apa itu gender?

advertisement
PENGARUSUTAMAAN GENDER
(PUG) DALAM PEMBANGUNAN
NASIONAL
Dra. Sri Danti Anwar, MA
Sekretaris Kementerian PP dan PA
1
PENDAHULUAN
• Hakekat pembangunan nasional adalah untuk
mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat,
yang terdiri dari laki-laki, maupun perempuan
serta anak laki-laki dan anak perempuan.
• Pembangunan
juga
bertujuan
untuk
meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,
baik sebagai pelaku ataupun penerima manfaat
dari
pembangunan
itu
sendiri,
yang
dilaksanakan oleh berbagai sektor dan daerah.
2
PENGERTIAN SEKS/JENIS KELAMIN DAN GENDER
Seks/Jenis kelamin
Laki-Laki
Perempuan
 Perbedaan biologis antara
perempuan dan laki-laki.
 Identitas ditentukan oleh
ciri-ciri
genetika
dan
anatomi.
GENDER
Menjadi laki-laki
Menjadi perempuan
Sesuai dengan nilai, norma, harapan
masyarakat/komunitas
 Gender mengacu pada relasi sosial dan peranperan yang dikonstruksi serta diharapkan oleh
masyarakat untuk dilakukan oleh perempuan dan
laki-laki.
 Peran-peran ini dipelajari, dapat berubah dari
waktu ke waktu dan sangat bervariasi di dalam
dan diantara berbagai budaya.
3
APA ITU GENDER?
Istilah Gender
1.Untuk menjelaskan: mana perbedaan laki-laki dan perempuan
yang bersifat bawaan atau kodrati (ciptaan Tuhan) dan mana
yang merupakan bentukan budaya yang dikonstruksi,
dipelajari dan disosialisasikan.
2.Dengan mengetahui perbedaan gender sebagai sesuatu yang
tidak permanen, memudahkan kita untuk membangun
gambaran tentang realitas hubungan antara perempuan dan
laki-laki secara tepat dan sesuai dengan kenyataan yang ada
dalam masyarakat.
3.Gender bukan melihat perbedaan yang ada antara laki-laki
dan perempuan semata, namun bagaimana interpretasi kita
terhadap perbedaan tersebut, untuk dijadikan dasar dalam
mengambil kebijakan/tindakan yang proporsional
4
CROSS CUTTING ISSUE GENDER
1.
2.
3.
4.
5.
Anak-anak
Sehat Jasmani Rokhani
Cacat Fisik dan Mental
Cacat tapi mampu
Miskin/rentan
Hak
Kesetaraan
1.
2.
3.
4.
Implikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
KDRT
Traffiking
HIV/AIDS
Migrant/Urban
AKI/AKB
Prostitusi
1.
2.
3.
4.
LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN
RELASI
GENDER
Keadilan
1. UUD 45 Pasal 27
dan 28
2. UU No. 39 tentang
HAM
Partisipasi
Kemitraan
Kesempatan
Tanggungjawab
Kesenjangan Kultural dan
Struktural
1.
2.
3.
4.
5.
Marginalisasi
Subordinasi
Stereotipi
Double Burden
Violance
Keluarga
Masyarakat
Bangsa
Negara
UU No. 17 Tahun 2005 tentang
RPJPN 2005 -2025
Visi
Keadilan Gender
Kesenjangan aktual
1.
2.
3.
4.
5.
Politik
Ekonomi
Pendidikan
Hukum
Sosial
6.
7.
8.
9.
Kesehatan
Hankam
Teknologi
Lingkungan
10. dll
Akibat
1. Pertumbuhan ekonomi
lambat
2. Kemiskinan struktural
3. Produk nasional rendah
4. Ketidakadilan regeneratif
5. Kesejahteraan rendah
6. Demokrasi tidak sehat
Solusi melalui PUG dan PPRG
1. Kebijakan Pembangunan Responsif Gender
2. Peraturan Per UU Responsif gender
3. Sensitisasi gender penentu kebijakan, dan masyarakat di Pusat dan Daerah
Akses
Partisipasi
Kontrol
Manfaat
KKG
5
ALUR PIKIR PEMBANGUNAN RESPONSIF
GENDER
Kesejahteraan
Masyarakat (L, P, A)
Pembangunan
Nasional
Meningkatkan
Kualitas Hidup
Masyarakat (L, P, A)
Kebijakan,
Program,
Kegiat an,
Anggaran
Strategi PUG
Akses
Partisipasi
Tranparansi
Memenuhi
Rasa Keadilan
Mengurangi
Kesenjangan
K/L dan
PEMDA
Kontrol
Manfaat
Kebutuhan ,
Aspirasi,
Pengalaman
P, L dan A
KG
6
PENGARUSUTAMAAN GENDER
 Strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk
mencapai kesetaraan dan keadilan gender dalam aspek kehidupan
manusia melalui perencanaan, penganggaran, pelaksanaan,
pemantauan dan evaluasi seluruh kebijakan, program dan
kegiatan yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan,
dan permasalahan perempuan dan laki-laki (dan orang lanjut usia,
anak-anak di bawah umur, orang-orang dengan kebiasaan
berbeda/ difable, serta orang-orang yang tidak mampu secara
ekonomi), di berbagai bidang kehidupan pembangunan nasional
dan daerah
 Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG)
sebagai upaya percepatan Pengarusutamaan Gender (PUG)
dimulai sejak tahun 2009 (Stranas PUG melalui PPRG)
7
MENGAPA PUG PERLU DIINTEGRASIKAN
DALAM PEMBANGUNAN?
