Peta Lokasi Air Limbah Sampai Akhir Perencanaan

advertisement
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
BAB III
RENCANA KEGIATAN PEMBANGUNAN SANITASI
3.1 Rencana Kegiatan Air limbah
Salah satu sasaran pembangunan air limbah yang akan dicapai pada perencanaan ini adalah praktek BABS dari 44 % menjadi
25 % pada tahun 2018 .Untuk menghitung kebutuhan kegiatan pada akhir perencanaan maka diasumsikan bah tingkat
pertumbuhan BABS setara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yaitu 1,94 % pertahun sehingga praktek BABS pada akhir
perencanaan adalah 44 % dari prediksi jumlah penduduk tahun 2018 yaitu 97.643 jiwa yaitu 113.591 KK .
3.1.1 Sarana dan Prasarana (Fisik) Air Limbah

Rencana Sistem Setempat ( On-site) : Sistem individual maupun komunal
Sistem individual dan komunal yang akan dibangun meliputi : MCK,MCK++ dan septiktank komunal baik yang berbasis
masyarakat maupun berbasis kelembagaan.
Pembangunan MCK,MCK++ dan septiktank komunal akan difokuskan pada daerah yang memiliki kepadatan penduduk
yang tinggi.

Rencana Sistem Terpusat (Off-site) : IPAL Kawasan skala kota.
Pembangunan sistem terpusat akan dibangun pada skala kawasan yang diprioritaskan untuk kawasan perkotaan yang
meliputi kawasan : Kawasan bisnis/CBD,kawasan perumahan,kawasan pasar,kawasan pertokoan dan kawasan
perkantoran.
Memorandum Program ini dilengkapi dengan tabel-tabel rencana investasi program, rencana pelaksanaan periode sampai
akhir 5 (lima) tahun ke depan, dan peta-peta pokok yang dapat menjelaskan arah pengembangan dan struktur ruang
perkotaannya.
I-1
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Gambar 3.1 ; Lokasi infrastruktur Air Limbah Existing
I-2
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Gambar 3.2 : Peta Lokasi Air Limbah Sampai Akhir Perencanaan
I-3
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
3.1.2 Kegiatan Pendukung (Non – Fisik) Air Limbah

Studi dan Perencanaan Teknis
Kegiatan studi dan perencaan teknis yang diperlukan dalam rangka mendukung kegiatan fisik khususnya yang berbasis kelembagaan
meliputi masterplan,studi kelayakan,studi lingkungan dan desain rinci.kebutuhandan jenis dari studi dan perencanaan teknis ini akan
disesuaikan dengan kebutuhan atau persyaratan yang berlaku.

Kelembagaan,Peraturan dan Komunikasi.
Kelembagaan,peraturan dan komunikasi merupakan keharusan dalam rangka mendukung keberlanjutan program sanitasi.
Kelembagaan yang akan dibentuk berupa kelembagaan formal dan kelembagaan yang bersifat non-formal atau berbasis
masyarakat.Kelembagaan yang akan dibentuk berupa UPTD untuk pengelola IPLT,KSM untuk pengelola MCK,MCK++.Tangki Septik
Komunal dan Pembentukan Kader-kader ditingkat kelurahan.
Peraturan atau regulasi akan mengatur pengelolaan air limbah secara keseluruhan yang berupa Perda.
Komunikasi yang akan dilakukan berupa kampanye,sosialisai,edukasi,pemiciuan baik secara langsung melalui Kader-kader sanitasi
maupun melalui siaran radio,televisi dan leflet.

Hitung Kebutuhan Sarana dan Prasarana untuk mencapai sasaran yang ditetapkan sesuai dengan tatacara perhitungan volume yang
dapat dipertanggungjawabkan.
I-4
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.1
Rencana Kegiatan Air Limbah
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Uraian Kegiatan
Detail Lokasi
Kegaitan Sasaran BABS 0 %
Pembangunan MCK Umum sebanyak
60 unit
Pembangunan MCK++ sebanyak 40 unit
Pembangunan IPAL komunal 4 unit
Pembangunan Jaringan perpipaan
Tersier 21.000 M
Perencanaan Detail (DED)
