2.2.3.2 Strategi Public Relations

advertisement
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA
2.1
Penelitian Sebelumnya (State of the Art)
Penelitian ini menggunakan jurnal penelitian yang ada sebelumnya sebagai
acuan penelitian. Hal ini dilakukan untuk memperkaya teori dalam mengkaji
penelitian ini. Pada penelitian sebelumnya tidak ditemukannya penelitian dengan
judul yang sama dengan penelitian ini. Berikut jurnal yang terkait dengan penelitian
ini:
Tabel 2.1 Penelitian Pendahuluan (State Of The Art)
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
Kirana Ambarwati Peran dan Strategi Peran
(2009)
Public
dan
fungsi
Relations signifikan
humas
dalam
sangat
mendukung
dalam Membangun manajemen mencapai tujuan perusahan
Citra
(Studi melalui manajemen komunikasinya.
Deskriptif Pada PT Persamaannya dengan penelitian ini
(Persero)
Pura
Angkasa adalah membahas mengenai strategi
I
Cabang
Kantor public relations.
Bandar Perbedaannya dengan penelitian adalah,
Udara Internasional dalam penelitian sebelumnya strategi
Adisucipto)
public relations di terapkan disaat
perusahaan mengalami masalah yang
dapat
menurunkan
nama
baik
perusahaan Sedangkan, dalam penelitian
ini strategi public relations digunakan
untuk
membangun
citra
perusahaan
melalui special event .
Siti
(2011)
Khadijah STRATEGI
public
relations
dikaitkan
PUBLIC
perannya
RELATIONS
media. Media merupakan penghubung
DALAM
komunikasi dan informasi antara public
MEMBANGUN
Relations
CITRA
internal dan eksternal perusahaan.
5
dalam
sering
kepada
hubungan
dengan
stakeholders
baik
6
Nama Peneliti
Judul Penelitian
PERUSAHAAN
(Studi
Hasil Penelitian
Keberhasilan pekerjaan public relations
Deskriptif dalam
Membangun
Hubungan
memperoleh
publisitas
dapat
diperoleh dari hubungan yang harmonis
Baik dengan media. Tidak dapat dipungkiri,
Dengan
Media bahwa peran media sangat vital dalam
Dalam
Upaya publisitas dan pencitraan dimata publik.
Meningkatkan Citra Hubungan
Perusahaan)
yang
sifatnya
simbiosis
mutualisme
kepada
media
perlu
dibangun.
Media
memanfaatkan
relasinya dengan public relations untuk
memperoleh informasi perusahaan yang
up to date, original, dan akurat serta
dapat
dipertanggung
jawabkan.
Hubungan yang saling menguntungkan
akan memiliki dampak positif bagi
public relations dan media. Melalui
media relations citra positif perusahaan
dapat dibangun.
Persamaannya dengan penelitian ini
adalah membahas mengenai strategi
public relations.
Perbedaannya adalah dalam penelitian
sebelumnya lebih memfokuskan pada
media
relation,
sedangkan
dalam
penelitian ini lebih memfokuskan pada
strategi public relations -nya.
Gita
(2014)
Aprinta Strategi
Public
Cyber Konsep dari cyber public relations
Relations adalah sentuhan kedinamisan dalam
dalam Pembentukan berkomunikasi
dengan
menggunakan
Citra
yang
memungkinkan
Pendidikan
Swasta
Institusi media
online
Tinggi praktisi
merancang
public
relations
pengalaman
untuk
dengan
7
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
publiknya secara lebih personal dan
interaktif, sehingga dengan demikian
akan memunculkan intepretif individu
dari publik yang terlibat. Beberapa
kelebihan dari cyber public relations
adalah, kemudahan untuk mendesain dan
mengirimkan
menantang
pesan,
untuk
jauh
dapat
lebih
membina
hubungan dengan orang- orang yang
terkoneksi dengan teknologi, sekaligur
mengintensifkan
dan
mempercepat
pencarian makna (Naisbitt J., Naisbitt,
N. & Philips, 2001, p.9). Pencarian
makna secara personal inilah yang
kemudian akan membantu publik untuk
dapat
mempersepsikan
citra
positif
institusi pendidinkan swasta.
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa
strategi
cyber
merupakan
public
strategi
mengedepankan
relations
PR
yang
penggunaan
media
online dalam publikasinya dan untuk
menjalin
sebuah
hubungan
dengan
publik
perusahaan.
Publik
sebuah
perguruan tinggi terkait erat dengan
masyarakat,
mahasiswa,
orang
tua,
pemerintah, dan stakeholders lainnya.
Mahasiswa merupakan salah satu aset
bagi
perguruan
keberlangsungan
tinggi
hidup
untuk
institusinya.
Strategi selanjutnya yang bisa digunakan
adalah pemanfaatan social media.
8
Nama Peneliti
Judul Penelitian
Hasil Penelitian
Persamaannya dengan penelitian ini
adalah membahas mengenai strategi
public relations
Perbedaannya adalah dalam penelitian
sebelumnya lebih memfokuskan pada
media
relation,
sedangkan
dalam
penelitian ini lebih memfokuskan pada
strategi public relations -nya.
Dustin W. Supa The
(2014),
Global Inquiry
Media Journal
Academic Dalam jurnal ini dijelaskan bahwa media
of
Media relations
Relations as both a public
Tactical
Strategic
merupakan
relations¸
fungsi
setiap
strategi
organisasi
and memiliki tujuan yang berbeda dalam
Function media relations, namun media relations
of Public Relations
menjadi kunci yang efektif dan media
relations menjadi alat untuk mencapai
tujuan suatu organisasi.
Avnish
Sharma, Sustaining
Peran public relations dalam sebuah
Aneesya Sharma, Corporate
Identity perusahaan harus dapat menghantarkan
Vishnupriya
Through
Better pesan
tentang perusahaan
baik
itu
Sharma
Institute Public Relations
produk maupun service brand.
of
Business
Persamaan dengan penelitian ini, public
Management,
relations sama-sama berfungsi sebagai
GLA, University,
komunikator
Mathura,
perusahaan.
(2013)
INDIA
Perbedaannya
Dalam
(penyampai
dengan
penelitian
pesan)
penelitian
ini,
ini
lebih
memfokuskan pada Corporate Identity
nya sementara dalam penelitian, lebih
fokus kepada Strategi public relations
membangun citra secara keseluruhan.
9
2.2
Landasan Konseptual
2.2.1
Komunikasi
Komunikasi atau Communication berasal dari bahasa latin “Communis”.
Communis dalam bahasa inggrisnya “Common” berarti sama. Jadi, apabila kita
berkomunikasi, berarti bahwa kita berada dalam keadaan berusaha untuk
menimbulkan suatu persamaan (commonness) dalam hal sikap dengan seseorang.
Jadi, pengertian komunikasi adalah sebagai proses menghubungi atau mengadakan
perhubungan (Rosmawati, 2010)
Lain lagi Menurut Harold Laswell, definisi komunikasi dapat diturunkan
menjadi lima unsur yang saling bergantungan satu sama lain, unsur-unsur
komunikasi tersebut yaitu : sumber (sources) adalah pihak yang berinisiatif atau
mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi, pesan (message) adalah apa yang
dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima, saluran (media) adalah alat atau
wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima,
penerima (receiver) adalah orang yang menerima pesan dari sumber dan yang
terakhir adalah umpan balik (feedback) adalah apa yang terjadi pada penerima
setelah ia menerima pesan tersebut, misalnya penambahan pengetahuan, terhibur,
perubahan sikap, perubahan keyakinan, perubahan perilaku dan sebagainya.
(Mulyana, 2009)
Salah satu definisi komunikasi lainnya Menurut Robert D. Ross,
beliau mengungkapkan bahwa:
“Communication is an important tool of the public relations
function. Public recognition and acknowledgment of
performance require communication to effectively bring the
good performance to attention of the public, which is another
very important purpose of the public relations functions”
Pengertian dari diatas adalah bahwa komunikasi merupakan alat yang penting
dalam fungsi public relations. Publik mengakui dan menghargai suatu kinerja yang
baik dalam kegiatan komunikasi secara efektif, dan sekaligus kinerja yang baik
tersebut untuk menarik perhatian publik serta tujuan penting yang lainnya dari fungsi
public relations. (Ruslan, 2012)
Berdasarkan komponen tersebut, di dalam penelitian ini dapat di
simpulkan bahwa komunikasi adalah sebagai sebuah proses penyampaian
suatu pesan sehingga pesan yang disampaikan oleh sender atau pengirim
10
pesan dapat diterima dengan baik oleh receiver atau penerima pesan. Bila
dikaitkan oleh penelitian ini adalah pentingnya suatu komunikasi yang
dilakukan oleh public relations PT IT Group Indonesia kepada customer,
karena dengan adanya komunikasi yang baik maka hubungan antara
perusahaan dengan customer pun juga akan berjalan dengan baik.
2.2.2
Komponen Komunikasi
Komponen komunikasi adalah hal-hal yang diperlukan agar
komunikasi dapat berjalan dengan baik dan efektif. Setiap komponen
komunikasi
ini
mempunyai
peranannya
masing-masing.
