Psikologi Dunia Kerja

advertisement
Psikologi Dunia Kerja
Sifat Kodrati Manusia & Pengaruh
Teknologi Industri Modern
Dinnul Alfian Akbar, SE, M.Si
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Manusia Sebagai Mahkluk Berkembang
¾Manusia sebagai makhluk berkembang artinya
dapat mengalami berbagai perubahan sebagai
akibat perkembangannya, baik secara jasmaniah
maupun secara psikologis
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Manusia Sebagai Mahkluk Individual
dan Sosial
¾Sebagai Makhluk Individual
• Manusia mempunyai hubungan dengan dirinya sendiri,
adanya dorongan untuk mengabdi kepada dirinya sendiri.
• Tindakan-tindakan manusia kadang-kadang menjurus
kepada kepentingan pribadi.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Manusia Sebagai Mahkluk Individual
dan Sosial
¾Sebagai Makhluk Sosial
• Adanya hubungan manusia dengan sekitarnya, dorongan
manusia untuk mengabdi kepada masyarakat.
• Tindakan-tindakan manusia menjrus kepada kepentingankepentingan masyarakat.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Hubungan Manusia Dengan Lingkungan
¾Individu menolak lingkungan
• Bila individu tidak sesuai dengan keadaan
lingkungannya.
• Individu dapat memberikan bentuk pada lingkungan
sesuai dengan apa yang diharapkan oleh individu yang
bersangkutan
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Hubungan Manusia Dengan Lingkungan
¾Individu menerima lingkungan
• Bila keadaan lingkungan sesuai dengan keadaan individu.
• Misal, keadaan norma-norma yang ada dalam lingkungan
cocok dengan harapan atau keadaan dari individu yang
bersangkutan.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Manusia dan Lingkungannya
•Hubungan Manusia Dengan Lingkungan
¾Individu bersikap netral atau status quo
• Bila individu tidak cocok dengan keadaan lingkungan,
tetapi individu tidak mengambil langkah-langkah
bagaimana sebaiknya.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Konsep Wundt
¾Revolusi Industri menyebabkan perubahan dari
masyarakat Eoteknik menjadi Paleoteknik.
• Masyarakat Eoteknik
– Kelompok masyarakat desa yang bekerja disektor
pertanian, sedang industrinya berupa usaha kecilkecilan milik pedagang, tukang dan petani.
– Status sosial ditentukan oleh faktor keturunan.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Konsep Wundt
¾Revolusi Industri menyebabkan perubahan dari
masyarakat Eoteknik menjadi Paleoteknik.
• Masyarakat Paleoteknik
– Kota besar menggantikan desa dan kota-kota kecil,
buruh-buruh menggantikan tukang-tukang yang ahli.
– Pabrik-pabrik menggeser kerajinan rumah tangga,
kompetisi, Menggeser usaha yang bersifat kooperatif
dan kekeluargaan.
– Status sosial ditentukan oleh usaha pribadi.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Konsep Wundt
¾Studi Wilhelm Wundt : Mengenai perangsang,
penglihatan, ingatan, minat, pendengaran, rasa,
pengecap, dan sebagainya.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Studi Sigmund Freud
¾Mengenai instink, dorongan, kebutuhan,
seksualitas, dasar kepribadian, hubungan
keluarga, konflik mental, unsur ketidaksadaran,
dorongan seks, dorongan agresi, yang
mempengaruhi perilaku kerja.
¾Unsur nafsu dan kecemasan yang menjadi ciri
manusia modern, dan bersumber pada
konstruksi biologis manusia, mendorong manusia
bertingkah laku/melakukan macam-macam
kegiatan di tengah masyarakat.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Studi Sigmund Freud
¾Secara universal manusia mempunyai
kebutuhan-kebutuhan biologis tertentu seperti,
makan, minum, tidur, tempat berteduh, udara,
kehangatan, seks, dan lain-lain.
¾Kebutuhan-kebutuhan sosial ; cinta kasih,
simpati, pengakuan sosial, status sosial, respek,
martabat diri, kerja, keramah-tamahan, dan lainlain.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Studi Sigmund Freud
¾Bila suatu masyarakat mau mempertahankan
eksistensinya, maka ia harus diatur oleh normanorma dan aturan tertentu yang mencerminkan
semangat ‘memberi & menerima’, serta
berdasarkan atas kooperasi dan bukan hanya
dengan kompetisi saja.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Kodrat Manusia
•Studi Sigmund Freud
¾Semua tingkah laku manusia itu pada dasarnya
berlandaskan kepentingan sendiri.
