Tidak berjudul

advertisement
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGANPEMBERIAN
IMUNISASI DASAR PADA BAYI 0-9 BULAN DI PUSKESMAS
DARUSALAM KECAMATAN MEDAN PETISAH
TAHUN 2015
Ernawati Br Barus
Program Studi D-III Kebidanan USM Indonesia
Email : [email protected]
ABSTRACT
The basic immunization is the granting of preliminary immunization to achieve the levels
of immunity above the threshold of protection. Immunization is given to infants between
the age of 0-9 months. Immunization, which consist of BCG, DPT, Polio, Hepatitis B and
measles ( Guidelines of immunization providers). The granting of the complete basic
immunization is useful to give a thorough protection against dangerous diseases. By
giving a complete basic immunization on schedule, the baby’s body is stimulated to have
immunity so that his body is able to survive against the dangerous diseases in
Darussalam clinics at Medan Petisah from January-December 2014, that the data of
basic immunization visits still did did not reach the target where there were 10 habies
(5%) haven’t gotten the complete basic immunization and 315 infants (89%) that got a
complete immunization from the target achievement of 325 babies (97%). The purpose of
this research is to know the relationship of mother’s knowledge and attitude with the
granting of basic Immunization for infants 0-9 month in Darussalam clinik at Medan
Petisah in 2015. The type of this research is descriptive correlative with cross sectional
design, which aims to find out the relationship of mother’s knowledge and attitude with
the granting of completeness of basic immunization for infants 0-9 months. The
population of this research were 43 people. The total sampling of this research were 43
people. The findings of this research showed that the majority of mother’s knowledge
obtained in the category of sufficient 48.8%. The mother’s attitude about the granting of
basic immunization for infants was majority negative 53.5 %. There was a relationship of
mother’s knowledge with the granting of complete basic immunization for infants 0-9
month in Darusalam Clinics at Medan Petisah p = 0.048 ( p < 0.05), there was
relationship of mother’s attitude with the granting of complete basic immunization for
infants 0-9 month in Darussalam clinics at Medan Petisah p= 0.048 (p<0.05). The advice
for mothers who have babies in order to be more active and routine in granting the basic
immunization for infants, especially for the mother which has hight parity, in order to pay
attention to the health of their baby and complete the basic immunizations for baby of
second, three and four parity, so that infants are immune to the the disease.
Keywords : Knowledge, Attitude, The Granting of Basic Immunization.
1
Progam imunisasi di Puskesmas
dilaksanakan baik melalui progam rutin
maupun progam tambahan untuk PD31
seperti TBC, Difetri, Pertusis, Tetanus,
Polio, Hepatitis B (HB) dan Campak.
Bayi harus mendapat imunisasi dasar
lengkap yang terdiri dari BCG satu kali,
DPT 3 kali, Polio 4 kali, HB 3 kali, dan
Campak 1 kali (Depkes RI, 2005, dalam
Anonim 2010). Berdasarkan hasil riset
kesehatan (Riskesdes) tahun 2008, di
indonesia cakupan imunisasi BCG
sebesar 86,8%, imunisasi Campak
sebesar 81,6%, imunisasi Polio sebesar
71 %, imunisasi DPT sebesar 67,7%,
dan imunisasi Hepatitis B sebesar 62,8%
sedangkan cakupan imunisasi dasar
lengkap sebesar 46,2% (Depkes RI,
2008, dalam Handers, 2011).
Sekitar 1,7 juta kematian yang
terjadi pada anak atau 5 % pada balita di
indonesia disebabkan oleh penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi
(DP31). PD31 merupakan salah satu
penyebab kematian anak di negaranegara
berkembang
termaksud
indonesia, oleh karena itu cakupan
imunisasi harus dipertahankan lebih
tinggi dan merata sampai mencapai
tingkat kekebalan masayrakat (Depkes,
2010).
