Protein. - eLisa UGM

advertisement
Minggu 2 (kedua) dan ketiga
Pokok Bahasan: Protein. : .Protein pakan ruminansia, bentuk-bentuk nitrogen dalam
hijauan bijian pakan ruminansia dan ketersediaannya bagi ternak ruminansia
Tujuan Pembelajaran: Menjelaskan mengenai nutrisi protein dan juga kandungan
nitrogen dan bentuk-bentuk nitrogen pada pakan ruminansia, baik didalam hijauan
dan bijian; Menjelaskan mengenai ketersediaan nitrogen pakan yang dapat
dimanfaatkan oleh ruminansia.
Materi Pembelajaran
Bentuk-bentuk nitrogen
Protein. Protein merupakan senyawa organic kompleks yang mempunyai
berat molekul yang tinggi, tersusun atas CHO seperti Karbohidrat atau lemak tetapi
ada tambahan unsure N. Selain itu juga mengandung unsure S dan P. Kadar
penyusun protein: Karbon ©° % ; Hidrogen (H) 7%, Oksigen (0) 23 %, Nitrogen (N)
16%, Belerang (S) 0-3% dan Fosfor (P) 0-3%. Protein terdapat pada setiap sel hidup,
penyusun utama bagian yang hidup dari sel (protoplasma). Setiap spesies tanaman,
hewan mempunyai protein spesifik, karena setiap organ, cairan dan jaringan untuk
spesies berbeda tersusun dari protein yang berbeda pula.
Bentuk-bentuk N yang dicerna oleh ruminansia kebanyakan berasal dari
tanaman. Protein murni menyusun sekitar 60-80% dari protein tanaman dengan non
protein nitrogen yang terlarut (NPN) dan sedikit kandungan N-lignin. Kerusakan
karena pemanasan, menurunkan ketersediaan protein murnin untuk mikrobia dan
ternak.
Protein tanaman dapat diklasifikasikan dalam 2 grup yaitu protein daun dan
batang, protein yang disimpan dalam biji2an. Protein daun mempunyai kualitas yang
cukup tinggi asam amino essensial sedikit sekali terdapat di tanaman.
Bungkil bijian. Suplemen prinsipal protein yang berasal dari tanaman untuk
temak didapatkan dari bungkil dan tepung setelah pengambilan minyak, yang biasa
digunakan adlah dycotiledon (legum). Beberapa (terutama legum), cenderung
mengandung substan inhibitor, yang dapat dihilangkan dengan cara: pemanasan dan
pengambilan dengan ekstraksi, kualitas nutritifnya diperbaiki oleh beberapa perlakuan
pemanasan
Universitas Gadjah Mada
Tabel 2: Komposisi NPN terlarut pada hijauan segar
As. Amino Non Basa
As. Amino Butirat
Glutamin
Glutamat+As. Aspartat
Asparagine
As. Amino yang lain
Nitrat
Total NPN (% Total Nt Tanaman)
Hijauan
Alfalfa (Leguminosa)
(%DM)
1-25
5-28
10-25
5-20
1-4
7-25
10-25
14-34
(%DM)
12-19
1-2
12-15
24-38
7-12
2-4
25-38
Komposisi Nitrogen tanaman, tersusun atas nitrogen murni (protein kasar)
dan nitrogen non protein (NPN). Nitrogen murni (PK) apabila didegradasi oleh
mikrobia didalam rumen akan menghasilkan peptida, asam amino dan amoniak,
sedangkan untun NPN degradasinya didalam rumen akan menghasilkan amoniak.
Non protein nitrogen, bentuk-bentuk NPN dapat dibagi menjadi:
1. Asam amino yang terdiri dari amino dan amida yang berupa: asparagines,
cystine, Methionin dan glutamin.
2. Ntrogen simple yang terdiri dari: Choline, Betaine dan Putricin
3. Urea, allantoin dan asam alnatonat
4. Purine dan Pirimidine
5. Nukleotide, Nukleosida dan asam-asam nukleat
6. Glikosida dan Isothiocianat.
Penempatan kedalam larutan fraksi N bertujuan untuk ekstraksi NPN (larutan pH
netral).
Terdapat suatu persamaan antara nitrogen yang terlarut dan NPN. N-terlarut
sebagian dalam bentuk: protein (protein terlarut) tidak mengandung N asam nukleat
dan bagian lain: Asam nukleat (partikel/bagian yang sangat kecil dalam Nt).
Metode kelarutan ini tidak memperhitungkan NPN yang dapat terlarut, tetapi
tidak dpat diukur dengan metode kjeldahl, contoh bentuk-bentuk nitrat. Nitrat harus
diukur secara paraalel, dengan metode spesifik (potensiometer) atau mereduksi nitrat
dengan garam cadmium menjadi nitrit. Dimana memberikan derivat nitrogen atau
nitrat
dari
subst.
Phenol.