Pembangunan IPLT 1 Dokumen
Pembangunan IPLT 1 unit
Pengadaan 4 unit Truck Tinja
Pembangunan sistem perpipaan primer
7.350 M.
Pembangunan sistem pengeloh air
limbah terpusat skala kawasan 4 unit
Operasional dan Pemeliharaan sistem
Tahun Pelaksanaan
2015
2016
2017
Jumlah
Penduduk
Satuan
2018
Jumlah
Volume
105,197
Unit
4
8
12
16
20
60
105,197
105,197
Unit
Unit
8
0
8
0
8
0
8
0
8
4
40
4
105,197
Meter
0
0
0
21.000
0
21.000
105,197
Dokumen
0
1
0
0
0
1
105,197
Unit
0
0
1
0
0
1
105,197
Unit
0
0
4
0
0
4
105,197
Meter
0
0
0
7.350
0
7.350
105,197
Unit
0
0
0
0
4
4
105,197
Rupiah
0
0
0
0
105,197
Dokumen
0
1
0
0
2014
750.000
750.000
pengolah air limbah terpusat termasuk
perpipaan Rp.750.000.000
11
Penyusunan
Perda
pengelolaan
air
0
1
limbah 1 Dokumen
3.2 Rencana Kegiatan Persampahan
Sasaran pelayanan persampahan wilayah perkotaan dari 56 % menjadi 70 % dan untuk wilayah perdesaan dari 14,86 % menjadi 25 % pada
akhir perencanaan.
Sasaran yang lain adalah pengurangan sampah wilayah perkotaan dari sumbernya menjadi 5 % pada akhir perencanaan.
Pelayanan persampahan akan diprioritaskan untuk daerah perkotaan.
I-5
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
3.2.1 Sarana dan Prasarana ( Fisik) Persampahan.

Uraikan dengan ringkas :
-
Rencana Pengurangan Sampah (3R)
Sampah merupakan produk sampingan kegiatan dirumah tangga,kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa sampah merupakan
benda atau barang yang tidak berguna dan harus dibuang.perkembangan dewasa ini ternyata bergeser,dimana sampah dapat juga
dimanfaatkan kembali ,melalui pendekatan yang disebut 3R (Reduse,Reuse dan Recycle).
Sampah organik seperti daun,bekas makanan dan lain-lain dapat dimanfaatkan kembali untuk bahan pupuk.sampah an-organik
dapat dipilah-pilah, dan kemudian dimanfaatkan sesuai dengan jenis dan kebutuhan.Sampah bila tidak dikelola dengan benar akan
dapat merupakan perindukan faktor penyakit,yaitu serangga dan binatang mengerat yang berfungsi sebagai host penyakit menular.
-
Rencana Penangan Sampah : Pewadahan,Alat Angkut,TPS dan TPA.
Sumber sampah yang ada di Kabupaten Kayong Utara berasal dari sampah rumah tangga, pertokoan,
perkantoran, industri, fasilitas pendidikan, pasar, jalan ,taman,serta area –area publik lainnya. Dimana sampah
dikelola hanya dari pihak pemerintah saja sementara pengangukutan sampah masyarat masih sangat bergantung
dari pemerintah. Belum adanya kegiatan atau upaya pengurangan timbulan sampah baik dari upaya daur ulang
maupun pemilahan sampah . Beberapa dari masyarakat melakukan pengurangan timbulan sampah dengan
melakukan pembakaran dilahan masing - masing. Sedangkan pengelelolaan pemerintah di TPA pun masih bersifat
open dumping. Namun dalam tahun ini telah dianggarkan untuk masterplan persampahan dan Desain untuk
pembuatan sanitary landfill yang telah dialokasikan di Kecamatan Sukadana, Desa Pampang Harapan.
Sistem pengelolaan persampahan yang ada di Kabupaten Kayong Utara ini dimulai dari sumber timbulan
sampah , pengangkutan , penyimpanan sementara , pemrosesan akhir serta kegiatan di TPA adalah sebagai berikut :
1. User interface / pewadahan
Adapun wadah yang disediakan oleh Bidang Cipta Karya Seksi Kebersihan PU dalam upaya penampungan
sampah sementara adalah sebagai berikut :
I-6
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
No.
Tempat sampah
Jumlah (buah)
Kapasitas
Volume Total (M3)
Vol. (m3)
1.
Bak-bak sampah Terbuka
Tidak ada
-
-
2.
Bak-bak sampah tertutup
4
6
24
3.
Bak sampah tertutup dari bahan Tidak ada
-
-
6
12
fiber
4.
Bak Kontainer
2
Jumlah
6
36
Sumber : Laporan Dinas PU Bidang Kebersihan dan Pertamanan Kab.Kayong Utara
Pola pengumpulan sampah dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu :
1. Pola Individual
Proses pengumpulan sampah dengan cara mengumpulkan sampah dari sumber timbunan sampah dan diangkut
langsung ke TPA tanpa proses pemindahan. Wilayah pelayanan pola individual ini meliputi hampir semua
pemukiman di semua Kecamatan yang berada di pinggir jalan raya dimana truk sampah dapat menjangkau daerah
mereka dan langsung mengangkut sampah ke TPA . Daerah dengan pola individual ini termasuk pertokoan
dipinggir jalan raya.