¾Pada hakekatnya emosi-emosi yang positif; cinta
kasih, keramah-tamahan, kebajikan,
persahabatan, dan lain-lain adalah bersifat
sekunder dan merupakan derivasi/turunan dari
emosi yang negatif (bersifat primer), antara lain :
kerakusan, kekejaman, sadisme, agresivitas,
egoisme, dan kejahatan.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Hipotesis Rabble & Teori Totalitas
•Rabble Hypothesis
¾Individu-individu pada dasarnya bertabiat liar,
sehingga perlu diadakan penekanan
pengekangan.
¾Dalam dunia modern diperlukan Manajemen
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Hipotesis Rabble & Teori Totalitas
•Teori Totalitas
¾Masyarakat/kebudayaan merupakan satu
kesatuan atau totalitas yang terpola, berkaitan
satu sama lain dan tidak berfungsi sendirisendiri, setiap unsur berhubungan satu sama lain
secara utuh.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Hipotesis Rabble & Teori Totalitas
•Teori Totalitas
¾Bertolak dari pandangan modern yang
memandang masyarakat sebagai suatu totalitas
terpola, maka para ahli antropologi menyatakan
bahwa :
• Semua bentuk kebiasaan masyarakat, adat istiadat,
kepercayaan, norma-norma/nilai-nilai mempunyai fungsi
tertentu dalam suatu kebudayaan sebagai satu totalitas,
baik secara obyektif maupun subyektif”
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Hipotesis Rabble & Teori Totalitas
•Teori Totalitas
¾Contoh :
• Berdoa sebelum dan selama bekerja memang tidak
menambah produktifitas pabrik secara langsung (obyektif
& ekonomis), tetapi dapat memberikan ketenangan batin
dan sekuritas emosional, memupuk moralitas dan
kepercayaan diri.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Pengaruh Teknologi Industri Modern
Terhadap Masyarakat
• Beberapa Pengaruh
¾ Inovasi baru mengharuskan masyarakat melakukan
penyesuaian
¾ Mencerai-beraikan struktur keluarga sebagai unit sosial
yang utuh.
• Kedudukan keluarga dalam masyarakat pertanian sebagai unit
produksi, unit sosial, unit psikologis, dan unit biologis lambat laun
fungsinya semakin mengecil.
• Keluarga tidak lagi menjadi modal ekonomis, tetapi menjadi beban
tanggungan dan beban ekonomis.
• Rumah dan Keluarga tidak lagi menjadi fokus sentral, anak-isterisuami jarang bertemu dan berkomunikasi, karena masing-masing
punya kesibukan dan interestnya sendiri-sendiri.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Pengaruh Teknologi Industri Modern
Terhadap Masyarakat
•Beberapa Pengaruh
¾Penerapan mesin/teknologi baru tanpa merubah
metoda, mempersiapkan sikap mental, dan
keterampilan pekerja, dapat menyebabkan
bencana seperti;
• frustasi dan konflik-konflik terbuka, dan kecelakaan.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Pengaruh Teknologi Industri Modern
Terhadap Masyarakat
•Beberapa Pengaruh
¾Kemajuan teknologi menimbulkan asumsi
kesuksesan dan harta kekayaan tidak ada
keterkaitan dengan besarnya usaha. Masyarakat
lebih memilih “koncoisme”, sogok-menyogok, dan
nepotisme (negatif)”
¾Terjadi pengangguran (terdidik) akibat teknologi,
jurang si miskin dan kaya semakin lebar dan
akhirnya terjadi “kriminalitas di tengah
masyarakat”.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Penyakit Masyarakat Industri Di Sektor
Bisnis, Industri & Manajemen
•Beberapa Penyakit Sosial
¾Emosional (Emosi Negatif); iri hati, dendam,
cemburu, cemas, takut, sakit hati, apatis, putus
asa–membuat karyawan tidak bahagia dan
memperpendek usia.
¾Gejala Psikosomatis (penyakit tekanan batin);
muncul dalam bentuk penyakit jasmaniah—
radang usus besar, jantung, penyakit kulit,
kelenjar gondok, rheumatik)
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Penyakit Masyarakat Industri Di Sektor
Bisnis, Industri & Manajemen
•Beberapa Penyakit Sosial
¾Gejala Neurosis; muncul dalam bentuk histeria,
fobia, pribadi ganda, obsesi, keterasingan,.
¾Terjadinya kecelakaan di pabrik-pabrik,
disebabkan oleh motif-motif psikologis
¾Penyakit Absensiisme, bukan disebabkan oleh
penyakit fisik, tetapi gangguan emosional dan
tidak bahagia/nyaman di pabrik atau di kantor.
Dinnul Alfian Akbar, 2008
Download