BAB 2 LANDASAN TEORI

advertisement
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1 Komunikasi Massa
Untuk mendefinisikan komunikasi massa tidaklah mudah. Setiap pakar dan
ahli komunikasi memiliki definisi tersendiri mengenai komunikasi massa. Hal ini
terjadi, dikarenakan perbedaan sudut pandang dan pendekatan yang dilakukan
peneliti dalam mendefinisikan arti komunikasi. Mulyana (2002) menyatakan:
“Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang
menggunakan media massa, baik cetak (surat kabar, majalah) atau elektronik (radio,
televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan, yang
ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat, anonim, dan
heterogen” (Mulyana, 2002:75)
Dalam melakukan interaksi dizaman modern ini seseorang tidak lagi perlu
lagi bertatap muka untuk menyampaikan sebuah pesan. Kumpulan simbol-simbol
(non verbal) dan susunan kata yang dibentuk menjadi sebuah kalimat (verbal) tidak
lagi terbatas oleh ruang gerak dan waktu, ketidakterbatasan ini lebih luas dalam
cakupan penyampaian pesan yang dapat diarahkan kebanyak komunikan.
Komunikasi semacam ini disebut sebagai komunikasi massa, komunikasi massa
diambil dari dua kata dasar yang sangat mendasar, yaitu komunikasi dan massa. Jika
ditinjau dari definisi dasar kedua kata ini, komunikasi adalah proses penyampaian
pesan dari komunikator (sumber) kepada komunikan (penerima) melalui saluran
tertentu dengan mengharapkan feedback atau umpan balik, sedangkan definisi dari
massa itu sendiri mengarah kearah publik/ banyak orang.
14
15
Definisi komunikasi massa menurtu Freidson dibedakan dari jenis
komunikasi lainnya dengan suatu kenyataan bahwa komunikasi massa dialamatkan
kepada sejumlah populasi dari berbagai kelompok, dan bukan hanya satu atau
beberapa individu atau sebagian khusus populasi. Komunikasi massa juga
mempunyai anggapan tersirat akan adanya alat-alat khusus untuk menyampaikan
komunikasi agar komunikasi itu dapat mencapai pada saat yang sama semua orang
yang mewakili berbagai lapisan masyarakat (Rakhmat 2003: 188).
Wreight mengemukakan definisinya sebagai berikut: This new from can be
distinguished from older type by following major characteristics: it is directed
toward relatively large, heteregenous and anonymous audience; message are
transmitted publicly, of ten-times to reach most audience members simultaneously
and are transient in character; the communicator tends to be, or to operate within, a
complex organization that may involve great expense” ( Rakhmat, 2003 :189).
Menurut Prof. Onong Uchajana, komunikasi massa adalah komunikasi
melalui media massa modern, yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi
luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum, dan film yang
dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop. (Effendy., 2003:79)
Selain itu Vivian juga menjelaskan bahwa Kemampuan untuk menjangkau
ribuan, atau bahkan jutaan orang merupakan ciri dari komunikasi massa, yang
dilakukan melalui medium massa seperti televisi atau koran. Komunikasi massa
dapat didefinisikan sebagai proses penggunaan sebuah medium massa untuk
mengirim pesan kepada audien yang luas untuk tujuan memberi informasi,
menghibur, atau membujuk. (Vivian, 2008:450)
16
2.1.1 Fungsi Komunikasi Massa
Banyak ahli yang mengemukakan sejumlah fungsi komunikasi massa
kendati dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Karlinah
mengemukakan fungsi komunikasi massa secara umum sebagai berikut
(Ardianto & Erdinayah, 2004: 19):
1. Fungsi Informasi
Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa adalah
penyebar informasi bagi pembaca, pendengat atau pemirsa. Berbagai informasi
dibutuhkan oleh khalayak media massa yang bersangkutan sesuai dengan
kepentingan khalayak. Khalayak sebagai manusia social akan selalu merasa
haus informasi tentang segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Sebagian
informasi didapat bukan dari sekolah atau tempat bekerja melainkan dari media.
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayaknya (mass
education). Karena media massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya
mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui
pengajaran nilai, etika, serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau
pembaca.
3. Fungsi Mempengaruhi
Fungsi mempengaruhi dari media massa secara implisit terdapat pada
tajuk/editorial, features, iklan, artikel dan sebagainya. Fungsi mempengaruhi ini
dapat dilihat antara lain dalam ruang atau kolom khusus, iklan atau artikel yag
disusun sedemikian rupa sehingga tidak terlihat sebagai suatu artikel yang isinya
mempromosikan suatu produk. Artikel tersebut biasanya memuat tulisan tentang
17
suatu analisis produk tertentu. Khalayak terpengaruh oleh pesan-pesan dalam
tulisan tersebut sehingga tanpa sadar khalayak melakukan tindakan sesuai
dengan yang diinginkan oleh media tersebut.
4. Fungsi Proses Pengembangan Mental
Untuk mengembangkan wawasan, kita
membutuhkan berkomunikasi
dengan orang lain. Dengan berkomunikasi, manusia akan bertambah
pengetahuannya dan berkembang intelektualitasnya. Hal tersebut diperoleh dari
pengalaman pribadinya dan dari orang lain. Pengalaman dapat membantu
manusia untuk memahami betapa besar ketergantungan manusia kepada
komunikasi, karena komunikasi dapat membantu manusia dalam perkembangan
mentalnya.
5. Fungsi Adaptasi Lingkungan
Setiap manusia berusaha untuk menyesuaikan diri dengan dunianya
untuk dapat bertahan hidup. Proses komunikasi membantu menusia dalam
proses penyesuaian tersebut. Proses pengiriman pesan oleh komunikator dan
penerimaan pesan oleh komunikan dapat membantu kita dalam berhubungan
dengan orang lain, saling menyesuaikan diri, sehingga menimbulkan kesamaan
di antara komunikator dan komunikan.
