Untitled - Psalm 21 Church

advertisement
authorized by
Copyright 2017.
Markus Tonny Hidayat
Yakobus Edy Susanto
Roy prabandaru
published in:
www.psalm21.org
Makmur Sepekan
Senin, 30 Januari 2017
T1
Shuttle Car
Apa yang anda dapatkan dalam renungan MS hari ini?
Di perusahaan tempat saya bekerja
mempunyai tempat pendidikan modern yang
bentuknya seperti kampus universitas. Ada aula,
ruang belajar, kantin, tempat menginap, fasilitas olah
raga dan lainnya. Jarak antar tempat cukup lumayan jauh untuk jalan kaki karena kawasannya
cukup luas. Ditempat tersebut disediakan shuttle car yang menggunakan tenaga listrik.
Untuk beberapa jam pemakaian, mobil tersebut harus di”charge” ke listrik selama
1-2 jam. Selain tidak berisik, mobil tersebut juga cukup kencang lajunya. Saya sendiri bertanya
kepada rekan-rekan bagaimana kalau mobil tersebut dipakai untuk lintas Jawa, bagaimana
sumber listriknya? Mereka kebingungan menjawabnya. Sambil tertawa saya menjawab,”Bikin
saja power bank yang gede, terus digandeng dibelakangnya. Tinggal dicolok saja kalau
dayanya habis.”
Keluar dari pemikiran seperti ini, jika peralatan elektronik saja harus di “charge”,
kehidupan manusia juga harus di “charge” juga oleh Tuhan.
Firman Tuhan dalam Mazmur 28:7 berkata, “TUHAN adalah kekuatanku dan
perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan
nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya,“ dan Mazmur 31:10 (31-11), “Sebab hidupku habis
dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot karena
sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.“ Juga Mazmur 147:5, “Besarlah Tuhan kita
dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.”
Kehidupan juga harus tetap diisi tiap hari dengan kebenaran Firman Tuhan.
Masalah dan tantangan menguras energi kita dan kita memerlukan sumber kekuatan yaitu
dari Tuhan. Sambungkan selalu hidup kita padaNya, ikatkan dalam keintiman, gantungkan
harapan, serahkan dan sandarkan kekuatan kepadaNya serta jadilah penuh.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang kehidupannya selalu di “charge” kembali oleh Tuhan,
lewat doa , pujian, penyembahan dan renungan firman.
Sahabat, pastikan kita adalah orang yang kehidupannya selalu di “charge” kembali oleh
Tuhan, lewat doa , pujian, penyembahan dan renungan firman. Bagikan kebenaran ini kepada
setiap orang.
Di Charge Kembali
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 3
Makmur Sepekan
Selasa, 31 Januari 2017
T1
Satu Untuk Selamanya
Apa yang harus kita lakukan untuk mengalami
anugrahNya yang kekal?
Ada jam tangan yang dijamin dapat
bekerja selamanya. Mesin didalamnya dapat
bekerja dengan menggunakan gerakan tangan
atau kinetik. Ada juga yang menggunakan tenaga matahari. Pertanyaannya
apakah benar-benar dapat “hidup” selamanya? Tidak mungkin, bukan?
Keluar dari pemikiran seperti ini, segala sesuatu yang didunia ini tidak
ada yang abadi.
Firman Tuhan dalam Amsal 10:25 berkata, “Bila taufan melanda,
lenyaplah orang fasik, tetapi orang benar adalah alas yang abadi,” dan Amsal
27:24 “Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun?”
Juga Ibrani 5:8-9, “Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat
dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia
menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,”
Tidak ada yang abadi, kecuali yang satu ini, pengorbanan Tuhan Yesus di
atas kayu salib yang merupakan anugerah kekal. Keselamatan itu diberikan secara
tuntas dan berlaku selamanya apabila kita dibawah ketundukan kepadaNya dan
berjalan dalam kebenaran FirmanNya. Satu untuk selamanya.
T2
Bayangkan Anda adalah orang yang selalu tunduk kepada-Nya dan berjalan
dalam kebenaran firman-Nya.
T3
Sahabat, jadilah orang percaya yang selalu tunduk kepada-Nya dan berjalan
dalam kebenaran firman-Nya. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Tidak Ada Yang Abadi,
Kecuali Anugrah Allah
4 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Rabu, 01 Februari 2017
T1
Saatku Menyembah RohMu Bekerja
Apa yang akan kita alami, jika meresponi
panggilan-Nya?
Sebab ketika diundi, sebagaimana
lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas,
dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait
Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan
sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan. Maka tampaklah kepada
Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran
ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata
kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet,
isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau
menamai dia Yohanes.
Keluar dari pemikiran seperti ini, menaati panggilan merupakan kepercayaan
terhadap kasih-Nya, sebagai pujian dan penyembahan bagi kemuliaan-Nya, Roh
Kudus bekerja menyatakan janji-Nya.
Firman Tuhan dalam Roma 8:28 berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah
turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang
mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
Tuhan bekerja dalam segala aspek kehidupan bagi mereka yang percaya
dan berbalik dari jalannya yang jahat, sikap seperti itu merupakan ketaatan meresponi
panggilanNya sebagai bagian dari ibadah. Karena itu, memuji dan menyembah bukan
sekedar bernyanyi atau bersujud, melainkan percaya dan mentaati firman-Nya dalam
segala aspek kehidupan, terutama membawa berita keselamatan bagi jiwa-jiwa yang
terhilang.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang tetap percaya, meresponi dan mentaati
firman-Nya dalam segala aspek kehidupan.
Sahabat, jadilah orang percaya yang tetap percaya, meresponi dan mentaati firmanNya dalam segala aspek kehidupan. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Beribadah Sama Dengan Menaati Firman-Nya
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 5
Makmur Sepekan
Kamis, 02 Februari 2017
T1
Musim Dingin & Panas
Apa yang anda peroleh dalam renungan MS hari ini?
Apa yang akan Anda lakukan ketika Anda
merayakan suatu peristiwa yang indah dalam hidup
ini? Saya yakin, Anda akan memberikan yang terbaik
bagi sesama Anda. Di mana-mana kita menyaksikan
kreasi-kreasi menarik untuk Perayaan Sin Cia tahun ini. Ada baleho di sejumlah tempat
yang memasang ucapan selamat merayakan Sin Cia. Gong Xi Fat Cai. Selamat Tahun
Baru. Atau sejumlah iklan di surat kabar dengan ucapan serupa. Musim semi telah tiba.
Masyarakat Tionghoa beralih dari musim dingin yang menggerogoti tubuh ke musim semi
yang penuh warna-warni bunga-bunga.
Pada musim dingin, yang tampak hanya warna putih dari salju yang turun di
sejumlah daerah di China. Sedangkan pada musin semi, manusia bisa melepaskan diri
dari keterkungkungan berupa pakaian yang tebal. Kini matahari bersinar terik. Tak perlu
lagi menutup diri dengan pakaian yang tebal dan berlapis-lapis. Bunga-bunga bersemi
menampilkan keindahannya. Karena itu, warna merah biasanya mendominasi hiasanhiasan pada Perayaan Sin Cia.
Keluar dari pemikiran seperti ini, seluruh dunia pasti mengalami musim dingin
dan panas, saat susah dan saat senang.
Firman Tuhan dalam Kejadian 8:22 berkata, “Selama bumi masih ada, takkan
berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang
dan malam.”
