Bab 2 - Widyatama Repository

advertisement
BAB II
BAHAN RUJUKAN
2.1
Pengertian Manajemen
Manajemen pada dasarnya dibutuhkan untuk semua tipe kegiatan
organisasi kalau dilihat dalam praktek, maka manajemen dibutuhkan dimana saja
orang-orang bekerja sama (dalam organisasi) untuk mencapai tujuan perusahaan.
Sebagai
ilmu
pengetahuan,
manajemen
bersifat
universal
dan
dipergunakan kerangka ilmu pengetahuan yang sistematis, mencakup kaidahkaidah, prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang cenderung benar, dalam situasi
manajerial.
Manajemen telah banyak disebut sebagai “seni untuk menyelesaikan
pekerjaan melalui orang lain”. Oleh karena itu, para manajer mencapai tujuantujuan organisasinya melalui peraturan orang lain untuk melaksanakan berbagai
pekerjaan yang diperlukan, atau dengan kata lain tidak melakukan pekerjaanpekerjaan itu sendiri.
Pengertian manajemen yang lain, dikemukakan oleh Stoner (1998:3)
adalah :
“Management is the art of getting things done through the people”.
Definisi diatas dapat dikatakan bahwa manajemen adalah suatu seni dalam
mendapatkan sesuatu melalui orang-orang.
Selanjutnya menurut Terry (1981:4) menyatakan bahwa :
“Management is a distinct process consisting of planning, organizing,
actuating, and controlling, performed to determine and accomplished
stated objectives by the use of humans being resources”.
Definisi diatas dapat dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses
yang nyata terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan
pengendalian yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan dengan
menggunakan sumber daya manusia.
10
11
Sedangkan menurut Appley yang dikutip didalam bukunya Soeprihanto
(1984:3) menyatakan bahwa :
“Manajemen adalah keahlian untuk menggerakan orang melakukan
suatu pekerjaan”.
Dengan manajemen dapat dipastikan aktivitas-aktivitas perusahaan untuk
mencapai tujuan tertentu dari kelompok atau organisasi yang bersangkutan.
Sedangkan untuk mencapainya diperlukan suatu perencanaan yang baik dan
pelaksanaan yang konsisten, dengan maksud agar tujuan yang diinginkan dapat
tercapai dengan efektif dan efesien.
Dengan demikian penulis dapat mengambil kesimpulan :
1. Manajemen adalah suatu proses nyata dalam perencanaan, pengorganisasian,
penempatan, pelaksanaan dan pengawasan untuk menetapkan dan mencapai
tujuan melalui orang lain.
2. Manajemen adalah kerja sama oarang-orang untuk mencapai suatu tujuan
yang telah disepakati bersama dengan sistematis, efisien dan efektif.
3. Manajemen adalah suatu ilmu dan seni.
Manajemen merupakan ilmu karena menggunakan dasar-dasar pengertian
yang terorganisir dan menerapkannya dengan mempertimbangkan realitas yang
ada untuk mencapai hasil yang diinginkan. Sedangkan seni itu sendiri adalah
suatu usaha manusiawi yang paling kreatif. Seni yang paling produktif selalu
didasari pemahaman akan ilmu yang mendasarinya. Jadi, ilmu dan seni saling
melengkapi.
2.2
Pengertian Sumber Daya Manusia
Kualitas sumber daya manusia dalam organisasi bisnis sangat penting
untuk menghadapi ancaman yang akan dihadapi. Salah satu sumber daya yang
penting bagi manajemen adalah manusia yang berkedudukan sebagai manajer dan
pegawai atau karyawan. Sumber daya inilah yang diberi nama baru yang sangat
dikenal dengan nama Sumber Daya Manusia atau Human Resources. Human
Resources ini seringkali disebut Man Power, yang di indonesia secara resmi
12
diterjemahkan menjadi tenaga kerja. Kata resources sendiri sebenarnya berarti
“sumber daya” yang tentunya berarti “sumber dari daya/kekuatan”. Untuk dapat
berkembang dan berjaya, sebuah organisasi, baik negara ataupun perusahaan,
harus memiliki power atau daya/kekuatan. Daya atau kekuatan tersebut dapat
diperoleh dari beberapa sumber daya atau resources yang dapat didayagunakan.
Bagi sebuah negara, sumber daya minimal terdiri dari :
1. Human Resources atau lebih tepatnya disebut “sumber daya insani” yaitu
sumber daya yang berasal dari manusia yang “dimilikinya”.
2. Natural Resources atau “sumber daya alami” yang berasal dari kekayaan alam.
Menurut kamus yang disebutkan diatas, kata resources juga berarti
“kekayaan”. Dengan demikian sebuah organisasi, apakah itu perusahaan atau
negara bisa mempunyai sumber daya (kekuatan) yang kekayaan berbentuk
“alami” atau “Natural Resources”, tapi paling sedikit perusahaan akan
mempunyai sumber daya yang berupa human (manusia atau insani).
Adapun definisi Sumber Daya Manusia menurut Ruky (2003:9) yang
menyatakan bahwa :
“Sumber Daya Manusia adalah sumber dari kekuatan yang berasal
dari manusia-manusia yang dapat didayagunakan oleh organisasi”.
Selanjutnya menurut Hasibuan (2000:3) menyatakan bahwa :
“Sumber Daya Manusia adalah semua manusia yang terlihat didalam
suatu organisasi dalam mengupayakan terwujudnya tujuan organisasi
tersebut”.
Sedangkan menurut Rivai (2004:6) menyatakan bahwa :
“Sumber Daya Manusia adalah seseorang yang siap, mau, dan
mampu memberi sumbangan terhadap usaha pencapaian tujuan
organisasi”.
Ketiga definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Sumber Daya
Manusia adalah sumber kekuatan yang berasal dari manusia yang dapat
13
didayagunakan oleh organisasi agar siap, mau dan mampu mewujudkan tujuan
organisasi atau perusahaan.
Dengan berpegang pada pengertian tersebut istilah “sumber daya manusia”
mengarah kepada individu-individu yang ada di dalam organisasi untuk
meningkatkan kualitas dan kompetensinya.
Bagi sebuah perusahaan, ada tiga sumber daya atau modal stratejik yang
mutlak harus mereka miliki untuk dapat menjadi sebuah perusahaan unggul. Tiga
sumber daya tersebut adalah :
1. Financial Resources yaitu sumber daya berbentuk dana atau modal finansial
yang “dimiliki”.
2. Human Resources yaitu sumber daya yang berbentuk dan berasal dari manusia
yang secara tepat disebut sebagai “modal insani”.
3. Informational Resources yaitu sumber daya yang berasal dari berbagai
informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan strategis.
Ketiga resources tersebut, hampir semua pimpinan perusahaan besar dan
modern sekarang mengakui bahwa yang paling sulit diperoleh dan dikelola adalah
human resources yaitu “sumber daya atau modal insani” yang mempunyai
kualitas sesuai dengan yang diinginkan oleh perusahaan.
2.3
Pengertian dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Dalam setiap organisasi, manusia merupakan salah satu sumber daya
penting yang harus dikelola dengan baik guna mencapai tujuan perusahaan,
karena perkembangan organisasi tergantung pada kemampuan dan perkembangan
manusia. Jika manusia menjalankan tugasnya dengan baik maka akan baik pula
hasil yang dicapai oleh perusahaan. Semakin besar dan berkembang suatu
organisasi maka akan semakin besar pula peran, tugas dan tanggung jawab yang
dituntut dari manusia. Karenanya suatu organisasi dalam hal ini harus dapat
mengelola sumber daya manusianya secara efektif dan efisien, dan perusahaan
harus memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan sumber daya tersebut
agar dapat memberikan hasil yang optimal bagi perusahaan.
