pengelolaan hutan produksi lestari dan usaha kehutanan 2015

advertisement
21/07/2016
KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
DITJEN PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI
Tanaman
Meranti
(shorea ovalis)
di Provinsi
Babel
PROGRAM : PENGELOLAAN HUTAN PRODUKSI LESTARI
DAN USAHA KEHUTANAN 2015 – 2019
SASARAN PROGRAM
2015-2019
Meningkatnya tutupan
hutan di hutan
produksi
Meningkatnya
sumbangan hutan
produksi (termasuk
industri) pada devisa
dan penerimaan negara
Meningkatnya
pengelolaan hutan
produksi di tingkat
tapak secara lestari
INDIKATOR KINERJA PROGRAM 2015 - 2019
(Renstra Ditjen PHPL 2015 – 2019)
Luas restorasi ekosistem di
hutan produksi meningkat
2.250.000 Ha tahun 2019
Sumbangan hutan produksi
(termasuk industri) pada
devisa sebesar USD 40,37
Miliar dan Jumlah PNBP Rp
14,25 Trilyun tahun 2019
Jumlah unit pengelolaan hutan
produksi (KPHP) menjadi 347
Unit tahun 2019
Jumlah unit pemanfaatan di
hutan produksi yang bersertifikat
PHPL meningkat 122 Unit tahun
2019
1
21/07/2016
Permasalahan Tata Kelola Hutan Produksi
Kawasan HP
 Pengawasan pasca
pemberian izin usaha
masih lemah
 Ketimpangan akses usaha
masyarakat dg usaha
Korporasi sangat tinggi
 Pemanfaatan ruang
IUPHHK belum optimal
shg produktivitas HP
masih rendah
 Ketataatan pemegang izin
masih rendah
 KPHP blm beroperasi
secara optimal
PUHH
 Penataan Usahaan
Hasil Hutan (PUHH)
dg sistem offical
assesment terlalu
rumit (sejak 1
Januari 2016
diubah menjadi self
assessment)
 Penerimaan PNBP
belum maksimal
Industri HH
 Industri hasil
hutan kurang
kompetitif
 Distorsi Harga
pasar log dalam
negeri dan pasar
luar negri
PERUBAHAN TATA KELOLA HUTAN PRODUKSI
Tahun 2015 sebagai titik belok perubahan kebijakan tata kelola
hutan produksi
1967
2019
Titik Belok
Perubahan
2015
2019
2
21/07/2016
Kebijakan Ditjen PHPL dan Dukungan Litbang
No Kebijakan
Dukungan Litbang
1.
1. Pengembangan model-model
kombinasi komoditi usaha multibisnis
di KPHP berbasis masyarakat untuk
meningkatkan competitiveness usaha
kehutanan dibanding usaha
pertanian/perkebunan.
2. Pengembangan model usaha
silvofishery dalam rangka multibisnis
di wilayah KPHP.
3. Pengembangan model usaha
silvopastura dalam rangka multibisnis
di wilayah KPHP.
Multibisnis di KPHP
berbasis masyarakat
Kebijakan Ditjen PHPL dan Dukungan Litbang
No
Kebijakan
Dukungan Litbang
2.
Mainstreaming Hasil
Hutan Bukan Kayu dan
Usaha Jasa Lingkungan
1. Kajian potensi dan kelayakan
pengembangan usaha HHBK di KPHP.
2. Kajian potensi dan kelayakan
pengembangan usaha jasling di KPHP.
3. Kajian pengukuran dan perhitungan
stock karbon sesuai dengan type
ekosistem (mangrove, rawa, gambut,
hutan dataran rendah dan hutan dataran
tinggi) di wilayah KPHP.
4. Kajian pengenaan PNBP terhadap
kegiatan HHBK dan jasling di KPHP.
3
21/07/2016
Kebijakan Ditjen PHPL dan Dukungan Litbang
No
Kebijakan
Dukungan Litbang
3.
Peningkatan
produktivitas
Hutan Produksi
1. Kajian jenis-jenis alternatif hutan tanaman
yang lebih produktif untuk penggunaan
tertentu (kayu solid, kayu serat, kayu energi,
dll).
2. Kajian-kajian silvikultur yang menghasilkan
tegakan yang optimal.
3. Kajian silvikultur multi jenis di hutan tanaman.
Kebijakan Ditjen PHPL dan Dukungan Litbang
No
Kebijakan
Dukungan Litbang
4.
Peningkatan
PNBP
1. Kajian pengenaan PNBP untuk hasil hutan kayu
dari HTI berdasarkan luasan yang sebelumnya
berdasarkan volume.
2. Kajian metode cruising yang lebih akurat untuk
menduga potensi tegakan hutan alam
menggunakan citra satelit, potret udara,
maupun drone.