Perayaan Sin Cia mengingatkan kita akan kebenaran ini, bahwa selalu ada
masa-masa sukar yang penuh pergumulan dan masa-masa sukacita sebagai bagian dari
kehidupan yang pasti dilalui. Harus diketahui, bahwa tidak selamanya kita akan mengalami
masa sukar, sekali waktu akan berganti dengan sukacita. Tetapi masa sukar itu, tetap perlu
kita lalui, untuk mendidik dan mendewasakan kita.
T2
Bayangkan Anda adalah orang yang sabar melalui masa-masa sukar dan senang dalam
kehidupan.
T3
Sahabat, pastikan kita adalah orang yang sabar melalui masa-masa sukar dan senang
dalam kehidupan. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Sabar Melalui Kesukaran
6 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Jumat, 03 Februari 2017
T1
Siap Saat Musimnya Tiba
Sudahkah Anda siap sedia setiap saat?
Berbicara tentang Sin Cia, juga berbicara
tentang pergantian musim, sebagaimana yang kita
bahas dalam MS kemarin. Dalam satu tahun, kita
bisa melewati beragam musim seperti musim dingin,
musim semi, musim panas dan musim gugur. Hal ini juga bisa merujuk pada waktu yang
ditandai dengan kondisi tertentu, seperti musim kebangkitan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, sebagian lain menggunakan kata ‘musim’
sebagai penggenapan sebuah ramalan dari masa kedatangan seseorang yang dinanti.
Atau bisa berarti waktu bagi seseorang untuk menjalankan tugasnya.
Firman Tuhan dalam 2 Timotius 4:2, berkata, “Beritakanlah firman, siap sedialah
baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah
dengan segala kesabaran dan pengajaran.”
Sebelum peristiwa air bah di jaman Nuh, semua orang hidup seperti biasanya.
Dan waktu terus berjalan sampai masa penggenapan itu terjadi dimana Nuh dan seluruh
keluarganya harus menaiki bahtera. Sementara orang-orang di luar sana tidak tahu
tentang apa yang sedang terjadi. Meskipun Nuh sudah menyampaikan kebenarannya
kepada generasi di masa itu, tak seorang pun yang mendengarkan. Dan saat waktunya
tiba, banjir melanda dan menyapu segala sesuatunya (Matius 24: 37-39; 2 Petrus 2: 5).
Kedatangan Yesus pun akan seperti itu. Salah satu dari dua orang yang bekerja
akan terangkat dan yang lainnya tertinggal. Satu dari dua wanita yang menggiling di pabrik
akan terangkat dan yang lain tertinggal. Karena itu waspada dan berjaga-jagalah. Anda
tidak akan tahu apa yang akan Tuhan lakukan dan Anda juga tidak akan tahu kapan Yesus
akan datang kembali (Matius 24: 39-44). Karena itu, tetaplah siap di musim-musim Anda,
dalam kondisi apapun itu.
Tindakan kita saat ini seharusnya bukan lagi alasan ketidaksiapan kita. Setiap
tindakan kita adalah benih. Dan setiap benih akan menghasilkan pada musimnya.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang selalu siap sedia setiap saat.
Sahabat jadilah orang yang selalu siap sedia setiap saat menanti kedatangan-Nya.
Bagikan kebenaran hari ini kepada setiap orang.
Siap Sedia Setiap Saat
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 7
Makmur Sepekan
Sabtu, 04 Februari 2017
T1
Sekedar Beribadah
Mengapa beribadah tidak boleh sekedarnya?
Banyak orang Kristen beribadah dengan
harapan ibadah itu dapat menyelesaikan masalah
dan pergumulan hidup yang mereka alami. Tak
salah memang. Namun, faktanya sering berbeda dari harapan, dan banyak orang
tidak menyadarinya. Mereka menjadi kecewa, lalu berhenti beribadah karena, setelah
sekian lama beribadah, masalah dan pergumulan hidup itu tak kunjung beres.
Keluar dari pemikiran seperti ini, ibadah hanya merupakan langkah awal dari
penyelesaian masalah kehidupan.
Firman Tuhan dalam Matius 11:28 berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang
letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Bukan berarti kita memandang remeh ibadah atau menganggap ibadah itu
tidak perlu. Firman-Nya mengingatkan kita untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan
ibadah kita (Ibr. 10:25). Namun, perlu diingat, ibadah adalah langkah awal untuk kita
terbebas dari masalah dan pergumulan hidup. Ibadah bukanlah tujuan akhir.
Tujuan akhirnya tidak lain bertemu dengan Yesus. Untuk apa? Yesus yang
berjanji, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan
memberi kelegaan kepadamu” (ay. 28). Dengan kata lain, yang akan menyelesaikan
masalah dan pergumulan hidup kita bukanlah ibadah itu sendiri, melainkan perjumpaan
dengan Yesus.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang beribadah sampai berjumpa dengan Yesus.
Sahabat, jadilah orang yang beribadah sampai berjumpa dengan Yesus. Bagikan
kebenaran ini kepada setiap orang.
Beribadah Sampai
Mencapai Terobosan
8 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Minggu, 05 Februari 2017
T1
Sapu Yang Bersih
Apa yang harus kita lakukan, sebelum
membagikan sesuatu kepada orang lain?
Didalam atau luar sebuah rumah,
biasanya ada sebuah benda yang kegunaannya
membersihkan lantai. Ya, namanya sapu.
Berbagai macam bahan dasar membuat sapu. Mulai dari ijuk kelapa, daun kelapa
dan plastik. Tapi apapun bahannya, setiap kita akan menyapu tentu kita perhatikan
terlebih dahulu sapu tersebut bersih atau kotor. Apabila sapunya bersih maka kita
dapat membersihkan lantai dengan maksimal. Akan tetapi apabila sapu tersebut
kotor, bukankah menambah lantai rumah semakin kotor ?
Keluar dari pemikiran seperti ini, sebelum mulai melakukan segala
sesuatu, introspeksi keadaan sendiri dulu.
Firman Tuhan dalam Matius 23:3-4 berkata, “Sebab itu turutilah dan
lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu
turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak
melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas
bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya,” dan Matius 22:39,
“Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu
manusia seperti dirimu sendiri.”
Kita dapat membagikan kebenaran, apabila dalam diri kita ada kebenaran
terlebih dahulu. Kita dapat mengasihi orang lain kalau kasih itu sudah kita dapatkan
terlebih dahulu. Juga sewaktu kita menjalankan aturan dengan tertib maka kita
dapat membagikan ketertiban bagi lingkungan kita. Semua bermula dari diri kita
terlebih dahulu, baru kemudian kepada orang lain.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang mendapatkan kebenaran, sebelum
membagikannya kepada orang lain.
Mari sahabat, jadilah orang yang mendapatkan kebenaran, sebelum
membagikannya kepada orang lain. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Semua Bermula Dari Diri Sendiri
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 9
Makmur Sepekan
Senin, 06 Februari 2017
T1
Sampai Ke Telinga Bos
Mengapa kita tidak boleh memaparkan kejelekkan
orang lain?
Alkisah di sebuah perusahaan mengalami
kemajuan pesat karena mempunyai pemimpin yang
berani dan cerdas. Beberapa kebijakannya sangat
bagus untuk perusahaan dan mendapat dukungan
dari bawahannya. Nah dalam keadaan seperti ini muncullah kaum opportunis (mengambil
kesempatan dalam kesempitan) yang suka mengambil hati atasan.
