Etika Teknologi Informasi dan Komunikasi

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
ETIKA DAN
FILSAFAT
KOMUNIKASI
Filsafat
teknologi
dan
pemanfaatan media komunikasi
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Broadcasting
Tatap Muka
09
Kode MK
Disusun Oleh
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Abstract
Kompetensi
Mata kuliah ini memperkenalkan
pemahaman
dan
kompetensi
tentang filsafat keilmuan khususnya
dalam bidang komunikasi yang kali
ini akan menjelaskan tentang Etika
dalam
pemanfaatan
media
komunikasi.
Dengan memperoleh materi ini,
mahasiswa diharapkan mengerti
dan memahami mengenai etika
dalam
pemanfaatan
media
komunikasi.
Etika Teknologi Informasi dan Komunikasi
Permasalahan yang kerap menjadi isu terbesar dalam era teknologi informasi
dan komunikasi ini adalah tindak penyimpangan berupa pencurian password,
pemalsuan account, penyadapan jalur komunikasi, sistem komputer dan informasi
dibajak, perusakan situs (cracked), spamming/ junk mail, virus, program perusak
(malicious code), HAKI dan copyright disalahgunakan, pornography, pemalsuan
uang,
money
laundring,
maupun
pemalsuan
identitas.
Penyimpangan-
penyimpangan tersebut dikenal dengan istilah cyber crimes.
Penanggulangan cyber crimes dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
1. Melakukan modernisasi hukum pidana nasional beserta hukum acaranya, yang
diselaraskan dengan konvensi internasional yang terkait dengan kejahatan
tersebut.
2. Meningkatkan sistem pengamanan jaringan komputer nasional sesuai standar
internasional.
3. Meningkatkan pemahaman serta keahlian aparatur penegak hukum mengenai
upaya pencegahan, investigasi, dan penuntutan perkara-perkara yang
berhubungan dengan cyber crimes.
4. Meningkatkan kesadaran warga negara mengenai masalah cyber crimes serta
pentingnya mencegah kejahatan tersebut terjadi.
5. Meningkatkan kerjasama antar negara, baik bilateral, regional, maupun
multilateral, dlam upaya penanganan cyber crimes, antara lain melalui
perjanjian ekstradisi dan mutual assistance treaties.
Pemahaman mengenai etika teknologi informasi ini perlu ditanamkan sejak dini
dan berkelanjutan sebagai sebuah langkah dalam mempersiapkan sumber daya
manusia yang bertanggung jawab dan beretika teknologi informasi.
2016
2
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Etika Media Komunikasi
A. Internet
Pada saat ini, penggunaan internet yang semakin besar juga memiliki dampak
yang negatif bagi bara penggunanya. Khususnya hal tersebut disebabkan oleh
perilaku orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan Internet
sehingga ia melakukan kejahatan yang dapat merugikan orang lain seperti cracker
yang dapat masuk kedalam sebuah sistem seseorang dan melakukan perubahan
terhadap sistem tersebut. Oleh karena itu, kode etik bagi pengguna internet sangat
dibutuhkan saat ini sebagai upaya menekan tindak kejahatan dengan menggunakan
media internet.
Adapun kode etik yang diharapkan para pengguna internet adalah:
1. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang secara langsung berkaitan
dengan masalah pornografi dan nudisme dalam segala bentuk.
2. Menghindari dan tidak mempublikasi informasi yang memiliki tendensi
menyinggung secara langsung dan negatif masalah suku, agama dan ras
(SARA), termasuk di dalamnya usaha penghinaan, pelecehan, pendiskreditan,
penyiksaan serta segala bentuk pelanggaran hak atas perseorangan, kelompok
/ lembaga / institusi lain.
3. Menghindari dan tidak mempublikasikan informasi yang berisi instruksi untuk
melakukan perbuatan melawan hukum (illegal) positif di Indonesia dan
ketentuan internasional umumnya.
4. Tidak menampilkan segala bentuk eksploitasi terhadap anak-anak dibawah
umur.
