File

advertisement
Tugas Dasar-Dasar Periklanan
"Museum Bank Indonesia"
dibuat oleh :
Jesslyn Eleazar (915130215/kelas B)
Velika(915130235/ kelas B)
BAB 1
Latar Belakang
Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia yang terletak di
Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati
area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De
Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun
pertama kali pada tahun 1828.
Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah
bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga
terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia,
meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat
sampai dengan tahun 2005.
Banyak sekali informasi yang bisa kita dapatkan di dalam Museum Bank Indonesia ini.
Ditambah konsep yang sangat menarik yang disajikan. Dengan konsep futuristik, yaitu
penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan
multimedia, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama,
menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia
dengan lebih baik dan lebih tervisualisasi.
Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum
terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara
lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik.
Walaupun demikian, Museum Bi masih belum menjadi tempat tujuan utama para pelajar
maupun mahasiswa untuk berekreasi ataupun sekedar menambah pengetahuan.
Bahkan masih banyak yang belum mengetahui apa itu Museum BI, apa saja yang
terdapat di dalamnya. Padahal, informasi-informasi dan fasilitas-fasilitas yang diberikan
sudah sangat baik.
Sangat disayangkan dengan interior yang begitu bagus, konsep yang sangat menarik
dan mendidik, serta fasilitas pendukung kenyamanan lainnya, yang sudah tersedia
seakan mubazir karena kurangnya perhatian masyarakat atas Museum BI.
Hal inilah yang menjadi sudut pandang penulis untuk memilih dan meneliti Museum BI
sebagai kajian dalam tugas Mata Kuliah Dasar-dasar Periklanan.
BAB II
Metodologi Penelitian
1. Bentuk Penelitian
Dalam penelitian ini, bentuk penelitian atau metode penilitian yang digunakan
olehbpenulis adalah metode penilitian kualitatif yang dimana menggunakan
analisis deskriptif. Analisis Deskriptif adalah bentuk penelitian yang dilakukan
melalui pengamatan untuk mendapatkan keterangan-keterangan akan masalah
yang hendak diteliti serta untuk mendapat gambaran tentang bagaimana
Museum Bank Indonesia dapat berdiri dan apa yang menjadi daya tarik
pengunjung. Kecenderungan menggunakan metode ini, karena dianggap relevan
dengan materi penulisan laporan kunjungan ke Museum Bank Indonesia.
Penelitian dilakukan secara deskriptif, yaitu menggambarkan apa adanya dari
kejadian yang diteliti. Selain itu, dipergunakan juga untuk memperoleh data yang
objektif dan valid sehingga dapat memecahkan beberapa rumusan masalah
yang ada.
2. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh informasi guna melengkapi laporan penelitian kunjungan
Museum Bank Indonesia ini, maka penulis menggunakan beberapa teknik
pengumpulan data, yaitu:
a. Kepustakaan
Teknik penelitian ini dilakukan dengan cara, mencari beberapa referensi dari
buku yang mengkaji teori-teori dalam memecahkan permasalahan yang
hendak diteliti dan juga dengan menggunakan media elektronik berupa
internet guna memperoleh informasi sebanyak-banyaknya untuk mendukung
hasil laporan penelitan.
b. Tinjauan lapangan
Peninjauan langsung terkait dengan penelitian yang dilakukan, yakni:
i.
Wawancara
Penulis melakukan serangkaian wawancara dengan para
pengunjung yang ada dikawasan sekitar Kota Tua, mengenai minat
mereka terhadap Museum Bank Indonesia. Penulis juga melakukan
wawancara terhadap masyarakat luas, mengenai pengetahuannya
dan minatnya akan Museum Bank Indonesia
ii.
Observasi
Kegiatan pengamatan langsung terhadap Museum Bank Indonesia,
guna mengetahui secara langsung akan daya tarik yang dimiliki
oleh Museum Bank Indonesia.