Salah satunya adalah seorang pejabat. Untuk memperlihatkan kalau dia hebat, sang
pejabat ini menjelek-jelekkan jajaran divisi lainnya dihadapan pak Boss. Tentunya membuat
pak Boss berang dan menyebabkan keadaan malah menjadi runyam. Suasana kantor menjadi
tidak karuan. Karena merasa difitnah, beberapa orang yang terkena dampak amarah.
Pak Boss membuat siasat. Suatu kali sang pejabat ini bercakap-cakap dengan
mereka dan menjelek-jelekkan sikap pak Boss. Tanpa disangka salah seorang dari mereka
merekam percakapan tersebut dan dikirimkan ke pak Boss. Akhirnya nasib jelek menghampiri
sang pejabat dan dimasukkan kotak alias di”non-job”kan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, memaparkan kejelekan orang lain dengan katakata adalah tipe pribadi yang luka.
Firman Tuhan dalam Pengkhotbah 10:20 berkata, “Dalam pikiran pun janganlah
engkau mengutuki raja, dan dalam kamar tidur janganlah engkau mengutuki orang kaya,
karena burung di udara mungkin akan menyampaikan ucapanmu, dan segala yang bersayap
dapat menyampaikan apa yang kauucapkan.”
Orang terjebak untuk menjelekkan orang lain, karena dirinya tidak bahagia dan tidak
aman dalam keadaannya. Dengan jalan itu, keberadaan dirinya ingin diakui dan merasa dialah
yang benar. Jadi, marilah hidup dengan ucapan syukur dan rasa hormat yang tulus. Bahagialah
dengan apa yang dipunyai dan jangan selalu berpikir akan kekurangan-kekurangan yang ada.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang berbahagia dengan apa yang anda miliki.
Sahabat, mati kita hidup dengan ucapan syukur dan rasa hormat yang tulus. Bahagialah
dengan apa yang dipunyai dan jangan selalu berpikir akan kekurangan-kekurangan yang ada.
Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Jangan Menjelekkan Orang Lain
10 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Selasa, 07 Februari 2017
T1
Sukacita Orang Benar
Mengapa kita harus tetap yakin pada Tuhan?
Sewaktu kita menghadapi masalah, biasanya kita
akan kehilangan mood (baca: perasaan) sukacita. Kita akan
cenderung menampilkan perasaan cemas, takut, kesal, atau
pun sedih. Gejolak perasaan seperti ini dapat mengakibatkan
hilangnya semangat hidup. Dengan kata lain, kita tidak bisa melakukan segala aktivitas secara optimal
karena hilangnya mood sukacita.
Keluar dari pemikiran seperti ini, perasaan tidak mood, dapat dikalahkan dengan keyakinan
kepada Allah.
Firman Tuhan diambl dari Mazmur 64, anda dapat membaca seluruh ayat dalam pasal itu di
Alkitab.
Mazmur yang kita baca hari ini menunjukkan kondisi pemazmur yang sedang menghadapi
masalah. Masalah yang dihadapi oleh pemazmur datang dari para musuhnya. Ancaman musuhnya
membuat pemazmur takut (2-3). Kita tidak mengetahui siapa sesungguhnya musuh yang dihadapinya,
tetapi pemazmur menggambarkan perbuatan musuhnya seperti panah. Atau dengan kata lain, musuh
pemazmur seperti pemanah yang memburu mangsanya (4-5). Gambaran ini mencirikan orang yang memiliki
perilaku yang tidak terduga dan berbahaya. Bahkan pemazmur juga menggambarkan musuhnya sebagai
orang yang akan menghadirkan bencana tak terhindarkan (6). Dengan demikian, masalah yang dihadapi
pemazmur bukanlah masalah sepele, melainkan masalah berat. Kendati demikian, pemazmur memiliki
keyakinan kepada Allah dan perbuatanNya (2, 8-10). Hal ini ditunjukkan pemazmur dengan menyerukan
suatu permohonan, yakni perlindungan Allah dari ancaman para musuhnya (3). Melalui seruan tersebut,
kita dapat melihat keyakinan pemazmur terhadap perbuatan Allah. Pemazmur yakin bahwa Allah tidak
akan tinggal diam terhadap orang jahat. Allah akan membalikkan semua perbuatan orang yang jahat (8-9).
Setiap orang yang melihat perbuatan Allah akan menjadi takut kepada-Nya (10). Pada akhirnya, pemazmur
memiliki mood sukacita dengan memuji Allah karena Allah sanggup melakukan bagi dia (11).
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang tetap yakin kepada Tuhan, walaupun menghadapi berbagai
masalah.
Sahabat, saat kita menghadapi masalah yang membuat perasaan menjadi takut dan cemas, berserulah
dalam doa. Yakinlah bahwa Allah akan menolong kita. Dengan begitu, sukacita pun timbul dalam diri kita.
Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Tetap Yakin Kepada Tuhan
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 11
Makmur Sepekan
Rabu, 08 Februari 2017
T1
Perjanjian Abadi Dalam Tuhan
Mengapa kita harus selalu tertanam menjadi satu
dalam sebuah keluarga?
Berkatalah Naomi: “Telah pulang
iparmu kepada bangsanya dan kepada para
allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.” Tetapi
kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak
mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di
mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan
Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, aku pun mati di sana, dan di sanalah aku
dikuburkan. Beginilah kiranya Tuhan menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada
itu, jikalau sesuatu apa pun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!
Keluar dari pemikiran seperti ini, hidup itu karena kasih karunia, bentuk
perjalanan hidup adalah pilihan.
Firman Tuhan dalam Rut 1:18-19 berkata, “Ketika Naomi melihat, bahwa
Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata
kepadanya. Dan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. Ketika
mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan
perempuan-perempuan berkata:’Naomikah itu’?”
Rut mengikuti Naomi bukan sekedar menjadi menantu untuk mendapatkan
anaknya sebagai suami, melainkan hatinya sudah tertanam menjadi satu dalam
ikatan keluarga, sehingga tidak ada alasan untuk berpisah dengan keluarganya
karena persoalan keinginan. Karena itu, pernikahan bukan soal apa yang harus
didapat, melainkan apa yang seharusnya diberi, sehingga pernikahan berjalan
sesuai dengan “maksud abadi Tuhan” bukan keinginan seorang manusia.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang selalu siap tertanam menjadi satu dalam ikatan
keluarga.
Sahabat, mari kita menjadi orang percaya yang selalu tertanam menjadi satu, dalam
ikatan keluarga. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Tertanam Dalam Ikatan Keluarga
12 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Kamis, 09 Februari 2017
T1
Allah Berdiam Di Sorga
Apa artinya perkataan “Tuhan selalu menyertai
kita”?
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya
ialah Tuhan, suku bangsa yang dipilih-Nya
menjadi milik-Nya sendiri! Tuhan memandang dari
sorga, Ia melihat semua anak manusia; dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua
penduduk bumi. Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan
segala pekerjaan mereka.
Keluar dari pemikiran seperti ini, Allah memiliki kediaman yang tetap di
Sorga, Dia yang membentuk hati manusia dan memantaunya.
Firman Tuhan dalam Mazmur 33:16 berkata, “Seorang raja tidak akan selamat
oleh besarnya kuasa; seorang pahlawan tidak akan tertolong oleh besarnya kekuatan,
“ dan Mazmur 108:13, “Berikanlah kepada kami pertolongan terhadap lawan, sebab
sia-sia penyelamatan dari manusia, “ kemudian Mazmur 121:2, “Pertolonganku ialah
dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi, “ juga Mazmur 3:9, “Dari Tuhan datang
pertolongan. Berkat-Mu atas umat-Mu!”
