14 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Teori Umum 2.1.1

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1.
Teori Umum
2.1.1.
Komunikasi
A. Definisi
Hakikat komunikasi adalah proses pernyataan antarmanusia. Yang
dinyatakan itu adalah pikiran atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan
menggunakan bahasa sebagai alat penyalurnya.
Dalam “bahasa” komunikasi pernyataan dinamakan pesan(message),
orang yang menyampaikan pesan disebut komunikator (communicator)
sedangkan orang yang menerima pernyataan diberi nama komunikan
(communicatee). Untuk tegasnya, komunikasi berarti proses penyampaian
pesan oleh komunikator kepada komunikan, jika dianalisis pesan komunikasi
terdiri dari dua aspek, pertama isi pesan (the content of the message), kedua
lambang (symbol). Konkretnya isi pesan itu adalah pikiran atau perasaan,
lambang adalah bahasa. (Prof.Onong Uchjana Effendy., 2003: 28)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah proses
pengiriman pesan yang dilakukan oleh satu orang atau lebih yang disampaikan
dengan maksud tujuan tertentu dan adanya feedback atau umpan balik.
14
15
Untuk mengetahui lebih jauh definisi komunikasi, Prof. Onong Uchjana
Effendy memaparkan definisi komunikasi menurut pakar-pakar komunikasi,
yaitu sebagai berikut ini:
1. Harrold Lasswell
Para spesialis komunikasi tidaklah cukup memiliki keterampilan
dalam melakukan survei, analisis, isi. Atau kegiatan teknik
lainnya. Profesi yang sejati dapat dikatakan keterampilan yang
dilengkapi dengan pencerahan. Dalam kasus komunikas, kondisi,
dan proyeksi dari keseluruhan proses. Ini juga mencakup
kapasitas dan menemukan dalam mengevaluasi kebijaksanaan
dalam penyelesaian tujuan-tujuan yang dianggap dasariah
2. Kurt Lewin
Kita dewasa ini mengenal pemikirannya mengenai “gatekeeping”,
“group dynamics” dan “consistency theory” melalui muridmuridnya yang menampilkan berbagai teori komunikasi yang
bersumber dari pemikiran Lewin; diantaranya dapat disebut disini
Festinger dengan “The Theory of Cognitive Dissonance”, Heider
dengan “balance Theory, Newcomb dengan “A-B-X Model”,
Osgood dan Tannembaum dengan “Congruity Theory”. Dan
banyak lagi.Lewin mencanangkan dinamika kelompok dengan
memfokuskan kepada masalah komunikasi kelompok sebagai
sarana untuk memperoleh pemahaman bagaimana orang-orang
dipengaruhi oleh kelompoknya. Bagaimana tipe kepemimpinan
16
otoriter dan demokratik mempengaruhi produktivitas kelompok?
Bagaimana
keterkaitan
mempengaruhi
seseorang
kesesuaian
orang
pada
suatu
tersebut
kelompok
dengan
norma
kelompoknya?. Lewin oleh para sarjana komunikasi dewasa ini
lebih dikenal karen akonsep gatekeepingnya, yakni proses
pengendalian arus pesan dalam saluran komunikasi. Dewasa ini
konsep
gatekeeping
digunakan
secara
luas
dalam
ilmu
komunikasi, terutama dalam komunikasi organisasional.
3. Paul Lazarsfeld
Lazarsfeld terpengaruhi oleh pemikiran Freud yang menyebabkan
ia berminat untuk melakukan studi terhadap sumber-sumber
perilaku. Dalam melakukan penelitiannya ia menggunakan
pedoman empirisme. Oleh karena metode penelitiannya tentang
pengukuran dan pengambilan sampel semakin berkembang, maka
ilmu komunikasi semakin mendapat penghargaan dari disiplin
ilmu sosial lainnya.
(Prof.Onong Uchjana Effendy.,M.A., 2003:16-21)
Maka peneliti menyimpulkan bahwa masing-masing bapak
komunikasi mempunyai cara masing-masing dalam meneliti
komunikasi tetapi tujuan dari komunikasi sama yaitu manusia
tidak bisa hidup sendiri (individual), manusia harus hidup
bermasyarakat demi kelangsungan hidupnya, keamanan hidupnya,
maupun keturunannya.
17
B.Model Komunikasi
A. Lasswell’s Model (Model Lasswell)
Lasswell
menyatakan
bahwa
cara
yang
terbaik
untuk
menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan :
Siapa Mengatakan Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa
Dengan Efek Apa.
Adapun fungsi komunikasi menurut Lasswell adalah sebagai
berikut:
a. The surveillance of the invironment (pengamatan lingkungan)
yaitu kegiatan mengumpulkan dan menyebarkan informasi
mengenai peristiwa-peristiwa dalam suatu lingkungan.
b. The correlation of the parts of society in responding to the
environment (korelasi kelompok-kelompok dalam masyarakat
ketika menanggapi lingkungan) yaitu interpretasi terhadap
informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan.
c. The transmission of the social heritage from one generation to
the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke
generasi
yang
lain)
difokuskan
kepada
kegiatan
mengkomunikasikan informasi, nilai, dan norma sosial dari
generasi yang satu ke generasi yang lain atau dari anggota
suatu kelompok kepada pendatang baru. Ini sama dengan
kegiatan pendidikan.
18
(Prof.Onong Uchjana Effendy., 2003:253-254)
Berdasarkan uraian diatas maka dapat peneliti simpulkan
bahwa dalam proses komunikasi lasswell mempelajari
kejadian-kejadian yang ada di lingkungan dengan mempelajari
prosesnya dan masyarakatnya.
C. Fungsi Komunikasi
a. Menginformasikan (to inform)
b. Mendidik (to educate)
c. Menghibur (to entertain)
d. Mempengaruhi (to influence)
(Prof.Onong Uchjana Effendy., 2003:55)
Deddy Mulyana mengemukakan empat fungsi komunikasi
yang diciptakan oleh William I. Gorden, yaitu: (Mulyana, 2008:538)
1. Komunikasi Sosial
Fungsi ini mengisyaratkan bahwa komunikasi penting untuk
membangun
kelangsungan
konsep
hidup,
diri
kita,
untuk
aktualisasi
memperoleh
diri,
untuk
kebahagiaan,
terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat
komunikasi yang menghibur, dan memupuk hubungan dengan
orang lain. Di sisi lain, komunikasi merupakan mekanisme
untuk mensosialisasikan norma-norma budaya masyarakat,
baik secara horizontal, dari suatu masyarakat kepada
19
masyarakat lainnya, ataupun secara vertical, dari suatu
generasi ke generasi berikutnya. Pada sisi lain, budaya
menetapkan norma-norma (komunikasi) yang dianggap sesuai
untuk suatu kelompok.
2. Komunikasi Ekspresif
Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan mempengaruhi
orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut
menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan
(emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut dikomunikasikan
terutama melalui pesan-pesan non-verbal.
3. Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu
komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan
sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para
antropolog sebagai rites of passage. Kegiatan ritual
memungkinkan para pesertanya berbagi komitmen emosional
dan menjadi perekat bagi kepaduan mereka, juga sebagai
pengabdian kepada kelompok.
4. Komunikasi Instrumental
Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum:
menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap
dan keyakinan, dan mengubah perilaku atau menggerakan
20
tindakan, dan juga menghibur. Bila diringkas, maka kesemua
tujuan tersebut dapat disebut membujuk (bersifat persuasif).
