BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Komunikasi Pemasaran Mengingat

advertisement
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 Komunikasi Pemasaran
Mengingat persaingan ketat yang terjadi antar produk, kebutuhan dan
keinginan konsumen harus menjadi perhatian oleh perusahaan agar pelayanan
yang maksimal dapat terpenuhi. Konsumen cenderung akan memilih produk
yang paling menguntungkan, secara manfaat dalam segi pemenuhan
kebutuhan, harapan atau tercapainya nilai tertentu yang akan diperoleh
konsumen saat membeli produk. Sehingga, dengan layanan yang baik
diharapkan segmen pasar yang sudah disasar oleh perusahaan tetap setia.
Dengan kondisi-kondisi segmen sasaran di pasar tidak sama tersebut,
maka strategi yang dipakai tentu berbeda satu sama lain. Strategi menjadi
sarana yang terpadu untuk menyangkut semua bagian dari perusahaan dalam
meraih tujuan perusahaan.
Perusahaan harus bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik daripada
pesaingnya untuk dapat memuaskan segmen sasaran. Sehingga, perlu adanya
strategi pemasaran yang dapat memenuhi konsumen sasaran dan juga dapat
mempertahankan.
Ada 4 (empat) elemen utama bauran pemasaran, disebut dengan 4P
(Product, Pricing, Place, Promotion), yaitu strategi yang dipakai oleh
perusahaan dengan harapan bahwa perusahaan akan mencapai sasaran
pemasaran. Bauran pemasaran ini akan merinci segmen pasar yang akan
menjadi pusat perhatianpeusahaan. Perusahaan perlu bertindak cerdik pada
segmen sasaran dan melayani secara maksimal dilihat dari sudut pandang
perusahaan, lalu kemudian mengembangkan strategi pemasaran bagi setiap
segmen sasaran.
Komunikasi pemasaran (promotion) merupakan salah satu bentuk strategi
yang dipakai perusahaan untuk berkomunikasi dengan segmen sasarannya.
Sering disebut dengan bauran promosi (promotional mix). Komunikasi
10 pemasaran dapat mempertemukan antara pembeli dan penjual untuk
melakukan transaksi, menciptakan arus informasi antara penjual dan pembeli
untuk melakukan transaksi jual beli yang lebih efisien dan memungkinkan
akan adanya hubungan yang memuaskan antara kedua belah pihak.
Terrence A. Shimp (2003:4) mendefinisikan komunikasi sebagai proses
dimana pemikiran dan pemahaman disampaikan antar individu atau antar
organisasi dalam individu. Lalu, pemasaran diartikan sebagai sekumpulan
kegiatan dimana perusahaan dan organisasi lainnya mentransfer nilai-nilai
(pertukaran) antara mereka dan pelanggannya. Jika digabungkan, komunikasi
pemasaran merepresentasikan gabungan semua unsur dalam bauran pemasaran
merek yang memfasilitasi terjadinya pertukaran dengan menciptakan suatu arti
yang disebarluaskan kepada klien atau pelanggan.
Komunikasi pemasaran menurut Tjiptono (1997:219) adalah aktivitas
pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi, membujuk,
dan mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli, dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan
bersangkutan.
Kotler &Amstrong (2008:116) bauran promosi atau disebut dengan bauran
komunikasi pemasaran perusahaan merupakan paduan spesifik iklan, promosi
penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal, dan sarana pemasaran
langsung yang digunakan perusahaan untuk mengkomunikasikan nilai
pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan.
Dari definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi
pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik
terutama kepada segmen sasaran mengenai keberadaan produk di pasar agar
membeli, serta membangun hubungan yang positif dengan pelanggan.
Pemasaran tidak hanya membicarakan produk, harga produk, distribusi, tetapi
juga bicara mengenai bagaimana mengkomunikasikan produk tersebut kepada
masyarakat agar dikenal, dibeli, lalu menjadi loyal.
Dengan memakai strategi komunikasi pemasaran, konsumen dapat dibujuk
untuk membentuk pilihan merek, mengubah persepsi, mendorong pembeli,
11 menjadi sarana pengingat untuk keberadaan produk, tempat mendapatkan
produk, juga untuk dapat mempertahankan segmen tersebut untuk loyal pada
produk perusahaan.