Kebesaran yang dimiliki manusia bukanlah kebesaran bagi kekuatannya,
melainkan bukti kebesaran Allah menyertainya. Manakala manusia beranggapan
kebesarannya adalah kekuatan bagi hidupnya, sesungguhnya manusia telah
kehilangan perlindungan Allah.
Karena itu, semakin besarnya kekuatan yang dimilikinya, seharusnya
menyadari bahwa sebesar itulah Tuhan melindunginya dari Sorga, seperti itu
hubungan kehidupan manusia kepada Tuhan di Sorga sangatlah diperlukan, supaya
selalu dalam pertolongan-Nya manakala diperlukan.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang menyadari bahwa Tuhan selalu menyertainya.
Sahabat, milikilah kesadaran bahwa Tuhan selalu menyertainya. Bagikan kebenaran
hari ini kepada setiap orang.
Sadar Bahwa Tuhan Selalu Menyertai
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 13
Makmur Sepekan
Jumat, 10 Februari 2017
T1
Kasihilah Seorang Akan Yang Lain
Mengapa kita harus saling mengasihi?
“Kemarin kumenatap dirimu, Di
hari Valentine yang kelabu, Di hari Valentine
ini, Kupercaya pada bisikan angin, Yang
membawa hatimu, Tuk berjalan bersamaku, Aku punya rasa dan kata, Lebih dari
segalanya Valentinku beri makna, Kiranya dua hati menjadi satu rasa, Selamat
Valentine buatmu, Semoga kamu bahagia, Semoga kamu semakin pasti,
Mengejar asa dan cintamu.”
Itulah salah satu sepenggal puisi yang saya baca di sebuah media,
sebagai ungkapan rasa sayang kepada keluarga atau sahabat yang dikasihinya
pada Valentine, hari kasih sayang.
Keluar dari pemikiran seperti ini, kasih harus diterapkan kepada semua
orang, setiap saat.
Firman Tuhan dalam Yohanes 4:7 berkata, “Saudara-saudaraku yang
kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan
setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.”
Sahabat, seperti apa yang diajarkan dalam ayat ini, bahwa kita harus
saling mengasihi, kepada siapapun dan bukan pada hari-hari tertentu saja,
melainkan setiap hari. Sebab kasih itu berasal dari Allah dan barangsiapa yang
mengaku “lahir dari Allah”, wajib untuk mengasihi sesama.
T2
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang mengasihi sesama, sebagai
pengenalan akan Allah.
T3
Sahabat, jadikan diri kita sebagai orang percaya yang mengasihi sesama,
sebagai pengenalan akan Allah. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Saling Mengasihi Sesama
14 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Sabtu, 11 Februari 2017
T1
Mengingat Kasih Setia Tuhan
Sudahkah kita mengingat akan kasih-Nya?
Di dalam kehidupan kita seharihari, sering kita tidak menyadari bahwa
begitu besarnya kasih setia Tuhan di dalam
kehidupan kita. Di dalam setiap aspek kehidupan, nafas kehidupan, makanan,
pekerjaan, study, keluarga, dll, telah mengalir kasih Tuhan yang tak terhingga,
ke dalam setiap sendi-sendinya. Sungguh luarbiasa kasih-Nya. Bahkan Dia telah
melupakan segala kesalahan kita dan menerima kita sebagai anak-Nya.
Keluar dari pemikiran seperti ini, kadang-kadang manusia kurang
“berterima kasih” atas kasih setia Tuhan, bahkan cenderung melupakannya.
Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal,
supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh
hidup yang kekal.”
Seharusnya bagi manusia, ayat ini sudah cukup untuk mengingatkan
kita kembali, akan betapa besarnya kasih-Nya kepada kita. Janganlah kta berlaku
seperti manusia yang tidak tahu berterima kasih, dengan selalu mengingat dan
menerapkan kasih-Nya yang sangat besar dan mulia itu. Biarlah setiap sendi
kehidupan kita, terus menyuarakan akan kasih-Nya yang mulia.
T2
Bayangkan Anda adalah orang yang selalu mengingat dan menerapkan kasihNya dalam setiap sendi kehidupan.
T3
Sahabat, pastikan kita adalah orang yang selalu mengingat dan menerapkan
kasih-Nya dalam setiap sendi kehidupan. Bagikan kebenaran ini kepada setiap
orang.
Ingat Akan Kasih-Nya
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 15
Makmur Sepekan
Minggu, 12 Februari 2017
T1
Berbagi Kasih Kepada Sesama
Apa yang anda dapatkan dalam MS hari ini?
Beberapa hari lagi, sebagian orang di
belahan dunia akan merayakan hari Valentine,
atau yang sering disebut hari kasih sayang.
Sebagai orang percaya yang telah menerima Kasih yang terbesar, kita memiliki
tugas khusus yang harus kita lakukan terhadap sesama. Siapakah sesama itu?
Tidak terbatas hanya kepada orangtua, keluarga, teman dekat, tetapi kepada
setiap orang, termasuk yang membenci kita.
Keluar dari pemikiran seperti ini, berbagi kasih adalah tugas khusus kita
sebagai murid Kristus. Berbagi kasih adalah aktifitas yang paling menyentuh hati.
Firman Tuhan dalam Amsal 17:17 berkata, “Seorang sahabat menaruh
kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.”
Setiap manusia memiliki kesalahan dan kelemahan. Hari Valentine
yang akan berlangsung 2 hari lagi, adalah moment yang tepat untuk saling
membangun dan menerima keberadaan masing-masing.Yesus sendiri pernah
berkata dalam Yohanes 9:17, “Inilah perintah-Ku kepadamu, kasihilah seorang
akan yang lain.” Di dalam perintah ini, sudah tercakup bahwa mengampuni
adalah bagian dari mengasihi.
T2
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang saling mengasihi dan saling
membangun sesama.
T3
Sahabat, jadilah orang percaya yang saling mengasihi dan saling membangun
sesama. Bagikan kebenaran hari ini kepada setiap orang.
Saling Mengasihi
Dan Saling Membangun Sesama
16 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Senin, 13 Februari 2017
T1
Valentine Day Setiap Hari
Apa yang anda dapatkan dalam MS hari ini?
Tanggal 14 Februari (besok)
dikenal dunia sebagai hari Valentine. Secara
sederhana, Valentine Day diartikan sebagai
Hari Kasih Sayang. Bagaimana seharusnya sebagai orang percaya, menyikapi
hari Valentine ini. Bagaimanapun juga, Valentine Day adalah sebuah moment
berbagi kasih yang harus dimanfaatkan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, kasih bukan hanya sekedar teori. Kasih
adalah praktek. Salah satu bagian dari praktek kasih adalah mau menerima tanpa
syarat. Moment Valentin Day inilah waktu yang tepat untuk mempraktekannya.
Firman Tuhan terambil dari Kisah Para Rasul 9:19b-31, yang dapat
anda renungkan dari Alkitab.
Kisah Para Rasul 9:19b-31 memberi sebuah gambaran baik, dari
Saulus yang baru saja bertobat. Sebagai petobat baru, dia berusaha untuk
menggabungkan diri dengan para pengikut Kristus lainnya. Kehadiran Saulus
berubah total, dari pembenci menjadi pengikut. Hal ini menimbulkan pro dan
kontra di kalangan orang percaya ketika itu. Tetapi Barnabas dan para Rasul,
bisa menerima Saulus, tanpa syarat, karena kasih Tuhan. Inilah contoh kasih
yang harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
T2
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang mempraktekkan kasih terhadap
siapapun juga, tanpa syarat.
