8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Manajemen Manusia

advertisement
8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Pengertian Manajemen
Manusia merupakan makhluk sosial yang paling memerlukan satu sama
lain untuk memenuhi segala kebutuhannya baik secara langsung maupun tidak
langsung. Dapat dikatakan bahwa perusahaan meletakan perwujudan usaha
kerjasama yang terdiri dari berbagai individu yang memiliki berbagai macam
tingkatan, harapan, motivasi dan pandangan yang berbeda dalam usaha yang
ditetapkan bersama. Untuk itu dibutuhkan manajemen yang dapat mengatur dan
mengarahkan tujuan yang berbeda bagi setiap individu agar tidak bertentangan
dengan tujuan perusahaan tersebut.
Manajemen merupakan suatu rangkaian berbagai aktivitas yang saling
berkaitan dan saling mengorganisir kemampuan individu dalam suatu orgainsasi
untuk mendayagunakan dan mengolah sumber daya yang ada sehingga berguna
bagi individu itu sendiri dan juga perusahaan itu sendiri.
Hal ini sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh GR. Terry yang
dikutip oleh Suharyanto dan Hadna (2005:11) adalah:
“Manajemen adalah melakukan pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan melalui atau bersama orang lain”
Sedangkan menurut Hasibuan (2006:9) adalah:
“Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan
sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif
dan efisien untuk mencapai suatu tujuan terentu.”
2.2
Manajemen Sumber Daya Manusia
2.2.1
Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia
Peran individu dalam setiap aktivitas perusahaan akan sangat menentukan
keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Hal
ini karena manusia dalam suatu perusahaan mengelola faktor-faktor produksi
lainnya. Oleh karena itu perusahaan tersebut harus memberikan perhatian khusus
9
baik mengenai pekerjaan, imbalan, kesehatan, keselamatan kerja, lingkungan
kerja atau yang lainnya.
Manusia merupakan sumber daya yang penting dalam menentukan sukses
atau tidaknya dalam suatu sistem organsasi. Tetapi sumber daya manusia
merupakan sumber daya yang paling sulit ditangani karena memiliki sifat dan
kemampuan yang berbeda. Untuk lebih jelasnya dalam hal ini penulis akan
mengemukakan beberapa definisi sebagai berikut:
Menurut T. Handoko (2000:4) pengertian manajemen sumber daya
manusia adalah:
“Penarikan, seleksi, pengembangan, pemeliharaan dan penggunaan
sumber daya manusia untuk mencapai baik tujuan-tujuan individu
maupun perusahaan.”
Sedangkan menurut S.P hasibuan (2006:10) mengemukakan bahwa:
“Manajemen sumber daya manusia adalah seni mengatur hubungan
dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu
terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan masyarakat.”
Dari
beberapa
para
ahli yang
telah
mengemukakan
pendapatnya
menunjukan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni
mengatur proses pendayagunaan Sumber Daya Manusia dan sumber daya lainnya
secara efisien, efektif, dan produktif.
2.2.2
Peranan Manajemen Sumber Daya Manusia
Peranan individu-individu dalam setiap aktivitas perusahaan akan sangat
menentukan
keberhasilan
perusahaan
dalam
mencapai
tujuan
yang
telah
ditetapkan. Hal ini adalah karena manusia dalam perusahaan suatu perusahaan
mengelola faktor produksi lain dengan baik. Oleh karena itu perusahaan harus
memberikan perhatian khusus baik mengenai pekerjaan, imbalan yang diberikan,
kesehatan, keselamatan kerja, lingkungan kerja dan sebagainya. Disamping itu
manajemen sumber daya manusia juga berperan dalam melaksanakan fungsi
perencanaan, organisasi perussahaan, pengarahan, pengandalian dalam segala
bidang yang menyangkut peranan tenaga kerja dan ketentuan dalam setiap
10
aktivitas perusahaan agar dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien
guna mencapai tujuan individu, perusahaan dan masyarakat.
2.3
Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
Seorang manajer adalah orang yang mempergunakan wewenang dan
kepemimpinan
atas
personalia
lainnya
dalam
mengetahui
fungsi-fungsi
manajemen sebagai berikut:
a. Perencanaan (Planning)
Merupakan
fungsi manajemen
yang fundamental,
karena fungsi ini
dijadikan sebagai landasan atau dasar bagi fungsi-fungsi manajemen lainnya.
Perencanaan meliputi tindakan pendahuluan mengenai apa yang harus dikerjakan
dan bagaimana hal tersebut akan dikerjakan agar tujuan yang dikehendaki
tercapai.
b. Pengelompokan (Organizing)
Merupakan proses penyusunan kelompok yang terdiri dari beberapa
aktivitas dan personalitas menjadi satu kesatuan yang harmonis guna ditujukan
kearah pencapaian tujuan.
c. Menggerakkan (Actuating)
Merupakan suatu tindakan menggerakkan semua anggota kelompok agar
mereka mau berusaha untuk mecapai tujuan yang telah direncanakan.
d. Pengawasan (Controlling)
Merupakan usaha mencegah terjadinya atau timbulnya penyimpanganpenyimpangan aktivitas yang telah dilakukan dari sasaran yang telah ditetapkan
sebelumnya.