Komponen
komunikasi menurut Joseph Dominick (Morrisan, 2013) adalah:
1. Sumber (komunikan)
Kegiatan komunikasi berawal dari komunikator sebagai sumber
informasi yang dapat berupa individu, kelompok atau organisasi.
Komunikator menyampaikan gagasan, ide dan pikirannya kemudian
disampaikan kepada yang menerima pesan.
2. Encoding
Encoding merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pengirim pesan
untuk menerjemahkan ide dan pikirannya ke dalam bentuk yang lebih
mudah diterima oleh penerima pesan.
3. Pesan
Pesan merupakan informasi yang disampaikan oleh komunikator ke
komunikan dengan harapan terjadi perubahan sikap dan perilaku.
Pesan adalah hasil dari encoding yang dapat diterima oleh panca
indra.
4. Saluran (media)
Saluran yang digunakan dalam menyampaikan pesan, bisa melalui
panca indra maupun menggunakan media massa. Saluran terbagi
menjadi dua yaitu saluran formal yang bersifat resmi dan saluran
informal yang bersifat tidak resmi.
5. Decoding
Decoding merupakan awal dari pernerimaan pesan dan merupakan
kegiatan untuk menerjemahkan pesan ke dalam bentuk yang memiliki
arti bagi penerima.
11
6. Penerima (komunikan)
Penerima pesan adalah target sasaran yang menerima pesan atau
informasi yang disampaikan. Penerima pesan dapat berupa individu,
kelompok atau organisasi.
7. Umpan balik (efek)
Efek merupakan hasil tanggapan atau respon dari penerima terhadap
pesan yang disampaikan. Respon ini bisa berupa sikap atau tingkah
laku seseorang. Apakah sudah sesuai dengan tujuan dilakukannya
komunikasi tersebut atau belum.
8. Gangguan
Gangguan dapat diartikan sebagai sesuatu yang mengintervensi proses
pengiriman pesan.
Berdasarkan definisi di atas penulis mengambil kesimpulan yang
apabila dikaitkan dengan penelitian ini adalah pentingnya suatu komunikasi
yang dilakukan oleh public relations PT IT Group Indonesia kepada customer
dengan memperhatikan komponen komunikasi yang terdiri dari : sumber,
encoding , pesan, media, decoding, penerima, umpan balik, dan juga
gangguan. Ke empat komponen tersebut merupakan point yang sangat
penting ketika perusahaan melakukan sebuah kegiatan komunikasi agar apa
yang ingin disampaikan oleh perusahaan kepada customer dapat tersampaikan
dengan sempurna.
2.2.3
Public relations
Pada zaman ini tentu setiap orang menginginkan hubungan
komunikasi yang terjalin baik yang terus ingin dibina. Dalam membina
hubungan baik tentu ada hal yang akan saling mempengaruhi dan hal tersebut
sudah termasuk ke dalam kegiatan Public relation.
Sedangkan menurut (Scott M Cutlip, Allen H.Center dan Glen
M.Broom 2011) mendefinisikan Public Relations sebagai berikut, Public
Relations is the management function which evaluate public attitudes,
identifies the policies and procedures of an individual or an organization with
the public interest, and plans an excutes a program of action to earn public
understanding an acceptances.
12
Pengertian public relations menurut Dr. Rex F. Harlow (Nova, 2009)
adalah fungsi manajemen yang khas yang membantu pembentukan dan
pemeliharaan garis komunikasi dua arah, saling pengertian, penerimaan, dan
kerja sama antara organisasi dan masyarakatnya membantu manajemen untuk
selalu
mendapatkan
informasi
dan
merespon
pendapat
umum,
mendeifinisikan dan menekankan tanggung jawab manajemen dalam
melayani kepentingan masyarakat, membantu manajemen mengikuti dan
memanfaatkan perubahan dengan efektif, berfungsi sebagai sistem peringatan
awal untuk membantu mengantisipasi krisis, dan menggunakan riset serta
komunikasi yang logis dan etis sebagai sarana utamanya.
Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom yang dikutip
oleh (Kustadi Suhandang, 2012) mendefinisikan public relations adalah
fungsi manajemen yang membangun dan mempertahankan hubungan yang
baik dan bermanfaat antara organisasi dengan publik yang mempengaruhi
kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
Seperti yang dikutip dalam jurnal Davis pengertian public relations
adalah salah satu bentuk komunikasi yang bertujuan menciptakan kerja sama
dan hubungan yang harmonis antara suatu lembaga/perusahaan dengan
publik, baik publik internal maupun eksternal. PR didefinisikan sebagai
manajemen komunikasi antara suatu organisasi dan publiknya. Secara detail,
PR didefinisikan sebagai komunikasi yang dilakukan oleh suatu organisasi
dengan orang-orang yang berkepentingan guna mendapatkan perhatian
mereka dengan menggunakan cara-cara yang menguntungkan. Dengan
demikian, kedudukan PR dalam suatu lembaga atau perusahaan adalah
sebagai suatu organisasi yang berfungsi sebagai metode untuk membangun
kepercayaan publik.
Berdasarkan definisi di atas penulis mengambil kesimpulan yang
apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa public relations adalah fungsi
manajemen yang mempengaruhi masyarakat agar perusahaan memiliki citra
yang positif selain itu juga public relations itu sendiri merupakan bentuk
komunikasi yang bertujuan untuk menciptakan kerja sama yang baik serta
hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan public.
13
2.2.3.1 Proses Public Relations
Menurut Cutlip-Center-Broom (Morissan, 2010), praktisi
public relations professional dalam melaksanakan program humas
harus terdiri dari empat langkah kegiatan pemecahan masalah.
Keempat langkah itu adalah :
1. Menentukan masalah (defining the problem): merupakan
langkah awal kegiatan pemecahan masalah, misalnya kegiatan
untuk mengawasi pengetahuan/pendapat dan tingkah laku dari
masyarakat atau pihak-pihak yang akan dipengaruhi oleh
perusahaan. Langkah awal ini termasuk mengumpulkan
informasi/data yang nantinya digunakan oleh Public Relations
untuk menjadi acuan selanjutnya.
2. Perencanaan
dan
penyusunan
program
(planning
and
programming). Adalah ketika praktisi Public Relations mulai
menentukan penyusunan program, tujuan, tindakan, dan
strategi komunikasi yang digunakan.
3. Melakukan tindakan dan berkomunikasi (taking action and
communicating). Adalah ketika penyusunan program pada
sebelumnya direalisasikan/dikomunikasikan sesuai arah tujuan
yang diinginkan.
4. Evaluasi program (evaluating the program). Yaitu ketika
praktisi Public Relations melakukan perbandingan apakah
hasil yang diraih sudah sesuai dengan tujuan yang diharapkan
saat pembuatan program.
Berdasarkan definisi di atas penulis mengambil kesimpulan
yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa praktisi public
relations professional dalam melaksanakan program humas harus
terdiri dari empat langkah kegiatan pemecahan masalah yaitu defining
the problem, planning and programming, taking action and
communicating, dan yang terakhir evaluating the program. Yang
dimana keempat langkah tersebut merupakah faktor penunjang
penting yang dilakukan oleh seorang public relations sebuah
perusahaan agar dapat mengetahui apa sajakah kekurangan dari setiap
14
program yang telag dilaksanakan sebagai acuan juga pembelajaran
terhadap penerapannya di program selanjutnya.
2.2.3.2 Strategi Public Relations
Strategi public relations menurut Ahmad S. Adnanputra,
presiden Institut Bisnis dan Manajemen Jayakarta, seperti dikutip oleh
(Rosady Ruslan, 2010) mengatakan pengertian strategi public
relations adalah alternatif yang optimal yang dipilih untuk ditempuh
guna mencapai tujuan public relations dalam kerangka suatu rencana
public relations.
Kesimpulan dari strategi public relations adalah langkahlangkah yang dilakukan public relations pada program yang bertujuan
untuk kemajuan perusahaan. Karena kemajuan perusahaan adalah
tujuan dari setiap perusahaan.Strategi Public Relation atau yang lebih
dikenal dengan bauran Public Relation, adalah sebagai berikut
(Rosady Ruslan, 2008)
1. Publications, setiap fungsi dan tugas public relations adalah
menyelengarakan publikasi atau menyebarluaskan informasi
melalui berbagai media tentang aktivitas atau kegiatan
perusahaan atau organisasi yang pantas untuk diketahui oleh
publik. Dalam hal ini, tugas public relations adalah
menciptakan berita untuk mencari publisitas melalui kerjasama
dengan pihak pers/wartawan dengan tujuan menguntukan citra
lembaga atau organisasi yang diwakilinya.