T3
Sahabat, jadilah orang percaya yang mempraktekkan kasih terhadap siapapun
juga, tanpa syarat. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Praktekkan Kasih
Tanpa Syarat
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 17
Makmur Sepekan
Selasa, 14 Februari 2017
T1
Kasih Sayang
Apa yang menjadi issiu yang harus kita lakukan
dalam kehidupan sehari-hari?
Hari ini, 14 Februari dirayakan sebagai
hari Valentine atau hari Kasih Sayang. Moment
ini digunakan untuk berbagi kasih antar pasangan
dan keluarga, dengan memberikan hadiah tertentu seperti bunga mawar atau coklat.
Apakah orang percaya boleh / harus merayakan hal ini? Boleh dirayakan, tetapi
bukan sebuah keharusan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, bukan moment atsau perayaan itu yang
menjadi keharusan, tetapi “kasih”, adalah issiunya, sesuatu yang harus dilakukan.
Firman Tuhan dalam Yesaya 54:7-8 berkata, “Hanya sesaat lamanya Aku
meninggalkan engkau, tetapi karena KASIH SAYANG yang besar Aku mengambil
engkau kembali. Dalam murka yang meluap Aku telah menyembunyikan wajahKu terhadap engkau sesaat lamanya, tetapi dalam kasih setia abadi Aku telah
mengasihani engkau, firman TUHAN, Penebusmu.”
Oleh kasih sayang Allah kepada manusia ciptaan-Nya, maka Allah kembali
menyatakan kasih-Nya kepada manusia. Allah tahu benar bahwa akibat, dosa,
semua manusia akan binasa. Itulah sebabnya, oleh kasih sayang-Nya besar, Tuhan
berkata, “Aku akan mengambil engkau kembali.” Persoalannya, apakah kita mau
kembali kepada Tuhan?
Kembali kepada Tuhan, artinya kita tidak lagi hidup menurut keinginan
sendiri, tetapi mengikuti keinginan Tuhan. Dia akan mengasihi kita dalam kasih setia
abadi-Nya, artinya kasih Tuhan tidak pernah berubah. Bagaimana dengan Anda?
Kembali kepada Tuhan, atau tetap dalam kesesatan dosa?
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang mau kembali kapada Tuhan dan hidup
mengikuti keinginan Tuhan.
Sahabat, pastikan kita adalah orang percaya yang mau kembali kapada Tuhan dan
hidup mengikuti keinginan Tuhan. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Ayo Kembali Kepada Tuhan
18 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Rabu, 15 Februari 2017
T1
Anak Kecil Penjual Kue
Apa yang dapat dicapai dengan bermalasmalasan?
Sudah dua kali saya melihat seorang
anak laki-laki berumur 9-10 tahun yang menjajakan
kue disebuah gang sempit yang biasa saya
lewati. Wajahnya tegar dan semangat berteriak “kue, kue” sembari memegang plastik
pembungkus kuenya. Anak sekecil itu sudah berjuang untuk kehidupannya. Merupakan
anugerah dimana tangan dan kakinya dapat meringankan beban orang tuanya.
Seusianya sudah belajar untuk berjuang dan “survive” dalam hidup.
Tapi sebaliknya, banyak juga orang-orang yang berumur lebih tua dan
mempunyai ilmu dan kemampuan malah berpangku tangan. Seakan mengatakan,”Saya
masih menunggu, menunggu, menunggu.” dan tak terasa waktu telah jauh melaju. Diam
dalam kemalasan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, takkan ada keberhasilan yang dapat dicapai
dengan kemalasan.
Firman Tuhan dalam Amsal 6:9-11 berkata, “Hai pemalas, berapa lama lagi
engkau berbaring? Bilakah engkau akan bangun dari tidurmu? ‘Tidur sebentar lagi,
mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring’ — maka
datanglah kemiskinan kepadamu seperti seorang penyerbu, dan kekurangan seperti
orang yang bersenjata.”
Takkan ada keberhasilan dapat dicapai dengan seseorang yang hanya
bermalas-malasan di zona kemalasan. Banyak dalih, banyak alasan, menyalahkan orang
lain, tidak mau bekerja keras, mengandalkan orang lain, tak bersemangat dan selalu
ingin sukses secara instant, begitulah mental pemalas. Ayo guys, bangkit, mulai dengan
doa dan iman, gerakkan tangan kaki, berkaryalah, bekerjalah, berusahalah sekuat
tenaga, andalkan Tuhan dan jadilah berhasil serta bersinar. Tuhan adalah kekuatan kita.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang tidak bermalas-malasn, tapi selalu
bersemangat dan bekerja sekuat tenaga.
Sahabat, jadilah orang percaya yang tidak bermalas-malasan, tapi selalu bersemangat
dan bekerja sekuat tenaga. Bagikan kebenaran hari ini kepada setiap orang.
Jangan Bermalas-malasan
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 19
Makmur Sepekan
Kamis, 16 Februari 2017
T1
Hidup Adalah Anugrah
Apa yang menjadi masalah manusia yang
sesungguhnya?
Simon menjawab: “Guru, telah
sepanjang malam kami bekerja keras dan kami
tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau
menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya,
mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain
supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersamasama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
Keluar dari pemikiran seperti ini, hidup itu anugerah, masalah manusia
adalah dosa, usaha tanpa Tuhan segalanya akan sia-sia. Karena itu, Tuhanlah sumber
segala kehidupan, nama Yesus adalah jalannya.
Firman Tuhan dalam Lukas 5:1, 3-4 berkata, “Pada suatu kali Yesus
berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak
mendengarkan firman Allah...Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu
Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu
Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia
berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu
untuk menangkap ikan.
Ketika Yesus masuk dalam kehidupan seseorang sesungguhnya secara
penuh anugerah kehidupan yang sebenarnya sudah datang kepadanya. Namun untuk
hidup dalam anugerah-Nya diperlukan keputusan untuk mematuhi firman-Nya.
Karena itu, dosa sebagai penghalang anugerah telah dibasuh dengan darahNya manakala mengakui kesalahannya, jalan telah terbuka kepada rencana Allah oleh
kebangkitan-Nya. Manakala kita mentaati firman-Nya, kemakmuran telah tersedia.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang selalu bertobat dan mentaati firman-Nya.
Sahabat, jadilah orang percaya yang selalu bertobat dan mentaati firman-Nya. Bagikan
kebenaran ini kepada setiap orang.
Bertobat Dan Mentaati Firman-Nya
20 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Jumat, 17 Februari 2017
T1
Saksi Yang Kelu
Apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya?
Setiap orang yang percaya kepada Kristus
sebagai Tuhan dan Juru selamatnya punya banyak
sebutan. Anak Allah, terang dan garam dunia, saksi
Kristus, surat Kristus yang hidup dan dibaca semua
orang, utusan Kristus yang menyaksikan perbuatan Allah yang besar dalam Kristus Yesus
(Yoh. 1:12; Mat. 5:13-14; Kis. 1:8; 2 Kor. 3:2-3; 1 Pet. 2:9), dll. Intinya, kita diminta menjadi
saksi, agar banyak orang mengenal Allah dalam Kristus Yesus, Sang Penyelamat dunia.
Keluar dari pemikiran ini, Tuhan membutuhkan kita menjadi saksi bagiNya di dunia.
