PERSEPSI MAHASISWA DAN DOSEN TERHADAP

advertisement
PERSEPSI MAHASISWA DAN DOSEN TERHADAP KATA DISIPLIN
DAN INOVATIF PADA SLOGAN UHO BISA JAGAD KITA
*La Eti** Muh. Zein Abdullah *** Sutiyana Fachrudin
Jurusan Ilmu Komunikasi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Halu Oleo, Kampus Bumi Thridharma Anduonohu, Kendari.
[email protected]
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi mahasiswa
dan dosen terhadap kata disiplin dan inovatif pada slogan UHO BISA JAGAD
KITA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan
persepsi mahasiswa dan dosen terhadap kata disiplin dan inovatif pada slogan
UHO BISA JAGAD KITA. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teori persepsi konstruktif yang berasumsi bahwa pengetahuan sebelumnya
dan pengalaman masa lalu, sangat penting dalam persepsi.
Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Halu
Oleo angkatan 2015, dan seluruh dosen di Universitas Halu Oleo. Adapun dalam
penelitian ini, menggunakan teknik Purposive sampling jumlah informan
sebanyak 10 orang. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan analisis
kualitatif
Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan pengetahuannya,
mahasiswa dan dosen mempersepsikan kata disiplin dan inovatif pada slogan
UHO BISA JAGAD KITA bahwa di Universitas Halu Oleo (UHO)
kedisiplinannya belum berjalan dengan baik sebagaimana mestinya atau belum
totalitas, hal ini dikarenakan budaya kedisiplinan yang tidak dibiasakan,
kesadaran akan pentingnya kedisiplinan masih kurang serta lemahnya pemberian
sanksi bagi setiap individu yang melanggar terhadap aturan, sedangkan dari kata
inovatif berdasarkan pengetahuan mereka adalah mahasiswa dan dosen
memandang apa yang telah diciptakan atau yang dikembangkan di Universitas
Halu Oleo bahwa mahasiswa, dosen serta para civitas akademik meresponnya
dengan positif sebab inovasi yang dilakukan ini berupa karya-karya atau gagasan
kreatif yang kemudian membawa perubahan yang lebih baik di kampus
Universitas Halu Oleo (UHO). Berdasarkan pengalamannya, mahasiswa dan
dosen mempersepsikan kedisiplinan bahwa di Universitas Halu Oleo belum ideal
atau belum totalitas namun ada usaha-usaha yang dilakukan oleh mahasiswa,
dosen serta para civitas akademik untuk menerapkan nilai-nilai kedisiplinan itu
sendiri. Begitu juga dengan inovatif berdasarkan pengalaman mereka, mahasiswa
dan dosen menanggapinya dengan respon yang positif bahwa karya-karya inovasi
yang diciptakan menunjukan perubahan yang lebih baik bagi internal kampus.
Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa dan Dosen, UHO BISA JAGAD KITA,
Disiplin dan Inovatif
PENDAHULUAN
Slogan UHO BISA JAGAD KITA dibentuk melalui kegiatan Workshop
Penyusunan Program Kerja Pendidikan Karakter Universitas Halu Oleo Pada
tanggal 8 Desember 2013 yang dihadiri oleh seluruh Kepala Unit Pelaksana
Teknis dan Pembantu Dekan Bidang Akademik seluruh Fakultas di lingkup
Universitas Halu Oleo, dan disetujui melalui rapat Senat tanggal 8 Januri 2014.
Hal ini sebagai salah satu cara untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai SpiritSosio-Cultural Universitas Halu Oleo yaitu: kercerdasan spiritual, kecerdasan
intelektual, kecerdasan lingkungan, kecerdasan sosial.
Slogan baru ini sebenarnya untuk mengusung citra baru Universitas Halu
Oleo dari citra negatif dengan sebutan Universitas huru hara, Universitas
demonstran dan Universitas anarkis. Rektor (Prof. Usman Rianse) berpendapat
bahwa jika akronimnya berubah dan diinjeksi dengan nilai-nilai positif sebagai
branding Universitas maka pasti citra Universitas berangsur-angsur menjadi
positif. Kalau tetap dengan citra negatif maka calon-calon mahasiswa yang
berpotensi unggul tidak akan tertarik masuk di Universitas Halu Oleo.