1. Masih
ada
kesenjangan
hasil
capaian
pembangunan antara perempuan dan laki-laki,
anak perempuan dan anak laki-laki di hampir
semua bidang pembangunan
2. PUG meningkatkan akuntabilitas pemerintah
serta memperkuat kehidupan sosial, politik dan
ekonomi suatu bangsa
8
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Human Development Index (HDI)
Dimensi
Indikator
Indeks Dimensi
Umur panjang dan sehat
Angka Harapan Hidup pada saat
lahir
Indeks harapan hidup
Pengetahuan
1. Angka Melek Huruf (AMH)
2. Rata-rata Lama Sekolah
Indeks pendidikan
Kehidupan yang layak
Pengeluaran per kapita per tahun
Indeks pendapatan
Perbandingan Capaian IPM di Negara ASEAN
1980-2012
Sumber : HDR 2013
Perbandingan IPM Negara-Negara ASEAN
Menurut Indeks Dimensi, 2012
Indeks Pembangunan Gender (IPG)
Gender Development Index (GDI)
 IPG mengukur pencapaian dimensi dan variabel yang sama seperti IPM, tetapi
mengungkapkan ketidakadilan dalam pencapaian antara laki-laki dan perempuan.
 Semakin besar perbedaan gender dalam pembangunan manusia, semakin rendah
IPG dibandingkan dengan nilai IPM-nya.
Dimensi
Indikator
Indeks Dimensi
Umur panjang dan sehat
Angka Harapan Hidup pada saat lahir Laki-laki &
Perempuan
Indeks harapan
hidup
Pengetahuan
1. Angka Melek Huruf (AMH); Laki-laki & Perempuan
2. Rata-rata Lama Sekolah ; Laki-laki & Perempuan
Indeks pendidikan
Kehidupan yang layak
Perkiraan pendapatan; Laki-laki & Perempuan
Indeks pendapatan
Indeks Ketimpangan Gender di ASEAN
2012
0.494
0.483
0.473
0.437
0.418
0.360
0.299
0.256
0.101
Indonesia
Laos
Sumber : HDR 2013
Kamboja
Myanmar
Filipina
Thailand
Vietnam
Malaysia Singapura
Brunei
Darussalam
Pembangunan Manusia dan Gender,
2004-2012
68.7
69.6
70.1
65.1
65.3
2005
2006
70.6
65.8
71.2
66.4
71.8
66.8
72.3
67.2
72.8
67.8
2007
Sumber : Diolah khusus dari data Susenas
68.5
IPM
IPG
63.9
2004
73.3
2008
2009
2010
2011
2012
Secara umum
pencapaian
pembangunan gender
semakin membaik
meskipun belum
mampu mengurangi
jarak (gap) secara nyata
yang masih cenderung
tidak berubah
besarannya.
Trend Selisih IPM dan IPG Indonesia,
2004-2012
•
SelisIh (gap) IPM dan IPG tahun 2012 menurun dibanding tahun 2011, menggambarkan semakin
membaiknya ketimpangan pembangunan gender
•
Trend gap IPM dan IPG cenderung naik selama 2004-2010 dan menurun pada 2 tahun terakhir
IPG 2004-2012
Perkembangan Angka Harapan Hidup 2004-2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
Perkembangan Angka Melek Huruf 2004-2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah 2004-2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
Perkembangan Sumbangan Pendapatan 2004-2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
Perkembangan Komponen IPM & IPG, 2004-2012
*) sama dengan th 2010
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG)
Gender Empowerment Measure (GEM)
IDG menitikberatkan pada partisipasi, dengan cara mengukur ketimpangan gender di
bidang ekonomi, partisipasi politik, dan pengambilan keputusan.
