Sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Pendidikan
Pancasila
Makna dan Aktualisasi sila
Keadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia
Fakultas
Program Studi
Fakultas Ekonomi dan
Bisnis
S1 Akuntansi
Tatap Muka
14
Kode MK
Disusun Oleh
90037
ONDY, S.IP, M.Si
Abstract
Kompetensi
Pada pokok bahasan saat ini, akan
mendeskripsikan berkenaan dengan
pancasila dan implementasinya, makna
sila kelima keadilan sosial bagi seluruh
rakyat
Indonesia,
nilai-nilai
yang
terkandung
didalamnya
dan
implementasinya
Mahasiswa
diharapkan
mampu
mendeskripsikan
dan
memahami
persoalan berkenaan dengan pancasila
dan implementasinya (sila kelima yang
dikaitkan
dengan
pembangunan
manusia seutuhnya)
Pembahasan
Sila Kelima dalam Dasar Negara RI mengandung makna setiap manusia Indonesia
menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam
kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk itu dikembangkan perbuatannya luhur yang
mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong. Untuk itu diperlukan
sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta
menghormati hak-hak orang lain. Nilai yang terkandung dalam sila Keadilan Sosial bagi
Seluruh Rakyat Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa,
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab , Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang
Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan atau Perwakilan. Dalam sila
ke – 5 tersebut terkandung nilai- nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam
hidup bersama. Maka dalam sila ke – 5 tersebut terkandung nilai keadilan yang harus
terwujud dalam kehidupan bersama ( kehidupan sosial).
Dalam pembahasan kali ini kita akan memperdalam tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh
Rakyat Indonesia pada kehidupan bersosial dan bermasyarakat. Namun sebelumnya
alangkah baiknya kita mempelajari apa itu keadilan? Sosial ? Seluruh Rakyat Indonesia?
Mari kita pelajari satu per satu tentang teori tersebut.
A. Keadilan Menurut Noor Ms Bakry Istilah keadilan berasal dari pokok kata adil, yang
berarti memperlakukan dan memberikan sebagai rasa wajib sesuatu hal yang telah
menjadi haknya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun terhadap Tuhan.
Adil dalam sila Keadilan sosial ini adalah khusus dalam artian adil terhadap sesama
yang dijiwai oleh adil terhadap diri sendiri serta adil terhadap Tuhan. Keadilan dalam sila
kelima ini diartikan sifat-sifat dan keadaan yang sesuai dengan hakikat adil untuk
mengakui hak sesama (1997:124)
B. Sosial Menurut Noor Ms Bakry sosial berasal dari kata “socius” (bahasa latin) yang berarti
kawan atau teman. Dalam bahasa latin ada suatu istilah “homo homini socius”, yang
artinya manusia satu adalah teman manusia yang lain, manusia memandang manusia
lain sebagai teman (1997:126-127)
C. Seluruh Rakyat Indonesia Menurut Noor Ms Bakry rumusan seluruh rakyat Indonesia
yang dimaksudkannya ialah sekelompok manusia yang menjadi warga negara Indonesia,
baik berbangsa Indonesia asli maupun keturunan asing, demikian juga baik yang berada
dalam wilayah Republik Indonesia maupun warga negara Indonesia yang berada di
2012
2
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
negara lain. (1997:129) Sehingga makna Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
adalah adil terhadap sesama yang dijiwai oleh adil terhadap diri sendiri serta adil
terhadap Tuhan dan adil terhadap orang lain yang berada dalam suatu kelompok yang
menjadi warga Negara Indonesia.
Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan manusia yaitu keadilan dalam
hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain , manusia dengan
masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Konsekuensinya.
Pancasila dimaksudkan sebagai pandangan pokok, konsepsi dasar, perangkat pikiran dasar
suatu ajaran yang dijadikan doktrin asasi dan petunjuk pelaksanaan dari tiap-tiap sila dalam
Pancasila.
1. Nilai-Nilai :
Berdasarkan atas pemahaman tentang arti wawasan tersebut, maka wawasan pokok tiaptiap sila dalam Pancasila dimaksudkan sebagai pandangan pokok, konsepsi dasar,
perangkat pikiran dasar suatu ajaran yang dijadikan doktrin asasi dan petunjuk pelaksanaan
dari tiap-tiap sila dalam Pancasila.
Keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama meliputi:
1. Keadilan distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlukan tidak sama ( just ice is done
when equelz are treated equally ). Keadilan distributive sendiri yaitu suatu hubungan
keadilan antara Negara terhadap warganya, dalam arti pihak negaralah yang wajib
memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam bentuk kesejahteraan, bantuan,
subsidi serta kesempatan dalam hidup bersama yang didasarkan atas hak dan kewajiban.
2. Keadilan Legal (KeadilanBertaat)
Yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap negara dan dalam masalah
ini pihak wargalah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan
perundang-undangan yang berlaku dalam Negara. Plato berpendapat bahwa keadilan dan
hukum merupakan subtansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi
kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut
sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut
keadilan moral, sedangkan untuk yang lainnya disebut keadilan legal.
2012
3
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
3. Keadilan Komulatif
Yaitu suatu hubungan keadilan antara warga satu dengan yang lainnya secara timbal balik.
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.
Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan ases pertalian dan ketertiban dalam
masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidak adilan dan
akan merusak atau bahkan menghancurakn pertalian dalam masyarakat.
Nilai-nilai keadilan tersebut haruslah merupakan suatu dasar yang harus diwujudkan dalam
hidup bersama kenegaraan untuk mewujudkan tujuan Negara yaitu mewujudkan
kesejahteraan seluruh warganya serta melindungi seluruh warganya dan wilayahnya,
mencerdaskan seluruh warganya. Demikian pula nilai-nilai keadilan tersebut sebagai dasar
dalam pergaulan antara Negara sesama bangsa didunia dan prinsip ingin menciptakan
ketertiban hidup bersama dalam suatu pergaulan antar bangsa didunia dengan berdasarkan
suatu prinsip kemerdekaan bagi setiap bangsa, perdamaian abadi serta keadilan dalam
hidup bersama (keadilan sosial).
Realisasi dan perlindungan keadilan dalam hidup bersama dalam suatu Negara
berkebangsaan, mengharuskan Negara untuk menciptakan suatu peraturan perundangundangan. Dalam pengertian inilah maka Negara kebangsaan yang berkeadilan sosial harus
merupakan suatu negara yang berdasarkan atas Hukum. Sehingga sebagai suatu negara
hukum haruslah terpenuhi adanya tiga syarat pokok yaitu:

