12 BAB 2 LANDASAN TEORI 2.1 Definisi Komunikasi Kata

advertisement
12
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi Komunikasi
Kata komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata
Latin communis yang berarti “sama”,communico,communicatio,atau communicare yang
berarti “membuat sama” to make common. Istilah pertama communis paling sering
disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar dari kata-kata Latin lainnya
yang mirip. Komunikasi menyarankan bahwa suatu pikiran,suatu makna,atau suatu
pesan dianut secara sama. (Mulyana, 2008 : 46)
Sehingga definisi komunikasi ialah tindakan atau perilaku mengirim pesan,ide,
dan pendapat dari seseorang ke orang lainnya. Menulis dan berbicara kepada masingmasing orang merupakan cara berkomunikasi. Setiap komunikasi terjadi pastinya
melibatkan jumlah orang yang berbeda. Untuk berkomunikasi dengan satu sama
lain,orang mengandalkan lima indra yaitu penglihatan, pendengaran, sentuhan,
penciuman dan perasa.
Fungsi-Fungsi Komunikasi : (Mulyana, 2008 : 5-34)
1. Fungsi Pertama: Komunikasi Sosial
2. Fungsi Kedua : Komunikasi Ekspresif
3. Fungsi Ketiga: Komunikasi Ritual
4. Fungsi Keempat : Komunikasi Instrumental
13
2.1.1. Unsur-Unsur Komunikasi
Berdasarkan definisi Lasswell komunikasi memiliki lima unsur,yaitu: (Mulyana, 2008 :
67,73,105)
Pertama, sumber (source). Sumber adalah pihak yang berinisiatif atau mempunyai
kebutuhan untuk berkomunikasi. Sumber boleh jadi seorang individu, kelompok,
organisasi, perusahaan bahkan suatu negara. Untuk menyampaikan pesan yang dibawa,
sumber harus mengubah pesan tersebut ke dalam seperangkat simbol verbal atau
nonverbal yang dapat dipahami oleh si penerima pesan. Proses ini disebut dengan
penyandian (encoding).
Kedua, Pesan. Apa yang dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan
merupakan seperangkat symbol verbal atau nonverbal yang mewakili perasaan, nilai,
gagasan atau maksud sumber tadi.
Ketiga, saluran atau media. Merupakan alat atau wahana yang digunakan sumber untuk
menyampaikan pesannya kepada penerima.
Keempat, penerima (receiver). Yakni orang yang menerima pesan dari sumber,
penerimaan pesan ini menerjemahkan atau menafsirkan seperangkat simbol verbal atau
nonverbal yang ia terima dari gagasan yang dapat ia pahami. Proses ini disebut
penyandian balik (decoding).
Kelima, efek. Apa yang terjadi pada penerima setelah ia menerima pesan tersebut,
misalnya apakah penambahan pengertahuan setelah menerima pesan tersebut, terhibur
atau adanya perubahan sikap.
14
2.2.
Komunikasi Massa
Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner
yaitu: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa komunikasi massa itu
harus menggunakan media massa.
Definisi komunikasi massa yang lebih terperinci dikemukakan oleh ahli
komunikasi lain, yaitu Gerbner. Menurut Gerbner (1967) “Mass communication is the
tehnologically and institutionally based production and distribution of the most broadly
shared continous flow of messages in industrial societies”. (Komunikasi massa adalah
produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang
berkelanjutan serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.
Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi masa itu menghasilkan
suatu
produk
berupa
pesan-pesan
komunikasi.
Produk
tersebut
disebarkan,
didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap,
misalnya harian, mingguan atau bulanan.
Dalam definisi Meletzke, komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk
komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran
teknis secara tidak langsung dan satu arah pada publik yang tersebar (Ardianto, et al,
2009: 3)
Secara garis besar, komunikasi massa dapat diartikan sebagai komunikasi dari
seseorang atau sekelompok orang melalui alat pengirim (medium) kepada khalayak
(Biagi, 2010: 9).