Oleh karena itu maka peneliti simpulkan bahwa beraneka ragam fungsi
komunikasi yang ada diatas, sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari
masyarakat dalam menjalankan aktifitasnya. Kaitannya dengan penelitian yang
sedang diteliti ini yang dimaksud dengan sumber adalah program acara
Indonesian Idol episode audisi dimana pesan yang disampaikan akan dikonsumsi
oleh masyarakat luas. Saluran yang digunakan adalah media elektronik yaitu
televisi melalui stasiun RCTI . Sedangkan komunikannya adalah penonton
program acara Indonesian Idol episode audisi yaitu mahasiswa Bina Nusantara
jurusan Marketing Komunikasi 2014. Yang dimaksud dengan efek dari
komunikasi ini adalah minat penonton dalam menonton program tersebut.
Dengan uraian penelitian diatas jika dikaitkan dengan unsur-unsur tersebut,
masalah penelitian terletak pada efek yang berupa minat dari penonton. Efek
yang timbul dari pesan beraneka ragam disebarkan oleh komunikator melalui
media massa di program acara Indonesian Idol episode audisi kepada komunikan
sebagai sasaran komunikasi.
21
2.1.2. Komunikasi Massa.
a. Definisi
Komunikasi massa adalah suatu proses dimana suatu
organisasi yang kompleks dengan bantuan satu atau lebih mesin
memproduksi dan mengirimkan pesan kepada khalayak yang
besar, heterogen, dan tersebar.
Bentuk komunikasi massa hampir sama dengan bentuk
komunikasi yang lainnya, yang mana sedikitnya memiliki enam
unsur, yakni komunikator (penyampai pesan), pesan, media
komunikan (penerima pesan), efek, dan umpan balik.(Ardianto,
2004:1).
Wilbur
schramm
mengatakan
bahwa
untuk
berlangsungnya suatu kegiatan komunikasi, minimal diperlukan 3
komponen
yaitu
source/komunikator,
message/pesan
dan
destination/komunikan. Proses komunikasi pada hakekatnya
merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang berarti,
yang dilakukan melalui saluran
(channel), biasanya dikenal
dengan media printed (press), media auditif (radio), media visual
(gambar,lukisan) atau media audio visual (televisi dan film). Yang
dimaksud media disini adalah alat yang dapat digunakan untuk
mencapai massa (sejumlah orang tidak terbatas).(Karlinah, 2000).
Dari uraian tersebut maka peneliti simpulkan bahwa
komunikasi massa merupakan suatu proses dimana komunikator
22
menggunakan media massa untuk menyebarluaskan informasi
terhadap khalayak dalam jumlah banyak yang dapat menimbulkan
public opini yang berbeda-beda dan beraneka ragam, dapat
berdampak positif maupun negatif.
Harold D Laswell yang sangat terkenal dengan teori dan
penelitian komunikasi massa. Mengungkapkan suatu formula
dalam menentukan scientific study dari suatu proses komunikasi
massa dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
Tabel 2.1. Tabel scientific study
WHO
SAYS WHAT
IN WHICH
TO
WITH
CHANNEL
WHOM
WHAT
EFFECT
Siapa
Pesan/informasi Media
Kepada
Efek
siapa
Komunikator Pesan
Media
Penerima
Efek
Control
Analisa
Analisa
Analisa
media
khalayak
efek
studies
Analisa media
23
Penjelasan diatas menunjukkan bahwa sumber informasi
menciptakan sebuah pesan untuk dikomunikasikan. Pesan diubah
kedalam bentuk sinyal sesuai dengan saluran yang akan digunakan.
Pesan yang diterima diteruskan melalui saluran kepada penerima.
Saluran adalah media massa yang dapat menyalurkan isyarat dari
pemancar kepada penerima. (effendy, 1993:37)
b. Fungsi komunikasi massa
Apabila komunikasi massa dipandang dari arti yang lebih luas
tidak hanya diartikan sebagai pertukaran berita dan pesan, tetapi
sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai tukar-menukar
data, fakta, dan akan fungsinya dalam setiap sistim sosial adalah sbb:
(Widjaja, 2002:64-66)
1. Informasi.
Pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan, penyebaran,
berita, data, gambar, fakta dan pesan, opini, dan komentar yang
dibutuhkan agar orang dapat mengerti dan beraksi secara jelas
terhadap kondisi internasional, lingkungan, dan orang lain, dan
agar dapat mengambil keputusan yang tepat.
2. Sosialisasi.
Penyediaan
sumber
ilmu
pengetahuan
yang
memungkinkan orang bersikap dan bertindak sebagai anggota
masyarakat yang efektif yang menyebabkan ia sadar akan fungsi
sosialnya sehingga ia dapat aktif dalam masyarakat.
24
3. Motivasi.
Menjelaskan tujuan setiap masyarakat jangka pendek
maupun
jangka
panjang,
mendorong
orang
menentukan
pilihannya dan keinginannya serta kegiatan individu dan
kelompok yang akan dikejar.
4. Perdebatan dan diskusi.
Menyediakan dan saling tukar menukar antara fakta yang
diperlukan untuk memungkinkan persetujuan atau penyelesaian
perbedaan pendapat mengenai masalah publik.
5. Pendidikan.
Pengalihan
ilmu
pengetahuan
sehingga
mendorong
perkembangan intelektual, pembentukan watak, pendidikan
keterampilan, dan kemahiran yang diperlukan pada semua bidang
kehidupan.
6. Memajukan Kehidupan.
Penyebarluasan hasil kebudayaan dan seni dengan maksud
melestarikan warisan masa lalu, perkembangan kebudayaan,
membangun imajinasi dan mendorong kreatifitas serta kebutuhan
estetika-nya.
25
7. Hiburan.
Penyebar luasan sinyal, symbol, suara dan citra dari
drama, tari, kesenian, musik, dsb, untuk rekreasi dan kesenangan
kelompok dan individu.
8. Integrasi.
Menyediakan bagi bangsa, kelompok, dan individu
kesempatan memperoleh berbagai pesan yang diperlukan mereka
agar dapat saling kenal dan mengerti serta menghargai kondisi,
pandangan, dan keinginan orang lain.
Tabel 2.2 Fungsi Komunikasi Massa Alexis S. Tan
No
Tujuan komunikator
1.
Memberi informasi
Tujuan Komunikan
Mempelajari ancaman dan peluang, memahami
lingkungan, menguji kenyataan, meraih keputusan.
Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang
2.
Mendidik
berguna memfungsikan dirinya secara efektif
dalam masyarakatnya, mempelajari nilai, tingkah
laku
yang
cocok
agar
diterima
dalam
masyarakatnya.
Memberi keputusan, mengadopsi nilai, tingkah
26
3.
laku, dan aturan yang cocok agar diterima dalam
Mempersuasi
masyarakatnya.
4.
Menggembirakan,
mengendorkan
menghibur,
mengalihkan
urat
syaraf,
Menyenangkan,
memuaskan
dan
perhatian
dari
kebutuhan
c. c
masalah yang dihadapi.
komunikan
c.
komunikasi massa
1. Komunikator dalam komunikasi massa melembaga
Komunikator dalam komunikasi massa bukan satu orang,
tetapi kumpulan orang. Artinya, gabungan antarbebagai macam
unsur dan bekerja satu sama lain dalam sebuah lembaga.