14
Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan salah satu bidang
manajemen yang menitikberatkan aktivitasnya dalam mengelola manusia sebagai
sumber daya. Bidang ini berusaha mengkoordinasikan para karyawan dengan
segala persoalannya agar dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik mungkin dan
memberikan kontribusi yang positif bagi pencapaian tujuan perusahaan.
Berikut ini akan dikemukakan beberapa definisi mengenai pengertian
Manajemen Sumber Daya Manusia.
Menurut Panggabean (2002:15) menyatakan bahwa :
“Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu proses yang terdiri
atas perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan dan pengendalian
kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan, evaluasi
pekerjaan, pengadaan, pengembangan, kompensasi, promosi dan
pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan”.
Sedangkan menurut Mangkunegara (2002:2) menyatakan bahwa :
“Manajemen Sumber Daya Manusia adalah suatu perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan terhadap pengadaan,
pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan
dan pemisahaan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan
organisasi”.
Kedua definisi diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Manajemen Sumber
Daya Manusia adalah proses mengatur dan mengelola sumber daya manusia dan
pemanfaatannya untuk mencapai tujuan organisasi dengan mengembangkan
kemampuan, memotivasi, dan mempertahankan komitmen mereka terhadap
organisasi.
Keberhasilan pengelolaan organisasi sangat ditentukan oleh kegiatan
pendayagunaan sumber daya manusia. Bisa dilihat secara garis besar fungsi dari
Manajemen Sumber Daya Manusia dapat dikelompokkan kedalam dua bagian
besar. Menurut Flippo (1992:6-7) fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
adalah :
15
1. Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari :
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan (Planning) yaitu program personalia yang akan membantu
mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Tentu saja penetapan
tujuan ini akan memerlukan partisipasi aktif dari manajer personalia,
sesuai dengan pengetahuannya di bidang sumber-sumber manusia (human
resources).
b. Pengorganisasian (Organizing)
Pengorganisasian (Organizing) yaitu alat untuk mencapai tujuan
perusahaaan yang menentukan fungsi-fungsi dan harus dijalankan oleh
para karyawan. Maka manajer personalia haruslah membentuk organisasi
dengan merancang susunan dari berbagai hubungan antara jabatan,
personalia dan faktor-faktor fisik.
c. Pengarahan (Directing)
Pengarahan (Directing) yaitu fungsi manajemen didalam melaksanakan
motivasi atau pemberian perintah yang mengusahakan agar karyawan mau
bekerjasama secara keseluruhan.
d. Pengendalian (Controlling)
Pengendalian (Controlling) yaitu fungsi manajemen yang menyangkut
masalah peraturan berbagai kegiatan sesuai dengan rencana personalia,
yang dirumuskan sebagai dasar analisa dari tujuan organisasi yang
fundamental.
2. Fungsi-fungsi operasional terdiri dari :
a. Pengadaan (Procurement)
Pengadaan (Procurement) yaitu fungsi operasional manajemen personalia
yang pertama dan bertujuan untuk memperoleh jumlah dan jenis karyawan
yang tepat untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi ini terutama
menyangkut tentang penentuan kebutuhan tenaga kerja dan penarikannya,
seleksi dan penempatannya.
16
b. Pengembangan (Development)
Pengembangan (Development) yaitu kegiatan yang dilakukan untuk
meningkatkan keterampilan lewat latihan (training), yang diperlukan
untuk dapat menjalankan tugas dengan baik.
c. Pemberian Kompensasi (Compensation)
Pemberian Kompensasi (Compensation) yaitu pemberian penghargaan
yang adil dan layak terhadap para karyawan sesuai dengan sumbangan
mereka untuk mencapai tujuan organisasi.
d. Pengintegrasian (Integration)
Pengintegrasian (Integration) yaitu penyesuaian keinginan dari para
individu dengan keinginan organisasi dan masyarakat. Dengan demikian
kita perlu memahami perasaan dan sikap dari para karyawan untuk
mempertimbangkan dalam pembuatan berbagai kebijaksanaan organisasi.
e. Pemeliharaan (Maintenance)
Pemeliharaan
(Maintenance)
yaitu
fungsi
operasional
yang
mempertahankan dan meningkatkan kondisi yang telah ada. Tetapi pada
fungsi ini perhatian akan dititikberatkan pada pemeliharaan kondisi fisik
dari para karyawan (kesehatan dan keamanan) dan pemeliharaan sikap
yang menyenangkan (program-program pelayanan karyawan).
f. Pemutusan Hubungan kerja (Separation)
Fungsi terakhir ini adalah untuk memutuskan hubungan kerja dan
mengembalikan orang-orang tersebut kepada masyarakat. Organisasi
bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemutusan hubungan kerja
sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Adapun fungsi-fungsi operasional menurut Marwansyah dan Mukaram
(1999:6-7) yaitu :
a. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan Sumber Daya Manusia adalah proses yang secara sistematik
mengkaji kebutuhan (requirement) sumber daya manusia untuk menjamin
17
tersedianya tenaga kerja dalam jumlah dan mutu yang sesuai pada saat
dibutuhkan.
b. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen atau penarikan adalah proses menarik perhatian sejumlah
orang dan mendorong mereka untuk melamar pekerjaan pada suatu
organisasi
Seleksi adalah proses untuk memilih orang-orang dari sekumpulan
pelamar yang paling cocok dengan posisi yang ditawarkan dan dengan
organisasi.
c. Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu upaya terencana yang
dilakukan oleh manajemen untuk meningkatkan kompetensi pekerja dan
ujuk kerja organisasi melalui program-program pelatihan, pendidikan dan
pengembangan.
d. Balas Jasa
Balas Jasa atau kompensasi adalah semua imbalan yang diterima oleh
seseorang sebagai balasan atas kontribusi mereka terhadap organisasi.
Imbalan tersebut dapat berupa gaji atau upah, tunjangan dan pelayanan,
serta imbalan nonfinansial.
e. Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Keselamatan kerja meliputi upaya untuk melindungi para pekerja dari
luka-luka akibat kecelakaan kerja. Kesehatan kerja adalah terbebasnya
para pekerja dari penyakit dan terwujudnya kesejahteraan
fisik dan
mental.
f. Hubungan Industrial
Hubungan industrial atau hubungan pekerja mencakup semua praktek
yang mengimplementasikan filosofi dan kebijakan suatu organisasi yang
berkaitan dengan pekerja.
18
g. Penelitian Sumber Daya Manusia
Penelitian sumber daya manusia adalah studi yang sistematik tentang
sumber
daya
manusia
suatu
perusahaan
dengan
maksud
untuk
memaksimalkan pencapaian tujuan individu dan tujuan organisasi.