Maka dapat disimpulkan bahwa Manajemen adalah suatu proses dimana
didalam
proses
tersebut
dilakukan
melalui
fungsi-fungi
manajerial,
dikoordinasikan dengan sumber daya, yaitu Sumber Daya Manusia dan sumber
daya lainnya seperti mesin dan modal untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan
yang diperukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
11
2.4
Seleksi Pegawai
2.4.1
Pengertian Seleksi Pegawai
Pegawai adalah kekayaan atau aset utama dari setiap perusahaan. Peran
pegawai sangat menentukan berhasil tidaknya perusahaan tersebut mencapai
tujuan dan sasarannya. Perusahaan harus selalu berusaha untuk memperoleh dan
menempatkan pegawai yang qualified pada setiap jabatan dan pekerjaan supaya
pelaksanaan pekerjaan lebih berdaya guna serta berhasil guna.
Seleksi merupakan bagian materi dari operasional Manajemen Sumber
Daya Manusia yaitu pengadaan (procurement), sedangkan pengadaan itu sendiri
dari : perencanaan, perekrutan, seleksi, penempatan, dan produksi. Proses seleksi
merupakan tahap-tahap khusus yamg digunakan untuk memutuskan pelamar mana
yang akan diterima. Proses tersebut dimulai ketika pada saat melamar kerja dan
diakhiri
dengan
keputusan
penerimaan.
Proses
seleksi merupakan
proses
pengambilan keputusan bagi calon pelamar untuk diterima atau ditolak. Banyak
pertimbangan yang diperlukan untuk
memilih orang yang tepat. Pedoman pokok
dalam mengadakan seleksi adalah spesifikasi jabatan, karena dari situlah diketahui
kualitas SDM yang dibutuhkan.
Proses
seleksi
melibatkan
pilihan
dari
berbagai
objek
dengan
mengutamakan beberapa objek saja yang dipilih. Dalam kepegawaian, seleksi
lebih secara khusus mengambil keputusan dengan membatasi jumlah pegawai
yang dapat dikontrak kerjakan dari pilihan sekelompok para calon pegawai yang
berpotensi.
Untuk
memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai pengertian
seleksi, berikut dikemukakan beberapa keterangan dan definisi daripara ahli
tentang seleksi pegawai pada perusahaan atau organisasi, antara lain:
a. Pengertian seleksi menurut Henri Simamora (2004:202) yaitu:
“Seleksi adalah proses pemilihan dari sekelompok pelamar, orang
yang paling memenuhi kriteria dalam seleksi untuk posisi yang
tersedia berdasarkan kondisi yang ada pada saat ini pada
perusahaan.”
12
b. Sedangkan menurut Sondang P. Siagian (2006:131) seleksi adalah:
“Proses yang terdiri dari beberapa langkah spesifik, yang diambil
untuk memutuskan pelamar mana yang akan diterima dan palamar
mana yang akan ditolak.”
c. Sedangkan pengertian seleksi menurut Casio (1992) yang dialih
bahasakan oleh Marwansyah dan Muharam (2000:53) adalah:
“Proses identifikasi dan pemilihan orang-orang dari sejumlah
pelamar yang paling sesuai dan memenuhi syarat untuk jabatan dan
posisi tertentu.”
d. Menurut Handoko (1989:85) adalah:
“Seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk
memutuskan apakah diterima atau tidak”
e. Dan Menurut Pangabean (2002:33) bahwa:
“Seleksi adalah merupakan sebuah proses yang ditujukan untuk
memutuskan pelamar/calon karyawan mana yang seharusnya
diterima/dipekerjakan”
Seleksi merupakan titik tolak diterimanya pegawai, seleksi yang baik akan
menentukan kualitas pegawai secara keseluruhan. Mengacu pada hal tersebut,
berdasarkan pengertian-pengertian yang dikemukakan diatas, maka penulis sendiri
dapat menarik kesimpulan bahwa pengertian seleksi adalah suatu proses memilih
seseorang yang sesuai untuk menempati suatu jabatan atau posisi tertentu.
Pada
dasarnya
pendapat-pendapat
itu
tidak
ada
bedanya,
yang
membedakan mungkin mengenai dimulainya proses seleksi itu sendiri. Seleksi
sumber daya manusia itu sangat penting karena merupakan tahap akhir dari proses
rekrutmen.
2.4.2
Tujuan Seleksi Pegawai
Proses seleksi merupakan fungsi yang penting, karena berbagai macam
keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya diperoleh
melalui proses seleksi. Proses seleksi melibatkan proses menduga yang terbaik
(best
guest) dari penentuan bahwa seseorang kemungkinan besar dapat
melaksanakan dan akan berhasil dengan pekerjaan yang ditentukan. Proses seleksi
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh fungsi sumber daya manusia lainnya.