Lembaga yang dimaksud disini menyerupai sistem. Sebagaimana
kita ketahui, sistem itu adalah “sekelompok orang, pedoman, dan
dan
media
yang
melakukan
suatu
kegiatan
mengolah,
menyiampan, menuangkan ide, gagasan, simbol, lambang
menjadi pesan dalam membuat keputusan untuk mencapai satu
kesepakatan dan saling pengertian satu sama lain dengan
mengolah pesan itu menjadi sumber informasi. Komunikator
dalam komunikasi massa adalah organisasi sosial yang mampu
memproduksi pesan dan mengirimkannya secara serempak ke
sejumlah khalayak yang banyak dan terpisah. Menurut alexis. S
27
Tan komunikator dalam komunikasi massa biasanya adalah
media massa (surat kabar, jaringan televisi, stasiun radio,
majalah, atau penerbit buku). Media massa ini bisa disebut
organisasi sosial karena merupakan kumpulan beberapa individu
yang bertanggung jawab dalam proses komunikasi massa
tersebut. (Tan, 1981). Komunikator dalam komunikasi massa
merupakan lembaga karena elemen utama komunikasi massa
adalah media massa. Media massa hanya bisa muncul karena
gabungan kerja sama dengan beberapa orang. Jadi, Komunikator
dalam komunikasi massa mempunyai ciri sebagai berikut :
a) Kumpulan individu
b) Dalam berkomunikasi individu-individu itu terbatasi
perannya dengan sistem dalam media massa
c) Pesan yang disebarkan atas nama media yang
bersangkutan dan bukan atas nama pribadi unsurunsur yang terlibat
d) Apa yang dikemukakan oleh komunikator biasanya
untuk mencapai keuntungan atau mendapatkan laba
secara ekonomis
28
2. Komunikan dalam komunikasi massa bersifat heterogen
Komunikan
heterogen/beragam.
dalam
Artinya,
komunikasi
massa
sifatnya
penonton
televisi
beragam
pendidikan, umur, jenis kelamin, status sosial ekonomi, memiliki
jabatan yang beragam, memiliki agama atau kepercayaan yang
tidak sama pula. Heterogenitas ini banyak macamnya, meskipun
tidak semua heterogenitas itu harus melekat pada diri komunikan.
Dan kita mempunyai kebebasan untuk menonton atau tidak
menonton acara tertentu.
3. Pesannya bersifat umum
Pesan-pesan dalam komunikasi massa tidak ditujukan
kepada satu orang atau satu kelompok masyarakat tertentu.
Dengan kata lain, pesan-pesan nya ditujukan kepada khalayak
yang plural. Oleh karena itu pesan-pesan yang dikemukakannya
pun tidak boleh bersifat khusus. Khusus disini, artinya pesan
memang tidak disengaja untuk golongan tertentu
4. Komunikasinya berlangsung satu arah
Komunikasi
dalam
komunikasi
massa
tetap
harus
dikatakan berjalan satu arah saja , karena jika berjalan 2 arah,
sebisa mungkin komunikan tersebut harus terlibat dalam proses
komunikasi 2 arah itu dan itu sangatlah sulit.
29
5. Komunikasi massa menimbulkan keserempakan
Dalam komunikasi massa ada keserempakan dalam proses
penyebaran pesan-pesannya. Serempak berarti khalayak bisa
menikmati media massa tersebut hampir bersamaan (relatif).
Keserempakan ini sangat terasa kalau kita mengamati media
komunikasi massa lain seperti internet. Melalui perantaraaan
media ini, pesan akan lebih cepat disiarkan.
6. Komunikasi massa mengandalkan peralatan teknis
media massa sebagai alat utama dalam menyampaikan
pesan kepada khalayaknya sangat membutuhkan bantuan peralatn
teknis. Peralatan teknis yang dimaksud misalnya pemancar untuk
media elektronik (Televisi, radio). Peralatan teknis merupakan
sebuah keniscayaan yang sangat dibutuhkan media massa. Tidak
lain agar proses pemancaran atau penyebaran pesannya bisa lebih
cepat dan serentak kepada khalayak yang tersebar.
7. Komunikasi massa dikontrol oleh gatekeeper
Sebagaimana kita ketahui, bahan-bahan, peristiwa, atau
data yang menjadi bahan mentah pesan yang akan disiarkan
media massa beragam dan sangat banyak. Tentu tidak semua
bahan tersebut bisa dimunculkan. Di sinilah perlu ada pemilahan,
pemilihan, dan penyesuaian dengan media yang bersangkutan,
perbedaan demikian akan memengaruhi pesan-pesan yang
disebarkan. Gatekeeper yang dimaksud antara lain reporter, editor
30
film/surat kabar/buku, manajer pemberitaan, penjaga rubrik,
kameramen, sutradara, dan lembaga sensor film yang semuanya
memengaruhi bahan-bahan yang akan dikemas dalam pesanpesan dari media massa masing-masing. (Dr. Dedy Nur Hidayat,
2007:19-32)
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti menyimpulkan
bahwa komunikasi massa dapat berjalan jika ada faktor-faktor yang
mendukung komunikasi massa tersebut agar pesan yang disampaikan
dapat sampai ke khalayak banyak dan dapat dimengerti oleh masingmasing khalayak yang mempunyai ciri khas yang berbeda-beda.
d. Efek-efek komunikasi massa
Steven H. Chaffe menyebutkan ada lima hal tentang efek komunikasi
massa dan keberadaanya sebgai benda fisik, yaitu : (Rakhmat, 2003 :
220- 222).
a. Efek Ekonomi
Kehadiran media massa menggerakan berbagai usaha – produksi,
distribusi – konsumsi “ jasa “ media massa. Kehadiran surat kabar
berarti menhidupkan pabrik pensulaplai kertas koran, menyuburkan
pengusaha percetakn dan grafika, serta memberi pekerjaan pada
wartawan, ahli perancang grafis, pengedar, pengecer, pencari iklan
dan sebagainya.
31
b. Efek Sosial
Berkenaan dengan perubahan struktur atau interaksi sosial akibat
kehadiran media massa. Sudah diketahui bahwa kehadiran televisi
menghadirkan status sosial pemiliknya. Di perdesaan, televisi telah
membentuk jaringan–jaringan interaksi sosial yang baru. Pemilik
televisi sekarang menjadi pusat jaringan sosial, yang menghimpun
disekitarnya, tetangga dan penduduk desa sosiologi.
c. Efek pada penjadwalan kegiatan
Masuknya televisi ke kehidupan masyarakat mengakibatkan
beberapa kegiatan sehari-sehari dikurangi dan beberapa kegiatan
lainya dihentikan sama sekali, karena waktunya dipakai untuk
menonton televisi.
d. Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu
Orang
menggunakan
media
untuk
memuaskan
kebutuhan
psikologis. Sering terjadi orang juga menggunakan media untuk
menghilangkan rasa tidak enak. Misalnya kesepian, marah, kecewa
dan sebagainya. Media digunakan tanpa mempersoalan isi pesan
yang disampaikannya, media digunakan hanya sekedar untuk
menenangkan kembali perasaanya.
e. Efek pada perasaan orang terhadap media
Kita memiliki perasaan positif atau negatif pada media tertentu.
Timbulnya perasaan senang atau percaya pada media massa tertentu
32
mungkin erat kaitanya dengan pengalaman individu bersama media
tersebut.
Onong Uchjana Effendy dalam bukunya yang berjudul “ Dinamika
Komunikasi”, mengatakan bahwa ada tiga dampak dari komunikasi,
yaitu:
1.
Dampak Kognitif
Dampak kognitif adalah dampak yang timbul pada
komunikan
yang
menyebabkan
meningkatkan intelektualitasnya.
ia
menjadi
Disini pesan
tahu
atau
yang ingin
disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan.
Dengan lain perkataan, tujuan komunikator hanyalah berkisar
pada upaya mengubah pikiran dari komunikan.
2.
Dampak Afektif
Dampak Afektif lebih tinggi kadarnya dari pada dampak
kognitif. Disini tujuan komuikator bukan hanya sekedar supaya
komunikan tahu, tetapi tergerak hatinya, menimbulkan perasaan
tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih, marah dan
sebagainya.
33
3.
Dampaknya Konatif
Dampak Konatif adalah dampak yang timbul pada
komunikan dalam bentuk perilaku, tindakan, atau kegiatan
(Effendy, 2003 : 7).
2.1.3
1.