UHO BISA JAGAD KITA adalah slogan baru bagi Universitas Halu Oleo,
dengan kepanjangan Universitas Halu Oleo Bersih, Indah, Sejuk, Aman, Jujur,
Adil, Gotong royong, Adaptif, Disiplin, Kreatif, Inovatif, Toleran, Amanah. Oleh
karena itu, penulisan slogan ini di buat dalam bentuk yang memikat dan menarik,
dengan tujuan yang bersifat persuasif, interpretatif, pendidikan, dan harus cukup
mewakili identitas dari sebuah kampus, termasuk di dalamnya mencerminkan
kondisi lingkungan, serta aktifitas akademiknya.
Penelitian ini menfokuskan pada kata disiplin dan inovatif pada slogan UHO
BISA JAGAD KITA, dengan pertimbangan bahwa disiplin dan inovatif pada
Universitas ini, belum berjalan dengan baik, dan bisa dikatakan belum terealisasi
dengan baik, terutama peneliti melihat penerapan peraturan akademik bagi
mahasiswa masih banyak terdapat pelanggaran, contoh kecilnya seperti larangan
memakai kaos oblong, sandal, dan lain-lain, sedangkan ditingkat birokrasi bisa
dilihat dari pelayanan akademik mahasiswa, bisa dikatakan terkesan lambat dalam
hal kedisiplinan.
Kedisiplinan merupakan salah satu penentu kemajuan atau kemunduran suatu
instansi, lembaga atau organisasi. Universitas sebagai sebuah lembaga atau
instansi yang didalamnya terdapat mahasiswa, birokrasi, termasuk karyawan yang
dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan membiasakan perilaku
disiplin sehingga dengan demikian dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan
efektifitas kerja yang positif, hal ini dikarenakan semua orang yang terlibat dalam
proses kerja akan menjalankan tugasnya dengan baik. Oleh karena itu,
kedisiplinan adalah suatu sikap, perilaku yang dilakukan secara sukarela dan
penuh kesadaran serta keadaan untuk mengikuti peraturan yang telah ditetapkan
perusahaan baik tertulis maupun tidak tertulis.
Dalam hal inovasi, peneliti menjelaskan persepsi mahasiswa dan dosen terkait
dengan kata inovatif slogan UHO BISA JAGAD KITA, dan menggambarkan
inovasi-inovasi
yang
telah
diciptakan
dan
dikembangkan
berdasarkan
implementasi slogannya, sebab inovasi merupakan salah satu hal yang harus
selalu dilakukan untuk mengembangkan organisasi menjadi lebih baik, tidak
terkecuali pada organisasi non profit seperti pemerintah. Maka dari itu sebuah
organisasi atau instansi dituntut untuk selalu memiliki inovasi tinggi untuk
mengembangkan organisasi menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keberhasilan
dalam mengembangkan organisasi atau instansi dipengaruhi oleh beberapa faktor,
salah satunya adalah sumber daya manusia.
Teori Persepsi Konstruktif
Gregory (Solso, et al 2008: 120-121). Mengungkapkan bahwa para
psikolog tekah mengembangkan teori persepsi yang membantu memahami
bagaimana proses sebuah sensasi diproses menjadi persepsi sebuah pola atau
sebuah objek. teori persepsi konstruktif disusun berdasarkan anggapan bahwa
selama persepsi, kita membentuk dan menguji hipotesis-hipotesis yang
berhubungan dengan persepsi berdasarkan apa yang kita indera dan apa yang kita
ketahui. Dengan demikian, persepsi adalah sebuah efek kombinasi dari informasi
yang diterima sistem sensorik dan pengalaman dan pengetahuan yang kita pelajari
tentang dunia,yang kita dapatkan dari pengalaman.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Penelitian ini di lakukan di Universitas Halu Oleo, dengan pertimbangan
bahwa UHO adalah kampus terbesar dan satu satunya Universitas Negeri di
Sulawesi Tenggara, dan menerapkan slogan UHO BISA JAGAD KITA. Dalam
penelitian ini, peneliti memilih 5 fakultas yakni FKIP, FEB, FAPERTA, FISIP,
sebagai fokus penelitiannya dengan pertimbangan bahwa fakultas yang paling
awal berdiri di UHO dan FIA sebagai fakultas baru.