2. Event, Merancang sebuah event yang bertujuan untuk
memperkenalkan
produk
dan
layanan
perusahaan,
mendekatkan diri ke publik dan lebih jauh lagi dapat
mempengharui opini publik. Berikut beberapa jenis event;
a. Calander
Event,
diselenggarakan
meliputi
pada
kegiatan
waktu
rutin
tertentu,
yang
seperti
menyambut hari raya Idul Fitri, Natal dan Tahun baru
serta hari ulang tahun dan sebagainya.
b. Spesial Events, event atau acara ajang yang sifatnya
khusus dana dilaksanakan pada moment tertentu diluar
15
acara rutin dari program kerja PR, seperti peluncuran
produk baru, pembukaan kantor, pabrik baru, jalan
baru, gedung baru, dan sebagainya.
c. Momment Event, event atau acara yang bersifat
momentum
atau
lebih
khusus
lagi,
misalnya
menyambut pesta perak, pesta emas, pesta berlian,
hingga menghadapi millennium.
3. News (menciptakan berita), berupaya menciptakan berita
melalui press release, news letter, bulletin dan lain-lain. Untuk
itulah seorang PR harus mempunyai kemampuan menulis
untuk menciptakan publisitas.
4.
Community
involvement
(kepedulian
pada
komunitas),
kerterlibatan tugas sehari-hari seorang PR adalah mengadakan
kontak sosial dengan kelompok masyarakat tertentu guna
menjaga hubungan baik dengan pihak organisasi atau lembaga
yang diwakilinya.
5. Inform or image (memberitahukan atau meraih citra), ada dua
fungsi utama dari PR, yaitu memberikan informasi kepada
public atau menarik perhatian, sehingga diharapkan dapat
memperoleh tanggapan berupa citra positif.
6. Lobbying and negotiation, keterampilan untuk melobi melalui
pendekatan pribadi dan kemampuan bernegosiasi sangat
diperlukan bagi seorang PR. Tujuan lobi adalah untuk
mencapai kesepakatan atau memperoleh dukungan dari
individu
dan
lembaga
yang
berpengaruh
terhadapan
kelangsungan bisnis perusahaan.
7. Social Responsibility, memiliki tanggung jawab social dalam
aktifitas
PR
menunjukan
bahwa
perusahaan
memiliki
keperdulian terhdap masyarakat. Hal ini akan meningkatkan
citra perusahaan di mata publik. Saat ini banyak perusahaan
menjadikan kegiatan social sebagai aktifitas yang harus
dilakukan.
Bentukanya
beragam
seperti
peduli
banjir,
memberikan beasiswa, santunan anak yatim, pengobatan
gratis, dan masih banyak kegiatan lainnya.
16
Dari sekian banyak strategi public relations maka penulis akan
fokus terhadap dua strategi public relations yaitu Event yang di
khususkan pada special event karena event yang diadakan kali ini oleh
PT IT group Indonesia khusus untuk customer PT IT Group Indonesia
dan Image karena ke dua strategi tersebut sesuai dengan penelitian
yang dilakukan oleh penulis.
2.2.3.3 Fungsi Public Relations
Fungsi Humas Fungsi dalam Bahasa Inggris yang berarti
functions, bersumber pada perkataan bahasa latin, functio, yang berarti
penampilan, perbuatan pelaksanaan atau kegiatan. Fungsi public
relations officer (PRO) dalam konsepnya ketika menjalankan tugas
dan operasionalnya, baik sebagai komunikator dan mediator, maupun
organisator, menurut Onong Uchjana Effendy dalam (Ruslan, 2012),
adalah sebagai berikut:
1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan
organisasi.
2. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik
internal dan publik eksternal.
3. Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan
informasi
dari
organisasinya
kepada
publiknya
dan
menyalurkan opini publik kepada organisasi.
4. Melayani publik dan menasihati pimpinan organisasi demi
kepentingan umum.
5. Operasionalisasi dan organisasi public relations adalah
bagaimana membina hubungan harmonis antara organisasi
dengan publiknya, untuk mencegah terjadinya rintangan
psikologis, baik yang menimbulkan dari pihak organisasi
maupun dari pihak publiknya
Berdasarkan ciri khas Humas, menurut pakar public relations
International Cutlip, Center and Canfield dalam (Ruslan, 2010),
fungsi public relations dapat dirumuskan sebagai berikut :
17
1. Menunjang aktifitas utama manajemen dlam mencapai tujuan
bersama (fungsi melekat pada manajemen lembaga/organisasi)
2. Membina hubungan yang harmonis antara badan/organisasi
dengan publiknya yang merupakan khalayak sasaran.
3. Mengindentifikasi segala sesuatu yang berkaitan dengan opini,
persepsi dan tanggapan masyarakat terhadap badan/organisasi
yang diwakilinya atau sebaliknya.
4. Melayani keinginan publiknya dan memberikan sumbang
saran kepada pimpinan manajemen demi tujuan dan manfaat
bersama.
5. Menciptakan komunikasi dua arah timbak balik dan mengatur
arus informasi, publikasi serta pesan dari badan / organisasi ke
publiknya, demi tercapainya citra positif kedua belah pihak.
Berikut adalah Fungsi Aktivitas PR yang dikemukakan oleh
Rosady Ruslan (2005) dalam (Suparmo, 2011) :
1. Communicator Kemampuan sebagai communicator adalah
segala kemampuan yang terkait secara langsung maupun tidak
langsung dengan media cetak, elektronik, tatap muka, lisan
dan lainnya. Selain itu juga kemampuan untuk bertindak
sebagai mediator dan persuader.
2. Relationship Kemampuan di bidang relationship adalah
kemampuan PR membangun hubungan yang positif antara
organisasi/perusahaan/instansi yang diwakilinya dengan publik
internal dan publik eksternal. PR juga berupaya menciptakan
saling pengertian, kepercayaan, dukungan kerja sama dan
toleransi di antara kedua belah pihak tersebut.
3. Back-up
Management
management
adalah
Kemampuan
kemampuan
sebagai
untuk
back-up
melaksanakan
dukungan manajemen atau menunjang kegiatan lain, seperti
bagian manajemen promosi, pemasaran, operasional dan
personalia.
4. Good Image Maker Kemampuan sebagai good image maker
adalah kemampuan menciptakan citra atau publikasi yang
18
positif. Kemampuan ini merupakan prestasi, 7 reputasi dan
sekaligus menjadi tujuan utama manajemen kehumasan
organisasi/perusahaan/instansi.
5. Creator Kemampuan sebagai creator adalah kemampuan yang
terkait dengan kewajiban PR menciptakan berbagai macam
program organisasi/perusahaan/instansi sesuai dengan tujuan
dan sasarannya.
6. Conceptor Kemampuan sebagai conceptor adalah kemampuan
yang terkait dengan tugas PR menyusun dan menuliskan
berbagai
macam
naskah
yang
diperlukan
organisasi/perusahaan/instansi sesuai dengan writing skill-nya
7. Problem Solver Kemampuan sebagai problem solver adalah
kemampuan PR sebagai bagian dari tatanan dan jajaran di
dalam organisasi/perusahaan/instansi serta turut bertanggung
jawab memecahkan berbagai masalah yang dihadapi.
Berdasarkan definisi di atas penulis dapat di kaitkan dengan
penelitian yaitu PT IT Group Indonesia telah menjalankan fungsi
Public
Relations
berdasarkan
oleh
(Suparmo,
2011)
yaitu
communicator, relationship, backup management, good image
maker,creator, conceptor, and problem solver. Dimana Divisi public
relations perusahaan menjalankan ke empat hal tersebut dalam special
event yang di adakan untuk mencapai tujuan utamanya yaitu
membangun citra perusahaan.
2.2.3.4 Kegiatan Public Relations
Menurut Fayol kegiatan dan sasaran PR adalah: (Ruslan,
2012)
1. Membangun identitas dan citra perusahaan
Dengan menciptakan identitas dan citra perusahaan yang
positif. Cara lain adalah dengan mendukung kegiatan
komunikasi timbal balik dua arah dengan berbagai pihak.
19
2. Menghadapi krisis
public relations akan berhadapan dengan krisis dan dituntut
untuk
menghadapinya
dan
memperbaikinya
dengan
membentuk manajemen krisis dan PR recovery of image.
3. Mempromosikan aspek kemasyarakatan
Dengan cara mempromosikan hal-hal yang menyangkut
kepentingan publik seperti kampanye anti kekerasan, obat-obat
terlarang dan sebagainya.
Berdasarkan definisi di atas penulis dapat di kaitkan dengan
penelitian yaitu kegiatan public relations yang dilakukan oleh peneliti
ada membangun identitas dan citra perusahaan. Bagaimana dengan
adanya penerapan strategi public relations yang diterapkan oleh divisi
public relations PT IT Group Indonesia tersebut dapat membangun
identitas serta citra perusahaan di mata customer yang memang
kerjasamanya sedang terjalin.
Kegiatan public relations oleh PRSA diuraikan sebagai
berikut:
1. Programming
PR sebagai programming berarti menganalisa masalah dan
kesempatan,
mendefinisikan
merekomendasikan
serta
tujuan
kegiatan
dan
perencanaan.
publik,
Dalam
programming PR juga dapat bertugas dalam merencanakan
dan menghitung anggaran.