Media Massa
Definisi Media Massa
Media massa (mass media) merupakan berbagai macam media atau
wahana komunikasi massa seperti pers (secara sempit diartikan sebagai surat
kabar, sedangkan secara luas sebagai media pemberitahuan), media-media
cetak pada umumnya (majalah dan jurnal), dan berbagai media elektronik
seperti radio, bioskop dan televisi yang mampu menjangkau masyarakat luas
(Jeffkins, 2004: 420).
2.
Bentuk-Bentuk Media Massa
Media massa terbagi atas tiga bagian utama, yaitu media cetak,
media elektronik, dan media luar ruang (Angipora, 1999: 346). Tetapi, dalam
hal ini hanya media cetak dan media elektronik yang akan dijabarkan.
34
a. Media Cetak
Media cetak adalah suatu media yang statis yang mengutamakan
pesan-pesan visual dalam melaksanakan fungsinya sebagai media
penyampaian informasi, maka media cetak terdiri dari lembaram dengan
sejumlah kata, gambar atau foto dalam tata warna dan halaman putih,
dengan fungsi utama adalah memberikan informasi atau menghibur. Media
cetak juga adalah suatu dokumen atas segala hal yang dikatakan orang lain
dan rekaman peristiwa yang ditangkap oleh sang jurnalis dan diubah dalam
bentuk kata-kata, gambar, foto, dan sebagainya.
b. Media Elektronik
Media elektronik merupakan media komunikasi atau media massa
yang menggunakan alat-alat elektronik (mekanis), media elektronik terdiri
dari:
1. Radio
Radio adalah media massa elektronik tertua dan paling luwes.
Keunggulan radio siaran ini adalah berada di mana saja: di tempat tidur
(ketika orang akan tidur atau bangun tidur), di dapur, di dalam mobil,
dan berbagaitempat lainnya. Apabila surat kabar memperoleh julukan
sebagai kekuatan ke empat, maka radio mendapat julukan kekuatan
kelima atau the fifth estate. Hal ini disebabkan radio siaran juga dapat
melakukan fungsi kontrol sosial seperti surat kabar, di samping empat
35
fungsi lainnya yakni memberi informasi, menghibur, mendidik dan
melakukan persuasi (Elvinaro, 2004: 115).
2. Televisi
Televisi (TV) adalah media massa yang menggunakan alat-alat
elektronis dengan memadukan radio (broadcast) dan film (moving
picture). Para penonton di rumah-rumah tak mungkin menangkap
siaran televisi, kalau tidak ada unsur-unsur radio. Dan tak mungkin
dapat melihat-lihat gambar yang bergerak pada layar pesawat televisi,
jika tidak ada unsur-unsur film (Effendy, 2000: 124)
2.1.4
Televisi
a. Sejarah Televisi
Prinsip televisi ditemukan oleh Paul Nipkow dari Jerman pada tahun
1884, namun baru tahun 1928 Vladimir Zworkyn (amerika Serikat)
menemukan tabung kamera atau iconoscope yang bisa menangkap dan
mengirim gambar ke kotak bernama televisi. Iconoscope bekerja mengubah
gambar dari bentuk gambar optis ke dalam sinyal elektronik untuk
selanjutnya diperkuat dan ditumpangkan ke dalam gelombang radio.
Zworkyn dengan bantuan Philo Farnsworth berhasil menciptakan pesawat
televisi pertama yang dipertunjukkan kepada umum pada pertemuan world’s
fair pada tahun 1939.
36
Kemunculan televisi pada awalnya ditanggapi biasa saja oleh masyarakat.
Harga peswat televisi ketika itu masih mahal, selain itu belum tersedia
banyak program untuk disaksikan. Pengisi acara pada televisi pada masa itu
bahkan meragukan masa depan televisi, mereka tidak yakin televisi dapat
berkembang dengan pesat.
Perang dunia ke-2 sempat menghenyikan perkembangan televisi. Namun
setelah perang usai, teknologi baru yang telah disempurnakan selama perang,
berhasil mendorong kemajuan televisi. Selain itu, layar televisi sudah
menjadi lebih besar, terdapat lebih banyak program yang tersedia dan
sejumlah stasiun televisi lokal mulai membentuk jaringan. Masa depan
televisi mulai terlihat menjanjikan.
Awalnya di tahun 1945, hanya terdapat 8 stasiun televisi dan 8000
pesawat televisi di seluruh AS. Namun sepuluh tahun kemudian, jumlah
stasiun televisi meningkat menjadi hampir 100 stasiun sedangkan jumlah
rumah tangga yang memiliki pesawat televisi mencapai 35juta rumah tangga
atau 67 persen dari total rumah tangga.
Pesawat televisi berwarna mulai diperkenalkan kepada publik pada tahun
1950-an. Siaran televisi berwarna dilaksanakan pertama kali oleh stasiun
televisi NBC pada tahun 1960 dengan menayangkan program siaran
berwarna selama tiga jam setiap harinya.
Siaran televisi di Indonesia dimulai pada tahun 1962 saat TVRI
menayangkan langsung upacara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke
17 pada tanggal 17 agustus 1962 tetapi masih terhitung sebagai siaran
37
percobaan. Siaran resmi TVRI baru dimulai 24 Agustus 1962 jam 14.30 WIB
yang menyiarkan secara langsung upacara pembukaan asian games ke-4 dari
stadion utama Gelora Bung Karno. (Morrisan, 2008:6-9)
Dari
uraian
diatas
peneliti
menyimpulkan
bahwa
semakin
berkembangnya jaman, televisi juga masih berkembang, walaupun pada
awalnya banyak yang meng-under-estimate-kan televisi tapi dengan tekat
yang kuat televisi semakin berkembang sehingga sekarang merupakan
kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat untuk dapat mengetahui
informasi-informasi yang ada di seluruh dunia, karena televisi dapat
memperlihatkan gambar yang dapat menjadi bukti penting untuk masyarakat
dalam keingintahuan-nya akan informasi. Tak heran televisi merupakan
media massa yang sangat diunggulkan sampai saat sekarang.
b. Definisi televisi
Televisi merupakan salah satu media massa karena pesan yang
disampaikan
menggunakan
saluran
(media)
dalam
menghubungkan
komunikator dan komunikan secara massal, berjumlah banyak, bertempat
tinggal yang jauh (terpencar), sangat heterogen, dan menimbulkan efek
tertentu. Dalam kamus besar Indonesia, televisi adalah “pesawat system
penyiaran gambar objek yang bergerak dan disertai bunyi (suara) melalui
kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya
(gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubah
kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang didengar
digunakan untuk penyiaran pertunjukan berita dan sebagainya”.
38
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, televisi adalah “sistem penyiaran
gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui
angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan
bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi
berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat di dengar. (Moeliono,
2001:1162)
Dari uraian diatas peneliti menyimpulkan siaran televisi ialah
menyampaikan siaran informasi audio visual, sinkron, dan hidup, yang
kemudian dilihat, didengar, ditangkap oleh khalayak pemirsa melalui
pesawat penerima yang lazim disebut pesawat televisi.
c. Fungsi Televisi
Televisi sebagai media massa yang sudah akrab dengan kehidupan
masyarakat jaman sekarang, mempunyai 3 fungsi yaitu:
1. Fungsi penerangan
Fungsi penerangan atau memberikan informasi ini diartikan
bahwa televisi merupakan media massa yang dapat menyebarkan
informasi yang dibutuhkan oleh pemirsanya (khalayak) yang
bersangkutan sesuai dengan kepentingan mereka sebagai manusia
sosial yang akan selalu merasa haus informasi tentang segala sesuatu
yang terjadi di sekitarnya.
2. Fungsi pendidikan
Televisi sebagai media massa merupakan sarana pendidikan bagi
pemirsanya. Karena televisi banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya
39
mendidik, salah satu cara mendidik yang dilakukan televisi adalah
melalui pengajaran, nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku
kepada masyarakat atau pemirsa. Televisi melakukannya melalui
acara drama. Fungsi ini terdapat pada acara-acara kuis, acara
bimbingan rohani di televisi dan lain sebagainya.