Bauran komunikasi pemasaran menurut Kotler &Amstrong (2008:116)
tersebut adalah :
1. Iklan (Advertising)
Sebuah iklan dipakai oleh komunikator untuk menyampaikan tentang
suatu informasi kepada khalayak banyak dengan tujuan tertentu.
Menurut Kasali (1992:51), iklan adalah komunikasi massa dan harus
untuk menarik kesadaran, menanamkan informasi, mengembangkan
sikap, atau mengharapkan adanya suatu tindakan yang menguntungkan
bagi pengiklan. Misalnya, memberikan informasi, mempengaruhi dan
mengajak khalayak untuk mengikuti apa yang ditampilkan di iklan.
Periklanan melayani banyak tujuan dan banyak pula pemakainya,
mulai dari perorangan yang memasang iklan mini di surat kabar daerah
hingga perusahaan besar yang memanfaatkan jaringan televise untuk
memperdagangkan merek-merek populer kepada jutaan pemirsa.
Setiap orang dapat menjadi pemasang iklan, dan iklan dapat
menjangkau setiap orang. Perusahaan penerbit surat kabar yang paling
besar sekalipun membutuhkan pemasukan yang bersumber dari iklan
(Jefkins, 1997:39).
2. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Merupakan upaya pemasaran yang bersifat media dan non-media
untuk
merangsang
coba-coba
dari
konsumen,
meningkatkan
permintaan dari konsumen atau untuk memperbaiki kualitas produk
(Setiadi, 2003:256). Upaya pemsaran melalui promosi penjualan ini
dilakukan dalam jangka pendek. Bisa peragaan, pertunjukan dan
pameran, demonstrasi, kupon harga, produk sampel, dan semua
insentif jangka pendek yang dapat mendorong
keinginan
untuk
mencoba atau membeli produk atau jasa. Dengan kata lain, promosi
12 penjualan merupakan insentif jangka pendek untuk mendorong
pembelian atau penjualan produk atau jasa.
3. Hubungan Masyarakat (Public Relations)
Membangun hubungan baik dengan berbagai kalangan untuk
mendapatkan publisitas sesuai yang diinginkan, membangun citra
perusahaan yang baik, dan menangani atau menghadapi rumor, berita
dan kejadian tidak menyenangkan.
4. Penjualan secara Pribadi (Personal Selling)
Interaksi langsung yang terjadi dengan pelanggan atau calon
pelanggan untuk dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. Dengan
penjualan secara pribadi ini, perusahaan sudah berhadapan langsung
dengan calon pembeli untuk mencoba menginformasikan kepada
konsumen tentang suatu produk sekaligus membujuk secara langsung
untuk membeli.
5. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
Hubungan langsung dengan konsumen individual yang ditargetkan
secara cermat untuk memperoleh respon segera dan membangun
hubungan pelanggan yang langgeng – penggunaan surat langsung,
telepon, televise respons langsung, e-mail, Internet, dan sarana lain
untuk berkomunikasi dengan konsumen tertentu.
2.2 Tahapan dalam Mengembangkan Komunikasi Pemasaran yang Efektif
Menurut Sulaksana (1997:78) dalam mengembangkan komunikasi yang
efektif, ada beberapa 8 tahap yang harus dilalui, yaitu mengidentifikasi
audiens sasaran, menentukan tujuan komunikasi, merancang pesan, memilih
saluran komunikasi, menetapkan total anggaran komunikasi, memutuskan
baruran komunikasi, mengukur hasil komunikasi, dan mengelola proses
komunikasi pemasaran terpadu. Tetapi, dalam penelitian ini hanya akan
diuraikan empat hal saja karena dari keempat langkah ini sudah memenuhi
tujuan komunikasi.
13 a. Mengidentifikasi Audiens Sasaran
Audiens sasaran akan sangat mempengaruhi bagaimana perusahaan
menyampaikan apa, bagaimana, kapan, dimana dan kepada siapa pesan
hendak disampaikan. Disebut dengan segmentasi, yaitu pasar sasaran yang
diambil oleh 24 Mobile Spa.