BAB III
Hasil Penelitian
1. Analisis penelitian Museum Bank Indonesia
Museum Bank Indonesia merupakan gedung kantor pertama yang digunakan
oleh bank Indonesia. Gedung Bank Indonesia Kota adalah sebuah bangunan
monumental yang sarat dengan nilai sejarah serta keindahan arsitektur sebagai
sebuah bangunan yang monumental, gedung bank indonesia kota menjadi aset
sejarah yang harus dilestarikan berdasarkan UU Cagar Budaya nomor
5/1992,Pemerintah Daerah DKI Jakarta telah menetapkan Gedung Bank
Indonesia Kota sebagai bangunan cagar budaya.
Bank Indonesia sangat peduli dengan kelestarian Gedungnya, dengan
nerevitalisasi dan menjadikan bangunan ini sebagai Museum Bank Indonesia.
Koleksi yang ditampilkan di Museum Bank Indonesiaantara lain berupa mata
uang, emas cadangab bank sentral,serta informasi yang didukung dengan teknik
penyajian informasi menggunakan sarana multimedia.
2. Minat Pengunjung terhadap Bank Indonesia
Walaupun fasilitas, sarana dan prasarana yang terdapat di gedung Museum Bank
Indonesia begitu beragam dan bagus. Tetapi, pengunjung yang datang
berkunjung ke Museum Bank Indonesia relatif sedikit. Dari hasil survei maupun
wawancara, ditemukan bahwa hanya sedikit yang pernah mengunjungi Museum
Bank Indonesia. Sedangkan, kebanyakan dari mereka mengaku belum pernah
mengunjungi Museum Bank Indonesia karena dianggap tidak menarik.
3. Kekurangan Museum Bank Indonesia
Sedikitnya minat pengunjung terhadap Museum Bank Indonesia ini merupakan
salah satu kekurangan dari Museum ini. Padahal, suasana dan informasi yang
diberikan oleh Museum Bank Indonesia ini sangatlah baik. Bahkan, lebih baik
diantara museum-museum lainnya yang terdapat di sekitar Kota. Kurangnya akan
promosi membuat Museum Bank Indonesia ini menjadi sepi pengunjung.
4. Menanggulangi Kekurangan Museum Bank Indonesia
Terdapat beberapa cara dalam menanggulangi kekurangan Museum BI untuk
menarik banyak minat pengunjung dengan menambahkan tata ruang seperti
taman, dan dekorasi yang unik di luar gedung seperti hiasan patung Mata uang
Indonesia dari masa ke masa. Sehingga, ketika orang-orang yang melewati
gedung Museum Bank Indonesia akan tertarik untuk berkunjung kesana.
Selain itu terdapat beberapa konsep beriklan yang dapat digunakan untuk menarik
minat pengunjung dalam jangkauan yang lebih luas, seperti:
a. Melakukan promosi melalui media sosial, dengan menampilkan testimony dari
para pengunjung.
b. Menggunakan teknik promosi mouth to mouth.
c. Membuat video promosi, dapat di sebarkan melalui media social
d. Bekerja sama dengan pihak sekolah atau universitas, sehingga dapat dilakukan
kunjungan-kunjungan, guna menyebarkan informasi mengenai Bank BI.
BAB IV
Landasan Teori
I.
Teori Umum
A. Komunikasi Pemasaran
Komunikasi Pemasaran merupakan usaha untuk menyampaikan pesan kepada publik
terutama konsumen sasaran mengenai keberadaan produk dipasar. Konsep yang secara
umum sering digunakan untuk menyampaikan pesan adalah apa yang disebut sebagai
bauran promosi. Disebut bauran promosi karena biasanya pemasar sering menggunakan
berbagai jenis promosi secara simultan dan terintegrasi dalam suatu renca promosi
produk. Terdapat lima jenis promosi yang biasa disebut sebagai bauran promosi yaitu
iklan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, penjualan langsung, pemasaran
langsung. (Setiadi, 2003:250-251)
Komunikasi pemasaran adalah aspek penting dalam keseluruhan misi pemasaran serta
penentu suksesnya pemasaran. Dalam decade terakhir ini, komponen komunikasi
pemasaran dalam bauran pemasaran menjadi semakin penting. Bahkan telah diklaim
bahwa pemasaran di era 1990-an adalah komunikasi dan komunikasi adalah pemasaran.
