Uploaded by nurbaitimh

373720377-Bab-8-Struktur-Organisasi

advertisement
BAB 8
STRUKTUR ORGANISASI
RISNA ERIKA
A31115024
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2015
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bagi sebuah perusahaan adanya struktur organisasi sangat diperlukan. Terutama bagi
mereka yang percaya bahwa bagan organisasi diperlukan guna menjamin manajemen yang
efektif, akan menjadi bingung bila hal tersebut tidak ada. Individu tidak akan memahami
pekerjaan mereka, apa yang harus dilakukan, bagaimana pekerjaan mereka akan bisa
memenugi
pekerjaan
subunit
lain.
Dengan
tidak
adanya
bagan
organisasi
untuk
mengklarifikasikan hubungan, maka hal yang tidak logik dan kekaburan akan terjadi.
Kenyataannya, setiap proses dari pembuatan bagan organisasi merupakan tes yang baik bagi
keberadaan bagian tersebut, karena setiap hubungan yang tidak bisa dibuatkan bagannya
tampkanya akan menjadi kurang kuat dan karenanya membingungkan mereka yang bekerja di
dalamnya.
Mereka yang mendukung dengan kuat percaya bahwa manajemen akan memilih
struktur organisasi dengan spesifikasi tertulis atas persyaratan-persyaratan penting dari
masing-masing tingkat manajemen, departemen , komite dan pekerjaan atau kelompok
pekerjaan yang sama. Materi ini memberikan kepada kita individu dan kelompok informasi guna
membantu memahami bagaimana usaha mereka berkorelasi dengan usaha pihak lain.
Dibeberapa contoh, perusahaan kecil yang dapat berjalan dengan baik di tahap awal
perkembangan mereka, mulai gagal bila pendirinya tidak bisa terus menerus memanajemeni
denan gaya pribadi mereka. Transisi dari keberhasilan perusahaan kecil menjadi perusahaan
besar ang berhasil, terganggu karena karyawan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan
kepribadian dan keterampilan khusus mereka dibanding dengan pekerjaan yang diperlukan
utnuk kinerja organisasi. Bagan organisasi dan dokumen pendukung diperlukan dari saat awal
keberadaan perusahaan, tidak hanya bila telah menjadi besar bagi satu orang untuk
memanajemeni.
Struktur organisasi dihasilkan dari keputusan manajerial mengenai empat atribut penting
dari seluruh organisasi: pembagian kerja, dasar departementasi, ukuran departemen, dan
pendelegasian wewenang. Keputusan yang dibuat manajer dipengaruhi oleh faktor desain
pekerjaan dan desain organisasi seperti perbedaan individu, kompetensi tugas, teknologi ,
ketidakpastian lingkungan strategi, dan karakteristik manajer tertentu. Atribut struktur
menentukan seberapa luas organisasi mencerminkan dimensi formal, kompleksitas dan
sentralisasi. Struktur organisasi berkontribusi pada efektivitas organisasi dan hubungannya
dalam menjustifikasi minat.
Rumusan Malah
1.
2.
3.
4.
Apa tujuan dan jenis-jenis struktur organisasi?
Bagaimana akuntabilitas dalam suatu struktur organisasi?
Bagaimana cara mendistribusikan wewenang diantara posisi-posisi jabatan?
Bagaimanakah sturktur organisasi yang memungkinkan lebih banyak masukan
karyawan?
5. Apa saja metode-metode departementalisasi pekerjaan?
Tujuan
1.
2.
3.
4.