13
Tujuan proses seleksi adalah untuk menyesuaikan pegawai dengan
pekerjaan yang akan diembannya, sedangkan tujuan utamanya adalah untuk
membuat prediksi yang akurat tentang pelamar. Seleksi penerimaan pegawai baru
bertujuan untuk mendapatkan hal-hal sebagai berikut:
1. Pegawai yang Qualified dan Potensial.
2. Pegawai yang jujur dan disiplin.
3. Pegawai yang cakap dengan penempatannya yang tepat.
4. Pegawai yang terampil dan bersemangat dalam bekerja.
5. Pegawai yang dapat menjalin kerja sama baik vertical maupun horizontal.
6. Pegawai yang dinamis dan kreatif.
7. Pegawai yang loyal dan berdedikasi tinggi.
8. Pegawai yang mudah dikembangkan di masa depan.
9. Pegawai yang inovatif dan bertanggung jawab sepenuhnya.
10. Pegawai yang mempunyai perilaku baik.
Setelah mengetahui tujuan seleksi secara jelas seperti yang telah diuraikan
diatas, maka kita juga harus mengetahui alasan perusahaan mengadakan seleksi
pegawai. Untuk mendapatkan pegawai yang diharapkan perusahaan, maka perlu
diadakan proses seleksi terhadap calon pegawai. Perusahaan membutuhkan calon
pegawai untuk mengsi kekosongan jabatan.
Menurut Rachmawati (2008:84) kebutuhan ini disebabkan oleh beberapa
hal, yaitu:
1. Pengunduran diri pegawai
Adalah pegawai yang berhenti bekerja atas kehendaknya sendiri, dengan
mengajukan permohonan pengunduran diri dengan menyebutkan alasanalasan penguduran dirinya.
2. Pegawai yang meninggal dunia
Kematian adalah suatu hal yang tidak bisa dapat dihindari. Hal ini harus
menjadi pemikiran perusahaan untuk mencari pegawai pengganti.
3. Pemutusan hubungan kerja
Adalah pegawai yang berhenti kerja dikarenakan Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) oleh pihak perusahaan yang disebabkan karena pegawai
14
tersebut telah lanjut usia ataupun pegawai tersebut tidak mampu dalam
melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.
4. Pengembangan Perusahaan
Dengan adanya pengembangan perusahaan, maka perusahaan akan lebih
banyak lagi membutuhkan pegawai baru.
Setelah kita mengetahui secara jelas tujuan dari pelaksanaan seleksi dan
kebutuhan akan seleksi pegawai maka kegiatan selanjutnya adalah menetapkan
cara atau teknik seleksi pegawai.
2.4.3
Cara dan Metode Seleksi Pegawai
Dalam hal ini perlu memperhatikan metode-metode yang harus ditempuh
dalam seleksi dan penempatan pegawai, yaitu meliputi:
1. Menentukan kebutuhan-kebutuhan sumber daya manusia;
2. Mengupayakan persetujuan anggaran untuk mengadakan dan mengisi
jabatan-jabatan;
3. Mengembangkan kriteria seleksi yang valid;
4. Pengadaan (recruitment);
5. Mengadakan test atau sebaliknya me-screening para pelamar;
6. Menyiapkan daftar dari para pelamar yang berkualitas;
7. Mengadakan wawancara terhadap para pelamar yang paling berkualitas;
8. Mengadakan seleksi pelamar yang paling berkualitas.
Dalam praktik setiap instansi menerapkan metode-metode tersebut secara
berbeda-beda. Namun yang penting diperhatikan adalah menetapkan kualifikasi
minimal untuk seorang pegawai atau jabatan tertentu, hal ini akan menyangkut
pemberian standar perekrutan pegawai yang diinginkan. Didalam menetapkan
kualifikasi minimal tersebut diharapkan dapat memperhatikan langkah-langkah
sebagai berikut:
a. Tinjauan data biografis
b. Tes bakat atau ketangkasan
c. Tes kemampuan
d. Ujian penampilan
15
e. Referensi
f.
Evaluasi kinerja
g. Wawancara
h. Pusat penilaian
i.
Masa percobaan
Hukum serta aturan-aturan seleksi mensyaratkan bahwa setiap bentuk tes
atau ujian harus dikaitkan dengan jabatan yang akan diduduki. Berbagai macam
metode
mempunyai
keuntungan-keuntungan
atau
kelebihan
masing-masing.
Biasanya perusahaan publik menggunakan metode secara kombinasi sehingga
dapat mengevaluasi kekurangan metode tertentu. Metode tersebut juga dapat
membantu menyeimbangkan nilai-nilai yang lebih tinggi sebagai alat untuk
mengurangi bias dalam memberikan penilaian terhadap pelamar.