3. Fungsi hiburan
Fungsi hiburan (entertainment) menunjuk pada tindakan-tindakan
komunikatif yang terutama sekali dimaksudkan untuk menghibur
dengan tidak mengindahkan efek-efek instrumental yang dimilikinya.
Fungsi menghibur semata-mata untuk melemaskan ketegangan
pikiran pemiorsa(khalayak) setelah melihat berita-berita yang beratberat (hardnews). Fungsi ini terdapat pada program-program sinetron,
musik, reality show, dan sebagainya. (Erdiyana, 2004: 128-130)
d. Jenis-jenis program Televisi.
Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang
jumlahnya sangat banyak dan jenisnya sangat beragam. Pada dasarnya apa
saja bisa dijadikan program untuk ditayangkan di televisi selama program itu
menarik dan disukai audience, dan tidak bertentangan dengan kesusilaan,
hukum dan peraturan yang tidak berlaku. Pengelolaan stasiun televisi
penyiaran dituntut untuk memiliki kreatifitas tinggi dan seluas mungkin
untuk menghasilkan berbagai program yang menarik.
40
Acara televisi atau program televisi merupakan semua acara-acara yang
ditayangkan oleh stasiun televisi. Secara garis besar program televisi di bafi
menjadi hanya dua, yaitu program berita dan non-berita.
Pada umumnya isi program siaran televisi meliputi acara seperti yang
diterangkan berikut dengan penggunaan berbagai nama berbeda sesuai
dengan keinginan stasiun televisi masing-masing. (Iskandar, 2005:9)
Berbagai jenis program itu dapat dikelompokkan menjadi dua bagian
besar berdasarkan jenisnya yaitu :
1. Program informasi (berita)
Manusia pada dasarnya memiliki sifat ingin tahu yang besar.
Mereka ingin tahu apa yang terjadi di tengah masyarakat.
Programmer dapat mengeksplorasi rasa ingin tahu orang ini untuk
untuk menarik sebanyak mungkin audiens. Program informasi adalah
segala jenis siaran yang tujuannya untuk memberikan tambahan
pengetahuan kepada khalayak audien. Daya tarik program ini adalah
informasi, dan informasi itulah yang “dijual” kepada audien.
Penyajian informasi termasuk talk show (perbincangan). Program
informasi dapat menjadi dua bagian besar, yaitu berita keras (hard
news) dan berita lunak (soft news):
a. Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting atau
menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karena
sifatnya yang harus segera ditayangkan agar dapat diketahui
khalayak audien secepatnya.
41
b. Berita langsung atau Straight news adalah suatu berita yang
singkat (tidak detail)
dengan hanya menyajikan informasi
terpenting saja yang mencakup 5W + 1H (who, what, where,
when, why, and how) terhadap suatu peristiwa yang diberitakan.
Berita
jenis
ini
sangat
terikat
waktu
(deadline) karena
informasinya cepat basi jika terlambat disampaikan kepada
audien.
c. Berita ringan atau feature adalah berita yang ringan namun
menarik (informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan
kekaguman, dsb) pada dasarnya berita semacam ini dapat disebut
sebagai soft news karena tidak terlalu terikat dengan waktu
penayangan, namun karena durasinya singkat, dan ia menjadi
bagian dari program berita, maka feature masuk ke dalam kategori
hard news. Program features sendiri dapat diartikan sebagai suatu
program kreatif, terikat pada dasar-dasar jurnalistik dan juga
artistik, dapat mengabaikan segi aktualitas, menyajikan kebenaran
atau obyektivitas tetapi kadang-kadang bisa subyektif, cenderung
mengandung segi-segi human interest, terutama yang bersifat
ringan, menghibur, menyenangkan, merangsang dan menimbulkan
emosional perasaan pemirsa. Dan juga memberi, menambah dan
meningkatkan informasi tentang kejadian atau peristiwa, masalah,
gejala, proses aspek-aspek kehidupan, termasuk juga latar
belakang (Pratikto, 1984: 15-16).
42
Ada juga yang mengartikan features sebagai suatu program yang
membahas suatu pokok bahasan, satu tema, diungkapkan lewat
pandangan yang saling melengkapi, mengurai, menyoroti secara
kritis dan disajikan dalam berbagai format dalam satu produksi
sekaligus (Wibowo, 1997: 124).
Fungsi features secara umum mencakup lima hal, yaitu :
a.
Melengkapi sajian berita langsung (straight news)
b.
Pemberi informasi tentang suatu situasi, keadaan,
atau peristiwa yang terjadi
c.
Penghibur dan pengembangan imajinasi yang
menyenangkan
d.
Wahana pemberi nilai dan makna terhadap suatu
keadaan atau peristiwa
e.
Sarana
ekspresi
yang
paling
efektif
dalam
memperngaruhi khalayak (Sumadiria, 2005: 16).
Format features sebaiknya disusun berdasarkan urutan
logis, dari yang sederhana berkembang semakin rumit, dari yang
ringan berkembang semakin berat, dilengkapi dengan musik
ataupun sound effect mengenai tema program features tersebut.
Meskipun unsur-unsur yang membuat program features ini
43
menjadi
terasa
segar,
harus
selalu
dipikirkan,
misalnya
menghasilkan peristiwa atau wawancara yang mengandung
humor. Sehingga isi dari keseluruhan acara features itu menjadi
menarik untuk ditonton.
Semakin berkembangnya jaman dan kebutuhan pemirsa,
format program features yang ada di televisi pun semakin banyak
jenisnya. Tema program features yang sering ditayangkan televisi
saat ini antara lain :
1. Features human interest: features ini mengandung banyak
unsur rasa manusiawi, sentuhan manusiawi. Unsur atau segi
yang diutamakan , isi acara langsung menyentuh rasa
manusiawi
pemirsa.
Misalnya
keharuan,
kegembiraan,
kesedihan, kebencian, simpati, cinta dan kasih sayang.
2. Features biografi: features ini menceritakan tentang riwayat
hidup pribadi-pribadi mereka yang bernilai untuk diceritakan.
Mungkin karena meraka tokoh-tokoh historis yang tetap
bertahan lama sesudah mereka tiada. Karena itu sering juga
disebut sebagai features sejarah atau riwayat hidup.
3. Features otobiografi: features ini hampir sama dengan
features biografi, bedanya pada features ini memang khusus
menceritakan riwayat hidup tokoh-tokoh tertentu. Pada
44
umumnya tokoh-tokoh itu masih hidup, menunjukkan
keintiman-keintiman pribadi, hal-hal yang bersifat subyektif,
dari suatu sudut pandang tertentu, yang mungkin jarang
diketahui orang lain.
4.
Features perjalanan: features ini menceritakan tentang
perjalanan ke tempat-tempat yang menarik atau masih jarang
diketahui umum. Features ini dapat dikatakan juga sebagai
features pariwisata.
5. Features sejarah: features ini mengangkat mengenai sejarah,
sering ada kaitannya dengan tokoh-tokoh atau tempat terkenal
(Pratikto, 1984: 99-101)
d. Berita lunak atau soft news adalah segala informasi yang penting
dan menarik yang disampaikan secara mendalam namun tidak
bersifat harus segera ditayangkan (current affair, magazine,
dokumenter, dan talk show.
Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa banyaknya
program informasi sampai saat sekarang ini dikarenakan faktor kbutuhan
masyarakat akan informasi yang ingin diketahui sekelilingnya. Orang
yang tidak tahu informasi apapun cenderung tidak waspada kepada
sekeliling dan kurang dapat berkomunikasi dengan baik kepada
sekitarnya. Oleh karena itu program berita sampai sekarang ini juga
45
merajalela bahkan ada beberapa stasiun Televisi yang hanya menyajikan
tayangan berita dari pagi hingga malam hari, walaupun target audiens
cenderung lebih sempit
2. Program hiburan.
Program hiburan adalah segala bentuk siaran yang bertujuan
untuk menghibur audien dalam bentuk musik, lagu, cerita, dan
permainan. Program yang termasuk dalam kategori hiburan adalah
drama, permainan/game, musik, dan pertunjukan.
a. Drama adalah pertunjukan yang menyajikan cerita
mengenai kehidupan atau karakter seseorang atau
beberapa orang yang diperankan oleh pemain yang
melibatkan konflik dan emosi.
b. Sinetron adalah drama yang menyajikan cerita dari
berbagai tokoh secara bersamaan. Masing-masing
tokoh mrmiliki alur cerita sendiri – sendiri tanpa harus
dirangkum menjadi suatu kesimpulan.
c. Quiz show adalah bentuk program permainan yang
paling sederhana dimana sejumlah peserta saling
bersaing untuk menjawab sejumlah pertanyaan dan
menekannkan pada kemampuan intelektualitas.
d. Ketangkasan
adalah
permainan
yang
harus
menunjukkan kemampuan fisik atau ketangkasannya
untuk melewati suatu halangan atau rintangan atau
46
melakukan suatu permainan yang membutuhkan
perhitungan dan strategi.
e. Reality show adalah menyajikan suatu situasi seperti
konflik,
persaingan,
atau
hubungan
berdasarkan
realitas yang sebenarnya. Bentuk-bentuk reality show:
•
Hidden camera
Hidden camera atau kamera tersembunyi.
Ini merupakan program yang paling realistis yang
menunjukkan situasi yang duhadapi seseorang
secara apa adanya. Kamera ditempatkan secara
tersembunyi yang mengamati gerak-gerik atau
tingkah laku subjek yang berada di tengah situasi
yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
• Competition show
Program ini melibatkan beberapa orang
yang saling bersaing dalam kompetisi yang
berlangsung selama beberapa hari atau minggu
untk memenangkan suatu permainan. Competition
show biasanya terdiri dari juri, kontestan, dan
presenter.
47
• Relationship show
Pada program ini seorang kontestan harus
memilih satu orang dari sejumlah orang yang
berminat menjadi pasangannya.
• Fly on the wall
Program ini memperlihatkan kehidupan
sehari-hari dari seseorang (biasanya orang terkenal
seperti artis).
f. Musik. Program musik dapat ditampilkan dalam dua
format, yaitu videoklip atau konser. Program musik
berupa konser dapat dilakukan di lapangan/outdoor
ataupun di dalam studio indoor. Program musik di TV
saat ini angat ditentukan dengan kemampuan artis
menarik audien.
g. Pertunjukan adalah program
yang menampilkan
kemampuan seseorang (performance) seseorang atau
beberapa orang pada suatu lokasi baik di studio
maupun di luar studio, di dalam ruangan atau di luar
ruangan. Jika mereka yang tampil adalah musisi maka
pertunjukan itu menjadi pertunjukan musik atau jika
yang tampil adalah juru masak, maka pertunjukkan itu
menjadi pertunjukan memasak, begitu pula dengan
48
pertunjukan lawak, sulap, lenong, wayang, ceramah
agama, dsb (paling banyak diproduksi oleh stasiun
televisi sendiri)
Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa
jenis program Indonesian Idol episode audisi merupakan
jenis program reality show dengan kategori competition
show dimana para kontestan bersaing untuk mendapatkan
golden ticket yang akan menghantarkan para kontestan ke
babak selanjutnya
3. Penyiar ( presenter )
Penyiar merupakan seseorang atau lebih yang membawakan atau
menyajikan suatu acara non berita. Menurut arti katanya, penyiar
adalah seseorang yang menghantar suatu sajian (Wibowo, 2007: 122).
Sebagai pengantar sajian ia boleh menambah daya tarik dari materi
yang disajikan lewat kata-katanya. Sedangkan Marshall dan Werndly
(2002) juga mengatakan bahwa “presenter adalah ’tuan rumah’ dari
acara perbincangan selebriti dan berperan sebagai pemandu acara
untuk
’game
shows’
dan
live
comedy
shows
,
mereka
memperkenalkan, mengatur dan mengarahkan tamu-tamu mereka saat
acara berlangsung. Penyiar merupakan ujung tombak dalam
49
keberhasilan suatu acara televisi. Hal ini dikarenakan penyiar sebagai
eksekutor dalam proses penyampaian informasi kepada pemirsa.
Dalam dunia penyiaran televisi, digolongkan menjadi tiga jenis
penyiar, yaitu:
a) Continuity Presnter
Presenter jenis ini adalah mereka yang bertugas mengantarkan
acara-acara televisi kepada pemirsa. Mereka berfungsi sebagai
jeda atau perangkai dari satu acara ke acara lain. Biasanya
mereka mengulas materi berita yang akan hadir.
b) Host
Host secara umum diartikan sebagai orang yang memegang
sebuah acara tertentu. Kebaradaan host identik dengan acara
yang dibawakannya. Kehadiran seseorang host yang berkarakter
menjadi daya tarik sebuah acara. Untuk itu setiap produser acara
harus betul-betul selektef memilih para host.
c) Anchor
Jika istilah host lebih banyak diberikan kepada seseorang yang
membawakan acara non berita, maka istilah anchor khususnya
diberikan kepada seseorang yang membawakan atau menyajikan
berita. Apa perbedaan antara anchor dan news reader.
50
Dulu, pembawa acara dikenal dengan sebutan master of ceremony
(MC). MC biasanya untuk acara hiburan dan semi hiburan, sebab tuntutan
kreavitas dan improvisasinya lebih tinggi. Seorang Master Of Ceremony harus
mampu membaca situasi, menciptakan suasana sesuai dengan karakteristik
acaranya, dan memungkinkan adanya dialog dengan audience (Aryati, 2004:
4).
Orang yang benar-benar cocok untuk profesi ini adalah orang yang
memiliki kepribadian (Aryati, 2004: 6-7):
a. Ekstrovert yaitu orang-orang yang suka mengekpresikan apa yang ada
dipikiran, dirasakan, kepada orang lain , pendek kata orang yang suka
memperbincangkan berbagai hal dengan orang lain, secara terbuka.
b. Generalis yaitu orang yang memiliki banyak pengetahuan umum, yang
akan memungkinkan dia untuk “bicara apa saja”.
c. Fleksibel yaitu orang yang luwes, mudah menyesuaikan diri dengan
situasi.
d. Friendly yaitu orang yang mudah bergaul, dan karena pembawaanya
disenangi banyak orang.
51
Persyaratan Utamanya adalah sebagai berikut :
a. Berpengetahuan dan pengalaman yang luas.
b. cerdas.
c. Rasa Humor.
d. Sabar.
e. Imajinasi.
f. Antusiasme.
g. Rendah Hati dan Bersahabat.
h. Kemampuan Bekerjasama.
Dari uraian diatas peneliti akan meneliti apakah presenter Indonesian Idol
yakni daniel ananta merupakan presenter yang atraktif dan komunikatif dalam
membawakan acara Indonesian Idol episode audisi.
4. Juri
Juri (Inggris:Judge; Belanda:Rechter) adalah sebuah dewan untuk
menilai atau menghakimi sesuatu atau seseorang. Sebuah dewan juri
seringkali disusun dalam sebuah pengadilan di beberapa negara
tertentu. Dalam sebuah pertandingan sebuah tim juri juga bisa disusun
untuk
menilai
prestasi
para
peserta
(sumber
:
http://id.wikipedia.org/wiki/Juri diakses pada tanggal 10 juli 2012)
berdasarkan uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa Juri
Indonesian Idol episode audisi sangat beragam selera dan
52
keinginannya dalam memilih kontestan yg terbaik, tetapi mereka
harus bekerja sama untuk menentukan kontestan mana saja yang akan
lolos ke babak selanjutnya.