15
2.2.1. Ciri Komunikas Massa
Sebenarnya setiap definisi dari komunikasi massa itu secara prinsip mengandung
suatu makna yang sama, bahkan antara satu definisi dengan definisi lainnya dapat
dianggap saling melengkapi. Melalui definisi itu pula, kita dapat mengetahui
karakteristik komunikasi massa. Karakteristik komunikasi massa adalah sebagai berikut:
1. Komunikator Terlembagakan
Ciri komunikasi massa yang pertama adalah komunikatornya. Seperti yang sudah
diketahui sebelumnya bahwa komunikasi massa itu menggunakan media massa, baik
media cetak atau media elektronik. Komunikasi juga melibatkan lembaga, dan
komunikatornya bergerak dalam organisasi yang kompleks.
2. Pesan Bersifat Umum
Komunikasi massa itu bersifat terbuka, artinya komunikasi massa itu ditujukan untuk
semua orang dan tidak ditujukan untuk sekelompok orang tertentu. Oleh karenanya,
pesan komunikasi massa bersifat umum.
Pesan komunikasi massa dapat berupa fakta, peristiwa atau opini namun tidak semua
fakta dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita dapat dimuat dalam media massa. Pesan
komunikasi massa yang dikemas dalam bentuk apa pun harus memenuhi kriteria penting
atau menarik, atau penting sekaligus menarik, bagi sebagian besar komunikan. Dengan
demikian, kriteria pesan yang penting dan menarik itu mempunyai ukuran tersendiri
3. Komunikannya Anonim dan Heterogen
Komunikan pada komunikasi massa bersifat anonim dan heterogen. Sedangkan dalam
komunikasi massa, komunikator tidak mengenal komunikan (anonym) karena,
komunikasinya menggunakan media dan tidak tatap muka.
16
Di samping anonim, komunikan komunikasi massa adalah heterogen karena, terdiri dari
berbagai lapisan masyarakat yang berbeda, yang dapat dikelompokkan berdasarkan
factor: usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, latar belakang budaya, agama dan
tingkat ekonomi.
4. Media Massa Menimbulkan Kesempakan
Kelebihan komunikasi massa dibandingkan dengan komunikasi lainya adalah jumlah
sasaran khalayak atau komunikan yang dicapainya relatif banyak dan tidak terbatas.
Bahkan lebih dari itu, komunikan yang banyak tersebut secara serempak pada waktu
yang bersamaan memperoleh pesan yang sama pula.
Effendy (1981) mengartikan kesempakan media massa itu sebagai keserempakan kontak
dengan sejumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator dan penduduk
tersebut satu sama lainnya berada dalam keadaan terpisah.
5. Komunikasi Mengutamakan Isi Ketimbang Hubungan.
Salah satu prinsip komunikasi adalah bahwa komunikasi mempunyai dimensi isi dan
dimensi hubungan (Mulyana,2000:99). Dimensi ini menunjukkan bagaimana cara
mengantarkannya, yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta
komunikasi itu.
Dalam konteks komunikasi massa, komunikator tidak harus selalu kenal dengan
komunikannya, dan sebaliknya. Yang penting, bagaimana seorang komunikator
menyusun pesan secara sistematis, baik, sesuai dengan jenis medianya, agar
komunikannya bisa memahami isi pesan tersebut.
6. Komunikasi Massa Bersifat Satu Arah
Selain ada ciri yang merupakan keunggulan komunikasi massa dibandingkan dengan
komunikasi lainnya, ada juga ciri komunikasi massa yang merupakan kelemahnnya.
17
Karena komunikasinya melalui media massa, maka komunikator dan komunikannya
tidak dapat melakukan kontak langsung. Komunikator aktif menyampaikann pesan,
komunikan pun aktif menerima pesan, namun diantara keduanya tidak dapat melakukan
dialog sebagaimana halnya terjadi dalam komunikasi atarpersonal. Dengan kata lain,
komunikasi massa itu bersifat satu arah.