6. Fungsi Memanipulasi Lingkungan
Manipulasi di sini bukanlah diartikan sebagai sesuatu yang negatif.
Memanipulasi lingkungan artinya berusaha untuk mempengaruhi. Setiap orang
berusaha untuk saling mempengaruhi dunia dan orang-orang yang berada di
18
sekitarnya. Dalam fungsi manipulasi, komunikan digunakan sebagai kontrol
utama dan pengatur lingkungan.
2.1.2 Efek Pesan Komunikasi Massa
1.
Hypodermic needle theory
Pada umumnya khalayak dianggap hanya sekumpulan orang yang
homogen dan mudah dipengaruhi. Sehingga, pesan-pesan yang disampaikan
pada mereka akan selalu diterima. Fenomena tersebut melahirkan teori ilmu
komunikasi yang dikenal dengan teori jarum suntik (Hypodermic Needle
Theory). Teori ini menganggap media massa memiliki kemampuan penuh
dalam mempengaruhi seseorang.
Teori peluru ini merupakan konsep awal sebagai efek komunikasi
massa yang oleh para teoritis komunikasi tahun 1970 an dinamakan pula
hypodermic needle theory yang dapat diterjemahkan sebagai teori jarum
hipodermik. Teori ini ditampilkan pada tahun 1950 an setelah peristiwa
penyiaran kaleidoskop stasiun radio CBS di Amerika berjudul “The Invasion
From Mars”. Wilbur Schramm pada tahun 1950 an itu mengatakan bahwa
seorang komunikator dapat menembakkan peluru komunikasi yang begitu
ajaib kepada khalayak yang pasif tidak berdaya. Tetapi pada tahun 1970 an
Scrhamm meminta pada khalayak peminatnya agar teori peluru komunikasi itu
tidak ada, sebab khalayak yang menjadi sasaran media massa itu ternyata tidak
pasif.
Model magig bullet theory atau teori jarum suntik. Asumsi dari teori
ini tidak jauh berbeda dengan model SOR, yakni bahwa media secara langsung
dan cepat memiliki efek yang kuat tehadap komunikan.
19
2.
Cultivation theory
Teori ini, digagas oleh seorang Pakar komunikasi dari Annenberg
School of Communication, Profesor George Gerbner. Pada 1960, Profesor
Gerbner melakukan penelitian tentang “indikator budaya” untuk mempelajari
pengaruh televisi. Profesor Gerbner ingin mengetahui pengaruh-pengaruh
televisi terhadap tingkah laku, sikap, dan nilai khalayak. Dalam bahasa lain,
Profesor Gerbner memberikan penegasan dalam penelitiannya berupa dampak
yang di timbulkan televisi kepada khalayak.
Teori Kultivasi berpandangan bahwa media massa, yang dalam
konteks teori ini adalah televisi, memiliki andil besar dalam penanaman dan
pembentukan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. “Menurut teori ini,
televisi menjadi alat utama dimana para penonton televisi itu belajar tentang
masyarakat dan kultur di lingkungannya”(Nurudin, 2004). Persepsi dan cara
pandang yang ada dalam masyarakat, sangat besar dipengaruhi oleh televisi.
Atau dalam kalimat lain, apa yang kita pikirkan adalah apa yang dipikirkan
media massa.
3.
Cultural imperalism theory
Teori ini pertama kali dikemukakan oleh Herb Schiller pada tahun
1973. Tulisan pertama Schiller yang dijadikan dasar bagi munculnya teori ini
adalah Communication and Cultural Domination. Teori imperialisme budaya
menyatakan bahwa negara Barat mendominasi media di seluruh dunia ini. Ini
berarti pula, media massa negara Barat juga mendominasi media massa di
dunia ketiga. Alasannya, media Barat mempunyai efek yang kuat untuk
mempengaruhi media dunia ketiga. Media Barat sangat mengesankan bagi
media di dunia ketiga. Sehingga mereka ingin meniru budaya yang muncul
20
lewat media tersebut. Dalam perspektif teori ini, ketika terjadi proses peniruan
media negara berkembang dari negara maju, saat itulah terjadi penghancuran
budaya asli di negara ketiga.
Salah satu yang mendasari munculnya teori ini adalah bahwa pada
dasarnya manusia tidak mempunyai kebebasan untuk menentukan bagaimana
mereka berpikir, apa yang dirasakan dan bagaimana mereka hidup. Umumnya,
mereka cenderung mereaksi apa saja yang dilihatnya dari televisi. Akibatnya,
individu-individu itu lebih senang meniru apa yang disajikan televisi.
Mengapa? Karena televisi menyajikan hal baru yang berbeda dengan yang
biasa mereka lakukan.
4.
Media equation theory
Teori ini pertama kali dikenalkan oleh Byron Reeves dan Clifford
Nass (professor jurusan komunikasi Universitas Stanford Amerika) dalam
tulisannya The Media Equation: How People Treat Computers, Television,
and New Media Like Real People and Places pada tahun 1996. Teori ini relatif
sangat baru dalam dunia komunikasi massa.
Media Equation Theory atau teori persamaan media ini ingin
menjawab persoalan mengapa orang-orang secara tidak sadar dan bahkan
secara otomatis merespon apa yang dikomunikasikan media seolah-olah
(media itu) manusia? Dengan demikian, menurut asumsi teori ini, media
diibaratkan manusia. Teori ini memperhatikan bahwa media juga bisa diajak
berbicara. Media bisa menjadi lawan bicara individu seperti dalam komunikasi
interpersonal yang melibatkan dua orang dalam situasi face to face.