(Shimp, 2003:4)
Dengan adanya proses komunikasi pemasaran dapat membantu perusahaan dalam
mempublikasikan
atau
memperkenalkanya
kepada
publik
di
pasaran.
Dalam
memasarkan sebuah produk diperlukan suatu konsep bauran promosi yang dapat
memperkenalkan produk.
B. Komunikasi Organisasi
Komunikasi Organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di
dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi. Bila organisasi semakin
besar dan kompleks maka akan mengakibatkan semakin kompleks pula proses
komunikasinya. Komunikasi organisasi dapat bersifat formal dan informal. Komunikasi
formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya
berorientasi kepentingan organisasi. (Wiryanto,2006:54-55).
Menurut (Dahlan,2008:278)Dari analisis factor diketahui bahwa komunikasi berdiri lepas
sebagai sebuah factor dan terpisah dari factor-faktor dari dimensi-dimensi iklan lainnya,
sehingga dianggap logis kalau didalam studi tentang efektivitas organisasi dan motivasi
karyawan dalam rangka pencapaian tujuan, iklim komunikasi digunakan sebagai konsep
terpisah. Dari uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahawa komunikasi dalam suatu
organisasi sangat penting untuk menjadi keefektifan dalam menjalankan suatu
pekerjaan. Komunikasi dalam organisasi juga menjadi pendukung untuk kesuksesan
sebuah perusahaan dalam meraih sales dan revenue.
C. Promosi
Pada hakikatnya promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran. Yang
dimaksudkan dengan komunikasi pemasaran adalah aktifitas pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi / membujuk dan meningatkan atas perusahaan
dan produknya agar bersedia menerima, membeli, dan loyal pada produk yang
ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono,2008:219).
Era persaingan global pasar yang sedang tumbuh, meningkatnya compatibility
technology, convergence technology communication, serta berbagai tantangan
persaingan, mengharuskan perusahaan untuk berinovasi dan kreatif dalam menyusun
strategi dan program-program promosi agar menang bersaing.(Rangkuti,2009:1).
Promosi merupakan alat yang dapat mensukseskan program-program baru atau
perkenalan akan sebuah produk yang banyak belum diketahui oleh masyrakat. Tujuan
melakukan promosi agar masyarakat tertarik dengan adanya produk baru dari sebuah
perusahaan, sehingga masyarakat tertarik dan melakukan pembelian.
D. Bauran Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran adalah aspek yang paling dalam keseluruhan nilai pemasaran
serta penentu suksesnya pemasaran. Dalam decade terakhir ini, komponen komunikasi
pemasaran dalam bauran pemasaran menjadi semakin penting. Bentuk utama dari
komunikasi pemasaran meliputi : iklan, tenaga penjualan, papan nama took, display
ditempat pembelian, kemasan produk, direct mail, sampel produk gratis, kupon,
publisitas, dan alat-alat komunikasi lainnya. Secara keseluruhan aktivitas-aktivitas yang
disebutkan
diatas
merupakan
komponen
promosi
dalam
bauran
pemasaran
(marketingmix). (Shimp, 2003:4). Bauran pemasaran dapat dipandang dari sudut penjual
dengan nama 4P yang merupakan alat untuk mempengaruhi pelanggan. Hal ini akan
diperjelas di dalam bagian keempat dari bauran pemasaran yakni, promotion.
Kegiatan promosi diperlukan perusahaan untuk memperkenalkan produk yang
dihasilkannya kepada masyarakat. Perusahaan yang mengingikan komunikasi yang
efektif dan efisien harus memilih dan menentukan variabel yang akan digunakan dari
sekian banyak bauran komunikasi pemasran tersebut. (Wardana, 2008,12-13).
Dapat dikatakan bahwa bauran komunikasi pemasaran sangat diperlukan oleh
perusahaan dalam memasarkan produk maupun jasanya. Bauran komunikasi
pemasaran menggunakan 4P yang terdiri dari produk, price, promosi, and place.