2. Relationships
Seorang PR juga harus mampu membina hubungan baik
dengan pihak manajemen maupun kolega internal dan
eksternal. Hubungan baik dengan pihak eksternal juga
termasuk di antaranya hubungan dengan media, investor,
pemimpin komunitas, pemerintah, institusi pendidikan dan
lainnya.
3. Writing dan editing
Dalam praktiknya, PR akan banyak berkomunikasi dengan
massa yang lebih besar, oleh sebab itu diperlukannya kata-kata
20
tertulis sebagai alat penting dalam membuat laporan, news
release, booklets, pidato dan alat komunikasi lainnya.
4. Information
Tugas PR lainnya adalah menyebarkan informasi melalui
berbagai media. Oleh sebab itu PR juga harus mengerti
bagaimana cara bekerja masing-masing media yang akan ia
gunakan, spesialisasi area dan ketertarikan editor dari media
tersebut.
5. Production
Berbagai publikasi, special reports, film dan program
multimedia adalah cara yang penting dalam berkomunikasi.
Praktisi PR dalam kegiatannya hendaknya dapat mengerti
beberapa teknik-teknik penting yang nantinya akan membantu
dalam perencanaan dan tugasnya.
6. Special Events
Goldblatt mendefinisikan special events adalah situasi
istimewa yang dirayakan dengan rangkaian upacara atau
perayaaan dan ritual untuk mendapatkan kepuasan atas
kebutuhan tertentu. (Pudjiastuti, 2010).
Yaverbaum mengemukakan special events adalah media
publisitas yang efektif karena dapat membantu memasarkan
perusahaan dan produk jasa kepada publik, sangat bersifat promosi,
serta mampu mendapatkan publisitas banyak dari pihak media massa.
Pengertian special events menurut Macnamara adalah sebuah ajang
yang biasanya dilaksanakan untuk mendapatkan perhatian dari media,
klien, perusahaan atau produk. (Pudjiastuti, 2010)
Jadi special events adalah sebuah ajang yang dilaksanakan
secara khusus dan terencana dengan tujuan mendapatkan perhatian
baik dari media maupun publik. news conference, convention exhibits
dan special showing, fasilitas baru dan anniversary celebration,
kontes dan program award, tour dan special meeting adalah beberapa
aktivitas yang termasuk dalam special events yang bertujuan untuk
menarik perhatian dan penerimaan publik.
21
Berikut adalah elemen-elemen dari special events menurut
Lesly adalah pertanyaan- pertanyaan dasar yang dikembangkan yakni:
1. What? Nama special events, jangkauan acara, budget, dan
elemen program
2. Why? Tujuan dan objektif diadakan special events
3. When? Jadwal kegiatan atau special events lengkap dengan
perhitungan waktu disertai dengan deadline untuk setiap detil
kegiatan (tanggal dan jam).
4. Where? Lokasi geografis acara, fasilitas, termasuk fasilitas
dengan setiap detil-detil yang terhubung
5. Who? Siapa yang akan terlibat dalam special events, baik
target audiens, pengisi acara dan panitia
6. How? Bagaimana pelaksanaan acara sampai selesai.
Special events dibuat untuk menyampaikan cerita public
relations dan mempengaruhi opini publik. Cerita inilah yang nantinya
akan disebarluaskan melalui media dan akan diketahui oleh publik
luas. Menurut Ruslan tujuan pelaksanaan special events tidak hanya
untuk menghibur masyarakat tetapi mencapai tujuan perusahaan yaitu:
(Pudjiastuti, 2010)
1. Awareness, meningkatkan pengetahuan khalayak terhadap
perusahaan atau produk yang ditampilkan.
2. Memperoleh publikasi yang positif melalui komunikasi timbal
balik.
3. Menunjukkan niat baik dari perusahaan atau produk yang
diwakili sekaligus memberikan citra positif kepada masyarakat
sebagai publik sasaran.
4. Mempertahankan penerimaan masyarakat.
5. Speaking
PR seringkali bekerja dengan komunikasi face to face.
Menyampaikan pidato adalah salah satu kegiatan yang
memerlukan kepintaran berbicara.
22
6. Research and Evaluation
PR harus mampu melakukan riset dan evaluasi karena seluruh
pekerjaan PR berdasarkan kepada penelitian. Riset terhadap
isu, organisasi, publik, kesempatan, ancaman dan sebagainya.
Hasil riset ini nantinya mempengaruhi tujuan program PR dan
strateginya.
Menurut jurnal karya Eka Putra Tarsih yang berjudul public
relations strategi dan taktik , kegiatan public relations adalah
kegiatan yang ditujukan untuk publiknya, berdasarkan jenis publiknya
kegiatan Public Relations terbagi menjadi dua yaitu :
1. Eksternal public relations Hubungan dengan publik diluar
perusahaan merupakan keharusan yang mutlak, karena
perusahaan tidak mungkin berdiri sendiri tanpa bekerja sama
dengan perusahaan yang lain. Salah satunya dengan melakukan
komunikasi dengan publik eksternal secara informative dan
persuasif, informasi yang disampaikan hendaknya jujur, teliti
dan sempurna berdasarkan fakta yang sebenarnya. Masalah
yang perlu dipecahkan dalam dalam kegiatan eksternal public
relations
meliputi
produksinya,
bagaimana
memperkenalkan
memperluas
pasar
produksinya
bagi
kepada
masyarakat, mendapatkan penghargaan dan penerimaan dari
publik maupun masyarakat, memelihara hubungan baik dengan
pemerintah, mengetahui sikap dan pendapat publik.
Tindakan-tindakan eksternal public relations yaitu:
a. Menganalisis dan menilai sikap dan opini publik yang
menanggapi kebijaksanaan pimpinan perusahaan dalam
menggerakan pegawainya.
b. Mengadakan koreksi dan saran kepada pimpinan
perusahaa, terutama kegiatan yang mendapat sorotan
dari publik.
c. Mempersiapkan
bahan-bahan
penjelasan yang jujur dan objektif.
penerangan
dan
23
d. Mengadakan
penelitian
tentang
kebutuhan,
kepentingan dan selere publik akan barang-barang
yang dihasilkan perusahaan.
Melalui kegiatan eksternal ini, dengan begitu maka
akan tercipta hubungan yang harmonis antara organisasi atau
perusahaan dengan publik eksternalnya, sehingga dapat
menimbulkan citra baik dimata publiknya.
2. Internal public relations Kegiatan internal public relations
merupakan kegiatan yang ditujukan untuk publik internal
perusahaan. Publik internal adalah keseluruhan elemen yang
berpengaruh secara langsung dalam keberhasilan perusahaan.
Kegiatan hubungan internal yang dilakukan oleh public
relations:
a. Dapat berkomunikasi dengan segala lapisan karyawan
baik secara formal maupun informal untuk mengetahui
kritik dan saran mereka.
b. Harus mampu membina hubungan baik dengan
pemegang saham, serta mampu mengkomunikasikan
apa yang terjadi dalam organisasi perusahaan. Karena
sebagai penyandang dana, mereka harus selalu tahu
perkembangan perusahaan secara transparan agar dapat
meningkatkan kepercayaan mereka.
Dalam kegiatan Publik Relation penulis lebih fokus
meneliti kegiatan eksternal yang dilakukan oleh public
relations PT IT Group Indonesia Bidang utama pekerjaan PR
perusahaan menurut (Elvinaro, 2008) Ardianto dalam bukunya
public relations Praktis di antaranya adalah:
a. Reputasi-proteksi dan peningkatan, Meliputi usaha
membina tanggapan dengan menggunakan variasi
komunikasi untuk membangun, mempertahankan dan
meningkatkan citra atau identitas positif perusahaan.
24
b. Layanan informasi, Memberikan informasi kepada
masyarakat melalui media merupakan peran PR dan
oleh
sebab
itu
diperlukan
kemampuan
untuk
membangun hubungan media yang baik, seperti
pengiriman pernyataan pers kepada media, melakukan
konferensi pers dengan mengundang media untuk
hadir.
c. Publisitas produk Dalam hal ini, praktisi public
relations melakukan perannya bekerja sama dengan
departemen
pemasaran
untuk
mengembangkan
publisitas produk agar dapat diterima oleh masyarakat.
d. Hubungan investor PR memberikan informasi kepada
para pemegang saham atau pihak yang mempunyai
minat khusus terhadap perusahaan. Praktisi PR
mengawasi dan meyakinkan para pemegang saham
agar tetap menanamkan sahamnya kepada perusahaan
atau malah sebaliknya sesuai dengan kepentingan dan
kebutuhan perusahaan.
e. Hubungan keuangan PR memberikan informasi yang
luas kepada komunitas keuangan seperti menganalisa
dan membuat penilaian prospek keuangan perusahaan
untuk menjadi bahan masukan atau rekomendasi bagi
perusahaan pialang dan investor.
f. Hubungan komunitas Peran aktif perusahaan dalam
mendukung
karyawan
organisasi
untuk
masyarakat,
melakukan
mendorong
pekerjaan
sukarela,
memberikan sumbangan bagi konser musik lokal,
meminjamkan tenaga kerja untuk menunjang program
pemerintah, yang pada dasarnya untuk membina
hubungan baik dengan masyarakat sekitar.
g. Hubungan karyawan Menyediakan dan menyebarkan
informasi dari manajemen kepada karyawan, dan
sebaliknya.
