1/1 Nomor Surat SB-029/CSL/PE/V/2015 Nama Emiten First Media

advertisement
Nomor Surat
SB-029/CSL/PE/V/2015
Nama Emiten
First Media Tbk
Kode Emiten
KBLV
Lampiran
4
Perihal
Laporan Hasil Public Expose - Tahunan
Penyampaian Hasil Public Expose
Merujuk pada surat penyampaian materi Public Expose No. SB-026/CSL/PE/V/2015 Tanggal 11 Mei 2015, Perseroan
menyampaikan hasil Public Expose tahunan sebagai terlampir.
Peserta yang hadir dalam acara public expose tersebut (tidak termasuk manajemen dan karyawan Perseroan) adalah sebanyak 22
orang.
Nama Pengirim
Harianda Noerlan
Jabatan
Corporate Secretary
Tanggal dan Jam
20 Mei 2015 22:08:37
KBLV - SB_029 - LHPET (15Mei2015).pdf
Lampiran-1 Daftar Hadir.pdf
Lampiran
Lampiran-2 Tanya-Jawab.pdf
Lampiran-3 Materi PE Tahunan 2015.pdf
Dokumen ini merupakan dokumen resmi First Media Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara elektronik.
First Media Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
1/1
Lampiran 1
Penyampaian Hasil Paparan Publik (Public Expose) Tahunan PT First Media Tbk
tanggal 15 Mei 2015
Lampiran 2
Ringkasan tanya jawab dalam Public Expose Tahunan:
Pertanyaan 1:
Laba Bersih di tahun 2014 Rp.7,7 triliun kebanyakan dari divestasi anak perusahaan. Berapa
target Laba Bersih tahun 2015? Apakah ada divestasi pada anak perusahaan selain PT Link
Net Tbk, berapa Capex untuk tahun 2015, sumbernya darimana, serta akan digunakan untuk
apa?
Jawaban:
-
Laba tahun 2014 itu dari Operasional dan Divestasi anak perusahaan. Pertama, secara
Operasional mengalami pertumbuhan yang signifikan sebesar 42,2% sehingga EBITDA
tumbuh menjadi Rp 798 miliar. Kedua, kontribusi terbesar dari Laba Divestasi anak
perusahaan yaitu PT Link Net Tbk dimana PT First Media Tbk melepas 7,45% saham
menjadi 33,8% saat ini hal tersebut memberikan atribusi kontribusi Laba Bersih yang
mencapai Rp 7,8 triliun. Ada 2 komponen yang menyebabkannya yaitu komponen
pertama sekitar Rp 5,96 triliun terkait dengan penyesuaian harga wajar daripada
investasi. Komponen berikutnya sebesar Rp 1,8 triliun terkait dengan pencatatan dari
gain daripada investasi dan itu yang diatribusikan menjadi Rp 7,8 triliun.
-
Laba 2015, Nature perusahaan PT First Media Tbk sebagai perusahaan strategic
holding melakukan investasi berbagai portofolio di bisnis TMT, mulai tahap awal
maupun tahap pengembangan, dan tahap yang mature, sehingga di 2015 perusahaan
tetap fokus kepada mengembangkan portofolio ini secara bersamaan Perseroan akan
melihat opportunity untuk value creation dan menaikan laba.
-
Capex pada tahun 2014 mencapai hampir Rp 800 miliar, akan tetapi Capex yang
ditanamkan lebih terkait untuk mengembangkan jaringan berbasis kabel, saat ini
perusahaan sedang membangun 230.000 lebih jaringan homepassed di tahun 2014
hingga akhir tahun 2014 sudah ada homepassed sekitar 1,4 juta. Di tahun 2015, FM
menambah portfolio bisnis kepada penjualan jasa internet berbasis nirkabel (Broadband
Wireless Acccess) jadi nanti ke depannya akan ada dari portfolio ke investasi Capex di
jaringan berbasis wireless, kemudian Perseroan akan mengembangkan Capex di
bioskop dan beberapa portfolio Perseroan. Sehingga ditargetkan pada tahun 2015,
Capex mencapai kurang lebih Rp 1,5 triliun.
Pertanyaan 2:
Pada tahun 2015 target laba bersihnya berapa persen dan akan diatribusikan kemana laba
Perseroan tersebut?
Jawaban:
Atribusi terbesar Perseroan saat ini adalah selain portfolio bisnis jaringan berbasis kabel saat
ini masih ada 33,8% lainnya dimana Perseroan melakukan pencatatan investasi melalui equity
kemudian laba Perseroan diharapkan mendapatkan kontribusi dari bisnis jaringan Broadband
Wireless Access dan untuk laba masih akan disusun lebih lanjut oleh Perseroan.
Pertanyaan 3:
Saat ini, Perseroan juga telah berinvestasi di Cinemaxx. Apa yang menjadi alasan Perseroan
untuk berinvestasi dalam bidang bioskop ini? Bagaimana prospek ke depannya untuk bisnis
bioskop ini dan berapa besar dana yang disiapkan Perseroan untuk mengembangkan bisnis
ini?
Jawaban:
- Perseroan sudah lama berkecimpung dalam dunia media dan konten. Investasi di bisnis
bioskop ini merupakan extension dari bisnis media dan konten yang sudah lama dijalankan
oleh Perseroan. Dengan berinvestasi dalam bisnis bioskop, Perseroan semakin
memperkuat posisinya sebagai perusahaan terdepan dalam industri media dan konten di
Indonesia.
- Perseroan melihat adanya peluang bisnis yang cukup menjanjikan dalam mengembangkan
bisnis bioskop. Pertumbuhan bisnis bioskop di Indonesia cukup cepat tetapi hanya
dioperasikan oleh pelaku-pelaku bisnis yang sedikit. Hal ini merupakan alasan mengapa
Perseroan tertarik untuk melebarkan bisnisnya ke bisnis bioskop. Saat ini Cinemaxx baru
memiliki 6 lokasi bioskop dengan jumlah layar (screen) sebanyak 31 screen. Dengan
dukungan yang kuat dari sektor properti yang dimiliki oleh group, Perseroan optimis dapat
menambah jumlah layar sampai dengan 1000 screen.
- Perseroan saat ini menganggarkan sekitar Rp 300 miliar sampai dengan Rp 500 miliar
untuk pengembangan Cinemaxx. Diharapkan pada akhir tahun 2015, Cinemaxx dapat
memberikan kontribusi yang signifikan bagi Perseroan.
Pertanyaan 4:
Bagaimana dengan rencana Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan dilakukan
Perseroan pada tahun 2015?
Jawaban:
Perseroan telah melakukan kegiatan donor darah pada kantor Perseroan dan kantor-kantor
anak usaha Perseroan melalui kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.
Pada tahun 2015, Perseroan sudah memiliki rencana untuk berkontribusi pada kebutuhan
sekolah-sekolah sesuai kemampuan Perseroan dalam rangka merayakan hari raya
kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke – 70.
Pertanyaan 5:
Apakah Perseroan melakukan pembagian dividen untuk tahun buku 2014?
Jawaban:
Di dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan hari ini telah disetujui oleh para
pemegang saham bahwa Perseroan tidak akan melakukan pembagian dividen untuk tahun
buku 2014, dimana seluruh laba Perseroan pada tahun 2014 akan dialokasikan ke dalam
retained earning profit Perseroan. Langkah tersebut diambil oleh Perseroan dengan melihat
masih adanya kebutuhan bagi Perseroan untuk mengembangkan investasi portfolio bisnis
Perseroan dalam kaitannya dengan value creation sebagaimana yang telah dijelaskan
sebelumnya.
Lampiran 3
Download