Misalnya, kita berbicara (meminta pengolahan data) dengan komputer
kita seolah komputer itu manusia. Kita juga menggunakan media lain untuk
21
berkomunikasi. Bahkan kita berperilaku secara tidak sadar seolah-olah media
itu manusia.
5.
Spiral silence theory
Elizabeth Noelle-Neumann (seorang professor emeritus penelitian
komunikasi dari Institute fur Publiziztik Jerman) adalah orang yang
memperkenalkan
teori
spiral
keheningan/kesunyian
ini.
Teori
ini
diperkenalkan pertama kali pada tahun 1984 melalui tulisannya yang berjudul
The Spiral of Silence. Secara ringkas teori ini ingin menjawab pertanyaan,
mengapa orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa perlu untuk
menyembunyikan pendapat dan pandangannya ketika berada dalam kelompok
mayoritas? Dengan kata lain bisa dikatakan bahwa seseorang sering merasa
perlu menyembunyikan “sesuatu”-nya ketika berada dalam kelompok
mayoritas.
6.
Technological determinism theory
Teori ini dikemukakan oleh Marshall McLuhan pertama kali pada
tahun 1962 dalam tulisannya The Guttenberg Galaxy: The Making of
Typographic Man. Ide dasar teori ini adalah bahwa perubahan yang terjadi
pada berbagai macam cara berkomunikasi akan membentuk pula keberadaan
manusia itu sendiri. Teknologi membentuk individu bagaimana cara berpikir,
berperilaku dalam masyarakat dan teknologi tersebut akhirnya mengarahkan
manusia untuk bergerak dari satu abad teknologi ke abad teknologi yang lain.
Misalnya dari masyarakat suku yang belum mengenal huruf menuju
masyarakat yang memakai peralatan komunikasi cetak, ke masyarakat yang
memakai peralatan komunikasi elektronik.
22
7.
Uses and gratification theory
Teori ini mempertimbangkan apa yang dilakukan orang pada media,
yaitu menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Penganut teori ini
meyakini bahwa individu sebagai mahluk supra-rasional dan sangat selektif.
Menurut para pendirinya, Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch
(dalam Jalaluddin Rakhmat, 1984), uses and gratifications meneliti asal mula
kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu
dari media massa atau sumber-sumber lain , yang membawa pada pola terpaan
media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan
pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain.
Penelitian tentang Uses and Gratification Media mengatakan, bahwa
kebutuhan social dan psikologis menggerakkan harapan pada media massa
atau sumber lain yang membimbing pada perbedaan pola-pola terpaan media
dalam menghasilkan pemuasan kebutuhan dan konsekuensi lain yang sebagian
besar mungkin tidak sengaja.
8.
Agenda setting theory
Media massa memiliki kekuatan untuk mempengaruhi agenda media
kepada agenda publik. Teori Agenda Setting didasari oleh asumsi demikian.
Teori ini sendiri dicetuskan oleh Profesor Jurnalisme Maxwell McCombs dan
Donald Shaw. Menurut McCombs dan Shaw, “we judge as important what the
media judge as important”. Kita cenderung menilai sesuatu itu penting
sebagaimana media massa menganggap hal tersebut penting. Jika media massa
menganggap suatu isu itu penting maka kita juga akan menganggapnya
penting. Sebaliknya, jika isu tersebut tidak dianggap penting oleh media
23
massa, maka isu tersebut juga menjadi tidak penting bagi diri kita, bahkan
menjadi tidak terlihat sama sekali.
Denis McQuail (2000: 426) mengutip definisi Agenda Setting sebagai
“process by which the relative attention given to items or issues in news
coverage infulences the rank order of public awareness of issues and
attribution of significance. As an extension, effects on public policy may
occur.”
9.
Media critical theory
Teori media kritis akarnya berasal dari aliran ilmu-ilmu kritis yang
bersumber pada ilmu sosial Marxis. Beberapa tokoh yang mempeloporinya
antara lain Karl Mark, Engels (pemikiran klasik), George Lukacs, Korsch,
Gramschi, Guevara, Regis, Debay, T Adorno, Horkheimer, Marcuse,
Habermas, Altrusser, Johan Galtung, Cardoso, Dos Santos, Paul Baran Samir
Amin, Hamza Alavi (pemikiran modern). Ilmu ini juga disebut dengan
emancipatory science (cabang ilmu sosial yang berjuang untuk mendobrak
status quo dan membebaskan manusia, khususnya rakyat miskin dan kecil dari
status quo dan struktur sistem yang menindas).
Beberapa teori studi budaya (cultural studies) dan ekonomi politik
juga bisa dikaitkan dengan teori kritis. Sebab, teori-teori itu secara terbuka
menekankan perlunya evaluasi dan kritik terhadap status quo. Teori kritis
membangun
pertanyaan
dan
menyediakan
menginterpretasikan hukum sosial media massa.
alternatif
jalan
untuk
24
2.2 Media Massa
2.2.1 Definisi Media Massa
Istilah ‘media massa’ memberikan gambaran mengenai alat komunikasi
yang bekerja dalam berbagai skala, mulai dari skala terbatas hingga dapat
mencapai dan melibatkan siapa saja dimasyarakat, dengan skala yang sangat
luas. Istilah media massa mengacu kepada sejumlah media massa mengacu
kepada sejumlah media yang telah ada sejak puluhan tahun yang lalu dan tetap
dipergunakan hingga saat ini, seperti surat kabar, majalah, film, radio, televisi,
internet dan lain-lain.