Untuk mengetahui tujuan dan jenis-jenis struktur organisasi
Untuk mengetahuiakuntabilitas dalam suatu struktur organisasi
Untuk mengetahui mendisrtibusikan wewenang diantara posisi-posisi jabatan
Untuk mengetahui struktur organisasi yang memungkinkan lebih banyak masukan
karyawan
5. Untuk mengetahui metode-metode departementalisasi pekerjaan
BAB II
PEMBAHASAN
1.Tujuan dan Jenis-Jenis Struktur Organisasi
Sautu struktur organisasi (organizational structure) mengidentifikasikan tanggung jawab
bagi masing-masing posisi jabatan dan hubungan diantara posisi tersebut. Secara umum
perusahaan ingin menyusun suatu struktur organisasi yang akan memastikan bahwa seluruh
karyawan berada pada posisi dimana mereka dapat dipandu dan diawasi dengan baik oleh
seseorang di atas mereka agar dapat melakukan tugas secara efisien. Jika berda pada p[osisi
yang tidak berada di bawah posisi supervisi dari posisi lain, posisi-posisi tersebut mungkin tidak
cukup memberikan kontribusi bagi produksi karena karyawannya akan kurang mendapat
panduan yang mereka butuhkan. Alternatifnya, jika posisi-posisi jabatan memberikan laporan
kepada posisi yang berada di dua atau lebih tinggi di atasnya, mereka mungkin tidak
memberikan cukup kontribusi bagi produksi keran karyawan akan dapat menerima panduan
yang bertentangan dari beberapa atasan. Jadi, suatu stuktur organisasi yang baik
memungkinkan perusahaan memanfaatkan karyawan-karyawan secara efisien, yang kemudian
memungkinkan produksi barang atau jasa dengan biaya yang relaitf rendah.
Struktur organisasi sebuah perusahaan dapat diilustrasikan dalam suatu bagan
organisasi, yang menunjukkan interkasi diantara posisi-posisi jabatan. Bagan ini menunjukkan
rantai komando (chain of command) yaitu mengidentifikasikan posisi-posisi jabatan dimana
masing-masing jenis karyawan harus memberikan laporannya. Rantai komando juga
menunjukkan siapa yang bertanggung jawab atas beerga aktifitas. Karena karyawan sering
menemukan masalah yang membutuhkan komunikasi dengan devisi-devisi lain, mengetahui
siapa yang beertanggung jawab atas setiap jenis pekerjaan akan sangat membantu.
Rantai komando dapat digunakan untuk memastikan bahwa para manajer telah
membuat keputusan yang akan memaksimalkan nilai perusahaan dan bukannya memilih
kepentingan mereka sendiri. Sebagai contoh, beberpa manajer mungkin bisa mencoba
merekrut teman-temannya untuk posisi-posisi tertentu. Sejauh tindakan-tindakan mereka dapat
diawasi dalam rantai komando, mereka kemungkinan besar akan mengambil keputusankeputusan yang akan menguntungkan perusahaan daripada kepentingan mereka sendiri. Jika
manejer di setiap tingkat melaporkan keputusan-keputusan penting mereka kepada manajermanajer lain keputusan-keputusan penting mereka akan menjadi subjek pemeriksaan secara
teliti. Proses pengawasan ini tidak dimaksudkanuntukmengambil kekuasaan seorang manajer,
namun untuk memastikan kekuasaan tersebut digunakanuntuk mencapai tujuan-tujuan
perusahaan.
Bagaimana Struktur Organisasi Bervariasi dinatara Bermacam Perusahaan
Struktur organisasi tertentu digunakan sebuah perusaahan dapat dipengaruhi oleh
karakteristik-karakteristik tertentu dari bisnisnya dan dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Rentang Kendali. Manajemen puncak akan menetukan rentang kendali (span of control)
perusahan, atau jumlah karyawan yang dipimpin oleh masing-masing manajer. Ketika suatu
struktur organisasi dirancang sedemikian rupa dimana setiap manajer memimpin hanya
beberapa karyawan saja, maka akan memiliki rentang kendali yang sempit begitupun sebalikya.
Ketika terdapat banyak karyawan yang melakukan pekerjaan yang sama maka perusahaan
hendaknya menggunakan rentang kendali yang luas karena karyawan tersebut akan dapat
dikelola dengan mudah oleh satu atau beberapa orang manajer saja. Sebuah perusahaan
dengan jenis pekerjaan yang bervariasi mungkin akan mebutuhkan lebih banyak manajer
dengan bergam keahlian untuk mengelola beberpa pekerjaan yang berbeda, sehingga
mnegakibatkan terjadinya rentang kendali yang sempit
Ketinggian Organisasional. Sturktur organisasi juga dapat diuraikan ketinggiannya.