E. Attention, Interest, Desire, Action (AIDA)
Menurut (Cannon dkk, 2009:77) Mendapatkan perhatian diperlukan untuk membuat
konsumen sadar akan penawaran yang dilakukan perusahaan. Meraih ketertarikan
memberikan peluang bagi komunikasi untuk membangun ketertarikan konsumen
terhadap produk. Membangkitkan keinginan mempengaruhi proses evaluasi, mungkin
membangun preferensi. Terakhir, mengahasilkan tindakan mencakup tindakan
percobaan, yang dapat mengarah pada keputusan pembelian. Promosi lanjutan
diperlukan untuk menegakan serta mendorong adanya hubungan berkelanjutan dan
pembelian tambahan.
AIDA terdiri dari empat variabel pokok dan saling berhubungan dengan tugastugas
promosi, yaitu untuk mendapatkan perhatian (attention, mempertahankan minat
(interest), menimbulkan keinginan (desire), dan memperoleh perlakuan (action). (Halim,
2005:28-29).
Dalam melakukan sebuah pengiklanan produk kita harus menggunakan AIDA demi
tercapainya tujuan perusahaan. AIDA adalah sebuah proses adopsi agar dapat menarik
perhatian konsumen, membuat konsumen yakin, dan melakukan tindakan dengan
melakukan pembelian pada produk perusahaan.
F. Public Relation
Public Relation adalah displin dalam menjaga reputasi dengan tujuan untuk memperoleh
pemahaman dan dukungan, opini dan prilaku yang mempengaruhi. Praktik public relation
adalah usaha terus menerus dan terencana untuk membangun dan mempertahankan
goodwill serta saling pengertian antara sebuah organisasi dengan publiknya. (Oliver,
2007:105).
Kegiatan PR adalah mediator yang menjembatani kepentingan organisasi, lembaga atau
perusahaan dengan publiknya yang terkait dengan kegiatan PR itu sendiri. Berbagai
aktivitas
senantiasa
menciptakan,
menjaga,
dan
meningkatkan
citra
positif.
Ketergantungan antarindividu dengan perusahaan telah menciptakan kebutuhan akan
filsafat dan fungsi baru dalam manajemen. Fungsi itulah yang disebut sebagai hubungan
masyarakat (humas/PR). (Ardianto, 2011:73).
Public Relation adalah suatu proses yang continue dari usaha manajemen untuk
memperoleh good will dan pengertian dari pelanggan, konsumen, publik pada umumnya.
Publik Relation harus membuat perencanaan yang sistematis dan terarah dengan target
yang dituju jelas, agar tercapainya keuntungan bagi perusahaan. Suatu perusahaan akan
berjalan dengan sukses jika publik relationnya dapat bekerja dengan baik dan sesuai
dengan ketepatan waktu.
Perubahan dimensi hubungan masyarakat, karena efek globalisasi terhadap perusahaan
bisnis, luar biasa. Dengan cara ini, hubungan public relations dengan reengineering,
manajemen kualitas total, enam sigma pendekatan, krisis manajemen acara,
manajemen, manajemen reputasi, manajemen pengetahuan dan hubungan pelanggan
manajemen dievaluasi dalam penelitian ini. Apalagi, setelah membangun interaksi ini,
hubungan antara PR dan manajemen merek akan dievaluasi juga.(E.Peylin,2008:17)
G. Media Online
Menurut (Simandjuntak, dkk 2003:45) media online sebagai media baru memiliki
kemampuan dan karakteristik yang berbeda dengan media konvensional yang ada.
Kehadiran media online menjadi pilihan banyak organisasi atau perusahaan dalam
memacu kegiatan pemasaran. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi informasi
dan telekomunikasi dapat membuat industri media massa mengalami perubahan yang
sangat cepat, sehingga komunikasi massa modern seperti radio, televisi, surat kabar
menjadi ketinggalan jaman dan dianggap sebagai media tradisisonal dan konvensional.
Media online didefinisikan sebagai jaringan dari computer yang luas, yang saling
terkoneksi satu sama lain secara luas. Media online sangatlah penting bagi masyarakat
modern terutama sebagai alat komunikasi antara individu atau kelompok. Media online
merupakan media yang didesain untuk memudahkan interaksi social, bersifat interaktif,
dan berbasis teknologi internet dengan mengubah pola penyebaran informasi baik dari
satu ke banyak audiens maupun banyak audiens kebanyak audiens. Dimana banyak
perusahaan yang memanfaatkan media online guna kepentingan bisnis. (Oroh,2011: 87).