Firman Tuhan dalam Yunus 1:14 berkata, “Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau
biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada
kami darah orang yang tak bersalah sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang
Kaukehendaki.”
Kenyataannya, sungguh ironis. Coba renungkan kisah Yunus ini. Banyak anak
Tuhan berlaku seperti Yunus: bungkam, tak peduli nasib sesama yang sedang menuju
kebinasaan. Bersyukur, Allah tak tinggal diam. Banyak orang berdosa yang kemudian
mengenal Tuhan, takut kepada-Nya, berseru memohon belas kasihan-Nya, karena sadar
mereka akan binasa, dan menyerahkan hidup kepada Allah.
Ini terjadi bukan karena diberi tahu oleh orang yang sudah percaya kepada Tuhan.
Ketika saksi Kristus bungkam, melalui situasi dan bahaya yang mengancam, Allah sanggup
berbicara dan menolong mereka untuk mengenal Allah yang benar. Ya, jika umatNya berhenti
memuji dan menyaksikan kebenaran, kasih, dan rahmat Allah, Dia sanggup membangkitkan
batu-batu bisu untuk mewartakan kebesaran-Nya (Luk. 19:40).
Bukankah suatu kehormatan, jika Dia berkenan memilih dan mengutus kita menjadi saksiNya yang hidup? Agar melalui tutur kata kita, banyak orang boleh mengenal Allah dan
diselamatkan oleh-Nya melalui penebusan Kristus.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang bersedia diutus menjadi saksiNya bagi dunia, melalui
perkataan dan kehidupan Anda.
Sahabat, mari kita mmenjadi orang yang bersedia diutus menjadi saksiNya bagi dunia,
melalui perkataan dan kehidupan Anda. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Bersedia Diutus Menjadi SaksiNya
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 21
Makmur Sepekan
Sabtu, 18 Februari 2017
T1
Salah Orang
Sudahkah anda mengenal Tuhan dengan benar?
Di sebuah kedai kopi, saya melihat
seorang laki-laki yang mirip dengan guru drum
anak saya. Dengan percaya diri, saya datang
kepadanya dan bertegur sapa. Setelah bertanya beberapa saat tentang sekolah
musiknya, saya baru menyadari kalau laki-laki tersebut bukanlah guru musik anak saya.
Terlihat dia kebingungan dengan pertanyaan saya dan keadaan menjadi canggung.
Kemudian segera saya pamit dan berlalu dari tempat itu. Orang yang mirip dengan
kenalan kita tapi ternyata bukan.
Keluar dari pemikiran ini, terkadang kita bisa salah mengenali orang. Ingat,
kita juga bisa “salah” / kurang mengenal Tuhan.
Firman Tuhan dalam Filipi 3:8 berkata, “Malahan segala sesuatu kuanggap
rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.
Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah,
supaya aku memperoleh Kristus.”
Mengapa kita bisa salah mengenal? Karena kita dijejali dengan banyak halhal yang baru di otak kita. Tugas-tugas baru, orang-orang baru, pengalaman yang baru
dan hal-hal yang lainnya. Sehingga hal yang lama mulai “tertutupi” dengan hal-hal
tersebut. Dan kita tidak pernah secara spesial mengingatnya. Pertanyaannya, apakah
semuanya penting bagi kita? Tentu saja tidak, bukan?
Demikian juga tentang kebenaran hidup. Banyak sekali hal-hal yang
nampaknya “benar” tapi merupakan hal yang sia-sia. Seringkali kita langsung
memutuskan dan banyak salah menentukan arah karena kurangnya pengenalan.
Mari berpegang pada kebenaran Firman Tuhan dan pengenalan akan Dia adalah
merupakan hal yang mulia.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang memegang firman Tuhan dan mengenal Tuhan
dengan benar.
Sahabat, Jadilah orang yang memegang firman Tuhan dan mengenal Tuhan dengan
benar. Bagikan kebenaran hari ini kepada setiap orang.
Kenali Tuhan Dengan Benar
22 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Minggu, 19 Februari 2017
T1
Sahabat
Mengapa kita membutuhkan sahabat?
Tentu kita mengetahui dari literatur
tentang Albert Einstein seorang fisikawan
berkebangsaan Jerman yang menemukan teori
relativitas. Teori ini didasari oleh pemikiran fisika dan matematika yang rumit serta
liar. Dibalik ketenarannya sebagai ilmuwan, Einstein ternyata mempunyai beberapa
kelemahan teori matematika yang membuat dirinya cukup frustasi, ketika dalam
penelitiannya menemukan teori relativitas tersebut. Dan beberapa kelemahannya
tersebut “ditopang” oleh sahabatnya, Marcel Grossmann seorang ahli matematika
yang bergaul karib dengannya.
Keluar dari pemikiran seperti ini, banyak sekali dibalik kesuksesan seseorang,
ada pribadi yang menopang dan mendukungnya. Itulah sahabat.
Firman Tuhan dalam Amsal 17:17 berkata, “Seorang sahabat menaruh kasih
setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran” dan Amsal 18:24, “Ada
teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari
pada seorang saudara.”
Mari kita menghargai persahabatan. Tetap ikatlah dengan indah
persahabatan kita dengan siapapun tanpa melihat latar belakang, status sosial dan
kepercayaannya. Ikatan yang saling menopang, saling menghargai, saling mengasihi
dan saling memperhatikan. Jauhkanlah perpecahan, rasa persaingan dan kemarahan.
Tetaplah dalam kasih persahabatan.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang selalu menghargai persahabatan dengan
siapapun, tanpa melihat latar belakang, status sosial dan kepercayaannya.
Sahabat, jadilah orang percaya yang menghargai persahabatan. Tetap ikatlah dengan
indah persahabatan kita dengan siapapun tanpa melihat latar belakang, status sosial
dan kepercayaannya. Ikatan yang saling menopang, saling menghargai, saling
mengasihi dan saling memperhatikan. Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Lebih Baik Banyak Sahabat,
Daripada Banyak Musuh
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 23
Makmur Sepekan
Senin, 20 Februari 2017
T1
Runyam
Bagaimana
kebenaran?
seharusnya
kita
menyuarakan
Sebuah cerita tentang satu kelompok wisata
rohani yang melakukan perjalanan ke Israel. Dimana
banyak sekali hal yang positif dalam perjalanan yang
dapat diambil. Pada suatu waktu, mereka dibawa ke
sebuah situs keagamaan yang baru dibuka. Merupakan sambungan dari tembok-tembok
kota Yerusalem yang diyakini berdekatan dengan Bait Allah yang hancur. Bentuknya berupa
lorong-lorong batu dan cukup gelap. Dan ditempat tersebut juga dipergunakan untuk doa
umat Yahudi selain tembok ratapan. Mungkin karena perjalanan yang panjang, salah
seorang peserta tidak tahan menahan kencing dan “pipis”lah dia disuatu sudut. Karena
banyak kamera pengawas, maka rombongan mereka terkena teguran dan tidak diijinkan
melanjutkan tur di situs tersebut. Satu tindakan yang membuat runyam satu kelompok.
Keluar dari pemikiran ini, sebuah kesalahan kecil, jika dibiarkan bisa menjadi
masalah besar.
Firman Tuhan dalam Roma 5:18-19 berkata, “Sebab itu, sama seperti oleh satu
pelanggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan
kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh
ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh
ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.”