Pengakuan dan perlindungan atas hak-hak asasi manusia

Peradilan yang bebas

Legalitas dalam arti hukum dalam segala bentuknya.
2. UUD 1945 HAM
Konsekuensinya sebagai suatu Negara Hukum yang berkeadilan sosial maka Negara
Indonesia harus mengakui dan melindungi hak-hak asasi manusia yang tercantum dalam
undang-undang 1945 pasal;
1. Pasal 27
(1) Segala warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan perintahan dan
wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.
2012
4
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
2. Pasal 28
“ Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya. “
3. Pasal 29
Negara
menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-
masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu.
4. Pasal 31
(1)Setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan.
(2)Setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya.
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional
yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa yang diatur dengan undang-undang.
A. Di lingkungan keluarga:

Bersikap hemat dan mau bekerja keras sesuai dengan kemampuan.

Mengutamakan kebutuhan sekolah sebelum kebutuhan lainnya.

Pandai membagi waktu untuk belajar, bermain, dan membantu orang tua.

Rajin melatih diri dengan keterampilan/hastakarya.
B. Di lingkungan masyarakat:

Manggalang kegiatan sosial.

Menggalakan program jaring pengaman sosial dengan tepat sasaran.

Menggalakan program padat karya dan memanfaatkan lahan tidur.

Menggiatkan gerakan nasional orang tua asuh.

Menyediakan lapangan kerja bagimasyarakat penganggur.

Meningkatkan semangat gotong royong dan kekeluargaan.

Menggiatkan koperasi dan usaha ekonomi lemah.