7. Stimulasi Alat Indra Terbatas
Ciri komunikasi massa lainnya yang dapat dianggap salah satu kelemahannya adalah
stimulasi alat indra yang terbatas. Pada komunikasi antarpesonal yang bersifat tatap
muka, maka seluruh alat indra pelaku komunikasi, komunikator dan komunikan dapat
digunakan secara maksimal.
Kedua belah pihak dapat melihat, mendengar secara langsung, bahkan mungkin
merasakan. Dalam komunikasi massa, stimulasi alat indra bergantung pada jenis media
massa.
Pada surat kabar dan majalah, pembaca hanya melihat, pada radio siaran dan rekaman
auditif khalayak hanya mendengar, sedangkan pada media televisi dan film kita
menggunakan indra penglihatan dan pendengaran.
8. Umpan Balik Tertunda dan Tidak Langsung
Feedback meruapakan factor penting dalam proses komunikasi antarpersonal,
komunikasi kelompok dan komunikasi massa. Efektivitas komunikasi seringkali dapat
dilihat dari feedback yang disampaikan oleh komunikan.
Dalam proses komunikasi massa, feedback bersifat tidak langsung dan tertunda. Artinya,
komunikator komunikasi massa tidak dapat dengan segera mengetahui bagaimana reaksi
khalayak terhadap pesan yang disampakaiannya.
18
2.3.
Media Massa
Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan kepada
khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis seperti surat
kabar, televisi, radio, dan film. Media massa yaitu sarana atau saluran resmi sebagai alat
komunikasi untuk menyampaikan pesat kepada masyarakat luas.
Media massa memberi informasi dan membantu masayarakat luas untuk
mengetahui secara jelas tentang dunia sekelilingnya kemudian menyimpannya dalam
ingatan masyarakat. Media massa berguna sebagai pengawas bagi masyarakat untuk
mengajukan perbandingan dari apa yang kita lihat dan kita dengar, tentang dunia lain di
luar lingkungan masyarakat hidup. Media massa sejak awal sebenarnya melakukan tugas
kemudian membagikan informasai yang diinginkan masyarakat pada umumnya.
Secara umum saluran komunikasi dibedakan atas saluran media massa (Mass
Media Channels) dan saluran antarpribadi (Interpersonal Channels). Saluran media
massa seperti radio, televisi, surat kabar, majalah dan sebagainya yang memungkinkan
suatu sumber terjadi dari seseorang/beberapa orang untuk menjangkau khalayak yang
banyak.
Manfaat Media Massa: (Zulkarimein Nasution 2004:2.10)
1. Menjangkau satu khalayak yang luas dan cepat
2. Menciptakan pengetahuan dan penyebaran informasi
3. Mengarahkan perubahan pada sikap yang di anut
19
2.4.
Televisi
Televisi merupakan media komunikasi yang menyediakan berbagai informasi
yang update, dan menyebarkannya kepada khalayak umum. Dalam Baksin (2006: 16)
mendefinisikan bahwa: “Televisi merupakan hasil produk teknologi tinggi (hi-tech) yang
menyampaikan isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak. Isi pesan audiovisual gerak
memiliki kekuatan yang sangat tinggi untuk mempengaruhi mental, pola pikir, dan
tindak individu”.
2.5.
Program Televisi
Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai program yang jumlahnya
sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya apa saja bisa dijadikan
program untuk ditayangkan di televisi selama program itu menarik dan disukai audien,
dan selama tidak bertentangan dengan kesusilaan, hukum dan peraturan yang berlaku.
Pengelola stasiun penyiaran dituntut untuk memiliki berbagai program yang menarik.
Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar
berdasarkan jenisnya yaitu : 1) program hiburan (entertainment) dan; 2) program
informasi (berita). Program informasi kemudian dibagi lagi menjadi dua jenis, yaitu
berita keras (hard news) yang merupakan laporan berita terkini yang harus segera
disiarkan dan berita lunak (soft news) yang merupakan kombinasi dari fakta, gossip, dan
opini. Sementara program hiburan terbagi atas tiga kelompok besar, yaitu musik, drama
permainan (game show), dan pertunjukan.