Suatu struktur organisasi yang dikatakan tinggi memiliki arti bahwa di dalam struktur tersebut
terdapat banyak lapisan dari bawah struktur hingga ke puncaknya. Sebaliknya ,suatu struktur
organisasi yang pendek atau rata menunjukkan bahwa tidak terdapat banyak jarak dari bagian
bawah struktur sampai ke puncaknya karena memng tidak terdapat banyaqk lapisan karyawan
di antara bahgian bawah dan atas. Banyak perusahaan yang mampu menggubakan rentang
kendali yang luas namun cenderung memilih struktur organisasi yang tinggi dengan banyak
lapisan.
Posisi lini versus Posisi Staf. Posisi jabatan dalam suatu struktur organisasi dapat
diklasifikasikan sebgai posisi lini atau posisi staf. Posisi lini (line position) diciptakan untuk
melakukanpengambilan keputusan yang akan mencapai tujuan bisnis yang spesifik. Posisi staf
(staff position) diciptakan untuk mendukung usaha-usaha posisi lini, dan bukan untuk mencapai
tujuan perusahaan yang spesifik.
Suatu struktur organisasi yang hanya memiliki posisi-posisi lini dan tidak memiliki posisiposisi staf disebut sebagai organisasi lini (line organization). Jenis struktur organisasi seperti ini
mungkin cocok bisnis yang tidak mampu merekrut staf sebagai dukungnannya, seperti sebuah
perusahaan manufaktur kecil misalnya.
Dampak Teknologi Informasi terhadap Struktur Organisasi
Apapun jenis struktur organisasi yang digunakan oleh sebuah perusahaan, teknologi
akan memfasilitasi komunikasi yang terjadi di antara posisi-posisi jabatan melalui struktur
organisasi. Seluruh bagian dari sebuah perusahaan menggunakan teknologi, dan beragam
departemen memiliki pakar-pakar di bidang teknologi diantara para karyawannya. Teknologi dan
para profesional yang bekerja di lapangan harus mendukung dan menghubungkan setiap
bagian dari organisasi
2.akuntabilitas dalam suatu Struktur Organisasi
Di samping struktur organisasi yang menunjukkan uraian pekerjaan (job description) dan
tanggung jawab dari masing-masing karyawan dan manajer, perusahaan juga perlu untuk
memastikan bahwa para karyawan dan manajernya telah bertanggung jawab (accountable).
Salah satu tugas penting dari seorang manajer perusahaan adalah mengevaluasi karyawan dan
membuat mereka bertanggung jawab dalam memenuhi tanggung jawab mereka. Uraian
pekerjaan memberikan arah bagi posisi jabatan, namun para manajer yang membawahi posisiposisi tersebut harus memastikan apakah para karyawannya telah bekerja sesuai dengan
uraian pekerjaan yang diberikan.
Peranan Dewan Direksi
Setiap perusahaan memiliki dewan direksi (board of directors), atau sekumpulan eksekutif yang
bertanggung jawab dalam pengawasan aktifitas presiden dan manajer tingkat atas perusahaan.
“Dewan direksi secara rutin meninjau struktur perusahaan untuk memastikan apakah ia telah
mendukung kinerja yang optimal sehingga dapat melayani kepentingan utama para pemegang
saham dengan memberikan nilai pemegang saham.”
Para anggota dewan yang juga merupakan manajer perusahaan yang sama (seperti msialnya
CEO) disebut sebagai anggota dewan direksi internal(inside board members). Anggota
dewan yang bukan manajer dari perusahaan disebut sebagai anggota dewan direksi
eksternal(outside board members).
Konflik Kepentingan dalam Dewan. Suatu dewan diharapkan dapat memastikan bahwa para
manajemen puncak telah bertindak demi kepentingan perusahaan dan bukannya kepentingan
diri sendiri.