2. Pola komunal
Sampah yang berasal dari permukiman dikumpulkan dengan menggunakan gerobak sampah / yang dikelola
RT/RW setempat menuju tempat penampungan sementara (TPS) / kontainer terdekat. Sedangkan masyarakat
yang bertempat tinggal di dekat TPS/kontainer dan belum mendapatkan pelayanan secara individu serta tidak
melakukan penanganan on site (setempat) membuang sampah langsung ke TPS/kontainer terdekat. Dari
TPS/kontainer, petugas kebersihan mengangkut sampah ke TPA. Daerah yang melakukan
pola komunal dapat dilihat pada table di bawah ini.
I-7
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
No.
Lokasi Pemindahan
Lokasi Pengumpulan
1
TPS Komplek Pertokoan dan Pasar di Teluk Melano
Pasar sayur, pasar ikan
dan pasar kelontong di
daerah Pasar Teluk Melano, Simpang Hilir
2.
TPS Komplek Perkantoran Terpadu Sukadana
Melayani sampah yang berasal dari kegiatan
TPS Taman Kota Sukadana
perkantoran, pasar, pertokoan, wisatawan, dan
TPS Pantai Wisata Pulau Datuk
kegiatan tertentu di lapangan bola Sukadana
TPS Lapangan Bola Bhayangkara
3.
TPS Teluk Batang
Melayani sampah yang berasal dari keg. Pasar dan
rumah tangga didaerah Teluk Batang
4.
TPS Seponti Jaya
Daerah Pasar dan Permukiman di Seponti
5.
TPS Tanjung Satai
Daerah Pasar Tanjung Satai
No.
Lokasi Pemindahan
Lokasi Pengumpulan
1
TPS Pasar di Jalan Batu Daya
Pasar sekitar
2
TPS Pantai Pulau Datuk
Area Pantai
3.
TPS Lapangan Bola Jalan Bhayangkara
Area pemukiman penduduk
4.
TPS Komplek Perkantoran
Area perkantoran
2. Pemindahan
Pemindahan sampah dari TPS / kontainer dibawa oleh alat pengangkut berupa dump truk atau arm roll ke TPA
dengan 2 (dua) cara, yaitu :
I-8
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
1.
Dump truk dengan muatan kosong lalu menaikkan sampah langsung dari TPS/kontainer. Cara ini dilakukan
untuk memindahkan sampah yang ada di TPS / kontainer yang jaraknya relative jauh atau berada di luar kota.
2. Dump truk langsung mengangkut sampah yang ada di TPS / kontainer untuk dibawa ke TPA.
Cara ini dilakukan untuk memindahkan sampah yang ada di TPS / kontainer yang jaraknya relative dekat atau
berada di dalam kota.
Alokasi TPS dan kontainer yang terdapat di Kabupaten Kayong Utara dapat diihat pada tabel berikut.
Tabel 3.30
Alokasi Kontainer Kabupaten Kayong Utara Tahun 2012
No.
Lokasi
Jumlah kontainer
1.
TPS Komplek Pertokoan dan
Volume (m3)
1
6
4
24
1
6
Pasar Teluk Melano
2.
TPS
Komplek
Terpadu,
Perkantoran
Taman
Kota,
Lapangan Bola Bhayangkara,
Pantai Pulau Datuk Sukadana
3
TPS
Teluk
Batang
untuk
Permukiman dan Pasar
4
TPS Seponti Jaya
1
6
5
TPS Tanjung Satai
1
6
Jumlah
8
48
Sumber : Bidang Cipta Karya, Seksi Kebersihan dan Pertamanan di DPU Kabupaten Kayong Utara
I-9
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
3. Pengangkutan
Pengangkutan sampah dilakukan dari kontainer maupun TPS ke TPA. Sarana pengangkutan yang dimiliki Bidang
Cipta Karya Seksi Kebersihan dan Pertamanan di DPU Kabupaten Kayong Utara hingga tahun 2013 adalah sebanyak
4 unit, yang terdiri dari :
1. Dump Truck sebanyak 1 (satu) unit
Kendaraan pengangkut sampah dengan bak terbuka yang memiliki lengan hidrolis yang tersambung dnegan bak
truk, dengan kapasitas 8 m³, untuk mengangkut sampah beberapa TPS yang ada
2. Mini truck (pick up) Gran Max sebanyak 0 (Nol) unit
Kendaraan pick-up berkapasitas 3 m³ digunakan untuk melakukan penyisiran sampah, pelayanan /tindak lanjut,
pengaduan masyarakat serta memobilisasi personil.
4. Kendaraan roda tiga sebanyak 3 (dua) unit
Kendaraan berkapasitas 1 m³ digunakan untuk melaksanakan operasional pengumpulan sampah dari bak-bak
sampah yang ada di jalan protokol, pertokoan, pasar dan berbagai fasilitas umum dan operasional taman.