Menurut vane-gross (1994) menentukan jenis program berarti menentukan atau
memilih daya tarik (appeal) dari suatu program. Adapun yang dimaksud dengan daya
tarik di sini adalah bagaimana suatu program mampu menarik audiennya. Menurut
20
Vane-Gross : the programmers must select the appeal through wich the audience will be
reached (programmer harus memilih daya tarik yang merupakan cara untuk meraih
audien). Edwin T. Vane, Lynne S. Gross; Programming for TV, Radio and Cable, Focal
Press, Boston, London, 1994.
Selain pembagian jenis program berdasarkan skema di atas. Terdapat pula
pembagian program berdasarkan apakah suatu program itu bersifat faktual atau fiktif
(fictional). Program factual antara lain meliputi: program berita, dokumenter, atau reality
show. Sementara program yang bersifat fiktif antara lain program drama atau komedi.
Gambar .2.1
Jenis Program Televisi
Hard News
(straight news, features, infotainment)
Informasi
Soft News
(current affairs, magazines, talk show, documentary)
Program TV
Musik
Drama
(sinetron, film cartoon)
Quiz
Hidden Camera
Ketangkasan
Competition Show
Reality Show
Relationship Show
Hiburan
Permainan
Pertunjukan
(sulap, lawak, taqrian, dll)
Fly on the wall
Sumber : Morissan, 2009: 148
Mistik
1. Program Hiburan
Segala bentuk siaran yang dibertujuan untuk menghibur audien dalam bentuk
musik, lagu, cerita dan permainan yang termasuk dalam ketegori hiburan adalah
drama, musik, dan permainan (game). Program yang termasuk dalam katagori
21
hiburan adalah drama, permainan, music dan pertunjukan.
(a) Drama adalah pertunjukan (show) yang menyajikan cerita mengenai
kehidupan atau karakter seseorang atau beberapa orang (tokoh) yang
diperankan oleh pemain (artis) yang melibatkan konflik dan emosi. Program
televisi yang termasuk dalam program drama adalah sinetron dan film.
(b) Program permainan (game show) adalah berbagai program yang memberi
hadiah uang dalam jumlah besar selalu menarik minat audien yang menjadi
pemenang kepada audien.
(c) Program Music dapat ditampilkan dalam dua format, yaitu videoklip atau
konser. Program Music berupa konser dapat dilakukan di lapangan (outdoor)
ataupun di dalam studi (indoor).
(d) Pertunjukan adalah program yang menampilkan kemampuan (performance)
seseorang atau beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio maupun luar
studio, di dalam ruangan (indoor) ataupun di luar ruangan (outdoor).
2. Program Informasi
Program informasi adalah segala jenis siaran yang tujuannya untuk
memberikan tambahan pengetahuan (informasi) kepada khalayak audien. Daya
tarik program ini adalah informasi, dan informasi itulah yang “dijual” kepada
audien. Dengan demikian, program informasi tidak hanya melulu program berita
dimana presenter atau penyiar membacakan berita tetapi segala bentuk penyajian
informasi termasuk juga talk show (perbincangan), misalnya wawancara dengan
artis, orang terkenal atau dengan siapa saja. Program informasi dapat dibagi
menjadi dua bagian besar, yaitu berita keras (hard news) dan berita lunak (soft
22
news).
(1) Berita lunak adalah sebuah program berita yang menyajikan informasi
penting dan menrik yang disampaikan secara mendalam (indepth) namun
tidak bersifat harus segera ditayangkan. Berita yang masuk dalam katagori ini
ditayangkan pada satu program tersendiri di luar program berita. Program
yang masuk ke dalam katagori berita lunak ini adalah : current, magazine,
documenter, dan talk show.
(2) Berita keras segala jenis informasi penting dan/atau menarik yang harus
segera disiarkan oleh media penyiaran karena sifatnya yang harus segera
ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya. Berita keras
disajikan dalam suatu program berita yang berdurasi mulai dari beberapa
menit saja (misalnya breaking news) hingga program berita yang berdurasi
30 menit, bahkan satu jam. Berita keras dibagi ke dalam beberapa bentuk
berita yaitu : straight news, features, dan infotainment.