Untuk melakukan kegiatan ini,
berkoordinasi dengan departemen personalia.
PR
25
h. Penyelenggaraan
acara
istimewa
Peran
ini
mengharuskan staf PR yang dapat melihat detail,
organisasi, logistik, dan peluang publisitas untuk dapat
menyelenggarakan sebuah acara istimewa (special
event).
i. Urusan pemerintah Berupaya untuk mempengaruhi
pihak legislatif melalui kontak dengan legislator dan
instansi pemerintah dan memiliki kemampuan melobi
mewakili pihak perusahaan terkait dengan hubungan
dan kepentingan perusahaan dengan kebijakan yang
ada.
j.
Manajemen Isu Menentukan bagaimana berbagai isu
publik
akan
mempengaruhi
melakukan proses
identifikasi
perusahaan
isu,
dengan
analisis
isu,
memastikan pilihan terbuka bagi perusahaan, memulai
rencana tindakan, dan mengevaluasi hasil.
Dari semua bidang public relations yang ada, peneliti
akan fokus terhadap dua bidang public relations yaitu reputasiproteksi dan Special Event, peneliti memilih dua bidang ini
karena dinilai sangat relevan di dalam penelitian yang akan
diteliti.
2.2.4
Event
Pengertian event, menurut Jim Macnamara yang dikutip (Rosady
Ruslan, 2010) dalam bukunya Manajemen public relations dan Media
Komunikasi: Konsep dan Aplikasi, adalah :
“sebuah kegiatan yang biasanya dilaksanakan untuk
mendapatkan perhatian dari media, klien, perusahaan, atau
produk. Ajang tersebut dapat didesain untuk menunjukkan
fakta bahwa perusahaan adalah tempat yang tepat untuk
bekerja dan bertanggung jawab terhadap lingkungan
social.”
Event didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang diselenggrakan untuk
memperingati hal-hal penting sepanjang hidup manusia baik secara
individu maupun kelompok yang terikat secara adat, budaya, tradisi, dan
26
agama yang diselenggarakan untuk tujuan tertentu serta melibatkan
lingkungan masyarakat yang diselenggrakan pada waktu tertentu. (Noor,
2009)
Definisi event menurut ahli di antaranya Shone dan Parry, seperti
yang dikutip oleh Any Noor dalam bukunya Management Event,
mengatakan:
“Special events are that phenomenon arising from those nonroutine occasion which have leisure, cultural, personal or
organizational objectives set apart thenormal activity of daily
life, whose purpose is to enlighten, celebrate, entertain or
challenge the exprerience of a group of people.” (Noor,
2009)
Dari definisi di atas yang dipaparkan oleh para ahli maka penulis
menyimpulkan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa definisi
event
adalah
suatu
kegiatan
yang
diselenggarakan
untuk
memperingati/merayakan suatu hal yang penting dan memiliki tujuan
tertentu untuk dicapai sesuai keinginan dan juga untuk menjaga hubungan
baik antara perusahaan dengan customer atau client. Yang dimana PT IT
Group Indonesia menggunakan event “ Seminar And Training IT Solutions
by Red Hat ” untuk membangun citra perusahaan di mata customer.
2.2.4.1 Event sebagai Media Komunikasi
(Noor, 2009) mendefinisikan event sebagai suatu kegiatan
yang diselenggarakan untuk memperingati hal-hal penting, baik
secara individu atau kelompok. Berpijak pada kedua definisi di atas,
peneliti mengartikan bahwa event merupakan sebuah kegiatan bisa
berwujud atraksi ritual keagamaan, tradisi, budaya, olahraga, dan lain
sebagainya yang dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan
mendatangkan orang-orang ke suatu tempat agar mereka memperoleh
informasi atau pengalaman penting serta tujuan lain yang diharapkan
oleh penyelenggara.
Banyak ahli yang menempatkan event sebagai media
komunikasi. Pendapat ini misalnya merujuk pada (Schmitt, 2010)
yang menempatkan event sebagai media komunikasi pemasaran yang
fokus pada pengalaman konsumen yang memberikan kesempatan
27
kepada konsumen untuk berinteraksi secara langsung dengan
perusahaan, merek, dan komunitas. (Sulaksana,
2007)
yang
menjelaskan bahwa event merupakan salah satu instrumen komunikasi
below
the
line
yang
banyak
digunakan
perusahaan
untuk
memperkenalkan produk kepada khalayaknya.
(Ruslan,
2007)
menjelaskan
bahwa
events
merupakan
pengembangan aktivitas public relations sebagai salah satu media
komunikasi untuk menarik perhatian dan liputan media pers dan umum
terhadap lembaga atau produk tertentu yang ditampilkan. Event
sebagai media komunikasi bagi sebuah kota dijelaskan oleh (Getz,
2008). Menurut Getz, melalui penyelenggaraan suatu event sebuah
kota dapat mengkomunikasikan keunikan atau kekhasan yang dimiliki.
Getz menjelaskan sebagai berikut:
1. Event
sebagai
atraksi
(attraction),
sangat
jelas
dapat
diungkapkan dimana kegiatan eventmerupakan atraksi/daya
tarik tersendiri bagi sebuah destinasi. Atraksi adalah sesuatu
yang menarik untuk dilihat/dinikmati.
2. Event sebagai pemberi citra destinasi (image maker); melalui
kegiatan eventsebuah destinasi dapat memasarkan dirinya
untuk memberikan kesan dan pandangan terhadap destinasi
yang ditawarkan.
3. Event sebagai pendorong tumbuhnya atraksi wisata (animators
of static attractions). Melalui kegiatan event dapat ditunjukkan
segala bentuk atraksi yang merupakan ajang aktivitas dan
kreativitas pelaku event.
4. Event sebagai penggerak tumbuhnya pembangunan sektor lain
(catalyst for other development). Melalui event, pertumbuhan
sektor lain secara tidak langsung tumbuh untuk melengkapi
kegiatan eventyang dilaksanakan.
Dari teori- teori di atas yang dipaparkan oleh para ahli maka
penulis menyimpulkan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini
bahwa penulis memfokuskan pada event sebagai pemberi citra
destinasi (image maker) yang dimana PT IT Group Indonesia memang
menggunakan event untuk membangun citra perusahaan.
28
2.2.4.2 Perencanaan Event
Event sebagai media ataupun kegiatan komunikasi tentu juga
memerlukan sebuah perencanaan yang nantinya akan mengarahkan
demi tercapainya tujuan. Sebuah teori terkemuka tentang perencanaan
dalam bidang komunikasi dikemukakan oleh Charles Berger. Berger
menyebutkan bahwa, “Rencana-rencana dari perilaku komunikasi
adalah representasi kognitif yang memberikan panduan untuk
mencapai tujuan” (Littlejohn & Foss, 2008).Perencanaan sebuah
kegiatan hendaknya perlu diketahui terlebih dahulu tujuan yang ingin
dicapai.
Ada beragam tipe perencanaan, (Cangara, 2013) membagi tipe
perencanaan kegiatan komunikasi ke dalam dua tipe, yakni
perencanaan strategis dan perencanaan operasional. Perencanaan
strategis merupakan sebuah alat manajemen sebagai sebuah petunjuk
yang dapat digunakan oleh organisasi dari kondisi saat ini untuk
bekerja menuju limasampai sepuluh tahun ke depan. Adapun
perencanaan operasional ialah perencanaan yang memerlukan
tindakan dalam bentuk aktivitas yang dirancang untuk mencapai
tujuan.
(Abdullah, 2009) menyatakan bahwa dalam perencanaan
event, hal yang penting dan paling mendasar adalah harus
mengandung unsur “5W+1H” (What, When, Where, Why, Who dan
How) yakni apa nama dan maksud diadakan event, kapan dan dimana
akan diadakan, mengapa diadakan, siapa yang terlibat dan dituju, dan
bagaimana menyelenggarakannya.
Terkait dengan perencanaan penyelenggaraan event, (Noor,
2009) menyatakan bahwa langkah paling awal dalam perencanaan
adalah membuat draft rencana event, yaitu mengumpulkan sebanyak
mungkin ide yang masuk dan mengidentifikasi isu utamanya.
Selanjutnya ide ini didiskusikan dan disusun secara sistematis oleh
panitia penyelenggara event untuk mendapat masukan dari beberapa
penasihat.
29
Setelah mendapatkan sebuah ide untuk dikembangkan dan
dilaksanakan, tahap awal perencanaan adalah melakukan riset, yaitu
pendekatan terhadap lingkungan penyelenggaraan kegiatan dan
pencarian informasi. Dalam penyelenggaraan sebuah eventperlu
dipertimbangkan tentang kelayakan dari penyelenggaraan event
tersebut. Sehingga untuk menghindari kerugian sekecil mungkin bagi
pihak yang terkait. Jika memang terdapat kerugian atau pun
kesalahan, itu akan menjadi bahan evaluasi dalam penyelenggaraan
event berikutnya.
