BAB II LANDASAN TEORI

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Definisi Sistem Informasi
Sistem informasi merupakan sekumpulan orang, prosedur, dan sumber
daya dalam mengumpulkan, melakukan proses, dan menghasilkan informasi
dalam suatu organisasi atau suatu sistem yang menerima data sebagai
masukan dan memproses data-data tersebut menjadi sebuah informasi atau
menjadi masukan bagi sistem lain (O’Brien (1999)).
INPUT
PROCESS
OUTPUT
FEEDBACK
Gambar 2.1 Activity Information System
Ada juga pendapat lain mengenai pengertian sistem informasi yaitu
merupakan sekumpulan dari sub sistem yang terdefinisi berdasarkan
fungsional atau organisasi, yang membantu pengambilan keputusan dan
mengontrol organisasi dengan menggunakan teknologi informasi untuk
menangkap, menyebarkan, menyimpan, menerima, memanipulasi atau
mempertunjukkan informasi yang dipakai dalam satu atau lebih bisnis proses
(Davenport (1998)).
6
7
2.2
Functional Information System
Didalam
suatu
organisasi
atau
perusahaan,
sistem
informasi
merupakan suatu komponen yang sangat penting dalam menentuakan
kelangsungan perkembangan suatu organisasi atau perusahaan. Apabila suatu
sistem informasi itu dikelola dengan baik maka dapat memberikan dampak
yang signifikan terhadap kemajuan suatu organisasi atau perusahaan. Namun
sebaliknya jika sistem informasi tersebut tidak dikelola dengan baik, dapat
mengakibatkan kerugian pada suatu organisasi atau perusahaan. Adapun
gambaran mengenai
posisi functional dari sistem informasi pada suatu
organisasi atau perusahaan dapat dilihat pada gambar 2.2 dibawah ini.
8
Strategic
Datamining ops
that support
management
Data Analysis
and statistical
forecasting.
Dynamic and what-if
features.
Decision Support
Back office
administrative
tasks and ops.
Office
Operation Level of the
company is normally highly
structured and predefined.
Transactional
Integrated
Clerical documents,
schedules, mail,
manuals, etc.
Business transactions, events
and processes. Support of
the business and customers.
Gambar 2.2 Functional Information System
2.3
Pengimplementasian Sistem Informasi
Pada saat pengimplementasian sistem informasi tentunya banyak
sekali terdapat kendala-kendala didalamnya. Faktor-faktor yang menyebabkan
kesuksesan suatu proyek implementasi sistem informasi tersebut sangat
bervariasi tergantung dari sudut pandang stakeholders, karakteristik proyek
yang berbeda-beda dan beberapa sudut pandang lain yang mempengaruhi
didalam pengimplementasian sistem informasi tersebut.
9
Kesuksesan dalam mengimplementasikan sistem informasi tergantung
pada beberapa hal tergantung siapa yang mendefinisikannya. Dari sudut
pandang
manajer
proyek
implementasi
sistem
informasi
tersebut
mendefinisikan implementasi tersebut sukses apabila proyek tersebut telah
diselesaikan tepat waktu dan sesuai dengan budget biaya yang dianggarkan.
Tetapi dari sudut pandang organisasi atau perusahaan mendefinisikan
kesuksesan implementasi sistem informasi tersebut sebagai kegunaan sistem
informasi tersebut untuk bisa mencapai hasil yang paling optimal bagi
kegiatan bisnis perusahaan atau organisasi tersebut.
Dalam pengimplementasian suatu sistem informasi, tentunya terdapat
resiko-resiko yang harus dihadapi. Adapun resiko-resiko tersebut dapat dilihat
melalui gambar 2.3 (sumber : Carr(1993)) dibawah ini :
Software based
System Risk
Technical
Risk
Project
Risk
Management
Risk
Process
Risk
Product
Risk
Gambar 2.3 Hirarki Resiko Proyek Pengimplementasian Sistem Informasi
10
Berdasarkan gambar tersebut, jelas terlihat resiko-resiko yang dihadapi
dalam pengimplementasian suatu sistem informasi pada suatu organisasi atau
perusahaan.
2.4
Perkembangan Evolusi Sistem Terintegrasi dan
Enterprise Resource Planning (ERP)
Software ERP diperkenalkan
pertama kali pada tahun 1990,
merupakan suatu paket software aplikasi yang mengintegrasikan semua
informasi dan proses bisnis yang ada pada suatu perusahaan. Pada awalnya,
software ERP ini digunakan pada industri manufaktur untuk membuat
planning production system
yang lebih dikenal dengan nama MRP
(Manufacturing Resource Planning). MRP ini kemudian berkembang lagi
menjadi MRP II yang memiliki modul yang lebih lengkap dari MRP
sebelumnya dengan penambahan management finance & tenaga kerja (labor).