Meningkatkan semangat kerja keras dan kesederhanaan
3. Sila Ke 5 dalam UUD 1945
Sila kelima dari Pancasila yang dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat,
berbunyi: ”…..dengan berdasar kepada: ….., serta dengan mewujudkan suatu Keadilan
2012
5
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. a. Keadilan Istilah keadilan berasal dari pokok kata
adil, yang berarti memperlakukan dan memberikan sebagai rasa wajib sesuatu hal yang
telah menjadi haknya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia maupun terhadap Tuhan.
Adil dalam sila keadilan sosial ini adalah khusus dalam artian adil terhadap sesama manusia
yang didasari dan dijiwai oleh adil terhadap diri sendiri serta adil terhadap Tuhan. Perbuatan
adil menyebabkan seseorang memperoleh apa yang menjadi haknya, dan dasar dari hak ini
ialah pengakuan kemanusiaan yang mendorong perbuatan manusia itu memperlakukan
sesama sebagaiman mestinya.
Dengan demikian pelaksanaan keadilan selalu bertalian dengan kehidupan bersama,
berhubungan dengan pihak lain dalam hidup bermasyarakat. Di dalam masyarakat ada tiga
macam bentuk keadilan yang pokok, hal ini berdasarkan tiga macam hubungan hidup
manusia bermasyarakat, yaitu keadilan komutatif, keadilan distributif, dan keadilan legalis.
Ketiga macam keadilan ini diuraikan sebagai berikut:
1. Keadilan Komutatif Hubungan pribadi dengan pribadi.
Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil antara sesama warga masyarakat, antara
pribadi dengan pribadi. Keadilan yang berlaku dalam hal ini. Suatu hubungan keadilan
antara warga satu dengan yang lainnya secara timbal balik. Keadilan ini bertujuan untuk
memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian
keadilan ini merupakan asan pertalian dan ketertiban dalam masyarakat.
Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidak adilan dan akan merusak
atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat. Nilai-nilai keadilan tersebut
haruslah merupakan suatu dasar yang harus diwujudkan dalam hidup bersama kenegaraan
untuk mewujudkan tujuan negara yaitu mewujudkan kesejahteraan seluruh warganya serta
melindungi seluruh warganya dan wilayahnya, mencerdaskan seluruh warganya.
Demikian pula nilai-nilai keadilan tersebut sebagai dasar dalam pergaulan antara negara
sesama bangsa di dunia dan prinsip ingin menciptakan ketertiban hidup bersama dalam
suatu pergaulan antar bangsa di dunia dengan berdasarkan suatu prinsip kemerdekaan bagi
setiap bangsa, perdamaian abadi serta keadilan dalam hidup bersama (keadilan bersama).
2. Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama
diperlukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlukan tidak sama. Keadilan
distributif sendiri yaitu suatu hubungan keadilan antara negara terhadap warganya, dalam
2012
6
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
arti pihak negaralah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam
bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi serta kesempatan dalam hidup bersama yang
didasrkan atas hak dan kewajiban. Jadi hubungan masyarakat dengan pribadi. dalam
hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil dari masyarakat keseluruhan terhadap pribadi.
3. Keadilan Legalis Hubungan pribadi dengan masyarakat.
Dalam hubungan ini harus ada perlakuan sifat adil dari pribadi terhadap masyarakat
keseluruhan. Dalam masyarakat, pelaksanaan tiga macam keadilan ini ada dua musuh
besar, yang keduanya itu merupakan penonjolan dari penjelmaan salah satu sifat kodrat
manusia, yaitu sifat individu dan sifat sosial, yang mewujudkan individualism dan liberalism,
yaitu:
Individualisme mutlak dalam aliran individualisme mutlak ini, masyarakat tidak diakui
sebagai perserikatan sosial yang mempunyai realita sendiri dan tata sosial sendiri.
Masyarakat dianggap sebagai kumpulan individu-individu yang banyak tanpa ada pertalian
kepentingan bersama, setiap individu hanya mengutamakan kepentingannya sendiri
sehingga kepentingan umum tidak diperhatikan.
Kolektivisme mutlak dalam aliran kolektivisme mutlak ini, masyarakat ditempatkan sebagai
keseluruhan manusia, yang hanya memperhatikan kepentingan umum, tidak ada pengakuan
kepentingan individu, semua adalah milik umum. Kedua aliran ini selalu berlawanan, yang