Menurut Kasali (2007:118) segmentasi pasar didefinisikan sebagai
suatu proses untuk membagi-bagi atau mengkelompok-kelompokkan
konsumen ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen. Definisi lain
disampaikan bahwa segmentasi pasar adalah membagi-bagi pasar secara
jelas menjadi kelompok pembeli yang jelas dengan kebutuhan,
karakteristik, atau tingkah laku berbeda yang membutuhkan produk atau
bauran pemasaran terpisah. (Kotler&Amstrong, 2008:46)
Dalam menyusun segmentasi adalah memilih dasar yang paling tepat
untuk membagi pasar. Menurut Kotler (1997:227), variabel segmentasi
utama adalah segmentasi geografis, demografis, psikografis, dan perilaku.
Memilih audiens sasaran merupakan syarat yang harus dipenuhi agar
strategi apapun yang diterapkan dapat berhasil.
b. Menentukan Tujuan Komunikasi
Untuk dapat meraih calon pelanggan, maka 24 Mobile Spa perlu untuk
berusaha lebih keras karena persaingan antara home spa satu dan yang
lainnya
semakin
ketat.
Dalam
menetapkan
tujuan
komunikasi,
komunikator harus memutuskan tanggapan yang diharapkan dari audens.
Tanggapan terakhir yang diharapkan dari audiens adalah pembelian,
kepuasan yang tinggi, dan cerita dari mulut ke mulut yang baik. Namun,
pembelian merupakan hasil akhir dari suatu proses pengambilan keputusan
konsumen yang panjang. Pemasar mungkin menginginkan adanya
kesadaran, pengetahuan, rasa suka, preferensi, keyakinan, dan berujung
kepada pembelian. (Kotler, 1997:212)
c. Merancang Pesan
Sebuah pesan dalam iklan, idealnya dikemas untuk mendapat
Perhatian (Attention), mempertahankan Minat (Interest), membangkitkan
14 Hasrat (Desire), dan meraih Tindakan (Action). Ketika menyusun pesan,
personel komunikasi harus memutuskan apa yang harus dikatakan (isi
pesan) dan cara mengatakannya (struktur dan format pesan). Pengemasan
pesan merupakan sebuah pikiran yang digunakan oleh komunikator. Ada 3
komponen yang digunakan untuk dapat mengemas sebuah pesan, yaitu isi
pesan, format pesan, dan struktur pesan.
d. Memilih Saluran Komunikasi
Komunikator harus memilih saluran komunikasi yang efisien untuk
menyampaikan pesan. Saluran komunikasi personal yaitu face to face dan
saluran komunikasi non personal dengan menggunakan media tertentu.
Penggunaan berbagai saluran komunikasi dapat lebih menunjang satu
sama lain agar komunikasi berjalan lebih lancar.
•
Saluran Komunikasi Personal
Saluran komunikasi personal melibatkan dua orang atau lebih dan
berlangsung secara tatap muka (face to face). Komunikasi personal
dapat lebih efektif karena adanya kemungkinan penyampaian pesan
dan umpan balik secara lebih pribadi. WOM (Word of Mouth) menjadi
salah satu alat yang digunakan untuk menjalankan kegiatan promosi.
•
Saluran Komunikasi Non Personal
Saluran
komunikasi
nonpersonal
menyampaikan
pesan
tanpa
melakukan kontak atau interaksi pribadi secara langsung. Tetapi
dilakukan melalui media, suasana, peristiwa.
1.
Media yaitu :
•
Media cetak yang terdiri dari Koran, majalah, direct
mail.
•
Media elektronik terdiri dari radio dan televisi
•
Media display terdiri dari baliho, papan iklan, poster
•
Media digital
Berkat kekayaan teknologi digital baru, pemasar
langsung dapat menjangkau dan berintraksi dengan
pelanggan di semua tempat, setiap saat, hampir tentang
15 semua hal. Yaitu lewat telepon seluler, blackberry
messeger, dan Internet. Pemarasan menggunakan media
digital sering disebut Digital Marketing, yaitu praktek
pemasaran dengan menggunakan media digital untuk
dapat
menjangkau
konsumen
yang
ditargetkan,
membangun hubungan dengan konsumen, dan memiliki
kemampuan untuk menghemat biaya dan tepat waktu.
2.
Suasana merupakan lingkungan yang dikemas sedemikian
rupa dan kemudian dapat memperkuat kecenderungan
pembeli untuk membeli produk.