Kedua fungsi operasional diatas dapat disimpulkan menjadi sebagai
berikut:
a. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan sumber daya manusia adalah proses penentuan jumlah dan
mutu atau kualifikasi sumber daya manusia di masa yang akan datang.
b. Pengadaan (Procurement)
Pengadaan
(Procurement)
merupakan
fungsi
operasional
yang
menyangkut tentang penentuan kebutuhan tenaga kerja dan penarikannya,
seleksi dan penempatannya.
c. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen atau penarikan adalah proses menarik perhatian sejumlah
orang dan mendorong mereka untuk melamar pekerjaan pada suatu
organisasi. Hasil proses rekrutmen adalah sekumpulan pelamar yang
memenuhi syarat. Seleksi adalah proses untuk memilih orang-orang dari
sekumpulan pelamar yang paling cocok dengan posisi yang ditawarkan
dan dengan organisasi. Hasil proses seleksi adalah para calon pegawai
yang paling memenuhi syarat di antara pelamar.
d. Pengembangan Sumber Daya manusia
Pengembangan sumber daya manusia adalah suatu upaya yang dilakukan
oleh manajemen dalam pelatihan (training)
yang diberikan kepada
karyawan baik yang baru direkrut maupun karyawan yang sudah lama atau
yang sudah ada.
e. Balas Jasa atau Kompensasi
Balas jasa atau kompensasi adalah semua imbalan yang diterima oleh
seseorang atau karyawan dengan adil dan layak sebagai balasan atas
konstribusi mereka terhadap organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
19
f. Pemeliharaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Fungsi ini akan dititikberatkan pada pemeliharan kondisi fisik pada
karyawan yang menyangkut kesehatan, keamanan dan keselamatan kerja
untuk
melindungi
karyawan
dari
kecelakaan-kecelakaan
dan
mempertahankan serta meningkatkan kondisi yang sudah ada.
g. Pengintegrasian (Integration)
Pengintegrasian (Integration) yaitu penyesuaian keinginan dari para
individu dengan keinginan organisasi dan masyarakat. Dengan demikian
kita perlu memahami perasaan dan sikap dari para karyawan untuk
mempertimbangkan dalam pembuatan berbagai kebijaksanaan organisasi.
h. Hubungan Industrial
Hubungan industrial atau hubungan pekerja mencakup semua praktek
yang mengimplementasikan filosofi dan kebijakan suatu organisasi yang
berkaitan dengan pekerja.
i. Penelitian Sumber Daya Manusia
Penelitian sumber daya manusia adalah studi yang sistematik tentang
sumber
daya
manusia
suatu
perusahaan
dengan
maksud
untuk
memaksimalkan pencapaian tujuan individu dan tujuan organisasi.
j. Pemutusan Hubungan Kerja
Organisasi bertanggung jawab untuk melaksanakan proses pemutusan
hubungan kerja sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan.
Pengadaan Sumber Daya Manusia sebagai lingkup pertama pengolahan
sumber daya manusia dalam suatu organisasi yang memiliki sasaran utama yaitu
diperolehnya tenaga kerja tertentu sebagai sumber daya dengan kualifikasi
tertentu sesuai dengan kebutuhan dari pekerjaan atau jabatan yang tertentu pula.
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup fungsi pengadaan
tenaga kerja (Procurement) adalah keseluruhan kegiatan dari penyusunan program
pengadaan tenaga kerja, seleksi dan penempatan. Program itu intinya adalah
meneliti dan memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan, baik dari segi kuantitatif
20
maupun kualitatif. Untuk itu pengadaannya bisa dibedakan menjadi beberapa
langkah yaitu :
a. Untuk menjamin kuantitatif atau penentuan jumlah kebutuhan tenaga kerja,
dapat digunakan analisa beban kerja (Work load analysis) dan analisa
angkatan kerja (Work force analysis).
b. Untuk menjamin kualitatif atau penentuan mutu tenaga kerja dapat dilakukan
pembandingan terhadap standar personalia. Ini bisa disusun dengan analisis
jabatan (Job analysis), hasil dari analisa itu diperoleh deskripsi jabatan (Job
description) dan spesifikasi jabatan (Job spesification).
c. Langkah berikutnya adalah bersifat operasional. Setelah kita mengetahui
jumlah yang dibutuhkan dan macam atau mutu tenaga kerja tersebut, maka
selanjutnya :
1. Melalui berbagai sumber tenaga kerja menarik pelamar sebanyak
mungkin. Misalnya melalui iklan, kantor penempatan tenaga kerja
lembaga pendidikan, serikat buruh atau kenalan/keluarga karyawan
perusahaan.
2. Dilakukan penyaringan atau seleksi terhadap para pelamar prosedur ini
merupakan serangkaian metode untuk memperoleh informasi yang
lengkap dari para pelamar.
3. Selanjutnya melangkah ketahap induksi atau orientasi. Setelah diterima
dan ditempatkan, karyawan baru selama periode tertentu dikenalkan pada
perusahaan, seperti terhadap pekerjaannya, informasi sifat dan sejarah
berdirinya perusahan, produk yang ditawarkan, hak dan kewajiban, kondisi
kerja upah dan jaminan sosial yang diberikan perusahaan.
2.4
Penarikan Calon Tenaga Kerja
2.4.1
Pengertian Penarikan Calon Tenaga Kerja
Pengadaan merupakan fungsi operasional manajemen personalia
yang pertama yaitu berupa usaha untuk memperoleh jenis dan jumlah yang
tepat untuk mencapai tujuan perusahaan. Fungsi ini terutama menyangkut
21
tentang penentuan kebutuhan tenaga kerja dan penarikannya, seleksi dan
penempatannya.
Tujuan dari penarikan calon tenaga kerja atau rekrutmen ini adalah
untuk memperoleh sejumlah pelamar, sehingga perusahaan akan mempunyai
kesempatan untuk melakukan pada calon tenaga kerja yang bermutu.
Menurut Gomes (2000:105) adalah sebagai berikut :
“Rekrutmen adalah proses mencari, menemukan dan menarik
para pelamar untuk dipekerjakan dalam dan oleh perusahaan”.
Selanjutnya menurut Sikula
yang dikutip didalam bukunya,
Mangkunegara (2002:33) adalah sebagai berikut :
“Rekrutmen adalah tindakan atau proses dari suatu usaha
organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai untuk tujuan
operasional”.
Sedangkan menurut Panggabean (2002:31-32) didalam buku
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah sebagai berikut :
“Rekrutmen adalah sebuah proses yang terdiri atas menarik
minat tenaga kerja dalam jumlah yang cukup dan kualifikasi
yang sesuai dan mendorong mereka untuk melamar pekerjaan
untuk sebuah organisasi pada waktu tertentu”.
Jadi program penarikan yang benar seharusnya hanya akan menarik
karyawan yang berkualitas, bukan yang tidak berkualitas, oleh karena itu
pencarian atau penarikan tenaga kerja baru dapat dimulai setelah persyaratan
atau kualifikasi dari pekerja yang ingin diketahui begitu pula tugas-tugas
yang akan dilaksanakannya.
Proses dan Metode Penarikan Calon Tenaga Kerja
Dalam melakukan penarikan calon tenaga kerja tentunya suatu
organisasi atau perusahaan harus memperhatikan proses penarikan karyawan
yang baik menurut Dessler (1997:127) yaitu sebagai berikut :
22
1. Melaksanakan perencanaan dan pelamaran pekerjaan untuk menetapkan
tugas-tugas dari posisi untuk diisi.
2. Membangun suatu pangkalan calon untuk jabatan-jabatan ini dengan
merekrut calon-calon internal dan eksternal.
3. Meminta karyawan mengisi formulir lamaran dan barangkali melakukan
suatu wawancara penyaringan.