Mengembangkan Strategi Media Online, yaitu:
Semua orang memerlukan strategi, dalam dunia persaingan bisnis semua orang
berlomba-lomba untuk mencapai hasil yang diinginkan. (Oroh, 2011:103). Strategi dalam
mempromosikan media online terdiri dari:
a. Promosi
Untuk menarik pengunjung agar masuk kedalam website sangatlah sulit, tetapi itu semua
tidak menjadi masalah sepanjang kita bisa membuat mereka terikat dan mau terlibat.
Pengunjung sedikit namun suka berinteraksi jauh lebih bagus dibanding pengunjung
yang banyak
namun tidak memberikan respon.
b. Konten
Selalu mengupdate status dengan topic yang menarik sangat penting agar dapat terlibat
secara efektif dengan pengunjung. Banyak perusahaan yang mepromosikan media
online, namun dalam media online tersebut hanya memerintahkan untuk melihat tampilan
baru atau produk baru, bukan melakukan interaksi. Jadi sebaiknya banyak melakukan
interaksi untuk menjalin hubungan dengan pengunjung.
Teknologi komunikasi pada saat ini semakin canggih dan menjadi trend yang banyak
diminati oleh masyarakat umum. Karena munculnya media komunikasi baru seperti
internet sebagai media online. Media online didefinisikan sebagai jaringan computer yang
luas, yang saling terkoneksi satu sama lain secara luas. Media online seperti internet
sangatlah penting bagi masyarakat modern terutama sebagai alat komunikasi antara
individu atau kelompok.
II.
Teori Khusus
A. Promotion mix
Bauran promosi (promotion mix) merupakan aspek atau kombinasi dari alat-alat
marketing mix yang terdiri dari: periklanan, penjualan pribadi, promosi penjualan,
hubungan publik, dan pemasaran langsung. Berdasarkan definisi bauran promosi
merupakan seperangkat alat yang melengkapi dan saling mendukung yang dapat
digunakan dalm kegiatan promosi.
Elemen- elemen dari Bauran Komunikai Pemasaran
(Sumber: All Marketing Excellence, 2012:90)
Strategi yang dibuat dengan baik akan memberikan hasil akhir yang diingikan, sebelum
melangkah untuk mempromosikan produk, diperlukan strategi-strategi yang baik agar
mencapai sasaran audiens. Strategi adalah sebagai arah yang dipilih oleh perusahaan
untuk mencapai target dan harapan yang diinginkan. Adapun penejelasan lebih lanjut
mengenai komposisi bauran promosi adalah sebagai berikut:
1. Hubungan Publik (Public Relation)
Kegiatan yang menjalin hubungan baik dengan publik internal/eksternal untuk
membangun atau bahkan meningkatkan image baik perusahaan. Public relation dalam
bauran promosi melakukan publisitas yang sifatnya tidak perorangan terhadap
permintaan akan suatu produk dan jasa. Public relation membuat bagaimana promosi
semestinya diorientasikan pada nilai-nilai korporasi secara keseluruhan. Nilai-nilai
korporasi dimaksud berkenan dengan pembetukan persepsi publik atas perusahaan atau
sering disebut dengan pencitraan perusahaan. (Suryadi, 2011:79)
Menurut (Gaspersz, 2012:91-92) Publik relation membangun hubungan baik dengan
publik melalui cara untuk memperoleh publisitas yang diinginkan, meningkatkan citra
perusahaan di mata publik serta menangkal berbagai isu atau kejadian negative yang
tidak diharapkan. Hubungan publik dapat dibangun dengan berbagai bentuk: memlalui
berita media massa, fitur berita berbagai acara sponsorship, dll.
