Tumpahan Minyak Perusahaan Australia Ancam Laut Indonesia

advertisement
Tumpahan Minyak Perusahaan Australia Ancam Laut Indonesia
Kamis, 15 Oktober 2009 14:50
Jakarta - Tumpahan minyak dari ladang minyak Montara di Laut Timor telah menyebarkan
sekitar 400 barrel minyak mentah setiap harinya. Akibatnya, bahan berbahaya yang berasal
dari tumpahan minyak perusahaan Australia itu mengancam species laut dan masyarakat
perairan Indonesia.
Seperti diketahui, di Laut Timor terdapat kawasan Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle),
termasuk paus, lumba-lumba, tuna, dan juga penyu diketahui melewati kawasan terdampak
tersebut. Yang mengkhawatirkan, daerah tumpahan tersebut dekat dengan kawasan lindung
laut terbesar di Indonesia, yaitu Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu.
“Kami mengharapkan Pemerintah Indonesia segera berkoordinasi dengan Pemerintah Australia
untuk mengatasi masalah ini. Montara perlu mengambil tindakan penanganan segera untuk
mengatasi kebocoran ini karena sangat merugikan masyarakat dan lingkungan,” kata Direktur
Program Kelautan WWF-Indonesia Wawan Ridwan.
“Kerusakan yang mungkin ditimbulkan terhadap sumber daya laut Indonesia sangat tinggi
harganya, mengingat hal itu bisa berdampak terhadap keanekaragaman hayati, kehidupan
masyarakat pesisir, dan investasi kita di sektor perikanan serta wisata,” ujarnya.
Nelayan Terancam
1/3
Tumpahan Minyak Perusahaan Australia Ancam Laut Indonesia
Kamis, 15 Oktober 2009 14:50
Pihak yang paling terancam dalam waktu dekat adalah sedikitnya 7000 nelayan di pesisir
selatan Nusa Tenggara Timur, dan komoditi perikanan sebesar 130.000 ton/tahun, yang terdiri
dari berbagai macam komoditi perikanan dan rumput laut hasil budidaya.
“Lebih jauh lagi adalah kerugian atas investasi Indonesia dalam bentuk kawasan lindung,
karena biaya rehabilitasi bila kebocoran mencapai kawasan terumbu karang di KKPN Laut
Sawu akan sangat besar,” lanjut Ridwan.
Hampir 2 bulan setelah kebocoran terjadi, kepala sumur pengeboran minyak tetap belum
tertutup setelah upaya menyumbatnya minggu ini mengalami kegagalan. Bahan berbahaya
terus menyebar, dengan sedikitnya kawasan seluas sedikitnya 6.000 km persegi telah terkena.
The Coral Triangle, yang meliputi lautan seluas 6 juta km persegi mencakup kawasan perairan
Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor-Leste, adalah
rumah bagi enam dari tujuh jenis penyu, yang selama ini diketahui bermigrasi dari kawasan ini
ke Australia.
WWF Australia dan sebuah tim ahli ekologi kelautan independen telah mengadakan survey
hidupan liar di kawasan Laut Timor yang terdampak kebocoran ladang minyak Montara
tersebut.
Gilly Llewellyn, Direktur Konservasi WWF Australia, memimpin tim peneliti mengkaji jumlah dan
keadaan hidupan liar yang ditemukan di kawasan terdampak tersebut.
“Hampir dua bulan setelah kebocoran itu dimulai, minyak terus menyebar ke samudera,” kata
Llewellyn.
“Karena tumpahan ini tidak terjadi di hadapan kita, bukan berarti kita bisa mengabaikannya.
Kita harus melawan mitos bahwa tumpahan minyak hanya akan berdampak pada hidupan liar
laut ketika itu mencapai pantai,” tegasnya.
2/3
Tumpahan Minyak Perusahaan Australia Ancam Laut Indonesia
Kamis, 15 Oktober 2009 14:50
Karena banyaknya infrastruktur perusahaan minyak dan gas yang terus tumbuh dalam
kawasan, Llewellyn meminta perusahaan memperhitungkan ancaman kebocoran.
"Kita harus memastikan bahwa ancaman nyata kebocoran lainnya harus diperhitungkan,”
pungkasnya.
(tim adangdaradjatun.com/detik)
3/3
Download