Menurut Siagian P. Hasibuan (2001:52) cara seleksi yang digunakan oleh
perusahaan maupun perusahaan dalam penerimaan pegawai dewasa ini dikenal
dengan dua cara dengan metode ilmiah dan metode non ilmiah, berikut ini adalah
uraian dari cara tersebut:
a. Metode Ilmiah
Seleksi dengan metode ilmiah adalah seleksi yang didasarkan kepada job
spesification dan kebutuhan nyata jabatan yang akan diisi, serta berpedoman
kepada kriteria dan standar-standar tertentu. job spesification adalah suatu
pernyataan tertulis yang berisi tentang keterampilan, kemampuan dan kualifikasi
yang harus dimiliki oleh seseorang yang akan melaksanakan jabatan/pekerjaan
tertentu secara efektif. job description adalah surat pernyataan tertulis yang berisi
tentang berbagai tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seseorang
yang mengaku jabatan/pekerjaan tertentu, kondisi kerja, peralatan dan material
serta informasi yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan tersebut.
Seleksi metode ilmiah merupakan pengembangan seleksi non ilmiah dengan
mengadakan analisis cermat tentang unsur-unsur yang akan diseleksi supaya
diperoleh pegawai yang kompeten dengan penempatan yang tepat. Seleksi ilmiah
hendaknya dilaksanakan dengan cara-cara yang mengacu kepada hal-hal antara
lain:
16
1. Metode kerja yang jelas dan sistematis berorientasi kepada prestasi kerja.
2. Berorientasi kepada kebutuhan riil pegawai.
3. Berdasarkan kepada job analysis dan ilmu sosial lainnya.
4. Berpedoman kepada undang-undang perburuhan.
b. Metode Non Ilmiah
Seleksi dengan cara non ilmiah adalah seleksi yang dilaksanakan tidak
didasarkan kepada kriteria, standar, atau spesifikasi kebutuhan nyata, pekerjaan
atau jabatan. Akan tetapi hanya didasarkan pada perkiraan dan pengalaman saja.
Seleksi dalam hal ini tidak berpedoman pada uraian pekerjaan dan job
specification dari jabatan yang akan diisi. Unsur-unsur yang diseleksi biasanya
meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Surat lamaran bermaterai atau tidak.
2. Ijazah sekolah dan daftar nilainya.
3. Surat keterangan pekerjaan dan pengalaman.
4. Referensi dan rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya.
5. Wawancara langsung dengan yang bersangkutan.
6. Penampilan dan keadaan fisik pelamar.
7. Keturunan dari pelamar yang bersangkutan.
8. Tulisan pelamar.
Seleksi non ilmiah (observation method)
jawabkan
karena
menyelesaikan
sering
pekerjaanya,
kurang
memperoleh
pegawai
bahkan
menimbulkan
dapat
baru
yang
dipertanggung
tidak
kesulitan-kesulitan
cakap
bagi
perusahaan. Karena tulisan yang baik, tampang cakap, bicara yang lancar belum
tentu terampil dan bergairah kerja. Sebaliknya seseorang yang mempunyai
tampang yang kurang cakap, tulisan yang tidak baik, bicara yang kurang lancar,
bisa jadi lebih terampil, bergairah, kreatif, dan loyal terhadap pekerjaanya.
17
2.4.4
Kualifikasi Seleksi Pegawai
Tujuan seleksi adalah untuk mendapatkan pelamar yang memenuhi syarat
dan mempunyai kualifikasi sebagaimana tercantum dalam uraian pekerjaan.
Penyeleksi harus mengetahui secara jelas kualifikasi yang akan diseleksi dari
pelamar. Hal ini sangat penting supaya sasaran dicapai dengan baik. Tanpa
mengetahui secara jelas kualifikasi seleksi akan mengakibatkan sasaran yang
dicapai menyimpang.
Manajer perlu memutuskan kriteria seleksi untuk mengevaluasi pelamar
untuk posisi yang kosong. Kriteria seleksi adalah karakteristik yang berasal dari
deskripsi pekerjaan dan spesifikasi pekerjaan. Kriteria seleksi biasanya dapat
dirangkum dalam beberapa kategori; pendidikan, pengalaman kerja kondisi fisik
dan
karakteristik
kepribadian.
Pada
dasarnya
kriteria
seleksi
haruslah
mendaftarkan karakteristik pegawai yang dinilai berpotensi .
Yang dimaksud dengan klasifikasi pegawai menurut Ambar Teguh
Sulistiyati dan Rosdiah (2003:1) adalah:
“ Sebagai pengkategorian pegawai, kedudukan, sesuai dengan jenis
pegawai dan jenis kecakapan, pengetahuan dan kemampuan yang
diperlukan.”
Dalam klasifikasi kerja yang mengelompokkan
tugas, pegawai, standar
kualifikasi yang dirumuskan untuk sekumpulan posisi. Terdapat dua macam
klasifikasi yang biasanya dipergunakan, yaitu:
1. Pegawai dibagi dalam klasifikasi dalam cakupan yang umum.
2. Dalam setiap klasifikasi dalam cakupan yang umum pegawai dibedakan
menurut tingkat tanggung jawabnya.