Public Relation adalah displin dalam menjaga reputasi dengan tujuan untuk memperoleh
pemahaman dan dukungan, opini dan prilaku yang mempengaruhi. Praktik public relation
adalah usaha terus menerus dan terencana untuk membangun dan mempertahankan
goodwill
serta
saling
pengertian
antara
sebuah
organisasi
dengan
publiknya.(Oliver,2007:105).
Segala bentuk aktivitas PR, tidak hanya ditujukan untuk konsumen saja, akan tetapi
terdapat beberapa elemen publik yang menjadi target sasaran dalam pelaksanaan
kegiatan PR, antara lain: (Brannan, 2004:54).
a. Masyarakat di sekitar.
b. Karyawan Perusahaan.
c. Pers, Radio, Televisi.
d. Konsumen dan pemasok.
e. Investor.
f.
Distributor
g. Pemuka pendapat (opinion Leader).
Bauran promosi publik relation, publicity sangat diperlukan bagi perusahaan yang
menginginkan produk atau brandnya dipromosikan. Perusahaan hendaknya memiliki
referensi yang cukup lengkap mengenai karekteristik pelanggannya, kemudian
mengasosiasikan diri dengan karekter tersebut. Penasosiasian tidak akan efektif jika
tidak dilakukan secara konsisten dan tidak memiliki nilai publisitas tinggi atau tidak
memiliki nilai berita.
2. Periklanan (Advertising)
Secara sederhana periklanan suatu bentuk presentasi non-personal atau promosi ide,
barang dan jasa dalam media masa yang dibayar oleh suatu sponsor tertentu. Menurut
(Setiadi 2008:253) terdapat tiga tujuan utama dari periklanan yaitu menginformasikan,
mempengaruhi, dan mengingatkan.
Diantara fungsi-fungsi promosi fungsi utama iklan antara lain:
1. Informative: Menginformasikan khalayak mengenai seluk beluk dan sejarah produk.
2. Persuading: Mempengaruhi khalayak untuk membeli.
3. Reminding: Menyegarkan informasi yang telah diterima khalayak.
4. Entertainment: Menciptakan suasana yang menyenangkan sewaktu khalayak
menerima informasi (entertainment).
Terdapat ruang lingkup periklanan untuk mencapai sasaran, para pengiklan akan
mempergunakan berbagai jenis media, baik cetak maupun elektronik, berikut ini adalah
media-media iklan yang paling sering digunakan yaitu (Brannnan, 2005:54)
a. Televisi
Televisi dapat digunakan sebagai media nasional maupun regional. Televis sangat
fleksibel dalam menyampaikan pesan sponsor, mulai dari pemilihan waktu sampai
adanya jaminan penyampaian ulasan informasi untuk audiens tertentu. Televisi
merupakan salah satu media iklan yang
potensial, karena jangkauannya yang luas.
b. Radio
Media ini dapat berfungsi sebagai media local, regional dan nasional. Pada masa ini radio
telah menawarkan tantangan kreatif yang menarik di mana kita harus mengundang para
pendengar untuk menciptakan image tertentu. Dengan menggunakan radio, akan sedikit
membantu menekan
biaya iklan serendah mungkin.
c. Surat Kabar
Dengan menggunakan media surat kabar, dapat memungkinkan dalam penyampaian
pesan akan lebih kompleks dan lebih panjang dibandingkan dengan televisi maupun
radio. Pembaca lebih suka
memanfaatkan waktu luang dengan membaca surat kabar lebih rinci.
d. Majalah
Media ini dapat dikatakan lebih bersifat khusus, karena majalah secara khusus dirancang
untuk media perorangan dengan mengekspos hanya pada satu objek tertentu saja. Oleh
karena itu, bagi para pemasang iklan disarankan untuk memilih majalah sesuai produk
yang ditawarkan. Sehingga dapat dikatakan, bahwa media yang bersifat khusus ini
sangat ideal sebagai media iklan.
e. Iklan Outdoor
Media ini banyak memiliki ragam dan tingkatan. Poster-poster besar yang berukuran 48sheet merupakan versi iklan outdoor yang paling menonjol. Akan tetapi iklan yang
berukuran besar bukan merupakan satu-satunya pilihan. Terdapat juga alat transportasi,
seperti Bus atau taksi yang dapat menjadi media iklan yang sangat menarik, karena
pesan-pesan yang dibuat dapat dibawa kemana pun alat transportasi tersebut berjalan.
