36 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu Pengetahuan

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu ilmu dasar yang
dipelajari di Sekolah Dasar (SD) sebagai program untuk menanamkan,
mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, sikap dan nilai-nilai ilmiah
pada siswa. IPA merupakan disiplin ilmu yang berhubungan dengan cara
mencari tahu tentang alam secara sistematis, sehingga IPA bukan hanya
penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep, atau
prinsip-prinsip IPA saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan dan
memiliki sifat ilmiah. Hal ini sejalan dengan pendapat Wahyana (Trianto,
2010: 136) bahwa IPA adalah suatu kumpulan pengetahuan tersusun secara
sistematik dan dalam penggunaannya secara umum terbatas pada gejalagejala alam.
IPA termasuk salah satu mata pelajaran yang penting di SD, hal
tersebut ditandai dengan adanya pelajaran IPA yang diajarkan mulai dari
kelas I sampai kelas VI. Pembelajaran IPA perlu diberikan kepada semua
siswa SD karena untuk membekali siswa dengan kemampuan berpikir logis,
kritis serta kemampuan bekerjasama. Pembelajaran IPA menekankan pada
pemberian pengalaman langsung dan pemahaman untuk mengembangkan
kompetensi siswa agar mampu menjelajahi dan memahami alam sekitar
secara ilmiah. Pembelajaran IPA mengembangkan siswa untuk berpikir
rasional, ilmiah dan membantu siswa untuk memperoleh pemahaman lebih
36
1
Peningkatan
Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
2
mendalam tentang alam sekitar. Oleh karena itu, pembelajaran IPA harus
melibatkan siswa secara langsung dalam proses pembelajaran, sehingga dapat
merangsang siswa untuk menemukan konsep dari teori yang dipelajari.
Keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPA sangat penting, agar
siswa lebih memahami materi yang dipelajari. Keterlibatan siswa dalam
proses pembelajaran akan memberikan pengalaman belajar secara langsung
dan diharapkan dapat menambah pengetahuan yang relevan sehingga dapat
meningkatkan prestasi belajar dan dapat diterapkan dalam kehidupan seharihari.
Pembelajaran IPA yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yaitu
tentang air dan salah satu materi yang terdapat dalam pembelajaran IPA
adalah materi daur air. Materi daur air adalah salah satu materi IPA yang
memerlukan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Pembelajaran
daur air di SD diharapkan dapat memberikan pengetahuan kepada siswa
tentang pentingnya air bagi kehidupan. Konsep dan prinsip pembelajaran IPA
mengenai materi daur air harus disampaikan pada siswa hingga mereka
memahami dengan matang.
Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di kelas V A SD
Negeri Pangebatan pada saat pembelajaran IPA berlangsung keterlibatan
siswa dalam pembelajaran masih kurang. Jumlah satu kelas ada 34 siswa,
sebanyak 58,82% atau 20 siswa terlihat bercerita dengan teman sebangkunya,
tidak memperhatikan materi yang dijelaskan oleh guru dan beberapa siswa
ketika diberikan pekerjaan rumah selalu tidak mengerjakan. Hal ini
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
3
menyebabkan siswa kurang paham materi yang telah disampaikan. Kegiatan
akhir pembelajaran, guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan,
pada kegiatan ini siswa belum terlihat aktif dalam mengerjakan tugas yang
diberikan oleh guru. Sebagian besar siswa masih melihat pekerjaan teman
lain untuk mengisi jawaban pekerjaannya, dan ketika pulang sekolah banyak
siswa yang tidak melaksanakkan jadwal piket. Kejadian tersebut dapat
disimpulkan bahwa rasa tanggung jawab siswa masih kurang. Kurang
bertanggungjawabnya siswa dalam belajar dapat menjadi salah satu sebab
prestasi belajar menurun.
Selain dari hasil wawancara, peneliti melihat hasil ulangan akhir
semester I pada mata pelajaran IPA tahun ajaran 2015/2016 untuk melihat
prestasi belajar siswa. Dari 34 siswa, yang mencapai nilai KKM hanya
sebanyak 44,11% yaitu 15 siswa dan 55,88% yaitu 19 siswa belum mencapai
nilai KKM. Hasil nilai Ulangan Akhir Semester I menunjukkan masih banyak
siswa yang belum mencapai nilai KKM sebesar 65. Rendahnya prestasi
belajar siswa disebabkan karena kurangnya rasa tanggung jawab dalam
mengikuti proses pembelajaran.