4. Memanfaatkan berbagai teknik seleksi seperti tes, penyeleksian latar
belakang, dan pengujian fisik untuk mengidentifikasi calon yang
bersemangat untuk mengisi jabatan.
5. Mengirimkan kepada penyelia yang bertanggung jawab untuk jabatan itu
satu atau lebih calon yang bersemangat.
6. Meminta para calon karyawan untuk mengikuti satu atau lebih
wawancara seleksi dengan penyelia dan pihak-pihak relevan lain dengan
tujuan untuk akhirnya menetapkan kepada calon yang mana jabatan akan
diserahkan.
Adapun beberapa metode penarikan calon tenaga kerja untuk
mengisi lowongan jabatan dalam suatu perusahaan, yang dikemukakan oleh
Husnan (2002:40-42) yaitu :
1. Iklan/advertensi
Penggunaan iklan didalam mencari karyawan yang diinginkan banyak
dijalankan oleh berbagai perusahaan. Pada umumnya pemasangan iklan
bisa dilakukan pada media yang dibaca oleh kelompok tertentu, bisa juga
pada media yang dibaca oleh kalangan luas dengan mencantumkan
spesifikasi jabatan yang diinginkan. Penggunaan iklan juga bisa
menyumbangkan terbentuknya citra (image) perusahaan. Tetapi kadangkadang diperlukan tenggang waktu yang lama untuk publikasi tersebut.
2. Kantor Penempatan Tenaga
Kantor penempatan tenaga kerja dari pemerintah, yaitu kantor tenaga
kerja. Meskipun mungkin juga kantor penempatan tenaga (employment
agency) ini dilakukan oleh pihak swasta. Hanya saja bahwa kantor ini
kurang berfungsi sehingga para pencari kerja kadang-kadang enggan
23
menghubungi kantor tersebut, demikian juga jarang perusahaanperusahaan menggunakan jasa kantor ini.
3. Rekomendasi dari karyawan yang sedang bekerja
Cara semacam ini mempunyai kebaikan dalam segi kepercayaan.
Artinya, Karyawan yang memberikan rekomendasi berarti telah
melakukan
“screening”
pendahuluan,
sebelum
memberikan
rekomendasi. Hal ini sedikit banyak akan memberikan suatu ikatan
moral antara karyawan yang diberi rekomendasi dengan karyawan yang
memberikan rekomendasi. Di samping itu biasanya perusahaan akan
memperoleh informasi yang lengkap tentang karyawan baru tersebut.
Tetapi kelemahannyaadalah berarti hasil atau pemberian rekomendasi ini
belum tentu berarti karyawan yang diberi rekomendasi mesti memenuhi
syarat.
4. Lembaga pendidikan
Dengan makin berkembangnya jabatan-jabatan dalam perusahaan, maka
persyaratan yang dituntut makin kompleks dan teknis, sehingga
memerlukan tenaga-tenaga lulusan sekolah-sekolah tinggi, akademi
maupun universitas. Karena itu banyak perusahaan yang membina
hubungan dengan lembaga-lembaga pendidikan untuk mempermudah
memperoleh karyawan.
5. Lamaran yang masuk secara kebetulan
Kadang-kadang terjadi, bahwa suatu perusahaan tidak atau belum
mengumumkan suatu lowongan jabatan. Tetapi ada saja kemungkinan
seseorang melamar atau mencari pekerjaan, baik datang sendiri maupun
lewat surat. Kalau ternyata pelamar ini sesuai dengan keinginan
perusahaan, maka bisa terjadi akhirnya pelamar tersebut diterima
bekerja.
6. Nepotisme
Pemberian jabatan kepada sanak saudara atau famili sering dijumpai
pada perusahaan perseorangan atau perusahaan keluarga. Karena adanya
ikatan keluarga, maka biasanya lebih bisa dipercaya, meskipun belum
24
berarti mesti cakap dalam pekerjaan. Kita sering menganggap bahwa
nepotisme itu adalah hal yang negatif. Akan tetapi dalam hal ini, ada
yang dinamakan dengan nepotisme positif yaitu pemberian jabatan
kepada sanak saudara atau famili yang memang memiliki kemampuan
atau keahlian yang cakap dalam pekerjaannya. Oleh karena itu,
nepotisme positif tersebut boleh dilakukan oleh suatu organisasi atau
perusahaan demi mendapatkan karyawan yang ”qualified”.
7. Leasing/tenaga honorer
Untuk menyesuaikan dengan fluktuasi kebutuhan jangka pendek, maka
perusahaan biasa menarik tenaga kerja honorer yang akan dipekerjakan
dalam waktu pendek.
8. Serikat Buruh
Di negara-negara yang sudah mempunyai serikat buruh yang kuat, cara
ini sering dipergunakan perusahaan. Tetapi di indonesia masih belum
banyak yang menggunakan, terutama karena serikat buruh banyak yang
belum berfungsi. Hal ini mungkin bisa dipikirkan untuk masa-masa yang
akan datang.
Agar
proses penarikan berhasil perusahaan perlu menyadari
berbagai kendala yang bersumber dari organisasi, pelaksana penarikan dan
lingkungan eksternal. Kendala-kendala itu adalah :
a. Kebijaksanaan-kebijaksanaan organisasi
Berbagai kebijaksanaan organisasi merupakan cermin utama berhasil/
tidaknya penarikan calon pegawai. Kebijaksanaan organisasi yang akan
mempengaruhi penarikan itu, antara lain kebijaksanaan kompensasi dan
kesejahteraan, kebijaksanaan promosi, kebijaksanaan status karyawan
serta kebijasanaan sumber tenaga kerja.
b. Persyaratan-persyaratan jabatan
Semakin banyak persyaratan yang harus dimiliki pelamar maka pelamar
sedikit, sebaliknya jika persyaratannya sedikit maka pelamar akan
semakin banyak.
25
c. Metode pelaksanaan penarikan
Semakin terbuka penarikan (surat kabar, radio, televisi) maka semakin
banyak pelamar, sebaliknya semakin tertutup penarikan maka pelamar
semakin sedikit.
d. Kondisi pasar tenaga kerja
Semakin besar penawaran tenaga kerja maka semakin banyak pelamar,
tetapi sebaliknya jika penawaran tenaga kerja sedikit maka pelamar
sedikit.
e. Soliditas perusahaan
Soliditas perusahaan diartikan besarnya kepercayaan masyarakat
terhadap perusahaan, misalnya besarnya perusahaan. Jika soliditas
perusahaan besar maka pelamar semakin banyak, sebaliknya jika
soliditas perusahan rendah maka pelamar sedikit.
f. Kondisi-kondisi Eksternal
Jika kondisi perekonomian tumbuh dengan cepat dan saingan banyak
maka
pelamar
akan
sedikit,
tetapi
jika
tingkat
pertumbuhan
perekonomian kecil atau depresi, maka pelamar semakin banyak.
Sumber-sumber Penarikan Calon Tenaga Kerja
Ada dua sumber dalam penarikan calon tenaga kerja yang
dikemukakan oleh Mangkunegara (2002:34-35) yaitu :
a. Sumber dari Dalam Perusahaan
Upaya penarikan calon tenaga kerja dapat dilakukan melalui proses
memutasikan pegawai berdasarkan hasil evaluasi terhadap penilaian
prestasi kerja dan kondite pegawai yang ada di perusahaan. Ada tiga
bentuk mustasi pegawai, yaitu :
1) Promosi jabatan, yaitu pemindahan pegawai dari satu jabatan tingkat
jabatan yang lebih tinggi daripada jabatan sebelumnya.