Berbagai upaya akan dilakukan
agar anak tumbuh sehat. Salah satunya
dengan memberikan imunisasi atau
vaksinasi sesuai jadwal. Program
imunisasi bertujuan melindungi bayi
sejak baru lahir hingga usia anak-anak
dari berbagai serangan penyakit
berbahaya.Vaksin yang diberikan dalam
bentuk suntikan atau sirup yang
merangsang tubuh untuk menghasilkan
antibody yang berguna untuk melawan
penyakit (Indriarti, 2007), imunisasi
diberikan kepada populasi yang
dianggap rentan terjangkit penyakit
menular, yaitu bayi, anak usia sekolah,
wanita usia subur, dan ibu hamil.
Indikator lain yang diukur untuk
menilai
keberhasilan
pelaksanaan
imunisasi
adalahUniversal
Child
Immunization atau yang biasa disingkat
UCI.
UCI
adalah
gambaran
suatudesa/kelurahan dimana ≥ 80% dari
PENDAHULUAN
Imunisasi
dasar
adalah
pemberian imunisasi awal untuk
mencapai kadar kekebalan diatas
ambang
perlindungan.
Imunisasi
diberikan pada bayi antara umur 0-9
bulan, yang terdiri dari imunisasi BCG,
DPT,Polio,
Hepatitis
B,
dan
campak.(pedoman
penyelenggara
imunisasi).Pemberian imunisasi dasar
lengkap berguna untuk memberi
perlindungan menyeluruh terhadap
penyakit-penyakit yang berbahaya.
Dengan memberikan Imunisasi Dasar
Lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi
dirangsang untuk memiliki kekebalan
sehingga tubuhnya mampu bertahan
melawan serangan penyakit berbahaya
(Depkes, 2010).
Imunisasi adalah perlindungan
yang paling ampuh untuk mencegah
beberapa penyakit berbahaya. Penyakit
yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi
(PD3I) antara lain : Difteri, Tetanus,
Hepatitis B, radang selaput otak, radang
paru-paru, pertusis, dan polio. Anak
yang telah diberi imunisasi akan
terlindungi dari berbagai penyakit
berbahaya
tersebut,
yang
dapat
menimbulkan kecacatan atau kematian.
Bayi-bayi di indonesia yang di
imunisasi setiap tahun sekitar 90 %
dari sekitar 4,5 juta bayi yang lahir. Hal
itu karena masih ada hambatan
geografis, jarak, transportasi, dan
ekonomi. Setiap tahun ada 10 % bayi
(sekitar 450.00 bayi ) yang belum
mendapat imunisasi, sehingga dalam 5
tahun menjadi 2 juta bayi yang belum
mendapat imunisasi dasar lengkap. Bila
terjadi wabah, maka 2 juta bayi yang
belum mendapat imunisasi dasar
lengkap akan mudah tertular penyakit
berbahaya tersebut, akan sakit berat,
meninggal atau cacat (Soedjatmiko,
2009). Progam imunisasi merupakan
salah satu progam perioritas depertemen
kesehatan yang di nilai sangat efektif
dalam menurunkan angka kesakitan dan
kematian bayi akibat-akibat penyakit
yang dapat dicegah dengan imunisasi
(PD31).
2
jumlah bayi (0-9 bulan) yang ada di
desa/kelurahantersebut sudah mendapat
imunisasi dasar lengkap. Target UCI
pada Renstra tahun 2013 adalahsebesar
95%.
Cakupan imunisasi dasar pada
bayi di Dinas Kesehatan kota Medan
tahun 2012 menunjukkan bahwa dari
jumlah sasaran bayi sebanyak 49.742
bayi yakni: BCG sebesar 94,0%, DPT
dan HB1 sebesar 99,9%, DPT3 dan HB3
95,0%, Polio4 95,2%, campak 96,4%
dan Hipatitis B 99,9%. Program
imunisasi akan berhasil jika tercapai
cakupan imunisasi dasar lengkap yang
tinggi pada bayi ≥ 90%, namun secara
umum kota Medan telah berhasil
melakukan kegiatan Imunisasi sehingga
angka cakupan bayi yang diimunisasi
lengkap
sebesar
96,40%.