Dewan direksi kemungkinan akan lebih siap mengambil tindakan jika sebagian besar
anggotanya merupakan anggota dewan eksternal dapat mengusulkan kebijakan-kebijakan yang
akan menguntungkan pemegang saham, bahkan jika kebijakan-kebijakan tersebut tidak
didukung oleh para manajer puncak perusahaan. Oleh sebab itu, para pemegang saham
cenderung lebih menyukai dewan direksi yang memiliki lebih banyak direksi eksternal.
Komite-komite Dewan. Selama beberapa tahun terakhir ini, komite-komite yang terdiri atas
para anggota dewan telah diberikan tugas-tugas khusus untuk memastikan adanya
pengawasan yang memadai atas perusahaan. Meskipun setiap perusahaan terbuka memiliki
komitenya sendiri-sendiri, berikut adalah beberapa komite yang biasa dibentuk:
 Komite Kompensasi. Meninjau gaji dan rumusan kompensasinya yang berlaku bagi para
manajer tingkat atas. termasuk di antaranya CEO.
 Komite Nominasi. Menilai apakah para anggota dewan yang ada sekarang telah mmeiliki
pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan agar dapat menjadi efektif; memberikan
rekomendasi kepada dewan direksi mengenai besaran dan komposisi dewan.
 Komite Audit. Mengawasi perekrutan dan pekerjaan auditor eksternal yang mengaudit
laporan keungan perusahaan.
Pengawasan Audiotor Internal
Salah satu cara lain dalam mencapai akuntabilitas, banyak perusahaan menggunakan auditor
internal (internal auditor), yang bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh
departemen telah mengikuti panduan dan prosedur perusahaan.
Proses Pengendalian Internal
Proses pengendalian internal akan melengkapi pekerjaan auditor internal dan auditor eksternal.
Proses pengendalian internal merupakan suatu sistem yang akan menghasilkan pelaporan
informasi keuangan yang akurat serta tepat waktu dan menerapkan pengendalian atas
informasi tersebut. Jadi, sistem tersebut memungkinkan manajer sebuah perusahaan dapat
dengan lebih mudah mengawasi kondisi keuangan perusahaan.
3.Mendistribusikan Wewenang di antara Posisi-Posisi Jabatan
Sentralisasi
Beberapa perusahaan adalah perusahaan tersentralisasi (centralized); yang artinya; sebagian
besar wewenang berada di tangan manajer-manajer tingkat atas. Dalam perusahaan yang
tersentralisasi, manajer tingkat menengah dan supervisor bertanggung jawab atas tugas seharihari dan memberikan laporannya kepada manajer puncak, tetapi mereka tidak diperkenankan
untuk banyak mengambil keputusan.
Desentralisasi
Dalam bebrapa tahun terakhir ini, banyak perusahaan telah terdesentralisasi (decentralized),
yaitu wewenang disebar di antara bebera divisi atau manajer. Salah satu bentuk desentralisasi
yang ekstrem adalah otonomi(aoutonomy), di mana divisi-divisi diizinkan untuk melakukan
pengambilan keputusannya sendiri dan bertindak secara independen. Tren ke arah
desentralisasi ini di pacu oleh potensi-potensi keuntungan yang dimilikinya.
Kedua, desentralisasi dapat memperpendek proses pengambilan keputusan karena
karyawan-karyawan yang berada di tingkat yang lebih rendah diberikan kekuasanaan yang
lebih besar.
Ketiga, pendelegasian wewenang dapat meningkatkan moral karyawan, yang mungkin
akan menjadi lebih antusias dengan pekerjaan yang mereka lakukan jika mereka mendapat
tanggung jawab yang lebih besar.
Kerugian. Struktur organisasi terdesentralisasi dapat memiliki pula beberapa kerugian. Ia dapat
memaksa sebagian manajer mengambil keputusan-keputusan penting meskipun mereka
kurang memiliki pengalaman untuk mengambil keputusan seperti itu atau memilih untuk tidak
melakukannya. Demikian pula jika manajer tingkat menengah dan manajer supervisor
mendapat tanggung jawab yang lebih, mereka mungkin tidak akan dapat menyelesaikan
seluruh tugas mereka.