Dalam kehidupan dewasa ini, informasi tentang kejadian disekeliling
tidak lagi menjadi pintu rapat yang sulit untuk diketahui oleh banyak orang di
luar sana. Hal ini terwujud dengan adanya media massa yang menjadi saluran
komunikasi secara massa yang dapat menjangkau banyak orang dimanapun
tanpa terbatas ruang gerak dan waktu. Media massa secara umum mempunyai
definisi sebagai alat penyebarluasan.
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan
pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa
sendiri adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber
kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi
mekanis, seperti surat kabar, film, radio dan televisi. (Cangara, 2003, p.134).
Media membentuk opini publik untuk membawanya pada perubahan
yang signifikan. Kampanye nasional larangan merokok di tempat-tempat umum
memiliki kekuatan pada pertengahan tahun 1990-an dengan membanjirnya
berita-berita tentang bahaya merokok bagi kesehatan perokok pasif. Publik pun
25
mendukung Presiden Clinton yang mengemukakan isu nasional tahun 1995,
yaitu diberlakukannya peraturan pemerintah federal tentang larangan merokok
bagi anak remaja. Kampanye serupa tentang pencegahan hari AIDS ( Acquired
Immune Deficiency Syndrome) dilakukan melalui media massa. Disini secara
instan media massa dapat membentuk kristalisasi opini publik untuk melakukan
tindakan tertentu. Kadang-kadang kekuatan media massa hanya sampai pada
rana sikap (Ageee, 2002: 24-25)
2.2.2 Karakteristik Media Massa
Hampir setiap hari kita menggunakan media massa. Media massa atau
mass media merupakan sebuah alat, saluran, channel yang digunakan untuk
komunikasi massa. Melalui media massa, pesan yang disampaikan komunikator
menjadi lebih luas cakupannya.
“Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan
dari sumber kepada khalayak (penerima) dengan menggunakan alat-alat
komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio, dan televisi” (Cangara,
2004:122). Adapun karakteristik media massa ialah :
1. Bersifat melembaga: Dikelola oleh lembaga.
2. Bersifat satu arah: Umpan balik tertunda.
3. Meluas dan serempak: Mengatasi rintangan jarak dan waktu
4. Memakai peralatan teknis dan mekanis: Media cetak dan elektronik
5. Bersifat terbuka: Pesannya universal.
(Cangara, 2004:122).
26
2.2.3 Jenis-Jenis Media Massa
Media menampilkan diri sendiri dengan peranan yang diharapkan,
dinamika masyarakat akan terbentuk, dimana media adalah pesan. Jenis media
massa yaitu media yang berorentasi pada aspek (1) penglihatan (verbal visual)
misalnya media cetak, (2) pendengaran (audio) semata-mata (radio, tape
recorder), verbal vokal dan (3) pada pendengaran dan penglihatan (televisi, film,
video) yang bersifat ferbal visual vokal (Liliweri, 2001).
Secara umum dewasa ini media terbagi atas 3 bagian besar, yaitu:
1. Media Massa Cetak (Printed Media).
Media massa dicetak dalam lembaran kertas.Dari segi formatnya dan ukuran
kertas, media massa cetak secara rinci meliputi (a) koran atau suratkabar
(ukuran kertas broadsheet atau 1/2 plano), (b) tabloid (1/2 broadsheet), (c)
majalah (1/2 tabloid atau kertas ukuran folio/kwarto), (d) buku (1/2 majalah),
(e) newsletter (folio/kwarto, jumlah halaman lazimnya 4-8), dan (f) buletin
(1/2 majalah, jumlah halaman lazimnya 4-8). Isi media massa umumnya
terbagi tiga bagian atau tiga jenis tulisan: berita, opini, dan feature.
2. Media Massa Elektronik (Electronic Media).
Jenis media massa yang isinya disebarluaskan melalui suara atau gambar dan
suara dengan menggunakan teknologi elektro, seperti radio, televisi, dan film.
3. Media Online (Online Media, Cybermedia),yakni media massa yang dapat
kita temukan di internet (situs web)
27
2.2.4 Efek-Efek Media Massa
1. Individu Difference Perspective
Yaitu, Setiap individu menanggapi pesan yang disiarkan media secara
berbeda.
2. Social Categories Perspective
Setiap individu,anggota kelompok akan mempunyai kecenderungan
merespons sama seperti yang dilakukan anggota kelompok dalam satu
perkumpulan sosial.
3. Social Relation Perspective
Individu dipengaruhi oleh sikap dan perilaku individu anggota
audience yang didapatkannya dari media massa,atara individu saling
mempengaruhi satu sama lain dan menghasilkan respons yang hampir sama.
2.3 Televisi
2.3.1 Definisi Televisi
Televisi adalah merupakan bagian dari media elektronik yang mempunyai
sifat audio dan visual. Dalam menyampaikan pesannya televisi mampu
mempersentasikan maksud dan tujuannya secara nyata, hal ini dikarenakan
kemampuan televisi yang mempunyai sifat audio dan visual. Audio yang
berartikan suara dan video yang mempunyai berdefinisikan gambar memberikan
daya tarik tersendiri bagi seseorang untuk menyimak dengan mudah tanpa harus
berkonsentrasi untuk mendapatkan pesan yang ingin diketahuinya.
“Televisi merupakan hasil produk teknologi tinggi (hi-tech) yang
menyampaikan isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak. Isi pesan audiovisual
gerak memiliki kekuatan yang sangat tinggi untuk mempengaruhi mental, pola
pikir, dan tindak individu” (Baksin 2006: 16).