3.
Peristiwa
merupakan
acara
yang
dirancang
untuk
mengkomunikasikan pesan tertentu pada audiens sasaran,
seperti acara pensponsoran, dll.
Pada penelitian ini difokuskan pada saluran komunikasi non personal saja,
yaitu media, suasana dan peristiwa. Media yang akan diteliti hanya berkaitan
dengan media digital. Hal ini disebabkan basis promosi yang dilakukan oleh
24 Mobile spa adalah dengan menggunakan media baru tersebut yaitu melalui
sms, bbm, dan melalui internet (blog, web, facebook, dan twitter)
2.3 Pengemasan Pesan
Pesan merupakan perangkat simbol yang dikirimkan oleh pengirim
(Kotler, 1997:78). Definisi lain dari Effendy (2006:18), pesan merupakan
seperangkat lambang bermakna yang disampaikan oleh komunikator. Menurut
Widjaja (2008:14), pesan merupakan keseluruhan dari apa yang disampaikan
oleh komunikator. Agar sebuah pesan tersebut berhasil sesuai dengan tujuan
komunikator, diperlukan strategi untuk mengemas pesan tersebut. Strategi ini
dipakai supaya pikiran komunikator yang disampaikan melalui bahasa dapat
dimengerti oleh komunikan.
Pikiran dan bahasa yang digunakan oleh komunikator disebut dengan
encoding. Hasil encoding tersebut berupa pesan yang nantinya akan
16 disampaikan kepada komunikan, yaitu calon pelanggan. Apabila komunikan
mengerti isi pesan atau pikiran komunikator, maka komunikasi akan terjadi.
Oleh karena itu, bagaimana suatu pesan tersebut dikemas, sangat penting
untuk untuk diperhatikan. Diperlukan suatu perencanaan komunikasi agar
tujuan-tujuan yang diinginkan oleh komunikator tercapai, yaitu dimana isi
pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh komunikan dengan
menggunakan pendekatan yang bergantung pada situasi dan kondisi.
Menurut Kotler (1997:212), ada 3 komponen mutlak yang perlu
diperhatikan dalam mengemas sebuah pesan (Kotler, 1997:212), yaitu :
•
Isi Pesan
Dalam menentukan isi pesan yang terbaik, pelaku usaha mencari daya
tarik, tema, ide atau usulan penjualan yang unik. Hal ini berarti
memformulasikan suatu manfaat, motivasi, identifikasi, atau alasan
mengapa audiens harus mengingat atau meneliti suatu produk atau
jasa.
a. Daya tarik rasional
Daya tarik rasional mencoba membangkitkan minat seseorang. Isi
pesan menunjukkan mutu, nilai ekonomis, manfaat, dan kinerja
sebuah produk, sehingga audience memiliki pengetahuan dan
mengenal produk serta bertanggungjawab atas pilihan mereka.
b. Daya tarik emosional
Daya tarik emosional mencoba membangkitkan emosi positif atau
negatif yang akan memotivasi pembelian, misalnya menggunakan
rasa takut, rasa bersalah, dan malu agar orang lain melakukan halhal tertentu.
c. Daya tarik moral
Daya tarik moral diarahkan pada perasaan audience tentang apa
yang benar dan tepat. Daya tarik ini sering digunakan untuk
mendorong orang mendukung masalah-masalah sosial, seperti
lingkungan hidup bersih, persamaan hak wanita, dll, jarang sekali
dikaitkan dengan produk sehari-hari.
17 •
Struktur Pesan
Pemasar juga harus memutuskan cara menangani tiga masalah struktur
pesan. Pertama adalah apakan pemasar akan menarik kesimpulan atau
menyerahkannya kepada pemirsa. Kedua, apakah pemasar akan
menghadirkan argument terkuat lebih dahulu atau terakhir. Ketiga,
apakah pemasar akan meghadirkan arugumen satu sisi (hanya
menyebutkan kekuatan produk) atau argument dua sisi (memuji
kekuatan produk sambil mengakui kekurangannya)
•
Format Pesan
Format pesan adalah dimana pengiklan mengembangkan suatu format
yang kuat dalam iklannya, seperti judul, kata-kata, ilustrasi, warna,
bahasa tubuh.