Tingkat Desentralisasi yang Tepat. Tingkat desentralisasi yang tepat bagi setiap perusahaan
akan tergatung pada keahlian para manajer yang dapat diberikan tanggung jawab yang lebih
besar. Desentralisasi dapat menguntungkan ketika manajer yang diberikan kekuasaan yang
lebih besar mampu menangani tambahan tanggung jawab tersbeut.
Perampingan. Usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mengruangi pengeluaran dengan
menghilangkan posisi-posisi jabatan.
4.Struktur yang Memungkinkan Banyak Masuknya Karyawan
Perusahaan pada umumnya mengandalkan masukan para karyawan dari berbagai divisi untuk
situasi-situasi khusus. Karena alasan ini, perusahaan mungkin butuh untuk sementara waktu
mneyesuaikan struktur organsiasi formal mereke sehingga sebagian tanggung jawab ekstra
tersebut dapat dilimpahkan kepada mereka. Perusahaan dapat memperoleh masukan dari
karyawan dengan menggunakan hal-hal berikut ini untuk melengkapi struktur organsiasi
formalnya;
 Organisasi matriks.
 Intrapreneurship
 Struktur organisasi informal
Masing-masing metode di atas akan dibahas satu per satu.
Organisasi Matriks
Perusahaan sering kali berhadapan dengan kondisi-kondisi khusus yang menuntut adanya
masukan dari para karyawan. Dalam suatu organisasi matriks (matrik organization), beberapa
bagian perusahaan akan saling berinteraksi untuk memusatkan perhatian pada proyek-proyek
tertentu. Karena proyek-proyek tersebut hanya mengambil sebagian waktu saja dari minggu
kerja normal, para partisipan dapat terus melakukan pekerjaan normal mereka sekaligus masih
tetap bertanggung jawab pada atasan yang sama untuk pekerjaan-pekerjaan tersebut.
Keuntungan dari pendekatan matriks adalah bahwa ia akan menyatukan para karyawan
yang dapat memberikan masukan dari berbagai sudut pandang. Setiap partisipan yang
ditugaskan ke suatu kelompok (atau tim) tertentu memiliki keahlian-keahlian khusus yang dapat
memberikan kontribusi bagi proyek.
Satu kemungkinan kerugian dari organisasi matriks adalah bahwa tidak ada karyawan
yang merasa bertanggung jawab karana tanggung jawab tersebut dibebankan kepada tim yang
terdiri atas beberapa orang karyawan.
Presiden
Wakil Presiden Keuangan Wakil Presiden Pemasaran Wakil Presiden Operasi
Akuntan dan Manajer Keuangan Karaywan Penjualan
Pekerja
Produksi
Karyawan Sistem Komputer, yang Ditunjuk sebagai Manajer Pr
Satu orang perwakilan Keuangan
Satu orang perwakilan Pemasaran
Satu orang perwakilan Produksi
Interpreneurship
Beberapa perusahaan tidak hanya mencari masukan dari karyawan mengenai masalahmasalah yang khusus namun juga mendorong karyawan untuk memberikan ide-ide bagi
pengubahan operasional yang akan meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan ini bahkan
dapat membuat organisasi tambahan dalam struktur organisasi mereka di mana karyawan-
karyawan tertentu diberikan tanggung jawab untuk melakukan inovasi. Dengan cara ini, biaya
dan manfaat inovasi dapat diestimasikan secara terpisah dari operasi bisnis lainnya.
Struktur Organisasi Informal
Seluruh perusahaan memiliki baik struktur organisasi formal dan informal. struktur organisasi
informal (informal organizational structure) adalah jaringan komunikasi informal yang terdapat di
antara karyawan perusahaan. Jaringan ini (yang kadang disebut “grapevine”) berkembang
sebagai akibat dari adanya interaksi antarkaryawan. Beberapa karyawan berinteraksi karena
mereka mengerjakan pekerjaan yang mirip satu sama lain. Karyawan dari berbagai tingkatan
yang berbeda dapat berinteraksi di area makan siang bersama atau acara- acara sosial.
