PPT#1 - IESR

advertisement
PEMAPARAN
PEMBERDAYAAN
GENDER DAN ENERGI
DEPUTI BIDANG PUG BIDANG EKONOMI
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK RI
DATA BPS TAHUN 2010
Jumlah Penduduk Indonesia: 237,55 juta jiwa  49,70%
(118 juta jiwa) Perempuan, dan
Laki-laki 50,30% (119,55 juta jiwa)
Perempuan dan Anak : 70%
Bagian yang harus menjadi
perhatian dalam perkembangan
dan kemajuan Indonesia
Sasaran Pokok Kesetaraan Gender
dalam RPJPN 2005-2025
RPJM 1
(2004-2009)
1. Meningkatnya
Kesetaraan gender
di berbagai bidang
Pembangunan
2. Meningkatnya IPG
3. Meningkatnya
kesejahteraan dan
perlindungan
perempuan dan
anak
RPJM 2
(2010-2014)
RPJM 4
(2020-2025)
RPJM 3
(2015-2019)
1. Meningkatnya
Kesetaraan
Gender
2. Meningkatnya
tumbuh kembang,
kesejahteraan dan
perlindungaan
anak
1.Meningkatnya
Kesetaraan
Gender
2. Meningkatnya
tumbuh kembang,
kesejahteraan
dan
perlindungaan
anak
1. Meningkatnya
Kesetaraan Gender
2.Meningkatnya
tumbuh kembang,
kesejahteraan dan
perlindungaan anak
KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DALAM NAWA CITA
 CITA KE-2: MEMBANGUN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG
BERSIH, EFEKTIF, DEMOKRATIS DAN TERPERCAYA
Agenda Prioritas ke-2:
Meningkatkan Peranan dan Keterwakilan Perempuan dalam Politik
dan Pembangunan
 CITA KE-4: MEMPERKUAT KEHADIRAN NEGARA DALAM
MELAKUKAN REFORMASI SISTEM DAN PENEGAKAN HUKUM
YANG BEBAS KORUPSI, BERMARTABAT DAN TERPERCAYA
Agenda Prioritas ke-8:
Melindungi Anak, Perempuan, dan Kelompok Marjinal
KESETARAAN GENDER DAN PEMBERDAYAAN
PEREMPUAN DALAM QUICK WINS PRESIDEN
1. Memastikan proses pembentukan UU dan
Kebijakan mendapatkan masukan dari perspektif
gender
2. Melakukan review, koreksi, dan harmonisasi
terhadap Undang-Undang sampai Peraturan
Daerah (Perda) agar berperspektif gender
(keadilan dan kesetaraan gender)
3. Meningkatkan
kapasitas
kelembagaan
Pengarusutamaan Gender (PUG) dengan
mengikutsertakan Kementerian Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak dalam setiap
perumusan dan revisi kebijakan K/L
DASAR HUKUM MENDUKUNG KESETARAAN
PEREMPUAN DAN LAKI DALAM PEMBANGUNAN
 UU No. 7 tahun 1984 tentang ratifikasi CEDAW
 Instruksi Presiden No. 9 tahun 2000 tentang Pengarusutamaan
Gender dalam Pembangunan Nasional
 Perpres No. 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019
 Permendagri No. 67 tahun 2011 tentang Pedoman Implementasi
PUG di Daerah
 SE Bersama Menteri PPN /Bappenas No. 270/M.PPN/11/2012,
Menteri Keu. No. SE-33/MK.02/2012, Kemdagri No.
O50/4379A/SJ/2012 dan KPPPA No.46/MPP.PA/11/2012 tentang
Strategi Nasional Percepatan Pug melalui PPRR
KONSEP GENDER
GENDER menjadi ISU karena membawa berbagai
kesenjangan dalam situasi laki-laki dan perempuan dalam
berbagai bidang yang berupa SUBORDINASI,
MARGINALISASI, BEBAN GANDA, KEKERASAN pada
perempuan serta PELABELAN (stereotype).
GENDER menjadi masalah apabila terjadi ketidakadilan bagi
laki-laki dan perempuan, antara lain:
–
–
–
–
Salah satu jenis kelamin dirugikan,
Salah satu jenis kelamin dibedakan derajatnya,
Salah satu jenis kelamin dianggap tidak cakap dibanding dengan
jenis kelamin lain,
Salah satu jenis kelamin diperlakukan lebih rendah.
Pengarusutamaan Gender
(RPJMN 2015-2019)
• PUG merupakan strategi mengintegrasikan perspektif gender
dalam pembangunan yang dimulai dari proses perencanaan,
penganggaran, pelaksanaan, serta pemantauan dan evaluasi
seluruh kebijakan, program dan kegiatan pembangunan.
• PUG ditujukan untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam
pembangunan, yaitu pembangunan yang lebih adil dan merata
bagi seluruh penduduk Indonesia baik laki-laki maupun
perempuan.