Yang kemudian berkembang lagi menjadi ERP dan berlanjut sampai sekarang
menjadi SCM (Supply Chain Management) & CRM (Customer Relationship
Management). Dan akhirnya pada tahun 2005, muncul perpaduan antara ERP
& SCM yang memiliki modul yang lebih lengkap dari sistem terintegrasi
sebelumnya. Adapun untuk lebih jelasnya mengenai proses evolusi
perkembangan software terintegrasi, dapat dilihat pada gambar 2.3 dibawah
ini.
11
Inventory
1960
Production
Scheduling
MRP
+
Finance,
Labor
MRP II
+
All Internal
Resources
ERP
+
Internal customers
and Suppliers
Internal SCM
Internal
ERP/SCM
+
External Suppliers
and Customers
Extended
SCM/CRM
Extended
ERP/SCM
+
Business Intelligence
EC, CRM, KM
Enterprise
Integrated System
Enterprise
System
Purchasing
MRP
1970
MRP II
1980
ERP
1990
2000
2005
Internal
ERP/SCM
Production
Management
+
ERP/SCM
Major
Manufacturing
Resources
Coordinated
Manufacturing and
Service Transaction
Gambar 2.4 Evolusi Integrated System
2.5
Alasan Dalam Pengimplementasian Sistem Informasi
menggunakan ERP
Alasan pengimplementasian sistem informasi menggunakan ERP
dapat dilihat berdasarkan 2 sudut pandang, yaitu :
a. Berdasarkan common business perusahaan
-
Poor performance
-
High cost
-
Not responsive to customers
-
Complex processes
12
-
Unable to support strategies
-
Globalization
-
Inconsistent business processes
b. Berdasarkan teknologi yang ada software ERP
-
Y2K
-
Disparate systems
-
Poor quality of information
-
System not integrated
-
Difficulty integrating acquisitions
-
Obsolete systems
- Unable to support growth
2.6
Critical Success Factors untuk Implementasi Sistem
Informasi
Critical success factor dalam pengimplementasian suatu sistem
informasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor dibawah ini, yaitu :
a. Definisi tujuan (goals) pengimplementasian sistem informasi tersebut,
disini dibagi menjadi 2 yaitu :
-
Definisi berdasarkan tujuan (goals) pengimplementasian sistem
informasi.
-
Definisi berdasarkan scope (ruang lingkup) dan requierement yang
diperlukan dalam pengimplementasian sistem informasi tersebut.
13
b. Top Management Support, dukungan top management ini merupakan
faktor terpenting dalam pengimplementasian suatu sistem informasi,
karena akan mempengaruhi faktor-faktor lain sukses atau tidaknya
pengimplementasian sistem informasi tersebut.
c. User involvement, dalam hal ini adanya masukkan dari user
selama
pengimplementasian sistem informasi tersebut (client consultation).
d. Project Manager, dalam hal ini adanya control dan monitoring yang baik
dari project manager dalam pengimplementasian sistem informasi
tersebut.
e. Project Team, dalam hal ini adanya kerjasama yang baik antara anggota
team yang terlibat dalam pengimplementasian sistem informasi tersebut.
f. Man Power, dalam hal ini adanya ketersediaan manpower yang cukup
mengerti
dalam
menggunakan
software
yang
digunakan
dalam
pengimplementasian sistem informasi tersebut.
g. Akurasi Estimasi yang baik dalam pengimplementasian sistem informasi
tersebut.
h. Control consultans, adanya kontrol dari pihak konsultan yang terlibat
dalam pengimplementasian sistem informasi itu baik dalam memberikan
technical support dan dalam memberikan solusi dalam pemecahan
masalah-masalah yang dihadapi dalam pengimplementasian sistem
informasi tersebut.
i. Testing, adanya testing terhadap software aplikasi yang akan digunakan
sebelum melakukan pengimplementasian sistem informasi tersebut.
14
j. Trainning, adanya pemberian trainning terhadap user aplikasi tentang
bagaimana cara pengunaan software aplikasi yang digunakan dan hal-hal
lain yang terkait dengan pengimplementasian sistem informasi tersebut.
k. Problem recognition, adanya pendokumentasian terhadap permasalahan
yang dihadapi dan cara pemecahan permasalahan yang dihadapi selama
pengimplementasian sistem informasi, sehingga apabila permasalahan
yang pernah terjadi dapat segera diselesaikan.
Untuk mengukur
keberhasilan dalam pengimplementasian sistem
informasi pada suatu perusahaan, DeLone dan McLean (1992) memberikan
konsep bahwa tidak ada ‘satu ukuran’ dalam memandang sebuah kesuksesan
sistem informasi sehingga dibuat enam faktor yang berbeda dalam ‘I/S
Success Model’. Seperti yang terlihat pada gambar 2.6 dibawah ini.
System Quality
Information
Quality
Use
User
Satisfaction
Individual
Impact
Organizational
Impact
Gambar 2.5 IS Success Model menurut DeLone dan McLean (1992)
15
ERP Implementation Process
Strategic
Tactical
Legacy System
Business Vision
ERP Strategy
Top Management Support
Project Schedule and Plans
Client Consultation
Personnel
BPC and Software Configuration
Monitoring and Feedback
Communication
Gambar 2.6 IS CSF Model dari Holland and Light (1999)
Download