2.4 Strategi
Kebutuhan, keinginan, dan permintaan menjadi dasar utama adanya
pemasaran. Dimulai dengan mengenali dan merumuskan keinginan dan
kebutuhan dari konsumen pada segmen tertentu. Perumusan dilakukan karena
sebuah perusahaan tidak dapat melayani seluruh kebutuhan konsumen karena
pasar yang begitu luas. Perusahaan perlu menetapkan segmen mana yang akan
dimasuki. Perusahaan perlu mengidentifikasi pasar total, membagi-baginya
menjadi segmen-segmen yang lebih kecil, memilih segmen yang paling bagus
prospeknya, dan memfokuskan untuk melayani dan memuaskan segmen ini.
Tidak memungkiri pula bahwa terjadi begitu banyak persaingan yang
menuntut perusahaan untuk semakin kreatif melayani segmen yang disasar.
Menurut Kotler (2002:34), dalam peningkatan persaingan masing-masing
perusahaan
harus
dapat
memenangkan
persaingan
tersebut
dengan
menampilkan produk atau jasa yang terbaik dan dapat memenuhi selera
konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah. Salah satunya adalah
jasa perawatan tubuh, seperti SPA.
Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Konsep mengenai strategi
terus berkembang dari masa ke masa. Menurut Assauri (1996:153), strategi
adalah rencana atau tindakan yang dijalankan untuk tetapi hidup dan
18 berkembang, guna mencapai tujuan. Selanjutnya, Chandler (dalam Rangkuti,
2005:3), strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam
kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut, serta prioritas
alokasi sumber daya.
Definisi strategi yang lain, dinyatakan oleh Stoner, Freeman, dan Gilbert
(dalam Tjiptono, 1997:3), strategi dapat didefinisikan sebagai program untuk
menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan
misinya.
Dari tiga definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi adalah
seperangkat rencana cermat dan sistematis yang dipakai untuk dapat mencapai
tujuan dan sasaran yang sudah ditentukan. Strategi kemudian dijadikan
pedoman bagi perusahaan untuk dapat mengarahkan sumber daya dan usaha
perusahaan demi tercapainya tujuan berdasarkan misi dari perusahaan.
Strategi sebagai pedoman berarti strategi menjadi kesatuan arah bagi
segala aktivitas perusahaan. Ketika konsep strategi tidak jelas, keputusan yang
diambil pun akan menjadi tidak jelas yang mengakibatkan jauhnya perusahaan
untuk mencapai tujuan.
Kotler Amstrong (2008:276) menyatakan bahwa tidak ada satu strategi
terbaik untuk semua perusahaan. Setiap perusahaan harus menentukan apa
yang paling masuk akal dalam posisinya di industri serta tujuan, peluang, dan
sumber daya perusahaan.
2.5 Strategi Jemput Bola (Penggunaan Media Digital)
Strategi komunikasi pemasaran tidak hanya diperuntukkan bagi usaha
berskala besar, usaha kecil juga membutuhkan strategi komunikasi pemasaran
untuk mengembangkan usaha. Dalam konteks marketing, banyak organisasi
mulai memikirkan dan mencari metode penghematan. Sebab, biaya marketing
selalu menghabiskan dana yang tidak sedikit. Media digital menawarkan
kesempatan untuk efisiensi. Berupa pesan, yaitu yang hendak disampaikan
oleh komunikator kepada calon pelanggannya. Pesan tersebut dikemas
sedemikian rupa sesuai dengan tujuan yang diinginkan komunikator.
19 Penyampaian pesan iklan menggunakan internet ini yang sering disebut
dengan digital marketing.
Menurut Sanjaya & Tarigan (2009:47), digital marketing adalah kegiatan
marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis
web seperti blog, website, e-mail, adwords, ataupun jejaring sosial. Tentu saja
digital marketing bukan hanya bicara tentang internet tetapi juga mobile
technology.