kedua-duanya berdasarkan atas salah satu sifat kodrat manusia. Di dalam negara yang
berdasarkan Pancasila, sifat individu dan sifat sosial selalu diseimbangkan secara harmonis,
yang berarti berdasarkan atas sifat kodrat manusia monodualis, dan negaranya disebut
negara berfaham monodualisme. Dalam bentuk negara ini ketiga macam keadilan itu betulbetul terlaksana dalam masyarakat. Adapun keadilan yang dapat menghimpun tiga macam
keadilan itu berlaku di dalamnya disebut keadilan sosial.
Sosial Dari persaudaraan dalam pergaulan hidup ini timbullah suatu paham yang
menamakan dirinya dengan “sosiallisme”, yang secara umum berarti suatu faham yang
mendasarkan cita-citanya ini atas kebersamaan dalam persaudaraan umat manusia untuk
mewujudkan kesejahteraan bersama antar umat manusia. Dalam hal ini cita-cita untuk
mewujudkan kesejahteraan bersama didasari adanya rasa persaudaraan.
Keadilan sosial Konsep yang terkandung dalam keadilan sosial adalah suatu tata dalam
masyarakat yang selalu memperhatikan dan memperlakukan hak manusia sebagaimana
mestinya dalam hubungan antar pribadi terhadap kesluruhan baik material maupun spiritual.
Keadilan sosial ini mencakup ketiga macam keadilan yang berlaku dalam masyarakat.
Keadilan sosial sering disamakan dengan sosialisme, adapun perbedaan sosialisme dengan
2012
7
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
keadilan sosial adalah sosialisme lebih mementingkan sifat kebersamaan dalam
persaudaraan, sedangkan keadilan sosial lebih mementingkan perlakuan hak manusia
sebagaimana mestinya. Tetapi kedua-duanya bertujuan untuk mencapai kesejahteraan
bersama, tetapi kesejahteraan bersama dalam keadilan sosial jelas untuk mencapai
masyarakat yang adil dan makmur spiritual maupun material.
Adapun syarat yang harus dipenuhi terlaksananya keadilan sosial adalah sebagai berikut:
1. Semua warga wajib bertindak, bersikap secara adil, karena keadilan sosial dapat
tercapai apabila tiap individu bertindak dan mengembangkan sikap adil terhadap
sesama.
2. Semua manusia berhak untuk hidup sesuai dengan nilai-nilai manusiawi, maka berhak
pula untuk menuntut dan mendapatkan segala sesuatu yang bersangkutan dengan
kebutuhan hidupnya.
Seluruh Rakyat Manusia Rumusan seluruh rakyat manusia yang dimaksudkannya ialah
sekelompok manusia yang menjadi warga negara Indonesia, baik yang berbangsa
Indonesia asli maupun keturunan asing, demikian juga baik yang berada dalam wilayah
Republik Indonesia maupun warga negara Indonesia yang berada di negara lain.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia Perwujudan dari sila keadilan sosial bagi
seluruh rakyat yang merupakan pengalamannya, setiap warga harus mengembangkan sikap
adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajibannya serta
menghormati hak-hak orang lain. Sila ini mempunyai makna bahwa seluruh rakyat Indonesia
mendapatkan perlakuan yang adil dalam bidang hukum, politik, ekonomi, kebudayaan, dan
kebutuhan spiritual rohani sehingga tercipta masyarakat yang adil dan makmur.
Butir-butir implementasi sila kelima adalah sebagai berikut:
A. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Butir ini menghendaki agar setiap warga
negara nerbuat baik satu sama lain. Perbuatan luhur dalam pengertian seperti apa yang
diperintahkan Tuhan dan menjauhi yang dilarang. Perbuatan baik dan luhur tersebut
dilaksanakan pada setiap manusia dengan cara saling membantu, bergotong-royong,
dan merasa setiap manusia adalah bagian dari keluarga yangdekat yang layak dibantu,
sehingga kehidupan setiap manusia layak dan terhormat.
B. Bersikap adil. Butir ini menghendaki dalam melaksanakan kegiatan antarmanusia untuk
tidak saling pilih kasih, dan pengertian adil juga sesuai dengan kebutuhan manusia
untuk hidup layak, dan tidak diskriminatif terhadap sesama manusia yang akan ditolong.
2012
8
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
C. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. Butir ini menghendaki bawa manusia
Indonesia jangan hanya mendahulukan hak-haknya seperti hak hidup bebas, berserikat,
perlakuan yang sama, kepemilikan, dan lain-lain, tetapi menjaga kewajiban secara
seimbang. Kewajiban yang harus dilakukan adalah berhubungan yang baik dengan
