XI. Minuman Fungsional

advertisement
IX. Minuman Fungsional
Definisi : minuman yang dibuat berdasarkan pengetahuan tentang
hubungan antara komponen minuman dan kesehatan
• Bukan obat
• memberikan fungsi gizi, sensoris (Pemuas selera) dan
fisiologis(mempunyai efek terhadap kesehatan/kebugaran
tubuh,menurunkan efek negatif penyakit)
• Mengandung komponen fungsional
1. Syarat komponen fungsional :
 Harus dapat larut atau terdispersi merata dalam minuman
 Mempunyai kestabilan yang baik : dipengaruhi oleh : kondisi
medium (basa/asam), suhu, O2, sinar.
 Contoh : asam askorbat mempunyai kestabilan yang tinggi
pada kondisi asam dan pengadukan rendah (O2 rendah)
212
 Fungsi komponen fungsional :
• Memperkuat mekanisme pertahanan tubuh
• Mencegah timbulnya penyakit tertentu (kardiovaskuler,
kanker, pencernaan, osteoporosis dll).
• Mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit.
• Menjaga kondisi fisik dan mental.
• Memperlambat proses penuaan.
 Jenis komponen fungsional :
1. Dietary fiber/ serat makanan.
• Mencegah penyakit divertikulosis.
• Menurunkan kolesterol plasma
• Menurunkan respon glisemik makanan
• Mengurangi resiko kanker usus.
213
2. Oligosakarida
• Fuktooligosakarida (FOS), Galaktooligosakarida (GOS),
Xilooligosakarida.
• Meningkatkan populasi bifido bakteria dalam usus besar.
3. Bifidobakteria atau BAL
• Menekan pertumbuhan bakteri patogen dalam usus besar.
4. Antioksidan termasuk polifenol :
• Menangkal radikal bebas
• Mencegah penyakit degeneratif
• Mengurangi resiko penyakit kanker.
214
5. Kasein fosfopeptida atau kasein kalsium peptida :
• Meningkatkan penyerapan kalsium dalam tubuh.
6. EPA (Ecosa pentanoic acid), DHA (Decosahexanoic acid), γlinoleat.
• Mengendalikan serum lipida.
7. Gula alkohol : Maltitol dan eritritol :
• Bersifat antikariogenik.
Tiga syarat yang harus dipenuhi produk minuman fungsional :
• Produk adalah produk pangan yang berasal dari bahan alami
• Produk dapat dan selayaknya dikonsumsi sebagai bagian
pangan sehari-hari.
• Mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, memberikan
peran tertentu pada metabolisme tubuh.
215
Perancangan minuman fungsional :
 Didasarkan pada kebutuhan konsumen  diperlukan
pengetahuan tentang komponen aktif dalam bahan.
Perkembangan minuman fungsional :
USA : minuman berserat
Eropa :
• Susu terfermentasi  mengandung bifidobakteria
• Minuman antioksidan
• Susu dengan Oligosakarida
Jepang : Pencetus pangan fungsional
• Fibremini : minuman berserat: serat larut: polidekstrosa.
• Bikkle: minuman dengan bifidobakteria, serat makan, besi,
karoten dan DHA.
216
 Minuman Isotonik :
• Minuman untuk olahragawan.
• Mampu mencegah dehidrasi serta memberikan energi yang
dapat digunakan dengan cepat.
• Definisi : minuman yang mempunyai tekanan osmotik yang
sama dengan cairan tubuh sehingga mudah diserap tubuh.
• Sifat-sifat :
 Dapat menggosongkan perut dengan cepat
 Penyerapan diusus tinggi
  Mempengaruhi kinerja jantung  meningkatkan
kinerja olahragawan.
 Kadar karbohidrat : 6-8%  karbohidrat < 5%  tidak cukup
memberikan energi. Karbohidrat > 10%  mencegah
penggosongan perut .
217
 Pemanis yang digunakan : Glukosa, maltodekstrin, dan
sukrosa  menstimulasi penyerapan cairan.
 Komposisi Umum minuman Isotonik :
Bahan
% (b/b)
Dekstrosa
32,104
Sukrosa
32,404
Asam sitrat
15,570
Kalium monofosfat
5,760
Na Cl
4,736
Na. sitrat
3,799
Cita rasa jeruk
2,801
Kalium clorida
1,395
Na. Sakarin
1,246
Asam askorbat
0,411
Pewarna
0,074
218
Tugas rumah
Carilah contoh produk minuman fungsional di
Indonesia 3 buah saja !
• Apa komponen fungsionalnya ?
• Apa efek fisiologis komponen tersebut ?
• Email [email protected]
219
Download