peningkatan daya saing pengrajin industri kecil rumah tangga

advertisement
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
KOSTUMISASI RANCANGAN SISTEM INFORMASI
MANUFAKTUR PADA IMPLEMENTASI POWERMAX
(STUDI KASUS PT. ALSTOM POWER ENERGY SYSTEMS
INDONESIA)
Pratama Wicaksana Budiarta1, Nur Iriawan1,2
Program Studi Magister Manajemen Teknologi – Insitut Teknologi Sepuluh Nopember
2
Jurusan Statistik Industri – Fakultas MIPA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Email: [email protected]
1
ABSTRAK
Globalisasi dunia manufaktur menuntut PT. ALSTOM Power ESI untuk dapat
mengelola informasi dengan baik, sehingga kebutuhan informasi masing – masing pihak
yang berkepentingan dapat terpenuhi. dengan cepat dan tepat. Perkembangan teknologi
informasi yang hingga saat ini terus berkembang dapat mengotomatisasi proses
pengelolaan informasi dari mulai proses memasukkan informasi, menyimpan, dan
memperbaruinya setiap saat sehingga setiap karyawan bisa mendapatkan informasi
terbaru dan melakukan analisis dengan lebih mudah. Dalam sistem informasi
manufaktur ini tidak hanya mencakup proses produksi saja, tetapi mencakup semua
proses dari mulai seleksi material, seleksi jenis produk, penjadwalan sampai pelacakan
progress pekerjaan sebuah produk. Keluaran dari sistem informasi ini diharapkan dapat
memberikan informasi yang relevan dan up to date bagi stakeholder (supplier, staff
produksi, engineer, middle manajemen, top manajemen, ect).
Visi dari PowerMax adalah untuk menjadi program bisnis global untuk
harmonisasi, simplifikasi dan implementasi proses didalam sebuah syitem informasi
global. Ini akan meningkatkan ketersediaan informasi, konsistesi, transparansi dan
kepercayaan sehingga semua dapat bekerja sama dengan lebih efektif. Sangat
diharapkan agar PowerMax bisa menjadi sistem informasi yang lebih baik bagi
perusahaan. Dengan menyajikan proses implementasi yang tepat, maka sistem ini akan
dapat menyediakan informasi yang lebih baik dan dapat membuat kita untuk melakukan
aktivitas lebih mudah, aman dan efisien. Untuk itu diperlukan rancangan kustomisasi
sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM Power ESI yang dapat diimplementasi
oleh sistem PowerMax.
Analisis kostumisasi rancangan sistem informasi manufaktur menggunakan
analisis terstruktur dimulai dari pembuatan data flow diagram (DFD) lalu entity
relationship diagram (ERD) dan sketsa user interface. Hasil penelitian ini adalah
integrasi aliran informasi pada modul production planning khususnya pada proses MRP,
capacity planning dan production schedulling dimana sebelumnnya masing – masing
proses berjalan secara terpisah dan dikerjakan dengan beberapa software yang berbeda
dan juga mengeliminasi penggunaan metoda peramalan kualitatif yang hanya
mengandalkan adjustment pada proses estimasi penjadwalan dan menggantinya dengan
dengan metoda peramalan dengan deret waktu yang menggunakan data waktu masa
lampau sebagai dasar estimasi penjadwalan.
Kata kunci
: PowerMax, Sistem Informasi Manufaktur, Data Flow Diagram, Entity
Relationship Diagram dan User Interface.
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
PENDAHULUAN
Persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan-perusahaan manufaktur di
Indonesia maupun global mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan sistem
informasi manajemen yang sebaik-baiknya termasuk penyediaan informasi yang up to
date dan akurat bagi internal users maupun costumer. Globalisasi dunia manufaktur
menuntut PT. ALSTOM Power Energy Sytems Indonesia untuk dapat mengelola
informasi dengan baik, sehingga kebutuhan informasi masing - masing pihak yang
berkepentingan dapat terpenuhi dengan cepat dan tepat. Perkembangan teknologi
informasi yang hingga saat ini terus berkembang dapat mengotomatisasi proses
pengelolaan informasi dari mulai proses memasukkan informasi, menyimpan, dan
memperbaruinya setiap saat sehingga setiap karyawan bisa mendapatkan informasi
terbaru dan melakukan analisis dengan lebih mudah.
