Viabilitas Kultur Kering Sosis Fermentasi dengan

advertisement
Kelompok 1 :
Satriyananda Widagdha
2. Rizki Amelia
3. Yesi Ika Susanti
4. Adin Pritanggo Dhesti
5. Riza Rizki Amalia
6. M Rizaf Oelil Albab
1.
PRODUK-PRODUK MAKANAN
YANG MEMANFAATKAN
MIKROBA UNTUK PROSES
PEMBUATANNYA
SOSIS
Di Indonesia terdapat produk olahan
daging yang dikenal dengan “Urutan”
yaitu produk sosis yang dibuat melalui
proses fermentasi secara sederhana &
tradisional.
Biasanya untuk produk fermentasi pangan
digunakan bakteri asam laktat. Bakteri yang
digunakan biasanya berupa Lactobacillus dan
Micrococcus.
Lactobacillus berfungsi untuk
menurunkan pH sehingga produk terjaga
keawetannya.
Micrococcus ditambahkan dalam
produksi daging karena mempunyai sifat
sebagai pereduksi nitrit sehingga produk
daging terjaga keamanan pangannya.
Metode pembuatan kultur kering:
kultur murni disegarkan dalam medium
agar

Diinokulasikan dalam larutan susu skim steril
10% sebanyak 2%

Diinkubasikan pada suhu 37 selama 48 jam

kultur induk
Diagram alur proses
pembuatannya adalah sebagai
berikut :
1 lt larutan susu skim 10%(atau ditambah sukrosa)

Disterilisasi pada suhu 121 C selam 15 menit

Pendinginan sampai mencapai suhu ruang(25-27 C)

Diinokulasikan dengan kultur kerja 2%

Diinkubasi pada suhu 31 C selama 18 jam

Ditambah 20% tepung beras steril secara aseptis

Pengeringan (spray drying atau freeze drying)

Kultur kering
KECAP
Bahan baku utama pembuatan kecap adalah
kedelai, baik kedelai kuning maupun kedelai
hitam.
Selain kedelai, banyak kecap yang juga
menggunakan bahan baku ikan, sehingga
disebut kecap ikan.
Prinsip pengolahan kedua jenis kecap
tersebut sebenarnya sama, yaitu fermentasi.
Perbedaannya adalah, kecap kedelai dibuat
dengan menginokulasikan jamur kemudian
dilakukan fermentasi.
Sedangkan kecap ikan dibuat secara
fermentasi tanpa diinokulasi yang
kebanyakan dilakukan oleh bakteri secara
alami terdapat pada ikan.
ROTI
Roti adalah salah satu contoh produk
bioteknologi yang cukup terkenal. Banyak
produsen roti menggunakan whole wheat
flour yang kaya serat atau bahkan
difortifikasi dari luar.
Beberapa zat gizi yang difortifikasikan pada
roti antara lain omega 3, vitamin B, zinc,
fosfor, dan lainnya.
Untuk pembuatan roti sendiri, peranan yeast
(ragi) Saccharomyces cerevisiae sangat
penting.
Dalam industri roti, fungsi utama ragi dalam
adonan adalah sebagai leavening agent
(pengembang adonan), pembentuk gluten
(protein pada tepung), dan penghasil flavor
(aroma dan rasa).
TEMPE
Tempe merupakan salah satu produk
tradisional Indonesia yang patut
dibanggakan.
Penelitian yang dilakukan di Universitas
North Carolina, Amerika Serikat,
menemukan bahwa genestein dan
fitoestrogen yang terdapat pada tempe
ternyata dapat mencegah kanker prostat
dan kanker payudara.
Proses fermentasi oleh kapang Rhizopus
oligosporus mengakibatkan makro molekul yang
ada pada tempe menjadi lebih mudah dicerna,
dibandingkan pada kedelai utuh.
Keistimewaan lain dari tempe Indonesia adalah
kandungan vitamin B12-nya. Vitamin tersebut
biasanya hanya terdapat pada sumber pangan
hewani.
Menariknya, vitamin B12 tersebut bukan
diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri
kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan
Citrobacter freundii.
YOGHURT
Yoghurt merupakan produk berbasis susu.
Produk ini mengandung bakteri
probiotik seperti Lactobacillus
acidophilus dan Bifidobacterium longum
yang bermanfaat bagi saluran
pencernaan, diantaranya mengurangi
risiko serangan kanker kolon.
Selain itu, protein yoghurt juga memiliki daya
cerna protein dan daya serap kalsium yang
lebih baik, dibandingkan dengan
mengkonsumsi susu biasa.
KEJU
Keju memang bukan produk asli Indonesia.
Tapi, jika diperhatikan produk ini telah banyak
digunakan secara luas dalam masyarakat,
baik dalam roti, martabak, pizza, spaghetti,
bakpia, dan lain sebagainya. Belum lagi,
flavor keju yang banyak digemari dan
digunakan pada snack.
Terdapat berbagai macam jenis keju di
dunia. Di Indonesia, keju yang terkenal
adalah keju cheddar. Hal ini dikarenakan
keju cheddar bersifat keras, sehingga lebih
fleksibel, baik untuk dipotong, diirisi, ataupun
di parut. Keju yang terdapat di pasaran
umumnya adalah processed cheese.
Keju cheddar dibuat dengan menambahkan
kultur bakteri pembentuk asam laktat ke
dalam susu yang telah dipasteurisasi,
kemudian dilanjutkan dengan menambahkan
enzim rennin sebagai bahan penggumpal
susu. Pada tahap ini fermentasi telah
dimulai.
Kesimpulan
Saat ini tanpa disadari masyarakat luas
mikroba berperan sangat penting bagi
kehidupan manusia. Banyak produk-produk
makanan yang menggunakan mikroba
untuk proses pembuatannya.
Download