Nama : Dwi Anggun K.S NIM : 01110010 TUGAS ETIKA BUSINESS

advertisement
Nama : Dwi Anggun K.S
NIM
: 01110010
TUGAS ETIKA BUSINESS
1. Mencari iklan TV dengan 2 produk yang sama ?
Iklan TV Tolak angin
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=vtsO1A2q9A4
Didalam iklan ini yaitu mempromosikan produk obat masuk angin, yang
dipromosikan oleh agnes monica & ari lasso, iklan ini sangat bagus karena didalam iklan
ini secara tidak sengaja memberitahukan kepada masyarakat indonesia untuk mencintai &
berbangga dengan apa yang dihasilkan oleh bangsanya sendiri, namun didalam iklan ini
terdapat kata-kata yang tidak enak atau tidak sopan utuk didengar yaitu : “ orang pintar
minum tolak angin” ,…
Iklan TV Bintang Toedjoe Masuk Angin
Sumber : http://www.youtube.com/watch?v=4TdHaPTC32A
Iklan Bintang toedjoe masuk angin ini di promosikan oleh butet kertaredjasa , dalam
promosi obat masuk angin ini secara langsung menyindir obat masuk angin lainnya (iklan diatas)
dia menggunakan kata-kata “ saya itu beruntung alias bejo, orang malas kalah dengan orang
pintar, orang pintar kalah sama orang bejo, orang bejo lebih untung dari orang pintar” …
Dari iklan di atas dapat disimpulkan bahwa keduanya melakukan persaingan tidak sehat.
Sesuai dengan UU No. 5 tahun 1999 pasal 17 ayat 1 yang berbunyi :
" Pelaku usaha dilarang melakukan penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan
atau jasa yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan atau persaingan usaha tidak
sehat. "
2. Tugas reklame yang ada di Surabaya
Gambar I
Gambar II
Gambar III
Dari ketiga gambar tersebut termasuk pelanggaran etika periklanan yang melanggar
PERDA nomor 8 Tahun 2006 tantang Penyelenggaraan Reklame Dan Pajak Reklame.
Yang tepatnya ketiga gambar tersebut melanggar pasal 24 yaitu:
PERDA nomor 8 tahun 2006
(Pasal 24)
Penyelenggaraan reklame insidentil jenis Melekat tidak diperbolehkan ditempelkan pada rambu
lalu lintas, tiang listrik, tiang Penerangan Jalan Umum (PJU), tiang telepon atau sarana dan
prasarana kota lainnya.
Undang-Undang Melindungi Konsumen Dari Iklan Nakal Pelaku Usaha
Iklan punya peran penting dibidang pemasaran, terutama dalam hubungan antara pelaku
usaha baik produsen maupun distributor, dengan konsumen.
Dalam hubungan pelaku usaha dengan konsumen ini, iklan bisa berperan sbb:
 Media komunikasi untuk menyampaikan pesan pemasaran suatu produk kepada
masyarakat
 Iklan adalah sumber informasi bagi konsumen sebelum mengkonsumsi produk barang
atau jasa
 Iklan sebagai salah satu unsur penentu konsumen jadi atau tidak untuk membeli produk
Oleh sebab itu, maka iklan harus mampu memberikan informasi yang benar, jelas, jujur dan
bertanggung jawab, serta informasinya harus utuh dan tidak sepotong-sepotong. Mengingat
pentingnya arti iklan ini, terutama bagi pelaku usaha maka paling sering kita jumpai
penyalahgunaan iklan, baik untuk kepentingan bisnis maupun kepentingan politik.
Penyalahgunaan iklan yg efeknya bisa dirasakan langsung oleh konsumen adalah yang
dilakukan oleh pelaku usaha, terkait dengan produk yg mereka jual. Untuk melindungi konsumen
dari perilaku nakal pelaku usaha ini, maka negara memberlakukan Undang-Undang RI Nomor 8
Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen. Aspek Perlindungan Konsumen atas Promosi dan
Iklan Pelaku Usaha oleh UU Perlindungan Konsumen, sbb:
 Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan barang atau jasa:
1) Seolah-olah memiliki potongan harga, harga khusus (Ps 9 (1) a)
2) Membuat pernyataan yang tidak benar atau menyesatkan mengenai harga atau
tarif (Ps 10)
3) Menjanjikan hadiah tapi tidak dilakukan (Ps 14)
4) Menawarkan dengan cara paksa (ps 15)
5) Tidak menepati janji atas suatu pelayanan
 Pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang (ps 17)
1) Mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas,bahan, kegunaan dan harga
barang dan atau tarif jasa, serta ketepatan waktu penerimaan barang dan/atau jasa
2) Mengelabui jaminan/garansi terhada barang atau jasa
3) Membuat informasi yang keliru, salah atau tidak tepat mengenai barang dan atau
jasa Mengeksploiatsai kejadian dan atau seseorang tanpa seijin yang berwenang
atau persetujuan yang bersangkutan
4) Melanggar etika dan atau ketentuan peraturan per uu an mengenai iklan
 Pelaku usaha dilarang melanjutkan peredaran iklan yang telah melanggar ayat 1
Pelaku Usaha Periklan Bertanggung Jawab terhadap kerugian yang ditimbulkan oleh iklan.
Yang dimaksud dengan Pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik
yang berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan
atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun
bersamasama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang
ekonomi. Pelaku usaha yang termasuk dalam pengertian ini adalah perusahaan, korporasi,
koperasi, BUMN, koperasi, importir, pedagang, distributor, dan lain-lain.
Dalam hal gugatan konsumen terhadap pelaku usaha periklanan, iklan atau brosur dapat
dijadikan unsur dalam gugatan, dan Pelaku usaha mempunyai tanggung jawab melakukan
pembuktian, dengan cara pembuktian terbalik tentang ada tidaknya unsur kesalahan
( Ps 22 & 28).
Sumber:
 Gambar I
: jln. Pucang Anom
 Gambar II
: jln. Gubend Kertajaya
 Gambar III
: jln. Arif Rachman Hakim
 PERDA Kota Surabaya yang mengatur tentang Penyelenggaraan Reklame dan Pajak
Reklame.
 Sularsi, dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, yg disampaikan dalam acara Forum
Dialog tentang Telekomunikasi, diselenggarakan oleh BRTI, di Jakarta, 22 April 2010.
Download