2) Transfer atau rotasi pekerjaan adalah pemindahan bidang pekerjaan
pegawai kepada bidang pekerjaan lainnya tanpa mengubah tingkat
jabatannya.
26
3) Demosi jabatan adalah penurunan jabatan pegawai dari satu jabatan
ke tingkat jabatan yang lebih rendah atas dasar kondite dan prestasi
kerjanya, atau akibat terjadinya penyederhanaan struktur organisasi.
b. Sumber dari Luar Perusahaan
Upaya penarikan pegawai yang bersumber dari luar perusahaan dapat
melalui :
1) Iklan Media Massa
Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan media massa sebagai
sumber penawaran formasi kerja kepada masyarakat luas dan
dimungkinkan banyak lamaran kerja yang masuk ke perusahaan.
Dengan demikian, memungkinkan perusahaan dapat menyeleksi
calon pegawai yang betul-betul memenuhi persyaratan kualifikasi
sesuai yang dibutuhkan untuk mengisi formasi yang ada di
perusahaan.
2) Lembaga Pendidikan
Dengan
melalui
lembaga
pendidikan,
perusahaan
dapat
memanfaatkan referensi atau rekomendasi dari pemimpin lembaga
pendidikan mengenai calon yang memenuhi kualifikasi yang tepat
untuk mengisi formasi yang ada di perusahaan. Calon pegawai yang
mendapat rekomendasi dari pemimpin lembaga pendidikan pada
umumnya merupakan calon pegawai yang mempunyai prestasi
akademik yang tinggi dan mempunyai kepribadian yang dinilai baik
selama mereka menempuh pendidikan di lembaga pendidikan
tersebut.
3) Departemen Tenaga Kerja
Perusahaan dapat memanfaatkan calon pegawai yang mendapat
rekomendasi dari Departemen tenaga Kerja. Dalam hal ini
merupakan kewajiban perusahaan dalam rangka membantu program
pemerintah dalam menyalurkan penduduk pencari kerja dan
pengurangan pengangguran.
27
4) Lamaran Kerja yang Sudah Masuk di Perusahaan
Lamaran
kerja
yang
sudah
masuk
di
perusahaan
perlu
dipertimbangkan sebagai sumber penarikan pegawai. Melalui
lamaran kerja yang sudah masuk, perusahaan dapat langsung
menyeleksi lamaran yang memenuhi kebutuhan untuk megisi
formasi yang ada di perusahaan.
Tujuan menggunakan sumber tenaga kerja dari dalam perusahaan
sendiri, menurut Wahyudi (1996:75-76) adalah untuk :
a. Meningkatkan semangat tenaga kerja yang sudah dimiliki.
b. Menjaga kesetiaan pegawai.
c. Memberi motivasi kerja pada pegawai.
d. Memberi penghargaan atas prestasi pegawai.
Dengan menggunakan sumber dari dalam perusahaan akan
didapatkan
berbagai
keuntungan
disamping
kerugian
yang
perlu
diperhatikan.
Keuntungan-keuntungannya adalah :
1. Lowongan kerja yang tersedia bisa cepat terisi.
2. Penyesuaian diri dari pekerja dapat lebih cepat dilakukan (tidak terlalu
lama).
3. Meningkatkan semangat kerja pegawai yang ada, karena mereka merasa
diperhatikan karirnya.
Kerugian-kerugiannya adalah :
1. Menghambat masuknya gagasan baru.
2. Apabila penempatannya salah, akibatnya akan mudah menimbulkan
konflik di dalam organisasi.
3. Apabila promosi tersebut salah dilakukannya akan sangat berpengaruh
terhadap efisiensi dan efektivitas kerja organisasi.
4. Karakter yang tidak baik dari orang yang dipromosikan akan tetap
terbawa.
28
Dan tujuan menggunakan sumber tenaga kerja di luar perusahaan
adalah :
a. Untuk memperoleh gagasan atau ide baru yang konstruksif.
b. Mencegah timbulnya persaingan yang bersifat negatif.
Memperoleh sumber dari luar perusahaan juga akan mendapatkan
berbagai keuntungan dan kerugian yang perlu diperhatikan.
Keuntungan-keuntungannya adalah :
1. Pada umumnya kesalahan-kesalahan dalam pengisian jabatan akan dapat
dihindari.
2. Kualifikasi tenaga kerja yang akan ditempatkan dapat lebih terjamin.
3. Akan terdapat kemungkinan masuknya ide atau gagasan baru.
4. Terciptanya nuansa dan iklim kerja baru dalam organisasi.
Kerugian-kerugiannya adalah :
1. Prosesnya memakan waktu lama, sehingga lowongan jabatan tidak
segera diisi.
2. Membutuhkan biaya yang besar.
3. Akan terjadi rasa tidak enak pada diri tenaga kerja yang sudah ada.
2.5
Penyeleksian Calon Tenaga Kerja
Tenaga kerja seperti yang sudah dibahas sebelumnya adalah merupakan
sumber daya manusia yang paling berharga bagi suatu perusahaan, karena suatu
perusahan tergantung dari tenaga kerja tersebut. Perusahaan pasti sadar akan hal
tersebut dan oleh karena itu perusahaan harus mendapatkan tenaga kerja yang
sesuai dengan kualifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Dengan maksud agar
suatu perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Oleh karena itu, setelah perusahaan berhasil memperoleh sejumlah
pelamar yang memenuhi syarat, yang diperoleh melalui proses penarikan, maka
langkah selanjutnya dari proses pengadaan karyawan adalah proses untuk
menentukan diterima atau tidaknya para pelamar untuk bekerja melalui
serangkaian langkah atau cara yaitu melalui proses seleksi. Proses seleksi ini
memegang peranan yang sangat penting bagi perusahaan untuk menilai terhadap
29
kemampuan para calon tenaga kerja disesuaikan dengan kualifikasi pekerjaan
yang telah ditetapkan pihak perusahaaan.
Dalam pelaksanaan seleksi, perusahaan haruslah melaksanakan proses
seleksi secara jujur, teliti dan obyektif karena hasil seleksi demikian akan
membawa hasil yang benar-benar perusahaan inginkan yaitu mendapatkan tenaga
kerja yang tepat untuk mengisi suatu jabatan tertentu.
Untuk dapat mencapai tujuan seleksi yang demikian maka setiap
perusahaan yang bersangkutan, senantiasa harus berusaha dengan biaya yang
serendah mungkin dengan menggunakan cara seleksi yang paling efisien tetapi
efektif.
2.5.1
Pengertian dan Tujuan Seleksi
Berikut ini ada beberapa pengertian yang dikemukakan oleh
beberapa ahli untuk memperjelas mengenai seleksi tersebut.
Menurut McKenna dan Beech (2001:119) menyatakan bahwa :
“Seleksi adalah teknik pemilihan anggota baru organisasi dari
kandidat yang tersedia”.
Selanjutnya menurut Panggabean (2002:33) menyatakan bahwa :
“Seleksi
adalah
sebuah
proses
yang
ditunjukan
untuk
memutuskan pelamar atau calon karyawan mana yang
seharusnya diterima atau dipekerjakan”.