Perencanaan operasional umumnya “Di sederhanakan” ke
dalam beberapa model perencanaan. Model menggambarkan proses
langkah-langkah pelaksanaan suatu program dengan berusaha
mengspesifikasi tugas dan hubungan antar komponen pendukung,
serta
membuat
proyeksi
terhadap
kemungkinan
yang
bisa
mempengaruhi proses pelaksanaan (Cangara, 2013).
Model perencanaan event yang lain adalah model event
management “Event-E” yang diajukan oleh (Oliver Thomas, 2008).
Model Event-E ini terdiri dari 4 tahap, yakni:
1. Event Strategy, Beberapa kegiatan dalam fase ini antara lain:
evaluasi event sebelumnya analisa situasi, penentuan tujuan
dan sasaran. Tujuan dan sasaran yang telah disepakati
selanjutnya menjadi dasar menetukan strategi dan target
audience-nya.
2. Event Planning, Fase ini berhubungan dengan penyusunan
konsep event, periode kegiatan, mengecek budget yang
tersedia,
aktivitas
pembentukan
tim,
di
mana
lokasi
diselenggarakan, siapa yang akan menjadi pengisi acara,
monitoring kinerja, dan sebagainya.
3. Event Realization, Melaksanakan rencana-rencana yang sudah
dibuat dalam praktik penyelenggaraan event. Koordinasi
dengan partisipan dan menyelesaikan segala permasalah yang
terjadi di lapangan.
4. Event Controlling, Kontrol dilakukan di setiap fase dan setiap
saat, dari saat perencaanaan hingga saat berlangsungnya event.
30
Termasuk dalam hal ini adalah monitoring perkembangan di
setiap progres yang dilakukan.Selain itu, juga kontrol terhadap
pemakaian keuangan.
Mengacu pada kedua model perencanaan event management
tersebut, peneliti melihat bahwa secara substansial kedua model event
management tersebut tidak begitu berbeda. Berpijak pada kondisi
tersebut
dapat
ditarik
sebuah
kesimpulan
bahwa
setiap
penyelenggaraan event sebagai kegiatan komunikasi umumnya
melalui proses riset dan analisa situasi, merumuskan desain acara,
perumusan rencana strategi dan operasional, pelaksanaan, dan diakhiri
dengan proses evaluasi.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti menggunakan
model perencanaan event Goldbatt sebagai pisau analisis utama untuk
membedah bagaimana perencanaan penyelenggaraan event “Seminar
and Training IT Solution by Red Hat” yang diadakan oleh PT IT
Group Indonesia untuk membangun citra perusahaan.
2.2.4.3 Jenis Event
Jenis event berdasarkan ukuran dan skala event Acara atau
event dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori. Menurut
(Any Noor, 2009) dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Event”,
event dikategorikan berdasarkan ukuran dan skala yaitu Mega event,
medium event, dan mini event.
1. Mega event
merujuk
pada kriteria diikuti pengunjun
internasional, regional setidaknya lima negara, pengunjung
dalam jumlah total keseluruhan berdasarkan total durasi (lama)
kegiatan lebih dari satu juta orang pengunjung, investasi yang
lebih besar, keuntungan lebih besar, berdampak besar pada
ekonomi masyarakat dan diliput oleh media secara luas.Event
yang masuk dalam kategori sangat besar ini seperti Olimpiade,
Piala Dunia, MTQ internasional.
2. Medium Event merujuk pada kegiatan event menengah yang
dikunjungi antara seratus ribu orang sampai dengan satu juta
orang pengunjung, berdampak secara nasional.
31
3. Mini Event merujuk pada kegiatan yang diikuti oleh kurang
dari seratus ribu orang pengunjung dan bersifat lokal.
Dari beberapa jenis event yang ada, maka mini event dipilih
peneliti dalam penelitian ini karena dari event yang di adakan oleh PT
IT Group Indonesia memiliki peserta kurang dari seratus ribu orang.
2.2.4.4 Karakteristik event
Event
memiliki
beberapa
karakteristik
karena
setiap
penyelenggaraan event harus memiliki ciri tersendiri. Bagaimanapun
karakteristik event hampir sama dengan pelayanan yang diberikan oleh
industri pelayanan lainnya. Karakteristik tersebut adalah keunikan,
perishability, intangibility, suasana, pelayanan, dan interaksi personal
(Noor, 2009).
1. Keunikan
Kunci
utama
suksesnya
sebuah
event
adalah
pengembangan ide. Jika organizer dapat merealisasikan ide
sesuai dengan harapannya, maka event yang diselenggarakan
akan memiliki keunikan tersendiri. Hal ini dikarenakan inti
dari penyelenggaraan event adalah harus unik dan muncul dari
ide.
Setiap event harus memiliki sesuatu yang berbeda
dengan event lain. Event yang pernah diselenggarakan
tentunya masih dapat diulangi pada kesempatan lain. Misalnya
event yang bisa diselenggarakan secara regular. Namun
keunikan harus muncul pada setiap penyelenggaraan event
meskipun memiliki tema yang sama.
Keunikan dapat berasal dari peserta yang ikut serta,
lingkungan sekitar, pengunjung pada event tersebut serta
beberapa hal lainnya sehingga membuat event menjadi unik
dan berbeda dari sebelumnya. Contohnya personal event
seperti pesta pernikahan yang sering diselenggarakan di
banyak tempat, tentunya akan berbeda dan unik karenya
penyelenggaranya
adalah
orang
yang
berbeda,
lokasi
penyelenggaraan yang berbeda, tamu yang diundang dan
waktu penyelenggaraan yang berbeda.
32
Sebagai penyelenggara hal yang harus diingat adalah
tidak pernah menyelenggarakan satu kegiatan yang sama
berulangkali. Tata cara penyelenggaraan pesta pernikahan
selalu
memiliki
struktur
yang
sama
tetapi
setiap
penyelenggaraan pesta pernikahan tentunya harus berbeda.
Perbedaan ini membuat pesta pernikahan menjadi unik dan
sukses.
2. Perishability
Setiap event yang diselenggarakan tidak akan pernah
sama. Apabila event yang diselenggarakan memiliki keunikan
yang khas, tentunya event tersebut tidak dapat diulangi lagi
sama persis seperti event yang sebelumnya. Dua event yang
sama diselenggarakan pada waktu dan tempat yang sama
pastinya tidak akan menghasilkan event yang sama persis.
Meskipun penetapan standar pelayaan yang digunakan
sama, dilakukan oleh penyelenggara yang sama, tetapi tetap
saja event yang diselenggarakan akan sangat berbeda hasilnya.
Perishability juga berhubungan dengan penggunaan fasilitas
untuk penyelenggaraan event. Misalnya fasilitas penyewaan
ruang untuk kegiatan seminar dan pelatihan.
Apabila penggunaan ruang tersebut penuh pada hari
kerja dari hari senin sampai jumat, maka pada hari Sabtu dan
Minggu ruangan tersebut seharusnya dapat digunakan untuk
kegiatan lainnya, tetapi kenyataannya tidak, ruangan tersebut
kosong dan tidak ada kegiatan seminar dan pelatihan pada hari
Sabtu dan Minggu.
Hal inilah yang dikatakan hilangnya kesempatan untuk
menggunakan ruang pada hari Sabtu dan Minggu. Sebaliknya,
apabila penggunaan ruangan di fokuskan untuk kegiatan pada
akhir minggu, misalnya pesta pernikahan, maka pada hari
kerja ruang tersebut jarang sekali atau tidak pernah digunakan
untuk penyelenggaraan pesta pernikahan.
33
Tetapi tidak jarang banyak ruang pertemuan di hotel
saat ini dapat digunakan sepanjang minggu. Hotel membagi
ruang pertemuan besar ke dalam ruangan kecil yang digunakan
untuk kegiatan meeting perusahaan pada hari kerja dan
membuka seluruh sekat pada akhir minggu untuk pesta
pernikahan, eksibisi dan sejenisnya.
Ini merupakan salah satu cara untuk untuk menghindari
perishability, meskipun pada kenyataannya banyak hotel yang
melakukan cara seperti ini tidak dapat menggunakan fasilitas
tersebut sepanjang tahun.
3. Intangibility
Setelah menghindari event, yang tertinggal di benak
pengunjung adalah pengalaman yang mereka dapatkan dari
penyelenggaraan
event.
Bagi
penyelenggaraan
hal
ini
merupakan tantangan untuk merubah bentuk pelayanan
intangible menjadi suatu yang berwujud, sehingga sekecil
apapun wujud yang digunakan dalam event mampu mengubah
persepsi pengunjung.
Misalnya desain dan warna pada kartu undangan,
cindera mata yang menawan, penggunaan alat makan dan
minum yang baik, penggunaan dekorasi ruangan yang
menarik, kesesuaian warna yang digunakan, pengaturan tata
ruangan yang diterapkan, penggunaan audio visual yang baik
dan lainnya yang digunakan dalam event. Semua hal tersebut
merupakan proses perubahan intangible menjadi tangible dan
itulah yang akan diingat oleh pengunjung event.