Adapun sistem klasifikasi yang sering dipergunakan baik oleh perusahaan
publik maupun perusahaan swasta, berikut ini diantaranya:
1. Masukan informasi, yaitu bagaimana pegawai memperoleh informasi yang
diperlukan untuk pelaksanaan kerja.
18
2. Proses-proses mental, yaitu pertimbangan apa yang ditekankan dalam
pembuatan
keputusan,
perencanaan
dan
aktivitas-aktivitas
proses
informasi yang dilibatkan dalam pelaksanaan pegawai.
3. Output
pegawai,
yakni
meliputi
aktivitas-aktivitas
fisik
apa
yang
dilakukan oleh pegawai serta alat-alat apa yang diperlukan.
4. Relasi dengan orang, yaitu kebutuhan relasi seperti apa yang diperlukan
oleh pegawai.
5. Konteks pegawai, yang meliputi konteks fisik dan sosial mengenai apa
yang diperlukan pegawai.
Menurut Hasibuan (2001:54) kualifikasi seleksi meliputi umur, keahlian,
kesehatan,
fisik,
pendidikan,
jenis
kelamin,
tampang,
bakat,
temperamen,
karakter, pengalaman kerja, kerjas sama, kejujuran, kedisiplinan, inisiatif, dan
kretifitas.
1. Umur
Umur harus mendapatkan perhatian karena akan memepengaruhi kondisi
fisik, mental, kemampuan kerja, dan tanggung jawab seseorang. Umur
pekerja juga diatur oleh undang-undang perburuhan. Pegawai muda
umumnya memiliki fisik yang lebih kuat, dinamis dan kreatif, tetapi cepat
bosan, kurang bertanggung jawab, cenderung absensi, dan turnover-nya
tinggi. Pegawai yang umumnya lebih tua kondisi fisiknya kurang, tetapi
bekerja ulet, tanggung jawab besar, serta absensi dan turnover-nya rendah.
2. Keahlian
Keahlian harus mendapatkan perhatian utama kualifikasi seleksi. Hal ini
yang
akan
menentukan
mampu
tidaknya
seseorang
menyelesaikan
pekerjaan yang akan ditugaskan kepadanya. Keahlian ini mencakup
technical
skill,
human
skill,
conceptual
skill,
kecakapan
untuk
memanfaatkan kesempatan, serta kecermatan menggunakan peralatan yang
dimiliki perusahaan dalam mencapai tujuan.
19
3. Kesehatan fisik
Kesehatan fisik sangat penting untuk dapat menduduki suatu jabatan.
Tidak mungkin seseorang dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan
baik jika sering sakit. Bahkan, perusahaan akan dibebani pengeluaran
biaya perawatan yang cukup besar.
4. Pendidikan
Pendidikan merupakan suatu indikator yang mencerminkan kemampuan
seseorang untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan latar
belakang pendidikan pula seseorang dianggap akan mampu menduduki
suatu jabatan tertentu.
5. Jenis kelamin
Jenis kelamin harus diperhatikan berdasarkan sifat pekerjaan, waktu,
mengerjakan, dan peraturan perburuhan.
Dimisalkan, untuk pekerjaan
berat atau jaga malam kurang pantas dijabat oleh kaum wanita. Demikian
pula untuk pekerjaan merawat bayi kurang cocok dilakukan oleh kaum
pria.
6. Tampang
Tampang (physical appearance) adalah keseluruhan penampilan dan
kerapian diri seseorang yang tampak dari luar. Tampang hanyalah
merupakan kualifikasi tambahan. Artinya, untuk jabatan tertentu tampang
akan
turut
membantu
keberhasilan
sesorang
dalam
melaksanakan
tugasnya.
7. Bakat
Bakat (mental aptitude) perlu mendapatkan suatu perhatian, karena orang
yang berbakat lebih cepat berkembang dan mudah menangkap pengarahan
yang
diberikan.
Biasanya
orang
mengembangkan kemampuan dirinya.
yang
berbakat
lebih
kreatij
20
8. Temperamen
Temperamen adalah pembawaan seseorang yang sulit dipengaruhi oleh
lingkungan
dan
melekat
pada
dirinya.
Penilaian temperamen calon
pegawai agak sulit. Untuk penilaian biasanya diserahkan kepada seorang
psikolog.
9. Karakter
Karakter atau kepribadian berbeda dengan temperamen walaupun ada
hubungan erat antar kedua kualifikasi.
pembawaan
seseorang
yang
pendidikan,
sedangkan temperamen tidak
Karakter
merupakan sifat
dapat diubah dengan lingkungan atau
dapat diubah oleh suatu
lingkungan tertentu.
10. Pengalaman kerja
Pengalaman kerja seorang pelamar hendaknya mendapat pertimbangan
utama dalam proses seleksi. Orang yang berpengalaman merupakan calon
pegawai yang telah siap pakai.