5. Gerobak sampah sebanyak 0 (nol) unit
Alat pengangkutan berkapasitas 0,85 m³ ini banyak digunakan untuk mengangkut sampah dari permukiman,
pasar maupun jalan ke TPS
Adapun kondisi sarana armada persampahan yang ada dapat dilihat pada table berikut.
Tabel 3.31
No
Jenis
Unit
Kapasitas (m3)
Ritasi (kali)
1.
Dump Truck
1
8
2
Tossa
3
2
Masih Beroperasi
Ya
Tidak
1
1
-
1
3
-
Sumber : Bidang Kebersihan dan Pertamanan di DPU Kabupaten Kayong Utara
4. Pemrosesan Akhir
Pemrosesan akhir sampah dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan belum ada proses pemusnahan
sampah yang aman bagi lingkungan atau masih bersifat open dumping . dimana sampah dibuang begitu saja tanpa
I - 10
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
dibuat zona pembuangan. Kabupaten Kayong Utara memiliki 1 TPA terletak di desa Pampang Kecamatan Sukadana.
TPA ini digunakan untuk menampung pembuangan sampah dari 1 Kecamatan wilayah layanan .
Profil TPA Pampang terlihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.25. Profil TPA Pampang
No.
Item
Keterangan
1
Jenis Penimbunan
Open dumping
2.
Lokasi
Kec. Sukadana
3
Waktu rencana Umur TPA
10 tahun
4.
Luas
6 Ha
5.
Jarak dari pemukiman
200 m
Sumber : Bidang Kebersihan dan Pertamanan DPU
Pengelolaan persampahan di Kabupaten Kayong Utara secara teknis merupakan tanggung jawab Bidang Cipta Karya
Seksi Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara. Saat ini, daerah
pelayanan pengelolaan persampahan di Kabupaten Kayong Utara baru meliputi 4 kecamatan dari 6 kecamatan yang
ada. yaitu Kecamatan Sukadana, Simpang Hilir, Teluk Batang, Seponti. Sementara dua Kecamatan lainnya belum
terlayani sama sekali dikarenakan kondisi geograpis yang berada di Kepulauan.
Adapun tingkat pelayanan persampahan disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 3.35 Tingkat Pelayanan Kebersihan Kota
No.
Pelayanan
1
Luas
daerah
Tingkat pelayanan
pelayanan
yang
memiliki tempat sampah
Sukadana
Simpang Hilir
21 %
Teluk Batang
40 %
Seponti Jaya
2%
I - 11
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Pulau Maya
14 %
21 %
Jumlah penduduk terlayani terhadap
105,197
jumlah penduduk kab.
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum, Cipta Karya Kabupaten Kayong Utara, 2012
.
Tabel 3.36 Penanganan Sampah
No.
Penanganan
Volume (M3/bulan)
Prosentase (dari tot. Timbulan sampah)
1
Diangkut ke TPA
4.800
61 %
3.000
39 %
Diolah
1.Kompos
2. Daur Ulang
3. Lainnya
3.
Dipilah/bank sampah
4.
Tidak terangkut
Sumber : Laporan periodik volume sampah harian TPA, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kayong Utara, 2011
Secara jelas, cakupan pelayanan pengelolaan sampah dapat dilihat pada tabel berikut ini :
I - 12
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.37 Daerah Cakupan Pelayanan Pengelolaan Persampahan
No.
Kecamatan
Daerah Layanan
Keterangan
1
Simpang Hilir
1. Pasar Teluk Melano
Untuk
2. Komplek Pertokoan Teluk Melano
belum terhandle dengan baik dikarenakan
3. Komp. Puskesmas Teluk Melano
kurang
4. Kompl. Kantor Camat
dibanding dengan Rumah Sakit
5. Permukiman Desa Medan Jaya
6. Permukiman Desa Rantau Panjang
7. Permukiman Desa Penjalaan
2.
Sukadana
1. Komplek Kantor Pemda Terpadu
2. Desa Pangkalan Buton
3. Taman Kota Sukadana / Pertokoan dan
Pasar / Pelabuhan Speed Boat dan Kapal
Kayu
4. Pantai Wisata Pulau Datuk
5. Lapangan Bola Bhayangkara, Desa Sutera
3.
Teluk Batang
4.
Seponti
1.
2.
3.
4.
5.
1.
Komplek Kios Pasar Pelabuhan
Komplek Pasar di terminal bus
Komplek Kantor Camat Teluk Batang
Puskesmas Teluk Batang
Desa Sui. Paduan
Desa Seponti Jaya
I - 13
sampah
cakupan
medis
dari
pelayanan
Puskesmas
Puskesmas
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Gambar 3.3 Lokasi Infrastruktur Persampahan Existing
I - 14
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Gambar 3.4 Peta Lokasi Infrastruktur Persampahan Sampai Akhir Perencanaan
I - 15
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.2
Rencana Kegiatan Persampahan
No.