Dinas
Kesehatan (Dinkes) Kota Medan
mengklaim program imunisasi sudah
berjalan cukup baik. Data 2013, dari
49209 bayi yang menjadi sasaran
imunisasi, sekitar 99,1 persen sudah
mendapat imunisasi.
Berdasarkan hasil survei awal
yang telah dilakukan peneliti di
Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan Petisah periode Januari Desember tahun 2014 bahwa data
kunjungan Imnuisasi Dasar masih belum
mencapai terget dimana terdapat 10 bayi
(5 %) belum mendapat imunisasi dasar
secara lengkap dan 315 bayi (89%)
yang mendapat imunisasi sacara lengkap
dari terget pencapaian 325 bayi (97 %).
Data tersebut didapat melalui
hasil wawancara terhadap petugas
kesehatan yang bekerja di Puskesmas
DarusalamKecamatan Medan Petisah
yang menyatakan bahwa faktor ibu tidak
melakukan imunisasi kembali karena
jarak Puskesmas terlalu jauh, kesibukan
orang tua dalam pekerjaan dan
kurangnya pengetahuan akan manfaat
imunisasi dasar pada bayi.
Berdasarkan latar belakang
diatas maka penulis ingin mengetahui
bagaimana“Hubungan Pengetahuan dan
sikap Ibu dengan Pemberian Imunisasi
Dasar
pada bayi 0-9 bulan di
Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan Petisah tahun 2015.”
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang
tersebut
dirumuskan
permasalahan
sebagai berikut: “Adakah hubungan
pengetahuan dan sikap ibu dengan
pemberian imunisasi dasar pada bayi 09 bulan di Puskesmas Darusalam
Kecamatan Medan Petisah 2015 ?”
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan Umum
Untuk mengetahui hubungan
pengetahuan dan sikap ibu dengan
pemberian imunisasi dasar bayi 0-9
bulan
di
Puskesmas
Darusalam
Kecamatan Medan Petisah 2015.
Tujuan Khusus
1. Untuk mengetahui pengetahuan
ibu
tentang
pemberian
imunisasi dasar pada bayi 0-9
bulan.
2. Untuk mengetahui sikap ibu
tentang pemberian imunisasi
dasar pada bayi 0-9 bulan.
MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi Puskesmas
Sebagai bahan masukan untuk
meningkatan mutu dan peningkatan
jumlah kunjungan imunisasi.
2. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan agar hasil penelitian ini
dapat dijadikan sebagai data
informasi bagi institusi pendidikan.
3. Bagi Peneliti
Sebagai
proses
pembelajaran
untuk mengembangan kemampuan
dalam melakukan kajian-kajian
ilmiah di bidang kebidanan.
4. Bagi profesi kebidanan
Memberikan sumber pengetahuan
yang luas di bidang kebidanan
dalam
pembangunan
dan
kemandirian profesi kebidanan.
5. Bagi peneliti salanjutnya
Diharapkan agar hasil penelitian ini
dapat dijadikan sebagai data
3
informasi bagi peneliti yang tertarik
untuk
mengembangkan
hasil
penelitian ini guna meningkatkan
dalam pelayanan keperawatan.
mengetahui hubungan pengetahuan dan
sikap
ibu
dengan
pemberian
kelengkapan imunisasi dasar pada bayi
0-9 bulan. Penelitian ini dilaksanakan di
Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan Petisah 2015. Di Puskesmas
Darusalam Kecamatan Petisah tanggal
Januari-April 2015.
Populasi dalam penelitian ini
adalah seluruh ibu yang memiliki bayi
usia 0-9 bulan mulai Desember 2014Februari 2015 sebanyak 43 orang di
Puskesmas Darusalam. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah
seluruh ibu yang memilki bayi usia 0-9
bulan yang melakukan imunisasi mulai
Desember
2014Februari
2015
sebanyak 43 orang di Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan
Petisah.Pengambilan
sempel
menggunakan teknik total sampling.