Advertising berfungsi sebagai persentasi non personal untuk mempromosikan produk
melalui berbagai saluran media. Advertising juga berfungsi untuk menginformasikan
kepada khalayak tentang suatu produk, mempengaruhinya, menciptakan informasi agar
khalayak tertarik dan menciptakan suasana yang menyenangkan.
3. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Kegiatan promosi lainnya adalah promosi penjualan yang memiliki ciri persuasif langsung
melalui penggunaan berbagai insentif jangka pendek yang dapat diatur untuk
merangsang pembelian produk dengan segera dan meningkatkan jumlah barang yang
dibeli pelanggan dan untuk mendukung penjualan suatu produk (barang dan/atau jasa)
tertentu. Promosi penjualan dapat menggunakan berbagai format: premi, kupon, event,
kontes, dll. Promosi penjualan akan merangsang respon yang cepat dari konsumen,
bersifat jangka pendek. (Gaspersz,2012:9)
Walau alat promosi penjualan seperti kupon, kontes, premi, dan lain-lain sangat berbeda,
kesemua jenis promosi ini sama-sama menawarkan tiga benefit antara lain:
a. Komunikasi: promosi biasanya mengundang minat dan umumnya menyajikan
informasi agar konsumen terdorong membeli.
b. Insentif: mereka menawarkan koneksi, ransangan atau kontribusi yang baik bagi
konsumen dan bisa merupakan value tersendiri.
c. Undangan: promosi bersifat mengundang agar seketika dapat terjadi transaksi.
Secara umum terdapat tiga tujuan dari promosi penjualan, yaitu (Setiadi, 2008:257)
Merangsang permintaan oleh pengguna industri atau konsumen rumah tangga.
Memperbaiki kinerja pemasaran dari penjual kembali. Sebagai suplemen periklanan,
penjualan tatap muka, hubungan masyarakat dan pemasaran langsung. Promosi
penjualan adalah insentif jangka pendek untuk mendorong pembelian atau penjualan
sebuah produk/jasa. Dan promosi penjualan dengan menggunakan event,
kontes, kupon, dan premi jika dibuat dengan menarik maka akan membuat konsumen
atau pelanggan yakin dengan produk-produk yang di promosikan.
4. Penjualan Pribadi (Personal Selling)
Presentasi personal oleh tenaga penjualan sebuah perusahaan dengan tujuan
mengahasilkan transaksi penjualan dan membangun hubungan dengan pelanggan baik
itu presentasi penjualan, pameran dagang, dan promosi insentif dan pada umumnya
promosi penjualan dilakukan secara efektif, dan publisitas dikembangkan secara
kontinue dan konsisten. Penjualan secara personal memiliki kelebihan antara lain:
(Suryadi, 2011:84-86).
1. Konfrontasi personal
Penjual personal mencakup hubungan yang hidup, bersifat langsung dan interaktif
antara dua orang atau lebih. Masing-masing pihak dapat melihat kebutuhan dan
karekteristik pihak lain secara lebih dekat dan segera melakukan penyesuaian.
2. Mempererat
Penjualan personal memungkinkan timbulnya berbagai jenis hubungan mulai dari
hubungan penjualan sampai hubungan yang lebih dekat seperti hubungan
persahabatan.
3. Tanggapan
Penjualan personal membuat pembeli merasa berkewajiban untuk mendengarkan
apa yang disampaikan oleh penjual.
Sedangkan menurut (Kennedy, 2006:33), personal selling adalah improvisasi dari
penjualan dengan menggunakan komunikasi person to person. Personal selling sangat
dominant dalam industry, karena dalam marketing communication, personal selling
merupakan mitra penting yang tidak dapat digantikan dengan unsure promosi lainnya.