Komunikasi. Sebuah perusahaan dapat mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan
suatu struktur organisasi informal guna mendorong terjadinya komunikasi antara manajer dan
karyawan dalam lingkungan yang tidak begitu formal.
Jika seorang manajer meminta umpan balik dalam suatu lingkungan yang informal,
karyawan kemungkinan akan lebih bersedia untuk mengutarakan pendapat karena mereka
merasa manajer tersebut benar-benar tertarik dengan pendapat yang mereka miliki. Mereka
dapat memberikan saran mengenai peningkatan hubungan dengan karyawan, kondisi kerja,
gaji, atau bahkan inovasi-inovasi produk.
Keuntungan lain dari sturktur organsiasi informal adalah bahwa karyawan yang
membutuhkan bantuan dalam melakukan suatu pekerjaan dapat memperoleh keuntungan dari
karayawan lain. Jika karyawan harus mencari bantuan melalui stuktur formal, mereka harus
pergi ke atasannya terlebih dahulu. Jika orang tersebut tidak berada di tempat, proses produksi
bisa mengalami hambatan. Struktur informal juga dapat memastikan karyawan menggantikan
karayawan yang lain, sehingga dapat memastikan informal dapat mengurangi manajer yang
terlibat.
Struktur informal juga dapat mendorong persahabatan di antara karyawan, yang dapat
mengarah pada kepuasan karyawan dengan pekerjaannya. Persahabatan di lingkungan kerja
dapat menjadi faktor penting yang akan menurunkan semangat mereka mencari pekerjaan
baru.
Kerugian. Selain keuntungan-keuntungan yang telah diuraikan sebelumnya, struktur informal
juga dapat memiliki beberapa kerugian. Mungkin kerugian utama adalah adanya kemungkinan
karyawan memperoleh informasi yang tidak benar atau tidak menguntungkan
mengenai
perusahaan melalui struktur informal. Bahkan jika informasi tersebut tidak benar atau sangat
dibesar-besarkan, ia dapat memberikan dampak yang mendalam pada moral karyawan.
5.Metode –Metode Depatementalisasi Pekerjaan
Ketika mengembangkan atau merevisi suatu struktur organisasi, manajemen tingkat atas
pertama kali harus mengidentifikasikan seluruh penugasan jabatan, pekerjaan, dan tanggung
jawab yang berbeda-beda. Lalu, langkah selanjutnya adalah mendepartementalisasikan
(departementalize) pekerjaan dan tanggung jawab tersebut, yang artinya memberikan
pekerjaan dan tanggung jawab tadi ke berbagai departemen yang berbeda. Cara terbaik dalam
melakukan departementalisasi akan tergantung pada karakteristik bisnis perusahaan. Dengan
menggunakan metode-metode departementalisasi pekerjaan dan tanggung jawab yang efiisen,
perusahaan dapat meminimalisasi pengeluaran dan memaksimalkan nilainya. Berikut adalah
empat metode departementalisasi yang cukup populer;
 Menurut fungsi
 Menurut produk
 Menurut lokasi
 Menurut pelanggan
Departementalisasi menurut Fungsi
Ketika
perusahaan
melakukan
departementalisasi
menurut
fungsi,
perusahaan
akan
mengalokasikan pekerjaan dan tanggung jawab menurut fungsi-fungsi karyawan. Bagan
organisasi seperti yang ditunjukkan dalam Tampilan 8.6 didepartementalisasi menurut
fungsinya.