TINJAUAN PUSTAKA
KERANGKA KONSEP
Variabel Indevenden
Variabel Devenden
Pengetahuan
ibu
METODE PENGUMPULAN DATA
Data primer adalah data yang
diperoleh melalui wawancara kepada
responden
dengan
menggunakan
kuesioner yang berisikan pertanyaan
untuk mengetahui pengetahuan ibu dan
pemberian imunisasi dasar pada bayi 09 bulan. Data sekunder adalah data yang
dikumpulkan secara tidak langsung dari
sumber yang telah ada meliputi catatan
medik sampel dan data pendukung
lainya seperti jumlah
ibu yang
mempunyai bayi 0-9 bulan.
Pemberian
imunisasi
dasar
Sikap ibu
HIPOTESA
1. Ha
: Ada
hubungan
pengetahuan ibu dengan
pemberian
imunisasi
dasar pada bayi 0-9 bulan. N
Ho
: Tidak ada hubungan o
pengetahuan ibu dengan
pemberian imunisasi
dasar pada bayi 0-9 bulan.
2. Ha
: Ada hubungan sikap ibu
dengan
pemberian
Imunisai Dasar
Ho
: Tidak ada hubungan sikap
ibu dengan pemberian
Imunisasi Dasar
DEFENISI OPERASIONAL
Variabel Defenis Ala Skala
i
t
ukur
Operasi uku
nal
r
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah
deskriftif korelatif dengan desain Cross
Sectional
yang
bertujuan
untuk
4
Nilai
1
2
Pengetah
uan
Hai-hal
yang
diketah
a. Peng ui ibu
ertian tentang
imun pember
isasi ian
dasar imunisa
si dasar
b. Maan Imunis
faat
asi
pemb dasar
erian yang
imun harus
isasi diberik
dasar an pada
bayi 09 bulan
Sikap
a. Fakt
or
yang
meng
hamb
at ibu
b. Lang
kahlangk
pember
ian
imunisa
si
menceg
ah
berbaga
i
penyaki
t seperti
Difteri,
Tetanus
,
Hepatit
is
B,
radang
selaput
otak,
radang
paruparu ,
Penilai
an ibu
tentang
pember
ian
imunisa
si dasar
pada
bayi 09 bulan
Kendal
a yang
dialami
Ku
esi
one
r10
Per
tan
yaa
n
Gutt
uman
1. Baik
: 610
2. Kur
ang
:0-5
ah
Imun
isasi
Dasa
r
ibu
untuk
membe
rikan
imunisa
si pada
bayi
Cara
yang
dilakuk
an ibu
pada
saat
Imunis
asi
3
Ku
eso
iner
10
Per
tan
yaa
n
Gutt
uman
Pemberia
n
Imunisasi
Dasar
1. posi
tif >
5
2. Neg
atif
≤5
Pember
ian
Imunis
asi
Dasar
adalah
imunisa
si yang
diberik
an pada
waktu
pertam
a kali
bayi
baru
lahir
sampai
9 bulan
yaitu
bulan
pertam
a, bulan
kedua
dan
setiap
bulann
ya.
Ku
sio
ner
1
Per
tan
yaa
n
Nom
inal
1. leng
kap
≥4
2. Tida
k
leng
kap
<4
ASPEK PENGUKURAN
Untuk mengukur pengetahuan
ibu tentang pemberian imunisasi dasar
diajukan 10 pertanyaan dengan jawaban
benar skor 1 dan jawaban salah skor 0,
sehingga skor tertinggi adalah 10 dan
skor terendah adalah 0.
5
Tingkat
pekerjaan
IRT
Wiraswasta
PNS
METODE ANALISA DATA
1. Univariat
Analisa ini dilakukan untuk
mengetahui deskripsi dari variabel
tingkat pengetahuan, sikap dan
kelengkapan pemberian imunisasi
dasar pada bayi 0-9 bulan.