4. Suasana dan pelayanan
Suasana merupakan salah satu karakteristik yang
penting pada saat berlangsungnya
event.
Event
yang
diselenggarakan dengan suasana tepat akan menghasilkan
sukses besar, tetapi sebaliknya kegagalan event dihasilkan
karena suasana yang tidak tepat. Misalnya pada personal event
34
seperti pesta ulang tahun, suasana yang dibangun harus sesuai
dengan tema ulang tahun tersebut, musik yang tepat dan
permainan yang menarik, termasuk juga makanan dan
minuman yang baik.
Meskipun suasana yang dibangun sesuai dengan tema
yang harapkan, acara telah disusun dan diselenggarakan
sempurna, tetapi akan menjadi pengalaman yang tidak menarik
karena undangan memiliki suasana hati yang tidak baik saat
itu.
Sehingga
perlu
bagi
seorang
Event
Organizer
memperhatikan setiap detil pada setiap penyelenggaraan acara
sehingga acara yang dikemas menjadi sukses.
5. Interaksi
Personal
Interaksi
personal
dari
pengunjung
merupakan kunci sukses penyelengaraan event. Misalnya pada
penyelenggaraan sport event, penonton tidak hanya duduk
menonton pertandingan saja, tetapi juga menciptakan suasana
menjadi lebih hidup. Penonton dapat berinteraksi dengan
penonton lainnya atau dengan staf pengelola, sehingga
penonton akan merasa sebagai bagian dari pengalaman
tersebut.
Misalnya dalam pertandingan bola tersebut sesi
penonton ikut memandang bola dengan hadiah yang telah
disiapkan. Begitu juga dengan keterlibatan aktif penonton pada
event berupa konser musik, ketika penonton dilibatkan untuk
ikut menyanyi walaupun hanya sesekali, tetapi suasana dapat
dibangun dan mereka berkontribusi pada terselenggaranya
event tersebut (Noor, 2009).
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat
ditarik kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian
ini bahwa PT IT Group Indonesia memiliki Karakteristik
terhadap event yang diadakan yaitu keunikan, perishability,
intangibility, suasana dan pelayanan, serta interaksi personal.
Sehingga PT IT Group Indonesia yakin akan perbedaan event
35
yang diadakan tidak pasaran dengan event- event yang
diadakan sebelumnya oleh perusahaan IT Solutions lainnya.
2.2.4.5 Elemen-elemen Event
Philip Lesly, seperti dikutip oleh Any Noor (2010), menyebut
elemen-elemen Ajang Khusus sebagai news question, yang terdiri dari
5W 1H, yaitu what, why, when, where, who, dan how.
1. What: berhubungan dengan bentuk acara, format acara, dan
kesanyang ingin ditampilkan.
2. Why: meliputi tujuan dan maksud penyelenggaraan event.
3. When: meliputi hal-hal yang berhubungan dengan waktu
penyelenggaraan, pemilihan waktu, serta alasannya.
4. Where: berhubungan dengan lokasi penyelenggaraan ajang
khusu serta fasilitas pendukung.
5. Who: berhubungan dengan khalayak sasaran, pengisi acara,
serta siapa saja yang terlibat dan bertanggung jawab.
6. How: berkaitan dengan perencanaan dan pelaksanaan acara.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik
kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa event
merupakan
kegiatan
yang
bukan
semata
–
mata
untuk
mempromosikan produk atau perusahaan agar lebih dikenal
melainkan ada banyak tujuan – tujuan yang lebih dalam yang ingin
dicapai perusahaan yaitu seperti yang di utamakan oleh PT IT Group
Indonesia itu sendiri adalah untuk membangun citra perusahaan di
mata customer. Dalam merancang suatu event pun, banyak tahap yang
perlu dilalui mulai dari perencanaan hingga evaluasi agar event
berlangsung maksimal serta penjabaran 5W 1H untuk menganalisa
publik dan alasan mengapa event ini perlu diadakan.
2.2.4.6 Tujuan dan Fungsi Event
Tujuan utama diadakannya event adalah tidak semata-mata
mempromosikan produk atau perusahaan agar lebih dikenal khalayak
sasaran, tetapi juga mempunyai tujuan lain yang ingin dicapai.
(Rosady Ruslan, 2010).
36
Menurut Rosadi Ruslan, tujuan dari diadakannya suatu event
adalah:
1. Awareness, meningkatkan pengetahuan khalayak terhadap
perusahaan atau produk yang ditampilkan.
2. Memperoleh publikasi yang positif melalui komunikasi timbal
balik.
3. Menunjukkan niat baik dari perusahaan atau produk yang
diwakilinya dan sekaligus memberikan citra positif pada
masyarakat sebagai public sasarannya.
4. Mempertahankan penerimaan masyarakat.
5. Memperoleh rekanan baru melalui event yang dirancang secara
menarik dan kreatif.
Suatu event diadakan karena ada beberapa fungsi yang dapat
dimanfaatkan perusahaan. Fungsi tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Memberikan informasi secara langsung (tatap muka) dan
mendapatkan timbal balik yang positif dari publiknya.
2. Menjadi media komunikasi sekaligus mendapatkan publikasi
sehingga pada akhirnya publik sebagai target sasaran akan
memperoleh
pengenalan,
pengetahuan,
dan
pengertian
mendalam. Dari event tersebut juga diharapkan akan tercipta
citra positif perusahaan atau produk yang diwakilinya.(Rosady
Ruslan, 2010)
2.2.5
Citra Perusahaan
Mengembangkan citra yang kuat membutuhkan kreatifitas dan kerja keras.
Citra tidak dapat ditanamkan dalam pikiran manusia dalam semalam atau disebarkan
melalui media masa. Sebaliknya, citra itu harus disampaikan melalui tiap sarana
komunikasi yang tersedia dan disebarkan secara terusmenerus. Untuk berhasil
memperoleh dan mempertahankan konsumennya maka perusahaan harus berusaha
semaksimal mungkin untuk menampilkan produk dengan memiliki citra merek yang
positif di mata konsumen. Dengan menampilkan produk yang memiliki citra merek
yang positif dapat mempertinggi kepercayaan konsumen terhadap produknya dan
mendorong konsumen untuk menentukan keputusan pembelian.
37
Definisi citra perusahaan menurut (Kotler dan Keller, 2012), yaitu:
“Citra merupakan seperangkat keyakinan, ide, dan kesan
yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu objek.”
Sedangkan menurut (Gregory, 2011) dalam bukunya Marketing Corporate
Image adalah sebagai berikut :
“Citra perusahaan merupakan kombinasi dampak terhadap
observer dari semua komponen-komponen verbal maupun
visual perusahaan baik yang direncanakan ataupun tidak
atau dari pengaruh eksternal lainnya”.
Menurut Frank Jefkins dalam (Firsan Nova, 2011) ada 6 jenis Citra,
diantaranya :
1. Citra Cermin (mirror image)
Pengertian disini bahwa Citra cermin yang diyakini oleh perusahaan
bersangkutan – terutama para pimpinannya – yang selalu merasa
dalam posisi baik tanpa mengacuhkan kesan orang luar.
2. Citra Kini (current image)
Citra merupakan kesan yang baik diperoleh dari orang lain tentang
perusahaan atau hal yang lain berkaitan dengan produknya.
3. Citra Keinginan (wish image)
Citra keinginan ini adalah seperti apa yang ingin dan dicapai oleh
pihak manajemen terhadap lembaga atau perusahaan, atau produk
yang
ditampilkan
tersebut
lebih
dikenal
(good
awareness),
menyenangkan dan diterima dengan kesan yang selalu positif
diberikan (take and give) oleh publiknya atau masyarakat umum.
4. Citra Perusahaan (corporate image)
Jenis Citra ini adalah yang berkaitan dengan sosok perusahaan sebagai
tujuan utamanya, bagaimana menciptakan citra perusahaan (corporate
image) yang positif, lebih dikenal serta diterima oleh publiknya,
mungkin tentang sejarahnya, kualitas pelayanan prima, keberhasilan
dalam bidang marketing, dan hingga berkaitan dengan tanggung
jawab (social care) sosialnya.
38
5. Citra Serba Aneka (multiple image)
Citra ini merupakan pelengkap dari citra perusahaan diatas, misalnya
bagaimana pihak Humas atau public relations nya akan menampilkan
pengenalan (awareness) terhadap identitas perusahaan, atribut logo,
brand’s name, seragam (uniform) para front liner, sosok gedung,
dekorasi lobby kantor dan penampilan para professionalnya.
6. Citra Penampilan (performance image)
Citra penampilan ini lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana
kinerja atau penampilan diri (Performance Image) para professional
pada perusahaan bersangkutan.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik
kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa citra yang
sedang dibangun oleh PT IT Group Indonesia adalah Corporate Image yang
dimana PT IT Group Indonesia menginginkan agar masyrakat khususnya para
customer perusahaan menciptakan Citra Perusahaan (corporate image) yang
positif, lebih dikenal serta diterima oleh publiknya, mungkin tentang
sejarahnya, kualitas pelayanan prima, keberhasilan dalam bidang marketing,
dan hingga berkaitan dengan tanggung jawab (social care) sosialnya.