5. Kontestan
Seorang peserta adalah seseorang yang mengambil bagian dalam
sebuah kompetisi, biasanya sebuah kompetisi profesional atau sebuah
acara permainan di televisi. Para peserta saling bersaing harus melalui
putaran. Para pemenang mungkin harus bersaing di tahap akhir atau
putaran
sampai
hanya
ada
satu
pemenang
(
sumber
:
http://en.wikipedia.org/wiki/Contestant diakses pada tanggal 9 Juli
2012 )
Audisi
berlangsung
dari
kota-kota
besar
seperti
Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, dan Makassar. Dan berakhir
di Jakarta.
Audisi kecil juga
diadakan
di Ambon dan Manado.
Kontestan dari Manado dan Ambon yang berhasil maju ke babak
berikutnya dikirim ke Surabaya untuk ke babak kedua audisi. Audisi
terdiri dari dua babak. Babak pertama audisi yang bertindak sebagai
juri adalah orang-orang yang bekerja di SonyBMG. Setelah
dinyatakan maju ke babak audisi selanjutnya, kontestan akan
berhadapan dengan 4 Juri Indonesian Idol. Indonesian idol episode
audisi terdiri dari 4 episode dan menampilkan beragam kontestan
dengan ciri khas masing-masing.
53
2.1.5
Definisi Pengaruh
Pengaruh adalah kegiatan keteladanan yang baik
secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu
perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.
(http:
//latfrahmanto.blogspot.com/2011/10/
definisi
pengaruh.html) diakses tanggal 28 november 2011 jam 11:56
2.2
Teori Khusus yang Berhubungan dengan Topik dan Judul Penelitian
2.2.1 Teori Uses and Effects Theory
Penemu Teori dan Sejarah Teori Uses and Effects Theory
pertama kali dipikirkan oleh Sven Windahl pada tahun 1979.
Adanya teori ini merupakan sintesis dari teori sebelumnya,
yaitu uses and gratifications theory dan teori tradisional
mengenai efek Konsep “use” merupakan bagian yang sangat
penting atau pokok darisuatu pemikiran. Jika pada teori
sebelumnya
mengenai
uses
and
gratifications theory,
penggunaan media pada dasarnya ditentukan oleh kebutuhan
dasar individu sedangkan dalam uses and
effects theory
54
kebutuhan
hanyalah salah satu dari faktor-faktor yang
menyebabkan terjadinya penggunaan media. Asumsi Dasar
Teori dan Uraian Teori. Asumsi dasar dari teori ini lebih
menekankan bagaimana penggunaan media menghasilkan
banyak efek terhadap suatu individu.
Hasil dari sebuah proses komunikasi massa dan beberapa
kaitannya dengan penggunaan media akan membawa pada
bagian penting berikutnya dari teori ini.
Hubungan antara penggunaan dan hasilnya dapat disajikan
dalam beberapa bentuk yang berbeda, yaitu:
1. Penggunaan media hanya dianggap berperan sebagai
perantara, dan hasil dari prosesnya dinamakan efek.
2. Penggunaan media dapat mengecualikan, mencegah, atau
mengurangi aktivitas lainnya.
3. Penggunaan media dapat melakukan dua proses secara serempak dan
akan menerima efek dan konsekuensi
55
Gambar 2.1 Gambar Teori Uses and Effect
Hubungan teori uses and effect dengan pengaruh tayangan Indonesian Idol
terhadap
minat
menonton
mahasiswa Bina
Nusantara Jurusan
marketing
communication 2014 ,Di mana peneliti hanya akan menganalisis efek yang
ditimbulkan dari program tersebut
56
2.3 Model Analisis
Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yaitu variabel independen (X), dan
variabel dependen (Y).
Gambar 2.2 Model Analisis
Program Acara
Indonesian Idol
Episode Audisi
(x)
Minat menonton
mahasiswa Bina
Nusantara jurusan
Marketing
Communication 2014
(Y)
1. Variabel Independen (X)
Dalam penelitian ini variabel independennya adalah (X) Program
“Indonesian idol episode audisi”
2. Variabel dependen (Y)
Dalam penelitian ini variabel dependennya adalah (Y) Minat nonton
mahasiswa Bina Nusantara jurusan Marketing Communication 2014
57
2.4 Minat
2.4.1 Pengertian Minat
Pengertian minat menurut bahasa (etimologi), ialah usaha dan
kemampuan mempelajari (learning) dan mencari sesuatu. Secara terminology,
minat adalah keinginan, kesukaan, dan kemauan terhadap sesuatu hal. Minat
mempunyai karakteristik pokok yaitu melakukan kegiatan yang dipilih sendiri
dan menyenangkan sehingga dapat membentuk suatu kebiasaan dalam diri
seseorang. Minat dan motivasi memiliki hubungan dengan segi kognisi, namun
minat lebih dekat dengan perilaku.
Krapp, Hidi, dan Renninger (Pintrich dan Schunk, 1996) membagi
definisi minat secara umum menjadi tiga yaitu: minat pribadi, minat situasi, dan
minat dalam ciri psikologi.
1. minat pribadi, diartikan sebagai karakteristik kepribadian seseorang yang relative
stabil, yang cenderung menetap pada diri seseorang. Minat pribadi biasanya
langsung membawa seseorang pada aktivitas atau topic yang spesifik. Minat
pribadi dapat dilihat ketika seseorang menjadi sebuah aktivitas atau topic sebagai
pilihan untuk hal yang pasti, secara umum menyukai topic atau aktivitas tersebut,
menimbulkan kesenangan pribadi serta topic atau aktivitas yang dijalani
memiliki arti penting bagi seseorang tersebut.
2. Minat situasi merupakan minat yang sebagian besar dibangkitkan oleh kondisi
lingkungan.
58
3. Minat dalam ciri psikologi merupakan interaksi dari minat seseorang dengan ciri
– ciri minat lingkungan. Renninger menjelaskan bahwa minat pada definisi ini
tidak hanya pada karena seseorang lebih menyukai aktivitas atau topic, tetapi
karena aktivitas atau topic tersebut memiliki nilai yang tinggi dan mengetahui
lebih banyak mengenai topic atau aktivitas tersebut.
Berikut adalah pendapat beberapa ahli berkaitan dengan pengertian minat:
1. Hilgar (1988)
Minat adalah suatu proses yang tetap untuk memperhatikan dan memfokuskan
diri pada sesuatu yang diminatinya dengan perasaan senang dan rasa puas.
2. Andi Marpare
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari suatu campuran dari
perasaan, harapan, pendirian, prasangka, rasa takut, atau kecenderungan lain
yang mengarahkan individu kepada suatu pikiran tertentu.
3. Sutjipto (2001)
Minat adalah kesadaran seseorang terhadap suatu objek, orang, masalah, atau
situasi yang mempunyai kaitan dengan dirinya. Artinya, minat harus dipandang
sebagai sesuatu yang sadar. Karenanya minat merupakan aspek psikologis
seseorang untuk menaruh perhatian yang tinggi terhadap kegiatan tertentu dan
mendorong yang bersangkutan untuk melaksanakan kegiatan tersebut.
59
Dari beberapa definisi minat di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai
minat, bahwa minat merupakan sebuah motivasi untuk pembelajaran yang
menjadi daya penggerak seseorang dalam melakukan aktivitas dengan penuh
ketekunan dan cenderung menetap, dimana aktivitas tersebut merupakan proses
pengalaman belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan keseriusan.