Dalam penjualan personal terjadi komunikasi pribadi secara langsung antara penjual dan
pembeli, dimana penjual dapat membujuk, mempengaruhi konsumen terhadap produk
yang ditawarkan. Tujuan akhir dari personal selling tidak hanya sebatas pembelian,
tetatpi membiasakan prospek menggunakan produk/jasa secara terus menurus sehingga
terjadinya hubungan relationship. Dalam melaksanakan aktivitas personal selling harus
benar-benar memahami produk/jasa seakurat mungkin.
5. Pemasaran Langsung ( Direct Marketing)
Pemasaran langsung adalah sebuah proses melakukan komunikasi secara langsung
secara hati-hati dengan konsumen individual yang menjadi target penjualan untuk
memperoleh tanggapan langsung serta membangun hubungan dengan konsumen.
Pemasaran langsung dapat dilakukan dengan berbagai bentuk: melalui telepon dan surat
langsung. Memiliki karekteristik non-publik, bersifat segera, customized, dan interaktif.
(Gaspersz, 2012:92).
Sifat pemasaran langsung menurut (Gaspersz, 2012:92):
1. Nonpublik: pesan ditujukan kepada orang tertentu.
2. Disesuaikan: pesan dapat disiapkan untuk menarik orang yang dituju.
3. Terbaru: pesan dapat disiapkan dengan sangat cepat dan akurat
4. Interaktif: pesan dapat diubah tergantung pada tanggapan orang tersebut.
Menurut (Brannan,2004:63) Direct Marketing merupakan suatu teknik komunikasi yang
mengalami pertumbuhan sangat pesat sejak abad 18, karena bagi sebagian besar pelaku
pasar, direct marketing merupakan teknik komunikasi yang paling mudah diukur daripada
teknik-teknik lainnya.
Pemasaran langsung adalah hubungan langsung dengan pelanggan yang ditargetkan
secara tepat dengan tujuan mendapatkan tanggapan sesegera mungkin untuk
menciptakan hubungan baik dengan pelanggan yang langgeng. Meliputi telemarketing,
catalog, poster, dan pemasangan iklan di internet.
BAB V
Kesimpulan
Dengan menggunakan Teori-teori yang ada, kita dapat melakukan proses pemasaran
untuk mempromosikan suatu produk. Dalam konteks penulisan makalah ini, produk di
sini adalah Musem Bank BI.
Dari teori yang ada, terdapat beberapa proses pemasaran, tetapi tidak semuanya dapat
efektif untuk kita aplikasikan dalam proses pemasaran terhadap produk Museum Bank
Indonesia.
Hal yang perlu diperhatikan adalah audiens, sebagai konsumen kita, dan kekuatan
produk itu sendiri untuk di promosikan.
Oleh sebab itu, kita harus benar-benar mengetahui pangsa pasar atau calon konsumen
yang tepat untuk Museum Bank BI, lalu kita dapat melakukan kegiatan promosi yang
tepat sasaran dan efektif.
Itulah kesimpulan yang penulis dapatkan sehubungan penulisan makalah ini.
Daftar Pustaka
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Museum_Bank_Indonesia
http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2011-2-01627-MC%20Bab2001.pdf
Eagle, L. (2004) Review of Shimp, T. A. (2003). Advertising, Promotion and Supplemental
Aspects of Integrated Marketing Communications. Mason, Ohio: Thomson
Southwestern. Journal of Marketing Communications, 10 (4). pp. 289-290.
ISSN1352-7266
Alwi Dahlan, M (2008). Manusia Komunikasi, Komunikasi Manusia.
Rangkuti, Freddy. ((2009). Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated
Marketing Communication. Jakarta: PT.GramediaPustakaUtama
Kotler, Philip. (2002). Marketing Management, Millenium Edition. New Jersey: Pearson
Custom Publishing
Alma, Buchari. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung: Alfabeta
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 1997.
Sumarni, Prenhallindo, Murti, & Soeprihanto, John. (2010). Dasar-Dasar Pemasaran. Jilid
1. Alih Bahasa: Alexander Sindoro. Jakarta
Tjiptono, Fandy. 2008. Pengantar Bisnis (Dasar-dasar Ekonomi Perusahaan). Edisi ke 5.
Yogyakarta: Liberty Yogyakarta
Strategi Pemasaran. Edisi ke 3. Yogyakarta: Andi
Download