Sedangkan menurut Sikula yang dikutip di dalam bukunya
Mangkunegara (2002:35) menyatakan bahwa :
“Penyeleksian adalah pemilihan. Menyeleksi merupakan suatu
pengumpulan dari suatu pilihan. Proses seleksi melibatkan
pilihan dari berbagai objek saja yang dipilih. Dalam
kepegawaian, seleksi lebih secara khusus mengambil keputusan
dengan
membatasi
jumlah
pegawai
yang
dapat
dikontrakerjakan dari pilihan sekelompok calon-calon pegawai
yang berpotensi”.
30
Dari ketiga definisi diatas dapat disimpulkan bahwa seleksi
merupakan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memilih dan
menetapkan karyawan yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan tenaga
kerja. Jadi setiap seleksi yang dilakukan untuk memilih pegawai baru, harus
cermat dan obyektif agar karyawan yagn diterima adalah karyawan yang
mempunyai kualifikasi dan mampu mengerjakan pekerjaannya dengan baik,
sehingga pengendalian, pengembangan dan pengaturan pegawai akan lebih
mudah dilaksanakan.
Dalam kenyataannya, seleksi sering dilakukan apabila jumlah tenaga
kerja yang tersedia melebihi jumlah pegawai yang dibutuhkan. Tetapi
sebenarnya untuk seleksi harus tetap dilakukan karena tujuan diadakannya
seleksi yaitu untuk mendapatkan pegawai yang mempunyai kualifikasi dan
mampu mengerjakan pekerjaan yang baik.
Adapun tujuan daripada seleksi yang dikemukakan oleh Manulang
(1981:50) yaitu :
“Tujuan daripada seleksi adalah untuk mendapatkan tenaga
kerja yang memenuhi syarat dan mempunyai kualifikasi bekerja
yang tinggi, karenanya adalah merupakan keputusan untuk
mengadakan pemilihan dari tenaga kerja yang bersedia bekerja
dalam perusahaan untuk mendapatkan orang-orang yang
mempunyai kualifikasi sesuai kebutuhan”.
Sedangkan menurut Panggabean (2002:33) yaitu :
“Tujuan daripada seleksi adalah untuk memilih orang yang
cocok dengan pekerjaan dan perusahaan serta untuk
memberikan masukan bagi perusahaan dalam rangka
mendapatkan karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan”.
Jadi tujuan daripada seleksi yang diselenggarakan oleh perusahaan
yaitu guna mendapatkan karyawan yang mempunyai kemampuan yang
sesuai dengan lowongan jabatan yang ada dalam suatu perusahaan atau biasa
disebut dengan “The Right Man and The Right Place”. Dengan adanya
pengisian jabatan yang sesuai dengan spesifikasi jabatan maka secara tidak
langsung perusahaan telah mempersempit tenaga kerja yang kurang
produktif.
31
Didalam proses seleksi, dikenal dua sistem atau filosofi yang
dikemukakan oleh Hasibuan (1997:63) yaitu sistem gugur dan sisitem
kompensasi.
a. Sistem Gugur
Pada sistem, setiap calon karyawan (peserta seleksi) diharuskan
mengikuti prosedur seleksi secara bertahap. Jika tidak lulus pada suatu
tahap, maka peserta dinyatakan gugur dan tidak dapat mengikuti tahap
seleksi berikutnya.
b. Sistem Kompensasi
Pada sistem kompensasi, peserta seleksi diberikan kesempatan untuk
mengikuti seluruh tahap seleksi atau seluruh tes yang diberikan.
Kelulusan peserta ditentukan dengan mengevaluasi nilai atau hasil dari
seluruh tahap atau seleksi itu. Nilai tinggi pada suatu tahap atau tes dapat
mengkompensasikan nilai rendah pada tahap atau tes yang lain.
Keuntungan dari sistem kompensasi adalah jika pelamar sedikit dan
dikhususkan untuk Middle Manager dan Top Manager, sedangkan
kelemahannya adalah sistem ini tidak efektif jika dilakukan pada saat
pelamarnya banyak. Dengan pendekatan ini diharapkan kelemahan dan
kelewatan dari calon karyawan pada suatu bidang tertentu dapat
dikompensasikan ke bidang lain.
2.5.2
Metode Seleksi
Dalam memilih tenaga kerja perlu dilakukan proses penyaringan
untuk menentukan informasi penting seorang pelamar yang kemudian
disesuaikan dengan persayaratan jabatan, meskipun tidak ada prosedur
standar yang dipakai untuk semua perusahaan.
Menurut Flippo terjemahan Moh. Masud (1992:160) menyatakan
proses seleksi yang populer digunakan adalah sebagai berikut :
1. Penerimaan Surat Lamaran
Proses seleksi berlangsung dua arah dalam arti bahwa organisasi
pemakai tenaga kerja menyeleksi para pelamar dan dilain pihak para
32
pelamar memilih organisasi dimana dia berharap dan berkarya. Langkah
pertama ini merupakan langkah yang penting. Oleh karena itu, kedua
belah pihak perlu menempuhnya dengan hati-hati. Organisasi pemakai
tenaga kerja menempuh langkah ini guna memperoleh pertama tentang
pelamar melalui pengamatan tentang penampilan, sikap dan faktor-faktor
lain yang dipandang relevan. Dari kesan pertama inilah perekrut
mengambil keputusan apakah akan melanjutkan langkah berikutnya atau
tidak. Tentunya suatu titik temu akan diperoleh apabila kedua belah
pihak mempunyai kesan positif tentanng satu sama lain jika demikian
halnya, perekrut akan mengambil langkah berikutnya.
2. Wawancara Pendahuluan
Wawancara
pendahuluan
merupakan
cara
penyaringan
untuk
memperoleh kesan secara umum dari pelamar. Wawancara ini biasanya
sangat pendek dan sasarannya adalah menyisihkan pada pelamar yang
jelas tidak memenuhi syarat.
3. Formulir Lamaran
Formulir lamaran merupakan sumber informasi pelamar yang dibuat
dengan susunan yang logis dan seragam. Dengan formulir lamaran ini
diperoleh informasi mengenai latar belakang pelamar, seperti nama, usia,
pendidikan,
pengalaman,
keahlian,
status
perkawinan,
jumlah
tanggungan keluarga dan lain-lain.
4. Pemeriksaan Referensi
Pemerikasaan referensi ini bertujuan untuk memperoleh informasi
tentang perilaku pelamar pada masa yang lampau dan untuk memeriksa
kebenaran informasi yang diberikan pada formulir lamaran. Metode
referensi ini yang paling umum adalah gabungan antara surat keterangan
dan telpon.
5. Tes Psikologis
Tes psikologis bertujuan untuk memungkinkan seseorang meramalkan
apa yang akan dilakukannya pada masa yang akan datang dalam dunia
usaha. Tetapi hanya beberapa perusahaan besar saja yang mau
33
melaksanakan, sedangkan perusahaan yang lebih kecil sering tidak
menghiraukannya. Mereka lebih percaya pada wawancara yang
dilakukan oleh pejabat perusahaan yang bersangkutan.
6. Wawancara
Wawancara sering menghasilkan banyak subjektivitas jika digunakan
sebagai alat evaluasi. Validitas wawancara ini kurang atau tidak dapat
mengungkapkan potensi pelamar yang sebenarnya karena seringkali
menghasilkan informasi yang bervariasi dari satu pewawancara dengan
pewawancara lainnya. Tetapi kelemahan ini dapat dikurangi dengan
pernyataan yang telah dibakukan (interview guide).
