httD://lDDommuikaltim.multiplv.com/ioumal/item/14/Sertifikasi dan

advertisement
kritisnya konsumen muslim terhadap
Dasar hukum terhadap label pangan halal
masih lemah, karena pencantuman label
halal produk pangan kemasan bersifat
sukarela dan diserahkan kepada
produsen.
Adanya anggapan proses serthlkasi mahal
serta prosedur lama, rumit dan berbelit-
pangan halal, menyebabkan banyak
produsen pangan tidak melakukan proses
produksi halal sesuai dengan ajaran
agama Islam.
D. Simpulan
berikut.
belit karena syarat-syarat yang harus
dipenuhi produsen dan adanya pihak
ketiga (calo) yang sengaja mengulur-ulur
1.
waktu sehingga memberi kesan sulit dan
Berdasarkanhasilpenelitian dan pembahasan
yang telah dilakukan, maka disimpulkan sebagai
Labelisasi halalatas produkpangan kemasan
belum memberikan perlindungan secara
harus dengan mengeluarkan biayamahal.
Kurangnya kesadaran hukum produsen
pangan kemasan terhadap adanya
kewajiban penerapan ketentuan produksi
secara halalsebagaimana kehalalanyang
dinyatakan dalam label untuk menciptakan kepastian hukum dan perlindungan
maksimal terhadap hak konsumen muslim,
yaknihak atas kenyamanan dalam mengkonsumsi barang, hak untuk memilih dan
mendapatkan barang yang sesuai kondisiserta
jaminan yang dijanjikan dan hak atas informasi
yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi
dan jaminan suatu barang. Halinikarena masih
masyarakat.
Kurang kritis dan lemahnya posisi tawar
konsumen muslim terhadap pemenuhan
produk pangan halal yang wajib di
konsumsinya,sehingga banyak produsen
pangan tidak melakukan proses produksi
halalsesuai dengan ajaran agama Islam.
terdapat pencantuman label halal yang
dilakukan oleh produsen pangan kemasan
tanpa mengajukan sertifikat halal terlebih
dahulu ke LPPOM MUI.
2.
Hambatan-hambatan dalam labelisasi halal
atas produk pangan kemasan dalam
memberikan perlindungan konsumen muslim
sebagai berikut.
DaftarPustaka
Anonim. 1996. Undang Undang Nomor7Tahun 1996 tentangPangan
-1999. Undang Undang Nomor 8Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
•2009. Undang Undang Nomor36 Tahun 2009tentang Kesehatan
•1999.,Peraturan Pemerintah Nomor 69Tahun 1999 tentang Label dan Man Pangan
Az Nasution. 2003. Aspek Hukum Perlindungan Konsumen Tinjauan Singkat UU Nomor8 Tahun 1999 LN
1999 Nomor. 44, Jakarta: MAPPIFH Ul.
Husni Syawali, 2000. Hukum Perlindungan Konsumen. Bandung: Mandar Maju.
httD://lDDommuikaltim.multiplv.com/ioumal/item/14/Sertifikasi dan Labelisasi Halal. [23 Februari 2011]
Ida Susanti. 2003. Aspek Hukum Dari Perdagangan Bebas. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Imam Al Ghazali. 2002. Benang TipisAntara Halal dan Haram. Surabaya: Putra Pelajar,
Janus Sidabalok. 2006. Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Mariam Darus Badruszaman. 1986. Perlindungan Konsumen DilihatDariSudutPerjanjian Baku. Jakarta
: Bina Cipta.
NHT. Siahaan. 2005. Hukum Konsumen. Jakarta: Panta Rei.
Shidarta. 2004. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Jakarta: Grasindo
SoerjonoSoekanto.2008. Faktor-FaktorYangMempengaruhiPenegakanHukum, Jakarta: PTRajaGrafindo
Persada.
Sudikno Mertokusumo. 2003. Mengenai Hukum Suatu Pengantar. Yogyakarta: Liberty.
Yustisla Edisi 83 Mei-Agustus 2011
LabelHalal pada Produk Pangan Kemasan... 29
Download