2.6.
Pengertian organisasi
Ada bermacam-macam pendapat mengenai apa yang dimaksud dengan
organisasi. Schein (1982) mengatakan bahwa organisasi adalah suatu koordinasi rasional
kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian
kerja dan fungsi melalui hierarki otoritas dan tanggungjawab. Schein juga mengatakan
bahwa organisasi mempunyai karakteristik tertentu yaitu mempunyai mempunyai
struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian lain dan tergantung
kepada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi
23
tersebut. Sifat tergantung antara satu bagian dengan bagian lain menandakan bahwa
organisasi yang dimaksudkan schein ini adalah merupakan suatu system.
Selanjutnya kochler(1967) mengatakan bahwa organisasi adalah system
hubungan yang terstruktur yang mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk
mencapai tujuan tertentu. Lain lagi dengan pendapat wright (1977); dia mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu bentuk system terbuka dari aktivitas yang
dikoordinasikan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Walaupun ketiga pendapat mengenai organisasi tersebut kelihatannya berbedabeda perumusannya tapi ada 3 hal yang sama-sama dikemukakan yaitu : organisasi
merupakan suatu system, mengkoordinasi aktivitas dan mencapai tujuan bersama atau
tujuan umum. Dikatakan merupakan suatu system karena organisasi itu terdiri dari
berbagai bagian yang saling tergantung satu sama lain. Bila satu bagian terganggu maka
akan ikut berpengaruh pada bagian lain. Misalnya kita lihat organisasi sekolah. Di
sekolah ada beberapa komponen diantaranya guru, murid, dan fasilitas. Bila para
komponen guru mendapat gangguan misalnya tidak datang ke sekolah atau sakit maka
akan berpengaruh kepada anak-anak yang menjadikan mereka tidak dapat belajar begitu
juga halnya fasilitas belajar tidak jadi digunakan.
2.7.
Struktur Organisasi
Tidak ada standar baku yang berlaku umum atas struktur organisasi suatu stasiun
penyiaran. Struktur organisasi itu sangat tergantung pada skala kegiatan. Organisasi
stasiun penyairan biasanya terdiri atas beberapa bagian atau departemen. Suatu
departemen pada suatu stasiun penyiaran biasanya dipimpin oleh seorang manajer atau
direktur yang membawahi sejumlah manajer. Semua direktur departemen harus selalu
24
melaporkan perkembangan pekerjaannya kepada direktur utama. Para manajer
merupakan asisten dari direktur bidang atau direktur departemen. Direktur departemen
biasanya dipilih dari manajer senior yang ada di departemen itu. Direktur
bertanggungjawab kepada direktur utama. Budaya setempat akan menentukan sebutan
apa yang cocok bagi jabatan / posisi tersebut.
Dengan demikian, struktur organisasi setiap stasiun penyiaran komersial atau
nonkomersial biasanya terdiri atas empat bagian yang sesuai dengan fungsinya masingmasing. Istilah yang digunakan untuk menunjukkan fungsi bagian masing-masing itu
umumnya juga sama untuk setiap media penyiaran. (beberapa stasiun penyiaran di
amerika menggunakan istilah pengembangan development untuk bagian sales.
25
Gambar. 2.2. Organisasi Penyiaran Kecil
MANAGER UMUM
TEKNIK
PROGRAM
PEMASARAN
ADMINISTRASI
Pemberitaan
Produksi
Sumber : Morissan, 2009: 148
Gambar. 2.3. Organisasi Penyiaran Besar
MANAGER UMUM
TEKNIK
PROGRAM
PEMBERITAAN
PRODUKSI
PEMASARAN
Staff Teknik
Reporter
Sutradara
Staf Pemasaran
Pemeliharaan
Editor
Produser
Promosi
Writer
Staf Produksi
Sumber : Morissan, 2009: 148
ADMINISTRASI
26
2.8.