2. Bivariat
Analisa bivariat digunakan untuk
mengetahui hubungan pengetahuan
dan sikap ibu dengan pemberian
kelengkapan imunisasi dasar pada
bayi
0-9
bulan
dengan
menggunakan skala Guttman dan
uji-Chi-Square dengan derajat
kepercayaan 95%, dan 𝛼 = 0,05.
pengolahan data dilakukan dengan
komputerisasi.
Total
Pendidikan
SD
SMA
DIII/SI
Total
F
%
34
9
79,1
20,9
2
18
16
7
43
4,7
41,9
37,2
16,3
100
13
21
9
43
30,2
48,8
21
100
16
37,2
27
62,8
Total
43
100
Paritas
Primigravida
Sekundipara
Multigravida
Grande Multigravida
Total
19
15
7
2
43
44,2
34,9
16,3
4,7
100
Sumber
Informasi
Pelayanan
Kesehatan
Keluarga/
Lingkunga
Sosial
Berdasarkan tabel 1 dapat
dilihat karakteristik responden mayoritas
ber Usia 21-30 tahun yaitu sebesar 34
responden
(79,1%).
Umur
bayi
mayoritas 7 bulan 18 bayi (41,9%).
Tingkat
Pendidikan
responden
mayoritas berlatar belakang pendidikan
SMA sebesar 21 responden 48,8 %. Dan
latar belakang pekerjaan responden
mayoritas Wiraswasta sebesar 21
responden atau 48,8 %. Serta sumber
informasi
tentang
kelengkapan
pemberian Imunisasi Dasar mayoritas
dari keluarga atau lingkungan sosial
sebesar 27 atau 62,8 %. Paritas yang
mayoritas primigravida yaitu 19 atau
(44,2%).
Hasil Penelitian
Karakteristik Responden
Tabel
Distribusi frekuensi karakteristik
responden yang melakukan
kunjungan Imunisasi Dasar Lengkap
diPuskesmas Darusalam Medan
Petisah Tahun 2015
Umur
Responden
21-30 Tahun
>30 Tahun
Umur Bayi
6 Bulan
7 Bulan
8 Bulan
9 Bulan
34,9
48,8
16,3
100
Total
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
No
15
21
7
43
ANALISA UNIVARIAT
Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang
Pembrian Imunisasi Dasar Pada Bayi
0-9 Bulan
Tabel 2
Distribusi frekuensi pengetahuan ibu
yang melakukan kunjungan
Imunisasi Lengkap diPuskesmas
Darusalam Medan Petisah
Tahun 2015
Pengetahuan
6
F
%
Baik
21
48,8
Kurang
22
51,2
Imunisasi
Total
43
100
Lengkap ≥4x
Tidak Lengkap
<4x
Total
Berdasarkan
tabel
2
menunjukkan
bahwa
mayoritas
pengetahuan ibu tentang kelengkapan
Pemberian Imunisasi Dasar pada Bayi 09 Bulan adalah kurang , yaitu 22
responden atau 51,2.
20
46,5%
Negatif
23
53,5 %
Total
43
100 %
Persenta
se
48,8 %
51,2 %
43
100 %
Pada Tabel 4 dapat dilihat
bahwa yang memberikan Imunisasi
Dasar secara lengkap pada Bayi 0-9
Bulan sebesar 21 responden atau 48,8 %
dan yang tidak memberikan Imunisasi
Dasar
dengan lengkap yaitu 22
responden atau 51,2 %.
ANALISA BIVARIAT
Tabel 5.
