konsep dasar politik

advertisement
KONSEP DASAR POLITIK
ARTI POLITIK / ILMU POLITIK
• teori, kiat dan praktek memerintah (Mildred Parten)
• Proses dilaksanakannya kekuasaan mencapai tujuan
tertentu (Brown dan Brown)
• Ilmu yang mempelajari kehidupan negara….yang
merupakan bagian dari masyarakat (J. Barents)
• Ilmu politik: ilmu sosial yang khusus mempelajari sifat
dan tujuan dari negara sejauh negara merupakan
organisasi kekuasaan, beserta sifat dan tujuan dari
gejala-gejala kekuasaan lain yang tak resmi
mempengaruhi negara (Ossip K Flechtheim)
• Cara negara digerakkan oleh pemerintah untuk
mewujudkan tujuan nasional negara tersebut.
Politik/ilmu politik adalah ilmu yang
mempelajari kehidupan negara,
mempelajari negara melakukan
tugasnya untuk mencapai tujuan
tertentu, mempelajari kekuatan
kekuasaan sebagai penyelenggara
negara, mempelajari kekuasaan
memerintah negara
Sejak kapan manusia mulai berpolitik?
Objek ilmu politik
perilaku politik atau tindakan politik,
Yaitu
kegiatan manusia untuk mencari, memperoleh,
mempergunakan, membagi dan
mempertahankan kekuasaan dalam mengejar
apa yang dicita-citakan
Ruang lingkup Politik
a. Teori politik, yang meliputi politik, sejarah
perkembangan dan ide-ide politik
b. Lembaga-lembaga politik, meliputi Undang-Undang
Dasar, Pemerintah Pusat (nasional), Pemerintah
daerah/Lokal. Fungsi ekonomi dan sosial dari
pemerintah, dan perbandingan lembaga politik.
c. Partai-partai, golongan-golongan, dan pendapat
umum, mencakup partai politik, golongan-golongan,
asosiasi-asosiasi, partisipasi warga negara dalam
pemerintahan administrasi dan pendapat umum.
d. Hubungan internasional, meliputi politik
internasional, organisasi dunia, administrasi, dan
hukum internasional
Konsep dasar politik
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
negara;
kekuasaan;
legitimasi
pengambilan keputusan;
kebijaksanaan (policy);
Sosialisasi politik
Kewenangan
Perilaku politik
Negara
• Negara identic dengan hukum  suatu tertib hukum yang bersifat
memaksa (Hane Kelsen)
• System peraturan peraturan hukum  memiliki kekuasaan
memaksa (Harold Laski)
• Organisasi masyarakat yang mempunyai dareah atau territorial
tertentu dan mempunyai kekuasaan tertinggi yang dapat
memaksakan kehendaknya kepada warganya (Soenarko)
• Satu kesatuan ikatan dari orang-orang yang bertempat tinggal di
suatu daerah tertentu yang sifatnya diperlengkapi dengan
kekuasaan untuk memerintah (Jellinek)
• Suatu persekutuan hukum yang menempati suatu wilayah untuk
selama-lamanya dan dilengkapi dengan suatu suatu kekuasaan
tertinggi untuk menyelenggarakan kemakmuran rakyat sebesarbesarnya (Bellefroid)
• Suatu organisasi manusia atau kumpulan manusia-manusia yang
berada di bawah suatu pemerintahan yang sama (Djokosoetono)
• Organisasi kekuasaan yang diciptakan oleh kelompok manusia
(Kranenburg)
Negara
• Logemann  Negara sebagai organisasi
kekuasaan  organisasi kekuasaan yang
menyatukan kelompok manusia yang disebut
bangsa, bertujuan untuk mengatur masyarakat
dengan menggunakan kekuasaan yang ada.
• Mac Iver  Negara sebagai organisasi politik 
perkumpulan manusia yang berfungsi untuk
memelihara ketertiban masyarakat atau
mengatur kepentingan umum.
• Soepomo  Negara sebagai integritas antara
pemerintah dan rakyat  susunan masyarakat
yang integral di antara semua golongan dari
seluruh anggota masyarakat sebagai satu
kesatuan yang organis.