Subyek Penelitian
Subyek dalam penelitian ini adalah seluruh Mahasiswa Universitas Halu
Oleo angkatan 2015, dan seluruh Dosen di Universitas Halu Oleo. Yang dimaksud
Dosen dalam penelitian ini adalah dosen PNS.
Informan Penelitian
Adapun informan yang diambil dalam penelitian ini di tetapkan sebanyak
2 orang masing masing fakultas yang tersebar di 5 fakultas di UHO yang terdiri
dari 1 orang mahasiswa dan 1 orang Dosen, di Universitas Halu Oleo, dan 1
informan kunci yakni Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, M. Si. Sebagai penggagas
slogan UHO BISA JAGAD KITA.
Teknik Penentuan Informan
Teknik penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive
sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu (Sugiyono,2009: 85). peneliti menggunakan teknik
Purposive sampling dengan pertimbangan bahwa Mereka yang ditunjuk sebagai
informan dalam penelitian ini menguasai atau memahami masalah yang sedang
diteliti, mahasiswa dan dosen yang aktif dalam kegiatan akademik, serta mereka
mempunyai cukup waktu untuk diwawancarai.
Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu
dengan
memaparkan
data
yang
diperoleh
berdasarkan
dari
bahan
informasi/temuan dari obyek yang diteliti. Peneliti dalam hal ini mendeskripsikan
hasil penelitian dengan menggunakan kata kata tertulis.
Sumber Data
Sumber data yang dapat digunakan dalam penelitian adalah :
1. Data Primer, adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan
secara lisan, gerak-gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat
dipercaya, yakni subjek penelitan atau informan yang berkenaan dengan
variabel yang diteliti atau data yang diperoleh dari responden secara langsung.
2. Data sekunder, adalah data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data yang
menunjang data primer. Dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi
yang dilakukan oleh penulis serta dari studi pustaka. Dapat dikatakan data
sekunder ini bisa berasal dari dokumen-dokumen grafis seperti tabel, catatan,
SMS, foto dan lain lain.
Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1.
Pengamatan (Observasion) yaitu teknik pengumpulan data melalui proses
mengamati objek penelitian dilapangan. Teknik ini bertujuan untuk
mengetahui secara jelas dan dapat mendeskripsikan suatu gambaran hasil
penelitian secara nyata sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan.
2.
Wawancara yaitu data yang dikumpulkan dengan memberikan pertanyaan
yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti, dengan tanya jawab
langsung atau tatap muka dengan informan menggunakan pedoman
wawancara.
3.
Dokumentasi, merupakan sumber pelengkap dari metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ilmu-ilmu sosial dengan cara pengumpulan data
dalam memperbanyak data yang dibutuhkan peneliti menggunakan gambar
dengan maksud agar data yang dikumpulkan lebih akurat.
4.
Studi Pustaka, yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi melalui
literatur yang relevan dengan judul penelitian seperti buku-buku, artikel dan
makalah yang memiliki relevansi dengan masalah yang diteliti.
Teknik Analisa Data
Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk
analisis deskriptif kualitatif. Analisis ini akan mendeskripsikan hasil penelitian
berdasarkan temuan dilapangan dan selanjutnya diberi penafsiran dan kesimpulan.
Data kualitatif ini diuraikan dengan menggunakan kalimat secara logis kemudian
dihubungkan dengan teori-teori yang relevan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan temuan yang diperoleh dari lapangan, tentang persepsi
mahasiswa dan dosen terhadap kata disiplin dan inovatif pada slogan UHO BISA
JAGAD KITA di Universitas Halu Oleo yakni persepsi mereka ( mahasiswa dan
dosen) berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya.
