(MNJ) www.mnj.my.id MNJ MENJAWAB TUGAS PIH Pertanyaan

advertisement
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
MNJ MENJAWAB TUGAS PIH
Pertanyaan:
1. Jelaskan segi teoritis dasar ketaatan seseorang terhadap hukum!
Jawaban:
Ketaatan hukum tidaklah lepas dari kesadaran hukum, dan kesadaran hukum
yang baik adalah ketaatan hukum, dan ketidak sadaran hukum yang baik
adalah ketidak taatan. Pernyataan ketaatan hukum harus disandingkan
sebagai sebab dan akibat dari kesadaran dan ketaatan hukum.
Hukum berbeda dengan ilmu yang lain dalam kehidupan manusia, hukum
berbeda dengan seni, ilmu dan profesionalis lainya, struktur hukum pada
dasarnya berbasis kepada kewajiban dan tidak diatas komitmen. Kewajiban
moral untuk mentaati dan peranan peraturan membentuk karakteristik
masyarakat.
Didalam kenyataannya ketaatan terhadap hukum tidaklah sama dengan
ketaatan sosial lainnya, ketaatan hukum merupakan kewajiban yang harus
dilaksanakan dan apabila tidak dilaksanakan akan timbul sanksi, tidaklah
demikian
dengan
ketaatan
sosial,
ketaatan
sosial
manakala
tidak
dilaksanakan atau dilakukan maka sanksi-sanksi sosial yang berlaku pada
masyarakat inilah yang menjadi penghakim. Tidaklah berlebihan bila ketaatan
didalam hukum cenderung dipaksakan.
Ketaatan sendiri dapat dibedakan dalam tiga jenis, mengutip H. C Kelman
(1966) dan L. Pospisil (1971) dalam buku Prof DR. Achmad Ali,SH Menguak
Teori Hukum (legal theory) dan Teori Peradilan (judicial prudence) Termasuk
Interprestasi Undang-undang (legisprudence):
a. Ketaatan yang bersifat compliance, yaitu jika seseorang menaati
suatu aturan, hanya karena takut terkena sanksi. Kelemahan ketaatan
jenis ini, karena membutuhkan pengawasan yang terus-menerus.
b. Ketaatan yang bersifat identification, yaitu jika seseorang menaati
suatu aturan, hanya karena takut hubungan baiknya dengan pihak lain
menjadi rusak.
1
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
c. Ketaatan
yang
www.mnj.my.id
bersifat internalization, yaiutu
jika
seseorang
menaati suatu aturan, benar-benar karena merasa bahwa aturan itu
sesuai dengan nilai-nila intristik yang dianutnya.
Pemahaman kesadaran hukum dan ketaatan hukum yang mana dijelaskan
bahwa:
a. Kesadaran hukum yang baik, yaitu ketaatan hukum, dan
b. Kesadaran hukum yang buruk, yaitu ketidaktaatan hukum.
Kewajiban moral masyarakat secara individu untuk mentaati hukum, tidak
ada yang mengatakan bahwa kewajiban merupakan sesuatu yang absolut,
sehingga terkadang secara moral, kita dapat melanggar hukum, namun tidak
ada pakar hukum, yang secara terbuka atau terang-terangan melanggar
hukum. Kita memiliki alasan moral yang kuat untuk melakukan apa yang
diperintahkan oleh hukum, seperti, tidak melakukan penghinaan, penipuan,
atau mencuri dari orang lain. Kita harus mentaati hukum, jika telah ada
aturan hukum yang disertai dengan ancaman hukuman. Mereka yang yakin
akan hukum, harus melakukan dengan bantuan pemerintah, dan mereka
yakin, akan mendapat dukungan dai warga masyarakat.
2. Jelaskan secara praktis dasar ketaatan seseorang terhadap hukum!
Jawaban:
Menurut Cristoper Berry Gray (The Philosopy of Law An Encyclopedia-1999),
tiga pandangan secara praktis dasar ketaatan seseorang terhadap hukum,
yaitu:
a. Pandangan ekstrem pertama, adalah pandangan bahwa merupakan
“kewajiban moral” bagi setiap warga negara untuk melakukan yang
terbaik yaitu senantiasa mentaati hukum, kecuali dalam hal hukum
memang menjadi tidak menjamin kepastian atau inkonsistensi, kadangkadang keadaan ini muncul dalam pemerintahan rezim yang lalim.
b. Pandangan kedua yang
dianggap
pandangan
tengah,
adalah
kewajiban utama bagi setiap orang (Prima facie) adalah kewajiban
mentaati hukum.
2
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
c. Pandangan Ketiga dianggap pandangan ekstrem kedua yang
berlawanan dengan pandangan pertama, adalah bahwa kita hanya
mempunyai kewajiban moral untuk hukum, jika hukum itu benar, dan kita
tidak terikat untuk mentaati hukum.
3. Apa yang dimaksud dengan kaidah?
Jawaban:
Norma atau kaidah adalah petunjuk hidup, yaitu petunjuk bagaimana
seharusnya kita berbuat, bertingkah laku, tidak berbuat, dan tidak bertingkah
laku didalam masyarakat. Dengan demikian, norma atau kaidah tersebut
berisi perintah atau larangan setiap orang hendaknya menaati norma atau
kaidah itu agar kehidupan dapat tenteram dan damai.
