miopati - Repository Unand

advertisement
Yuliarni Syafrita
Bagian Neurologi
FK Unand
 Miopati adalah penyakit yang mengenai otot




rangka seperti otot biceps dan quadriceps
Disebabkan oleh kelainan genetik atau gangguan
endokrin, inflamasi (polimiositis) dan gangguan
metabolik.
Menimbulkan kelemahan dan atropi otot.
Mengenai terutama otot proksimal dibanding
distal.
Biasanya terjadi pada usia anak, tapi ada tipe yang
muncul pada usia pertengahan.
Insiden dan Prevalensi
 Insidens miopati kira kira 14%.
 Prevalensi Distropi Musculorum (DM) lebih tinggi
pada laki laki
 Di AS Duchene dan Becker DM terjadi 1 dalam
3300 anak laki laki.
 Insiden DM secara keseluruhan kira kira 63/1juta
penduduk.
 Tanda dan gejala miopati bervariasi tergantung
tipe kelainan dan penyebabnya.
Klasifikasi :
1. Distrofia muskulorum
Penyakit otot karena faktor patologi
kromosom (distrofia otot)
2. Miopati
Penyakit otot yang tidak herediter dan
bukan karena infeksi
3. Miositis
Penyakit otot yang disebabkan oleh infeksi
(langsung / tidak langsung)
Distropi Muskulorum
 Definisi : Sejumlah gangguan herediter , berupa
gangguan degeneratif yang progresif, mengenai
otot rangka, dan sistem organ lainnya.
 Nama lain :
 Myodystrophy
 Myodystrohya
 Distropi musculorum adalah sekelompok penyakit
otot yang diturunkan ,yang merusak serabut otot
 Secara primer mengenai otot rangka, menimbulkan
kelemahan yang progresif
 Pada stadium lanjut, jaringan otot digantikan oleh
lemak dan jaringan ikat
 Pada beberapa tipe, otot jantung dan otot
involunter serta organ lain bisa dikenai.
 Bentuk DM paling sering terjadi karena gangguan
genetik, kekurangan dystrophin, suatu protein
otot
 DM tidak dapat disembuhkan, Pemberian obat
obat dan terapi lain dapat memperlambat
perjalanan penyakit.
Tanda dan Gejala
 Bervariasi, tergantung tipe distropi muskulorum,
secara umum:
 Kelemahan otot
Gangguan koordinasi
Pincang yang progresif, menimbulkan kontraktur
pada otot disekitar sendi
Tanda dan gejala spesifik bervariasi ,
Tergantung tipe, tiap tipe mempunyai umur onset,
otot yang dikenai dan progresivitas yang berbeda
 Dystrophynopathies : salah satu bentuk DM,
karena defisiensi protein dystrophin.
 Duchene Muscular Dystrophy : Bentuk
dystrophynopathy yang paling berat , mengenai
anak laki laki dan merupakan bentuk DM yang
paling sering mengenai anak-anak.
 Tanda dan Gejala Duchenne :
sering jatuh, otot betis hipertropi, sulit berdiri
dari posisi tidur maupun duduk (Gower‘s sign),
kelemahan otot tungkai bawah, sulit lari atau
melompat, Waddling gait, pada beberapa kasus
ditemukan keterbelakangan mental ringan
cont
 Biasanya mengenai anak usia 2 – 5 tahun
 Pertama kali mengenai pelvis, lengan atas dan