3. Kajian ulang terhadap penetapan harga
patokan dengan 3 regional yang ditetapkan
saat ini, mengingat penetapan tersebut sudah
sangat lama (sejak tahun 1998, PP Nomor 59
tahun 1998 tentang tarif atas jenis PNBP yang
berlaku pada Departemen Kehutanan dan
Perkebunan.
4. Pengenaan PNBP terhadap HHBK, Silvofishery
dan Silvopastura.
4
21/07/2016
Kebijakan Ditjen PHPL dan Dukungan Litbang
No
Kebijakan
Dukungan Litbang
5.
Diversifikasi
usaha
Kajian diversifikasi pemegang IUPHHK melalui
kegiatan pemanfaatan kawasan, jasa lingkungan,
HHBK dan pembangunan hutan bioenergi.
6.
Pemasaran
produk
kehutanan
1. Kajian terkait market intelligence dalam rangka
mendukung pemasaran produk-produk
kehutanan yang telah bersertifikat SVLK di
pasar global.
2. Kajian komprehensif terhadap kebijakan
larangan ekspor log dan sawn timber
5
21/07/2016
INDIKATOR KINERJA KEGIATAN
DITJEN PHPL
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
A.
Kegiatan Peningkatan Perencanaan Pengelolaan Hutan Produksi
1.
Jumlah KPHP yang
beroperasi di hutan
produksi sebanyak 347
KPHP
Jumlah KPHP yang telah melaksanakan paling
sedikit 1 dari 5
tugas dan fungsi penyelenggaraan
pengelolaan hutan (PP6 Tahun 2007 pasal 9
ayat 1 huruf a):
1) tata hutan dan penyusunan rencana
pengelolaan hutan;
2) pemanfaatan hutan
3) penggunaan kawasan hutan;
4) rehabilitasi hutan dan reklamasi; dan
5) perlindungan hutan dan konservasi alam.
2.
Jumlah Provinsi yang
memiliki arahan
pemanfaatan dan investasi
di hutan produksi yang
belum dibebani izin di 27
Provinsi
a. Data neraca pemanfaatan hutan produksi
(dibebani izin, blm dibebani izin, KPH dll)
b. Data potensi SDH (kayu, non kayu,
c. jasling)
d. Data rawan kebakaran dan potensi konflik
6
21/07/2016
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
A.
Kegiatan Peningkatan Perencanaan Pengelolaan Hutan Produksi
3.
Jumlah KPHP yang
menerapkan prinsip
pengelolaan hutan produksi
lestari sebanyak 20 KPHP
Jumlah KPHP yang mendapatkan rekomendasi
atas penilaian kinerja prinsip-prinsip PHPL
4.
Jumlah unit yang memenuhi
syarat untuk diberikan
IUPHHK HA/RE/HTI di hutan
produksi sebanyak 35 Unit
Jumlah permohonan ijin yang memenuhi
syarat untuk diberikan IUPHHK-HA/RE/HTI di
hutan produksi
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
B.
Peningkatan Usaha Hutan Produksi
1.
Jumlah produksi kayu bulat
dari hutan alam sebesar 29
juta m3 selama 5 tahun
Jumlah produksi kayu bulat dari hutan alam
2.
Jumlah produksi kayu bulat
dari hutan tanaman sebesar
160 juta m3 selama 5
tahun
Jumlah produksi kayu bulat dari hutan
tanaman
3.
Luas usaha pemanfaatan
hutan produksi untuk
bioenergi seluas 100.000 ha
Jumlah luas ijin usaha pemanfaatan hutan
untuk bio energi
4.
Luas hutan di kalimantan
yang dibangun dengan
Silvikultur intensif seluas
11.000 ha
Luas pembangunan silvikultur intensif di
Kalimantan
7
21/07/2016
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
B.
Peningkatan Usaha Hutan Produksi
5.
Jumlah unit IUPHHK-HA
yang aktif beroperasi
melaksanakan kegiatan
pemanfaatan hutan
produksi sebanyak 220 unit
hingga tahun 2019
Jumlah IUPHHK-HA yang memiliki RKT
6.
Jumlah unit UPHHK-HT yang
kinerja usaha
pemanfaatannya menjadi
“Layak Dilanjutkan (LD)”
bertambah sebanyak 175
Unit hingga tahun 2019
Jumlah penambahan unit IUPHHK-HTI
berkinerja Layak Dilanjutkan (LD)
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
C.
Peningkatan Usaha Jasa Lingkungan Hutan Produksi dan HHBK
1.
Jumlah unit usaha jasa
lingkungan/ pemanfaatan
air/jasa wisata di hutan
produksi sebanyak 9 unit
Jumlah produksi HHBK
meningkat sebesar 20%
selama 5 tahun dari
produksi tahun 2014
sebesar 225.000 ton
Luas usaha pemanfaatan
hasil hutan kayu Restorasi
Ekosistem meningkat
ditahun 2019 seluas
500.000 ha
2.
3.