Presiden
Wakil Presiden Keuangan
Wakil Presiden Pemasaran
Wakil Presiden Operasi
Akuntan dan Manajer Keuangan
Manajer
Penjualan
Manajer
Produksi
Departementalisasi menurut Produk
Pada perusahaan-perusahaan yang lebih besar dengan banyak rpoduk, departementalisasi
menurut produk adalah suatu hal yang biasa dilakukan. Pekerjaan dan tanggung jawab
dipisahkan menurut jenis produk yang dihasilkan. Bagan organsiasi seperti yang disajikan
dalam tampilan 8.7
Presiden
Wakil Presiden Operasi Restoran
Wakil Presiden Operasi Minuman Ringan
Wakil Presiden Makanan dalam Kemasan
Manajer Operasi Minuman Ringan
Manajer Operasi Makanan dalam Kemasan
Manajer
Restoran
Departementalisasi menurut produk memungkinkan sebuah perusahaan lebih mudah
melakukan estimasi pengeluaran-pengeluaran yang terkait dalam produksi masing-masing
produk. Perusahaan dapat dilihat sebagai suatu kumpulan divisi-divisi bisnis yang terpisah
(dipisah menurut produk), dan laba setiap divisi lama-kelamaan dapat diketahui. Hal ini
memungkinkan perusahaan mengetahui kontribusi masing-masing divisi bisnis terhadap total
labanya, yang akan bermanfaat ketika perusahaan ingin memutuskan divisi mana yang
sebaiknya diperluas.
Departementalisasi menurut Lokasi
Pekerjaan dan tanggung jawab juga dapat didepartementalisasi menurut lokasi melalui
pendirian kantor-kantor daerah yang meliputi wilayah-wilayah geografis tertentu. Sistem ini akan
menarik jika pelanggan perusahaan di lokasi-lokasi tertentu sering membeli berbagai jenis
produk. Pelanggan tersebut dapat menghubungi kantor daerah di wilayah yang sama
dengannya untuk memenuhi pesanan.
Presiden
Presiden Bisnis Minuman RinganPresiden BisnisMakanan dalam Kemasan PresidenBisnis Restoran
Wakil
Presiden
Pemasaran untuk Bisnis Res
Wakil Presiden Pemasaran untuk Bisnis
Wakil
Minuman
PresidenPemasaran
Ringan
untuk Makanan
dalam
Kemasan
WakilMinuman
Presiden Ringan
Operasi untuk Bisnis Makanan
dalam
Kemasan
Wakil Presiden Operasi untuk Bisnis
Wakil
Presiden
Operasi untuk Bisnis Resto
Departementalisasi menurut Pelanggan
Beberapa perusahaan membuat divisi-divisi yang terpisah berdasarkan jenis pelanggannya,
sebagai contoh; beberapa maskapai penerbangan memiliki divisi-divisi reservasi terpisah yang
sepenuhnya memusatkan diri pada perjalanan-perjalanan kelompok. Perusahaan-perusahaan
komputer seperti misalnya Dell telah menunjuk beberapa orang tenaga penjualan
untuk
sepenuhnya memusatkan diri pada penjualan komputer ke lembaga-lembaga pendidikan.
Mereka juga memiliki beberapa divisi yang memusatkan diri pada penjualan pribadi secara
online, sedangkan yang lainnya memusatkan diri pada pelanggan perusahaan besar.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Struktur organisasi sebuah perusahaan mengidentifikasikan tanggung jawab dari
masing-masing posisi jabatan dalam perusahaan dan hubungan diantara posisi-posisi tersebut.
Di samping struktur organisasi yang menunjukkan uraian pekerjaan (job description) dan
tanggung jawab dari masing-masing karyawan dan manajer, perusahaan juga perlu untuk
memastikan bahwa para karyawan dan manajernya telah bertanggung jawab (accountable).
Perusahaan pada umumnya mengandalkan masukan para karyawan dari berbagai divisi untuk
situasi-situasi khusus. Karena alasan ini, perusahaan mungkin butuh untuk sementara waktu
mneyesuaikan struktur organsiasi formal mereke sehingga sebagian tanggung jawab ekstra
tersebut dapat dilimpahkan kepada mereka.
DAFTAR PUSTAKA
http://dessyazka.blogspot.co.id/2015/06/pengantar-bisnis-struktur-organisasi.html
https://www.google.com/search?q=akuntabilitas+dalam+suatu+struktur+organisasi&ie=utf8&oe=utf-8
Madura Jeff, 2007, Introduction to Business, 4th edition, South-Western College Publishing, USA. Bab 8
Download