Gregory (Solso, et al 2008: 120-121). Mengungkapkan bahwa para
psikolog telah mengembangkan teori persepsi yang membantu memahami
bagaimana proses sebuah sensasi diproses menjadi persepsi sebuah pola atau
sebuah objek. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teori persepsi
konstruktif. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki pengetahuan serta
pengalaman yang berbeda-beda sehingga menimbulkan persepsi yang berbeda
pula antara individu satu dengan individu lain, dan membentuk persepsi kita
sendiri berdasarkan apa yang kita indera dan apa yang kita ketahui.berdasarkan
pengetahuan dan pengalaman kita.
Berdasarkan pengetahuan mereka (mahasiswa dan dosen), maka terlihat
jelas persepsi mahasiswa dan dosen terhadap kedisiplinan di Universitas Halu
Oleo (UHO) belum sepenuhnya berjalan dengan baik meskipun sebagian besar
informan mengatakan bahwa ada usaha yang dilakukan baik dari kalangan
mahasiswa ataupun dosen untuk meminimalisir terjadinya ketidakdisiplinan atau
indisipliner. Hal ini peneliti juga melihat bahwa terkait dengan penerapan atau
dalam mengimplentasikan kedisiplinan berdasarkan konsep slogan UHO BISA
JAGAD KITA disebabkan karena adanya faktor- faktor yang menghambatnya,
meskipun disisi lain terdapat informan yang memberikan penjelasan bahwa
kedisiplinan
mahasiwa dan dosen atau para civitas akademika masih perlu
ditingkatkan lagi dengan terus berusaha menanamkan pola pikir yang baik akan
pentingnya kedisiplinan itu untuk diterapkan.
Mengimplementasikan konsep slogan UHO BISA JAGAD KITA
berdasarkan kata disiplin terdapat beberapa penghambat yang berdasarkan hasil
penelitian, sebagian besar informan mengatakan bahwa hambatan-hambatan yang
menyebabkan kedisiplinan di UHO tidak efektif disebabkan oleh karena faktor
budaya kedisiplinan yang tidak dibiasakan, disisi lain ada juga yang mengatakan
bahwa faktor penghambatnya adalah lemahnya dalam pemberian sanksi.
Begitu juga dengan persepsi dari mahasiswa dan dosen terkait dengan kata
inovatif pada slogan UHO BISA JAGAD KITA berdasarkan pengetahuan mereka
(mahasiswa dan dosen ). Berdasarkan hasil wawancara menunjukan bahwa
inovasi merupakan suatu usaha untuk menciptakan hal yang baru yang berupa
karya-karya. Disamping itu, beberapa informan mengatakan bahwa inovasi adalah
menemukan solusi baru dari setiap masalah yang berupa ide-ide dan gagasan
tertentu. Begitu juga persepsi mereka (mahasiswa dan dosen ) tentang inovasiinovasi yang dikembangkan atau yang diciptakan
di Universitas Halu Oleo
(UHO), hasil wawancara menunjukan bahwa informan baik dari dosen maupun
mahasiswa
memandang
inovasi
yang
dikembangkan
ini
lebih
kepada
pengembangan kualitas akademik kampus, misalnya adanya pendidikan karakter,
kemudian Pimnas, PKM, Green UHO serta inovasi lain yang sifatnya
memperbaiki.
Adapun berdasarkan pengalamannya, persepsi mahasiswa dan dosen
terhadap slogan UHO BISA JAGAD KITA berdasarkan kata disiplin, bahwa
mereka (mahasiswa dan dosen ) menilai kedisiplinan belum sepenuhnya
diterapkan dengan baik, Akan tetapi terdapat informan yang mengatakan bahwa
kedisiplinan mahasiswa, dosen dan para birokrasi kampus itu sudah baik hanya
saja belum secara totalitas atau ideal. Oleh karena itu Berdasarkan hasil penelitian
tentang kedisiplinan, beberapa informan mengatakan bahwa sebenarnya inti dari
kedisiplinan itu adalah berupa kesadaran, jadi dalam hal penerapan atau
menerapkan suatu aturan atau kebijakan itu dikembalikan pada pribadi masingmasing individu, karena apabila seseorang atau individu sadar akan pentingnya
disiplin maka dia akan berusaha untuk menerapkannya dengan penuh
tanggungjawab sehingga pelanggaran-pelanggaran terhadap aturan dapat di
minimalisir.