5. Tidak mempergunakan, mempublikasikan dan atau saling bertukar materi dan
informasi yang memiliki korelasi terhadap kegiatan pirating, hacking dan
cracking.
6. Bila mempergunakan script, program, tulisan, gambar / foto, animasi, suara
atau bentuk materi dan informasi lainnya yang bukan hasil karya sendiri harus
mencantumkan identitas sumber dan pemilik hak cipta bila ada dan bersedia
2016
3
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
untuk melakukan pencabutan bila ada yang mengajukan keberatan serta
bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
7. Tidak berusaha atau melakukan serangan teknis terhadap produk, sumber
daya (resource) dan peralatan yang dimiliki pihak lain.
8. Menghormati etika dan segala macam peraturan yang berlaku di masyarakat
internet umumnya dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap segala
muatan / isi situsnya.
9. Untuk kasus pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola, anggota dapat
melakukan teguran secara langsung.
B. Media Massa
Pemakaian media massa di Indonesia diatur dalam UU Penyiaran No. 32 Tahun
2002 Pasal 36 yang berisi:
1. Isi siaran wajib mengandung informasi, pendidikan, hiburan, dan manfaat
untuk pembentukan intelektualitas, watak, moral, kemajuan, kekuatan
bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai
agama dan budaya Indonesia.
2. Isi siaran dari jasa penyiaran televisi, yang diselenggarakan oleh Lembaga
Penyiaran Swasta dan Lembaga Penyiaran Publik, wajib memuat sekurangkurangnya 60% (enam puluh per seratus) mata acara yang berasal dari
dalam negeri.
3. Isi siaran wajib memberikan perlindungan dan pemberdayaan kepada
khalayak khusus, yaitu anak-anak dan remaja, dengan menyiarkan mata
acara pada waktu yang tepat, dan lembaga penyiaran wajib mencantumkan
dan/atau menyebutkan klasifikasi khalayak sesuai dengan isi siaran.
4. Isi siaran wajib dijaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan
kepentingan golongan tertentu.
5. Isi siaran dilarang:
a) Bersifat fitnah, menghasut, menyesatkan dan/atau bohong;
b) Menonjolkan
unsur
kekerasan,
cabul,
perjudian,
penyalahgunaan
narkotika dan obat terlarang; atau
c) Mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan.
2016
4
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
d) Isi siaran dilarang memperolokkan, merendahkan, melecehkan dan/atau
mengabaikan nilai-nilai agama, martabat manusia Indonesia, atau
merusak hubungan internasional.
Etika Dalam Dunia Informasi Teknologi
Etika (ethic) bermakna sekumpulan azaz atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak, tata cara (adat, sopan santun) mengenai benar salah tentang hak dan
kewajiban yang di anut oleh suatu golongan atau masyarakat .TIK dalam kontek
yang lebih luas ,merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin
(computer dan telekomunikasi) dan teknik yang digunakan untuk menangkap
(mengumpulkan), meyimpam, memanipulasi, menghantarkan dan menampilkan
suatu bentuk informasi. komputer yang mengendalikan semua bentuk ide dan
informasi
memainkan
peranan
penting
dalam
pengumpulan,
penrosesan,
penyimpanan dan penyebaran informasi suara, gambar, teks dan angka yang
berasaskan mikroelektronik. Teknologi informasi bermakna menggabungkan bidang
teknologi seperti komputer, telekomunikasi dan elektronik dan bidang informasi
seperti data, fakta dan proses.
Untuk menerapkan etika TIK di perlukan terlebih dahulu mengenal dan
memaknai prinsip yang terkandung di dalam TIK di antaranya adalah:
1. tujuan teknologi informasi: memberikan kepada manusia untuk menyelesaikan
masalah, menghasilkan kreatifitas, membuat manusia lebih berkaria jika tanpa
menggunakan teknologi informasi dan aktivitasnya.
2. Prinsip High tech high touch: jangan memiliki ketergantungan terhadap
teknologi tercanggih tetapi lebih penting adalah meninggkatkan kemampuan
aspek "high touch" yaitu “manusia”.