Tabulasi Silang Pengetahuan dengan
pemberian kelengkapan Imunisasi
Dasar responden yang melakukan
kunjungan Imunisasi Lengkap
diPuskesmas Darusalam Medan
Petisah Tahun 2015
Sikap Ibu Terhadap Pemberian
Imunisasi Dasar Pada Bayi 0-9 Bulan
Tabel 3
Distribusi frekuensi sikap ibu yang
melakukan kunjungan Imunisasi
Lengkap diPuskesmas Darusalam
Medan Petisah Tahun 2015
Sikap
Frekuensi
Persentase
Positif
Frekuens
i
21
22
N Penge
o tahua
n
Dari tabel 3 menunjukkan
bahwa mayoritas sikap ibu terhadap
pemberian kelengkapan Imunisasi Dasar
adalah negatif sebanyak 23 responden
atau 53,5 %
Kelengkapan Pemberian Imunisasi
Dasar Pada Bayi 0-9 Bulan
Tabel 4
Distribusi frekuensi Kelengkapan
Imunisasi responden yang melakukan
kunjungan Imunisasi Lengkap
diPuskesmas Darusalam Medan
Petisah Tahun 2015
1
Baik
2
Kura
ng
Total
7
Kelengkapa
n Imunisasi
Leng Tida
kap
k
/≥ 4x leng
kap/
< 4x
N % N %
1 3 7 1
4 2,
6,
6
3
7 1 1 3
6, 5 4,
3
9
2 4 2 5
1 8, 2 1,
8
2
Total
P
Va
lu
e
N % P=
2 4 0,
1 8, 02
8 2
2 5
2 1,
2
4 1
3 0
0
Berdasarkan
tabel
5
menunjukkan bahwa sebagian besar
responden memiliki tingkat pengetahuan
tentang pemberian Imunisasi Dasar pada
bayi 0-9 bulan dalam kategori “ baik,”
yaitu 21 responden (48,8 %) terdapat 14
(32,6%)
ibu memberikan imunisasi
dengan lengkap dan 7 (16,3%) tidak
memberikan Imunisasi lengkap. Dan
terdapat ibu yang memiliki pengetahuan
“ kurang” sebesar 22 (51,2 %) terdapat 7
(16,3 %) memberikan imunisasi lengkap
pada bayi 0-9 bulan dan 15 (34,9%)
responden tidak memberikan imunisasi
lengkap pada bayai 0-9 bulan.
Berdasarkan hasil uji chi
cquare diperoleh bahwa nilai p=0,022
yang artinya ada hubungan antara
tingkat pengetahuan ibu dengan
pemberian Imunisasi Dasar secara
lengkap pada bayi 0-9 Bulan (p <0,05.
5
Sik
ap
Kelengkapan
Imunisasi
Leng Tida
kap
k
/≥ 4x lengk
ap/ <
4x
N % N %
1 Pos 1 3 7 1
itif 3 0,
6,
2
3
2 Ne 8 1 1 3
gati
8, 5 4,
f
6
9
Total
2 4 2 5
0 6, 3 3,
Total
0
Berdasarkan
tabel
4.5
menunjukkan bahwa sebagian besar
responden memiliki sikap tentang
pemberian kelengkapan Imunisasi Dasar
pada bayi 0-9 bulan dalam kategori
“positif,” yaitu 20 responden (46,5 %),
terdapat 13 (30,2%) ibu memberikan
Imunisasi Dasar dengan lengkap dan 7
(16,3%) tidak memberikan Imunisasi
secara lengkap. Dan Terdapat 23 (53,5
%) responden memiliki sikap dengan
kategori “ negatif,” terdapat 8(18,6%)
yang memberikan Imunisasi lengkap
dan 15 (34,9 %) tidak memberikan
Imunisasi Dasar secara lengkap.
Berdasarkan hasil uji chi cquare
diperoleh bahwa nilai p=0,022 yang
artinya ada hubungan antara sikap ibu
terhadap
pemberian
kelengkapan
Imunisasi Dasar pada bayi 0-9 Bulan (p
<0,05).
Hubungan Sikap Ibu Dengan
Pemberian Imunisasi Dasar Pada
Bayi 0-9 Bulan
Tabel 6.