Ayo intropeksi diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk pribadi yang
mendatangkan masalah buat banyak orang karena ketidaktaatan, egois, maunya sendiri,
bersandar pada pengertian sendiri, pembuat masalah, bikin runyam, offensive, tengil, kasar,
pemarah dan suka bertikai? Ataukah pribadi yang penuh kasih, murah hati, pengampun,
berdamai, sabar, lemah lembut, rendah hati, mengandalkan Tuhan dan tulus hati? Mari
renungkan.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang penuh kasih, murah hati, pengampun, berdamai, sabar,
lemah lembut, rendah hati, mengandalkan Tuhan dan tulus hati.
Sahabat, pastikan kita adalah orang yang penuh kasih, murah hati, pengampun, berdamai,
sabar, lemah lembut, rendah hati, mengandalkan Tuhan dan tulus hati. Bagikan kebenaran
ini kepada setiap orang.
Jangan Menjadi Trouble Maker
24 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Selasa, 21 Februari 2017
T1
Kerinduan Pada Tuhan
Kapan sebenarnya kita merasakan kerinduan kepada
Tuhan?
Ada sebuah cerita yang menyentuh
hati. Terkadang kita baru merasakan sesuatu atau
seseorang berharga jika kita telah kehilangan hal itu.
Seorang anak, yang baru saja kehilangan ayahnya,
begitu menyesal karena belum dapat membahagiakan dan membanggakan ayahnya. Ia juga
menyesal karena tak dapat berada di samping ayahnya saat detik-detik kematian ayahnya.
Akhirnya karena merasakan kerinduan yang begitu mendalam, anak itu menulis puisi yang
sangat panjang untuk ayahnya. Namun, semuanya sudah terlambat, ayahnya sudah tidak
sempat membaca puisi tersebut.
Keluar dari pemikiran seperti ini, harusnya rasa rindu terhadap Tuhan selalu ada
setiap saat.
Firman Tuhan dalam Mazmur 25:5 berkata, “Bawalah aku berjalan dalam
kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau
kunanti-nantikan sepanjang hari. “
Pernahkah kita sungguh-sungguh merenungkan, kapan sebenarnya kita merasakan
kerinduan kepada Tuhan? Bagaimanakah jawaban kita? Baiklah kita menjawabnya secara
pribadi dan secara jujur dalam hati. Apakah kita sama seperti Daud, yang selalu menantinantikan Tuhan sepanjang hari? Melalui ayat hari ini, kita dapat memperhatikan dan
merenungkan betapa dahsyat kerinduan Daud kepada Tuhan. Sungguh menyentuh hati.
Jika dibandingkan dengan kita, apakah setiap pagi kita rindu dan haus akan firmanNya? Apakah kita merindukan Tuhan dan ingin bertemu dengan-Nya melalui doa-doa yang
kita panjatkan? Berapa lamakah waktu teduh yang kita luangkan untuk Tuhan? Semestinya
kita mengutamakan Tuhan dalam setiap segi kehidupan. Adakah kita merasakan kerinduan
pada Tuhan seperti kita merindukan kekasih atau keluarga kita? Tuhan selalu menunggu kita.
Kapan saja kita datang kepada-Nya, Dia senantiasa menyambut dengan tangan terbuka.
Tuhan selalu menunggu kita, datang padaNya, jika kita merindukan Tuhan.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang memiliki Kerinduan kepada Tuhan setiap saat.
Sahabat, jadilah orang yang memiliki Kerinduan kepada Tuhan setiap saat. Bagikan
kebenaran hari ini kepada setiap orang.
Tuhan Selalu Menunggu Kita Datang PadaNya
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 25
Makmur Sepekan
Rabu, 22 Februari 2017
T1
Atribut Aparat
Apa saja kepalsuan yang pernah kita alami?
Penyalahgunaan
pemakaian
atribut
TNI / POLRI banyak dilakukan oleh oknum-oknum
yang tidak bertanggung jawab dan mengambil
keuntungan daripadanya. Beberapa kali pihak berwajib
mengamankan orang-orang sipil yang memakai seragam dan mengaku anggota TNI / POLRI
untuk menipu banyak orang. Anggota gadungan ini beroperasi dengan berbagai modus penipuan
dan pemerasan.
Bagaimana tidak terkelabui, ketika masyarakat bertemu seseorang berseragam aparat
dan berperilaku layaknya militer. Tentu saja ada rasa hormat dan patuh ketika memandang atributatribut tersebut. Hal itulah yang dipergunakan oleh para gadungan palsu tersebut untuk meraup
keuntungan.
Keluar dari pemikiran seperti ini, banyak kepalsuan di dunia ini yang bisa menyerongkan
manusia, nabi palsu, guru palsu, pengajaran palsu, dll.
FIRMAN Tuhan dalam 2 Petrus 2:1-3 berkata, “Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu
tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu.
Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka
akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera
mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka
yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. Dan karena
serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera
isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan
kebinasaan tidak akan tertunda.”
Dalam dunia ini banyak sekali dihadirkan atribut kepalsuan. Banyak manusia
terserongkan dan tertipu olehnya. Bahkan pengajaran tentang agama pun banyak mengalami
distorsi dan dibungkus dengan kebaikan. Mari berdiam dirilah dalam doa, buka hati dalam kejujuran
dihadapan Tuhan, tuluslah dalam memberitakan kebenaran dan tunduklah dalam takut akan Dia.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang tunduk pada kebenaran dan takut akan Dia.
Sahabat, jadilah orang percaya yang tunduk pada kebenaran dan takut akan Dia. Bagikan
kebenaran ini kepada setiap orang.
Tunduklah Pada Allah
26 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Kamis, 23 Februari 2017
T1
Badai Pasti Datang?
Mengapa kita harus membangun kehidupan
kita dengan benar?
Sebuah tayangan disajikan salah satu
stasiun TV swasta, mengenai dokumentasi
tentang peristiwa tsunami. Yang menarik bagi
saya untuk dijadikan bahan renungan, yaitu: dari sekian banyak bangunan luluh
lantak karena badai tersebut, disela-sela itu tersisa beberapa bangunan yang
masih kokoh, seakan-akan badai tersebut tidak sanggup meruntuhkannya.
Keadaan seperti itu, tentu mengundang pertanyaan dari berbagai pihak,
bahkan terkadang tidak jarang menimbulkan persepsi mistik.
Keluar dari pemikiran seperti ini, dadai datang tidak pandang bulu,
bahkan dapat merusak setiap objek yang ada, perbedaan bagi sebagian yang
kuat terhadap badai seperti itu, bukan badainya melainkan konstruksinya.
Firman Tuhan dalam Matius 7:27 berkata, “Kemudian turunlah hujan
dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu
dan hebatlah kerusakannya.”
Sebenarnya hujan adalah berkat dari Tuhan bagi kehidupan manusia.
Tetapi tidak jarang, hujan datang justru sebaliknya menjadi bencana. Karena
itu, persoalannya bukan soal berkat-Nya, melainkan keberadaannya, apakah
hidup sejalan dengan firman-Nya atau sebaliknya, sebab berkat kehidupan dan
kebenaran firman adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
T2
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang hidup sejalan dengan firman-Nya.
T3
Sahabat, mari renungkan sejenak dalam diri kita dan sadarilah bahwa kita
menjadi orang percaya yang hidup sejalan dengan firman-Nya. Bagikan
kebenaran ini kepada setiap orang.
Tetap Kokoh Berdiri
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 27
Makmur Sepekan
Jumat, 24 Februari 2017
T1
Rumah Tahanan
Apa yang anda dapatkan dari MS hari ini?