Pengukuran
derivat
ini
dapat
menggunakan
Spectrophotometrie atau chromatographie. Sedangkan metode deproteinisasi
Universitas Gadjah Mada
digunakan dalam hal protein yang tidak dapat di presipitasi pada umumnya NPN
menyusun 1434% PK organ diatas tanah (pada Gramineae), sedangkan Van Soest
(19820 menyatakan sekitar 25-38% untuk Leguminosa (Alfalfa). Hijauan menyusun
23,5 — 33,1 %. Pada hijauan NPN larut dalam air dan dapat di ekstraksi dengan
ethanol 80%, hijauan segar NPN 15-25%, pemupukan N dapat menyebabkan
Asparagine dan Glutamin menjadi meningkat. NPN pada hijauan dalam bentuk
Amida, Asam amino non essensiel, peptida yang mempunyai BM rendah, Amines
dan Nukleosida. Menurut Lindberg (1985) peptida merupakan unsur yang
mendominasi NPN (3757%). Fraksi N yang bukan berasal dari protein pada
umumnya terlokasi. didalam Vakuola sel dan jaringan konduktor pada batang dan
petiola. NPN ditemukan selalu dalam bentuk yang dapat terabsorpsi oleh akar.
Pada biji2-an, contohnya pada gandum kadar NPN atau kadar N yang terlarut
sekitar 45% dari Ntotal pada 8 hari perkembangan menurun menjadi 35 pada saat
dewasa, hal ini terjadi karena adanya peningkatan penimbunan karbohidrat dan
lipida, kadar N yang dapat terlarut menurun. Contoh lain; kandungan N-amine yang
terlarut sangat tinggi pada tahap pertama perkembangan biji2an untuk sorghum
(lOugram per biji) pada saat kedewasaan 2 ug/biji.s
Sumber NPN yang sering diberikan untuk temak ruminansia adalah urea.
Urea sangat cepat dihidrolisa menjadi amonia didalam rumen. Kandungan amonia
terabsorpsi yang sangat tinggi dapat menyebabkan keracunan pada ruminansia.
Management adlah penting apabila NPN diberikan untuk: mencegah toksisitas dan
menurunkan nafsu pakan. Dosis single akan urea pad 0.3-0.8g urea per kilogram
berat hidup dapat memberikan efek toksik. Urea akan dapat dimanfaatkan lebih baik
kalau pakannya mengandung enerji tinggi dan protein yang rendah. Apabila NPN
digunakan sebagai pengganti protein dalam pakan, suplementasi mineral harus
diberikan karena sintesa protein mikrobia membutuhkan sulfur, potassium dan
phosphor, yang mana tidak terdapat pada NPN.
Kebutuhan nitrogen mikrobia.
Meskipun ada bervariasi mikro organisme an aerobic didalam rumen bakteri,
adalah paling aktif dalam: proses kecernaan protein dan sintesis protein mikrobia.
Bakteri mendegradasi protein pakan didalam rumen menjadi komponen simple akan
N yaitu; amonia, asam amino dan peptida. Inkorporasi material tersebut kedalam
protein seluler.
Universitas Gadjah Mada
Amonia merupakan derivat NPN pakan sebagai sumber seperti urea. Amonia
adalah seumber N yang disukai bakteri didalam rumen untuk sintesa proetin seluleer.
Kkurangan amonia didalam rumen dapat menjadi pembatas pertumbuhan mikrobia.
Apabila konsumsi protein atau degradasi rumen akan protein pakan rendah, maka
konsentrasin-amonia rumen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan optimal mikrobia
belum begitu terpenuhi. Konsentrasi dibawah 5-10 mg/100 ml cairan rumen tidak
secara konsisten meningkatkan produksi protein bakteri.
Substitusi NPN pakan dari tanaman dan sumber protein hewan menurunkan
biaya akan complete feed untuk domba. Urea adalah sumber yang banyak
digunakan untuk sumber NPn pakan. Sering digunakan apabila dibutuhkan untuk
sumber amonia untuk bakteri rumen. Urea secara cepat dihydrolisa menjadi amonia
oleh bakteri rumen.
Teknik manajemen yang cukup strik dibutuhkan bila level urea yang cukup
tinggi atau sumber NPN lainnya diberikan untuk mencegah penurunan feed intake
dan toksisitas amonia.
Urea dapat digunakan lebih efisien bila digunakn bersama-sama dengan
konsemtrat yang cukup tinggi dengan protein rendah. Konsentrasi urea tiak lebih
tinggi dari 1% dari DM pakan (1/3 dari total protein pakan).
Konsentrat pakan yang tinggi, kandungan enerjinya jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan hijauan. Untuk sintesis protein bakteri dari amonia.
Hasil dari penurunan absorpsi amonia, meningkatkan toksisitas amonia. Apabila NPN
diganti dari protein pakan, hams diberikan supplementasi potassiium,. phosphorus
dan sulfur, karen atidak ada ketiga mineral ini didalam urea. Perhatian yang khusus
hams diberikan untuk supelmentasi sulfur, karena wool membutuhkan % yang cukup
tinggi akan S yang ada pada asam amino.
Dengan
tujuan
menurunkan
toksisitas
amonia
atau
memperbaiki
penggunaan amoniak rumen, maka bentuk lain dari NPN yang dapat diberikan
adalah: Biuret, Triuret, kompleks urea dengan formaldehyde atau molases banyak
dikembangkan.
Rangkuman
1. Definisi protein dan bentuk bentuk nitrogen pada hijauan
2. Bentuk bentuk non protein nitrogen dalam pakan hijauan.
3. Nitrogen pakan dan nitrogen mikrobia, sebagai sumber N utama untuk
ruminansia
Universitas Gadjah Mada
Uji Pemahaman (Pertanyaan)
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan protein dan non protein nitrogen
2. Jelaskan mengenai pembagian nitrogen terlarut dan nitrogen tidak terlarut
3. Bedakan antara nitrogen pakan dan nitrogen mikrobia, dari bentuknya dan
kecernaannya.
Universitas Gadjah Mada
Download