Uraian Kegiatan
Detail Lokasi
1
Pembangunan TPS 5 unit
2
Pembangunan unit landasan kontainer
12 unit
3
Pembangunan TPST unit daur ulang
dan pembuatan kompos (UDPK) 3 unit.
Tahun Pelaksanaan
2015
2016
2017
Jumlah
Penduduk
Satuan
45.683,96
Unit
0
0
5
45.683,96
Unit
0
12
45.683,96
Unit
0
2014
2018
Jumlah Volume
0
0
5
0
0
0
12
0
1
1
1
3
4
Pengadaan Amroll truck 3 Unit
45.683,96
Unit
0
0
1
1
1
3
5
Pengadaan Kontainer 4 unit
45.683,96
Unit
0
1
1
1
1
4
6
Pembangunan
45.683,96
Unit
0
0
0
0
1
45.683,96
Dokumen
0
1
0
0
0
1
Unit
0
0
0
2
3
5
fasilitas
perlindungan
lingkungan TPA 1 unit
7
Revisi perda pengelolaan persampahan
1 dokumen
8
45.683,96
Pengadaan fasilitas Operasional TPA 5
unit
1
9
Supervisi pembangunan TPA 3 kegiatan
45.683,96
Kegiatan
0
0
0
0
3
3
10
Pelatihan pengelolaan TPA 4 kegiatan
45.683,96
Kegiatan
0
0
0
2
2
4
11
Pembangunan TPST unit daur ulang
45.683,96
Unit
0
0
1
1
1
45.683,96
Unit
0
0
1
1
1
45.683,96
Unit
0
0
0
0
1
1
45.683,96
Unit
0
0
0
0
1
1
(3R),kertas 3 unit
12
Pembangunan TPST unit daur ulang
(3R),logam 3 unit
13
Pembangunan prasarana dasar /fasilitas
3
3
umum TPA 1 unit
14
Pembangunan fasilitas penunjang TPA
1 unit
I - 16
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
15
Pengadaan dump truck 4 unit
45.683,96
Unit
0
0
16
Pembangunan TPST 3R dan fasilitasnya
45.683,96
Unit
0
0
sebanyak 3 unit
2
2
0
1
1
1
4
3
3.2.2 Kegiatan Pendukung (Non-Fisik) Persampahan

Studi dan Perencanaan Teknis
Kegiatan studi dan perencaan teknis yang diperlukan dalam rangka mendukung kegiatan fisik khususnya yang berbasis kelembagaan
meliputi masterplan,studi kelayakan,studi lingkungan dan desain rinci.kebutuhandan jenis dari studi dan perencanaan teknis ini akan
disesuaikan dengan kebutuhan atau persyaratan yang berlaku.

Kelembagaan,Peraturan dan Komunikasi
Kelembagaan,peraturan dan komunikasi merupakan keharusan dalam rangka mendukung keberlanjutan program sanitasi.
Kelembagaan yang akan dibentuk berupa kelembagaan formal dan kelembagaan yang bersifat non-formal atau berbasis
masyarakat.Kelembagaan yang akan dibentuk berupa UDPK untuk pengelola TPA untuk pengelola TPS,TPST 3R dan Pembentukan
Kader-kader ditingkat kelurahan.
Peraturan atau regulasi akan mengatur pengelolaan Persampahan secara keseluruhan yang berupa Perda.
Komunikasi yang akan dilakukan berupa kampanye,sosialisai,edukasi,pemiciuan baik secara langsung melalui Kader-kader sanitasi
maupun melalui siaran radio,televisi dan leflet.
3.3 Rencana Kegiatan Drainase
3.3.1 Sarana dan Prasarana (Fisik) Drainase

Rencana Pembangunan Drainase
Rencana Pembangunan Drainase berkurangnya presentase daerah yang mengalami genangan rutin dari 55.452 Ha menjadi 25.000 Ha,
Berkurangnya presentase rumah tangga yang tidak memiliki SPAL 99,53 % menjadi 75 % dan jumlah saluran yang tidak berfungsi atau
mampet karena sedimentasi dan limbah sampah, Peningkatan anggaran operasional dan maintenance yang disiapkan untuk drainase
terbangun selain anggaran fisik dari Rp.450.000.000 menjadi Rp.900.000.000 dan Bertambahnya nilai manfaat media untuk menjadi mitra
pemerintah dalam menyampaikan pesan sanitasi dalam hal ini drainase lingkungan.