Kebutuhan sistem informasi perusahaan yang dikaji dalam penelitian ini adalah
PT. ALSTOM Power Energy Systems Indonesia, sebuah perusahaan industri
berteknologi tinggi yang merupakan pemain besar dalam pasar untuk sistem, peralatan
dan jasa-jasa pada pembangkitan listrik. PT. ALSTOM Power Energy Systems
Indonesia atau lebih dikenal dengan PT. ALSTOM Power ESI yang merupakan
perusahaan multinational yang bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik khususnya
pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan pembangkit listrik tenaga gas & uap
(PLTGU).
Sistem informasi yang sedang diimplementasikan masih merupakan sistem
informasi dengan fitur standard program dari SAP dan belum sesuai dengan kebutuhan
perusahaan, karena itu perlu adanya kostumisasi rancangan sistem informasi basis data,
rancangan proses dan desain user interface yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan
dan mendukung proses implementasi PowerMax. Menurut Budisusetija selaku
President Director dari PT. ALSTOM Power ESI, PowerMax akan menjadi sistem ERP
baru PT. ALSTOM Power ESI, menggantikan sistem syteline yang sudah ada.
PowerMax sangat diharapkan bisa menjadi sistem informasi yang lebih baik bagi
perusahaan. Dengan menyajikan proses implementasi yang tepat, maka sistem ini akan
dapat menyediakan informasi yang lebih baik dan dapat membuat sistem melakukan
aktivitas lebih mudah, aman dan efisien (Budisusetija, 2009). Untuk itu perlu
pengembangan rancangan sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM Power ESI
yang dapat diadopsi oleh sistem PowerMax.
KAJIAN PUSTAKA
ERP
ERP singkatan dari tiga elemen kata, yaitu Enterprise (perusahaan/ organisasi),
Resource (sumber daya) dan Planning (perencanaan). Tiga kata ini mencerminkan
sebuah konsep yang berujung pada sebuah kata, yaitu ‘Planning’, yang berarti bahwa
ERP menekankan kepada aspek perencanaan yang terintergrasi di suatu
organisasi/perusahaan, bersifat lintas fungsional, terdiri atas berbagai fitur dengan
tujuan agar dapat merencanakan dan mengelola sumber daya organisasi dengan lebih
efisien dan dapat merespon kebutuhan pelanggan dengan lebih baik. Konsep ERP dapat
dijalankan dengan baik, jika didukung oleh seperangkat aplikasi dan infrastuktur
komputer baik software dan hardware sehingga pengelolaan data dan informasi dapat
dilakukan dengan mudah dan terintegrasi.
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-2
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Kata ‘Enterprise’ sendiri cenderung dipertahankan karena memiliki makna yang
tidak dapat diwakili oleh kata lain (Wallace dan Kremzar, 2001), misalkan perusahaan
atau organisasi. Pengembangan ERP sudah mulai digulirkan pada awal tahun 1990.
Hasil dari pengembangan proyek ERP ini berupa sebuah software solusi dengan
informasi terintegrasi dan proses bisnis yang mampu berbagi informasi melalui lintas
organisasi. Ketika ERP mulai diimplementasikan pada sistem manufaktur dan
perencanaan produksi, ruang lingkup ERP kembali berkembang pada pertengahan tahun
1990 yang memasukkan fungsi administrasi perkantoran seperti order management,
financial management, asset management, dan human resources management (Swartz
dan Orgill, 2001).
Elements of data flow diagram
Pada bagian akan dibahas mengenai bahasa DFD yang sudah termasuk satu set
symbol dan aturan syntax. Terdapat empat symbol dalam bahasa DFD (process, data
flow, data store dan external entity) dimana masing direpresentasikan dengan symbol yg
berbeda. Ada dua jenis symbol yang paling sering digunakan, satu set dikembangkan
oleh Chris Gane dan Trish Sarson dan set lainnya oleh Tom Demarco dan Ed Yourdan
seperti pada gambar 2.2 (Dennis dan Wixom, 2003).