Asal mula terjadinya negara
• Pendekatan factual
• Pendekatan teoritis
Asal mula terjadinya negara – pendekatan
factual
melihat kepada adanya fakta-fakta atau kenyataan yang
benar-benar terjadi dari pengalaman dan sejarah
Sebab terjadinya negara
• Suatu daerah belum ada yang menguasai kemudian
diduduki oleh suatu bangsa dan berdirilah Negara.
Contoh Negara Liberia
• Suatu daerah yang melepaskan diri dari ikatan Negara
itu dengan memproklamasikan kemerdekaannya.
• Peleburan atau difusi beberapa Negara. Misal: Inggris
raya (England dan Scotland)
• Suatu Negara pecah dan lenyap, kemudian muncul
Negara baru. Contoh: Columbia baru dan Venezuela
dari Negara Columbia
Asal mula terjadinya negara – pendekatan
teoritis
Teori ketuhanan
• Terjadinya suatu negera adalah atas perkenaan tuhan.
Negara tidak akan terjadi apabila Tuhan belum
menghendakinya. Sehingga jika ada orang yang
memerintah suatu Negara sebagai raja atau keturunannya,
makanya pada hakikatnya karena tuhan menghendaki.
Sehingga orang percaya bahwa raja adalah penjelmaan
dewa-dewa
Teori perjanjian masyarakat
• Berawal dari hidup sendiri dan perasaan takut, manusia
melakukan perjanjian untuk melahirkan suatu Negara dan
perjanjian untuk menghilangkan rasa takut itu. Melalui
perjanjian inilah diangkat penguasa untuk menjalankan
perjanjian
Asal mula terjadinya negara – pendekatan
teoritis
Teori kekuasaan
• Negara terbentuk karena kekuasaan. Orang
kuatlah yang pertama mendirikan Negara
karena dengan kekuatannya itu dia memaksa
kehendak pada orang lain.
Teori hukum alam (kodrat)
• Negara merupakan lembaga alamiah yang
lahir karena kebutuhan sosial manusia
Unsur Negara
a.
b.
Daerah atau wilayah. Huge de Groot, Negara adalah dominium eminens
(milik yang tertinggi bagi suatu negara)
Rakyat = semua orang yang berdiam di dalam suatu Negara. Dibagi
menjadi
– Penduduk dan bukan penduduk: orang yang berdomisili atau bertempat
tinggal menetap di wilayah suatu Negara dan telah memiliki syarat menurut
undang-undang.
– Warga Negara dan bukan warga negara
c.
Pemerintah yang berdaulat
Kedaulatan : kekuasaan tertinggi atau kekuasaan yang tidak terletak di
bawah kekuasaan lain.
Sifat kedaulatan:
• Permanen
• Asli
• Bulat tidak dibagi-bagi
• Absolut
Kekuasaan
• Harold D Laswell dan Abraham Kaplan dalam bukunya
“Power and Society”: Kemampuan pelaku untuk
mempengaruhi tingkah laku pelaku lain sedemikian
rupa, sehingga tingkat laku pelaku terakhir sesuai
dengan keinginan pelaku yang mempunyai kekuasaan
• Menurut Robert Dahl dalam bukunya “The Concept Of
Power” dirumuskan sebagai berikut:
X memiliki kekuasaan terhadap Y manakala:
1. X mampu, baik melalui suatu cara maupun dengan
berbagai cara, untuk supaya Y melakukan sesuatu,
2. Yang lebih disukai X,
3. Namun tidak dilakukan dan/atau tidak disukai oleh Y.
Kekuasaan
• The ability to achieve a desired outcome,
through whatever means “Kemampuan
seseorang atau sekelompok manusia untuk
mempengaruhi tingkah laku seseorang atau
sekelompok lain sedemikian rupa sehingga
tingkahlaku itu menjadi sesuai dengan
keinginan dan tujuan dari orang yang
mempunyai kekuasaan itu.”
Kekuasaan Politik
• Approach to politics based upon the
assumption that the pursuit of power is the
principal human goal.
• Kemampuan untuk mempengaruhi
kebijaksanaan umum (pemerintah) baik
terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai
dengan tujuan-tujuan pemegang kekuasaan
sendiri
Legitimasi
• Konsep legitimasi berkaitan erat dgn sikap
masyarakat terhadap suatu kewenangan.