I - 17
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara

Rencana Pembangunan Bangunan Pendukung
Rencana Pembangunan Drainase Bangunan Pendukung perlu adanya peran serta masyarakat dan swasta dalam management
pengelolaan secara mandiri drainase lingkungan,perlu adanya penyediaan sarana pendukung untuk pengolahan limbah rumah tangga
pada permukiman perkotaan sebelum dibuang kesaluran drainase,meningkatkan perilaku masyarakat dalam memelihara drainase
lingkungan dan dukungan masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan pembersihan drainase sekitar lingkungan rumah.
Gambar 3.5 : Lokasi Infrastruktur Drainase Existing
I - 18
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Gambar 3.6 : Peta Lokasi Infrastruktur Drainase Sampai Akhir Perencanaan
I - 19
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
3.3.3 Kegiatan Pendukung (Non-Fisik) Drainase

Studi dan Perencanaan Teknis
Kegiatan studi dan perencaan teknis yang diperlukan dalam rangka mendukung kegiatan fisik khususnya yang berbasis kelembagaan
meliputi masterplan,studi kelayakan,studi lingkungan dan desain rinci.kebutuhandan jenis dari studi dan perencanaan teknis ini akan
disesuaikan dengan kebutuhan atau persyaratan yang berlaku.

Aspek Kelembagaan,Peraturan dan Komunikasi
Kelembagaan,peraturan dan komunikasi merupakan keharusan dalam rangka mendukung keberlanjutan program sanitasi.
Kelembagaan yang akan dibentuk berupa kelembagaan formal dan kelembagaan yang bersifat non-formal atau berbasis
masyarakat.Kelembagaan yang akan dibentuk berupa Kelompok Masyarakat Pengelola Sistem Drainase lingkungan mandiri untuk
pengelola drainase Lingkungan untuk pengelola Saluran Drainase Primer dan sekunder dan Pembentukan Kader-kader ditingkat
kelurahan.
Peraturan atau regulasi akan mengatur pengelolaan Drainase secara keseluruhan yang berupa Perda.
Komunikasi yang akan dilakukan berupa kampanye,sosialisai,edukasi,pemiciuan baik secara langsung melalui Kader-kader sanitasi
maupun melalui siaran radio,televisi dan leflet.
I - 20
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.3
Rencana Kegiatan Drainase
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Uraian Kegiatan
Detail Lokasi
Masterplan sistem drainase skala
kabupaten /kawasan 1 Dokumen
Perencanaan teknis pembangunan
saluran dan gorong – gorong
drainase primer 1 Dokumen
Pembangunan Saluran dan Goronggorong drainase primer 30.000 m
Pelaksanaan pekerjaan rehabilitas
Saluran
danGorong-gorong
drainase primer 12.000 m
Perencanaan teknis Pembangunan
Saluran
dan
Gorong-gorong
drainase sekunder 1 unit
Pembangunan Saluran dan Goronggorong drainase sekunder 45.000 m
Pelaksanaan pekerjaaan rehabilitas
Saluran dan Gorong- gorong
drainase sekunder 12.500 m
Pembentukan
kelompok
Masyarakat
pengelola
sistem
drainase lingkungan mandiri 1
Kegiatan
Pengerukan Sedimen saluran
Penyusunan
Perda
Satuan
Tahun Pelaksanaan
2016
2017
2018
Jumlah
Volume
0
0
1
0
0
1
Dokumen
2014
0
2015
1
0
Dokumen
0
0
1
Meter
0
0
10.000
Meter
0
0
2.500
4.000
4.000
0
1
0
0
Unit
0
Meter
0
10.000
10.000
30.000
12.000
1
0
10.000
15.000
20.000
45.000
12.500
drainase lingkungan Rp.850.000
10
Pengurangan
Genangan
Tentang
I - 21
Meter
0
0
0
5.000
7.500
Kegiatan
0
0
0
1
0
1
Rupiah
0
0
0
350.000
500.000
850.000
Dokumen
0
0
0
0
1
1
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Pengelolaan Drainase lingkungan 1
Dokumen
3.4 Rencana Kegiatan PHBS Terkait Sanitasi
Program kesehatan di masyarakat menekankan pada kegiatan kampanye dan aktivitas lainnya dengan targettarget sasaran tertentu di dalam masyarakat. Fasilitator masyarakat dan petugas kesehatan setempat seperti
sanitarian/petugas kesehatan lingkungan, PKK, kader desa dan bidan desa secara bersama-sama dapat melakukan
kegiatan promosi kesehatan. Target/sasaran kegiatan seperti ibu muda yang mempunyai anak bayi/balita, ibu hamil,
remaja putri, kelompok perempuan dan kelompok laki-laki, karang taruna, kelompok miskin dan kelompok
menengah ke atas. Yang perlu di perhatikan adalah kemampuan membaca dari masyarakat dan kesederhanaan
pesan yang di sampaikan. Beberapa jenis kegiatan yang telah di lakukan dalam Promosi Kesehatan di Masyarakat
Kabupaten Kayong Utara yang telah dilaksanakan oleh pihak Dinas Kesehatan , adalah dalam bentuk:
• Penyuluhan kelompok terbatas
• Penyuluhan kelompok besar (masyarakat dari semua jenis kelamin )
• Penyuluhan perorangan (penyuluhan antar teman/peer group education)
• Penyuluhan dengan metode demonstrasi
• Pemasangan poster
• Pembagian leaflet
• Kunjungan rumah
• Lomba kebersihan antar RT/RW/Desa
• Kegiatan pemeliharaan dan membersihkan tempat-tempat umum
• Pelatihan kader, unit kesehatan
PHBS di Rumah Tangga ada 10 indikator yaitu Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi
bayi ASI eksklusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik dirumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan
aktivitas fisik setiap hari dan tidak merokok didalam rumah.