2.4.2 Faktor Timbulnya Minat
Berdasarkan teori ”Acceptance Rejection” yang dikemukakan Fryer,
bahwa keberadaan minat itu berdasarkan pada orientasi suka dan tidak sukanya
individu terhadap objek, subjek atau aktivitas. Orientasi ini pada gilirannya akan
mempengaruhi penerimaan individu. Jika individu suka terhadap objek,subjek
atau aktivitas tersebut, maka individu akan menerimanya. Jika individu tidak
suka kepada objek, subjek atau aktivitas tersebut, maka ia akan menolaknya.
Penentuan minat ini didasarkan pada reaksi individu (menolakmenerima). Jika ia
menerima berarti ia berminat, dan jika menolak berarti ia tidak berminat
(Sarwono S.W, 2003: 71).
Faktor timbulnya minat, menurut Crow and Crow (1982), terdiri dari
tiga faktor (Sarwono S.W, 2003: 76) :
a. Faktor dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk
menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat
60
membuat seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik,
melakukan penelitian ilmiah, atau aktifitas lain yang menantang.
b. Faktor motif sosial, yakni minat dalam upaya mengembangkan
diri dari dan dalam ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat
untuk mendapatkan kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat untuk
memperoleh penghargaan dari keluarga atau teman.
c. Faktor emosional, yakni minat yang berkaitan dengan perasaan dan
emosi. Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan
dapat meningkatkan minat, sedangkan kegagalan dapat menghilangkan
minat seseorang.
2.4.3 Aspek – Aspek atau Kategori Minat
Atkinson dan Hilgard (1976) mengemukakan bahwa minat termasuk dalam
taksonomi afektif (istilah dari Bloom).
Taksonomi afektif Bloom ini meliputi lima kategori (Atkinson,Hilgard,
Pengantar Psikologi, 2000) :
1. Penerimaan (receiving) yang terdiri dari sub-kesadaran kemauan untuk
menerima perhatian yang terpilih.
2. Menanggapi (responding) yang terdiri dari sub-kategori persetujuan
untuk menanggapi kemauan dan kepuasan.
61
3. Penilaian (valuing) yang terdiri dari sub-kategori penerimaan,
pemilihan dan komitmen terhadap nilai – nilai tertentu.
4. Organisasi (organization) yang terdiri dari sub-kategori penggambaran
dan pengorganisasian terhadap nilai.
5. Pencirian (characterization) yang terdiri dari sub-kategori pencirian
dan pemasyarakatan nilai.
2.5 Definisi dan Operasionalisasi Konsep
2.5.1 Definisi Konsep
Maksud dari definisi konsep ini adalah mendefinisikan variabel-variabel dari
konsep masalah penelitian yang diteliti. Variabel-variabel tersebut adalah:
1. Variabel bebas (independent) atau variabel X
Variabel bebas merupakan variabel yang menjadi sebab perubahannya atau
timbulnya variabel terikat. Pada penelitian ini variabel bebasnya adalah
pengaruh program Indonesian Idol dimana dari variable ini dioperasionalisasi
menjadi 2 dimensi yaitu isi media, dan penggunaan media. Dalam dimensi isi
media, terdapat subdimensi yaitu tentang presenter, juri, dan finalis. Dari tiap
– tiap subdimensi akan dioperasionalisasikan menjadi indikator-indikator
yang mewakili efek kedua yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Subdimensi
dari dimensi penggunaan media adalah frekuensi, durasi, intensitas, dan
hubungan dengan media.
62
2. Variabel terikat (dependent) atau variabel Y
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya
variabel bebas. Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat
menonton (Y). Dimensi yang digunakan dalam variabel terikat ini adalah
minat penerimaan, tanggapan, penilaian, organisasi, pencirian.
2.5.2 Operasionalisasi Konsep
Operasional Konsep sering juga disebut variabel output kriteria, konsekuensi.
Dalam Bahasa Indonesia sering disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan
variabel yang Operasional adalah bagaimana sebuah variabel diukur (Singarimbun, 1989
: 23)
Konsep adalah suatu penyajian singkat tentang suatu fenomena Konseptualisasi
merupakan suatu proses penetapan arti secara tepat tentang suatu fenomena.
Variabel adalah konsep yang memiliki variasi nilai (Hamidi, 2007 : 03) variabel
terdiri atas :
a. Variabel Independen (variabel bebas)
Variabel pengaruh adalah variabel yang di duga sebagai penyebab atau
pendahulu dari dua variabel lain. Variabel ini secara sistematis divariasi oleh
peneliti. Dengan kata lain, variabel independen merupakan variabel yang
mempengaruhi atau menjadi sebab perubahannya atau timbulnnya variabel
dependen (terikat) sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, dan
63
antecendent. Dalam bahasa indonesia sering disebut variabel bebas (X).
Variabel bebas ialah ubahan yang menadai sebab berubahnya atau timbulnya
variabel dependen (Urman dan Akbar, 1996 : 9).
Di dalam penelitian ini peneliti membuat operasionalisasi konsep
untuk variabel independen yang terdiri dari
b. Variabel Dependen (Variabel pengikat)
Variabel dependen adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau
yang dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya. Dengan kata lain
variabel dependen merupakan variabel yang diobservasi dan nilainya
diasumsikan tergantung pada efek dari variabel pengaruh.
Dalam penelitian ini, variabel (Y) terdiri dari fakor timbulnya minat
diantaranya :
a. Faktor dari dalam
b. Faktor motif sosial
c. Faktor emosional
64
PENGARUH PROGRAM INDONESIAN IDOL EPISODE AUDISI DI RCTI
TERHADAP MINAT MENONTON (STUDI KASUS MAHASISWA BINA
NUSANTARA JURUSAN MARKETING COMMUNICATION 2014
Tabel 2.3 TABEL OPERASIONALISASI KONSEP
VARIABEL
DIMENSI
Program
Karakteristik
Indonesian
isi media
SUBDIMENSI
•
Presenter
INDIKATOR
•
Presenter yang
membawakan acara
Idol episode
atraktif
audisi (x)
•
Presenter yang
membawakan acara
komunikatif
•
Juri
•
Komentar juri
membangun
kontestan
•
Komentar juri
menarik
•
kontestan
•
Kontestan
bervariasi
65
Media
•
exposure
Frekuensi,
•
Durasi acara
durasi,
Indonesian Idol
intensitas
episode audisi
cukup untuk
menampilkan
berbagai macam
variasi kontestan
•
Frekuensi
Indonesian Idol
episode audisi
cukup untuk
ditayangkan.
•
Indonesian Idol
episode audisi
mempunyai
intensitas tersendiri
dalam memberikan
pengaruh.
Program
Media
Indonesian
exposure
Idol episode
•
Hubungan
dengan media
•
Saya juga bisa
mendapatkan
informasi
66
Indonesian Idol
audisi
episode audisi
melalui Internet
No
Variabel
Dimensi
1
Minat (Y)
Penerimaan
Indikator
1. karakteristik dalam
bernyanyi finalis
2. memberikan tips-tips
dalam cara bernyanyi
yang baik.
3. Menghibur penonton
karena diselingi humorhumor gaya finalis dalam
bernyanyi
4. Menghibur penonton
karena humor-humor
komentar juri terhadap
finalis.
1. program Indonesian
Tanggapan
Idol episode audisi
merupakan program
67
variety show yang dapat
memberikan hiburan
kepada penontonnya
2. membuat rasa
keingintahuan kepada
penonton siapa kira-kira
yang akan lolos audisi
3. menjadi kontestan
merupakan keinginan diri
Penilaian
1. Banyaknya berbagai
macam karakteristik
kontestan yang dijadikan
bahan hiburan.
2. Penonton dapat tertawa
dengan melihat tingkah
laku kontestan
3. Penilaian juri terhadap
kontestan merupakan
salah satu efek yang kuat
dalam menghibur
penonton
Download