Digital Marketing adalah praktek pemasaran yang menggunakan saluran
distribusi digital untuk mencapai konsumer dengan cara yang relevan,
personal dan cost-effective. Digital marketing pada dasarnya merupakan
sesuatu yang berkaitan dengan ide-ide yang dituangkan dalam dunia digital. 1
Pelaku usaha harus jeli dalam menentukan strategi pemasaran apa yang
dipakai untuk dapat memenuhi tujuan usaha yang sudah ditetapkan karena
persaingan sangat ketat. Salah satunya strategi yang bisa dipakai adalah
jemput bola, lawannya yaitu tunggu bola. Jemput bola yaitu, dimana pelaku
usaha tidak lagi menjual produk/jasa dengan hanya menunggu kedatangan
pelanggan, melainkan mereka akan menghubungi pelanggan satu per satu dan
secara langsung menanyakan kebutuhan akan produk/jasa. Menghubungi bisa
berarti melakukan hubungan melalui telepon, internet, dan media lain serta
menghubungi pelanggan secara langsung.
Perkembangan teknologi media baru ini memungkinkan perusahaan untuk
dapat melakukan komunikasi 2 arah dengan pelanggannya dengan biaya yang
lebih murah.
a. Mobile Marketing
Mobile Marketing dapat dijadikan sebagai salah satu metode yang
efektif dalam menerapkan strategi pemasaran perusahaan. Manfaat
dari mobile marketing adalah dapat mengirim informasi berguna
tentang produk/jasa dari perusahan dengan mengirim SMS (Short
1
www.paramadina.ac.id/, diakses pada hari Senin, 15 Juli 2013
20 Message Service), BBM (Blackberry Messager), gambar, music, atau
video dari iklan perusahaan.
b. Internet Marketing
Menurut Agus Hermawan ( 2012:228), internet marketing diartikan
sebagai pemasaran yang menggunakan teknologi Internet sebagai
saluran penyampaian isi pesan kepada banyak orang secara
bersamaan dan seketika dalam suatu kurun waktu tertentu. Manfaat
dari pemasaran internet adalah biayanya yang relatif murah dan
muatan informasi yang besar.
2.6 Internet Marketing
Pemasaran secara online ada empat cara yang bisa dilakukan, yaitu
membuat etalase
elektronik (web / blog) , berpartisipasi dalam sosial media, memasang iklan
online, dan menggunakan email.
Layanan online menjadi begitu popular karena memberikan manfaat, baik
bagi pemasar juga bagi pembeli.
Bagi Pembeli :
1. Kemudahan : Dalam memesan jasa spa, pelanggan dapat
memesan produk 24 jam sehari dimana mereka berada.
Mereka tidak harus berkendara, mencari tempat parkir, dan
berjalan melewati gang yang panjang untuk mencari dan
menggunakan jasa spa. Tidak perlu pula kecewa karena tidak
perlu berkendara jauh hanya untuk menemukan bahwa jasa
tidak bisa dipakai.
2. Informasi : Pelanggan dapat memperoleh setumpuk informasi
komparatif tentang perusahaan, produk, dan pesaing tanpa
harus meninggalkan kantor atau rumah. Mereka dapat
memusatkan perhatian pada kriteria objektif seperti harga,
kualitas, kinerja, dan ketersediaan.
21 3. Rongrongan yang lebih sedikit : Dengan layanan online,
pelanggan tidak perlu menghadapi atau melayani bujukan dan
faktor-faktor emosional.
Bagi pemasar, layanan online memiliki manfaat dalam hal :
1. Penyesuaian yang cepat terhadap kondisi pasar : Perusahaan
dapat dengan cepat menambahkan produk pada penawaran
mereka serta mengubah harga dan deskripsi.
2. Biaya yang lebih rendah : Pemasar online mencegah biaya
pengelolaan toko dan biaya sewa, asuransi, dan prasaran yang
menyertai.
3. Pemupukan hubungan : Pemasar online dapat berbicara
dengan pelanggan dan belajar lebih banyak dari mereka.
4. Pengukuran besar pemirsa : Pemasar dapat mengetahui
berapa banyak orang yang mengujungi situs online mereka
dan berapa banyak yang singgah di tempat tertentu dalam
situs tersebut.