Komunikasi Organisasi
Redding dan Sanborn mengatakan bahwa komunikasi organisasi adalah
pengiriman dan penerimaan informasi dalam organisasi yang kompleks. Yang termasuk
dalam bidang ini adalah komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan
pengelola, komunikasi downward atau komunikasi dari atasan kepada bawahan,
komunikasi upward atau komunikasi dari bawahan kepada atasan, komunikasi
horizontal atau komunikasi dari orang-orang yang sama level/tingkatannya dalam
organisasi, ketrampilan berkomunikasi dan berbicara, mendengarkan, menulis dan
komunikasi evaluasi program.
Katz dan Kahn mengatakan bahwa komunikasi organisasi merupakan arus
informasi, pertukaran informasi dan pemindahan arti di dalam suatu organisasi. Menurut
Katz dan Kahn organisasi adalah sebagai suatu system terbuka yang menerima energi
dari lingkungannya dan mengubah energi ini menjadi produk atau servis dari system dan
mengeluarkan produk atau servis ini kepada lingkungan. Namun untuk kunci dari
definisi-defisini komunikasi organisasi yang sudah ada, Goldhaber(1986) memberikan
definisi komunikasi organisasi berikut, “organizational communications is the process
of creating and exchanging messages within a network of interpendent relationship to
cope with environmental uncertaintly.” Atau dengan kata lain komunikasi organisasi
adalah proses menciptakan dan saling menukar pesan dalam satu jaringan yang tidak
pasti atau yang selalu berubah-ubah. Definisi ini mengandung tujuh konsep kunci yaitu
proses, jaringan, saling tergantung, hubungan, lingkungan, dan ketidakpastian.
27
2.9.
STRATEGI
Menurut Kotler (2003, p10) sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai oleh
unit bisnis; strategi adalah rencana permainan untuk mencapainya. Setiap bisnis harus
merancang strategi untuk mencapai sasarannya, yang terdiri dari strategi pemasaran, dan
strategi teknologi serta strategi penetapan sumber yang cocok.
2.10.
MANAJEMEN
Manajemen mempunyai tiga arti, yang pertama manajemen sebagai suatu proses,
yang kedua manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen, dan yang ketiga manajemen sebagai sebuah seni dan sebagai suatu ilmu.
Manulang (2004, p1). Manajemen juga berarti memilih bagaimana mencari sumbersumber manusia yang dipakai secara efektif untuk mencapai suatu tujuan yang
diyatakan. Manajemen sebagai suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan
bimbingan atau pengarah suatu kelompok orang-orang kearah tujuan organisasional atau
maksud-maksud yang nyata.
Manajemen adalah sebuah proses pengkoordinasian kegiatan-kegiatan pekerjaan
sehingga pekerjaan tersebut terselesaikan secara efektif dan efesien dengan dan melalui
orang lain. Dimana arti dari efektifitas digambarkan sebagai melakukan segala sesuatu
secara benar, dan efesiensi itu sendiri adalah memperoleh output terbesar dengan input
terkecil. Robbins dan Coutler (2004, p5). Sedangkan Schoderbek , Cosier, dan Alpin,
memberikan definisi manajemen sebagai: A Process of achiefing organizational goal
through others (suatu proses untuk mecapai tujuan organisasi melalui pihak-pihak lain).
Peter P. Schoderbek, Richard A. Cosier, dan John C. Alpin, Management Systems:
Conceptual Considerations, 3rd Edition, Bussiness Publication, 1985, hlm. 8.
28
2.10.1. TINGKATAN MANAJEMEN
Manajemen bukan hanya terkait dengan orang-orang yang berada pada puncak
organiasasi atau pimpinan perusahaan saja, melainkan setiap orang yang berada pada
level manajer pun melakukan kegiatan untuk mengarahkan tindakan dan upaya orang
lain dalam mencapai suatu tujuan perusahaan.