I - 22
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Berdasarkan Pendataan di Puskesmas di Kabupaten Kayong Utara dari 10.006 rumah yang dipantau hanya
5.217 rumah yang ber-PHBS dapat dilihat tabel berikut ini :
Grafik 3.1. Grafik Rumah Tangga ber PHBS per Puskesmas Menurut Kecamatan
dan Puskesmas Kabupaten Kayong Utara Tahun 2012
90
80
70
60
50
% di Pantau
40
% ber PHBS
30
20
10
0
Sukadana
Siduk
Simpang Hilir
(Teluk Melano)
I - 23
Matan Jaya
Teluk Batang
Seponti
Pulau Maya
Karimata
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.3. Tabel Rumah Tangga ber PHBS per Puskesmas Menurut Kecamatan Kabupaten Kayong Utara Tahun
2012
RUMAH TANGGA
NO
KECAMATAN
1
PUSKESMAS
JUMLAH
JUMLAH
%
SELURUHNYA
DIPANTAU
DIPANTAU
4
5
6
7
8
SUKADANA
6003
3549
59.12
1369
38.57
SIDUK
1434
1138
79.36
252
22.14
TELUK MELANO
7237
181
2.50
147
81.22
891
303
34.01
20
6.60
2
1
3
SUKADANA
BER PHBS
%
PHBS
2
SIMPANG HILIR
3
TELUK BATANG
TELUK BATANG
5787
717
12.39
314
43.79
4
SEPONTI
TELAGA ARUM
4737
123
2.60
26
21.14
5
PULAU MAYA KARIMATA
TANJUNG SATAI
3332
430
12.91
260
60.47
29,421
6,441
21,89
2,388
37.07
MATAN JAYA
KABUPATEN
Sumber : Dinkes Kab. Kayong Utara
Tabel 3.4
Data PHBS di Rumah Tangga
Tahun 2012
Pencapaian dalam %
Puskesmas
KK
a
b
c
d
E
f
g
H
i
j
Sukadana
5147
59,91
14,29
59,90
67,44
45,15
34,35
34,95
44,92
100
33,13
Siduk
1434
74,00
14,41
49,49
45,05
51,46
37,17
37,17
44,77
55,16
19,04
I - 24
K
38,57
22,14
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Simpang Hilir
Teluk Melano
6941
47,28
18,00
21,93
2,33
0,51
1,39
5,31
100
54,54
0,16
81,22
Matan Jaya
891
14,98
55,81
28,15
25,25
6,73
1,80
0,00
9,32
1,23
31,09
6,60
Teluk Batang
5245
39,52
49,22
96,54
10,85
7,89
6,35
14,85
86,04
96,09
2,73
43,79
2961
11,11
25,82
39,61
46,13
22,09
21,99
30,33
31,07
8,34
16,82
21,14
4659
42,56
55,86
64,84
43,23
55,46
38,36
57,07
51,36
81,93
57,31
60,47
43,65
36,06
61,07
31,02
24,99
19,02
25,82
65,23
69,08
20,47
37,07
Seponti
(Telaga Arum)
P. Maya Karimata
(Tanjung Satai)
Kayong Utara
Sumber : Laporan data Puskesmas Tahun 2012
Ket :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
k.
