KERANGKA ACUAN KOORDINATOR SUFA Latar Belakang Situasi

advertisement
KERANGKA ACUAN KOORDINATOR SUFA
Latar Belakang
Situasi epidemi HIV AIDS di Indonesia sampai saat ini masih sangat memprihatinkan, dimana
penularan HIV melalui seksual masih tetap tinggi khususnya pada beberapa populasi meningkat
cukup signifikan (LBT dan LSL), peningkatan ini juga disertai dengn peningkatan prevalensi pada
Ibu Rumah Tangga sebagai pasangan populasi kunci. Tingkat epidemi terkonsentrasi yang
dialami Indonesia (kecuali Tanah papua) mempunyai pengaruh yang cukup signifikan pada
epidemi negara ASEAN. Indonesia bersama ASEAN telah mempunyai komitmen untuk
mencapai ASEAN Cities Getting to Zero. Untuk melaksanakan komitmen ini tentu diperlukan
kerjasama yang kuat antar negara ASEAN. Dan Indomesia sebagai leader dalam ASEAN Cities
getting to Zero perlu menunjukan keberhasilan dalam melaksanakan tujuan ini. Daerah yang
menjadi area demonstrasi getting to Zero adalah Jakarta barat, Denpasar dan Badung. Selain itu
Kemenkes dan KPAN juga telah mulai melaksanakan pendekatan untuk meningkatkan akses
testing HIV. Pengobatan ARV dan retensi pengobatan yang disebut SUFA ( strategic use of ARV)
di 13 kab kota dan akan disusul secara bertahap di kab kota lain. Untuk dapat melakukan
monitoring secara teratur pelaksanaan SUFA termasuk Getting to Zero di 3 daerah diatas maka
diperlukan tenaga khusus untuk memanage pelaksanaan termasuk melakukan monitoring dan
evaluasi agar mencapai tujuan yang diharapkan.
Deskripsi tugas
1. Memastikan terlaksananya seluruh rencana kerja SUFA dan melakukan monitoring dan
evaluasi bersama tim terkait, serta pelaporan termasuk memantau perkembangan
pelaksanaan GTZ di 3 daerah kab kota serta pelaporan kegiatannya
2. Melakukan koordinasi intensif dengan stakeholder terkait SUFA (Kemenkes, WHO,
UNAIDS, Mitra Internasional lainnya, komunitas dan fasyankes)
3. Memastikan terlaksananya seluruh rencana kerja ASEAN cities getiing to Zero dan
bekerjasama dengan Kemenkes dan sekretariat ASEAN
4. Melaksanakan koordinasi intensif baik dengan internal KPA Nasional Provinsi dan
Kabupate/ Kota.
Kualifikasi yang dibutuhkan
1. Pendidikan Minimal S1 dari Fakultas Kedokteran atau Ilmu Kesehatan Masyarakat.
Pendidikan tingkat S2 akan diutamakan
2. Memiliki pengalaman dalam bidang Penanggulangan HIV dan AIDS lebih diutamakan
3. Mampu berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan ( Bahasa Inggris aktif)
4. Dapat bekerja secara tim, namun bisa bekerja secara mandiri
5. Memiliki sikap yang positif terhadap ODHA dan kelompok kunci
6. Mampu mengoperasikan MS Office, Power point, Excel
7. Bersedia melakukan perjalanan ke luar kota
Sumber dana
IPF
Download