11. Kerja sama
Kerja sama harus diperhatikan dalam proses seleksi, karena kesediaan
kerja sama, baik vertikal maupun horisontal merupakan kunci keberhasilan
perusahaan, asalkan kerja sama itu sifatnya selalu positif serta berdasarkan
kemampuan.
12. Kejujuran
Kejujuran merupakan kualifikasi seleksi yang sangat penting karena
kejujuran merupakan kunci untuk mendelegasikan tugas kepada seseorang.
Perusahaan tidak akan mendelegasikan wewenang kepada seseorang yang
tidak jujur dan tidak bertanggung jawab.
13. Kedisiplinan
Kedisiplinan perlu diperhatikan dalam prosres seleksi karena untuk dapat
menyelesaikan tugas dengan baik seseorang harus disiplin, baik pada
dirinya sendiri maupun
pada perusahaan. Pegawai yang kurang disiplin
sulit untuk diharapkan mendapatkan hasil kerja yang baik.
21
14. Inisatif dan Kreatif
Inisiatif dan kreatif merupakan kualifikasi seleksi yang penting karena
inisiatif
dan
kreatifitas
dapat
membuat
sesorang
mandiri
dalam
menyelesaikan setiap pekerjaannya.
Kualifikasi-kualifikasi seleksi diatas tidak mungkin terdapat semuanya
dalam diri seorang pelamar. Oleh karena itu, penyeleksi harus memberikan bobot
nilai secaera selektif sesuai dengan kebutuhan prioritas kebutuhan perusahaan.
Tanpa memberikan bobot nilai kualifikasi seleksi, penyeleksi tidak akan dapat
memperoleh calon pegawai dari pelamar yang tersedia.
2.4.5
Proses Seleksi Pegawai
Banyak tahapan dalam proses seleksi dan urutannya bervariasi tidak hanya
pada perusahaan, tetapi juga pada tipe dan tingkatan pekerjaan yang akan diisi,
biaya pelaksanaan fungsi tertentu disetiap tahap, dan efektifitas dalam tahap
menyaring kandidat yang tidak memenuhi syarat. Proses pelaksanaan seleksi perlu
ditetapkan dengan cermat dan berdasarkan atas efisiensi untuk memperoleh
pegawai yang qualified dengan penempatan yang tepat. Dan menurut Hasibuan
(2001:57) tahap-tahap dalam proses seleksi yang biasanya dipergunakan terdiri
atas:
1. Seleksi surat lamaran
Menyeleksi surat-surat lamaran artinya memilih surat-surat lamaran dan
mengelompokan atas surat lamaran yang mengetahui syarat dan surat
lamaran yang tidak mengetahui syarat. Lamaran yang tidak mengetahui
syarat berarti gugur, sedangkan lamaran yang mengetahui syarat dipanggil
untuk
mengikuti
seleksi
berikutnya.
Dalam
surat
panggilan
harus
dicantumkan waktu, tempat, dan alat-alat yang diperlukan untuk mengikuti
seleksi tersebut.
2. Pengisian blangko lamaran
Pelamar yang dipanggil diharuskan mengisi blangko (formulir) lamaran
yang telah disediakan. Formulir ini memuat rincian data yang komplet dari
pelamar, seperti nama orang tuanya, pengalaman kerjanya, dan gaji yang
22
dimintakan. Formulir lamaran akan digunakan sebagai salah satu alat
referensi pelamar bersangkutan.
3. Pemeriksaan referensi
Memeriksa referensi adalah meneliti siapa referensi pelamar, dipercaya
atau
tidak
untuk
memberikan
informasi
mengenai
sifat,
perilaku,
pengalaman kerja, dan hal-hal yang dianggap penting dari pelamar.
Referensi pada dasarnya adalah seseorang yang dapat memberikan
informasi dan jaminan mengenai sifat, perilaku, dan hal lain dari pelamar
bersangkutan. Pemeriksaan referensi itu harus hati-hati karena informasi
yang diberikan pada umumnya adalah informasi yang baik-baik saja.
Referensi yang digunakan adalah personal referenses dan employement
reference.
a. personal referenses
Adalah referensi yang dapat memberikan informasi mengenai karakter,
kesehatan atau penyakit yang pernah dialami pelamar.
b. employement reference
Adalah referensi yang dapat memberikan informasi atau semacam
jaminan mengenal latar belakang maupun pengalaman kerja pelamar.
4. Wawancara pendahuluan
Dalam wawancara pendahuluan, pimpinan atau tim penyeleksi perusahaan
mengadakan wawancara formal dan mendalam dengan pelamar. Dengan
demikian, akan didapatkan data yang lebih komplet dan lebih rinci.