tungkai bawah.
Kelemahan terus bertambah, hingga anak tak bisa
berjalan.
Sebagian besar akan meninggal pada usia akhir
belasan atau awal 20 th.
Penyebab kematian : pneumonie, kelemahan otot
nafas atau komplikasi cardiak.
Beberapa penderita Duchenne memperlihatkan
bentuk vertebre Scoliosis
Becker‘s Muscula Dystrophy
 Bentuk DM yang lebih ringan.
 Mengenai anak laki laki yang lebih besar atau laki
laki muda.
 Progresivitasnya lebih lambat, biasanya bisa
melewati beberapa dekade.
 Tanda dan Gejala menyerupai Duchene.
 Penderita masih bisa berjalan sampai pada usia 15
atau bahkan sampai usia dewasa muda.
Bentuk lain dari DM :
 Limb-girdle muscular dystrophy
 Congenital muscular dystrophy
 Oculopharyngeal muscular dystrophy
 Distal muscular dystrophy
 Emery-Dreifuss muscular dystrophy
 Otot yang pertamakali dikenai pada DM adalah :
Otot panggul
Otot bahu
kemudian berkembangsecara lambat mengenai
lengan atas dan tungkai bawah.
 Tipe Limb-girdle malah berkembang dari usia anak
sampai dewasa.
Congenital Muscular Dystrophy
Gangguan meliputi:
 Kelemahan otot secara menyeluruh
 Deformitas sendi
Gejala muncul mulai saat dilahirkan dan secara l
lambat terus berkembang.
Bentuk yang berat, gejala disertai gangguan
mental, bicara dan kejang.
Oculopharyngeal Muscular Dystrophy
 Gejala awal biasanya kelopak mata jatuh
 Diikuti oleh kelemahan otot mata, wajah dan
mulut, sehingga susah menelan
 Progresivitas lambat
 Onset : dewasa (40 sd 60 th)
Emery-Dreifuss Muscular Dystrophy
Gejala kelemahan dimulai pada :
- Otot bahu
- Lengan atas
-Tulang tungkai bawah
Aritmia Jantung, punggung kaku, dan kontraktur
otot, adalah gejala lain dari tipe ini
Onset : masa anak atau awal belasan dan
progresifitas berjalan lambat.
Penyebab
 X-linked recessif
Ibu sebagai carrier akan menurunkan
kemungkinan; kemungkinan:
a) 25% anak laki laki yang tidak dikenai
b) 25% anak perempuan tidak carrier
c) 25% anak perempuan carrier
d) 25% anak laki laki menderita DMP
 Autosomal dominan
Dari Ayah penderita DM dan ibu normal, akan
dilahirkan kemungkinan :
a) 50% anak laki laki menderita DM
b) 50% anak perempuan tidak carrier
Kapan penderita DM Kita Curigai?
 Duchenne terjadi pada anak laki laki
 Anak dengan kesulitan berjalan, lari, susah
bangkit/berdiri dari lantai atau kursi, atau anak
dengan keluhan mudah jatuh dan terlihat kaku
saat berjalan  Curigai
 Anak dengan DM, pandai berjalan lebih telat
dibanding anak normal dan gejala kelemahan otot
akan muncul pada usia 2 – 5 tahun.
 Penderita Duchenne biasanya pada usia 12 tahun
sudah tak bia jalan.
 Sekali diagnosa DM dibuat, pemberian obat dan
fisioterapi harus segera dimulai untuk
memperlambat progresivitas penyakit.
Pemeriksaan Penunjang dan Diagnosa
 Riwayat keluarga dengan DM
 Pemeriksaan Darah : Kerusaka otot akan melepaskan




beberapa enzim seperti Creatin Kinase (CK) 
peninggian kadar CK darah  DM
EMG : Perubahan pola aktivitas listrik otot 
bandingkan dengan otot yang tidak terkena.
USG : Melihat struktur otot dan jaringan ikat.
Biopsi Otot: Test khusus bisa mendeteksi dystrophyn
dan marker lain
Test Genetik : adanya deletio atau duplication dari
gene dystrophyn.
Pengobatan
 Terapi yang menyembuhkan belum tersedia
 Gene terapi  sedang penelitian
 Pengobatan ditujukan untuk mencegah atau
mengurangi deformitas pada sendi dan tulang
punggung dan mengusahakan untuk tetap bisa
berjalan selama mungkin.
 Pengobatan meliputi berbagai macam fisioterapi,
obat obat, pemakaian alat bantu dan operasi.
Fisioterapi
 Sejalan dengan perjalanan penyakit, terjadi
kelemahan pada otot dan bisa terjadi kontraktur
pada sendi.
 Tendon akan memendek, sehinggan gerakan sendi
terbatas.
 Kontraktur adalah hal yang tidak menyenangkan
dan akan mengenai sendi di tangan, kaki, siku, lutut
dan paha
 Tujuan fisioterapi adalah untuk memungkinkan
gerakan ruang lingkup sendi tetap maksimal,
menunda progresivitas dari kontraktur dan
mencegah atau menunda skoliosis
 Berendam di bak air panas juga dapat dilakukan
untuk mempertahankangerakan ruang lingkup
sendi
 Obat Obatan:
Untuk DMP dapat diberikan obat obat anti
inflamasi steroid seperti prednison, yang dapat
meningkatkan kekuatan otot sehingga diharapkan
progresivitasnya dapat ditunda.
 Operasi : tendon release surgery  menghilangkan
kontraktur. Bisa dikerjakan untuk otot panggul,
lutut dan achilles.
operasi juga dapat dilakukan untuk mengembalikan
curvatura normal dari tulang belakang.
 Terapi lain :
 Karena infeksi paru akan menjadi problem serius
 pemberian imunisasi pneumoni dan influenza
mungkin membantu.
Download