Elements of an entity relationship diagram
Terdapat 3 elemen dasar dalam bahasa permodelan data (entity, attribute dan
relationship), dimana masing – masing elemen direpresentasikan dengan symbol yang
berbeda. Terdapat banyak sekali jenis symbol yang bisa digunakan dala ERD tetapi
tidak satupun simpol yang dominan digunakan dalam industrsi dan tidak ada satupun
yang lebih baik dari yang lainnya. Pada gambar 2.3 memuat kesimpulan tiga elemen
dasar yang bisa digunakan pada ERP dan symbol yang akan digunakan (Dennis dan
Wixom, 2003)
Gambar 1. Data Flow Diagram Elements
(Dennis dan Wixom, 2003)
Gambar 2. Data Modelling Symbol Sets
(Dennis dan Wixom, 2003)
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan melalui serangkaian langkah-langkah yang dilakukan
secara sistematis dan terencana untuk memperoleh jawaban dari masalah di PT.
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-3
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
ALSTOM Power ESI. Adapun metodologi penelitian ini disusun untuk
mengembangkan konsep manajemen sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM
Power ESI dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:
1.
Studi pustaka, studi pendataan & sistem informasi di PT. ALSTOM Power ESI
dan studi sistem PowerMax.
2.
Penentuan ruang lingkup sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM Power
ESI.
3.
Analisis kebutuhan sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM Power ESI
4.
Kostumisasi rancangan sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM Power
ESI
5.
Evaluasi kesesuaian rancangan sistem informasi manufaktur di PT. ALSTOM
Power ESI
Tahapan kerja tersebut dapat digambarkan dalam bentuk diagram alir yang
ditunjukkan pada Gambar 3.1.
Gambar 3. Diagram alir metodologi penelitian
ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Permasalahan utama dalam sistem yang selama ini digunakan adalah :
Proses dalam sistem informasi manufaktur yang lama masih berjalan secara terpisah
dengan menggunakan software yang berbeda, seperti contoh pada pengolahan data
capacity planning dikerjakan dengan menggunakan software Ms. Excel lalu setelah
itu data akan digunakan untuk input pada proses production scheduling yang
menggunakan software syteline, hal ini mengakibatkan aliran data dari satu proses
ke proses lainnya tidak berjalan dengan efisien dan memperbesar terjadinya human
error ketika pemindahan data dari satu proses ke proses lainnya.
Terdapat beberapa proses yang masih dilakukan secara manual, seperti contohnya
pada proses material requirement planning (MRP) dimana pengumpulan data bill of
material dilakukan dengan membuka data bill of material satu per satu lalu
melakukan copy – paste kedalam satu basis data.
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-4
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Tabel 1. Proses yang akan dikembangkan dalam sistem baru
Level 2 processes
New System (PowerMax)
MRP
Production Planning Module
Capacity Planning
Production Planning Module
Production Scheduling
Production Planning Module
Pada sistem baru, semua proses aliran informasi manufaktur akan diintegrasikan
dalam satu sistem yaitu PowerMax yang terbagi dalam 2 modul utama yaitu Production
Planning dan Production Execution. Tetapi modul yg akan dibahas pada thesis ini
hanyalah Production Planning yang terbagi dalam 3 sub proses yang tercantum pada
Tabel 1 yaitu MRP seperti pada Gambar 4, capacity planning seperti pada Gambar 5,
dan production scheduling seperti pada Gambar 6.
Gambar 4. MRP Flowchart
Gambar 5. Capacity Planning Flowchart
Gambar 6. Production Scheduling Flowchart
KOSTUMISASI RANCANGAN SISTEM
Rancangan basis data
Rancangan basis data digambarkan dengan DFD (Data Flow Diagram) yang
akan menampilkan basis data yang lengkap dengan komponen – komponen yang
menunjukkan file yang dipergunakan, sumber dan tujuan data,serta aliran data pada
setiap proses. DFD level 0 bisa dilihat pada Gambar 7.