• Kesetaraan gender dapat dicapai dengan mengurangi
kesenjangan antara penduduk laki-laki dan perempuan dalam
mengakses dan mengontrol sumber daya, berpartisipasi dalam
pengambilan keputusan dan proses pembangunan, serta
mendapatkan manfaat dari kebijakan dan program pembangunan
Kesejahteraan
Masyarakat (L,
P, A)
Kebijakan,
Program,
Kegiatan,
Anggaran
Akses
Partisipasi
Tranparansi
Pembanguna
n
Nasional
Meningkatkan
Kualitas Hidup
Masyarakat (l, P,
A)
Strategi
Pembanguna
n (PUG)
Memenuhi
Rasa Keadilan
Mengurangi
Kesenjangan
K/L
Pemda
KKG
Kontrol
Manfaat
Kebutuhan
, Aspirasi,
Pengalama
n P dan L
KERANGKA PUG
untuk AKSES ENERGI
Komitmen
Kebijakan
Mengintegrasikan
perspektif gender
dalam pembangunan
yang dimulai dari
proses
perencanaan,
penganggaran,
pelaksanaan, serta
pemantauan dan
evaluasi seluruh
kebijakan, program
dan kegiatan
PEMBANGUNAN
Isu
Strategis
Kelembagaan
PEMBANGUNAN
BIDANG ENERGI
Sumber daya
Data Terpilah
Alat analisis
Pertisipasi
Masyarakat
Analisis
Strategi
Pentingnya Responsif Gender
1
 Diperlukan untuk
mewujudkan
keadilan dan
kesetaraan gender
yaitu bagaimana
pengalaman,
permasalahan dan
aspirasi perempuan
dan laki-laki,
diidentifikasi dan
dianalisis di dalam
konteks penyusunan
perencanaan dan
penganggaran.
2
3
PUG dan PP
• Pemberdayaan perempuan merupakan suatu bentuk
intervensi yang ditujukan terutama untuk memperbaiki
situasi dan kondisi hidup perempuan, misalnya kualitas
hidup perempuan dan perlindungan perempuan
• PUG menjadi isu lintas bidang yang mewarnai seluruh
kebijakan, program dan kegiatan semua SKPD/sektor
yang manifestasinya bisa berwujud kegiatan khusus
perempuan di sektor tersebut maupun tercermin dari
indikator kinerja hasil sektor masing-masing
UU RI Nomor 30 Tahun 2007 tentang
Energi pada :
PASAL 2 menyebutkan bahwa Energi dikelola
berdasarkan asas kemanfaafan, rasionalitas, efisiensi ,
berkeadilan, peningkatan nilai tambah, keberlanjutan,
kesejahteraan masyarakat, pelestarian fungsi lingkungan
hidup, ketahanan nasional, dan keterpaduan dengan
pengutamakan kemampuan nasional
PASAL 19 (1) Setiap orang berhak memperoleh energi.
(2) Masyarakat, baik secara perseorangan maupun
kelompok, dapat berperan dalam: a. penyusunan rencana
umum energi nasional dan rencana umum energi daerah
dan b. pengembangan energi untuk kepentingan umum
Isu
 Belum tercapainya target cakupan energi .
 Kemiskinan energi  penggunaan kayu bakar,
penggunaan tunggu tradisional terutama di pedesaan
 Masih buruknya perilaku masyarakat dalam penggunaan
energi terutama diperkotaan
 Belum meratanya penyediaan infrastruktur listrik
terutama di desa terpencil
 Belum optimalnya pemanfaatan energi baru terbarukan
 PPRG bidang Energi belum sepenuhnya diterapkan
PRINSIP PENYEDIAKAN ENERGI
YANG RESPONSIF GENDER
 Non Diskriminatif
 Terjangkau/ekonomis/praktis
 Partisipasi Masyarakat
 Perlindungan Lingkungan
 Berkelanjutan
 Terpadu
PUG DALAM AKSES ENERGI BERKELANJUTAN
 Mendorong akses, partisipasi, kontrol perempuan dan
laki-laki dalam setiap tahapan siklus program, terutama
dalam perencanaan bidang energi yang berkelanjutan
 Lesson Learn : pelibatan perempuan sejak proses
perencanaan, pendampingan,
 Perencanaan program dan kegiatan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat
 Pemicuhan utk gerakan hemat energi
 Inovasi energi baru terbarukan memanfaatkan potensi
sumberdaya yang tersedia dan mudah diperoleh
 PPRG bidang Energi Pusat dan Daerah
PUG DALAM AKSES ENERGI BERKELANJUTAN
 Pengembangan Jejaring, kerjasama dengan berbagai pihak
terkait sinkronisasi program baik pemerintah, pelaku isdustri,
masyarakat,NGO dan CSO terkait program konservasi maupun
diversifikasi energi.
 Monitoring dan Evaluasi
Contoh Pemberdayaan Perempuan Bidang
Energi
TERIMA KASIH
Download