sesama manusia, membantu sesama manusia, membela yanng teraniaya, membarikan
nasehat yang benar dan menghormati kebebasan beragama.
D. Menghormati hak-hak orang lain. Bahwa setiap manusia untuk menghormati hak orang
dan memberikan peluang orang lain dalam mencapai hak, dan tidak berusaha
menghalang-halangi hak orang lain. Perbuatan seperti mencuri arta orang lain,
menyiksa, merusak tempat peribadatan agama lain, adalah contoh-contoh tidak
menghormati hak orang lain.
E. Suka memberi pertolongan kepada orang lain. Mengembangkan sikap dan budaya
bangsa yang saling tolong-menolong seperti gotong-royong, dan menjauhkan diri dari
sikap egois dan individualistis.
F. Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain Butir ini menghendaki, manusia
Indonesia bukanlah homo hominilupus (manusia yang memakan manusia yang lain).
Manusia Indonesia tidak boleh memeras orang lain demi kepentingan sendiri. Contoh
perbuatanya seperti melakukan perampokan, memberikan bunga terlalu tinggi lepada
peminjam terutama pada kalangan orang kecil dan miskin.
G. Tidak bersikap boros Menghendaki manusia Indonesia untuk tidak memakai atau
mengeluarkan uang, barang, dan sumber daya secara berlebihan
H. Tidak bergaya hidup mewah Butir ini menghendaki agar untuk tidak bergaya hidup
mewah, tetapi secukupnya sesuai dengan kebutuhan manusia itu sendiri. Ukuran
mewah memang relatif, namun dapat disejajarkan dengan tingkat pemenuhan
kehidupan dan keadilan pada setiap strata kebutuhan manusia.
I.
Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum Butur ini menghendaki
warga masyarakat Indonesia untuk menjaga kepentingan umum dan prasarana umum,
sehingga sarana tersebut dapat berguna bagi masyarakat luas.
J. Suka bekerja keras Untuk berusaha semaksimal mungkin dan tidak hanya pasrah pada
takdir. Sebagai manusia yang bertaqwa kepada Tuhan, diwaibkan berusaha dan diiringi
dengan doa.
K. Menghargai karya orang lain Agar warga negara dapat menghargai karya orang lain
sebagai bagian dari penghargaan atas hak cipta. Proses penciptaan suatu karya
membutuhkan suatu usaha yang keras dan tekun, oleh sebab itu dihargai.
Sila kelima: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
2012
9
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Keadilan merupakan salah satu tujuan negara republik Indonesia selaku negara hukum.
Penegakan keadilan akan membuat kehidupan manusia Indonesia, baik selaku pribadi,
selaku anggota masyarakat, maupun selaku warga negara menjadi aman, tenteram, dan
sejahtera.
Upaya untuk mencapai ke arah itu memerlukan nilai keselarasan, keserasian, dan
keseimbangan, yang menyangkut hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seluruh warga
negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, bahasa, dan status sosial ekonominya.
Setiap warga negara Indonesia harus diperlakukan adil sesuai dengan hak dan
kewajibannya sebagai warga negara.
2012
10
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Revitalisasi Pancasila, Dr. Midian Sirait,Kata Hasta, Pustaka 2008
Etika Berwarganegaraan – Dr.Ir Arissetyanto, M.M. Dr Dadan Anugrah, M.Si. H.Ghazaly
Ama La Nora, S.IP., M.Si.
Pancasila Dasar Negara – Editor H. Amin Aryoso, SH. 1 Juni 2005.
LPPKB Pedoman Umum Implementasi Pancasila dalam kehidupan Bernegara terbitan
LPPKB tahun 2005.
Prof. Dr. Soeryanto Poespowardoyo – Pancasila sebagai ideologi Penerbit BP-7 tahun 1996.
Pancasila Dasar Negara – Editor H. Amin Aryoso, SH. 1 Juni 2005
Prof. Dr. Kaelan, M.S. 2014, Pendidikan Pancasila, Paradigma, Yogyakarta
Surip,Ngadino, dkk.2015.Pancasila Dalam Makna dan Aktualisasi.Yogyakarta : CV Andi
Offset
Afandi,Muhammah,
dkk.2012.Paradigma
Baru
Pendidikan
Pnacasila
untuk
Mahasiswa.Bandung:Alfabeta
http://www.kompasiana.com/joko_untoro/implementasi-sila-ke-5-yang-tidak-sesuai-harapanrakyat_
http://yunitayuii.blogspot.com/2010/06/pengertian-dan-sejarah-pancasila.html
http://mathsowhat.blogspot.com/2010/04/pengamalan-pancasila-sila-ke-5.html
http://www.facebook.com/topic.php?uid=157917169167&topic=15430
http://www.google.com/nilai-nilai-dasar-sila-ke-5.html
2012
11
Pendidikan Pancasila
ONDY, S.IP, M.Si
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download