Dengan percakapan langsung, pewawancara yang berpengalaman dan jeli
dapat menggali kemampuan (acceptability) seorang pelamar. Dengan
wawancara akan diperoleh informasi dari setiap pelamar, kemudian
dibandingkan satu persatu siapa yang paling tinggi kemampuannya untuk
melakukan pekerjaan itu. Adapun macam-macam wawancara, yaitu:
a. Unstructured interview
Adalah
secara
dipertanyakan.
bebas
tanpa
persiapan
pertanyaan
yang
akan
23
b. Structured interview
Adalah wawancara yang pertanyaan-pertanyaannya telah dipersiapkan
sehingga wawancara itu akan lebih terarah dan cepat.
c. Mixed interiew
Adalah kombinasi antara unstructured interview dengan structured
interview. Cara ini akan memperoleh data dan informasi yang lebih
lengkap dan terisi dari pelamar.
5. Tes penerimaan
Tes penerimaan adalah proses untuk mencari data calon pegawai yang
disuaikan dengan spesifikasi jabatan atau pekerjaan yang akan dijabatnya.
Jenis tes penerimaan calon pegawai ini adalah wawancara dan tertulis.
Bentuk-bentuk tes penerimaaan adalah sebagai berikut:
a. Tes fisik
Yaitu suatu proses yang menguji kemampuan fisik pelamar, misalnya
pendengaran dan penglihatan
b. Tes akademik
Yaitu proses menguji kecakapan yang dimiliki pelamar sesuai dengan
kebutuhan jabatan yang akan diiisinya.
c. Tes psikologi
Yaitu proses menguji tentang kecerdasan, bakat, prestasi, minat, dan
kepribadian dari pelamar.
6. Tes psikologi
Tes psikologi adalah proses menguji atau mengetes kemampuan mental
pelamar
untuk
mengukur
apakah
mentalnya
sesuai
dengan
yang
diinginkannya. Jenis-jenis tes psikologi adalah:
a. Tes kecerdasan
Yaitu menguji kepribadian mental pelamar dalam hal daya pikir secara
menyeluruh dan logis.
24
b. Tes kepribadian
Yaitu menguji kepribadian mental pelamar dalam hal kesediaan
bekerja
sama,
sifat
kepemimpinan,
kejujuran,
dan
unsur-unsur
kepribadian lainnya yang dibutuhkan perusahaan.
c. Tes bakat
Yaitu mengukur kemampuan mental potensial (IQ) pelamar apakah
mempunyai kesanggupan untuk dikembangkan di kemudian hari.
d. Tes minat
Yaitu menguji jenis pekerjaan apa yang paling disenangi oleh pelamar
dan mengukur apakah pelamar cocok serta antusias mengerjakan
pekerjaan yang diberikan kepadanya.
e. Tes prestasi
Yaitu
mengetes
dan
mengukur
apakah
pelamar
akan
mampu
berprestasi mengerjakan pekerjaan yang diberikan kepandanya. Tes
prestasi ini hendaknya dilakukan secara cermat dan mendalam untuk
mengetahui apa pelamar mempunyai mental serta kemauan besar
dalam mencapai prestasi-prestasi kerja optimal.
7. Tes kesehatan
Tes
kesehatan
memenuhi
yaitu
spesifikasi
pemeriksaan
kesehatan
yang
ditentukan
telah
fisik
untuk
pelamar
jabatan
apakah
yang
bersangkutan.
Misalnya, pendengaran, penglihatan (buta warna atau tidak), berpenyakit
jantung atau tidak, bronhitis atau tidak, dan mempunyai cacat badan atau
tidak.
Tes kesehatan hendaknya diperhatikan dengan cermat karena sangat
menentukan tingkat prestasi kerja pegawai. Tidak mungkin pegawai akan
dapat berprestasi baik jika ia sering sakit dan tidak dapat hadir untuk
melaksanakan tugas-tugasnya
25
8. Wawancara akhir atasan langsung
Kepala
bagian atau atasan langsung mewawancarai pelamar untuk
memperoleh data yang lebih mendalam tentang kemampuan pelamar
dalam
melaksanakan
tugas-tugas
yang
akan
diberikan
kepadanya.
Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan
praktis pelamar dalam mengerjakan pekerjaan dan juga untuk memperoleh
gambaran apakah pelamar dapat diajak bekerja sama atau tidak.
Wawancara akhir akan menentukan diterima atau tidaknya pelamar
menjadi calon pegawai pada perusahaan tersebut. Wawancara dapat
dilaksanakan dengan menggunakan berbagai format wawancara yang
berbeda, antara lain:
a. Tidak terstruktur
Yaitu
sedikit
bila
ada
pertanyaan-pertanyaan
yang
disiapkan.
Pertanyaan-pertanyaan dibuat selama wawancara.
b. Terstruktur
Yaitu
suatu
daftar
pertanyaan
ditentukan
sebelumnya,
biasanya
diajukan kepada semua pelamar.
c. Campuran
Suatu
kombinasi
pertanyaan-pertanyaan
terstruktur
dan
tidak
terstruktur, yang biasanya dilakukan dalam praktek.
d. Pemecahan masalah
Yaitu pertanyaan dibatasi pada berbagai situasi hipotesis. Evaluasi
dilakukan pada penyelesaian dan pendekatan yang digunakan pelamar.
e. Stress interview
Yaitu serangkaian gertak, pertanyaan-pertanyaan sengit dan cepat yang
dimaksudkan untuk membuat gugup pelamar.
