siaran pers

advertisement
SIARAN PERS
Pusat Hubungan Masyarakat
Gd. I Lt. 2, Jl. M.I Ridwan Rais No. 5, Jakarta 10110
Telp: 021-3860371/Fax: 021-3508711
www.kemendag.go.id
Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC di Kazan, Rusia:
Mendorong Agenda APEC di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Dunia
Jakarta, 1 Juni 2012 – Para Menteri Perdagangan forum kerja sama Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC) dari 21 ekonomi di kawasan Asia-Pasifik kembali akan menggelar pertemuan
tahunannya pada 4-5 Juni 2012 di Kota Kazan, Rusia. Delegasi Indonesia pada pertemuan para
Menteri ini akan dipimpin oleh Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi.
Pertemuan para Menteri telah didahului dengan serangkaian pertemuan di tingkat working group
sejak 20 Mei 2012 yang selanjutnya dirangkum dalam pertemuan Committee on Trade and
Investment dan Economic Committee untuk dilaporkan kepada Senior Official Meeting.
Dengan tema “Innovate to Grow, Integrate to Prosper”, para Menteri Perdagangan akan
membahas beberapa isu strategis guna terus mendorong peningkatan kerja sama perdagangan
dan investasi di kawasan ini. Isu dimaksud antara lain adalah dukungan terhadap WTO, integrasi
ekonomi regional, pengembangan konektivitas dan inovasi, penyederhanaan regulasi, serta
pertumbuhan yang berkelanjutan atau sustainable growth.
“Di tengah situasi perekonomian dunia yang kurang menggembirakan ini, APEC akan menghadapi
ujian apakah kerj asama di antara 21 ekonomi Asia-Pasifik ini kredibel di mata para pemangku
kepentingannya dan dapat mengambil peran kunci untuk mempertahankan tingkat perdagangan
regional pada saat pasar dunia terus mengalami kontraksi,” ungkap Wamendag.
Seperti pada pertemuan serupa sebelumnya, Direktur Jenderal World Trade Organization (WTO),
Pascal Lamy, akan hadir dan berdiskusi dengan para Menteri APEC mengenai perkembangan
ekonomi dan perdagangan terakhir. Meskipun telah dimaklumi bahwa Perundingan Putaran Doha
belum dapat diselesaikan dalam waktu dekat ini, sekurangnya para Menteri dan Dirjen WTO akan
membahas pelaksanaan komitmen anggota WTO untuk tidak menerapkan kebijakan proteksionis
terutama di saat dunia menghadapi kemungkinan krisis ekonomi sebagai dampak krisis hutang di
zona Euro.
Isu lain yang akan menjadi perhatian para Menteri APEC adalah fasilitasi perdagangan dan
investasi, ketahanan pangan dan energi dari aspek perdagangan dan investasi, reformasi
struktural (termasuk reformasi peraturan), dan pertumbuhan berbasis inovasi yang bertumpu
pada pengembangan sumber daya manusia.
“Sukses APEC selama ini terutama adalah dalam hal fasilitasi perdagangan dan investasi,
sementara program liberalisasi lebih bersifat voluntary dan tidak mengikat secara hukum sesuai
dengan prinsip dasar APEC itu sendiri. Oleh karena itu, pembahasan mengenai daftar
‘environmental goods’ untuk diliberalisasikan tarifnya menjadi maksimum 5% pada 2015 sesuai
arahan para Pemimpin APEC di Honolulu tahun lalu, dan tetap akan ditempatkan dalam kerangka
‘voluntarisme’ APEC,” tambah Wamendag Bayu Krisnamurthi.
Lebih lanjut, Wamendag mengatakan bahwa Indonesia harus dapat memetik manfaat dari kerja
sama APEC ini terutama dari aspek fasilitasi dan proses pembelajaran international best practices.
Tahun 2011, ekspor Indonesia ke ekonomi-ekonomi APEC mencapai USD 149,89 miliar atau 73,6%
dari total ekspor Indonesia. Adapun pertumbuhan ekspor Indonesia pada kuartal pertama tahun
2012 mencapai 6,69% (y-o-y). Sedangkan pertumbuhan ekspor Indonesia ke ekonomi-ekonomi
APEC dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 sebesar 14%.
Disamping itu, sebagai forum kerja sama regional yang menganut prinsip sukarela dan mengakui
adanya perbedaan tingkat pembangunan para anggotanya, APEC dapat dipandang sebagai forum
mini-dialog antara Utara dan Selatan untuk saling memahami aspirasi dan tantangan berbeda
yang dihadapi oleh para anggotanya. Dalam konteks ini, Wamendag menggarisbawahi bahwa
program kerja sama ekonomi dan teknik serta ‘capacity building’ dalam APEC perlu mendapatkan
penekanan baru, lebih-lebih di tengah ancaman krisis keuangan dunia saat ini yang menuntut
APEC untuk dapat berperan mengimbanginya.
Sekilas Mengenai APEC
Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) terbentuk pada tahun 1989. Dalam proses
perkembangannya, keanggotaan APEC mencakup 21 ekonomi, yakni Amerika Serikat, Australia,
Brunei Darussalam, Kanada, Chile, Filipina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea Selatan,
Malaysia, Meksiko, Peru, Papua New Guinea, Rusia, Republik Rakyat Tiongkok, Selandia Baru,
Singapura, Thailand, Taiwan, dan Viet Nam.
Pada 2012, Rusia menjadi tuan rumah pertemuan APEC. Oleh sebab itu, pertemuan Ministers
Responsible for Trade (MRT) kali ini diselenggarakan di Kazan, Rusia. Kazan adalah salah satu kota
terbesar di Rusia, yang juga merupakan pusat industri, perdagangan, budaya, dan ibukota
Republik Tatarstan, Rusia. Kazan adalah kota dengan penganut Islam terbesar di Rusia.
Tahun 2013 Indonesia akan menjadi tuan rumah APEC, setelah 19 tahun menjadi tuan rumah
pada 1994 yang menghasilkan Bogor Goals 2010/2020. Partisipasi Indonesia dalam pertemuan
para Menteri Perdagangan APEC di Kazan-Rusia ini akan dimanfaatkan untuk menggali isu yang
mungkin perlu menjadi fokus semasa keketuaan Indonesia di APEC tahun depan.
--selesai-Informasi lebih lanjut hubungi:
Frank Kandou
Kepala Pusat Humas
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3860371/021-3508711
Email: [email protected]
Edward
Direktur Kerja Sama APEC dan Organisasi
Internasional Lainnya
Ditjen Kerja Sama Perdagangan Internasional
Kementerian Perdagangan
Telp/Fax: 021-3523459/021-3858195
E-mail: [email protected]
2
Download