• Penerimaan & pengakuan masyarakat
terhadap hak moral pemimpin utk
memerintah, membuat & melaksanakan
keputusan politik (‘rightfulness’: the quality
that transforms power into rightful authority).
Syarat Kekuasaan Dapat Dikategorikan
Memiliki Legitimasi (Legitimate)
• Kekuasaan tersebut memiliki suatu landasan
hukum, baik berdasarkan aturan legal-formal,
maupun berdasarkan konvensi informal.
• Aturan yang menjadi landasan kekuasaan
tersebut diakui dan diterima secara sah, baik oleh
pemerintah (government) maupun masyarakat
(governed).
• Legitimasi tersebut dinyatakan secara terbuka
oleh masyarkat yang diperintah kepada
pemerintahnya / penguasanya
Urgensi Legitimasi
• Legitimasi akan mendatangkan kestabilan
politik & kemungkinan perubahan sosial
• Legitimasi akan membuka kesempatan yg luas
bagi pemerintah utk memperluas &
meningkatkan kualitas bidang kesejahteraan
rakyat
TIPE Legitimasi
1. Legitimasi Tradisional  Legitimasi diberikan krn
pemimpin tsb keturunan “darah biru”
2. Legitimasi Ideologi  Legitimasi diberikan krn
pemimpin tsb dianggap sbg penafsir & pelaksana
ideologi
3. Legitimasi Kualitas Pribadi  Legitimasi diberikan krn
pemimpin tsb berkharisma, penampilan pribadi
berkualitas, berprestasi
4. Legitimasi Prosedural Legitimasi diberikan krn
pemimpin tsb mendapatkan kewenangan menurut
prosedur sesuai peraturan perundangan
5. Legitimasi InstrumentalLegitimasi diberikan krn
pemimpin tsb menjanjikan/menjamin kesejahteraan
materiil (instrumental) kpd masyarakat
Kewenangan
• The right to influence others, based upon their
acknowledged duty to obey
• Kekuasaan yang memiliki keabsahan
Jenis kewenangan
• Kewenangan Legal-Rasional: berdasarkan pada
suatu seperangkat aturan yang terkait pada
aparat-aparat tertentu (Legal-Rational Authority:
grounded in a set of impersonal rules associated
with an officer.)
• Kewenangan Tradisional: berakar dari sejarah dan
tradisi (Traditional Authority: rooted in history &
tradition)
• Kewenangan Kharismatik: mewujud dari kekuatan
personal (Charismatic Authority: stems from the
power of personality)
Peralihan Kewenangan
• Turun TemurunKewenangan dialihkan kpd
keturunan/ keluarga pemegang jabatan
terdahulu. Misal: sistem kerajaan/kesultanan
• Pemilihan Kewenangan dialihkan melalui
mekanisme pemilihan scr langsung melalui badan
perwakilan rakyat. Misal: sistem politik demokrasi
• Paksaan  Kewenangan dialihkan melalui
prosedur yg tidak disepakati bersama, tapi
melalui cara-cara kekerasan. Misal: revolusi,
kudeta
pengambilan keputusan  Keputusan diambil
secara kolektif dan mengikat seluruh
masyarakat
kebijaksanaan (policy)  Proses penentuan
keputusan dancarauntukmencapaitujuan
Sosialisasi politik  Upaya agar masyarakat
dapat berpartisipasi dalam sistem politik
Hati-hati
Politik praktis adalah sebuah kehidupan politik yang
saling memperebutkan kekuasaan.
Karakter Dasar
• Ketidakpastian dan kepentingan. Dua hal yang pasti
yaitu kepentingan dan ketidakpastian. Kesetiaan
seseorang bisa berubah drastis demi kepentingan.
• Pertaruhan. Pertaruhan dalam berpolitik mengarah
pada tujuan untuk mengalahkan lawan dengan penuh
ambisi sehingga menciptakan seni permainan indah.
• Kekerasan dan tipu daya
Materi politik di SD
• Kelas 2 semester 2
SK
memahami kedudukan dan peran anggota
keluarga
KD
mendeskripsikan kedudukan dan peran
anggota keluarga
memberikan contoh bentuk kerja sama di
lingkungan keluarga
Download