Persalinan Tenaga Kesehatan
ASI ekslusif
Penimbangan Balita
Menggunakan Air Bersih
Cuci Tangan Pakai Sabun dengan air mengalir
Jamban Sehat
Memberantas Jentik
Makan Sayur dan Buah setiap hari
Melakukan aktivitas fisik
Tidak merokok didalam rumah
Persentase Rumah Tangga Ber-PHBS
I - 25
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Grafik 3.2 Capaian 10 Indikator PHBS di Rumah Tangga
di Kab. Kayong Utara
Rumah Tangga ber PHBS, 37.07
Persalinan Tenaga
Kesehatan, 43.65
Tidak Merokok dlm Rumah,
20.47
ASI Ekslusif,
36.06
Aktivitas Fisik, 69.08
Penimbangan Balita,
61.07
Makan Sayur dan Buah,
65.23
Penggunaan Air Bersih, 31.02
CTPS , 24.99
Memberantas Jentik Nyamuk,
25.82 Jamban Sehat, 19.02
I - 26
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Cakupan PHBS di rumah tangga Kabupaten Kayong Utara masih rendah 37,07 % jauh dibawah target 70%.
Dari 10 indikator rumah tangga masih ada 7 indikator yang masih dibawah 60% antara lain : Persalinan tenaga
kesehatan 43,65%, ASI Ekslusif 36,06%, Penggunaan Air Bersih 31,02%, CTPS 24,99%, Jamban Sehat 19,02, Bebas
Jentik Nyamuk 25,82%, dan tidak merokok didalam rumah 20,47%.
Untuk tahun 2013 sesuai dengan pertemuan Pengelola program PHBS puskesmas pada tahun 2013 disepakati
tidak melakukan pendataan awal PHBS Rumah tangga tetapi pendataan PHBS RT akhir dan intervensinya. Hasil
pendataan akhir PHBS RT tahun 2013 belum ada karena semua puskesmas belum mengirimkan laporan tersebut.
Adapun promosi kesehatan yang telah dilakukan diantaranya melalui media poster dan selebaran dengan tema
Waspada Demam Berdarah Dengue,
jampersal, Asi Eksklusif. Penyuluhan masyarakat didaerah terpencil
dilaksanakan di desa Matan Jaya, Tanjung Satai dan Pelapis pada tahun 2012, penyuluhan kelompok dengan materi
Ketajaman Penglihatan dan Peningkatan Gizi di sekolah pada Tahun 2012. Poster dan leaflet didistribusikan ke
puskesmas dengan berbagai tema seperti Sayang bayi Beri ASI, Dukung persalinan yang aman dan selamat agar ibu
dan bayi sehat. Leaflet dengan judul pengembangan kawasan tanpa rokok ditempat ibadah, pengembangan kawasan
tanpa rokok di tempat kerja, pengembangan kawasan tanpa rokok ditempat anak bermain, pengembangan kawasan
tanpa rokok di angkutan umum, pengembangan kawasan tanpa rokok di fasilitas pelayanan kesehatan,pertolongan
persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan, Jampersal.
Tangan dapat terkontaminasi dengan tinja sewaktu cebok atau pada waktu membersihkan anak setelah buang
air besar. Tangan harus dicuci dengan sabun setelah kontak dengan tinja (setelah buang air besar / setelah
membersihkan kotoran bayi atau balita), yaitu dengan menggunakan sabun, karena untuk melarutkan partikel
lemak yang mengandung kuman penyakit. Mencuci tangan sebelum makan, sebelum menyuapi anak, sebelum
menyiapkan makanan juga dapat mencegah penularan penyakit. Tetapi harus diingat pesan terlalu banyak tidak
praktis. Yang perlu diingat dan perlu dilakukan sehingga menjadi kebiasaan ialah “Mencuci tangan dengan sabun
setelah terjadi kontak dengan tinja”.
I - 27
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Grafik 3.4 Cuci Tangan Pakai Sabun di Lima Waktu Penting
di Kabupaten Kayong Utara
CTPS di Lima Waktu Penting
Ya
Tidak
I - 28
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
Tabel 3.4
Rencana Kegiatan PHBS Terkait Sanitasi
No.
Uraian Kegiatan
Detail Lokasi
1
Program STBM 4 Kegiatan
2
Pembuatan media promosi dan informasi sadar
Pengurangan
Genangan
Satuan
Kegiatan
hidup sehat seperti banner,stiker,dan spanduk 48
2014
0
Tahun Pelaksanaan
2015
2016
2017
1
1
1
12
12
12
2018
Jumlah Volume
1
4
12
48
Buah
0
Kegiatan
0
1
1
1
1
4
Kegiatan
0
1
1
1
1
4
Kegiatan
0
1
1
1
1
4
Buah.
3
Penyuluhan dan edukasi PHBS kepada sekolah
dan pondok pesantren 4 Kegiatan
4
Penyuluhan,edukasi,dan
pembentukan
kader
kesehatan lingkungan ditingkat kelurahan
5
Penyuluhan dan kampanye Pola Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) melalui siaran TV dan Radio
I - 29
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 30
Tahun 2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 31
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 32
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 33
2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 34
2014
Memorandum Program Sanitasi Pokja Kabupaten Kayong Utara
I - 35
2014
Download