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-5
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Rancangan proses
Rancangan proses digambarkan dengan ERD (Entity Relationship Diagram)
yang akan menampilkan kegiatan sistem lengkap dengan kumpulan basis data yang
menjadi satu dalam suatu kesatuan proses yang seperti pada Gambar 8.
Gambar 7. Context Diagram
Gambar 8. Entity Relationship Diagram
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-6
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Rancangan user interface
Langkah selanjutnya setelah rancangan proses adalah sketsa rancangan user
interface yang akan digunakan oleh programmer untuk membuat desain user interface.

User interface untuk proses MRP terdiri dari form demand data pada Gambar 9,
form project material requirement pada gambar 10, form production master data
pada gambar 11, form run MRP pada gambar 12 dan form material master
seperti gambar 13.

User interface untuk proses capacity planning terdiri dari form capacity analysis
seperti pada Gambar 14 dan form planned order seperti pada gambar 15.

User interface untuk proses production scheduling terdiri dari form production
order seperti pada Gambar 16, material availability check seperti pada gambar
17 dan form form reschedule production plan seperti pada Gambar 18.
Gambar 9. Form Demand Data
Gambar 10. Form Project Material Requirement
Gambar 11. Form Production Master Data
Gambar 13. Form Capacity Analysis
Gambar 12. Form Run MRP
Gambar 14. Form Material Master
Gambar 15. Form Planned Order
Gambar 16. Form Production Order
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-7
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI
Program Studi MMT-ITS, Surabaya 6 Pebruari 2010
Gambar 17.Form Material Availability Check Gambar 18.Form Reschedule Production Plan
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Hasil penelitian ini adalah integrasi aliran informasi pada modul production
planning khususnya pada proses MRP, capacity planning dan production
schedulling dimana sebelumnnya masing – masing proses berjalan secara terpisah
dan dikerjakan dengan beberapa software yang berbeda dan juga mengeliminasi
penggunaan metoda peramalan kualitatif yang hanya mengandalkan adjustment
pada proses estimasi penjadwalan dan menggantinya dengan dengan metoda
peramalan dengan deret waktu yang menggunakan data waktu masa lampau
sebagai dasar estimasi penjadwalan.
2. Desain user interface masih bisa berubah setelah dilaksanakan user acceptance test
dimana diharapkan agar bisa lebih user friendly dengan pengguna.
Saran
1. Tahapan memasukan data pada sub proses purchase request dan subcontractor
request masih manual dan seharusnya bisa diotomatisasi.
2. Desain user interface masih perlu dikembangkan lagi agar tidak terlihat kaku dan
monoton.
3. Sistem informasi manufaktur ini masih bisa dikembangkan lagi sampai pada tahap
subsistem production execution sehingga semua pergerakan informasi manufaktur
di PT. ALSTOM ESI dapat terintegrasi secara keseluruhan.
DAFTAR PUSTAKA
Budisusetija, J (2009), “Our President Director’s Introduction”, PMX Indonesia.,
Surabaya.
Dennis, A dan Wixom, B.H (2003), “Systems Analysis Designs Second Edition”, John
Wiley & Sons, Inc., New York.
Dhewanto, W dan Fahalah, (2007), “Enterprise Resource Planning Menyelaraskan
Teknologi Informasi Dengan Strategi Bisnis” , Informatika Bandung., Bandung.
McLeod, R.Jr. (1996 a), “Sistem Informasi Manajemen”, Edisi Bahasa Indonesia Jilid
1, PT. Prehallindo., Jakarta.
Swartz, D. dan Orgill, K (2001), “Higher Education ERP: Lessons Learned”, Educause
Quarterly, West Virginia University.
Wallace, T.F. dan Kremzar, M.H (2001). “ERP Making it Happen”, John Wiley &
Sons, Inc., New York.
ISBN : 978-979-99735-9-7
A-35-8
Download