2.2.5.1 Macam-macam Citra
Frank Jefkins, seperti dikutip oleh (Rosady Ruslan, 2010),
menyebutkan beberapa jenis citra (image).
Berikut ini lima jenis citra yang dikemukakan, yakni:
1. Citra bayangan (mirror image). Citra ini melekat pada orang
dalam atau anggota-anggota organisasi, biasanya adalah
pemimpinnya
mengenai
anggapan
pihak
luar
tentang
organisasinya.
2. Citra yang berlaku (current image). Adalah suatu citra atau
pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu
organisasi.
3. Citra yang diharapkan (wish image). Adalah suatu citra yang
diinginkan oleh pihak manajemen.
4. Citra perusahaan (corporate image). Adalah citra dari suatu
organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas
produk dan pelayanannya.
39
5. Citra majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai
(individu), cabang, atau perwakilan dari sebuah perusahaan
atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum
tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara
keseluruhan.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik
kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa citra
yang sedang dibangun oleh PT IT Group Indonesia adalah termasuk
dalam corporate image karena dari event yang dilaksanakan oleh PT
IT Group Indonesia tersebut adalah bukan hanya sekedar citra produk
dan pelayanan yang ingin dibangun melainkan citra perusahaan secara
menyeluruh-lah yang ingin dibangun oleh PT IT Group Indonesia.
2.2.5.2 Unsur-unsur Citra
Unsur – unsur Citra Perusahaan Menurut (Frank Jefkins,
2004), unsur – unsur citra perusahaan ada empat antara lain :
1. Personality, yakni keseluruhan karakteristik perusahaan yang
dipahami oleh lingkungan di luar perusahaan.
2. Reputation, yakni keyakinan seseorang terhadap perusahaan
berdasarkan pengalaman pribadi atau orang lain atas jasa atau
produk perusahaan.
3. Values/Ethics, yakni nilai – nilai dan filosofi yang dianut
perusahaan, keramahan pelayanan, gaya kerja, dan komunikasi
baik internal perusahaan maupun interaksi dengan pihak luar.
4. Corporate identity, yakni identitas dalam nama, simbol, logo,
warna dan ritual untuk memunculkan perusahaan, merek dan
kepentingan perusahaan.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik
kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa PT IT
Group Indonesia menonjolkan ke empat unsur-unsur citra tersebut
yang terdiri dari personality, reputation, value/ethics, dan corporate
identity dalam membangun citra nya melalui event yang diadakan oleh
PT IT Group Indonesia.
40
2.2.5.3 Proses Terbentuknya Citra
Proses pembentukan citra dalam struktur kognitif yang sesuai
dengan pengertian sistem komunikasi Menurut John Nimpoeno
pembentukan citra dapat digambarkan sebagai berikut yang dikutip
(Ardianto, 2010)
Gambar 2.1 Proses Terbentuknya Citra
(Sumber gambar Ardianto, 2010)
Proses terbentuknya citra :
Stimulus
: Rangsangan (kesan lebaga yang diterima dari luar untuk
membentuk persepsi. Sensasi adalah fungsi alat indra
dalam menerima informasi dari langganan).
Persepsi
: Pembentukan makna pada stimulus indrawi sensor
stimulus
Kognisi
:
Aspek
pengetahuan
yang
berhubungan
dengan
kepercayaan ide dan konsep.
Motivasi
: Kecenderungan yang menetap untuk mungkin mencapai
tujuan-tujuan tertentu, dan sedapat mungkin menjadi
kondisi kepuasan maksimal bagi individu setiap saat.
Sikap
: Hasil Evaluasi negative atau positif terhadap organism
terhad konsekensi-konsekuensi penggunan suatu objek.
Tindakan : Akibat atau respons individub sebagai organism terhadap
rangsangan-rangsangnnya yang berasal dari dalam dirinya
maupun lingkungan.
Respons
:
Tindakan – tindakan seseorang sebagai 4 reaksi
terhadap rangsagan atau stimulus.
41
Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasiinformasi yang diterima seseorang.
Kesimpulan menurut penulis, citra terbentuk dari informasi
yang diterima oleh individu tentang suatu hal, informasi dan
pengetahuan itu menjadi stimulus seseorang dalam membentuk citra
akan suatu hal.
Uraian mengenai pentingnya citra perusahaan adalah sebagai
berikut :
1. Menceritakan
harapan
bersama
kampanye
pemasaran
eksternal. Citra positif memberikan kemudahan perusahaan
untuk berkomunikasi dan mempunyai tujuan secara efektif
sedangkan citra negatif sebaliknya.
2. Sebagai penyaring yang mempengaruhi persepsi pada kegiatan
perusahaan. citra positif menjadi pelindung terhadap kesalahan
kecil, kualitas teknis atau fungsional sedangkan citra negatif
dapat memperbesar kesalahan tersebut.
3. Sebagai fungsi dari pengalaman dan harapan konsumen atas
kualitas pelayanan perusahaan. Jika kinerja pelayanan
memenuhi atau melebihi citra yang dihasilkan, maka kinerja
pelayanan tersebut berfungsi memperkuat citra itu atau bahkan
mungkin memperbaikinya. Meskipun demikian, jika kinerja
berada dibawah, maka citra akan memudar secara nyata.
4. Mempunyai pengaruh penting terhadap manajemen atau
dampak internal.Citra perusahaan yang kurang jelas dan nyata
mempengaruhi sikap karyawan terhadap perusahaan.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan di atas, dapat ditarik
kesimpulan yang apabila dikaitkan dengan penelitian ini bahwa PT IT
Group Indonesia ingin melihat bagaimanakah hasil dari pembangunan
citra yang dilakukan melalui event yang diadakan.
42
2.2.5.4 Manfaat Citra Untuk Perusahaan
Para pemilik perusahaan tidak menyadari bahwa dalam jangka
panjang citra baik membawa banyak mafaat. Manfaat itu sendiri dapat
mereka nikmati baik pada saat perusahaannya mengalami masa jaya
maupun pada saat menghadapi berbagai macam kritis. Menurut Seitel
yang dikutip olen (soemirat dan Ardianto, 2012) dalam bukunya
dasar-dasar Public Relation adalah Kebanyakan perusahaan juga
meyakini bahwa citra perusahan yang bernilai positif sukses yang
berkelanjutan jangka panjang.
Menurut katz Citra perusahaan adalah bagaimana pihak lain
memandang sebuah perusahaan, seseorang,suatu komite, atau suatu
kegiatan, dan setiap perusahaan masing masing memiliki citra
sebanyak orang memandangnya dan menilainnya. Citra perusahaan
datang dari para pelanggan, pesaing, distributor, dll yang mempunyai
pandangan terhadap citra perusahaan.( Ardianto dan Soemirat, 2012 )
Kesimpulan dalam hal ini adalah citra perusahaan sangat
berpengaruh bukan hanya untuk jangka pendek namun juga untuk
jangka panjang dan juga berpengaruh pada beberapa aspek yang
berkaitan dengan citra tersebut, misalnya berpengaruh kepada
pemasaran dan juga kepercayaan customer kepada perusahaan, serta
aspek lainnya. Dengan demikian maka citra tersebut harus dijaga agar
selalu baik sehingga dapat berdampak baik pada perusahaan. Citra
sangat berpengaruh dalam jangka panjang maupun pendek bagi
perusahaan, oleh sebab itu citra yang baik pada perusahaan akan
meningkatkan kepercayaan customer sehingga tidak membawa
dampak buruk pada perusahaan.
43
2.3
Kerangka Teori
PT. IT Group Indonesia
Komunikasi
Komponen Komunikasi
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Event
Event sebagai media komunikasi
Perencanaan event
Jenis event
Karakteristik event
Element-element event
Tujuan dan fungsi event
Special Event
“Seminar and Training IT
Solutions by Red Hat”
Citra Perusahaan
1. Macam-macam citra
2. Unsur-unsur citra
3. Proses terbentuknya citra
4. Manfaat citra untuk perusahaan
Gambar 2.2 Kerangka Teori
Dari kerangka teori diatas bahwa dapat di simpulkan bahwa peneliti
menggunakan teori umum komunikasi yang terdiri dari komponen komunikasi,
kemudian dilanjutkan dengan teori event yaitu yang di mana dalam teori event
tersebut peniliti mengkhususkan pada special event yaitu peneliti membahas event
“Seminar and Training IT Solutions by Red Hat” yang diadakan oleh PT IT Group
Indonesia.
44
Dari special event tersebut, peneliti kemudian menelaah kembali event yang
di adakan oleh PT IT Group Indonesia terhadap teori citra. Karena tujuan dari special
event tersebut adalah untuk membangun citra perusahaan, khususnya perusahaan
menginginkan corporate image ( citra perusahaan) dibangun secara keseluruhan
sehingga PT IT Group Indonesia dapat dikenal oleh customer yang sudah menjadi
partner perusahaan sebagai perusahaan IT Solutions yang professional dan worth.
Download