28
Menurut ensiklopedia Indonesia lebih luas lagi dinyatakan
bahwa:
“Televisi adalah sistem pengambilan gambar, penyampaian, dan penyuguhan
kembali gambar melalui tenaga listrik. Gambar tersebut ditangkap dengan
kamera televisi, diubah menjadi sinyal listrik, dan dikirim langsung lewat kabel
listrik kepada pesawat penerima”(Parwadi 2004: 28).
2.3.2 Fungsi Televisi Sebagai Media Massa
Media massa adalah sarana yang membawa pesan. Media massa utama
adalah buku, majalah, koran, televisi, radio, rekaman, film dan web. (Vivian,
2008:453)
McLuhan menyatakan bahwa sebagai media berfungsi sebagai
kepanjangan indra manusia pada masing-masing era, yaitu kesukuan (tribal),
tulisan (literate), cetak (print), dan elektronik (Morissan, 2010:32).
Era Kesukuan
Menurut McLuhan, era kesukuan (tribal era) adalah era dimana
indera pendengaran, penciuman dan perasa merupakan indera yang paling
banyak digunakan orang untuk berkomunikasi. Era kesukuan memiliki ciriciri lisan yaitu bercerita, dimana orang menjalankan atau mengungkapkan
tradisi, ritual dan nilai-nilai mereka melalui kata-kata yang diucapkan.
Era Tulisan
Pada era tulisan orang menekankan pada indera penglihatan yang
ditandai dengan diperkenalkannya huruf abjad dan karenanya, mata menjadi
indra yang dominan dalam berkomunikasi. Pada era tulisan ini, orang mulai
mampu mendapatkan informasi tanpa bantuan anggota kelompok lainnya dan
karenanya, masyarakat mulai cenderung bersifat individualistik dan mulai
meninggalkan orientasi pada kelompok sehingga mempengaruhi kekuatan
29
ikatan masyarakat suku. Munculnya tulisan menjadi awal era dimana
komunikasi tidak perlu dilakukan secara tatap muka.
Era Cetak
Teknologi cetak memungkinkan orang untukmenyimpan informasi
secara lebih permanen dan tidak mengandalkan ingatan saja sebagaimana
pada era tulisan. Menurut McLuhan hasil utama dari era cetak adalah
munculnya masyarakat yang semakin terkotak-kotak. Hasil cetakan berupa
buku atau bentuk cetak lainnyayang mudah dibawa-bawa, dapat dibaca
dimana saja dan bersifat lebih privat. Sehingga hal ini membuat orang
menjadi terisolasi dari lingkungan komunitasnya dan mendorong munculnya
individualisme.
Era Elektronika
Menurut McLuhan, era elektronika justru telah membawa manusia
kembali pada situasi era kesukuan yang kebih menekankan pada komunikasi
secara lisan. Media elektronik memiliki ciri sebagaimana percakapan lisan
yang bersifat segera dan singkat, yang berarti penerimaan informasi dan
reaksi yang diberikan bersifat segera dan singkat. Perbedaannya terletak pada
tempat, era elektronik tidak terikat pada tempat karena pesan dapat dikirim
secara elektronis (disiarkan).
Televisi bertindak sebagai komunikator, dimana informasi sebagai pesan,
dan pemirsanya adalah komunikan. Maka dengan demikian televisi ini berfungsi
sebagai media komunikasi. Karena komunikannya bukan hanya terdiri dari
sekelompok atau organisasi saja melainkan dilihat oleh khalayak maka televisi
digolongkan masuk ke dalam media yang memerantai antara narasumber dengan
massa yang disebut dengan media komunikasi massa.
30
Dari sekian banyak media komunikasi massa seperti surat kabar,majalah,
radio, televise ,internet dan film , ternyata televisilah yang menduduki tingkat
teratas yang diminati banyak khalayak. Karena kelebihan televisi yang
menampilkan informasi secara menarik melalui audio visual hal inilah yang
memudahkan khalayak untuk menerima informasi secara cepat dan mudah.
Televisi sangat berperan dalam kehidupan di berbagai aspek. Misalnya
dalam bidang pendidikan, pada waktu tertentu sesuai dengan masing msing
jadwal televisi swasta ataupun negri, ditampilkan acara yang berdasarkan
pendidikan, seperti kuis cerdas cermat, debat ataupun seminar seminar yang
mendukung edukasi. Kemudian dalam bidang ekonomi, kita bisa mendapatkan
informasi tentang perkembangan naik turunya nilai kurs dollar dan sebagainya.
Atau dalam bidang jurnalisme sendiri yang terus menyiarkan berita sesuai
dengan perkembangan dunia. Apalagi dalam dunia entertainment yang sekarang
mendominasi bisnis pertelevisian, mudah untuk mengkomunikasikan apa saja
yang dilakukan oleh para selebritis melalui infotainment ataupun acara yang
lain.
Semuanya itu telah memudahkan kita untuk menerima pesan dari
informasi yang diberikan nara sumber melalui televisi dan disebarkan kepada
khalayak, sungguh menakjubkan hanya dengan sekali pandang televisi kita bisa
mendapatkan banyak informasi yang global.
Televisi sebagai media komunikasi Massa selain sebagai penyampai
informasi ternyata memiliki banyak fungsi, Jay Black dan Frederick C Whitney
(1988) menjelaskan ada 4 Fungsi komunikasi Massa, yaitu:
1. To inform
2. To entertain
31
3. To persuade
4. Transmission culture
Dengan dasar tersebut kita bisa menganalisis fungsi televisi sebagai
media komunikasi massa dalam era modern ini. To inform, artinya adalah untuk
menginformasikan, maka televisi memiliki fungsi sebagai penyampai informasi
jurnalisme mengambil kedudukan penting disini. Karena tugas dari jurnalistik
sendiri adalah mencari mengumpulkan mengedit dan menyiarkan berita yang
layak disampaikan kepada khalayak ramai. To entertain, artinya adalah untuk
menghibur. Bias kita lihat bersama dalam perkembanganya ternyata televise
memang memenuhi acaranya dengan berbagai macam hiburan. Aktifitas hiburan
ini bias dicontohkan misalnya acara konser music, pentas seni, acara komedi,
ataupun acara lainya yang menghibur.
