (perda) tersebut tidak boleh bertentangan dengan
hukum yang berlaku di tingkat nasional, namun dapat mengakomodasi
kepentingan daerah atau hukum.
c.
Mengembangkan hak asasi manusia dan sikap pluralisme untuk mempersatukan
berbagai suku,agama, dan bahasa yang berbeda-beda. Dengan mengembangkan
hak asasi dan pluralisme akan menumbuhkan rasa toleransi, sikap menghargai
terhadap perbedaan sehingga kesatuan bangsa lebih mudah dipelihara.
d.
Memperkuat komitmen politik terhadap partai politik dan lembaga pemerintahan
untuk meningkatkan semangat kebangsaan, dan pertahanan untuk menjaga
kesatuan bangsa yang terdiri atas pulau-pulau.
e. Meningkatkan peran Indonesia dalam kancah internasional dan memperkuat korps
diplomatik untuk mempertahankan posisi dan kedaulatan wilayah Indonesia dari
2015
14
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
upaya pencaplokan wilayah Indonesia terutama pulau-pulau terluar dan pulau
kosong.
2. Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Ekonomi
Implementasi dalam kehidupan ekonomi dimaksudkan sebagai upaya pemanfaatan
dan pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia
dalam rangka peningkatan pendapatan ekonomi dan harus memerhatikan asas
manfaat, keadilan, efisiensi, sesuai kebutuhan, dan menjaga kelestarian alam
sehingga umur ekonomi dapat diperpanjang untuk generasi mendatang, sehingga
eksistensi negara Indonesia pada saat ini adalah masa mendatang akan terjamin.
Untuk mengimplementasikan wawasan nusantara beberapa hal berikut harus
diperhatikan :
a.
Wilayah Nusantara merupakan potensi ekonomi yang tinggi. Beberapa potensi
tersebut adalah: (1) posisi di khatulistiwa memungkinkan matahari muncul setiap
hari dan dengan tanah yang subur menjadikan potensi pertanian yang besar; (2)
luas wilayah laut dengan diakuinya ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif), menjadikan
Indonesia mempunyai pantai terpanjang di dunia dan merupakan potensi bagi
pengembangan industri kelautan; (3) Indonesia mempunyai luas hutan tropis yang
cukup besar untuk potensi industri kehutanan; (4) Indonesia mempunyai hasil
tambang dan minyak yang relative besar; dan (5) Indonesia mempunyai jumlah
penduduk yang besar, sehingga menjadi potensi tenaga kerja dan pasar
sekaligus. Melihat potensi yang besar, maka pembangunan ekonomi harus
berdasarkan kondisi alam di Indonesia, oleh sebab itu fokus pada sektor dan
industri pertanian menjadi dasar yang kuat bagi pembangunan ekonomi
Indonesia.
b.
Pembangunan ekonomi harus memerhatikan keadilan dan keseimbangan
antardaerah. Kepincangan ekonomi akan menyebabkan adanya disintegrasi
bangsa, oleh sebab itu adanya otonomi daerah merupakan salah satu jawaban
dalam upaya menciptakan keadilan ekonomi. Otonomi daerah harus didukung
terus dan dilakukan perbaikan berkelanjutan. Selain itu, untuk menciptakan
keadilan, alokasi dana umum (DAU) dan dana perimbangan pemerintah pusat dan
daerah harus tetap dijalankan dengan transparan untuk menciptakan keadilan,
karena ada daerah yang kaya dengan sumber daya alam dan ada yang miskin
sumber daya alam.
c.
Pembangunan ekonomi harus dirancang dengan melibatkan partisipasi rakyat,
dan karenanya pengembangan usaha kecil dan menengah yang jumlahnya
2015
15
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
sangat besar perlu didorong dan diberikan fasilitas seperti kredit mikro, dan
peraturan pelatihan serta peluang pasar.
3. Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Sosial
Implementasi dalam kehidupan sosial dimkasudkan sebagai penerapan budaya yang
berupa adat istiadat dan tata cara, serta unsur sosial seperti lembaga
kemasyarakatan dan lapisan masyarakat yang jumlahnya sangat banyak di
Indonesia sehingga dapat memperkokoh persatuan & kesatuan bangsa. Untuk
mengimplementasikan wawasan nusantara, beberapa hal berikut harus diperhatikan:
a.
Mengembangkan perikehidupan bangsa yang serasi antara masyarakat yang
berbeda, baik budaya maupun status sosial, dan daerah dengan tingkat
kemajuan yang sama, merata, dan seimbang dengan kemajuan bangsa. Hal ini
dapat dilakukan dengan pemerataan pendidikan, sehingga tingkat pengetahuan
antar daerah sama, program wajib belajar harus berjalan dan diprioritaskan bagi
daerah yang masih tertinggal. Selain program wajib belajar, program pertukaran
anggota
masyarakat
dan
siswa
perlu
dilakukan
untuk
menciptakan
keseimbangan antar daerah.
b.
Pembangunan bidang sosial harus berorientasi pada pengembangan budaya
Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak sekali budaya karena factor suku dan
daerah yang banyak. Budaya ini menjadi kekayaan Indonesia dan harus
dilestarikan. Program pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar
budaya harus diperhatikan dan ditingkatkan untuk mengembangkan kebudayaan
Indonesia dan dapat dijadikan kegiatan pariwisata sebagai sumber pendapatan
nasional dan daerah.:
4. Implementasi Wawasan Nusantara Dalam Kehidupan Pertahanan & Keamanan
Implementasi dalam kehidupan pertahanan dan keamanan dimaksudkan untuk
melaksanakan kegiatan dalam pertahanan dan keamanan baik matra darat, laut, dan
udara dengan memperhatikan partisipasi aktif dari masyarakat dalam rangkan
menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Untuk mengimplementasikan
wawasan nusantara, beberapa hal berikut harus diperhatikan :
a.
Kegiatan
pembangunan
pertahanan
dan keamanan
harus
memberikan
kesempatan kepada setiap warga negara untuk berperan aktif. Kegiatan
mempertahankan negara merupakan kewajiban setiap warga negara. Oleh
sebab itu, peran warga negara perlu ditingkatkan, seperti memelihara lingkungan
tempat tinggal, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang
2015
16
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengganggu
keamanan
kepada
aparat,
dan
bahkan
kegiatan
belajar
kemiliteran.
b.
Membangun rasa persatuan, sehingga ancaman suatu daerah atau pulau juga
menjadi ancaman bagi daerah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan
membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda
daerah dengan kekuatan keamanan. Program seperti mengikut sertakan siswa
dan mahasiswa serta masyarakat dalam kegiatan operasional TNI dari satu
daerah dengan daerah lain dapat memupuk rasa persatuan.
c.
Membangun TNI yang profesional serta menyediakan sarana dan prasarana
yang memadai bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia terutama pulau
dan wilayah terluar Indonesia.
------oOo------
Daftar Pustaka

Buku Kewarganegaraan Universitas Mercubuana Jakarta

Media On-Line (Internet)

UUD 1945
2015
17
Kewarganegaraan
Efan Setiadi, S.Kom, SH, MH
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download