Wawancara dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Wawancara Terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan dengan
mempersiapkan daftar pertanyaan yang didasarkan pada analisis
jabatan.
b. Wawancara yang tidak Terstruktur, yaitu wawancara yang dilakukan
lebih sering dalam situasi diluar pengangkatan, seperti penyuluhan,
wawancara pada saat karyawan keluar (exit interview). Wawancara
ini biasanya tidak terencana dan hanya diwawancarai yang akan
mengungkapkan lebih banyak keinginan dan masalah.
7. Persetujuan oleh Penyelia
Dalam mengadakan penyaringan, penyelia cenderung mementingkan
persyaratan formal dan kecocokan yang umum. Jika penyelia mengambil
alih penyaringan maka dia akan lebih mementingkan watak atau ciri
pekerja yang berorientasi pada pekerjaan secara khusus, seperti pelatihan
dan pengalaman masa lalu yang ada hubungannya.
8. Uji Kesehatan Jasmani
Pengujian kesehatan ini sangat berperan sekali dalm penempatan tenaga
kerja, karena dapat menunjukan apakah calon tenaga kerja tersebut
secara fisik dapat menduduki suatu jabatan, misalnya untuk melakukan
suatu pekerjaan yang berat (dilapangan) dibutuhkan tenaga kerja yang
34
memiliki kekuatan secara fisik, penglihatan yang cukup tajam dan
sebagainya.
9. Orientasi dan Perkenalan
Orientasi adalah pengenalan dan adaptasi terhadap suatu situasi atau
lingkungan. Setelah calon tenaga kerja berhasil melalui proses seleksi
maka selanjutnya tenaga kerja harus melalui masa perkenalan. Pada
masa ini tenaga kerja baru diperkenalkan kepada perusahaan, sesama
karyawan, dibawa keliling departemen dan diberi informasi lainnya
tentang perusahaan. Disamping itu, masa perkenalan bertujuan untuk
mengurangi kesalahan dalam seleksi. Perkenalan atau orientasi perlu
diprogramkan karena adanya sejumlah aspek khas yang muncul pada
saat seseorang memasuki lingkungan kerja baru. Aspek-aspek ini antara
lain :
a. Masalah yang dihadapi karyawan.
b. Harapan yang tidak realistis.
c. Lingkungan kerja pertama (pengenalan budaya) akibat dari adanya
perbedaan-perbedaan nilai, etos kerja, kebiasaan dan lain-lain.
d. Diperlukannya proses sosialisasi, karena adanya perbedaan antara
kepribadian individu pekerja dan budaya atau nilai organisasi
diperlukan penyesuaian-penyesuaian melalui proses sosialisasi.
Didalam program orientasi, topik-topik yang umumnya disampaikan
kepada pegawai baru adalah :
1. Isu-isu organisasi (sejarah, visi dan misi, struktur organisasi dan lainlain).
2. Hak-hak dan fasilitas untuk karyawan.
3. Perkenalan (dengan atasan, rekan kerja atau bawahan).
4. Tugas-tugas yang akan dijalankan
2.5.3
Kualifikasi-kualifikasi Seleksi
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa tujuan seleksi yaitu untuk
mendapatkan tenaga kerja yang memenuhi syarat dan mempunyai
35
kualifikasi sebagaimana yang tercantum dalam uraian jabatan. Oleh karena
itu merupakan suatu keharusan untuk mengadakan pemilihan terhadap calon
tenaga kerja untuk mendapatkan karyawan-karyawan yang memiliki
kualifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Pada umumnya kualifikasi dalam melaksanakan seleksi karyawan
menurut Manulang (198:53) adalah sebagai berikut :
1. Keahlian
Keahlian merupakan salah satu kualifikasi terpenting yang selalu
menjadi dasar dalam proses seleksi. Pada umumnya digolongkan pada 3
golongan yaitu :
c. Technical Skill yaitu jenis keahlian yang harus dimiliki oleh pegawai
pelaksana untuk dapat dilakukan pekerjaan khusus, seperti dalam
penggunaan alat-alat dan teknk-teknik tertentu.
d. Human Skill yaitu kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain
di dalam suatu kelompok kerja, maupun untuk dapat memimpin
beberapa orang bawahan. Kemampuan ini harus dimiliki para
manajer tingkat rendah, menengah dan manajer tinggi.
e. Conceptual
Skill yaitu kemampuan untuk dapat mengkoordinir
segala aktivitas-aktivitas dari berbagai badan usaha untuk mencapai
tujuan perusahaan. Kemampuan ini penting dimiliki oleh orangorang yang memegang jabatan sebagai pimpinan atau Top Manajer.
2. Pengalaman
Pengalaman dapat menunjukkan seberapa besar kemampuan seorang
karyawan dalam mengerjakan tugasnya. Pada umumnya perusahaan
cenderung lebih memilih tenaga kerja yang berpengalaman dibidangnya
dengan
yang belum
memiliki pengalaman. Karena perusahaan
beranggapan mereka-mereka yang berpengalaman dibidangnya dianggap
lebih dapat menguasai pekerjaan yang dibebankan kepadanya dan lebih
siap pakai. Selain itu, perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk
mengadakan pelatihan khusus bagi calon karyawan barunya. Hal ini
dapat menghemat biaya pengeluaran perusahaan.
36
3. Umur
Dalam proses seleksi, umur calon tenaga kerja merupakan salah satu
faktor yang sangat diperhatikan, karena besar kecilnya umur dapat
berpengaruh terhadap produktifitas perusahaan. Mereka yang berusia
lanjut memiliki tenaga fisik yang terbatas meskipun mereka pada
umumnya mempunyai pengalaman yang banyak. Sebaliknya bagi yang
berusia muda, mereka pada umunya dianggap kurang memiliki tanggung
jawab yang penuh terhadap pekerjaannya. Oleh karena itu, perusahaan
biasanya menetapkan batasan umur calon karyawannya sesuai dengan
jabatan yang akan diisi agar dapat memberikan prestasi yang maksimal
bagi perusahaan.
4. Gender
Masalah jenis kelamin calon karyawan sering diperhatikan oleh
perusahaan sebagai dasar dalam melaksannakan proses seleksi. Karena
mengingat adanya perbedaan kemampuan yang dimiliki antara calon
tenaga kerja pria dan wanita didalam melakukan pekerjaannya. Sehingga
perusahaan
dapat
memberikan
pekerjaan
yang
sesuai
dengan
kemampuan calon karyawannya.
5. Pendidikan
Pendidikan sering menjadi salah satu faktor yang diperhatikan dan
menjadi bahan pertimbangan perusahaan didalam pelaksanaan seleksi.
Karena umumnya pendidikan dianggap dapat menunjukan tingkat
kemampuan seseorang dalam melaksanakan tugas atau pekerjaannya.
6. Keadaan fisik
Keadaan fisik yang baik bagi seorang karyawan sangat mempengaruhi
karyawan dalam melaksanakan pekerjannya. Untuk jabatan-jabatan
tertentu keadaan fisik calon karyawan harus mendapatkan perhatian
khusus mengadakan perjalanan jauh ke luar kota diharuskan memiliki
kekuatan fisik yang baik agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik
pula.