Dimensi
Indikator
Indeks Dimensi
Keterwakilan di
Parlemen
Proporsi keterwakilan di
Parlemen Laki-laki & Perempuan
Indeks keterwakilan di
Parlemen
Pengambilan
keputusan
Proporsi dari manajer, staf
administrasi, pekerja profesional
dan Teknisi; Laki-laki &
Perempuan
Indeks pengambilan
keputusan
Distribusi
Pendapatan
Upah Buruh Non Pertanian; Laki- Indeks pendapatan
laki & Perempuan
TREND INDEKS
PEMBERDAYAAN GENDER(IDG)
INDONESIA, 2010 S/D 2012
PENINGKATAN PERANAN PEREMPUAN DALAM PENGAMBILAN
KEPUTUSAN DAN KEGIATAN EKONOMI (2010-2012)
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
PENCAPAIAN KOMPONEN IDG (GEM)
TAHUN 2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
PENCAPAIAN KOMPONEN IDG (GEM)
TAHUN 2012
Keterwakilan Perempuan dalam
Parlemen
Menurut UU No.12 Tahun 2003,
kuota perempuan untuk dapat
berpartisipasi dalam politik
sekitar 30 %.
Tenaga Profesional,
Kepemimpinan, dan Teknisi
Perempuan kurang memiliki
kesempatan karena terbentur oleh
persoalan budaya serta kodrat
yang melekat terkait dengan
fungsi-fungsi reproduksi
Sumbangan pendapatan
laki-laki dan perempuan
PERKEMBANGAN PRESENTASE PEREMPUAN SEBAGAI
TENAGA PROFESIONAL TAHUN 2004-2012
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
PERKEMBANGAN TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA
(TPAK) DAN PERSENTASE ANGKATAN KERJA PEREMPUAN
TAHUN 2009-2012
67,2
67,7
Sumber: BPS, Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2013
68,3
67,9
Percepatan Pengarusutamaan Gender
(PUG) melalui Perencanaan dan
Penganggaran yang Responsif
Gender (PPRG)
29
KOMITMEN GLOBAL DAN NASIONAL UNTUK
KESETARAAN GENDER
• Ditingkat Global, Hasil Pertemuan Konferensi
Perempuan Sedunia di Beijing; menyetujui
mengaplikasikan Stategi PUG di Perencanaan dan
Penganggran Pembangunan (189 negara, termasuk
Indonesia)
• Ditingkat Nasional, dikeluarkan Instruksi Presiden
No.9/tahun 2000 tentang keharusan melaksanakan
PUG di Perencanaan/penganggaran disemua sektor
pembangunan
30
DASAR HUKUM
• UU No. 7 Th 1984 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai
Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan;
• UU No. 17 Th. 2003 tentang Keuangan Negara;
• UU No. 25 Th 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
• UU No. 32 Th 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
• UU No. 33 Th 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Daerah;
• PP No. 58 Th 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
• PP No. 8 Th. 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan,
Pengendalian, dan Evaluasi Perencanaan Pembangunan Daerah;
• Perpres No. 5 Th 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Nasional 2010-2014;
31
DASAR HUKUM
• Inpres No. 9 Th 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam
Pembangunan Nasional;
• Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 94/PMK.02/2013 tentang
Petunjuk Penyusunan dan Penelaahan Rencana Kerja dan Anggaran
Kementerian Negara/Lembaga Tahun 2014;
• Surat Edaran Nomor 270/M.PPN/11/2012; Nomor SE33/MK02/2012; Nomor 050/4379A/SJ; Nomor SE 46/MPPPA/11/2012 tentang Strategi Nasional Percepatan
Pengarusutamaan Gender melalui Perencanaan dan Penganggaran
yang Responsif Gender;
32
PRINSIP-PRINSIP DASAR PUG (1)
• Tanggungjawab untuk melaksanakan PUG ada pada level
tertinggi dalam lembaga yang bersangkutan
- Ada dukungan politik, komitmen, leadership dari pimpinan yang
mendukung pelaksanaan PUG (seperti tercermin dari adanya
Peraturan, Surat Keputusan, dst dari pimpinan)
- Ada mekanisme (struktural maupun fungsional) yang akuntabel
untuk melaksanakan PUG dan monitoring kemajuan
• Struktural : ada di eselon mana yang bertanggungjawab
- Fungsional : Pokja, Forum, Focalpoint
- Ada suatu sistem yang teratur dan sistematis untuk followup dan mencatat hasil dan lesson learned dalam
melaksanakan PUG, sebagai feed back kedalam sistem
perencanaan programming
sistem monitoring
PRINSIP-PRINSIP DASAR PUG (2)
•
•
•
•
•
Tersedia data terpilah menurut jenis kelamin dalam sistim dan
dipakai/ dimanfaatkandata base
Cukup tersedia sumber daya manusia (SDM) yang dapat melakukan
gender analisis dan melaksanakan PUG
PUG dilaksanakan disemua unit disemua level cross-cutting issue
Gender analisis harus dilakukan.