Tabulasi Silang Sikap dengan
Kelengkapan Imunisasi responden
yang melakukan kunjungan
Imunisasi Lengkap diPuskesmas
Darusalam Medan Petisah Tahun
2015
N
o
5
PEMBAHASAN
Tingkat Pengetahuan Ibu Terhadap
Pemberian Imunisasi Dasar Pada
Bayi 0-9 Bulan
Dari
hasil penelitian yang
dilakukan terhadap 43 responden di
Puskesmas Darusalam Medan Petisah,
dapat
diketahui
bahwa
tingkat
pengetahuan
responden
mengenai
pemberian kelengkapan Imunisasi Dasar
mayoritas
kurang
sebanyak
22
responden atau 51,2%.
Dilihat dari usia responden,
dimana mayoritas responden memiliki
usia 21-30 tahun atau 79,1 %, yang
artinya mayoritas responden masih
berusia muda. Hai ini sesuai pendapat
Notoatmodjo
(2011),
semakin
bertambah umur maka semakin banyak
seseorang mendapat responden terhadap
suatu objek sehingga pengetahuan
bertambah baik dan hal tersebut
diperoleh dari imformasi yang benar dan
tepat. Teori Meliono Irmayanti (2007)
juga yang menyatakan bahwa usia
P
Va
lue
N % P=
2 4 0,0
0 6, 48
5
2 5
3 3,
5
4 1
3 0
8
mempengaruhi tingkat pengetahuan
seseorang.
Beberapa faktor lain
Sikap Ibu Tentang Pemberian
Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada
Bayi 0-9 Bulan
Dari
hasil penelitian yang
dilakukan terhadap 43 responden di
Puskesmas Darusalam Medan Petisah,
dapat diketahui bahwa sikap responden
mengenai
pemberian
kelengkapan
Imunisasi Dasar
mayoritas negatif
sebanyak 23 responden atau 53,5%.
pengetahuan ibu berhubungan dengan
status imunisasi dasar lengkap balita.
Hubungan
Sikap
Ibu
Dengan
Pemberian Imunisasi Dasar Pada
Bayi 0-9 Bulan Di Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan
Petisah Tahun 2015
Dari hasil penelitian yang
dilakukan terhadap 43 responden
terdapat 23 atau 53,5 % responden
memiliki sikap negatif yang tidak
memberikan imunisasi sebanyak 15 atau
34,9% sedangkan reponden yang
memberikan imunisasi secara lengkap
sebanyak 8 atau 18,6 %.
Berdasarkan hasil uji chi cquare
di peroleh P valume= 0,048 yang artinya
ada hubungan antara sikap ibu dengan
pemberian kelengkapan Imunisasi Dasar
pada bayi 0-9 Bulan.
Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Sisfiani Sarimin (2014),
Tentang Analisis Faktor- Faktor Yang
Berhubungan Dengan Perilaku Ibu
Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Pada
Balita Di Desa Taraitak Satu Kecamatan
Langowan, yang mengatakan ada
hubungan sikap ibu dengan pemberian
imunisasi dasar pada balita. Begitu pula
dengan Penelitian Sri Sumaryani, 2000
tentang hubungan pengetahuan dan
sikap yang mempengaruhi perilaku ibu
dalam kelengkapan imunisasi anak.
Dengan hasil penelitian ada hubungan
pengetahuan
dan
sikap
dengan
kelengkapan pemberiann imunisasi anak
dengan imunisasi BCG, DPT, polio,
Campak dan Hepatitis B.
Pemberian Kelengkapan Imunisasi
Dasar
Dari hasil penelitian terhadap 43
responden terdapat 22 atau 51,2%
responden tidak memberikan imunisasi
dasar secara lengkap, hal tersebut
dipengaruhi oleh beberapa faktor,
diantaranya
faktor
kurangya
pengetahuan
responden
karena
menganggap
bahwa
bayi
yang
diimunisasi akan selalu demam atau
sakit sehingga mereka tidak memberikan
imunisasi kepada bayinya. Selain itu
kurangnya sumber informasi mengenai
imunisasi
di
masayrakat
yang
disebabkan oleh kurangnya edukasi dari
petugas kesehatan, dan di dukung oleh
jarak yang sngat jauh terhadap tempat
pelayanan imunisasi sehingga kesulitan
untuk mencapai tempat pelayanan.