1. Manajer tingkat bawah (lower level manajer); manajer pada tingkat ini
bertugas mengawasi secara dekat pekerjaan rutin karyawan yang berada
dibawah naungannya. Manajer tingkat bawah bertanggungjawab kepada
manajer tingkat mengengah. Misalnya pada stasiun televisi, manajer produksi
bertanggungjawab kepada manajer program.
2. Manajer tingkat menengah (middle manager); bertanggungjawab untuk
melaksanakan kegiatan tertentu sebagai bagian dari proses untuk mencapai
tujuan utama perusahaan. Manajer menengah dapat meliputi beberapa
tingkatan dalam suatu organisasi. Para manajer menengah membawahi dan
mengarahkan kegiatan manager-manager lainnya dan kadang-kadang juga
karyawan oprasional. Sebutan lain dari manajer tingkat menengah adalah
manajer departemen, kepala pengawas (superintendents) dan sebagainya.
Contoh pada stasiun penyiaran, kepala departemen penjualan, berita, teknik,
dan bisnis merupakan manajer tingkat menengah.
3. Manajer puncak (top manager); manajer yang mengkoordinasikan kegitan
perusahaan serta memberikan arahan dan petunjuk umum untuk mencapai
tujuan perusahaan. Klasifikasi manajer tertinggi ini terdiri dari sekelompok
kecil eksekutif. Manajemen puncak bertanggung jawab atas keseluruhan
29
manajemen ogranisasi. Sebutan khas bagi manajer puncak adalah direktur
atau presiden direktur.
2.10.2. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN
Fungsi-fungsi manajemen terdiri dari empat fungsi dasar dan paling penting,
yaitu: merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan. Dimana artiarti dari fungsi-fungsi manajemen berdasarkan pendapat Robbins dan Coutler (2004: 7)
adalah sebagai berikut:
1. Merencanakan. Fungsi manajemen yang mencakup proses mendefinisikan
sasaran, menetapkan strategi untuk mencapai sasaran tersebut. Juga menyusun
rencana untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan sejumlah kegiatan.
2. Mengkoordinasikan. Fungsi menajemen yang mencakup proses menentukan
tugas apa yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagimana cara
mengelompokan tugas-tugas itu, siapa harus melapor kepada siapa, dan dimana
keputusan harus dibuat.
3. Memimpin.
Fungsi
manajemen
yang
mencakup
memotivasi
bawahan,
mempengaruhi individu atau tim sewaktu mereka bekerja, memiliki saluran
komunikasi yang paling efektif, dan memecahkan masalah perilaku karyawan
dengan berbagai cara.
4. Mengendalikan. Fungsi manajemen yang mencakup memantau kinerja aktual,
membandingkan kinerja actual tersebut dengan standar, dan membuat koreksinya
jika diperlukan.
30
2.10.3. Peran Manajemen
Berdasarkan pendapat Robbins dan coutler (2004, p9) peran manajemen
mengacu kepada katagori-katagori tertentu dalam perilaku manajerial. Ada tiga peran
yang terkait dalam peran manajeman, yaitu:
1. peran antarpribadi. Peran manajerial yang melibatkan orang dan tugas lain yang
bersifat seremonial dan simbolis.
2. Peran informasional. Peran manajerial yang meliputi menerima, mengumpulkan
dan menyebarkan informasi.
3. Peran pengambilan keputusan. Peran manajerial yang berkisar seputar membuat
pilihan dan mengambil keputusan.
2.11.
Kerangka Pemikiran
Gambar .2.4 Kerangka Pemikiran.
Tahap Pra Produksi Jurnal 19 di Binus TV Teori Komunikasi Organisasi dan Fungsi Manajemen Merencanakan Mengkoordiansikan
Memimpin Pra Produksi Program
Mengendalikan 31
Penulis menganalisis komunikasi yang terjadi pada tahap Pra Produksi Jurnal 19
dengan aspek: Merencanakan, Mengkoordinasikan, Memimpin, Mengendalikan.
Keempatnya akan memberikan output yang berbeda pada hasil. Penulis dapat
menyajikan data, aspek mana yang perlu ditingkatkan agar produksi berjalan dengan
lancar.
Download