– Identifikasi tentang masalah (isu) yang berkaitan dengan kesenjangan/
disparitas gender agar dapat didiagnosa
– Dari lensa gender, tidak dapat dibenarkan asumsi bahwa masalah, isu,
kebijakan, program, kegiatan itu netral sifatnya
Program-program yang didorong untuk Responsif Gender :
- Program prioritas 2010-2014
- Program untuk mencapai MDGs
- Program untuk mendukung pelayanan
PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN
RESPONSIF GENDER (PPRG)
1) Perencanaan dan penganggaran responsif gender merupakan dua
proses yang saling terkait dan terintegrasi yaitu Perencanaan
Responsif Gender dan Penganggaran Responsif Gender;
2) Perencanaan responsif gender adalah perencanaan yang dilakukan
dengan memasukkan perbedaan-perbedaan pengalaman, aspirasi,
kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki dalam
proses penyusunannya;
3) Penganggaran responsif gender adalah strategi mengintegrasikan
isu gender ke dalam proses penganggaran, menerjemahkan
komitmen pemerintah untuk mewujudkan kesetaraan gender ke
dalam komitmen anggaran yang terdiri atas seperangkat instrumen
untuk melihat dampak belanja dan penerimaan pemerintah
terhadap gender.
• Alat dan proses yang dirancang untuk memfasilitasi suatu analisis
gender dalam penyusunan anggaran negara dan alokasi sumber
daya.
• Merupakan alat untuk mencapai kesetaraan gender.
• PPRG BUKAN berarti membagi anggaran 50% untuk laki-laki dan
50% untuk perempuan, bukan pula pemisahan anggaran khusus bagi
perempuan.
• PPRG dipakai untuk melihat keseluruhan anggaran pemerintah dari
perspektif gender, agar dapat mengintegrasikan kebutuhan laki-laki
dan perempuan, anak laki-laki dan perempuan, dan kelompok yang
termarginalkan.
 Integrasi isu gender ke dalam perencanaan dan penganggaran:
 Tidak untuk menambah anggaran baru
 Menggunakan indikator/keluaran yang sudah tersedia
TUJUAN PPRG (1)
 Agar dana pembangunan yang digunakan dapat memberikan
manfaat yang adil bagi kesejahteraan perempuan dan laki-laki
(termasuk anak laki-laki dan anak perempuan).
 Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran,
serta membangun akuntabilitas dan transparansi anggaran.
 Membantu mengurangi kesenjangan dan menghapuskan
diskriminasi, sesuai dengan yang diamanatkan dalam konvensi
CEDAW, BPFA, MDGs (Anggaran untuk mewujudkan KKG dalam
pemenuhan hak dasar kaum perempuan).
 Meningkatkan partisipasi masyarakat laki-laki dan perempuan di
dalam penyusunan perencanaan kegiatan anggaran,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi.
Lanjutan
• Menyediakan alat untuk memantau input dan
output pembangunan secara responsif gender.
• Memberdayakan pemerintah agar dapat
bertanggung jawab dalam perumusan anggaran
yang responsif gender.
• PPRG menjamin agar kebutuhan dan aspirasi
individu dari berbagai kelompok sosial
(berdasarkan jenis kelamin, usia, ras, suku, dan
lokasi) dapat diakomodasikan ke dalam
pembiayaan/pengeluaran dan pemasukan
kebijakan.
TUJUAN STRANAS PERCEPATAN
PELAKSANAAN PUG MELALUI PPRG
• Percepatan Pelaksanaan PUG melalui Perencanaan dan Penganggaran
Responsif Gender (PPRG) dimaksudkan untuk percepatan pelaksanaan
pengarusutamaan gender sesuai RPJMN 2010 – 2014, yang sekaligus
untuk menunjang pencapaian kepemerintahan yang baik (good
governance), pembangunan berkelanjutan, serta pencapaian target-target
Millenium Development Goal (MDGs).
Strategi ini disusun agar pelaksanaan PPRG menjadi terarah, sistematis,
dan sinergis, baik ditingkat nasional maupun daerah.
• 4 driver Stranas (Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan,
Bappenas, KPP dan PA). Di Daerah terdiri dari Inspektorat, BKD, Bappeda,
Badan PP.
HARAPAN
» Adanya komitmen para pengambil kebijakan tentang
Pengarusutamaan
Gender
(PUG)
dalam
Pembangunan Nasional;
» Adanya MoU antara BNP2TKI dengan KPP-PA
» Terbentuknya Kelompok Kerja PUG (Pokja PUG)
BNP2TKI;
» Tersedianya data terpilah
» Tersusunnya kebijakan/program yang Responsif
Gender (GAP, GBS dan TOR)
» Pedoman Monev PUG
TERIMA KASIH
ATAS PERHATIANNYA
Download