3. Sesuaikan tenologi informasi terhadap manusia: seharusnya teknologi
informasi
dapat
mendukung
segala
aktivitas
manusia
yang
harus
menyesuaikan teknologi informasi.
Dalam beberapa aspek TIK ada kaitan erat dengan etika profesi, keterhubungan
tersebut terutama dalam memahami dan menghormati budaya kerja yang ada,
memahami profesi dan jabatan, memahami peraturan perusahaan dan organisasi,
2016
5
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
dan memhami hukum. Etika profesi yang juga harus di pahami adalah kode etik
dalam bidang TIK, di manapun pengguna harus mampu memilih sebuah program
ataupun software yang akan mereka gunakan apakah legal atau illegal, karena
program atau sisten operasi apapun di gunakan selalu ada aturan penggunaan atau
license agreement.
Terkait dengan bidang hukum, maka pengguna harus mengetahui undang–
undang yang membahas tentang HAKI (hak atas kekayaan intelektual) dan pasal–
pasal yang membahas hal tersebut.Hukum Hakcipta Bertujuan melindungi hak
pembuat dalm menistribusikan, menjual, atau membuat turunan dari karya tersebut.
pelindungan yang di dapatkan oleh pembuat (author) pelindongan terhadap
penjiplakan (plagiat) oleh orang lain. Hak cipta sering di asosiasikan sebagai jual beli
lisensi, namun distribusi hak cipta tersebut tidak hanya dalam konteks jual beli,
sebab bisa saja seorang pembuat karya membuat pernyataan bahwa hasil karyanya
bebas si pakai dan di distribusikan dan redistribusi mengacu pada aturan open
source.
Dunia pendidikan tidak terlepas dari imbasnya etika dalam penggunaaan TIK
karena dalam dunia pendidikan sebagai lembaga kedua terbesar dalam penggunaan
aplikasi TIK sesudah dunia bisnis dan hiburan.
1. Dunia pendidikan sebagai sumber etika dan penjaga moral
Isu pokok etika dan moral dalam dunia pendidikan dititik beratkan karena fungsi
dan tujuan pendidikan adalah untuk mengantarkan manusia menuju peradaban yang
lebih baik dan maju. Peradaban informasi yang sekarang begitu esat memerlukan
sentuhan etika dan moral karena penyalahguanaan teknologi informasi akan
mengakibatkan kerugian yang besar bahkan lebih besar dibandingkan kerugian
materi. Dunia pendidikan harus member contoh yang baik dalam mendidik dan
mensosialisasikan penggunaan hukum dan aturan yang telah ditetapkan serta
menghormati HAKI.
Dalam menghadapi akses informasi tantangn yang dihadapi dunia pendidikan
perlu pandai menyaring (memfilter) agar mampu menjamin dan memdapatkan
informasi yan berkualitas. Ada sebuah pemikiran bahwa sebuah penanggulangan
dalam isu ini bahwa dunia pendidikan harus mengemas suatu etika dan moral dalam
pembelajaran atau mata kuliah TIK. Bagaimana kurikulum dikembangkan agar
2016
6
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
pelajar atau mahasiswa dapat menyadari bahwa penggunaan TIK dapat memiliki
etika danmoral sehingga tidak terjadi penyalahgunaan TIK.
2. Sumber daya manusia
Dunia pendidikan harus mampu melahirkan SDM yang memiliki kualitas
berestetika professional dan malmiliki kemampuan yang handal dalam era informasi
ini. Dalam bebebrapa seminar, kreteria SDM TIK adalah mempunyai kemahiran
dalam
merekayasa
software:
membangun
menggunakan,
menilai
dan
melaksanakan sisitem informasi atau dengan kata l.ain harusmemiliki kemapuan
Hard Skill (penguasaan bahasa pemrograman penguasaan data bes/DBMS atau
midlware dan pengetahuan jaringan) dan softskill (kepemimpinan atau, garis
komunikasi metodologi pengembangan sisten dan kerjasama team).Isu ketiga:
Desain dan konten. Dengan kemajuan TIK kita dapat menikmati informasi dengan
cepat dan mudah. Desain dan konten dapat mempengaruhi pandangan kita dalam
berbagai aktifitas. Oleh karena itu, desain dan konten informasi harus benar-benar
diperhatikan sebab pengguna TIK sangat beragam dilihat dari usia, ras, jenis
kelamin, agama, budaya dan lainnya.