Selain itu, persepsi mahasiswa dan dosen terkait terhadap kata inovatif
pada slogan UHO BISA JAGAD KITA berdasarkan pengalaman mereka
(mahasiswa dan dosen), hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi yang
dikembangkan atau yang diciptakan disambut dengan respon yang positif oleh
mahasiswa, dosen dan para civitas akademik lainnya, karena dengan melihat
perubahan serta dampak yang ditimbulkan dari hasil inovasi itu sendiri adalah
gagasan-gagasan kreatif yang kemudian menciptakan lingkungan kampus yang
kondusif mulai dari infrastruktur kampus sampai dengan tataran akademiknya dan
menghasilkan perubahan yang berarti serta perubahannya lebih baik dari
sebelumnya.
Berdasarkan hasil dan pembahasan seperti yang telah diuraikan diatas,
maka secara sederhana dapat dikatakan bahwa persepsi mahasiswa dan dosen
terhadap slogan UHO BISA JAGAD KITA berdasarkan pengetahuan dan
pengalamannya adalah sesuai atau sebanding lurus dengan teori persepsi
konstruktif yang digunakan dalam penelitian ini. Gregory (Solso, et al 2008: 120121). Mengungkapkan bahwa pengetahuan sebelumnya dan pengalaman masa
lalu sangat penting dalam persepsi, dan teori berasumsi bahwa kita membentuk
dan menguji hipotesis-hipotesis yang berhubungan dengan persepsi terhadap apa
yang kita indera dan apa yang kita ketahui berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman kita.
Oleh karena itu, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dan
dosen pada hasil dan pembahasan dalam penelitian ini terlihat jelas bahwa
kedisiplinannya belum berjalan dengan baik dikarenakan budaya kedisiplinan
yang tidak dibiasakan, kesadaran akan pentingnya kedisiplinan masih kurang
serta lemahnya pemberian sanksi bagi setiap individu yang melanggar terhadap
aturan. Adapun inovasi yang dilakukan ini berupa karya-karya atau gagasan
kreatif yang kemudian membawa perubahan yang lebih baik di kampus
Universitas Halu Oleo (UHO) mahasiswa dan dosen menanggapinya dengan
respon yang positif. Artinya bahwa kata disiplin pada slogan UHO BISA JAGAD
KITA belum terimplementasikan dengan baik berdasarkan konsep slogannya,
sedangkan inovatif sudah baik dalam penerapannya.
KESIMPULAN
Mahasiswa dan dosen mempersepsikan kata disiplin pada slogan UHO BISA
JAGAD KITA adalah bahwa disiplin terjadi dalam segala hal, baik itu disiplin
waktu, disiplin, kerja termasuk juga disiplin terhadap aturan-aturan atau kebijakan
dan di Universitas Halu Oleo (UHO) kedisiplinannya belum berjalan dengan baik
dikarenakan budaya kedisiplinan yang tidak dibiasakan, kesadaran akan
pentingnya kedisiplinan itu masih kurang serta lemahnya pemberian sanksi bagi
setiap individu yang melanggar terhadap aturan. Adapun kata inovatif berdasarkan
pengetahuan mereka (mahasiswa dan dosen) mempersepsikannya sebagai sesuatu
hal yang baru, atau karya baru, ide atau gagasan kreatif, inovatif bisa terjadi dalam
semua bidang termasuk pendidikan/akademik. dan karya-karya inovasi di UHO
telah memberikan dampak dan perubahan yang signifikan pada
infrastruktur
kampus serta membawa perubahan yang lebih baik pada tataran akademiknya.
Berdasarkan pengalamannya, mahasiswa dan dosen itu mempersepsikan
kedisiplinan sebelum dan sesudah adanya slogan UHO BISA JAGAD KITA
bahwa kedisiplinan di Universitas Halu Oleo belum ideal dalam hal disiplin
waktu, disiplin kerja ataupun disiplin dalam mentaati aturan akan tetapi ada
usaha-usaha yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen serta para civitas akademik
untuk
meminimalisir
tindakan-tindakan
indisipliner.