2.7 Hasil Penelitian Sebelumnya
Tabel 2.1
Hasil Penelitian Sebelumnya
Judul
Yustisia Ditya Sari
Angela Setiawan
Strategi Komunikasi
Efek kognitif
Pengemasan Pesan
Mei Indraningrum
Strategi Jemput Bola
pengemasan pesan iklan 24
Mobile
Produk Speedy
televisi shampo Dove
dalam Meraih Calon
Broadband Access
Indonesia versi SMS
Pelanggan
Internet PT. Telkom
quiz pada wanita
Divisi V Jawa Timur
Surabaya
22 Spa
Tujuan
Untuk mengetahui
untuk mengetahui efek
Untuk mengetahui
Penelitian
strategi komunikasi
kognitif
bagaimana
pengemasan pesan
pengemasan pesan iklan
pengemasan pesan
melalui media cetak
televisi Dove Indonesia
24 Mobile Spa
versi SMS Quiz pada
melalui media digital
wanita
untuk meraih calon
Surabaya.
pelanggan
Jenis
Kuantitatif deskriptif
Kuantitatif eksplanatif
Penelitian
Kesimpulan
Kualitatif
deskriptif
Strategi komunikasi
Pengemasan pesan
pengemasan pesan
iklan televisi
yang dilakukan oleh
shampo Dove Indonesia
PT. Telkom Divre V
versi SMS Quiz
Jatim melalui media
memiliki hubungan
cetak dapat diterima
positif yang sangat
oleh khalayak.
kuat dan berpengaruh
terhadap efek kognitif
wanita Surabaya.
Dilihat dari hasil penelitian terdahulu, maka penelitian kali ini jelas
memiliki perbedaan, yaitu :
1. Penelitian sekarang meneliti tentang pengemasan pesan
melalui media digital.
2. Penelitian sekarang bertujuan untuk melihat bagaimana
pengemasan pesan untuk meraih calon pelanggan.
3. Penelitian sekarang ini menggunakan jenis penelitian
kualitatif deskriptif
4. Penelitian sekarang ini dilakukan di Jakarta.
23 2.8 Kerangka Pikir
24 Mobile Spa Jakarta
(Komunikator)
Profil segmen sasaran 24 Mobile SPA
( Geografis, Psikografis, Perilaku)
Strategi jemput bola
(melalui digital marketing sbg alat komunikasi
pemasaran)
PESAN
Isi Pesan
Format Pesan
Struktur Pesan
Penjelasan :
Mobile Spa muncul karena adanya kebutuhan akan adanya relaksasi, lebih
sehat, memperbaiki penampilan, memperlambat penuaan, dan ingin mencegah
berbagai macam penyakit tetapi kemacetan dan kondisi Jakarta yang semrawut
membuat wanita menjadi tidak punya kesempatan untuk merawat diri lantaran
malas antre, tempat spa jauh, macet, dll.
Strategi komunikasi pemasaran dapat terlaksana dengan baik yaitu dengan
terlebih dahulu melakukan pemetaan terhadap audiens sasaran. Memilih
audiens sasaran merupakan syarat yang harus dipenuhi agar langkah
24 selanjutnya dapat terpenuhi dengan tepat sasaran. Audiens sasaran akan sangat
mempengaruhi bagaimana perusahaan menyampaikan apa, bagaimana, kapan,
dimana dan kepada siapa pesan hendak disampaikan.
Setelah mengetahui profil segmen calon pelanggan dari 24 Mobile Spa.
Strategi untuk menemui pelanggan harus diperhatikan, salah satunya adalah
strategi jemput bola, yaitu dimana pemasar tidak hanya menunggu pasif tetapi
aktif. Dalam menjalankan strategi jemput bola tentunya ada pesan yang ingin
disampaikan pemasar kepada calon pelanggannya. Pesan ini yang akan
menentukan informasi seperti apa yang akan disampaikan. Sebuah pesan harus
mendapat
Perhatian
(Attention),
mempertahankan
Minat
(Interest),
membangkitkan Hasrat (Desire), dan meraih Tindakan (Action). Sehingga,
ketika menyusun pesan, personel komunikasi harus memutuskan apa yang
harus dikatakan (isi pesan) dan cara mengatakannya (struktur dan format
pesan).
Dari langkah – langkah tersebut, maka akan dapat terlihat bagaimana
komunikasi pemasaran dalam konteks pengemasan pesan yang diterapkan
oleh 24 Mobile Spa untuk dapat meraih calon pelanggan ditengah persaingan
usaha home spa di Jakarta.
25 
Download