Beberapa etika yang harus diperhatikan dalam penggunaan TIK:
a) Menggunakan fasilitas TIK untuk melakukan hal yang bermanfaat
b) Tidak memasuki sistem informasi orang lain secara illegal.
c) Tidak memberikan user ID dan password kepada orang lain untuk masuk ke
dalam sebuah sistem. Tidak diperkenankan pula untuk menggunakan user ID
orang lain untuk masuk ke sebuah sistem.
d) Tidak mengganggu dan atau merusak sistem informasi orang lain dengan cara
apa pun.
e) Menggunakan alat pendukung TIK dengan bijaksana dan merawatnya dengan
baik.
f) Tidak menggunakan TIK dalam melakukan perbuatan yang melanggar hukum
dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
g) Menjunjung
tinggi
Hak
Atas
Kekayaan
Intelektual
(HAKI).
Misalnya,
pencantuman url website yang menjadi referensi tulisan kita baik di media cetak
atau elektronik
h) Tetap bersikap sopan dan santun walaupun tidak bertatap muka secara
langsung.
2016
7
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Peran Etika dalam bidang IT
Seperti yang kita ketahui perkembangan dunia IT berlangsung sangat cepat.
Dengan pekembangan tersebut diharapkan akan dapat mempertahankan dan
meningkatkan taraf hidup manusia. Banyak hal yang menggiurkan manusia untuk
dapat sukses dalam bidang it tetapi tidak cukup dengan mengandalkan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi, manusia juga harus menghayati secara mendalam
kode etik ilmu, teknologi dan kehidupan.
Banyak ahli telah menemukan bahwa teknologi mengambil alih fungsi mental
manusia, pada saat yang sama terjadi kerugian yang diakibatkan oleh hilangnya
fungsi tersebut dari kerja mental manusia. Perubahan yang terjadi pada cara berfikir
manusia sebagai akibat perkembangan teknologi sedikit banyak berpengaruh
terhadap pelaksanaan dan cara pandang manusia terhadap etika dan norma dalam
kehidupannya.
2016
8
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Jenis Isu Dalam Etika Teknologi Informasi
a) Isu privasi:
Rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor email, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera
tersembunyi).
Pengumpulan,
penyimpanan,
dan
penyebaran
informasi
mengenai berbagai individu/pelanggan dan menjualnya kepada pihak lain untuk
tujuan komersial. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan
sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada
pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
b) Isu akurasi:
Autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses.
Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan
kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan.
c) Isu properti:
Kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang
paling
umum
berkaitan
dengan
TI
adalah
perangkat
lunak.
Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan
merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual
lainnya seperti musik dan film.
d) Isu aksesibilitas:
hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya.
Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.
2016
9
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
Bertens, K, Etika, Gramedia, Jakarta, 2001
Effendy, Onong Uchyana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti,
Bandung, 1993
Katsoff, Louis O, Pengantar Filsafat, Tiara Wacana, Yogyakarta, 1996
Mangunhardjana, Isme-Isme Dalam Etika dari A-Z, Kanisius, Yogyakarta, 1997
Suseno, Franz Magnis, Etika Dasar Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral,
Kanisius, Yogyakarta, 1989
Soehoet, AM.Hoeta, Teori Komunikasi I, IISIP, Jakarta, 2002
Suriasumantri, Jujun S, Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar populer, Pustaka Sinar
Harapan, Jakarta, 2001
Sutarno, Alfonsus. Etiket Kiat Serasi Berelasi. Yogyakarta: Kanisius. 2008
Titus, Harold H,Smith, Nolan (alih bahasa) Rasjidi, Persoalan – Persoalan Filsafat,
Bulan Bintang, Jakarta, 1984
2016
10
Etika dan Filsafat Komunikasi
Christina Arsi Lestari, M.Ikom
Pusat Bahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download