Berdasarkan kondisi
tersebut, peneliti dan guru sepakat untuk
melakukan upaya perbaikan pembelajaran untuk dapat meningkatkan rasa
tanggung jawab dan prestasi belajar siswa. Peneliti dan guru berkolaborasi
untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan
metode atau model pembelajaran yang diyakini tepat dan sesuai dengan
kondisi siswa. Hasil diskusi memutuskan untuk menerapkan model
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
4
pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two. Model pembelajaran
kooperatif tipe The Power of Two mempunyai prinsip bahwa bepikir berdua
jauh lebih baik dari pada berpikir sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat
Silberman (2006: 173) menyatakan bahwa model pembelajaran kooperatif
tipe The Power of Two merupakan aktivitas yang digunakan untuk
meningkatkan pembelajaran dan menegaskan manfaat dari sinergi, bahwa dua
kepala adalah lebih baik dari pada satu.
Model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two menekankan
pada proses belajar aktif, berpikir dan bekerja sama untuk meningkatkan
prestasi siswa (Ali, J. Dkk, 2010: 7). Hal tersebut memungkinkan siswa
memahami dengan baik materi yang diberikan.
Penerapan model
pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two dalam pembelajaran lebih
menekankan pada aktivitas yang dilakukan secara berpasangan dan lebih
mengutamakan kerjasama. Pembelajaran ini diawali dengan pertanyaan yang
diberikan oleh guru. Siswa menjawab pertanyaan yang diterimanya secara
perorangan. Setelah semua menyelesaikan jawabannya, mintalah kepada
siswa untuk mencari pasangan. Individu-individu yang berpasangan
diwajibkan saling menjelaskan jawaban masing-masing, kemudian menyusun
jawaban baru yang disepakati bersama dan menuliskannya, setelah itu
dibandingkan jawaban tersebut dengan pasangan yang lain.
Berdasarkan pemaparan di atas, maka dilakukan penelitian yang
dilaksanakan di kelas V A SD Negeri Pangebatan untuk meningkatkan rasa
tanggung jawab dan prestasi belajar. Penelitian ini berjudul Peningkatan Rasa
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
5
Tanggung Jawab dan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPA Materi Daur Air
Melalui Model Pembelajaran Kooperatif tipe The Power of Two
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:
1. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two
dapat meningkatkan rasa tanggung jawab siswa kelas V A SD Negeri
Pangebatan?
2. Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two
dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V A
SD Negeri
Pangebatan?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penelitian tindakan kelas ini adalah untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan pada mata
pelajaran IPA kelas V Sekolah Dasar.
2. Tujuan Khusus
Adapun tujuan khusus dari penelitian tindakan kelas ini adalah
sebagai berikut:
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
6
a.
Meningkatkan rasa tanggung jawab siswa kelas V A SD Negeri
Pangebatan setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan Model
Pembelajaran kooperatif tipe The Power of Two.
b.
Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas V A SD Negeri Pangebatan
setelah mengikuti pembelajaran IPA dengan model pembelajaran
kooperatif tipe The Power of Two.
D. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat
memberikan manfaat, yaitu:
1. Manfaat Teoritis
Secara teoritis, hasil penelitian tindakan kelas ini dapat bermanfaat
sebagai berikut:
a. Hasil penelitian ini akan menambah pengetahuan tentang peningkatan
prestasi belajar dan rasa tanggung jawab siswa melalui model
kooperatif tipe The Power of Two pada mata pelajaran IPA materi daur
air.
b. Dapat dijadikan referensi untuk melakukan penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Siswa
1) Terciptanya
pembelajaran
IPA
yang
menarik
dan
lebih
menyenangkan.
2) Siswa yang kesulitan dalam belajar menjadi berkurang dan prestasi
belajar meningkat.
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
7
b. Bagi Guru
1) Meningkatkan profesionalitas guru dalam melaksanakan kegiatan
pembelajaran, terutama pembelajaran IPA.
2) Meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan berbagai
metode, media, dan alat peraga dalam pembelajaran.
3) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran lebih terprogram.
4) Kegiatan belajar mengajar lebih efektif.
c. Bagi Sekolah
1) Membantu
meningkatkan
mutu
pendidikan
dalam
proses
pembelajaran.
2) Sebagai bahan perenungan terhadap peningkatan kinerja guru
kelas.
3) Meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah.
d. Bagi Peneliti
1) Penelitian Tindakan Kelas ini bermanfaat bagi peneliti karena
peneliti memperoleh pengetahuan yang inovatif dalam hal
mengelola kelas.
2) Menambah wawasan dalam mata pelajaran IPA materi daur air dan
cara belajar yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
Peningkatan Rasa Tanggung..., Zamkhoironi, FKIP, UMP, 2015
Download