Kemarin siang seorang sahabat menceritakan
tentang pelayanan perayaan Natal di sebuah rumah tahanan
(rutan). Para pelayan ini berbagi sukacita dengan para
tahanan di tempat itu. Tidak setiap orang lho mempunyai
hati untuk melayani mereka-mereka yang disebut “society enemy” atau musuh masyarakat. Bahkan
tidak sedikit yang menyebut para tahanan itu sebagai sampah.
Tentu mereka ada dalam rutan tersebut untuk menebus kesalahan yang telah mereka
perbuat karena pelanggaran hukum. Walaupun begitu, mereka butuh kasih Tuhan. Banyak hal yang
sahabat saya dan para pelayan alami. Selain merasakan situasi berbeda dengan pelayanan-pelayanan
sebelumnya, mereka mendapat sebuah pelajaran baru yaitu seberapa salah atau berdosanya manusia,
dia tetap layak mendapat kasih Tuhan karena kita tahu bahwa Tuhan adalah pribadi yang mengasihi.
Keluar dari pemikiran seperti ini, api cinta Tuhan menghangatkan. Dialah Tuhan yang
menghidupkan.
Firman Tuhan dalam Roma 12:20 berkata, “Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan;
jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas
kepalanya.”
Ada kisah ketika jaman dulu seorang bernama A berseteru dengan seorang bernama B. Si A
sangat membenci si B hingga suatu kali pada waktu musim dingin keluarga si A hampir mati kedinginan
karena tungku dirumahnya tidak menyala. Hingga akhirnya dia kebingungan dan berjalan keluar
rumah. Bertemulah dia dengan si B. Melihat si A kedinginan, timbul belas kasihan si B dan segera
mengambil bara api untuk ditaruhnya diatas sorban si A. Dengan segera si A pulang ke rumahnya dan
menaruh bara api tersebut ditungku untuk menghangatkan rumahnya. Kasih si A telah menyelamatkan
si B. Sama seperti pelayanan diatas, ketika kebencian/kepahitan menjadi tahanan dan penjara bagi
seseorang, maka bara api pengampunanlah yang memerdekakannya. Kebekuan berganti dengan
kehangatan. Permusuhan menjadi perdamaian. Itulah pengampunan. Itulah Kasih.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang dipenuhi dengan bara api kasih Tuhan yang memberi
pengampunan.
Sahabat, jadilah orang yang dipenuhi dengan bara api kasih Tuhan yang memberi pengampunan.
Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Penuh Dengan Kasih
28 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
Makmur Sepekan
Sabtu, 25 Februari 2017
T1
Rewel
Mengapa kita harus menjaga jiwa kita?
Beberapa diantara kita seringkali
bersama-sama dengan keluarga melakukan
perjalanan jauh. Misalnya kita traveling ke suatu
tempat dan membawa anak-anak. Hmm, sangat menyenangkan melihat tingkah laku
mereka mengeplorasi tempat-tempat baru, bertemu teman-teman barunya, bermain
dan yang ada dipikirannya adalah senang selalu.
Tiba saat dimana ketika tubuh mereka kecapaian dan lelah, maka mereka
mulai rewel. Dalam hal ini orang tualah yang menjadi “sasaran rewel” mereka ini.
Memang menjadi hal yang tidak menyenangkan, akan tetapi orang tua yang baik
akan mempunyai respon yang baik terhadap hal tersebut sehingga tidak menjadi
terpancing dan menjadi marah.
Keluar dari pemikiran seperti ini, orang bijak akan memberikan respon positif
terhadap setiap situasi negatif.
Firman Tuhan dalam Amsal 29:17 berkata, “Didiklah anakmu, maka ia akan
memberikan ketenteraman kepadamu, dan mendatangkan sukacita kepadamu.”
Sebelum melakukan perjalanan jauh, kita sebagai orang tua harus
mempersiapkan mental anak-anak kita tentang tujuan perjalanan, kemudian
memperkenalkan daerah-daerah yang dilalui dan cukupkan makanannya. Pada
waktu mereka lelah, bangun semangatnya dan berikan sebuah dukungan sehingga
mereka belajar untuk menghadapi situasi itu. Demikian juga sewaktu kita memimpin,
banyak sekali “kerewelan-kerewelan” yang terjadi. Tapi bukanlah respon yang buruk
terhadap mereka, tetapi membangun kembali mental mereka untuk dapat samasama melakukan perjalanan dengan baik dan benar.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang percaya yang sudah dewasa dan memiliki jiwa yang
hidup.
Sahabat, jadilah orang percaya yang sudah dewasa dan memiliki jiwa yang hidup.
Bagikan kebenaran ini kepada setiap orang.
Miliki Jiwa Yang Hidup
Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2016 | 29
Makmur Sepekan
Minggu, 26 Februari 2017
T1
Rencana Hidup
Bagaimana membuat rencana yang benar menurut MS hari
ini?
Kita perlu punya rencana. Jika tidak, kita akan
sibuk dan berputar-putar kelelahan, tapi tak mencapai apaapa. Namun, mengapa ayat 14 berkata: “sedang kamu
tidak tahu apa yang akan terjadi besok, apa arti hidupmu?
Hidupmu seperti uap yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap.” Jika begitu, apa gunanya membuat
rencana? Lalu, apakah lebih baik kita hidup mengalir saja, tanpa perlu menetapkan tujuan? Bukan!
Justru karena hidup ini begitu singkat, kita harus berencana dengan baik.
Keluar dari pemikiran seperti ini, segala sesuatu dalam kehidupan, perlu direncanakan
dahulu, sehingga hidup kita memiliki tujuan yang jelas.
Firman Tuhan dalam Yakobus 4:13-17 berkata, “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari
ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta
mendapat untung’, sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu
itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika
Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.’ Tetapi sekarang kamu memegahkan
diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu
bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” Kesalahan terbesar orang
ketika membuat rencana adalah ia berambisi mencapainya dengan kekuatan sendiri dan untuk diri
sendiri (ay. 13). Ia merantau, berdagang ini dan itu, demi meraih untung sebesar-besarnya, lalu... untuk
apa? Berhatihatilah saat rencana Anda berhasil dan membuat Anda kaya, berkuasa, dikagumi orang.
Sebab ketika keberhasilan tercapai, kebanyakan orang jatuh dalam kemegahan dan kecongkakan diri
(ay. 16)!
Lalu, bagaimana kita bisa berencana dengan benar? Apakah dengan membubuhkan kalimat
“Jika Tuhan menghendaki” (ay. 15), lalu menyodorkannya pada Tuhan, agar Dia merestui? Bukan sama
sekali. Susunlah rencana seperti yang Tuhan kehendaki. Kita boleh membuat banyak rencana sesuai
dengan kemampuan yang Tuhan anugerahkan. Kita boleh berusaha keras mencari untung, sejauh tidak
melanggar firman Tuhan. Namun, biarlah semua keberhasilan itu kelak digunakan untuk berbuat baik.
T2
T3
Bayangkan Anda adalah orang yang bisa mengatur perencanaan dengan baik.
Sahabat, pastikan kita menjadi orang yang bisa mengatur perencanaan dengan baik. Bagikan kebenaran
ini kepada setiap orang.
Buat Rencana Bersama Tuhan
30 | Makmur Sepekan - Edisi XIX, Februari 2017
authorized by
Copyright 2017.
Markus Tonny Hidayat
Yakobus Edy Susanto
Roy prabandaru
published in:
www.psalm21.org
Download