2.3.3 Format Program Televisi
Menurut Wibowo (2007, 53-225), format acara televisi dibagi menjadi
beberapa bagian sebgai berikut :
1. Program Seni Budaya
Program seni budaya termasuk produksi karya artistik dalam televisi. Ada
beberapa macam materi produksi seni budaya. Secara garis besar, materi seni
budaya dibagi menjadi 2 bagian, yaitu seni pertunjukan dan seni pameran.
Yang termasuk dalam seni pertunjukan antara lain seni musik, seni tari, dan
pertunjukan boneka dengan segala macam jenisnya. Seni musik misalnya
dapat berupa konser musik, gamelan jazz, konser musik, musik klasik atau
pagelaran musik.
32
2. Program Talk Show
Program wicara ditelevisi atau bisa disebut The Talk Show Program, meliputi
banyak format, antara lain, kuis, interviw (wawancaara) baik dalam stdio
maupun diluar studio dan diskusi panel ditelevisi. Semua memang dapat
disebut sebagai program Wicara The Talk Program.
3. Program Berita
Dalam pengertian sederhana program news mempunyai definisi suatu sajian
laporan berupa fakta dan kejadian yang memiliki nilai berita ( unusual,
factual, esensial) dan disiarkan melalu media secara periodik. Pengertian
penyajian fakta dan kejadian didalam berita bersifat objektif. Liputan gambar
dari kejadian biasanya diambil dengan memperhatikan hal-hal yang sekiranya
tidak terlalu membuat shock. Namun objektifitas semacam ini masih
tergantung pada subjektivitas dari peiput. Secara garis besar program berita
dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu hard news dan soft news.
4. Progeram Dokumenter
Memahami arti dokumenter, kita dihadapkan pada dua hal, yaitu sesuatu yang
nyata/faktual (ada atau terjadi), dan esensial (bernilai atau memiliki makna).
Suatu dokumen dapat berwujud konkret kertas dengan tulisan atau berkasberkas tertulis(ijazah, diktat dan rontal catatan).
5. Program Feature
Feature adalah salah satu program yang membahas suatu pokok bahasan, satu
tema diungkapkan lewat berbagai pandangan yang saling melengkapi,
mengurai, menyoroti secara kritis dan disajikan dengan berbagai format.
33
6. Program Magazine
Program magazine dikenal di Indonesia sebagai program majalah udara.
Sebagaimana majalah cetak, program magazine memiliki jangka waktu terbit
mingguan, bulanan , tergantung dari kemauan produser. Program magazine
mirip dengan program feature. Perbedaannya kalau program feature suatu
pokok permasalahan disoroti dari berbagai aspek dan disajikan lewat
beberapa format. Sementara itu program magazine tidak hanya menyoroti
satu pokok permasalahan , melainkan membahas suatu bidang kehidupan,
seperti wanita, film, endidikan dan musik yang ditampilkan dalam rubrikrubrik yang tetap dan disajikan lewat berbagai format.
7. Program Spot
Program Spot adalah suatu program yang ingin mempengaruhi dan
mendorong penonton televisi atau pendengar radio, untuk tujuan-tujuan
tertentu. Spot merupakan program yang sangat pendek. Durasi suatu program
spot biasanya berkisar antara 15 detik sampai 1,5 menit .
8. Program Sinetron
Dimasa lalu ketika stasiun televisi hanya satu, yaitu TVRI nama program
sinetron belum dikenal luas. Program semacam itu dijaman televisi pertama
TVRI disebut sebagai drama televisi, teleplay atau sandiwara televisi.
Produksi program drama televisi pada waktu itu juga sangat berbeda dengan
produksi sinetron. Program drama biasanya diproduksi sepenuhnya
menggunakan setting indoor didalam studio televisi.
34
2.3.4 Karakteristik Televisi
Karakteristik televisi antara lain: (Elvinaro dan Erdinaya, 2004:127)
1. Audio Visual
Televisi memiliki kelebihan dibandingkan media penyiaran lainnya
yaitu dapat didengar sekaligus dilihat, disebut juga audiovisual.
2. Berpikir dalam gambar
Kita dapat menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan yang
menjadi gambar secara individual dan merangkai gambar-gambar individual
sedemikian rupa, sehingga mengandung makna tertentu.
3. Pengoperasian lebih kompleks
Dibandingkan dengan radio siaran, pengoperasian televisi jauh lebih
kompleks, dan lebih banyak melibatkan orang. Peralatan yang digunakan pun
lebih banyak dan untuk mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan
oleh orang-orang yang terampil dan terlatih.
Frank Jefkins juga memaparkan beberapa karakteristik televisi, yaitu:
1.
Selain menghasilkan suara, televisi juga menghasilkan gerakan, visi dan
warna.
2.
Fungsi televisi adalah sebagai media hiburan, namun dibeberapa negara
berkembang televisi merupakan simbol status sosial seseorang.
3.
Pembuatan
program
televisi
lebih
dibandingkan dengan program radio.
lama
dan
mahal,
apabila
35
4.
Karena
mengandalkan
tayangan
secara
visual,
maka
segala
sesuatusesuatu yang nampak harus dibuat semenarik mungkin.
5.
Dibandingkan dengan media lainnya, televisi memang jauh lebih
mahal.
6.
Mengutamakan unsur-unsur isi daripada hubungan.