Adapun
pada
kata
inovatif/inovasi, mahasiswa dan dosen mempersepsikannya dengan respon yang
positif bahwa karya-karya inovasi yang diciptakan atau yang dikembangkan di
Universitas Halu Oleo (UHO) menunjukan perkembangan dan perubahan yang
lebih
baik
bagi
internal
kampus
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, Hasan dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Indonesia (Edisi ketiga). Jakarta: Balai
Pustaka.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu pendekatan praktik. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Bimo, Walgito. 2004. Pengantar Psikologi Umum. Andi, Jakarta.
Cangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta. PT. Raja Grafindo
Persada.
Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikoloi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Djamarah & Zain. 2006. Strategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Effendy, Onong Uchjana 1999. Ilmu Komunikasi : Teori dan Praktek. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya
.
.2006. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek Bandung : Remaja
Rosdakarya.
Ekosiswoyo, Rachman Maman. 2000. Manajemen Kelas. Semarang :Semarang
Press.
Genpur Santoso, 2004. Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta :
Prestasi Pustaka
Hartaji, Damar A. 2012. Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah
Dengan Jurusan Pilihan Orangtua. Fakultas Psikologi Universitas
Gunadarma. (tidak diterbitkan).
Mar’at, 1991. Sikap Manusia Perubahan Serta Pengukurannya. Jakarta: Ghalia
Indonesia.
Martoyo, Susilo. 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. BPFE. Yogyakarta.
Totok, Mardikanto. 1993. Penyuluhuhan Pembangunan pertanian. Yogyakarta :
Sebelas Maret University Press.
Moleong, Lexy J. (2007) Metodologi Penelitian Kualitatif, Penerbit PT Remaja
Rosdakarya Offset, Bandung
Mulyana, Deddy. 2000. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja.
Rosdakarya.
.2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT Remaja.
Rosdakarya.
Notoadmojo. 2002. Pendidikan dan perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta
Pardjimin. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia. Kelas VII. Bogor : Yudistira.
Rakhmat, Jalaludin. 2005, Psikologi Komunikasi, edisi revisi. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
.
. 2007. Persepsi Dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Rajawali
Pers.
Sendjaja, S. Djuarsa. 1994. Teori Komunikasi. Jakarta: Universitas Terbuka.
Riswandi. 2009. Ilmu Komunikasi. Jakarta: Graha Ilmu.
Ritonga, Jamiluddin. 2005. Tipologi Pesan Persuasif. Jakarta: PT Indeks
Kelompok Gramedia.
Siagian, Sondang P. 2003. Teori & Praktek Kepemimpinan, Rineka Cipta, Jakarta
Siswanto. Sastrohadiwiryo.2001. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Cetakan
Kedua. Jakarta : Bumi Aksara.
Siswoyo, Dwi dkk. 2007. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor factor yang Mempengaruhinya. Jakarta :
Rineka Cipta.
Subroto, B. Suryo, 2002. Proses Belajar Mengajar di Sekolah, Jakarta: Rineka
Cipta.
Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia.
Solso, Robert L. dkk. 2008. Psikologi Kognitif. Edisi Kedelapan. Jakarta :
Erlangga.
Sugihartono, dkk.2007. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta :UNY Press.
Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Afabeta.
Syam, Syaifullah. 2005. Pola Adaptasi Mahasiswa Baru Jurusan PMPKN FPIPS
Jurnal Civicus.
Sutarno. 2012. Serba-Serbi Manajemen Bisnis. Yogyakarta: Garaha Ilmu
Thoha, Miftah. 2003. Prilaku Organisasi Konsep dasar dan aplikasinya, Jakarta;
Raja Grafindo Persada
Tatik Suryani. 2008. Perilaku Konsumen : Implikasi pada Strategi Pemasaran.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
Wiryanto.2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta :PT.Grasindo.
Vardiansyah, Dani. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Download