37
7. Penampilan
Maksud dari penampilan disini adalah penampilan secara keseluruhan
dari seorang karyawan agar dapat memberikan secara keseluruhan dari
seorang karyawan agar dapat memberikan kesan sesuai atau tidaknya
karyawan tersebut memangku jabatan tertentu. Karena dalam jabatan
tertentu, penampilan merupakan salah satu kualifikasi yang menentukan
berhasil tidaknya seseorang dalam melaksanakan tugasnya. Namun pada
umumnya, kualifikasi pemampilan ini hanya sebagai faktor tambahan
saja.
8. Bakat
Faktor bakat dalam pelaksanaan seleksi menjadi kualifikasi yang
menentukan. Karena dengan bakat yang dimiliki oleh seorang calon
karyawan baik itu yang nyata maupun bakat yang terpendam, perusahaan
dapat
mengembangkannya
dengan
memberikan
pelatihan
dan
pendidikan yang sesuai dengan bakatnya secara teratur.
9. Temperamen
Temperamen merupakan sifat pembawaan dari diri seseorang yang dapat
dipengaruhi oleh faktor kejiwaan, adat istiadat dan lingkungan
sekitarnya. Setiap manusia memiliki temperamen yang berbeda-beda,
ada yang periang, tenang, bersemangat, optimis dan ada pula yang
pemurung. Di dalam seleksi, kualifikasi ini sering juga digunakan
sebagai dasar yang perlu dimiliki oleh calon tenaga kerja.
10. Karakter
Karakter memiliki kesamaan arti dengan temperamen. Namun bedanya,
karakter dapat diubah atau diperbaiki melalui pendidikan formal dan non
formal, sedangkan temperamen seseorang tidak dapat diubah.
keseluruhan pembahasan diatas perlu diketahui bahwa tidak seluruh
kualifikasi tersebut mutlak harus dimiliki oleh calon karyawan, tetapi
tergantung pada masing-masing jabatan yang akan diisi oleh calon karyawan
tersebut.
38
2.5.4
Prosedur Seleksi
Untuk keberhasilan dalam mengadakan seleksi karyawan, maka tiap-
tiap perusahaan akan membuat prosedur seleksinya masing-masing. Setiap
perusahaan mempunyai kebijaksanaan yang berbeda tentang prosedur
seleksi, maka tidak ada prosedur seleksi standar yang biasa digunakan oleh
senua perusahaan. Berikut ini prosedur seleksi yang dikemukakan oleh
Panggabean (2002:33-35) yaitu :
a. Penerimaan pendahuluan
seleksi dimulai dengan kunjungan calon pelamar ke bagian personalia
atau dengan permintaan tertulis untuk aplikasi bagaimana penerimaan
pertama ditangani telah mulai membentuk pendapat pelamar tentang
perusahaan.
b. Pemeriksaan berkas lamaran
Tim penyeksi menyeleksi surat-surat lamaran yang telah diterima sesuai
dengan syarat-syarat yang sudah ditetapkan. Lamaran yang tidak
memenuhi syarat berarti gugur. Bagi pelamar yang memenuhi syarat
akan dipanggil untuk datang menghadap manajer personalia untuk
mengikuti seleksi berikutnya. Dari informasi itu dapat diperoleh data
yang nyata sehingga memudahkan penyeleksi untuk mendapatkan calon
yang sesuai untuk menduduki suatu jabatan.
c. Test pekerjaan
Test ini berguna untuk mendapatkan informasi data calon karyawan
yang disesuaikan dengan spesifikasi jabatan atau pekerjaan yang akan
diterima.
d. Wawancara seleksi
Bertujuan untuk memenuhi tingkat kemampuan pelamar dan juga untuk
memperoleh data yang lebih mendalam tentang kemampuan pelamar
agar dapat memutuskan apakah pelamar diterima atau ditolak.
39
e. Pemeriksaan latar belakang dan referensi
Maksudnya adalah untuk memperoleh informasi tentang perilaku
pelamar pada masa lalu dan unutk memeriksa kebenaran yang diberikan
pada formulir lamaran.
f. Test kesehatan
Memeriksa kesehatan fisik pelamar yang biasanya dilakukan oleh dokter
perusahaan bertujuan untuk melindungi perusahaan dari masuknya
penyakit menular, mendapatkan pelamar yang memenuhi persyaratan
kesehatan untuk pekerjaan tertentu dan juga menekan biaya perawatan
kesehatan karyawan dan asuransi jiwa.
g. Wawancara dengan atasan langsung
Atasan langsung merupakan orang yang bertanggung jawab atas
memperkerjakan
pegawai
baru.
Atasan
langsung
mempunyai
kemampuan untuk mengevaluasi kecakapan teknis pelamar dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan dari pelamar tentang pekerjaan yang
dijalani secara lebih tepat.
h. Ulasan pekerjaan yang sebenarnya
Sebelum karyawan diterima bekerja akan diberitahukan mengenai jenis
pekerjaan, peralatan yang digunakan dan keadaan dari perusahaan ini
untuk menghindari ketidakpuasan karyawan setelah karyawan itu
diterima.
i. Keputusan penerimaan
Ini merupakan tahap terakhir dari proses seleksi. Dimana atasan
langsung yang akan memutuskan diterima atau ditolaknya pelamar
setelah menjalani serangkaian proses penyelesaian untuk menjaga
karyawan tetap.
2.5.5
Tantangan atau hambatan seleksi
Dalam melaksanakan proses seleksi, sering terdapat tantangan atau
hambatan yang menjadi kendala seperti yang dikemukakan oleh Handoko
(2000;86-88) yang menyatakan bahwa :
40
“Manajemen Personalia harus menghadapi paling tidak 3
tantangan yaitu tantangan Suplai, Ethis, dan Organisasi“.
Agar menjadi jelas penulis menjelaskan secara singkat tantangantantangan tersebut :
1. Tantangan Suplai
Tantangan Suplai merupakan semakin besar jumlah pelamar yang
“qualified” maka akan semakin mudah bagi departemen personalia
untuk memilih karyawan baru yang berkualitas. Dalam kenyataannya,
bamyak lowongan jabatan, seperti kebutuhan manajer profsional
sekarang ini, sangat sulit dipenuhi. Keterbatasan suplai tersebut
menyebabkan organisasi tidak leluasa memilih calon karyawan terbaik.
Keterbatasan suplai ini dapat diukur dengan ratio seleksi. Ratio seleksi
merupakan hubungan antara jumlah pelamar yang diterima dengan
jumlah total pelamar yang tersedia.
2. Tantangan Etis
Tantangan Etis merupakan penerimaan karyawan baru karena hubungan
keluarga, pemberian komisi dari kantor penempatan tenaga kerja, atau
karena suap, semuanya merupakan tantangan bagi pengelola organisasi.
Bila standar-standar ethis ini dilanggar, karyawan baru mungkin dipilih
secara tidak tepat.
3. Tantangan Organisasi
Tantangan Organisasi merupakan organisasi menghadapi keterbatasanketerbatasan, seperti anggaran atau sumber daya lainnya yang mungkin
akan membatasi proses seleksi. Disamping itu, berbagai strategi,
kebijaksanaan dan taktik organisasi juga merupakan batasan-batasan dari
tantangan organisasi tersebut.
Dengan demikian perusahaan dalam melakukan seleksi ditantang
untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin. Jika seleksi tidak dilakukan
dengan tepat akan ditanggung oleh perusahaan, karena seleksi dalam
pelaksanaanya membutuhkan biaya yang besar.
Download