4. Sebutkan dan jelaskan macam-macam kaidah!
Jawaban:
Dalam pergaulan hidup dibedakan empat macam kaidah atau norma, yaitu:
a. Norma Agama
Norma agama adalah peraturan hidup yang diterima sebagai perintah,
larangan, dan anjuran yang berasal dari Tuhan. Para pemeluk agama
mengakui dan berkeyakinan bahwa peraturan hidup itu bearsal dari
Tuhan dan merupakan tuntutan hidup menuju kejalan yang benar. Norma
agama itu bersifat umum dan universal serta berlakunya bagi seluruh
golongan manusia di dunia.
b. Norma Kesusilaan
Norma kesusilaann adalah peraturan hidup yang dianggap sebagai suara
hati sanubari manusia. Peraturan hidup itu berupa bisikan kalbu atau
suara batin yang diakui dan diinsafi oleh setiap orang sebagai pedoman
dalam sikap dan perbuatannya. Kesusilaan memberikan peraturan kepada
manusia agar menjdi manusia yang sempurna. Hasil drai perintah dan
larangan yang timbul dari norma kesusilaan itu pada manusia tergantung
pada pribadi orang itu sendiri.
3
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
Hati nuraninya yang akan mengatakan mana perbuatan yang baik untuk
dikerjakan dan mana yang tidak. Norma kesusilaan itu dapat juga
menetapkan baik buruknya suatu perbuatan manusia dan itu pula
memelihara ketertiban manusia dalam masyarakat. Norma kesusilaan ini
pun bersifat universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
c. Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang timbul dari pergaulan
segolongan manusia. Peraturan itu di ikuti dan ditaati sebagai pedoman
yang mengatur tingkah laku manusia terhadap manusia lain yang ada
disekitarnya. Satu golongan masyarakat tertentu dapat menetapkan
peraturan tertentu masyarakat tertentu mengenai kesopanan, yaitu apa
yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan seseorang dalam
masyarakat itu. Norma kesopanan tidak mempunyai lingkungan pengaruh
yang luas jika dibandingkan dengan lingkungan norma agama dan
kesusilaan. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat
dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional), ia hanya
berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap
sopan bagi segolongan masyarakat mungkin bagi masyarakat lain tidak
demikian. Ketiga macam norma yang telah dijelaskan diatas, yaitu norma
agama, norma kesusilaan, dan norma kesopanan bertujuan membina
ketertiban kehidupan manusia. Namun, ketiga peraturan hidup itu belum
cukup memberi jaminan untuk menjaga ketertiban dalam masyarakat.
Pelanggaran norma agama diancam, dengan hukuman dari Tuhan, dan
hukuman itu berlaku kelak diiakhirat. Pelanggran norma kesusialaan
megakibatkan perasaan cemas dan kesal hati kepada si pelanggar yang
insaf. Pelanggaran norma kesopanan mengakibatkan
celaan atau
pengasingan dari lingkungan masyarakat. Orang yang tidak beragama
tentulah tidak takut hukuman dari Tuhan, orang yang tidak berkesusilaan
tidak akan merasa cemas atau kesal hati atas perbuatannyan yang salah,
dan orang yang tidak berkesopanan tidak pula memedulikan celaan atau
pengasingan atas dirinya dari masyarakat.
4
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
Oleh karena itu, di samping ketiga jenis peraturan hidup itu maka
diperlukan adanya peraturan lain yang dapat menegakkan tata, yaitu
suatu jenis peraturan yang bersifat memaksa dan mempunyai sanksi yang
tegas, yaitu norma hukum ( kaidah hukum).
d. Norma Hukum
Norma hukum adalah peraturan hidup yang bersifat memaksa dan
mempunyai sanksi yang tegas. Peraturan yang timbul dari norma hokum
dibuat oleh penguasa negara. Isinya megikat setiap orang dan
pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alatalat
negara. Mislanya:
1) Barangsiapa dengan sengaja mengambil jiwa orang lain, dihukum
karena membunuh dengan hukuman setinggitingginya lima belas
tahun (Pasal 338 KUHP). Di sini ditentukan besarnya hukuman
penjara untuk orang orang melakukan kejahatan (Pidana).
2) Orang yang tidak memenuhi suatu perikatan yang diadakan,
diwajibkan mengganti kerugian (Wanprestasi). (Misalnya: Jual beli,
Sewamenyewa, dan sebagainya). Di sini ditentukan kewajiban
mengganti kerugian atau hukuman denda ( Norma Hukum Perdata).
3) Suatu perseroan terbatas harus didirikan dengan Akta Notaris dan
disetujui oleh Departemen Kehakiman. Di sini ditentukan syaratsyarat
untuk mendirikan perseroan dagang (Norma Hukum Dagang).
Keistimewaan norma hukum itu justru terletak pada sifatnya yangg
memaksa dengan sanksinya yang berupa ancaman hukuman. Alat
kekuasaan negara yang berusaha agar peraturan hukum ditaati dan
dilaksanakan. Setiap norma paling tidak mempunyai beberapa unsur
yaitu:
1) Sumber, yaitu dari mana asal norma norma itu;
2) Sifat, yaitu syaratsyarat kapan norma itu berlaku;
3) Tujuan, yaitu untuk apakah norma itu dibuat;
4) Sanksi, yaitu reaksi (alat pemaksa) apakah yang akan dikenakan
kepada orang yang melanggar atau tidak mematuhi norma. Indonesia
5
Muhammad Nur Jamaluddin (MNJ)
www.mnj.my.id
adalah negara yang mempunyai aturan hukum sendiri, yang berlaku
di negara Republik Indonesia, bukan di negara lain.
Bandung, 11 Oktober 2017
Penulis,
Muhammad Nur Jamaluddin
6
Download