Jumlah unit usaha jasa lingkungan/
pemanfaatan air/jasa wisata di hutan produksi
Jumlah produksi HHBK
Jumlah penambahan Luas IUPHHK-RE per
tahun
8
21/07/2016
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
D.
Peningkatan Tertib Penatausahaan Hasil hutan dan Iuran Kehutanan
1.
Jumlah PNBP dari investasi
pemanfaatan hutan produksi
meningkat sebesar 15% dari
penerimaan Tahun 2014
sebesar Rp. 2,565 Trilyun
selama 5 Tahun
Jumlah unit yang
melaksanakan
penatausahaan hasil hutan
dan iuran kehutanan dalam
rangka pemanfaatan hutan
produksi secara tertib
sebanyak 175 unit
2.
Jumlah PNBP
(PSDR/DR/IIUPH/PNT/GRT/DPEH) dari HP
Jumlah unit IUPHHK yang melaksanakan
SIPUHH
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
D.
Peningkatan Tertib Penatausahaan Hasil hutan dan Iuran Kehutanan
1.
Jumlah PNBP dari investasi
pemanfaatan hutan produksi
meningkat sebesar 15% dari
penerimaan Tahun 2014
sebesar Rp. 2,565 Trilyun
selama 5 Tahun
Jumlah unit yang
melaksanakan
penatausahaan hasil hutan
dan iuran kehutanan dalam
rangka pemanfaatan hutan
produksi secara tertib
sebanyak 175 unit
2.
Jumlah PNBP
(PSDR/DR/IIUPH/PNT/GRT/DPEH) dari HP
Jumlah unit IUPHHK yang melaksanakan
SIPUHH
9
21/07/2016
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
E.
Peningkatan Usaha Industri Kehutanan
1.
Jumlah nilai investasi
industri kehutanan
meningkat sebesar Rp. 2,7
Trilyun selama 5 tahun
Jumlah Forest Based Cluster
Industry yang terbentuk
sebanyak 15 unit
Nilai ekspor produk industri
kehutanan sebesar USD
40,37 Miliar selama 5 Tahun
2.
3.
Jumlah penambahan nilai investasi industri
kehutanan
Jumlah Forest Based Cluster Industry yang
terbentuk
Jumlah nilai ekspor produk industri kehutanan
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
E.
Peningkatan Usaha Industri Kehutanan
4.
Jumlah Produk kayu olahan
meningkat sebesar 15% dari
produksi tahun 2014
sebesar 26,5 juta m3 yang
berasal dari IUIPHHK yang
bersertifikat legalitas kayu
Jumlah industri primer hasil
hutan yang menggunakan
sistem pengendalian bahan
baku on line meningkat
sebesar 50% dari jumlah
tahun 2014 sebesar 784 unit
5.
Jumlah produksi kayu olahan dari IUIPHHK
berserifikat legalitas kayu
Jumlah Industri pimar hasil hutan yang
menggunakan sistem pengendalian bahan
baku on line
10
21/07/2016
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
F.
Pembinaan pengelolaan hutan produksi dan industri hasil hutan
1.
Jumlah KPHP yang
Jumlah KPHP yang telah melaksanakan paling
beroperasi di hutan produksi sedikit 1 dari 5
sebanyak 347 KPHP
tugas dan fungsi penyelenggaraan
pengelolaan hutan (PP6 Tahun 2007 pasal 9
ayat 1 huruf a):
1) tata hutan dan penyusunan rencana
pengelolaan hutan;
2) pemanfaatan hutan
3) penggunaan kawasan hutan;
4) rehabilitasi hutan dan reklamasi; dan
5) perlindungan hutan dan konservasi alam.
Jumlah wilayah yang
Data neraca pemanfaatan hutan produksi
memiliki data dan informasi (dibebani izin, blm dibebani izin, KPH dll), data
hutan produksi sebanyak 18 potensi SDH (kayu, non kayu, jasling). Data
wilayah
rawan kebakaran dan potensi konflik
2.
IKK Lingkup Ditjen PHPL
No.
IKK
Keterangan
F.
Pembinaan pengelolaan hutan produksi dan industri hasil hutan
3.
Jumlah wilayah yang
produksi dan kinerja usaha
pemanfaatan
hasil hutan meningkat di 18
wilayah
a. Data kinerja setiap UM,
b. Data investasi,
c. Data tenaga kerja.
4.
Jumlah wilayah yang
memiliki data dan informasi
penatausahaan hasil hutan
dan iuran kehutanan di 18
wilayah
a. Data peredaran hasil hutan,
b. PNBP,
c. Pelanggaran PUHH.
5.
Jumlah wilayah yang
memiliki data dan informasi
industri primer hasil hutan
di 18 wilayah
a.
b.
c.
d.
e.
Data dan informasi kinerja IPHHK,
Investasi,
Tenaga kerja,
Penggunaan bahan baku,
Produksi IPHHK kapasitas diatas 6.000 m3
11
Download