7.
Komunikasinya bersifat satu arah.
8.
Umpan baliknya tertunda (delayed).
2.4 Program Komedi Televisi
2.4.1 Definisi Program Komedi Televisi
Program komedi adalah suatu bentuk acara televisi atau radio yang unsur
acaranya memfokuskan pada program yang berbumbu humoris. Komedi, terbagi
menjadi beberapa jenis a.l :
1. Program Komedi Situasi adalah program yang mengandung cerita lucu yang
kelucuannya bukan berasal dari para pemain, melainkan karena situasinya.
2. Program Komedi Slapstic adalah program yang mengandung cerita lucu yang
diciptakan dengan adegan menyakiti para pemainnya, atau dengan gerak
vulgar dan kasar.
3. Program Komedi Satire, adalah program yang mengandung cerita lucu yang
penuh sindiran tajam.
4. Program Komedi Farce, adalah program yang mengandung cerita lucu yang
bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan-kelucuan dengan dialog dan
gerak laku lucu.
36
2.4.2 Definisi Program Variety Show
Dari kata dasarnya variety show merupakan suatu program yang
mempunyai banyak unsur didalam suatu penyajiannya. Sedangkan komedi
adalah suatu program yang memfokuskan program acaranya pada unsur humor
atau lawakan. Jadi program Variety Show adalah suatu program televisi yang
mengemas berbagai unsur dalam produksi suatu program yang difokuskan
kearah lawak atau humor.
Program Variety Comedy Show adalah merupakan suatu program televisi
yang mempunyai genre komedi yang sifatnya penggabungan dari berbagai
macam genre komedi yang digabungkan menjadi satu, atau dapat juga
didefinisikan sebagai komedi bebas yang tidak mempunyai batasan akan
eksplorasi dari komedi itu sendiri.
2.4.3 Program K-POP Global TV
K-POP adalah program komedi yang begenrekan variety comedy. Basic
konsep dari program ini sendiri adalah akan terdapat komedian yang akan
bernyanyi sambil menunjukkan lawakannya. Perform yang ditampilkan oleh
komedian tersebut akan dinilai oleh juri yang 2 diatara 3 juri yang dihadirkan
adalah seorang komedian juga. Esensial dari acara ini terletak dimana sangat
jarang sekali penonton menyaksikan komedian bernyanyi dan dikomentari
secara langsung. Komentar yang akan diberikan kepada komedian tersebut akan
diberikan nilai lebih dalam konteks negatif, dengan kata lain sang juri akan
menjatuhkan performan yang ditampilkan oleh komedian tersebut dengan
kritikan dan penilaian yang pedas. Penilaian dengan icon-icon yang telah
ditentukan akan menambah kelucuan yang tercipta oleh situasi yang ada.
37
Komedian yang berhasil memenangkan kompetisi bernyanyi para
komedian ini akan mendapatkan throphy kemenangan K-POP, sedangkan yang
kalah akan mendapatkan gayung sebagai simbolisasi bahwa komedian tersebut
tidak cocok untuk bernyanyi diatas panggung dan lebih cocok bernyanyi
didalam kamar mandi.
2.5 Landasan Konseptual
2.5.1 Pengertian Strategi
Kata “strategi” berasal dari turunan kata bahasa Yunani, “stratÄ“gos”. yang
dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’ pada zaman demokrasi Athena.
John A. Pearce II dan Richard B. Robinson Jr., (2003), “Strategic Management,
formulation, implementation and control”, Irwin McGraw-Hill., mendefinisikan
strategi sebagai seperangkat keputusan dan tindakan yang menghasilkan
formulasi dan implementasi dari rencana yang didesain untuk mencapai tujuan.
Menurut Wikipedia: Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang
berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah
aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Di dalam strategi yang baik terdapat
koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang
sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam
pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif. Strategi
dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan
waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali
mencampuradukkan ke dua kata tersebut.
38
2.5.2 Konsep Strategi Produksi Siaran Televisi
Kata dasar strategi berasal dari turunan bahasa Yunani yaitu “stratÄ“gos”.
yang dapat diterjemahkan sebagai ‘komandan militer’ pada zaman demokrasi
Athena. Definisi ini lalu dikembangkan dengan bahasa sederhana yaitu langkahlangkah dalam meraih suatu hal.
Televisi sebagai bagian dari media mempunyai persaingan yang ketat
dengan sesama media lainnya, baik dengan media diluar televisi ataupun dengan
sesama media televisi. Persaingan ini terwujud dalam point produksi yang mana
merupakan bagian dari nilai jual suatu media. Persaingan yang kuat membawa
media menyusun strategi guna mendapatkan audiensnya. Dengan kata lain
strategi produksi televisi dapat disimpulkan sebagai cara-cara atau langkah yang
ditempuh dalam proses produksi guna mendapatkan target audiens atau
penonton.
2.5.3 Konsep Analisis SWOT
Menganalisa lingkungan internal dan eksternal merupakan bagian dari
perencanaan strategis. Salah satu tools yang digunakan adalah SWOT yang
merupakan singkatan dari Strength (S), Weakness (W), Opportunity (O) dan
Threat (T). Analisa SWOT umumnya digunakan sebagai kerangka dasar strategi
perusahaan, produk atau pemasaran dengan cara membuat daftar kekuatan,
kelemahan, peluang dan tantangan yang selanjutnya akan menentukan strategi
perusahaan dalam menanggapi persaingan, mengantisipasi situasi serta
mencapai tujuan. Dalam teori SWOT, analisa lingkungan dibagi menjadi 2 :
1. Lingkungan Internal (di dalam perusahaan) :
•
Strength / Kekuatan
39
•
Weakness / Kelemahan
2. Lingkungan Eksternal (di luar dalam perusahaan) :
•
Opportunity / Peluang
•
Threat / Tantangan
2.5.3.1 Strenght
Strength dalam hal ini diartikan sebagai kekuatan atau hal positif
yang menonjol dari perusahaan / produk yang dapat dijadikan sebagai
competitive advantage (keunggulan bersaing). Misalnya :
1. Brand nama yang terkenal
2.