Hubungan Pengatahuan Dengan
Pemberian Imunisasi Dasar Pada
Bayi 0-9 Bulan Di Puskesmas
Darusalam
Kecamatan
Medan
Petisah Tahun 2015
Berdasarkan hasil uji chi cquare
di peroleh P valume= 0,05 yang artinya
ada
hubungan
antara
tingkat
pengetahuan ibu dengan pemberian
kelengkapan Imunisasi Dasar pada bayi
0-9 Bulan.
Penelitian ini sejalan dengan
penelitian Albertina (2008) bahwa ada
hubungan antara pengetahuan orang tua
dengan kelengkapan imunisisi dasar
balita. Begitu pula dengan penelitian
Istriyati (2011), Widayati (2012) bahwa
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
1. Tingkat
pengetahuan
tentang
Imunisasi
Dasar
pada
bayi
Dipuskesmas Darusalam Medan
Petisah, sebagian besar berada pada
kategori kurang yaitu 22 atau 51,2%
responden dan hanya terdapat 21
responden atau 48,8 % memiliki
pengetahuan baik. Kondisi ini
disebabkan karena usia, pekerjaan
dan tingkat pendidikan responden
9
yang masih dasar dan sumber
informasi yang tidak beragam dan
kurang
dapat
dipertanggung
jawabkan kebenarannya
2. Sikap Ibu tentang Keleng kapan
Pemberian Imunisasi Dasar pada
bayi 0-9 Bulan di Puskesmas
Darusalam Medan Petisah Sebagian
besar bersikap negatif 23 responden
atau 53,5%.
3. Ada terdapat hubungan Pengetahuan
Ibu dengan Pemberian Imunisasi
Dasar yang lengkap kepada bayi 0-9
bulan di Puskesmas Darusalam
Medan Petisah p=0,022 (p<0,005)
4. Ada terdapat hubungan sikap ibu
dengan pemeberian imunisasi dasar
lengkap pada bayi 0-9 bulan di
Puskesmas
Darusalam
Medan
Petisah p=0,048 (p<0,05).
Saran
1. Bagi Ibu
Diharapkan bagi ibu yang memiliki
bayi supaya lebih aktif dan rutin
memberikan imunisasi dasar bagi
bayi, terlebih bagi ibu yang paritas
tinggi,
supaya
memperhatikan
kesehatan bayi dan melengkapi
imunisasi dasar bayi yang paritas
kedua, tiga, dan empat agar balita
memiliki imun yang kebal terhadap
penyakit.
2. Bagi Puskesmas
Diharapkan melakukan penyuluhan
dan pemberdayaan masyarakat
untuk menjadi kader kesehatan
tentang informasi manfaat dan
tujuan dari pemberian kelengkapan
Imunisasi Dasar pada bayi.
3. Bagi Profesi Kebidanan
Diharapkan Profesi- profesi bidan
lebih peduli lagi terhadap kesehatan
bayi para penerus bangsa. Dengan
mengajak ibu-ibu yang memiliki
bayi 0-9 bulan supaya memberikan
Imunisasi yang lengkap pada
bayinya agar terhindar dari penyakit
yang dapat membahayakan dimasa
yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Handers (2011). Faktor yang
Mempengaruhi Kelengkapan
Imunisasi Dasar pada Bayi.
http://www.handers.ucoz.com/p
ubl.diperoleh pada tanggal 10
Pebruari 2015
Soetjjatmiko. 2009. Kejadian Imunisasi
Dasar pada Balita.
http://www.idai.or.id/imunisasi/
artikel.asp?q=2010113104241.D
iperoleh pada tangal 10 Pebruari
2015
Suyitno. Hariyanto, dkk. 2011. Buku
Imunisasi di Indonesia edisi ke4. Satgas Imunisasi Ikatan
Dokter Anak Indonesia. Jakarta
10
11
Download