9. Keputusan penerimaan
Ini merupakan tahap akhir dari proses seleksi. Dimana atasan langsung
yang
akan
memutuskan
diterima
atau
ditolaknya
pelamar
menjalani serangkaian proses seleksi untuk menjadi pegawai.
setelah
26
Sedangkan untuk proses pengambilan keputusan pengangkatan, yang
dimana akan berjalan dengan baik sangat tergantung pada dua prinsip dasar proses
seleksi diantaranya:
1. Perilaku dimasa lalu merupakan prediktor terbaik atas perilaku dimasa
yang akan datang. Pengetahuan tentang apa yang telah dikerjakan oleh
seseorang dimasa silam merupakan indikator terbaik dari apa yang
kemungkinan akan dilakukannya pada masa yang akan datang.
2. Perusahaan harus menghimpun data yang valid sebanyak mungkin,
sepanjang masih layak secara ekonomis dan setelah itu memanfaatkannya
untuk menyeleksi pelamar kerja.
2.4.6 Hambatan dan Kendala Seleksi Pegawai
Pelaksanaan seleksi selalu ada hambatan atau kendala walaupun telah
direncanakan secara cermat. Hal ini terjadi karena yang diseleksi adalah manusia
yang mempunyai pikiran, dinamika, dan harga diri. Seleksi pelamar jauh lebih
sulit daripada memilih mesin-mesin yang digunakan.
Berikut ini faktor-faktor yang mempengaruhi proses seleksi:
1. Konsekuensi yang salah haruslah diperhitungkan, hal ini dipengaruhi oleh
panjangnya periode pelatihan, dana yang diinvestasikan kepada pegawai baru.
2. Kebijakan perusahaan dan sikap
manajemen puncak. Kebijakan yang
dikeluarkan oleh manajemen puncak dapat mengahambat proses seleksi.
3. Menyangkut waktu yang tersedia untuk pengambilan keputusan seleksi.
4. Pendekatan seleksi yang berbeda umumnya digunakan untuk mengisi posisiposisi di jenjang yang berbeda didalam perusahaan.
Dalam proses seleksi sering terdapat hambatan atau tantangan yang
menjadi kendala seperti dikemukakan oleh Drs. T. Hani Handoko (2000:86-88)
sebagai berikut:
“Manajer personalia harus menghadapi paling tidak tiga tantangan,
yaitu tantangan supply, etis dan perusahaan.”
27
Berikut ini adalah penjelasan dari uraian tersebut:
1. Tantangan Supply
Semakin besar jumlah pelamar yang berkualitas maka akan semakin mudah
bagi departemen personalia untuk memilih pegawai baru yang berkualitas.
Dalam kenyataannya, banyak lowongan jabatan yang sangat sulit dipenuhi.
Keterbatasan supply tersebut menyebabkan perusahaan tidak leluasa memilih
pegawai terbaik.
2. Tantangan Etis
Penerimaan pegawai baru karena hubungan keluarga, pemberian komisi dari
kantor penempatan, tenaga kerja atau karena suap, semuanya merupakan
tantangan bagi pengelola perusahaan bila standar-standar etis ini dilanggar
pegawai baru dipilih secara tidak tepat.
3. Tantangan Perusahaan
Perusahaan mengahadapi keterbatasan-keterbatasan, seperti anggaran/sumber
daya
lainnya
yang
mungkin
akan mampu membatasi proses seleksi.
Disamping itu berbagai strategi kebijaksanaan dan teknik perusahaan juga
merupakan batasan-batasan.
Menurut Pangabean (2004:33) yang menjadi hambatan-hambatan dalam
proses seleksi itu, antara lain:
1.
Tolak ukur
Kendala tolak ukur adalah kesulitan untuk menentukan standar tolak ukur
yang akan digunakan mengukur kualifikasi-kualifikasi seleksi secara objektif.
Misalnya, mengukur kejujuran atau kesetiaan. Bobot nilai yang diberikan
sering didasarkan pada pertimbangan subjektif saja.
2.
Penyeleksi
Kendala penyeleksi adalah kesulitan mendapatkan penyeleksi yang benarbenar qualified, jujur, objektif penilaiannya.
3.
Pelamar
Kendala perusahaan adalah kesulitan untuk mendapatkan jawaban yang jujur
dari pelamar. Mereka selalu memberikan jawaban mengenai hal-hal yang
baik saja tentang dirinya sedangkan hal-hal yang kurang baik disembunyikan.
28
Hal ini terjadi karena pelamar adalah manusia yang mempunyai pikiran,
kepintaran dan keahlian untuk mengelabui penyeleksi.
Maka oleh sebab itu, untuk mengurangi kendala-kendala tersebut, perlu
dilakukan kebijaksanaan seleksi secara bertingkat, karena semakin banyak tingkat
seleksi yang dilakukan semakin cermat dan teliti penerimaan pegawai yang
dilaksanakan.
Download