Hak paten
3. Market share yang relatif besar / dominan
4. Reputasi yang baik
5. Skill / kemampuan / spesialisasi perusahaan
6. Jaringan distribusi yang luas
7. Dan lain – lain.
2.5.3.2 Weakness
Kebalikan dari Strength, Weakness merupakan kekurangan atau
hal-hal yang tidak / belum dimiliki perusahaan untuk bersaing di pasar.
Misal :
1. Brand nama tidak terkenal
2. Reputasi yang kurang baik di mata konsumen
3. Biaya produksi relatif mahal dibanding pesaing
4. Harga yang kurang kompetitif
40
Weakness juga dapat menjadi sisi lain dari strength yang dimiliki
perusahaan. Misal : Perusahaan memiliki pabrik dengan skala produksi
yang besar dengan nilai investasi yang besar juga. Di satu sisi, ini adalah
strength. Namun disisi lain, apabila terjadi perubahan di pasar atau
konsumen, misalnya perubahan spesifikasi produk menjadi lebih kecil /
compact dan berbeda dari produk yang ada, maka strength tadi dapat pula
menjadi weakness karena perusahaan tersebut menjadi kurang tanggap
untuk mengantisipasi perubahan tersebut atau tindakan antisipasinya
menjadi mahal.
2.5.3.3 Oppurtunity
Opportunity dianggap sebagai bagian dari lingkungan eksternal
perusahaan yang dapat menjadi potensi untuk meningkatkan profit, market
share atau pertumbuhan. Beberapa contoh opportunity antara lain :
1) Kondisi perekonomian yang membaik sehingga meningkatkan daya
beli masyarakat
2) Adanya permintaan atau kebutuhan tertentu yang selama ini belum
dilayani oleh produk / perusahaan lain
3) Teknologi baru yang memungkinkan produksi / distribusi menjadi
lebih efisien atau dapat meningkatkan kualitas produk / jasa
4) Peraturan pemerintah yang mendukung bisnis
5) Dibukanya larangan perdagangan di negara tertentu
6) Dbukanya jalur distribusi baru, dan lain – lain.
41
2.5.3.4 Threat (Tantangan)
Threat adalah kebalikan dari Opportunity, yang merupakan
halangan atau ancaman bagi perusahan dalam memperluas pasar atau
mendapatkan profit. Misalnya :
1)
Pesaing yang semakin gencar
2)
Munculnya produk substitusi / pengganti
3)
Konsumen mengurangi daya konsumsinya
2.6. Teori Khusus
2.6.1 Tahapan Proses Produksi Televisi
Suatu produksi program televisi yang melibatkan banyak peralatan, orang
dan dengan sendirinya biaya yang besar memerlukan organisasi yang rapi, juga
perlu suatu tahap pelaksanaan produksi yang jelas dan efisien. Setiap tahap
harus jelas kemajuannya dibandingkan dengan tahap sebelumnya . Tahapan
produksi sendiri terdiri dari tiga bagian ditelevisi yang lazim disebut standart
operational procedure (SOP), seperti berikut: , Wibowo (2009:38)
a. Pra-produksi (ide, perencanaan dan persiapan)
b. Produksi (Pelaksanaan)
c. Pasca produksi (penyelesaian dan penayangan)
2.6.1.1 Tahap Pra Produksi
Tahap ini sangat penting sebab jika tahap ini dilaksanakan dengan
rinci dan baik, sebagian pekerjaan dari produksi yang direncanakan sudah
beres. Wibowo (2009:39). Tahap ini meliputi tiga bagian, sebagai berikut
42
a. Penemuan Ide
Tahap ini dimulai ketika seorang produser menemukan ide atau
gagasan, membuat riset dan menuliskan naskah atau meminta peneliti
naskah mengembangkan gagasan menjadi naskah sesudah riset.
b. Perencanaan
Tahap ini meliputi penetapan jangka waktu kerja ( time schedule ),
penyempurnaan naskah, pemilihan artis, likasi, dan crew. Selain
estimasi biaya, penyediaan biaya dan rencana alokasi merupakan
bagian dari perencanaan yang perlu dibuat secara hati – hati dan teliti.
c. Persiapan
Tahap ini meliputi pemberesan semua kontrak, perijinan dan surat
menyurat. Latihan para artis dan pembuatan setting, meneliti dan
melengkapi perlatan yang diperlukan. Semua persiapan ini paling baik
diselesaikan menurut jangka waktu kerja ( time schedule ) yang sudah
ditetapkan.
2.6.1.2 Tahap Produksi
Sesudah perencanaan dan persiapan selesai betul, pelaksanaan
produksi dimulai. Sutradara bekerja sama dengan para artis dan crew
mencoba mewujudkan apa yang direncanakan dalam kertas dan tulisan
(shooting script) menjadi gambar susunan gambar yang dapat bercerita.
Wibowo (2009:40)
43
2.6.1.3 Tahap Pasca produksi
Pasca-produksi memiliki tiga langkah utama, yaitu editing offline,
editing online dan mixing. Dalam hal ini, terdapat dua macam teknik
editing , yaitu :Pertama, Editing dengan teknik analog atau linier. Kedua
Editing dengan teknik digital atau non liner dengan komputer. (Wibowo,
2009: 42)
Download